00:00Dan Saudara Presiden Prabowo Subianto merespon santai nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
00:06Prabowo bilang masyarakat di desa tidak terlalu terpengaruh dengan naiknya dolar.
00:18Hal ini disampaikan Presiden di tengah sambutan peresmian operasional Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur.
00:25Sambil Guyon, Prabowo bilang selama main queue purbaya masih bisa tersenyum, masyarakat tidak perlu khawatir.
00:32Presiden menyebut dampak kenaikan dolar Amerika Serikat paling terasa di kalangan pengusaha dan mereka yang sering berpergian ke luar negeri.
00:41Prabowo menegaskan pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk melalui penguatan ekonomi, kerakyatan, dan ketahanan pangan.
00:55Selama purbaya bisa senyum, tenang saja, tidak perlu khawatir itu.
01:05Mau dolar berapa ribu kek, kalian di desa-desa tidak pakai dolar.
01:10Yang pusing yang itu, yang suka ke luar negeri.
01:13Ayo, siapa ini?
01:16Mbak Titik ini, pusing ini.
01:25Mana lagi nih yang?
01:27Menteri tapi pengusaha, coba aku cek.
01:33Nilai tukar rupiah telah menyentuh lebih dari Rp11.600 per dolar Amerika Serikat pada Jumat lalu.
01:40Rekor tertinggi sepanjang sejarah, namun Presiden Prabowo Subianto menanggapi santai kekhawatiran soal pelemahan rupiah dan situasi ekonomi Indonesia.
01:48Sejauh mana pelemahan rupiah berdampak pada harga kebutuhan sehari-hari masyarakat,
01:52kita akan membahasnya bersama Tuku Rifki, peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, LPM FEB UI.
02:02Selamat siang, Mas Rifki.
02:04Semoga sehat-sehat selalu.
02:07Siang, Mas.
02:09Makasih.
02:10Mas Rifki, ini kita mengetahui bahwa rupiah dalam kondisi yang tertekan terhadap dolar Amerika Serikat.
02:17Dalam analisis Anda, apa saja yang menyebabkan rupiah ini terus melemah dan apa tanggapan Anda terkait dengan pernyataan dari Presiden
02:26Prabowo,
02:27terkait dengan penilaian terhadap dolar Amerika Serikat dalam situasi saat ini?
02:34Ya, kalau kita lihat ini pelemahan nilai tukar rupiah ada beberapa faktor.
02:40Secara garis umum ada dua, yaitu faktor eksternal dan faktor internal.
02:44Kalau dari faktor eksternal, kita tahu ini memang dipengaruhi oleh dijolak perang Iran-AS,
02:51sehingga kemudian meningkatnya ketidakpastian secara global.
02:56Alhasil, ini membuat terjadi capital outflow dari berbagai negara berkembang ke negara maju,
03:02atau biasa kita sebut itu sebagai flight to safety.
03:06Nah, ini membuat terjadinya pelemahan nilai tukar di berbagai negara berkembang,
03:11salah satunya termasuk Indonesia.
03:13Nah, itu kalau kita bicara dari faktor eksternal.
03:17Tapi di sisi lain, Indonesia juga memiliki faktor internal.
03:21Faktor internalnya apa saja?
03:23Faktor internalnya adalah pertama, kesinambungan postur fiskal kita.
03:27Di mana postur fiskal kita itu memang banyak habis untuk program-program yang cenderung mahal budgetnya.
03:35Kedua, juga beban utang kita ini semakin besar,
03:38dan sebagian beban utang tersebut juga dalam denominasi mata uang asing.
03:45Sehingga kemudian ruang fiskal yang menyempit ini membuat investor itu khawatir terhadap kemampuan Indonesia
03:53melakukan pembayaran utangnya, atau melakukan pembayaran terhadap government bonds.
03:59Lalu, untuk sisi internal lainnya juga memang ada faktor ketidakpastian kebijakan.
04:06Nah, ini membuat investor worry terhadap kondisi makro ekonomi fundamental Indonesia.
04:12Jadi, ini berbagai faktor yang membuat investor itu cenderung mengkonversi investasinya ke negara-negara lain
04:21yang membuat terjadi capital outflow dan pelemahan rupiah.
04:24Nah, kalau kita lihat dari statement presiden, ini memang presiden itu kan sempat menyebut bahwa
04:31banyak masyarakat terutama di daerah luar perkotaan itu tidak memakai dolar, sehingga tidak terdampak.
04:38Nah, ini memang cenderung mensimplifikasi isu.
04:43Kenapa? Karena kalau kita lihat dari postur fiskal kita sendiri,
04:47itu banyak yang menggunakan utang denominasi mata uang asing.
04:51Sehingga dengan rupiah yang melemah, ini beban bunga utang atau beban pembayaran utang juga meningkat.
04:57Kalau beban pembayaran utang meningkat, maka kemudian porsi untuk belanja pemerintah,
05:03baik pembangunan di kota maupun di desa, itu juga semakin berkurang.
05:08Nah, ini yang kemudian membuat pelemahan rupiah itu sebetulnya cukup berdampak terhadap
05:13berbagai golongan masyarakat dari postur fiskal yang semakin sempit.
05:18Di sisi lain, inflasi juga berpotensi akan meningkat.
05:23Kenapa? Karena 90% impor Indonesia itu merupakan bahan baku dan barang modal
05:29yang berkaitan langsung dengan proses produksi dalam negeri.
05:33Artinya kalau terjadi pelemahan rupiah, cost of production di Indonesia juga akan semakin mahal.
05:39Nah, ini kemudian akan berdampak terhadap berbagai barang-barang yang dikonsumsi oleh masyarakat,
05:44termasuk masyarakat baik di kota maupun desa.
05:46Jadi, memang pelemahan rupiah ini dampaknya cukup holistik ke berbagai lapisan kelompok masyarakat.
05:55Ya, pelemahan rupiah ini memiliki dampak yang kompleks dan juga ada,
05:59sampaikan tadi ada capital outflow dan juga ada beban utang Indonesia yang juga cukup tinggi
06:04dalam saat ini, kondisi saat ini dan juga ketidakpastian terhadap kebijakan.
06:08Dan untuk saat ini sebenarnya kebijakan pemerintah juga ada ya, Mas Rizky,
06:11terkait dengan simulus dan juga bantuan sosial.
06:14Apakah ini cukup efektif untuk menjaga daya beli masyarakat?
06:19Ya, sejauh ini kita melihat memang masih cukup menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentam.
06:26Tapi, ke depannya nampaknya ini dengan beban fiskal, dengan postur fiskal kita yang terbatas,
06:31pemerintah juga memiliki keterbatasan dalam memberikan bantuan sosial ke masyarakat.
06:37Artinya apa? Artinya memang pemerintah tetap perlu melakukan refocusing dan realokasi anggaran secara signifikan.
06:45Karena kita memang perlu bantalan sosial ini yang cukup tebal, paling tidak untuk sisa tahun ini.
06:51Di sisi lain, kita juga tahu bahwa penerimaan perpajakan kita ini relatif masih stagnan.
06:57Jadi, artinya memang saat ini masih cukup terjaga.
07:00Tapi bagaimana untuk bulan depan? Bagaimana untuk sisa tahun 2026?
07:05Ini yang pemerintah perlu pikirkan agar kemudian masyarakat ini tetap bisa terjaga daya belinya.
07:13Artinya yang saat ini terjadi, ini memang masih bersifat sangat temporer.
07:18Dan memang pemerintah perlu mempertebal postur fiskalnya agar ini bisa disustain paling tidak hingga akhir tahun.
07:24Oke, untuk saat ini kita mengetahui juga dampak dari pelemahan dolar ini juga terhadap ke dunia industri dan juga para
07:33pengusaha.
07:34Anda menilai seperti apa? Karena tadi Anda menyampaikan ada simplifikasi dari pihak pemerintah atau melalui presiden.
07:41Dan sebenarnya seperti apa dampaknya terhadap rantai ekonomi di dunia industri dan juga para pengusaha?
07:48Ya, kalau kita lihat kan ada dua faktor ya.
07:52Kalau kita lihat ke dunia industri, satu memang dari harga bahan bakunya yang semakin mahal gitu.
07:57Kita tahu harga BBM, harga gas, harga berbagai komoditas energi ini semakin mahal.
08:05Lalu juga ada komoditas lain misalnya seperti plastik atau pipuk yang juga akan semakin mahal.
08:11Jadi ini akan mempengaruhi cost of production.
08:15Faktor kedua adalah pelemahan nilai tukar rupiah.
08:18Rupiah yang semakin melemah ini membuat biaya impor tadi akan semakin mahal.
08:24Jadi selain harganya juga sudah semakin mahal, konversi untuk impornya juga akan semakin mahal.
08:30Sehingga ini meningkatkan biaya produksi dari para industri atau produsen di dalam negeri.
08:38Implikasinya antara dua, satu adalah produsen ini mempastru kenaikan harga produksi ke konsumen
08:46yang ini akan mengerus daya beli konsumen dan mendorong terjadinya inflasi.
08:51Atau kedua, produsen ini memilih menyerap sebagian kenaikan biaya produksi tersebut dalam bentuk pengurangan profit margin.
09:00Artinya dalam skenario ini adalah produsen yang akan tertekan dari kenaikan-kenaikan harga ini.
09:07Jadi memang di dua skenario ini tidak ada yang favorable.
09:10Either konsumen yang dilupikan dengan produsen mempastru tingkat harga,
09:15atau kedua, produsen ini menekan profitnya atau bahkan menanggung sebagian kerugian
09:22agar kemudian produksinya dan salesnya ini tetap berjalan.
09:27Jadi memang kalau kita lihat dampaknya ini cukup besar di dunia industri
09:31di mana revenue-nya ini berpotensi akan menurun selama kondisi ini masih terus berlanjut.
09:37Apa yang menjadi kekhawatiran Anda bila nilai mata uang rupiah ini tembus di level sampai 18 ribu?
09:45Karena kita mengetahui bahwa saat ini kita sudah di level 17.648 rupiah.
09:52Ya, ada beberapa kekhawatiran.
09:55Satu adalah kemampuan pemerintah untuk membayar utangnya.
09:59Karena sebagian utang kita ini dalam denominasi mata uang asing
10:03dan postur fiskal kita saat ini juga cukup sempit.
10:06Jadi risiko pemerintah ini bisa melewati defisit nampaknya masih cukup terbuka.
10:12Nah ini satu risiko tersendiri.
10:14Kedua, kalau rupiah ini terus melemah tentu daya beli masyarakat ini akan terus melemah.
10:19Dan juga dari sisi dunia usaha ini profit margin-nya juga akan terus terdekan.
10:25Implikasinya adalah kalau ini terus berlanjut bisa jadi juga banyak usaha
10:29atau banyak industri yang akan mengalami kebangkrutan dan terpaksa melakukan PHK.
10:35Kalau ini terjadi daya beli masyarakat akan semakin menurun
10:39karena kemudian akan meningkat kelompok masyarakat yang tidak memiliki upah cukup
10:44atau bahkan menganggur.
10:45Jadi ini akan berdampak terhadap daya beli masyarakat ke depannya
10:50apabila kondisi ini terus berlangsung.
10:52Yang terakhir juga mungkin yang perlu di highlight ini adalah kemampuan pemerintah
10:56untuk memberikan bantuan sosial atau subsidi.
11:00Kita tahu sejauh ini pemerintah masih bisa menahan agar subsidi BBM itu
11:04atau harga BBM tidak naik.
11:06Tapi kalau rupiah terus terdepresiasi, beban ini akan semakin besar
11:10dan kemudian pemerintah terpaksa harus meningkatkan harga BBM
11:14yang ujung-ujungnya juga akan terus menekan daya beli masyarakat.
11:19Jadi memang ujung-ujungnya ini akan sangat mempengaruhi daya beli masyarakat secara keseluruhan.
11:24Kita mengatakan bahwa situasi ini sangat kompleks
11:27karena ada situasi perang dan geopolitik di wilayah Timur Tengah
11:30lalu juga ada faktor ekonomi yang terus memburuk dari situasi global.
11:34Untuk saat ini indikator apa yang perlu kita pantau?
11:38Mas Rizky, terutama dalam jangka waktu 3 hingga 6 bulan ke depan
11:42dan apakah situasi ini terus memburuk atau justru akan ada situasi yang akan membalik?
11:50Ya, kalau kita lihat memang saat ini itu kan kondisinya masih sangat dinamis.
11:55Terutama ini juga sangat dipengaruhi oleh kondisi global.
12:00Jadi artinya memang ini sangat sulit untuk kita memprediksi apakah akan ada trend perbalikan atau tidak.
12:07Tapi kalau kita lihat dari indikator memang ada beberapa yang perlu terus dipantau.
12:13Yaitu pertama adalah tentu nilai tukar rupiah kita akan terus melemah sampai ke level berapa.
12:18Kedua yang perlu diperhatikan juga adalah bagaimana postur APBN kita.
12:24Dari sisi penerimaannya apakah akan terus meningkat
12:27atau dari sisi belanjanya apakah akan terus membengkak.
12:29Karena ini nanti akan mengalami kemampuan pemerintah
12:32untuk memberikan bantuan sosial dan subsidi ke masyarakat dalam menjaga daya beli.
12:37Jadi ini perlu terus diperhatikan.
12:40Ketiga adalah juga postur utang kita.
12:43Seberapa banyak utang kita yang kemudian berada dalam denominasi mata uang asing.
12:48Jadi kira-kira tiga faktor ini kemudian perlu menjadi terus perhatian masyarakat
12:54untuk memahami kondisi apakah kita ini memang betul-betul mampu menghadapi tekanan yang terjadi saat ini.
13:03Kita harapkan ada upaya konkret dari pemerintah untuk menghadapi situasi yang terus tidak pasti ini
13:09dan juga menghadapi nilai tukar rupiah yang terus melemah.
13:14Terima kasih sekali lagi analisis Anda, Lembaga Penelidikan Ekonomi dari FEBUI.
13:20Mas Tegu Rifki telah berbagi perspektif bersama kami di Kompas yang sehat-sehat selalu mas.
Komentar