Skip to playerSkip to main content
  • 21 hours ago
Prime Minister Datuk Seri Anwar Ibrahim announced that the RM100 Buku Madani vouchers for secondary school and university students nationwide will continue, despite fiscal constraints.

Speaking during the launch of the Kuala Lumpur International Book Fair on Friday (May 29), Anwar stressed the importance of cultivating a reading culture, warning that excessive reliance on short-form social media content was eroding interest in reading and meaningful knowledge.

Read more at https://tinyurl.com/5n6f7tha

WATCH MORE: https://thestartv.com/c/news
SUBSCRIBE: https://cutt.ly/TheStar
LIKE: https://fb.com/TheStarOnline
Transcript
00:00For more information, four books that were released are Malaysia Madani, Perspektif Sosial Budaya by Dr. Haji A. Aziz Rahman.
00:30Jadi dalam soal program bauster buku Madani ini, saya tak ada pilihan. Saya beritahu Kementerian Keuangan, sukar, perik soal buku
00:48dan pendidikan harus tetap diberikan keutamaan.
00:55Maka semua pelajar sekolah bawah Kementerian Pendidikan dan mahasiswa di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi di seluruh negara akan tetap menerima
01:10RM100 satu orang.
01:20Saya tekankan keupayaan kita hanya sekolah menengah di bawah Kementerian Pendidikan dan IPV di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi.
01:36Saya telah menerima apa yang saya lakukan di bawah Kementerian Pendidikan ini, apabila masalah yang kita perlu menemukan, masalah ekonomi,
01:46yang alhamdulillah kita dapat menangani. Kita ada cukup kawasan kawasan dan diesel. Kita mempunyai hubungan yang terbaik dengan Kementerian Pendidikan
01:54Saudi Arabia.
01:55Saya telah menerima setelah minggu tersebut tersebut dari Kementerian Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kementerian Pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan.
02:09Dan itu mempunyai hubungan kami banyak kepercayaan untuk teruskan dan fokus pada pembangunan ini.
02:19We still have to deal with real issues because the spiraling prices, but I've assured Malaysians will have to deal
02:31with it wisely,
02:34but the focus on education cannot be compromised. So the 100 ringgit that we gave since last few years, but
02:44transferred directly.
02:46You buy book, you get the discount.
02:48Jadi, saudara-saudara, saya rumuskan dan mengatakan, pesta buku ini satu kewajaran untuk mempamerkan dan mendedahkan kepada kita
03:03tentang gedung ilmu yang begitu meluas sekali.
03:07Tapi, tujuannya menggalakkan anak-anak membaca.
03:11Jadi, kalau ibu bapa yang iring anak-anak ke sini, pastikan manfaatkan baca buku itu dan pantau sebagai anak-anak,
03:21bukan sahaja beli, simpan dalam alamari,
03:24beli dan mula membaca.
03:28Tradisi membaca itu.
03:29Seperti mana kita dilatih untuk membaca Al-Quran,
03:34kalau tidak pun satu lemaran satu hari, begitu juga buku.
03:39Kita harus wajibkan kepada anak-anak untuk membaca.
03:46Budaya membaca ini menjadi masalah dalam dunia modern.
03:52Paling ramai orang sekarang telah hilang minat membaca.
03:56Kerana dia membaca hanya media sosial.
04:01Menjawab permasalahan yang kompleks dalam 20 perkataan.
04:06Mencerca orang, menolak dasar negara hanya dengan 40 perkataan.
04:13Ini bahaya.
04:16Ataupun merugikan.
04:19Ini bukan pendidikan.
04:22Ini bukan tradisi ilmu.
04:23Sebab itu saya gesa ibu bapa.
04:28Pantau anak-anak.
04:29Dan beli dan pastikan pantau supaya mulai malam ini dan berikutnya membaca.
04:40Terima kasih.
04:50Terima kasih.
04:51Terima kasih.
Comments

Recommended