Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
KOMPAS.TV - Pasar saham Indonesia kembali tertekan usai rilis evaluasi indeks MSCI yang mencoret sejumlah emiten besar dari konstituen global.

Senior Research Analyst Panin Sekuritas, Aqil Triyadi, menilai koreksi IHSG pasca pengumuman MSCI masih tergolong respons jangka pendek meski tekanan outflow asing diperkirakan berlanjut hingga Juni 2026.

"Kami tadinya melihat bahwa IHSG mungkin akan drop jauh lebih dari 2 persen karena indeks-indeksnya ini sudah banyak yang keluar, mayoritas di big caps," ujar Aqil Triyadi dalam program Kompas Bisnis, Senin (18/5/2026).

Baca Juga IHSG Hari Ini Dibuka Melemah 1,40 Persen ke 6.628, Tertekan Sentimen Global di https://www.kompas.tv/ekonomi/669516/ihsg-hari-ini-dibuka-melemah-1-40-persen-ke-6-628-tertekan-sentimen-global



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/669539/full-ihsg-diprediksi-turun-analis-soroti-dampak-keluarnya-sejumlah-saham-dari-msci
Transkrip
00:00Memasuki, oh pekan saudara saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis bersama saya Yandra Rahman
00:05dan saat ini yang akan kami bahas adalah soal yang satu ini adalah MSCI tendang 19 saham Indonesia dan IHSG
00:13terpatu ambles pada pekan lalu.
00:15Salah satu hari yang ditunggu-tunggu oleh investor saudara di Bursa Saham Indonesia adalah hari Rabu 13 Mei 2026 lalu
00:23dimana saat itu Morgan Stanley Capital International atau MSCI mengumumkan hasil indeks review
00:30yang sebelumnya membuat pelaku di pasar modal was-was di tengah ketidakpastian.
00:37Namun tampaknya saudara yang diumumkan oleh MSCI tidak membawa angin segar bagi para investor.
00:43Pasalnya dalam rebalancing terbaru lembaga ini justru mencoret sebanyak 19 saham RI
00:50baik dari MSCI Global Standard Indexes maupun MSCI Small Cap Indexes.
00:55Keberadaan saham dalam indeks MSCI biasanya menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi aliran dana asing
01:03khususnya dari fund manager global yang menggunakan MSCI sebagai acuan investasi.
01:09Meski demikian masih banyak saham RI yang tetap bertahan sebagai konstituen indeks MSCI termasuk saham big banks.
01:16Sementara kabar baiknya saudara MSCI tetap mempertahankan status Indonesia dalam kelompok emerging markets
01:23dan tidak menurunkan ke kategori frontier market.
01:31Lalu bagaimana saudara respons OJK dan juga BI setelah MSCI mengumumkan hasil indeks review periode Mei 2026 kita lihat.
01:41Kita ke OJK terlebih dahulu disini ada ketua Dewan Komisioner OJK Friderika Widyasari Dewi
01:49yang menyebutkan begitu setelah ada rilis dari MSCI ya menyebutkan bahwa perubahan komposisi indeks MSCI
01:55merupakan bagian dari mekanisme review berkala yang didasarkan pada sejumlah parameter
02:00seperti kapitalisasi pasar, free float, likuiditas, dan dinamika harga saham.
02:06Rebalancing ini tidak hanya dialami oleh Indonesia tetapi juga hampir seluruh pasar Asia Pasifik pada review kali ini.
02:14Ini artinya saudara OJK menilai adanya penyesuaian alokasi portfolio global
02:18dan dinamika pasar yang cukup luas di berbagai negara bukan semata isu spesifik Indonesia.
02:24OJK mencontohkan sejumlah emiten di berbagai negara seperti Jepang, Taiwan, Malaysia, Korea Selatan, bahkan Tiongkok
02:33juga dicoret dari MSCI Global Standard Index.
02:36Namun pertanyaannya kalau mau membandingkan ya saudara apakah indeks bursa di negara-negara Asia turun tajam seperti IHSG?
02:44Sebagian iya, sebagian lagi tidak.
02:47Kita lihat juga bagaimana komentar dari Bursa Efek Indonesia.
02:50Ini ada Jeffrey Hendricks, merupakan PJS dari Dirut BI, menyebutkan bahwa
02:55akhir-akhir ini pasar kita ada dalam kondisi ketidakpastian yang sangat tinggi
03:00dan sumber ketidakpastiannya itu banyak.
03:02Mulai dari gejolak geopolitik, baik yang terjadi di Timur Tengah,
03:06kemudian juga fluktuasi harga komoditas dan mata uang,
03:09dan salah satu unsur ketidakpastian itu adalah pasar menunggu keputusan dari MSCI.
03:15BI menilai pengumuman MSCI setidaknya menghilangkan satu faktor ketidakpastian
03:21yang sebelumnya membuat investor cenderung bersikap wait and see.
03:26Meskipun pengumumannya bukan kabar baik ya.
03:29Kita pantau juga saudara bagaimana pergerakan IHSG setelah rilis MSCI di data selanjutnya.
03:35Nah ini dia saudara kinerja IHSG.
03:37Yang Anda lihat ini bukan jalan menurun saudara,
03:40melainkan kinerja IHSG pada pekan kemarin sebelum libur panjang.
03:43Pada penutupan perdagangan Rabu 13 Mei, IHSG jatuh hampir 2% ke level 6.723.
03:52Kalau kita lihat ataupun review di pekan ataupun awal pekan lalu,
03:56ini 11 Mei IHSG masih berada di bawah level psikologis 7.000,
04:02tepatnya di angka 6.905.
04:04Namun di hari selasa IHSG kembali turun saudara pada tanggal 12 Mei di level 6.858.
04:10Dan sebelum libur pada hari Rabu pekan lalu, IHSG kembali anjlok di 6.723,
04:18tepat setelah MSCI memberikan ataupun mengeluarkan rilis terbaru.
04:24Lalu saham-saham apa saja saudara yang dicoret oleh MSCI dan bagaimana kinerjanya setelah pengumuman dirilis pada Rabu pekan lalu?
04:32Kita ke data berikutnya.
04:34Jadi dia saudara, ada 6 saham yang dicoret dari MSCI Global Standard Indexes.
04:41Dan berikut ini sudah saya urutkan dari yang paling dalam penurunannya hingga yang ada yang kuning.
04:47Ini merupakan tidak bergerak kemana-mana.
04:49Kita lihat terlebih dahulu dari yang paling ujung, ini ada TPIA atau ini Chandra Asri Pacific yang bergerak di industri
04:57petrokimia.
04:59Ini milik dari Prayogopangestu yang turun sebesar 14,85% dalam waktu hanya satu hari saudara.
05:08Kita bergeser juga yang juga turun adalah brand.
05:10Brand ini merupakan Barito Renewables Energy, sektor energi terbarukan yang juga milik dari Prayogopangestu turun 11,36%.
05:21Dan ada juga saudara adalah DSSA, ini merupakan Dian Swastika Sentosa yang bergerak di bidang pertambangan milik grup Sinarmas turun
05:3011,16%.
05:32Ada juga saham selanjutnya yaitu emiten cuan yang merupakan petrindo jaya kreasi yang bergerak di pertambangan mineral dan energi.
05:41Ini juga kembali milik dari konglomerat Prayogopangestu.
05:45Ada juga saudara AMMN atau Aman Mineral yang bergerak di pertambangan serta pengolahan tembaga dan emas.
05:52Ini dimiliki tiga kelompok konglomerat, salah satunya adalah Salim Group.
05:55Yang terakhir yang berwarna kuning ini saudara ini merupakan AMRT atau sumber Alpharia Trijaya alias Alphamart.
06:04Atau anda yang sering belanja di Alphamart ini dia sahamnya ini tidak bergerak kemana-mana begitu.
06:10Kalau melihat data ini saudara artinya ada tiga saham milik konglomerat Prayogopangestu yang didepak dari MSCI Global Standard Indexes.
06:17Yakni TPIA, brand dan juga cuan.
06:20Ayo gimana nasib portfolio kalian yang mengoleksinya?
06:22Ya mudah-mudahan masih tetap aman ya.
06:24Sementara itu saudara ada juga saham yang dicoret dari MSCI Small Cap Indexes.
06:29Kita lihat di data berikutnya.
06:32Nah ini dia saudara.
06:33Sebanyak 13 saham dikeluarkan dari MSCI Small Cap Indexes alias saham-saham berkapitalisasi menengah dan kecil.
06:41Saya bacakan sebagian emiten yang mungkin anda sudah familiar.
06:46Di sini ada midi yang turun 4,76%.
06:50Ini midi itu adalah Alphamidi.
06:52Ada juga Sido, Sido adalah Sido Munco.
06:56Mungkin produk-produknya anda juga sering mengkonsumsinya.
06:59Ini turun 4,72% dalam satu hari pada Rabu kemarin.
07:04Ada juga kita lihat ada BSDE yang turun 3,29%.
07:09BSD ini adalah bumi serpong damai.
07:11Ada yang tinggal di BSD ini sahamnya turun sebesar 3,29%.
07:16Ada juga ANTM ataupun ANTAM yang turun 1,96%.
07:24Saudara kita pantau juga seberapa besar net sale ataupun aksi jual asing yang terjadi setelah pengumuman dari MSCI di data
07:31selanjutnya.
07:34Saudara setelah penutupan perdagangan 2 pekan lalu ada inflow asing sebesar 11 triliun rupiah.
07:40Namun sayang setelah ada pengumuman rebalancing dari MSCI Rabu lalu terpantau asing melakukan aksi jual sebesar 1,53 triliun rupiah.
07:50Dan jika ditarik lebih jauh lagi saudara sepanjang tahun 2026 ini atau year to date ini asing sudah keluar dari
07:57pasar saham Indonesia sebesar 39,29 triliun rupiah.
08:03Angka yang sangat besar.
08:04Saudara apakah penurunan IHSG akibat rilis MSCI akan berkepanjangan atau justru respons jangka pendek?
08:11Bagaimana kemudian proyeksi saham-saham yang dicoret dan yang masih bertahan sebagai konstituen dalam indeks MSCI?
08:20Saudara apakah penurunan IHSG akibat rilis MSCI akan berkepanjangan atau justru respons jangka pendek?
08:27Bagaimana proyeksi saham-saham yang dicoret dan yang masih bertahan sebagai konstituen dalam indeks MSCI?
08:33Kita bahas bersama senior research analis pandemi sekuritas Akhil Triadi.
08:37Mas Akhil selamat pagi.
08:39Halo selamat pagi Mas.
08:41Mas Akhil kita lihat pada pekan lalu setelah ada pengumuman MSCI IHSG terkoreksi hampir 2% meskipun kita lihat bahwa
08:49selama 3 hari ini IHSG memang terus terkoreksi.
08:52Apakah angka penurunan yang hampir 2% ini sudah sesuai prediksi Anda sebagai analis?
08:58Apakah masih dalam batas wajar?
09:01Ya kami melihat bahkan pengeluaran dari indeks MSCI ya di saham-saham di IHSG kita ini memang sudah terpricing ya
09:10bagaimana apa yang dilakukan oleh investor of the portfolio ya.
09:15Namun sebenarnya kan efektifnya dari MSCI ini kan pada 29 Mei artinya memang nanti akan lebih efektif di awal Juni
09:23tahun 2026.
09:24Nah ini memang di luar ya dari perkiraan kita karena pertama adalah tadinya kita melihat bahwa IHSG mungkin akan drop
09:32jauh lebih dari 2% karena indeks-indeksnya ini sudah banyak yang keluar mayoritas adalah di big cap saya ya.
09:40Seperti misalnya brand, TPI, aman, cuan gitu ya.
09:43Dan ini yang kita kira tadi akan lebih dalam gitu penurunan.
09:47Tapi kemarin melemahnya hanya sekitar 2% jadi memang kita melihat investor memang sudah mulai mewaspadai ya adanya penurunan atau
09:56juga outflow dari asing.
09:58Jadi kalau kita melihat dampaknya ini memang dalam jangka pendek dan juga jangka menengah ya karena memang nanti sampai dengan
10:07bulan Juni 2026 ini baru akan juga ada dari pengumuman MSCI apakah nantinya MSCI akan mendowngrade dari saham di IHSG
10:17kita.
10:17Namun kita sih melihatnya itu kecil kemungkinannya bahwa kita akan dibunuhkan karena memang dari regulator itu seperti OJK, Bursa Efek
10:26Indonesia itu juga sudah mulai merespon ya apa yang diminta oleh dari MSCI.
10:31Jadi kita sih melihatnya ini lebih kepada porsi yang memang akan diturunkan dan juga high concentration list dari beberapa saham
10:39yang memang sudah dikeluarkan ya dari MSCI.
10:42Jadi kita melihat outflow masih akan terjadi mungkin nanti sampai di bulan Juni 2026.
10:48Berarti yang diwaspadai oleh investor saat ini adalah terkait dengan penurunan dan juga outflow asing begitu ya.
10:53Tadi Anda juga sempat menyinggung terkait dengan OJK.
10:56Kita kutip tadi OJK bilang ada yang terjadi, apa yang terjadi saat ini adalah konsekuensi jangka pendek alias short term
11:04pain.
11:04Apakah Anda sepakat dengan hal ini?
11:07Ya, kami melihat memang lebih kepada jangka pendek ya karena memang nanti akan banyak penyesuaian ya yang terjadi di Bursa
11:14Efek.
11:14Karena kita sudah dapat tuh dari pemiliknya dari saham-saham yang ada di ISG ini sudah kelihatan tuh ya 1
11:22% terus juga dari filipotnya juga dinaikkan di 15%.
11:26Mungkin akan lebih atraktif nantinya dari market di ISG kita.
11:30Ini akan ada penyesuaian sehingga memang secara jangka pendek dari di ISG kita turun itu memang potensinya cukup besar.
11:38Karena dari penyesuaian regulator terus juga asingnya juga keluar memang trennya lebih kepada turun ya dari di ISG kita.
11:46Dan memang sifatnya sepertinya jangka pendek gitu ya.
11:49Karena kalau kita lihat saham-saham yang memang punya fundamentalnya bagus gitu.
11:52Kayak banking sebenarnya masih bagus.
11:54Terus kayak mereka valuasinya sudah mulai rendah dan mungkin bisnisnya juga lebih stable ya dibandingkan beberapa sektor lain yang memang
12:01terdampak dari misalnya kenaikan harga bahan baku
12:05ataupun juga bahan bakar terus juga dari kenaikan dolar gitu.
12:10Itu kan terpengaruh banget ya.
12:11Cuman kalau bankingnya ini mungkin akan lebih sedikit lebih kuat gitu ya dibandingkan sektor lain.
12:17Ini valuasinya lebih rendah sekarang.
12:19Nah itu bisa nanti kalau sudah mulai meredah sentimen dari MSCI pun juga futsi gitu ya.
12:25Ini bisa kembali dilirik ya oleh para investor tamun.
12:29Nah kita juga melihat bahwa secara overall tidak hanya di MSCI doang gitu ya.
12:34Karena fokus investor saat ini juga cukup banyak.
12:37Belum lagi terkait dengan tensi geopolitik.
12:40Belum lagi kemarin ada yield obligasi dari Amerika Serikat yang naik.
12:44Yang which is itu membuat dari rupiah kita semakin melemah dan itu ada potensi adanya default untuk menaikkan sel kebuka
12:51di tahun depan.
12:51Jadi kita lihat sentimennya sebenarnya banyak yang negatif gitu ya.
12:55Jadi tidak hanya MSCI tapi kalau kita bahas ya top di MSCI ini memang sifatnya lebih jangka pendek.
13:02Tapi apakah penut pertanyaannya IASD akan melemah nanti sampai akhir tahun?
13:06Ya itu juga banyak faktor lagi yang harus kita bahas.
13:09Misalnya kita bahas terkait dengan update dari perang di Timur Tengah, kita bahas juga bagaimana pemerintah melakukan intervensi nanti kepada
13:17rupiah kita yang semakin melemah.
13:20Itu kan juga banyak faktor yang akan kita bahas.
13:22Jadi untuk MSCI sendiri kami lihat sifatnya masih jangka pendek gitu Mas Ian.
13:26Oke. Yang juga jadi perhatian Mas Akil terkait dengan pernyataan OJK juga yang bilang kalau apa yang dilakukan MSCI terhadap
13:34saham di Indonesia
13:35juga dilakukan di bursa saham sejumlah negara seperti Jepang, Tiongkok, Malaysia, Korea Selatan dan juga Taiwan yang mencoret beberapa emiten
13:44begitu di bursa-bursa Asia.
13:45Tapi kalau mau membandingkan tren penurunan sebelum merilis MSCI, IHSG terpantau paling dalam.
13:52Mengapa demikian? Kita lihat bahwa di Korea juga setelah year to date naik Jepang Nikkei demikian, Malaysia juga demikian yang
13:59trennya naik.
14:00Sementara IHSG selama tahun 2026 itu mengalami koreksi yang cukup dalam.
14:06Ya, apa yang menyebabkan dari bursa kita itu penurunannya paling dalam.
14:11Yang pertama, oke dari outflow asing memang paling besar.
14:14Karena mereka juga melihat dari pertama cerita tentang high contractual list dari saham-saham itu,
14:21itu kan menjadi resiko nih.
14:24Jadi beberapa investor asing atau kantor asing juga melihat bahwa oh ini cukup beresiko nih di marketnya IHSG.
14:32Dan kedua adalah terkait dengan bagaimana pelemahan nilai tukar.
14:36Nilai tukar kita sih udah bahkan all time high gitu ya.
14:39Ini juga menjadi faktor risiko karena mereka juga nggak mau gitu ya.
14:43Mereka masuk ke sini dengan rupiah yang terus melemah gitu.
14:46Terus ketiga juga ada faktor domestik pasti ya.
14:49Bagaimana kita tahu kan dari bulan awal tahun gitu ya, dari Januari sampai dengan bahkan sampai di bulan Mei ini,
14:56pergolakan dari di domestik sendiri juga sebenarnya kurang positif.
15:00Beberapa kebijakan juga kurang positif sebenarnya untuk sektor-sektor yang mungkin dijagokan ya di tahun ini.
15:08Misalnya kayak mineral mining ataupun juga kayak saham-saham peremasan atau tambang gitu ya.
15:13Ini kan beberapa kali ada perubahan kebijakan yang tidak perlu terhadap industri gitu ya.
15:20Jadi ini yang juga menyebabkan kenapa IHSG kita belum ada penopangnya gitu ya.
15:26Jadi kita bicara banking gitu.
15:28Banking juga tertekan dari outflow.
15:30Kita bicara tambang, saham-saham pertambangan juga tertekan dari kebijakan regulasi pemerintah yang memang append down lah gitu.
15:39Terus dari saham-saham properti misalnya juga, dari gimen tidak begitu bagus gitu ya.
15:44Bahkan hampir kita melihat dari seluruh sektor sentimennya tuh lebih tonnya negatif gitu ya.
15:50Jadi kita lihat kenapa IHSG kita juga tentunya lebih dalam penurunannya.
15:56Karena memang mix ya, dia dari eksternal juga kenal, dari dalam juga kenal.
16:02Seluruh sektor mengalami penurunan dengan adanya sentimen negatif juga.
16:05Tadi sempat dibahas juga Mas Akil terkait ada 19 saham begitu yang dicoret oleh MSCI.
16:11Kita breakdown dari 6 saham terlebih dahulu yang dicoret dari MSCI Global Standard Indexes bisa ditampilkan di layar.
16:18Ada 6 saham begitu saham-saham besar termasuk 3 diantaranya milik Prayogo Pangestu.
16:23Pada hari Rabu pekan lalu ini langsung ambles hingga belasan persen.
16:27Proyeksi Anda terhadap saham-saham ini ke depan akan seperti apa Mas Akil?
16:31Karena memang pemilik ataupun kolektornya banyak sekali.
16:35Ya betul. Jadi kalau kita lihat memang hype-nya dari saham-saham Praja Gupangistu ini memang cukup banyak ya di
16:42tahun 2025 bahkan sampai dengan saat ini gitu ya.
16:45Jadi dengan dikeluarkannya dari saham-saham tersebut dari MSCI ini membuat outflow yang cukup besar.
16:52Karena kan kita tahu dari asing juga masuk juga mungkin tidak dengan nilai yang kecil gitu ya.
16:58Jadi ketika mereka langsung keluar dari saham-saham tersebut penurunan harga saham memang terjadi.
17:05Dan itu juga terjadi funny selling ya gitu ya oleh para investor kita yang didomestik.
17:09Karena dengan adanya outflow dari asing ini investor domestik pun juga akan ikut-ikutan gitu ya.
17:15Karena mereka juga melihat bahwa ini akan berisiko sahamnya akan turun lebih dalam gitu ya.
17:20Kami melihat proyeksinya memang akan coba di hidari terlebih dahulu ya pada para investor.
17:27Dan memang tekanannya juga masih cukup besar kita lihat pada perdagangan kemarin.
17:31Jadi kami lebih menyarankan juga kepada nasabah adalah dari dulu saham-saham yang memang punya atau juga keluar dari indeks
17:41MSCI.
17:41Karena itu cukup berisiko.
17:43Dan mungkin kita melihatkan lebih scoop yang lebih luas gitu overall.
17:46Dari 900 saham yang ada di ISG ya.
17:50Padahal masih banyak saham-saham lain yang tidak terkait dengan MSCI.
17:53Karena kami juga menyarankan bahwa yang saham-saham yang masuk ke dalam MSCI tidak hanya dikeluarkan ya.
17:59Bahkan kayak banking gitu ya.
18:01Itu kan nggak dikeluarkan dari MSCI.
18:03Itu tetap berisiko karena porsinya mulai berkurang.
18:06Kenapa?
18:06Karena investor global ataupun juga investor asing itu melihat oh di ISG kita masih cukup berisiko.
18:14Mereka coba keluar pelan-pelan juga gitu ya dari saham perbankan.
18:17Kalau kita lihat bahkan dalam beberapa bulan terakhir itu saham-saham perbankan banyak di net sale oleh asing.
18:23Jadi kita melihatnya coba hindari dulu saham-saham yang berbasisnya dari MSCI.
18:28Dan kita coba melihat lirik saham-saham lainnya masih banyak tuh.
18:31Ada 800-an lagi yang tidak masuk ke MSCI.
18:35Seperti yang disebutkan tadi Mas Akil, kita pantau di hari yang sama.
18:40Begitu di hari Rabu pekan lalu sebelum libur panjang.
18:43Begitu bukan hanya emiten-emiten atau saham-saham yang dicoret dari MSCI indeks.
18:48Tapi juga saham-saham fundamental seperti big banks yang masih bertahan sebagai konstituen dalam indeks MSCI.
18:54Juga terkoreksi dalam begitu saham-saham fundamental lainnya yang juga masih di dalam juga terkoreksi dalam.
19:01Ini menurut Anda faktor penyebabnya apakah di hari yang sama begitu di hari Rabu apakah murni karena memang soal MSCI?
19:09Atau banyak sekali sentimen-sentimen negatif termasuk tadi soal pelemahan rupiah?
19:14Iya, itu jadi salah satu faktor ya MSCI terus juga kan diikuti oleh FTC ya.
19:20Mereka juga coba melihat saham-saham yang memang dikeluarkan dari MSCI ini juga diikuti oleh Futsi gitu ya.
19:27Jadi itu juga menjadi salah satu faktor.
19:30Kan itu kan next say ya setelah dari MSCI ada Futsi gitu.
19:33Itu jadi negatif lagi.
19:34Terus sentimen juga terkait dengan domestik, pelemahan nilai tukar, dan terkait dengan biopolitiknya juga belum ataupun juga belum meredah.
19:46Ini kan membuat risk dari ISB kita semakin besar.
19:50Makanya tidak hanya dari saham-saham yang keluar dari indeks MSCI,
19:54tapi saham-saham yang masih berada di dalam indeks MSCI pun juga kelihatannya ada outflow gitu ya dari ASI.
20:00Karena itu juga tercatat gitu ya di net sell asing per hari.
20:04Mungkin kalau teman-teman investor melihat setiap hari gitu ya net sell asing kita banyak nomor top 1 sampai dengan
20:11top 5 itu banyak di perbankan.
20:13Jadi kita sih melihatnya karena market kita yang masih beresiko dimilainya oleh MSCI ini,
20:20beberapa fan asing pun juga coba melihat itu sebagai sebuah resiko juga buat mereka.
20:24Oke, Mas Akil ini saya pantau terakhir pada pembukaan IHSG hari ini.
20:30Ini IHSG turun 2,53 persen berada di level 6.554 begitu.
20:38Ini artinya ada tren penurunan lagi.
20:41Anda juga sempat menyinggung terkait dengan outflow asing yang terpantau pada pekan lalu ini ada 1,53 triliun rupiah.
20:48Sementara di pekan sebelumnya ataupun 2 pekan dari sekarang justru ada inflow begitu sebesar 11 triliunan begitu.
20:55Kalau Anda melihat hal ini tadi ada proyeksi sehingga akhir bulan ataupun hingga Juni nanti ada outflow.
21:02Anda melihatnya apakah masih ada potensi inflow begitu?
21:06Kalau melihat ada tren juga di 2 pekan lalu ada asing yang masuk sebesar 11 triliun.
21:11Iya, kalau kita coba membedah ya, asing itu masuk di mana gitu ya di 11 triliun itu?
21:16Itu adalah ada transaksi ya dari negosiasi itu di saham MAPI ya karena mereka ada aksi korporasi.
21:24Jadi kita tidak bisa melihat bahwa oh ada asing masuk 11 triliun ke IHSG kita.
21:28Tapi itu ada one-off gitu ya, ada transaksi asing korporasi dari MAPI, mitra di perkasih.
21:35Jadi kalau kita melihat secara overall sebenarnya IHSG kita bahkan hampir setiap hari itu ada terjadi outflow gitu.
21:41Bahkan nilainya kemarin di hari Rabu cukup besar ketika dari MSI ini rilis dari saham MAPI yang dikeluarkan.
21:48Sedangkan nanti sampai dengan bulan Juni karena risikonya masih cukup besar, outflow asing kami lihat juga masih akan terus berlanjut.
21:56Mungkin nanti sampai dengan bulan Juni ketika MSI merilis lagi ataupun juga mengumumkan bagaimana sikap mereka terkait dengan market di
22:03IHSG.
22:04Jadi itu yang menjadi concern ya, apakah IHSG ini masih akan terus outflow?
22:09Kami lihat juga secara jangka pendek mungkin masih akan outflow.
22:12Dan pertanyaannya sampai kapan mereka akan outflow gitu ya dari IHSG kita?
22:16Kita melihatnya itu tergantung dari apa yang diumumkan dari MSI nanti di bulan Juni.
22:21Kalau tonnya lebih positif gitu ya, mungkin fan-fan asing itu juga mulai coba melirik lagi dari saham-saham di
22:29Indonesia.
22:29Tapi kalau nanti statementnya akan lebih sama ataupun juga bahkan lebih buruk,
22:35ya kita akan melihat outflow yang memang lebih besar dari perkiraan kita sebelumnya.
22:40Artinya kita harus bersiap-siap, tapi juga kita lihat juga jangan panik begitu ya menantikan pengumuman MSI yang tadi nanti
22:46Juni.
22:47Apakah seperti proyeksi dan juga prediksi juga bahwa outflow asing akan terjadi hingga Juni nanti.
22:53Terima kasih Akhil Triadi, Senior Research Analis Pandian Sekuritas atas waktunya bersama kami di Kompas Bisnis.
22:59Mas sehat selalu.
23:01Terima kasih Mas Ian.
Komentar

Dianjurkan