Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Seluruh jemaah haji khusus Patuna tuntas menjalankan lempar jumrah Aqabah dan mabit di Mina.

Di tengah padatnya pergerakan jutaan jemaah dari berbagai negara, proses ibadah berjalan tertib dan terorganisir.

Petugas dan pembimbing Patuna memastikan setiap jemaah bergerak sesuai kelompok dan jadwal demi menjaga kenyamanan serta keamanan selama di Jamarat.

Satu per satu lemparan jumrah Aqabah dilakukan dengan khusyuk. Usai melontar, jemaah kembali ke tenda Mina untuk menjalani mabit.

Meski dihadapkan pada kondisi padat dan terbatas, semangat ibadah dan kebersamaan terus terjaga.

Jemaah haji khusus Patuna melontar Jumrah Aqabah sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.

Pemilihan waktu yang tepat bisa membantu jemaah agar lebih nyaman melontar jumrah di tengah cuaca ekstrem.

Berikut laporan jurnalis Kompas TV, Meirita Effendi, dan juru kamera Dyah Megasari dari Mina, Arab Saudi.

#jumrah #aqabah #mina

Baca Juga Jemaah Haji Dibagikan Oralit Cegah Dehidrasi | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/671532/jemaah-haji-dibagikan-oralit-cegah-dehidrasi-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/671533/jemaah-haji-khusus-patuna-tuntas-lempar-jumrah-aqabah-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara seluruh jemaah haji khusus Patuna tuntas menjalankan lempar jumroh akobah dan mabit di Mina.
00:07Di tengah padatnya pergerakan jutaan jemaah dari berbagai negara, proses ibadah berjalan tertib dan terorganisir.
00:15Petugas dan pembimbing Patuna memastikan setiap jemaah bergerak sesuai kelompok dan jadwal
00:21demi menjaga kenyamanan serta keamanan selama di jamaret.
00:24Satu persatu lemparan jumroh akobah dilakukan dengan khusyuk, usai melontar jemaah kembali ke tenda Mina untuk menjalani mabit.
00:34Meski dihadapkan pada kondisi padat dan terbatas, semangat ibadah dan kebersamaan terus terjaga.
00:47Saudara, untuk mengetahui informasi terkini terkait persiapan mabit di Mina,
00:51kita juga sudah terhubung dengan jurnalis Kompas TV, ada di Ahmega Anjaya dan jurukamer Amerita FND
00:57yang tergabung dalam jemaah haji khusus Patuna.
01:02Assalamualaikum, selamat siang, Mega.
01:05Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi waktu Arab Saudi lintang.
01:09Baik, semoga dalam keadaan saya selalu.
01:11Setelah tuntas lempar jumroh akobah, bagaimana dengan persiapan agenda selanjutnya untuk di Mabit?
01:18Baik, kemarin kami alhamdulillah seluruh jemaah haji khusus Patuna Travel
01:25tuntas melempar jumroh akobah di wajib 10 Zul Hijah.
01:30Hari ini jadwalnya kami sesuai dengan anjuran ustadz dan petugas kesehatan haji kami juga.
01:38Rencananya di sore hari setelah sholat asar atau mungkin menjelang maghrib kami seluruh jemaah Patuna
01:46akan bergerak lagi ke Mina untuk melempar jumroh nafar awal.
01:53Jadi hari ini akan tiga lempar jumroh, usta, ula, dan akobah.
01:57Ini cukup riuh, pagi di belakang saya adalah jemaah-jemaah haji di seluruh dunia yang baru selesai Mabit.
02:08Mereka biasanya mengambil waktu setelah subuh dan ini waktu-waktunya pulang sekitar jam 8 waktu Mekah, Arab Saudi.
02:19Jadi kondisi semua jemaah dalam kondisi baik, sehat, tetapi memang sedikit ada hambatan ya.
02:27Beberapa jemaah mengeluhkan sakit, kurang sehat, makanya sebenarnya melempar jumroh di Mina ini bisa dibadalkan.
02:36Dan di Patuna sendiri juga melakukan, mengorganisir pergerakan jemaah dengan rapi
02:42karena ada lebih dari seribu jemaah haji khusus yang berangkat bersama Patuna kami dibagi menjadi dua kelompok.
02:48Jadi kelompok pertama berangkat sebelum mahrib, kelompok kedua berangkat mungkin di pertengahan malam untuk mengejar Mabitnya.
02:57Hari ini kami akan melakukan jadwal yang sama dengan kemarin yaitu berangkat sebelum mahrib,
03:04tetapi besok di nafar awal akhir yaitu 12 Zulhijjah, rencananya kami akan berangkat justru setelah sholat subuh lintang.
03:13Baik, mega bagaimana dengan fasilitas Mabit di sana untuk jemaah?
03:17Tadi Anda mengatakan ada sedikit kendala terkait kesehatan.
03:20Lalu upaya-upaya apa saja untuk menjaga kesehatan jemaah dalam menjalankan serangkaian ibadah di sana?
03:28Dokter Haji khusus Patuna terus memberikan imbauan-imbauan bagi yang sakit cepat bilang dan bagi yang sakit juga tidak memaksakan
03:35diri karena ini takutnya atau khawatirnya memang menghambat pergerakan kelompok yang lebih besar.
03:42Nah ada keringanan-keringanan yang secara fikir juga dibolehkan yaitu dibadalkan.
03:47Tetapi secara medis dokter juga terus mengingatkan air putih, lalu semprot-semprot di wajah agar tidak terlalu kering.
03:54Lalu kalau misalnya fasilitas ya, sebenarnya tidak usah khawatir di tanah istimewa ini karena di sepanjang jalan selalu ada sodakoh
04:04yang dilakukan oleh warga lokal Arab Saudi dalam bentuk air mineral,
04:10makanan, di dalamnya ada roti, ada jus, seperti itu.
04:15Itu secara umum bisa dinikmatin oleh jemaah haji siapapun baik reguler maupun di haji khusus.
04:21Sedangkan kami di tenda Mina haji khusus memiliki keistimewaan letak tenda yang lebih dekat dengan lokasi jamarat,
04:31lalu di dalam tenda juga full protein, full makanan, kami juga diberikan tumbler air minum untuk menjaga agar tidak dehidrasi
04:44dan juga payung untuk berlindung diri.
04:46Demikian lintang.
04:47Baik, kita doakan selalu Mega, Merita, dan seluruh jemaah dari Patuna tetap bisa menjaga kesehatannya di tengah serangkaian ibadah yang
04:55harus dilaksanakan.
04:56Terima kasih rekan-rekan, selamat bertugas kembali.
05:01Dan saudara jemaah haji khusus Patuna melontar jumroh akoba sebagai bagian dari rangkaian haji.
05:07Pemilihan waktu yang tepat bisa membantu jemaah agar lebih nyaman melontar jumroh di tengah cuaca ekstrim.
05:14Berikut laporan jurnalis Kompas TV Merita Efeni dan judul kamera Diyahmi Kiasari dari Mina Arab Saudi.
05:20Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, ini ada 7 batu, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, saya mau melontar jumroh ya.
05:45Bismillahirrahmanirrahim.
05:47Alhamdulillah, tujuh batu untuk jumro yang pertama setelah haji yaitu akobah
05:54Nah, besok kita akan kembali lagi untuk kesini melempar jumro ulah usta akobah
06:00Ini di Jamarot, seperti ini suasananya, kalau sore hari jauh lebih baik, jauh lebih kondusif
06:06Udaranya juga lebih tenang, lebih menyenangkan, begitu banyak AC, jadi tidak segerahan
06:13Dan insya Allah lebih nyaman, lebih aman, dari tempat kami menginap yaitu di Hotel Transit
06:17Hingga ke Jamarot, tempat melempar akobah ini kurang lebih 6 km
06:22Jadi butuh kekuatan fisik yang prima dan jangan sampai salah pemilihan waktu
06:26Ini menjadi penting untuk membuat stamina seluruh jamaah tetap terjaga dan bisa melanjutkan seluruh rangkaian dengan baik
06:34Berita FND, India Mega, Sari Kompas, TV Mekah, Arab Saudi
Komentar

Dianjurkan