00:01Penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging kurban dilakukan Panitia Kurban Masjid Babul Hidayah Kota Malang.
00:06Setelah dipotong dan ditimbang, daun jati yang telah dipotong sebelumnya digunakan untuk membungkus daging kurban sebelum dibagikan kepada masyarakat.
00:15Menurut Panitia Kurban, penggunaan daun jati selain lebih ekonomis dan ramah lingkungan juga memiliki beberapa kelebihan.
00:21Daging yang dibungkus dengan daun jati membuat daging tetap segar dan menyerap bau amis.
00:24Daun jati yang digunakan didapat Panitia dari pohon jati milik warga yang ada di sekitar permukiman.
00:30Daun jati yang pertama, daun jati itu ekonomis, ramah lingkungan karena kita tahu bahwasannya plastik itu sekarang semakin mahal dan
00:45akhirnya kita memilih untuk membungkusnya dengan daun jati.
00:51Sementara itu, tim dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya Malang juga terlihat memeriksa hewan kurban.
00:58Meski ditemukan adanya cacing pada hati sapi, namun kondisi tersebut masih dalam batas aman karena hati yang terkena cacing langsung
01:04dibuang.
01:05Ini kegiatannya mulai dari pagi, kita melakukan antemortem yaitu pemeriksaan apakah kambingnya sudah sehat dan siap untuk dilakukan korban di
01:14kemudian hari.
01:15Dan setelah dilakukan sembelit, kita melakukan pengecekan namanya postmortem, yaitu pengecekan organ dalam meliputi dari paru-paru, jantung, dan hepar
01:26atau hati.
01:28Temuannya apa tadi waktu pemeriksaan?
01:30Nah, ditemukan ada beberapa hati yang terindikasi penyakit cacing tapi masih dalam keadaan aman.
01:40Meski belum sepenuhnya meninggalkan kantong plastik, namun Panitia berharap tradisi membungkus daging dengan daun jati bisa diteruskan di tahun-tahun
01:47mendatang.
01:48Tim Liputan, Kompas TV Malang, Jawa Timur.
01:51Terima kasih telah menonton!
Komentar