00:00Jadi hubungan kita dengan Tuhan, alam semesta, dan manusia. Jadi itulah ekoteologi.
00:07Pertama, saya kira sangat luar biasa ya, tadi kita tadi itu melayani semua segmen.
00:16Jadi segmen pertamanya itu juga memberikan kuota juga kepada kaum milenial
00:20dan memberikan suatu ilustrasi kepada anak-anak kita yang cenderungnya hanya filsafat,
00:29padahal dibalik filsafat itu kan juga ada spiritualitas.
00:33Dengan mengilustrasikan bahwa ada nelayan yang mungkin selama ini kita di lockdown
00:39yang mana melihat pandang enteng gitu enggak ada apa-apanya.
00:41Dan dibandingkan dengan profesor, ternyata profesor itu juga punya banyak kelemahan.
00:48Di samping kelemahan juga dipunyai oleh nelayan.
00:51Jadi setiap orang semua profesi itu masing-masing memiliki kekurangan dan juga kelebitan.
00:58Jangan memandang enteng nelayan itu enggak ada apa-apanya.
01:01Walaupun dia seperti itu, tetapi ternyata tadi dikisahkan oleh Fatih itu luar biasa.
01:08Bahkan justru profesor itu mengakui kehebatan seorang nelayan.
01:15Nah, yang kedua persoal-persoal lingkungan tadi itu ya, kita menjadi seorang salah itu bukan hanya diukur ketaatan-ketaatan saja.
01:24Tetapi ketaatan itu harus dikisahkan dalam bentuk menyehatkan lingkungan.
01:32Karena kita enggak mungkin bisa menjadi sempurna sebagai hamba kalau lingkungan kita itu rusak.
01:38Tidak bisa juga menjadi khalifah yang ideal kalau kita juga lingkungannya tidak mendukung.
01:44Jadi kapasitas manusia itu adalah dua khalifah dan sebagai abid.
01:48Tanpa alam segara, kita enggak mungkin menjadi hamba.
01:52Bagaimana kita bisa khusyuk sholat kalau ada banjir.
01:56Bagaimana bisa khusyuk beribadah kalau sakit gigi ya misalnya.
02:01Jadi semuanya harus berbanding lurus ya, tiga dimensi di tadi itu ya.
02:06Ada dimensi habdulaminallah, habdulma'al makhlukat, dan juga habdulaminallah.
02:13Jadi hubungan kita dengan Tuhan, alam semesta, dan manusia.
02:19Jadi itulah ekoteologi, memang kita kasih judul seperti itu supaya nanti bagaimana membangkitkan kesadaran kolektif dalam masyarakat.
02:28Bahwa alam ini jangan hanya dijadikan semacam objek saja, tapi harus dianggap juga sebagai subjek dan sekaligus objek.
02:37Karena tanpa alam semesta, kita enggak mungkin sempurna menjadi manusia yang ideal.
02:41Dan yang ketiga juga ada pentingnya ibadah haji ya, bagi mereka yang bapuk.
02:50Karena ibadah haji itu datang-datang jadi pelatihan spiritual untuk menjadi pencinta sejati.
02:56Di sana di pelaksanaan ibadah haji tidak ada kelas.
03:00Semuanya pakai pakaian iflam, semuanya juga darahnya semuanya darah merah, tidak ada darahnya pembantu, tidak ada darahnya orang hebat.
03:11Sama semuanya darah.
03:12Jadi ajaran kesetaraan, ekoteologi, dan juga semua dimensi ditutupkan oleh Pak Rekor.
03:22Saya kira banyak sekali yang meminta naskahnya, tapi kita ajak naskahnya tidak dibatas, dan mungkin kita akan gandahkan lagi.
03:39Menemani pagi Anda dengan informasi-informasi terbaru, satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih mencerahkan.
03:45Saksikan Kompas Pagi hanya di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
03:51Terima kasih telah menonton!
Komentar