Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah haji agar tidak memaksakan diri saat menjalani ritual lontar jumrah di Mina.

Jika kondisi fisik tidak memungkinkan, ibadah lontar jumrah bisa dibadalkan atau dilakukan dengan dijamak.

Apalagi prosesi ibadah di Mina, membutuhkan mobilitas yang tinggi sehingga pentingnya jemaah untuk mengenali batas kemampuan diri.

Dan bagaimana sistem pembagian jadwal lontar jumrah bagi jemaah haji Indonesia, yang dilakukan pada hari tasyrik, selama 3 hari.

Kita akan tanyakan pada Jurnalis KompasTV Sofyan Hartanto, yang tergabung dalam Media Center Haji 2026.

Baca Juga Demi Kenyamanan dan Keselamatan, Jemaah Haji Dilarang Lempar Jumroh Pukul 10.00-16.00 di https://www.kompas.tv/regional/671578/demi-kenyamanan-dan-keselamatan-jemaah-haji-dilarang-lempar-jumroh-pukul-10-00-16-00

#haji #lemparjumrah #mina

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/671637/cuaca-panas-jemaah-haji-diimbau-lempar-jumrah-usai-maghrib-sapa-malam
Transkrip
00:00Saudara Wakil Menteri Haji dan Umroh Daniel Ansar Siman Jutok mengimbau jemaah haji agar tidak memaksakan diri saat menjalani ritual
00:06lontar jumroh di Mina.
00:09Jika kondisi fisik tidak memungkinkan, maka ibadah lontar jumroh bisa dibadalkan atau dilakukan dengan di jamak.
00:16Apalagi prosesi ibadah di Mina membutuhkan mobilitas yang tinggi sehingga penting bagi jemaah untuk mengenali batas kemampuan diri.
00:30Apa di Mina itu lebih meletihkan karena mobilitasnya tinggi.
00:34Kalau di hukum kan berdiam, kalau di hukum juga berdiam.
00:38Nah kalau ini mobilitasnya tinggi.
00:40Nah oleh sebab itu yang paling penting kalau tidak sanggup ada baiknya dibadalkan, yang kuat.
00:47Kemudian jemaah jangan memaksakan diri.
00:51Lalu bagaimana sistem pembagian jadwal lontar jumroh bagi jemaah haji Indonesia yang dilakukan pada hari Tashrik selama 3 hari?
01:00Kita akan tanyakan pada jurnalis Kompas TV.
01:02Sudah ada Haji Sofian Hartanto yang tergabung dalam media center haji 2026.
01:07Selamat malam Haji Sofian, apa kabarnya?
01:09Jadi kebijakan apa nih yang dikeluarkan PPIH Arab Saudi terkait dengan aturan lontar jumroh ini?
01:16Ya, selamat malam waktu sore waktu Arab Saudi.
01:20Audrey dan saudara bisa saya infokan bahwa jadwal disini untuk pelontaran jumroh itu di PPIH Arab Saudi dibuat untuk membuat
01:31jemaah nyaman.
01:32Audrey dan saudara sebenarnya jadwalnya bisa kapan saja.
01:35Tapi mengingat suhu udara disini cukup terik, jemaah diimbau untuk tidak melakukan lontar jumroh itu pada siang hari.
01:43Biasanya siang itu disini teriknya pukul 10 pagi sampai pukul 2 siang.
01:49Jadi disitu matahari sedang hangat-hangatnya memeluk kita.
01:53Jadi bisa kita lakukan untuk ditenda saja dulu.
01:57Nanti setelah agak sore menuju malam bahkan ke dini hari justru jemaah diimbau untuk melontar jumroh.
02:02Selain imbuan ini juga perlu dipahami bersama bahwa disini jemaah haji Indonesia itu juga bersama dengan jemaah-jemaah haji yang
02:11lain.
02:11Yang bisa jadi karena di Asia portur tubuh jemaah Indonesia mungkin bisa jadi lebih kecil dibanding dengan jemaah yang lain.
02:18Ditakutkan nanti kalau berbarengan dengan jemaah haji yang lain misalnya dari Afrika atau dari negara-negara yang memiliki portur tubuh
02:25yang tinggi.
02:26Itu kita terimpit atau bisa jadi ada faktor risiko kesehatan yang bisa didapatkan.
02:32Jadi disini pemerintah Indonesia mengimbau lontar jumroh dilakukan sore hari justru menjelang malam hari lebih enak.
02:39Udara juga lebih dingin kalau disini saat ini saya berada meloporkan jadi suhunya 43-44 tapi anginnya itu begitu panas
02:46Audrey dan saudara.
02:48Jadi pemerintah Indonesia mengimbau jemaah untuk tidak melakukan lontar jumroh pada siang hari.
02:55Dan diimbau juga jemaah itu waktu melontar jumroh.
02:57Jadi bisa saya inginkan Audrey dan saudara jarak antara maktab atau tenda di Mina untuk ke Jamarot itu sekitar 4
03:06km bolak-balik.
03:07Jadi kita bisa bayangkan bersama bahwa jarak 4 km itu ditempu dengan jalan kaki.
03:14Jadi jemaah diimbau untuk menyiapkan diri.
03:16Perbekalan kecil saja.
03:18Makanan ringan, minuman, dan hal-hal lain yang bisa menunjang aktivitas atau membuat energi tubuh menjadi tetap terkendali.
03:26Misalnya yang manis-manis, bisa coklat, atau bisa kurma.
03:29Jadi kemarin saya juga membersamai jemaah.
03:31Mereka lupa tidak membawa apa-apa karena dianggapnya dekat.
03:34Memang kalau dilihat dari pandangan mata, Jamarot dan Mina itu dekat.
03:39Tapi ternyata setelah ditempu perjalanan, apalagi dengan berantre-antre dengan jemaah lain, itu menjadi berasa lama.
03:47Nah, oleh karena itu jemaah diimbau untuk tetap membawa makanan.
03:50Di saku kecil saja.
03:51Pemerintah juga sudah menyiapkan tas armusna.
03:54Jadi tas armusna itu bisa diisi dengan kartu identitas.
03:57Dan mungkin bisa jadi makanan, minuman ringan.
04:00Dan juga mungkin bisa ada semacam obat-obatan ringan.
04:03Kemarin saya juga lihat ada orang yang hampir pingsan karena mungkin berdesak-desakan.
04:08Nah, mereka itu membutuhkan minyak angin atau lain sebagainya supaya bisa melanjutkan perjalanan.
04:13Dan sekali lagi juga jemaah diimbau untuk tidak memaksakan diri.
04:18Karena melontar jumrah itu waktunya itu sangat panjang.
04:20Jadi di hari kemarin itu sudah jumrah akoba saat ini, hari kedua.
04:26Jadi total ada empat kali lontar jumrah.
04:28Dan itu waktunya sebenarnya tidak dibatasi.
04:30Kemarin sudah hari ini bisa sampai diniari.
04:33Besok lagi juga sudah.
04:34Besok lagi.
04:35Jadi empat hari itu bisa dilakukan secara bergantian.
04:42Atau bahkan juga bisa dibadalkan atau diwakilkan.
04:45Jadi misalnya ada...
04:51Suaminya bisa dilakukan.
04:52Jadi bisa saling membantu.
04:53Tidak harus, misalnya harus sendiri.
04:55Apalagi kayak yang kondisi fisiknya sudah menurun.
04:57Kita tahu puncak haji memang sudah dilalui dengan armusnah.
05:00Tapi perlu diingat, justru jemaah akan lengah ketika melakukan lontar jumrah.
05:05Mungkin bisa jadi euforia.
05:06Wah, ingin nih terakhir nih apa rangkaian ibadah terakhir harus dilakukan sendiri.
05:10Jangan.
05:10Justru ini bisa berpotensi membuat kondisi jemaah akan drop.
05:15Kita ingat bahwa puncak haji sudah selesai dan menunggu kepulangan.
05:20Kita tidak mau kan.
05:21Seandainya nanti jemaah pulang dalam kondisi sakit.
05:23Pulang dengan kondisi sehat dan haji mabrut.
05:26Itu kan impian kita bersama dan impian keluarga tentunya.
05:29Jadi apalagi nanti waktu dipulang di kampung halaman.
05:32Ada ritual-ritual selamatan-selamatan begitu.
05:35Yang membutuhkan stamina fisik.
05:37Jangan sampai nanti pulang drop dan akhirnya tidak ada selamatan-selamatan.
05:41Atau memang kerejaan-kerejaan yang ada di daerah kita tahu ada selamatan.
05:46Biasanya ada jamuan-jamuan gitu lah yang bisa dilakukan untuk keluarga di kampung halaman.
05:52Jadi pesannya kalau mau lontar jumrah harus memastikan kondisi fisik.
05:55Kalaupun pergi juga harus membawa makanan cemilan.
05:58Sama juga obat-obatan ya Sofian.
06:00Nah, lalu bagaimana dengan skema badal lontar jumrah?
06:04Ya, skema badal lontar jumrah itu bisa dilakukan siapa haji.
06:07Biasanya kalau ada keluarga yang memang sedang melakukan haji juga bisa dilakukan oleh keluarganya itu.
06:13Atau kalau tidak ada bisa minta karom.
06:16Karom itu adalah ketua rombongan.
06:17Ketua rombongan dititipkan saja.
06:19Atas nama siapa nanti bisa dibadalkan.
06:22Atau juga kalau tidak ada karom bisa ke petugas.
06:24Jadi beda dengan badal haji.
06:26Badal haji itu adalah satu orang untuk satu.
06:28Jadi dia harus sudah berhaji dulu baru bisa mewakili untuk badal haji.
06:33Namun kalau untuk badal umrah itu, badal lontar jumrah itu bisa siapa saja.
06:38Jadi inti untuk mewakili saja, Audrey dan Saudara.
06:41Jadi siapa saja bisa membantu untuk membadalkan.
06:44Istilahnya adalah nitip.
06:45Jadi kalau kita tahu bahwa melempar, melontar jumrah itu kan tujuh kali.
06:49Tujuh kali untuk tiga tiang, Ula, Usta, dan Akobah.
06:52Jadi tujuh kali misalnya untuk menitipkan satu lagi ya.
06:55Dia harusnya satu tiang itu 14 kali.
06:58Dengan niat-niat yang diniatkan untuk membantu atau mewakili saudara atau orang-orang yang memang dalam kondisi fisik yang kurang
07:06mampu untuk perjalanan dari Mina ke Jamorat.
07:08Yang tadi saya sudah sebutkan 4 kilometer.
07:11Jadi ya kalau jalan kaki biasanya sekitar setengah sampai satu jam.
07:15Kita bisa bayangkan setengah sampai satu jam berjalan kaki untuk jemaah yang berusia lanjut.
07:20Mungkin bisa jadi ini harus dipikirkan terlebih dahulu.
07:23Karena biasanya kalau untuk kursi roda memang agak sedikit sulit karena di sini itu biasanya orang banyakkan berjalan kaki.
07:29Namun jika ingin memakai kursi roda tetap bisa.
07:32Cuma jalannya agak memutar jauh.
07:33Jadi ya kita harus tahu juga nanti yang mendorong juga harus tahu jalurnya.
07:38Karena agak sedikit berbeda.
07:39Begitu Audrey dan saudara.
07:41Terima kasih untuk laporan lengkapnya Haji Sofian Hartanto melaporkan dari Minara Saudi.
Komentar

Dianjurkan