Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Jajang Nurjaman, mengungkap pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario penyelamatan untuk para relawan kemanusiaan Gaza jika mengalami intersep di tengah pelayaran.

Menurut Jajang, skenario tersebut disusun berdasarkan pengalaman intersep yang pernah terjadi pada misi-misi sebelumnya.

Jajang menjelaskan, salah satu skenario yang dipersiapkan adalah jika relawan dibawa ke wilayah Asdud setelah ditangkap di laut.

Ia menyebut seluruh relawan sebelumnya telah menandatangani surat kuasa hukum sebelum naik kapal.

Surat kuasa tersebut nantinya digunakan oleh tim hukum internasional untuk memproses pembebasan relawan jika dibawa ke wilayah Asdod.

Selain itu, GPCI juga menyiapkan skenario kedua apabila para relawan diturunkan di wilayah terdekat seperti Siprus, Kairo, Yordania, maupun wilayah Israel.

Jajang mengatakan pihak Kementerian Luar Negeri juga telah diinformasikan mengenai langkah antisipasi tersebut.

Saat penangkapan terjadi, Jajang menyebut ada tiga langkah utama yang langsung dilakukan pihaknya. Salah satunya adalah menggalang dukungan diplomatik melalui pemerintah.

Selain itu, GPCI juga melakukan koordinasi dengan DPR dan Majelis Ulama Indonesia atau MUI untuk meminta dukungan.

Pihak keluarga relawan juga disebut terus mendapatkan informasi perkembangan terbaru terkait kondisi para relawan.

Tak hanya itu, sejumlah lembaga nonpemerintah atau NGO juga dilibatkan untuk memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga relawan.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/f-0g1wMsx0o



#gaza #israel #relawan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/671643/gpci-ungkap-skenario-penyelamatan-relawan-gaza-saat-ditangkap-israel-rosi
Transkrip
00:00Upaya penyelamatan yang dilakukan GPCI seperti apa, Kang Jajan?
00:03Iya, jadi kita di GPCI dan juga GSF sudah menyiapkan beberapa skenario ketika diintercept di waktu kapal.
00:15Setidaknya dari pengalaman yang sudah berjalan tahun sebelumnya dan kemarin,
00:19yang tahun sebelumnya itu setelah di kapal dibawa ke tanah palesi yang dijajah di Asdor tadi,
00:25di tahun lalu seperti itu. Yang terbaru yang diintercept dari Barcelona itu diturunkan di kereta di Yunani.
00:35Jadi kami punya dua skenario, pertama tadi dibawa ke Asdor, nah disini sudah ada tim legal internasional kita,
00:44kuasa hukum GSF yang ketika teman-teman relawan ini sebelum naik kapal sudah membuat surat kuasa ya.
00:51Itu akan dibawa untuk dijadikan kuasa hukumnya tim adalah yang ada di Palestina yang akan memproses pembebasan ketika sudah sampai
01:01di Asdor.
01:03Itu skenario pertama.
01:05Skenario kedua adalah ketika diturunkan di pulau terdekat dari perairan tersebut.
01:09Pertama di Siprus, kedua mungkin ke Cairo atau ke Jordan atau ke tadi dibawa ke Israel.
01:17Nah kami sudah menyiapkan juga tim-tim kami dan berkoordinasi dengan KBRI-KBRI Indonesia yang ada di Cairo, yang ada
01:26di Jordan, di Ankara, di Istanbul, dan juga yang Siprus itu ke KBRI di Roma.
01:31Jadi dari pihak Kemenlu sudah terinformasikan dan sudah siap menyambut ketika dipulangkan oleh tentara Israel baik yang nanti dibawa ke
01:44Asdor,
01:45nanti akan diproses oleh tim legal kita maupun tadi yang diturunkan di pulau-pulau terdekat.
01:51Alhamdulillah, ya dengan bantuan dari tim legal kita yang adalah tadi, kita dapat informasi pergerakan tim relawan sekarang posisi di
02:02mana.
02:02Terus kemudian sudah sampai mana proses perkembangan banding dengan pengadilan di sananya, bagaimana proses negosiasinya, kita pun dapat update di
02:13sana.
02:13Lalu komunikasi dengan pemerintah Indonesia pada saat itu seperti apa?
02:18Ya, kami dari GPCI ketika terjadi intercept, pertama tiga hal yang kita lakukan.
02:24Satu, menggalang dukungan diplomatik dengan jalur pemerintah ke Kemenlu, kita koordinasi ke EPR-DPR, kita juga audiensi, menggalang informasi ke
02:36MUI pun juga sama,
02:37sebagai misulama kita menggunakan audiensi yang minta dukungan, kemudian juga kita mengkondisikan pihak keluarga.
02:44Yang sebelumnya ketika sebelum intercept itu sudah dapat kabar ya, bagaimana kondisi update terus dapat ketika intercept kan sudah tidak
02:51ada alat komunikasi,
02:52sudah tidak ada update informasi, sehingga kami dari Kommer Center, dari GSF menyampaikan bagaimana kondisi terkini,
02:59apa yang sedang kami lakukan, upaya-upaya apa yang sudah berjalan, perkembangan apa yang sudah berjalan.
03:03Nah, itu kami sampaikan ke pihak-pihak keluarga. Kami juga menunggaskan ke beberapa lembaga-lembaga NGO untuk menyiapkan psikolog,
03:12menampingi pihak keluarga, supaya tetap tenang dan bisa terkondisikan.
03:17Nah, yang terakhir kita tentu dengan berbagai macam media, kita menggalang dukungan agar makin banyak masyarakat,
03:25baik Indonesia maupun dunia, ikut memberikan dukungan dan mengecam pada pemerintahan Israel.
03:32Itu yang sudah dilakukan. Dan Alhamdulillah mulai ada kabar baik adalah ketika ada informasi Turki mengirimkan pesawat untuk menjemput relawan.
03:46Terus kemudian juga kabar baik berikutnya adalah nama-nama 9 WNI yang jadi relawan itu juga ada dalam daftar yang
03:55akan naik pesawat.
03:56Nah, itu kita sudah mulai mendapatkan informasi yang semakin tenang.
04:00Dan di situ sudah mulai diupdate dari tim kuasa kami di sana bagaimana proses pemulangannya,
04:07bagaimana proses pemberangkatan dari penjara kemudian ke airport di sana,
04:14dan bagaimana proses kepulangan lewat Turki.
04:18Nah, kita memang masih belum yakin, karena belum ada gambar apapun, belum ada foto gitu ya.
04:24Apakah betul memang sudah ada masyarakat yang aman ya?
04:26Baru mendapatkan kabar itu ketika sudah mulai landing, turun, keluar dari pesawat,
04:32nah itu kita sudah mulai melihat satu persatu wajah WNI kita.
04:35Alhamdulillah sudah bisa terlihat, masih dalam keadaan yang baik dan sehat waktu itu.
04:39Langsung kita kabarkan ke pihak keluarga, dan Alhamdulillah juga itu yang sudah berjalan begitu.
04:47Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan