Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Relawan kemanusiaan Gaza, Asad Aras, menegaskan pengalaman penyiksaan yang dialaminya tidak membuat dirinya maupun relawan lain takut untuk kembali membantu Palestina.

Asad mengatakan, seluruh relawan tetap memiliki tekad kuat untuk kembali berangkat jika suatu saat dibutuhkan.

Menurutnya, jalur apa pun akan ditempuh demi menyalurkan bantuan dan memperjuangkan keadilan bagi Palestina.

Asad menilai kegagalan pemerintah dunia dalam menghentikan konflik membuat masyarakat sipil akhirnya bergerak langsung.

Ia juga menyoroti posisi Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa warga Palestina selama ini telah lebih dulu berkorban.

Asad menyebut Palestina memiliki arti penting bagi umat Islam karena di wilayah tersebut terdapat Masjid Al-Aqsa.

Menurut Asad, warga Palestina selama ini menjadi pihak yang berada di garis depan mempertahankan wilayah tersebut dengan pengorbanan besar.

Maka, dirinya dan para relawan merasa perlu melakukan aksi nyata yang lebih besar dibanding sekadar menyebarkan informasi atau menggalang donasi.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/f-0g1wMsx0o



#gaza #israel #relawan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/671647/relawan-gaza-siap-kembali-berlayar-meski-disiksa-dan-terancam-nyawa-demi-palestina-rosi
Transkrip
00:00Saya masih bersama dengan aktivis global Sumut Flotilla,
00:04relawan kemanusiaan Gaza, Asad Aras,
00:07serta Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia,
00:09Jujang Nurjaman, masih di program ROSI.
00:11Mas Asad, apa yang dialami,
00:15baik itu di kapal, lalu di darat, disiksa berhari-hari,
00:20apakah memunculkan rasa takut di hati Mas Asad dan kawan-kawan relawan?
00:25Tidak, dan saya yakin semua teman-teman sama.
00:30Tidak sama sekali ada rasa takut untuk kembali
00:35jika suatu saat dibutuhkan.
00:39Dan memang jika tidak ada jalan lain,
00:44kita harus berlayar ataupun lewat daratan,
00:48kita akan lakukan itu.
00:52Sampai pada pemerintah di dunia ini
00:56berhasil betul-betul menegakkan keadilan.
01:00Kenapa Mas Asad? Padahal taruhannya nyawa.
01:03Kenapa?
01:06Ya karena pemerintah dunia telah gagal,
01:09maka rakyat sipil dunia akhirnya berlayar.
01:11dan bagi kami, khususnya bagi umat Islam di Indonesia yang mayoritas muslim terbesar di dunia,
01:23seharusnya meyakini bahwa kita tidak sedang berkorban untuk mereka.
01:30justru sebaliknya mereka yang sedang mengorbankan diri mereka, bahkan nyawa mereka mewakili umat Islam seluruh dunia.
01:40Kenapa? Karena tanah Palestina adalah tanah yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW di mana di dalamnya ada Masjid Al-Aqsa,
01:50Qiblat pertama umat Islam yang dinistakan sampai hari ini.
01:54Makanya bulan Ramadan kemarin hampir sebulan penuh tidak ada sholat.
01:58Tidak ada sholat idris itu. Ini pertama kali terjadi.
02:01Dan yang menjaga, yang membela di sana itu mereka yang tinggal di Palestina.
02:08Sudah puluhan ribu nyawa melayang di sana.
02:13Dan ketika ditanya kenapa rela mau datang ke sana dengan risiko yang terbesar,
02:21maka jawabannya mungkin ya karena mereka telah lebih dulu berkorban bagi kita.
02:26Maka saatnya, dan kami juga merasa, kami yang aktif di lembaga kepalestinaan merasakan bahwa kami ingin melakukan,
02:34merbuat yang lebih.
02:36Mungkin selama ini kami hanya membagikan berita Palestina, mengadakan edukasi, menggalang donasi.
02:46Tapi bagi kami, kami ingin melakukan yang lebih dari itu.
02:48Dan apakah gerakan solidaritas ini, menurut Kang Jajang dan kawan-kawan,
02:55bisa efektif memang untuk membuka mata dunia untuk tidak meninggalkan saudara-saudara di Palestina?
03:03Ya, faktanya sampai saat ini genosida masih terjadi di Gaza.
03:08Gaza masih diblokade.
03:10Palestina masih belum berdeka.
03:13Betul Maqdis Al-Aqsa masih belum terbebas.
03:17Dan dunia masih diam.
03:20Pemerintah-pemerintah masih belum berani membawa Israel ini ke pengadilan internasional.
03:27Oleh karenanya, gerakan kami, gerakan GSF ini murni gerakan sipil
03:32yang membawa misi kemanusiaan agar Gaza tidak sendirian.
03:38Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi menggerakan makin banyak masyarakat dunia internasional
03:44untuk makin banyak yang perhatian kembali ke Gaza, makin banyak lagi yang peduli kepada Gaza.
03:52Kemarin, 428 relawan dari 50 lebih negara sudah mencoba.
03:58Sudah berikhtiar. Inilah hasilnya.
04:01Kita lihat, banyak negara-negara yang ikut mengecam Israel.
04:06Negara-negara yang memanggil luta besarnya.
04:08Itu kan tekanan internasional kepada Israel.
04:11Nah, kita berharap tekanannya bisa lebih besar lagi.
04:14Karena kedamaian di Gaza tidak akan jalan tanpa keadilan.
04:19Keadilan yang kita harapkan adalah bagaimana Gaza bisa terbebas,
04:23Israel bisa keluar dari wilayah Palestina.
04:26Mudah-mudahan ini disitirkan.
04:27Dan Mas Asad juga pada saat itu bersama kawan-kawan membela kemanusiaan di Gaza
04:35yang saat ini tidak ada yang bisa menghentikan apa yang dilakukan Israel kepada Palestina.
04:41Itu bisa dibuktikan bahwa lintas agama, lintas kewarganegaraan,
04:46semuanya untuk kemanusiaan ya Mas?
04:48Betul.
04:49Betul, betul.
04:51Ini kita menyaksikan bahkan kita melihat setiap rekan-rekan kita di GSF dari berbagai negara itu.
05:01kelihatannya mereka lebih semangat dari kita.
05:05Bukan Muslim padahal ya?
05:06Padahal bukan Muslim.
05:08Penampilannya yang mohon maaf bertindik penuh dengan tato,
05:13tetapi mereka paling semangat.
05:15karena memang mereka menyadari bahwa kemanusiaan itu memanggil jiwa manusia mereka.
05:29Dan di Gaza ada dua juta lebih manusia yang terkurung, dilaparkan secara sistematis,
05:36bahkan yang katanya telah terjadi kencatan senjata tetapi faktanya jauh dari itu.
05:43Penimbakan pembantaian masih terus terjadi,
05:46kebantuan dilarang untuk masuk dan dibatasi.
05:51Makanya kami di GSF ini memilih jalur laut,
05:58karena jalur laut ini adalah perairan internasional.
06:01Tidak ada satupun negara yang boleh menghalangi.
06:03Dan ini sah secara hukum internasional untuk membawa bantuan ke Gaza seperti itu.
06:10Meskipun pada akhirnya dalam beberapa kali misi ini jalankan tetap dihalangi.
06:16Tetap dihalangi.
06:17Karena memang kami juga harus menyadari bahwa kecil kemungkinan bisa menembus Gaza.
06:25Kami juga menyadari itu,
06:27tetapi ada hal lebih penting dari itu yang harus kita sampaikan kepada dunia.
06:33salah satunya dengan mempertontonkan kekejian yang dilakukan oleh penjajah kepada warga negara dunia.
06:42Kepada warga negara dunia saja mereka bisa berlaku sekeji itu.
06:47Bagaimana dengan warga Palestina yang bertahun-tahun merasakan penderitaan itu.
06:53Nah narasi ini yang akan terus kita bangun.
06:56Olehnya para relawan dari aktivis ini sekembali mereka ke tanah air mereka itu tugas mereka tidak berhenti.
07:03Mereka akan terus menyuarakan itu.
07:04Meskipun mereka juga mengalami penyiksaan yang sama bahkan dalam kondisi yang lebih parah.
07:10Iya.
07:10Mereka dalam sudut pandang yang sama sampai saat ini.
07:13Sama, sama.
07:14Saat kami semua berkumpul dituruki pada saat itu setelah semua kami selamat.
07:22Kami semua bercerita bahwa jika tahun depan ada misi kamu akan ikut lagi.
07:29Kata mereka, jangan kan tahun depan.
07:31Bulan depan jika dibuka saya akan ikut lagi.
07:34Bahkan bulan depan.
07:35Bahkan bulan depan.
07:37Itu mereka.
07:38Itu mereka yang membuat kita seharusnya sebagai muslim yang lebih semangat ya.
07:46Karena dalam agama kita kan menolong sesama muslim adalah kewajiban seperti itu.
07:52Menolong saudara kita yang terzalimi adalah kewajiban.
07:55Dan Nabi juga menegaskan itu.
07:59Kalau dari Kang Jejang, bagaimana gerakan dari GSF lintas kewarganegaraan, lintas agama semua demi kemanusiaan.
08:10Ini bisa membuka lebih banyak lagi mata setelah ini Kang Jejang.
08:14Ya, kita lihat GSF pertama itu bulan Oktober tahun 2025 yang lalu.
08:21Kemudian 2-3 bulan setelah itu banyak negara-negara yang mengakui kemerdekaan Palestina.
08:28Negara Palestina mendapatkan kemudahan bisa membuka perwakilannya di beberapa negara.
08:36Artinya dukungan internasional makin luas.
08:40Ketika dukungan internasional makin luas mendukung Palestina, sebaliknya tekanan makin besar kepada penjajah Israel.
08:46Nah, yang kita harapkan adalah bagaimana negara-negara yang lainnya yang belum bergerak bisa ikut tergerak mendukung kemerdekaan Palestina.
08:58Dan sebaliknya bisa menyeret penjajah Israel dalam hukum internasional.
09:04Pimpinannya diadili dan penjajahan dihapuskan di buka bumi ini.
09:10Tidak ada satu pihak pun yang berhak melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap pihak lainnya.
09:15Betul.
09:16Dan sampai sekarang bagaimana saudara-saudara di Gaza Palestina masih membutuhkan bantuan kemanusiaan itu sampai kemerdekaan bisa dicapai.
09:24Insya Allah.
09:25Terima kasih atas waktunya Mas Asaad berkenan untuk bercerita hal yang paling sulit yang sudah dialami pada saat mengalami penyiksaan
09:33di atas kapal dan di darat.
09:36Gerakan ini pun semakin semangatnya semakin kuat sehingga saat ini.
09:41Terima kasih juga Kang Gajang sudah bercerita bagaimana upaya pembebasan dan mengupayakan keadilan setelah ini.
09:48Setelah apa yang dialami oleh kawan-kawan GSF untuk kemanusiaan warga Gaza Palestina.
09:54Sekali lagi terima kasih.
09:55Sama-sama.
09:56Dan saudara terima kasih telah menyaksikan Rosie.
09:58Kita jumpa lagi Kamis depan hanya di Kompas TV independen terpercaya.
10:02Saya Friska Clarissa.
10:03Selamat malam.
10:04Sampai jumpa.
10:07Sampai jumpa.
Komentar

Dianjurkan