00:00Saya masih bersama dengan aktivis global Sumut Flotilla,
00:04relawan kemanusiaan Gaza, Asad Aras,
00:07serta Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia,
00:09Jujang Nurjaman, masih di program ROSI.
00:11Mas Asad, apa yang dialami,
00:15baik itu di kapal, lalu di darat, disiksa berhari-hari,
00:20apakah memunculkan rasa takut di hati Mas Asad dan kawan-kawan relawan?
00:25Tidak, dan saya yakin semua teman-teman sama.
00:30Tidak sama sekali ada rasa takut untuk kembali
00:35jika suatu saat dibutuhkan.
00:39Dan memang jika tidak ada jalan lain,
00:44kita harus berlayar ataupun lewat daratan,
00:48kita akan lakukan itu.
00:52Sampai pada pemerintah di dunia ini
00:56berhasil betul-betul menegakkan keadilan.
01:00Kenapa Mas Asad? Padahal taruhannya nyawa.
01:03Kenapa?
01:06Ya karena pemerintah dunia telah gagal,
01:09maka rakyat sipil dunia akhirnya berlayar.
01:11dan bagi kami, khususnya bagi umat Islam di Indonesia yang mayoritas muslim terbesar di dunia,
01:23seharusnya meyakini bahwa kita tidak sedang berkorban untuk mereka.
01:30justru sebaliknya mereka yang sedang mengorbankan diri mereka, bahkan nyawa mereka mewakili umat Islam seluruh dunia.
01:40Kenapa? Karena tanah Palestina adalah tanah yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW di mana di dalamnya ada Masjid Al-Aqsa,
01:50Qiblat pertama umat Islam yang dinistakan sampai hari ini.
01:54Makanya bulan Ramadan kemarin hampir sebulan penuh tidak ada sholat.
01:58Tidak ada sholat idris itu. Ini pertama kali terjadi.
02:01Dan yang menjaga, yang membela di sana itu mereka yang tinggal di Palestina.
02:08Sudah puluhan ribu nyawa melayang di sana.
02:13Dan ketika ditanya kenapa rela mau datang ke sana dengan risiko yang terbesar,
02:21maka jawabannya mungkin ya karena mereka telah lebih dulu berkorban bagi kita.
02:26Maka saatnya, dan kami juga merasa, kami yang aktif di lembaga kepalestinaan merasakan bahwa kami ingin melakukan,
02:34merbuat yang lebih.
02:36Mungkin selama ini kami hanya membagikan berita Palestina, mengadakan edukasi, menggalang donasi.
02:46Tapi bagi kami, kami ingin melakukan yang lebih dari itu.
02:48Dan apakah gerakan solidaritas ini, menurut Kang Jajang dan kawan-kawan,
02:55bisa efektif memang untuk membuka mata dunia untuk tidak meninggalkan saudara-saudara di Palestina?
03:03Ya, faktanya sampai saat ini genosida masih terjadi di Gaza.
03:08Gaza masih diblokade.
03:10Palestina masih belum berdeka.
03:13Betul Maqdis Al-Aqsa masih belum terbebas.
03:17Dan dunia masih diam.
03:20Pemerintah-pemerintah masih belum berani membawa Israel ini ke pengadilan internasional.
03:27Oleh karenanya, gerakan kami, gerakan GSF ini murni gerakan sipil
03:32yang membawa misi kemanusiaan agar Gaza tidak sendirian.
03:38Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi menggerakan makin banyak masyarakat dunia internasional
03:44untuk makin banyak yang perhatian kembali ke Gaza, makin banyak lagi yang peduli kepada Gaza.
03:52Kemarin, 428 relawan dari 50 lebih negara sudah mencoba.
03:58Sudah berikhtiar. Inilah hasilnya.
04:01Kita lihat, banyak negara-negara yang ikut mengecam Israel.
04:06Negara-negara yang memanggil luta besarnya.
04:08Itu kan tekanan internasional kepada Israel.
04:11Nah, kita berharap tekanannya bisa lebih besar lagi.
04:14Karena kedamaian di Gaza tidak akan jalan tanpa keadilan.
04:19Keadilan yang kita harapkan adalah bagaimana Gaza bisa terbebas,
04:23Israel bisa keluar dari wilayah Palestina.
04:26Mudah-mudahan ini disitirkan.
04:27Dan Mas Asad juga pada saat itu bersama kawan-kawan membela kemanusiaan di Gaza
04:35yang saat ini tidak ada yang bisa menghentikan apa yang dilakukan Israel kepada Palestina.
04:41Itu bisa dibuktikan bahwa lintas agama, lintas kewarganegaraan,
04:46semuanya untuk kemanusiaan ya Mas?
04:48Betul.
04:49Betul, betul.
04:51Ini kita menyaksikan bahkan kita melihat setiap rekan-rekan kita di GSF dari berbagai negara itu.
05:01kelihatannya mereka lebih semangat dari kita.
05:05Bukan Muslim padahal ya?
05:06Padahal bukan Muslim.
05:08Penampilannya yang mohon maaf bertindik penuh dengan tato,
05:13tetapi mereka paling semangat.
05:15karena memang mereka menyadari bahwa kemanusiaan itu memanggil jiwa manusia mereka.
05:29Dan di Gaza ada dua juta lebih manusia yang terkurung, dilaparkan secara sistematis,
05:36bahkan yang katanya telah terjadi kencatan senjata tetapi faktanya jauh dari itu.
05:43Penimbakan pembantaian masih terus terjadi,
05:46kebantuan dilarang untuk masuk dan dibatasi.
05:51Makanya kami di GSF ini memilih jalur laut,
05:58karena jalur laut ini adalah perairan internasional.
06:01Tidak ada satupun negara yang boleh menghalangi.
06:03Dan ini sah secara hukum internasional untuk membawa bantuan ke Gaza seperti itu.
06:10Meskipun pada akhirnya dalam beberapa kali misi ini jalankan tetap dihalangi.
06:16Tetap dihalangi.
06:17Karena memang kami juga harus menyadari bahwa kecil kemungkinan bisa menembus Gaza.
06:25Kami juga menyadari itu,
06:27tetapi ada hal lebih penting dari itu yang harus kita sampaikan kepada dunia.
06:33salah satunya dengan mempertontonkan kekejian yang dilakukan oleh penjajah kepada warga negara dunia.
06:42Kepada warga negara dunia saja mereka bisa berlaku sekeji itu.
06:47Bagaimana dengan warga Palestina yang bertahun-tahun merasakan penderitaan itu.
06:53Nah narasi ini yang akan terus kita bangun.
06:56Olehnya para relawan dari aktivis ini sekembali mereka ke tanah air mereka itu tugas mereka tidak berhenti.
07:03Mereka akan terus menyuarakan itu.
07:04Meskipun mereka juga mengalami penyiksaan yang sama bahkan dalam kondisi yang lebih parah.
07:10Iya.
07:10Mereka dalam sudut pandang yang sama sampai saat ini.
07:13Sama, sama.
07:14Saat kami semua berkumpul dituruki pada saat itu setelah semua kami selamat.
07:22Kami semua bercerita bahwa jika tahun depan ada misi kamu akan ikut lagi.
07:29Kata mereka, jangan kan tahun depan.
07:31Bulan depan jika dibuka saya akan ikut lagi.
07:34Bahkan bulan depan.
07:35Bahkan bulan depan.
07:37Itu mereka.
07:38Itu mereka yang membuat kita seharusnya sebagai muslim yang lebih semangat ya.
07:46Karena dalam agama kita kan menolong sesama muslim adalah kewajiban seperti itu.
07:52Menolong saudara kita yang terzalimi adalah kewajiban.
07:55Dan Nabi juga menegaskan itu.
07:59Kalau dari Kang Jejang, bagaimana gerakan dari GSF lintas kewarganegaraan, lintas agama semua demi kemanusiaan.
08:10Ini bisa membuka lebih banyak lagi mata setelah ini Kang Jejang.
08:14Ya, kita lihat GSF pertama itu bulan Oktober tahun 2025 yang lalu.
08:21Kemudian 2-3 bulan setelah itu banyak negara-negara yang mengakui kemerdekaan Palestina.
08:28Negara Palestina mendapatkan kemudahan bisa membuka perwakilannya di beberapa negara.
08:36Artinya dukungan internasional makin luas.
08:40Ketika dukungan internasional makin luas mendukung Palestina, sebaliknya tekanan makin besar kepada penjajah Israel.
08:46Nah, yang kita harapkan adalah bagaimana negara-negara yang lainnya yang belum bergerak bisa ikut tergerak mendukung kemerdekaan Palestina.
08:58Dan sebaliknya bisa menyeret penjajah Israel dalam hukum internasional.
09:04Pimpinannya diadili dan penjajahan dihapuskan di buka bumi ini.
09:10Tidak ada satu pihak pun yang berhak melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap pihak lainnya.
09:15Betul.
09:16Dan sampai sekarang bagaimana saudara-saudara di Gaza Palestina masih membutuhkan bantuan kemanusiaan itu sampai kemerdekaan bisa dicapai.
09:24Insya Allah.
09:25Terima kasih atas waktunya Mas Asaad berkenan untuk bercerita hal yang paling sulit yang sudah dialami pada saat mengalami penyiksaan
09:33di atas kapal dan di darat.
09:36Gerakan ini pun semakin semangatnya semakin kuat sehingga saat ini.
09:41Terima kasih juga Kang Gajang sudah bercerita bagaimana upaya pembebasan dan mengupayakan keadilan setelah ini.
09:48Setelah apa yang dialami oleh kawan-kawan GSF untuk kemanusiaan warga Gaza Palestina.
09:54Sekali lagi terima kasih.
09:55Sama-sama.
09:56Dan saudara terima kasih telah menyaksikan Rosie.
09:58Kita jumpa lagi Kamis depan hanya di Kompas TV independen terpercaya.
10:02Saya Friska Clarissa.
10:03Selamat malam.
10:04Sampai jumpa.
10:07Sampai jumpa.
Komentar