00:00Saudara Wakil Menteri Haji dan Umroh Daniel Ansar Siman Jutok mengimbau jemaah haji agar tidak memaksakan diri saat menjalani ritual
00:06lontar jumroh di Mina.
00:09Jika kondisi fisik tidak memungkinkan, maka ibadah lontar jumroh bisa dibadalkan atau dilakukan dengan di jamak.
00:16Apalagi prosesi ibadah di Mina membutuhkan mobilitas yang tinggi sehingga penting bagi jemaah untuk mengenali batas kemampuan diri.
00:30Apa di Mina itu lebih meletihkan karena mobilitasnya tinggi.
00:34Kalau di hukum kan berdiam, kalau di hukum juga berdiam.
00:38Nah kalau ini mobilitasnya tinggi.
00:40Nah oleh sebab itu yang paling penting kalau tidak sanggup ada baiknya dibadalkan, yang kuat.
00:47Kemudian jemaah jangan memaksakan diri.
00:51Lalu bagaimana sistem pembagian jadwal lontar jumroh bagi jemaah haji Indonesia yang dilakukan pada hari Tashrik selama 3 hari?
01:00Kita akan tanyakan pada jurnalis Kompas TV.
01:02Sudah ada Haji Sofian Hartanto yang tergabung dalam media center haji 2026.
01:07Selamat malam Haji Sofian, apa kabarnya?
01:09Jadi kebijakan apa nih yang dikeluarkan PPIH Arab Saudi terkait dengan aturan lontar jumroh ini?
01:16Ya, selamat malam waktu sore waktu Arab Saudi.
01:20Audrey dan saudara bisa saya infokan bahwa jadwal disini untuk pelontaran jumroh itu di PPIH Arab Saudi dibuat untuk membuat
01:31jemaah nyaman.
01:32Audrey dan saudara sebenarnya jadwalnya bisa kapan saja.
01:35Tapi mengingat suhu udara disini cukup terik, jemaah diimbau untuk tidak melakukan lontar jumroh itu pada siang hari.
01:43Biasanya siang itu disini teriknya pukul 10 pagi sampai pukul 2 siang.
01:49Jadi disitu matahari sedang hangat-hangatnya memeluk kita.
01:53Jadi bisa kita lakukan untuk ditenda saja dulu.
01:57Nanti setelah agak sore menuju malam bahkan ke dini hari justru jemaah diimbau untuk melontar jumroh.
02:02Selain imbuan ini juga perlu dipahami bersama bahwa disini jemaah haji Indonesia itu juga bersama dengan jemaah-jemaah haji yang
02:11lain.
02:11Yang bisa jadi karena di Asia portur tubuh jemaah Indonesia mungkin bisa jadi lebih kecil dibanding dengan jemaah yang lain.
02:18Ditakutkan nanti kalau berbarengan dengan jemaah haji yang lain misalnya dari Afrika atau dari negara-negara yang memiliki portur tubuh
02:25yang tinggi.
02:26Itu kita terimpit atau bisa jadi ada faktor risiko kesehatan yang bisa didapatkan.
02:32Jadi disini pemerintah Indonesia mengimbau lontar jumroh dilakukan sore hari justru menjelang malam hari lebih enak.
02:39Udara juga lebih dingin kalau disini saat ini saya berada meloporkan jadi suhunya 43-44 tapi anginnya itu begitu panas
02:46Audrey dan saudara.
02:48Jadi pemerintah Indonesia mengimbau jemaah untuk tidak melakukan lontar jumroh pada siang hari.
02:55Dan diimbau juga jemaah itu waktu melontar jumroh.
02:57Jadi bisa saya inginkan Audrey dan saudara jarak antara maktab atau tenda di Mina untuk ke Jamarot itu sekitar 4
03:06km bolak-balik.
03:07Jadi kita bisa bayangkan bersama bahwa jarak 4 km itu ditempu dengan jalan kaki.
03:14Jadi jemaah diimbau untuk menyiapkan diri.
03:16Perbekalan kecil saja.
03:18Makanan ringan, minuman, dan hal-hal lain yang bisa menunjang aktivitas atau membuat energi tubuh menjadi tetap terkendali.
03:26Misalnya yang manis-manis, bisa coklat, atau bisa kurma.
03:29Jadi kemarin saya juga membersamai jemaah.
03:31Mereka lupa tidak membawa apa-apa karena dianggapnya dekat.
03:34Memang kalau dilihat dari pandangan mata, Jamarot dan Mina itu dekat.
03:39Tapi ternyata setelah ditempu perjalanan, apalagi dengan berantre-antre dengan jemaah lain, itu menjadi berasa lama.
03:47Nah, oleh karena itu jemaah diimbau untuk tetap membawa makanan.
03:50Di saku kecil saja.
03:51Pemerintah juga sudah menyiapkan tas armusna.
03:54Jadi tas armusna itu bisa diisi dengan kartu identitas.
03:57Dan mungkin bisa jadi makanan, minuman ringan.
04:00Dan juga mungkin bisa ada semacam obat-obatan ringan.
04:03Kemarin saya juga lihat ada orang yang hampir pingsan karena mungkin berdesak-desakan.
04:08Nah, mereka itu membutuhkan minyak angin atau lain sebagainya supaya bisa melanjutkan perjalanan.
04:13Dan sekali lagi juga jemaah diimbau untuk tidak memaksakan diri.
04:18Karena melontar jumrah itu waktunya itu sangat panjang.
04:20Jadi di hari kemarin itu sudah jumrah akoba saat ini, hari kedua.
04:26Jadi total ada empat kali lontar jumrah.
04:28Dan itu waktunya sebenarnya tidak dibatasi.
04:30Kemarin sudah hari ini bisa sampai diniari.
04:33Besok lagi juga sudah.
04:34Besok lagi.
04:35Jadi empat hari itu bisa dilakukan secara bergantian.
04:42Atau bahkan juga bisa dibadalkan atau diwakilkan.
04:45Jadi misalnya ada...
04:51Suaminya bisa dilakukan.
04:52Jadi bisa saling membantu.
04:53Tidak harus, misalnya harus sendiri.
04:55Apalagi kayak yang kondisi fisiknya sudah menurun.
04:57Kita tahu puncak haji memang sudah dilalui dengan armusnah.
05:00Tapi perlu diingat, justru jemaah akan lengah ketika melakukan lontar jumrah.
05:05Mungkin bisa jadi euforia.
05:06Wah, ingin nih terakhir nih apa rangkaian ibadah terakhir harus dilakukan sendiri.
05:10Jangan.
05:10Justru ini bisa berpotensi membuat kondisi jemaah akan drop.
05:15Kita ingat bahwa puncak haji sudah selesai dan menunggu kepulangan.
05:20Kita tidak mau kan.
05:21Seandainya nanti jemaah pulang dalam kondisi sakit.
05:23Pulang dengan kondisi sehat dan haji mabrut.
05:26Itu kan impian kita bersama dan impian keluarga tentunya.
05:29Jadi apalagi nanti waktu dipulang di kampung halaman.
05:32Ada ritual-ritual selamatan-selamatan begitu.
05:35Yang membutuhkan stamina fisik.
05:37Jangan sampai nanti pulang drop dan akhirnya tidak ada selamatan-selamatan.
05:41Atau memang kerejaan-kerejaan yang ada di daerah kita tahu ada selamatan.
05:46Biasanya ada jamuan-jamuan gitu lah yang bisa dilakukan untuk keluarga di kampung halaman.
05:52Jadi pesannya kalau mau lontar jumrah harus memastikan kondisi fisik.
05:55Kalaupun pergi juga harus membawa makanan cemilan.
05:58Sama juga obat-obatan ya Sofian.
06:00Nah, lalu bagaimana dengan skema badal lontar jumrah?
06:04Ya, skema badal lontar jumrah itu bisa dilakukan siapa haji.
06:07Biasanya kalau ada keluarga yang memang sedang melakukan haji juga bisa dilakukan oleh keluarganya itu.
06:13Atau kalau tidak ada bisa minta karom.
06:16Karom itu adalah ketua rombongan.
06:17Ketua rombongan dititipkan saja.
06:19Atas nama siapa nanti bisa dibadalkan.
06:22Atau juga kalau tidak ada karom bisa ke petugas.
06:24Jadi beda dengan badal haji.
06:26Badal haji itu adalah satu orang untuk satu.
06:28Jadi dia harus sudah berhaji dulu baru bisa mewakili untuk badal haji.
06:33Namun kalau untuk badal umrah itu, badal lontar jumrah itu bisa siapa saja.
06:38Jadi inti untuk mewakili saja, Audrey dan Saudara.
06:41Jadi siapa saja bisa membantu untuk membadalkan.
06:44Istilahnya adalah nitip.
06:45Jadi kalau kita tahu bahwa melempar, melontar jumrah itu kan tujuh kali.
06:49Tujuh kali untuk tiga tiang, Ula, Usta, dan Akobah.
06:52Jadi tujuh kali misalnya untuk menitipkan satu lagi ya.
06:55Dia harusnya satu tiang itu 14 kali.
06:58Dengan niat-niat yang diniatkan untuk membantu atau mewakili saudara atau orang-orang yang memang dalam kondisi fisik yang kurang
07:06mampu untuk perjalanan dari Mina ke Jamorat.
07:08Yang tadi saya sudah sebutkan 4 kilometer.
07:11Jadi ya kalau jalan kaki biasanya sekitar setengah sampai satu jam.
07:15Kita bisa bayangkan setengah sampai satu jam berjalan kaki untuk jemaah yang berusia lanjut.
07:20Mungkin bisa jadi ini harus dipikirkan terlebih dahulu.
07:23Karena biasanya kalau untuk kursi roda memang agak sedikit sulit karena di sini itu biasanya orang banyakkan berjalan kaki.
07:29Namun jika ingin memakai kursi roda tetap bisa.
07:32Cuma jalannya agak memutar jauh.
07:33Jadi ya kita harus tahu juga nanti yang mendorong juga harus tahu jalurnya.
07:38Karena agak sedikit berbeda.
07:39Begitu Audrey dan saudara.
07:41Terima kasih untuk laporan lengkapnya Haji Sofian Hartanto melaporkan dari Minara Saudi.
Komentar