Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
MALANG, KOMPAS.TV - Penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging kurban dilakukan panitia kurban Masjid Babul Hidayah Kota Malang. Setelah dipotong dan ditimbang, daun jati yang telah dipetik sebelumnya digunakan untuk membungkus daging kurban sebelum dibagikan kepada masyarakat.

Menurut panitia kurban, penggunaan daun jati ini selain lebih ekonomis dan ramah lingkungan, juga memiliki beberapa kelebihan. Daging yang dibungkus dengan daun jati membuat daging tetap segar dan menyerap bau amis. Daun jati yang digunakan didapat panitia dari pohon jati milik warga yang ada di sekitar permukiman.

"Kenapa kami memilih daun jati karena yang ekonomis, ramah lingkungan karena kita taju sekarang harga plastik semakin mahal." Kata Firdaus.

Sementara itu tim dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya Malang juga terlihat memeriksa hewan kurban. Meski ditemukan adanya cacing pada hati sapi, namun kondisi tersebut masih dalam batas aman karena hati yang terkena cacing langsung dibuang

"Setelah disembelih kita lakukan pengecekan namanya post yaitu pengecekan organ dalam meliputi dari paru-paru, jantung dan hati." Terang drh. Dimas.

Meski belum sepenuhnya meninggalkan kantong plastik, namun panitia berharap tradisi membungkus daging dengan daun jati ini bisa diteruskan di tahun-tahun mendatang.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/671376/harga-plastik-mahal-daging-kurban-dibungkus-daun-jati
Transkrip
00:01Penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging kurban dilakukan Panitia Kurban Masjid Babul Hidayah Kota Malang.
00:06Setelah dipotong dan ditimbang, daun jati yang telah dipotong sebelumnya digunakan untuk membungkus daging kurban sebelum dibagikan kepada masyarakat.
00:15Menurut Panitia Kurban, penggunaan daun jati selain lebih ekonomis dan ramah lingkungan juga memiliki beberapa kelebihan.
00:21Daging yang dibungkus dengan daun jati membuat daging tetap segar dan menyerap bau amis.
00:24Daun jati yang digunakan didapat Panitia dari pohon jati milik warga yang ada di sekitar permukiman.
00:30Daun jati yang pertama, daun jati itu ekonomis, ramah lingkungan karena kita tahu bahwasannya plastik itu sekarang semakin mahal dan
00:45akhirnya kita memilih untuk membungkusnya dengan daun jati.
00:51Sementara itu, tim dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya Malang juga terlihat memeriksa hewan kurban.
00:58Meski ditemukan adanya cacing pada hati sapi, namun kondisi tersebut masih dalam batas aman karena hati yang terkena cacing langsung
01:04dibuang.
01:05Ini kegiatannya mulai dari pagi, kita melakukan antemortem yaitu pemeriksaan apakah kambingnya sudah sehat dan siap untuk dilakukan korban di
01:14kemudian hari.
01:15Dan setelah dilakukan sembelit, kita melakukan pengecekan namanya postmortem, yaitu pengecekan organ dalam meliputi dari paru-paru, jantung, dan hepar
01:26atau hati.
01:28Temuannya apa tadi waktu pemeriksaan?
01:30Nah, ditemukan ada beberapa hati yang terindikasi penyakit cacing tapi masih dalam keadaan aman.
01:40Meski belum sepenuhnya meninggalkan kantong plastik, namun Panitia berharap tradisi membungkus daging dengan daun jati bisa diteruskan di tahun-tahun
01:47mendatang.
01:48Tim Liputan, Kompas TV Malang, Jawa Timur.
01:51Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan