Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Relawan kemanusiaan Gaza, Asad Aras, mengungkap detik-detik kapal bantuan yang ditumpanginya dicegat saat pelayaran menuju Gaza.

Menurut Asad, misi pelayaran awalnya ditargetkan tiba di Gaza dalam waktu enam hari. Saat intersep terjadi, kapal relawan disebut tinggal sehari lagi mencapai tujuan.

Asad menjelaskan, saat itu posisi kapal diperkirakan tinggal sekitar 130 mil laut dari pantai Gaza. Kapal juga sempat berencana menepi sementara di dekat Pelabuhan Mesir karena adanya potensi badai di depan jalur pelayaran.

Namun sebelum rencana itu dilakukan, intersep lebih dulu terjadi. Asad menyebut, tanda-tanda pencegatan sebenarnya sudah terlihat sejak malam hari.

Para relawan pun diminta mematikan lampu kapal hingga telepon genggam untuk mengurangi pantauan.

Ketegangan memuncak sekitar pukul 15.00 saat kapal patroli dan dua speedboat mulai mendekat ke kapal relawan.

Dalam situasi itu, seluruh relawan diminta bersiap menggunakan life jacket sesuai prosedur keamanan.

Asad juga mengungkap pesan kapten kapal yang justru meminta seluruh awak tetap makan di tengah situasi mencekam.

Meski berada dalam situasi genting, Asad menegaskan para relawan tidak menunjukkan kepanikan. Bahkan, mereka masih sempat meneriakkan yel-yel dukungan untuk Palestina.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/f-0g1wMsx0o




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/671628/relawan-indonesia-ungkap-detik-detik-kapal-global-sumud-flotilla-ditangkap-di-laut-menuju-gaza-rosi
Transkrip
00:13Bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara kita yang ada di Palestina
00:18ini merupakan suatu tindakan yang tidak bisa diterima, tidak boleh dibiarkan.
00:33Kita melakukan hunger strike dua hari, hanya minum saja.
00:36Di hari pertama itu pun, hari kedua kami minum sedikit sekali, hanya air keran di sel.
00:41Itu karena mereka tidak menyerahkan air minum sama sekali.
00:45Pasti semua anggota Global Smooth Flotilla dari seluruh dunia mendapatkan perlakuan yang kurang manusiawi dari Israel.
01:02Memang penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh IOF itu nyata, sangat keji, sangat brutal.
01:09Dari mulai proses penculikan sampai dengan proses yang panjang, sekitar empat hari melakukan penyiksaan-penyiksaan tadi.
01:17Hanya yang sangat kecil sekali yang kami lakukan untuk Palestina.
01:22Saudara-saudara kita yang di Palestina jauh lebih menderita dibandingkan dengan kami.
01:27Kami ini hanya debu-debu yang berterbarat.
01:41Selamat malam saudara.
01:43Program ROSI kembali hadir kehadapan Anda sebagai ruang opini sumber informasi bersama saya Friska Klarissa.
01:50Puluhan armada kapal misi kemanusiaan Global Smooth Flotilla dihadang militer Israel di perairan Siprus.
01:58Pelayaran yang membawa bantuan makanan dan obat-obatan bagi warga Gaza Palestina ini terhenti.
02:04Tentara Israel menangkap dan menahan para relawan, termasuk relawan dari Indonesia.
02:09Ditahan selama empat hari, sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam Global Smooth Flotilla kini berhasil dipulangkan ke tanah air.
02:18Dan malam ini saya mengundang aktivis Global Smooth Flotilla atau relawan kemanusiaan Gaza yang saat itu sempat ditahan oleh tentara
02:27Israel.
02:28As'ad Aras serta Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia GPCI Jajang Nur Jaman.
02:34Selamat malam Mas As'ad juga kan Jajang?
02:37Selamat malam.
02:38Terima kasih sudah hadir di ROSI.
02:41Mas As'ad sehat?
02:43Alhamdulillah sehat.
02:44Alhamdulillah.
02:46Proses pemulihannya berjalan baik sampai sekarang?
02:48Berjalan baik alhamdulillah.
02:50Makin hari makin bugar insya Allah.
02:53Dan terlihat sangat bersemangat malam hari ini untuk bercerita tentang apa yang terjadi.
02:59Sebelumnya mohon maaf karena saya pasti harus bertanya hal yang membuat Mas As'ad teringat pada proses penyiksaan pada saat
03:08itu yang pasti meninggalkan luka.
03:10Baik itu di fisik maupun di hati Mas As'ad.
03:14Boleh tolong ceritakan Mas As'ad, waktu itu berlayar sampai mana, sampai sejauh mana dan dicegat, ditangkap itu di mana?
03:25Jadi misi pelayarannya memang ditargetkan 6 hari mencapai gajah.
03:31Dan kita sudah berlayar kurang lebih selama 5 hari.
03:35Berarti sehari lagi kapal kami itu akan sampai gajah.
03:40Jadi kebetulan kapal yang kami tumpangi adalah kapal yang memang paling terdepan karena memiliki kecepatan di atas rata-rata dibanding
03:49kapal yang lainnya.
03:50Dan termasuk kapal yang lebih besar dibanding yang lainnya.
03:54Jika dicek pada saat itu kurang lebih 130 mil laut lagi sampai ke Pantai Gaza.
04:00Dan kita sudah ada rencana untuk menepi sejenak di dekat pelabuhan Mesir.
04:07Namun tidak sampai masuk Mesir, masih di pereraal internasional.
04:11Karena akan ada badai di depan.
04:14Namun ternyata intercept datang lebih awal meski kami di hari kedua.
04:19Jadi hari Senin terjadi intercept pertama di mana puluhan kapal, rekan-rekan kami sudah diculik duluan.
04:27Kemudian di hari kedua barulah tiba kapal kami, Kasir Sadabat yang berjumlah 20 orang di dalamnya.
04:35Ada dua orang Indonesia.
04:38Saya, kemudian Mas Henroh di atas kapal itu.
04:41Dan karena kami sudah mendapatkan pelatihan sebelum berlayar, bagaimana jika sudah akan menghadapi intercept.
04:52Jadi pada saat itu kami sudah melihat ada tanda-tanda bahwa kita akan di-intercept.
04:59Mulai dengan adanya drone yang selalu memantau kita di malam hari.
05:03Jadi di malam hari itu kita semua matikan lampu kapal, termasuk handphone kita matikan.
05:09Dan tiba lah waktunya sekitar pukul 15.00.
05:15Saat itu kita sedang siap-siap untuk makan siang, Ustaz.
05:19Untuk makan siang, akan tetapi sudah terlihat kapal patroli penjajah ini ditambah dengan dua speedboot mereka.
05:30Jadi jika sudah terlihat speedboot itu berarti...
05:32Sudah pasti sudah mendekat ke kapal ya?
05:35Kami punya gambarnya Mas Asat sambil kita tayangkan, Mas Asat juga bisa bercerita di gambar ini.
05:42Sebenarnya, nah ini.
05:43Ya betul.
05:45Ini detik-detik jelang penangkapan?
05:47Ya, ini saya yang pakai topi itu.
05:50Oh itu Mas Asat yang pakai topi?
05:52Nah pada saat itu, saat terdengar suara speedboot lah, semua sudah mulai bersiap.
05:56Ya, sudah bersiap memakai life jacket.
05:59Nah ini kapal patroli penjajah itu di belakang kami.
06:02Oh itu?
06:03Ya, itu.
06:04Kemudian di sana ada speedboot yang sudah siap untuk mendekat ke sebelah kiri dan kanan.
06:12Dan ini juga salah satu kapten kami yang meminta untuk tetap makan dulu.
06:23Oh begitu?
06:23Ya, jadi kita dihimpau dalam kondisi genting seperti itu kami dihimpau untuk tetap makan.
06:29Karena kenapa setelah ini kalian akan lapar dan boleh jadi ini makan terakhir buat kalian.
06:35Jadi kita bergantian makan.
06:38Saat itu sambil memakai life jacket dan stand by.
06:42Karena memang SOP dari GSF ini, jika sudah dalam kondisi seperti ini,
06:47kita harus duduk dalam satu tempat berkumpul, tidak berpencena ini.
06:54Seperti ini, ya.
06:55Sudah semakin dekat.
06:56Tapi dari raut wajahnya kalau saya lihat, tidak ada tanda-tanda kepanikan dari seisi apa.
07:01Betul, bahkan di video aslinya ini teman-teman sedang yel-yel waktu itu.
07:05Oh ya, masih sempat.
07:06Free-free Palestine seperti itu.
07:08Apa yang membuat kawan-kawan, padahal sudah sedekat ini jarak dengan speedboat Israel,
07:13tapi masih bisa tenang, tidak panik begitu.
07:18Karena padahal sudah tahu bahwa pasti akan ditangkap.
07:20Ya, kita sudah tahu dengan risiko kita akan ditangkap, kita akan disiksa.
07:24Tapi bagi teman-teman yang sudah mengetahui bagaimana kebengisan, bagaimana kejahatan para pasukan ini,
07:32maka dengan bertemu mereka, itu berarti level perjuangan mereka akan otomatis naik.
07:41Seperti itu.
07:42Dan itu yang memang mereka tuju bagi kami dan teman-teman semua aktivis ini,
07:47bahwa kita ingin merasakan apa yang dirasakan oleh saudara kita di Palestina.
07:51Seperti itu.
07:52Waktu ini ditangkap setelah speedboat mendekat, itu dibawa ke mana?
07:56Semuanya dimasukkan ke speedboat, satu persen, 20 orang itu.
07:59Tapi sebelum dimasukkan ke speedboat, kapal kami ditembaki dulu.
08:03Oh iya, tetap ditembaki?
08:04Tetap ditembaki.
08:05Apakah ada sinyal misalnya dari kapten mengatakan bahwa kami tidak membawa senjata apapun?
08:09Tidak ada, tidak ada.
08:11Itu hanya untuk memberikan rasa takut buat kami,
08:16agar kami semua berkumpul dan tidak ada,
08:21ya memang karakter sebenarnya mereka itu tidak seberani yang kita lihat di media sosial.
08:28Nanti ada fakta yang akan kita sampaikan,
08:31kenapa kami bisa mengatakan seperti itu.
08:34Dan ini setelah kami diculik di atas kapal kami semua,
08:40kami dipindahkan ke kapal perang yang terlihat itu.
08:44Ya itu.
08:45Nah itu ya, jadi dari kapal ini, pada saat mereka mendekat ada ancaman atau tidak?
08:51Di atas kapal hanya ada tembakan,
08:55tidak ada kekerasan fisik yang terjadi di atas kapal kami.
08:59Kekerasan itu terjadi di atas kapal perang itu.
09:02Pada saat mereka naik ke kapalnya Mas Asad dan kawan-kawan itu,
09:05apa yang mereka sampaikan pada saat penahanan itu?
09:09Mereka memaksa untuk mengetahui nama kapten.
09:14Siapa kapten di antara kalian.
09:17Namun dalam SOP kami sebelum berlahir itu kami sudah sepakati tidak boleh menyebut nama kapten.
09:23Akhirnya tidak ada yang menyebutnya itu?
09:24Tidak ada yang menyebut nama kapten.
09:43Penjajah ini, jadi kapal kami rusak, belum lagi sebelumnya ditembaki, dan kita tidak tahu kondisi kapal kita setelah itu bagaimana.
09:53Lagi ada yang membawa alat komunikasi itu otomatis relawan buang?
09:56Ya, itu juga bagian dari SOP.
09:59Semua hape relawan harus dibuang ke laut.
10:01Berapa lama waktunya tadi sejak kawan-kawan di situ tahu bahwa ada speedboat yang mendekat sampai akhirnya penangkapan terjadi?
10:09Ada kurang lebih 40 menitan sampai mereka naik ke atas kapal.
10:18Namun di atas kapal itu juga proses yang lama karena masing-masing diperiksa.
10:24Satu persatu diperiksa oleh mereka, kemudian setelah itu kita dipindahkan ke atas speedboat, lalu dibawa ke atas kapal yang lebih
10:32besar itu.
10:32Ada cerita dari salah satu relawan lain, Mas Andre, itu bilang bahwa saat di atas kapal mereka sepertinya baik-baik
10:39saja.
10:40Betul juga yang dirasakan.
10:41Betul, betul.
10:42Bahkan beberapa kita lihat, sayangnya di kapal kami ini CCTV-nya sudah di jam terlebih dahulu.
10:52Jadi dia bisa mengirimkan gambar langsung ke kawan-kawan di command center?
10:56Betul, itu beberapa kasus saat ya, sehingga para sahabat di command center memberikan aturan jika dalam beberapa jam gitu saat
11:08ya gak ada tanda-tanda berarti sudah di intercept seperti itu.
11:11Ini intercept yang kedua berarti ya?
11:13Ya, di hari kedua dan yang terakhir, kapal kami yang terakhir.
11:17Oh, kapal yang terakhir ditangkap itu ya, karena memang sebelumnya juga Mas Hendro sempat memberikan pernyataan bahwa kami sempat di
11:26intercept, itu berhasil lolos untuk yang pertama?
11:29Tidak, belum di intercept.
11:31Oh, belum di intercept.
11:32Belum di intercept, karena memang hari pertama kita menyaksikan beberapa kapal yang kita lalui itu sudah terobang-ambing tanpa ada
11:39orang di atasnya.
11:40Oh, oke. Nah, karena tadi kan CCTV-nya di jam ya, jadi tidak ada sinyal sama sekali.
11:46Teman-teman dari GPCI tahu bahwa Mas Asad dan kawan-kawan sudah diambil oleh Israel, itu bagaimana tandanya Mas?
11:54Ya, jadi ketika di CCTV sudah dirusak, terus rekan-rekan yang di kapal sudah tidak bisa memberikan kabar ke keluarga
12:01dan juga ke timnya,
12:03terus juga sinyal di transporter di kapal itu sudah tidak berfungsi lagi.
12:09Sehingga itu kesimpulannya sudah intercept begitu.
12:12Sebenarnya ada sinyal SOS apa sih yang jadi SOP ya?
12:15Jadi kalau kawan-kawan dengan kriteria tertentu, berarti artinya sudah diambil oleh Israel.
12:22Itu apa saja sinyal SOS-nya?
12:24Ya, jadi ketika tadi ya, sudah tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga atau dengan tim di kantor,
12:30CCTV sudah tidak berfungsi, kemudian tracker sudah tidak berfungsi juga, gitu.
12:35Maka kesimpulannya sudah intercept, sehingga dari GSF protokolnya adalah memunculkan video SOS,
12:41yang kemungkinan yang pegang paspor dan sudah ditangkap, gitu.
12:45Tapi sebenarnya pasti kawan-kawan di komen center melihat kapal Mas Asad dan kawan-kawan berlayar paling jauh,
12:51itu punya harapan, wah sebentar lagi sampai di Gaza, begitu ya?
12:54Betul, karena sudah dekat gitu ya.
12:56Ini mudah-mudahan tembus-tembus, ternyata di intercept juga.
12:59Ya, karena jaraknya 24 jam saja.
13:02Ya, tinggal sehari lagi.
13:03Tinggal sehari lagi, itu menuju ke Gaza.
13:05Dan kalau dilihat video yang beredar, ini kenapa ini juga jadi perhatian?
13:12Karena ada penyiksaan yang dialami oleh kawan-kawan relawan.
13:18Itu betul dialami ya Mas Asad?
13:19Betul, betul.
13:20Seperti apa saja kondisi saat itu dan bagaimana Mas Asad bersama kawan-kawan bertahan,
13:25kita akan bahas pusat jeda.
13:29Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan