00:00Sedara Menteri Agama Nasaruddin Umar merespon soal anggaran sapi Presiden Prabowo yang mencapai 100 miliar rupiah lebih untuk 1098 ekor
00:10sapi.
00:10Menurut Menak tujuannya adalah untuk kebaikan.
00:15Menak mengatakan Masjid Istiqlal menerima satu ekor sapi kurban dari Presiden Prabowo untuk disalurkan pada masyarakat.
00:23Dan tujuan idul kurban sama dengan idul fitri, yakni tidak boleh ada orang yang kelaparan.
00:34Bahwa Bapak Presiden itu juga sudah kita terima hewan kurbannya di Istiqlal.
00:43Kalau Bapak Presiden mau memberikan ke tempat lain, itu tidak ada masalah.
00:49Kita tujuannya idul kurban itu sama dengan idul fitri.
00:53Kata Rasulullah SAW tidak boleh ada orang yang kelaparan tidak makan pada hari raya itu ya.
01:01Karena itu zakat fitra itu bertujuan untuk semua harus kenyang pada hari raya itu fitri.
01:07Dengan cara mengkonsumsi karbohidrat, ya kan.
01:12Nah untuk idul adah ini pasangannya adalah protein hewani.
01:15Nah diharapkan pada hari atau pada bulan-bulan kurban ini tidak ada orang yang tidak bisa mengkonsumsi daging ya.
01:24Makanya itu kalau ada orang lain termasuk juga non-muslim ingin melakukan kontribusi bersamaan dengan idul adah ini.
01:34Mungkin mereka sadar bahwa betapa banyak orang yang membutuhkan daging tapi tidak cukup dengan haiwan kurban itu dipersilahkan non-muslim
01:44pun juga.
01:45Seperti di Istiqlal ini ada sejumlah ekor sapi dan kambing itu dari rekan-rekan kita lembaga-lembaga yang non-muslim.
01:53Tapi itu kita seluruhkan seperti hanya kurban.
02:00Bantuan 1098 sapi kurban Presiden Prabowo Supianto yang menggunakan APBN ditanggapi oleh Partai Golkar yang merespons bahwa hal tersebut SA
02:09dan resmi.
02:11Karena merupakan bantuan kemasyarakatan Presiden.
02:13Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menanggapi program bantuan sapi kurban merupakan bagian dari bantuan kemasyarakatan Presiden atau BANPRES
02:21sehingga sah dan punya dasar aturan juga diperuntukkan bagi masyarakat.
02:26Mengenai penggunaan nama Presiden Prabowo sebagai pemberi bantuan kata Idrus wajar saja karena Presiden sebagai Kepala Negara
02:33dan pembuat keputusan atas kebijakan pemberian bantuan.
02:39Apa yang salah di sini misalkan kalau menggunakan APBN dan itu tidak ada larangan, tidak ada yang melanggar untuk membeli
02:49sapi dan ini untuk rakyat.
02:51Apa yang salah?
02:53Dilihat dari sisi Sari'i sudah ada juga patwa majlis ulama.
02:57Dilihat dari aturan perundang-undangan tidak ada yang dilanggar.
03:01Dilihat dari kepentingan rakyat sekarang rakyat butuh.
03:06Nah kemudian ini juga merupakan implementasi secara konsisten tentang konsep solidaritas sosial, kebersamaan, kegoton royongan,
03:16menyatunya pemimpin dengan rakyatnya, instrumennya apa program, instrumennya apa kebijakan.
03:23Kebijakan yang real adalah sapi itu karena momentum idul adoha.
03:28Tentu juga nanti momentum-momentum lain, lain lagi misalkan.
03:34Ketua Komisi 3 DPR menegaskan penggunaan dana APBN untuk pengadaan hewan kurban Presiden Prabowo tidak menyalahi aturan hukum maupun syariah.
03:44Ketua Komisi 3 DPR fraksi Partai Gerindra, Habibur Rahman menyebut,
03:47bantuan Presiden sapi kurban merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjalankan fungsi sosial pada momentum keagamaan.
03:55Politisi Partai Gerindra ini yakin banpres sapi kurban punya payung hukum
04:00dan pengelolaannya diarahkan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
04:05Selain itu, Undang-Undang APBN 2026 juga sudah memberikan ruang anggaran bagi banpres melalui Kementerian Sekretariat Negara.
04:15Saya, Habibur Rahman, selaku Ketua Komisi 3 DPR RI menegaskan bahwa penggunaan dana APBN untuk pengadaan hewan kurban Presiden Prabowo
04:25Subianto
04:25melalui skema bantuan Presiden tidak salah secara hukum maupun syariah.
04:31Bantuan hewan kurban tersebut justru merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat,
04:37pondok pesantren, masjid, tokoh agama, dan kelompok masyarakat lain di seluruh Indonesia dalam momentum hari raya.
04:44Idul Adha.
04:45Pengelolaan keuangan negara dilakukan secara tertib pada peraturan perundang-undangan,
04:50efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
04:56Terima kasih.
04:57Terima kasih.
Komentar