00:00Saudara seluruh jemaah haji khusus Patuna tuntas menjalankan lempar jumroh akobah dan mabit di Mina.
00:07Di tengah padatnya pergerakan jutaan jemaah dari berbagai negara, proses ibadah berjalan tertib dan terorganisir.
00:15Petugas dan pembimbing Patuna memastikan setiap jemaah bergerak sesuai kelompok dan jadwal
00:21demi menjaga kenyamanan serta keamanan selama di jamaret.
00:24Satu persatu lemparan jumroh akobah dilakukan dengan khusyuk, usai melontar jemaah kembali ke tenda Mina untuk menjalani mabit.
00:34Meski dihadapkan pada kondisi padat dan terbatas, semangat ibadah dan kebersamaan terus terjaga.
00:47Saudara, untuk mengetahui informasi terkini terkait persiapan mabit di Mina,
00:51kita juga sudah terhubung dengan jurnalis Kompas TV, ada di Ahmega Anjaya dan jurukamer Amerita FND
00:57yang tergabung dalam jemaah haji khusus Patuna.
01:02Assalamualaikum, selamat siang, Mega.
01:05Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi waktu Arab Saudi lintang.
01:09Baik, semoga dalam keadaan saya selalu.
01:11Setelah tuntas lempar jumroh akobah, bagaimana dengan persiapan agenda selanjutnya untuk di Mabit?
01:18Baik, kemarin kami alhamdulillah seluruh jemaah haji khusus Patuna Travel
01:25tuntas melempar jumroh akobah di wajib 10 Zul Hijah.
01:30Hari ini jadwalnya kami sesuai dengan anjuran ustadz dan petugas kesehatan haji kami juga.
01:38Rencananya di sore hari setelah sholat asar atau mungkin menjelang maghrib kami seluruh jemaah Patuna
01:46akan bergerak lagi ke Mina untuk melempar jumroh nafar awal.
01:53Jadi hari ini akan tiga lempar jumroh, usta, ula, dan akobah.
01:57Ini cukup riuh, pagi di belakang saya adalah jemaah-jemaah haji di seluruh dunia yang baru selesai Mabit.
02:08Mereka biasanya mengambil waktu setelah subuh dan ini waktu-waktunya pulang sekitar jam 8 waktu Mekah, Arab Saudi.
02:19Jadi kondisi semua jemaah dalam kondisi baik, sehat, tetapi memang sedikit ada hambatan ya.
02:27Beberapa jemaah mengeluhkan sakit, kurang sehat, makanya sebenarnya melempar jumroh di Mina ini bisa dibadalkan.
02:36Dan di Patuna sendiri juga melakukan, mengorganisir pergerakan jemaah dengan rapi
02:42karena ada lebih dari seribu jemaah haji khusus yang berangkat bersama Patuna kami dibagi menjadi dua kelompok.
02:48Jadi kelompok pertama berangkat sebelum mahrib, kelompok kedua berangkat mungkin di pertengahan malam untuk mengejar Mabitnya.
02:57Hari ini kami akan melakukan jadwal yang sama dengan kemarin yaitu berangkat sebelum mahrib,
03:04tetapi besok di nafar awal akhir yaitu 12 Zulhijjah, rencananya kami akan berangkat justru setelah sholat subuh lintang.
03:13Baik, mega bagaimana dengan fasilitas Mabit di sana untuk jemaah?
03:17Tadi Anda mengatakan ada sedikit kendala terkait kesehatan.
03:20Lalu upaya-upaya apa saja untuk menjaga kesehatan jemaah dalam menjalankan serangkaian ibadah di sana?
03:28Dokter Haji khusus Patuna terus memberikan imbauan-imbauan bagi yang sakit cepat bilang dan bagi yang sakit juga tidak memaksakan
03:35diri karena ini takutnya atau khawatirnya memang menghambat pergerakan kelompok yang lebih besar.
03:42Nah ada keringanan-keringanan yang secara fikir juga dibolehkan yaitu dibadalkan.
03:47Tetapi secara medis dokter juga terus mengingatkan air putih, lalu semprot-semprot di wajah agar tidak terlalu kering.
03:54Lalu kalau misalnya fasilitas ya, sebenarnya tidak usah khawatir di tanah istimewa ini karena di sepanjang jalan selalu ada sodakoh
04:04yang dilakukan oleh warga lokal Arab Saudi dalam bentuk air mineral,
04:10makanan, di dalamnya ada roti, ada jus, seperti itu.
04:15Itu secara umum bisa dinikmatin oleh jemaah haji siapapun baik reguler maupun di haji khusus.
04:21Sedangkan kami di tenda Mina haji khusus memiliki keistimewaan letak tenda yang lebih dekat dengan lokasi jamarat,
04:31lalu di dalam tenda juga full protein, full makanan, kami juga diberikan tumbler air minum untuk menjaga agar tidak dehidrasi
04:44dan juga payung untuk berlindung diri.
04:46Demikian lintang.
04:47Baik, kita doakan selalu Mega, Merita, dan seluruh jemaah dari Patuna tetap bisa menjaga kesehatannya di tengah serangkaian ibadah yang
04:55harus dilaksanakan.
04:56Terima kasih rekan-rekan, selamat bertugas kembali.
05:01Dan saudara jemaah haji khusus Patuna melontar jumroh akoba sebagai bagian dari rangkaian haji.
05:07Pemilihan waktu yang tepat bisa membantu jemaah agar lebih nyaman melontar jumroh di tengah cuaca ekstrim.
05:14Berikut laporan jurnalis Kompas TV Merita Efeni dan judul kamera Diyahmi Kiasari dari Mina Arab Saudi.
05:20Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, ini ada 7 batu, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, saya mau melontar jumroh ya.
05:45Bismillahirrahmanirrahim.
05:47Alhamdulillah, tujuh batu untuk jumro yang pertama setelah haji yaitu akobah
05:54Nah, besok kita akan kembali lagi untuk kesini melempar jumro ulah usta akobah
06:00Ini di Jamarot, seperti ini suasananya, kalau sore hari jauh lebih baik, jauh lebih kondusif
06:06Udaranya juga lebih tenang, lebih menyenangkan, begitu banyak AC, jadi tidak segerahan
06:13Dan insya Allah lebih nyaman, lebih aman, dari tempat kami menginap yaitu di Hotel Transit
06:17Hingga ke Jamarot, tempat melempar akobah ini kurang lebih 6 km
06:22Jadi butuh kekuatan fisik yang prima dan jangan sampai salah pemilihan waktu
06:26Ini menjadi penting untuk membuat stamina seluruh jamaah tetap terjaga dan bisa melanjutkan seluruh rangkaian dengan baik
06:34Berita FND, India Mega, Sari Kompas, TV Mekah, Arab Saudi
Komentar