00:03Dan negara ini, waktu kita perang kemerdekaan, tentara kita, tentara kita didukung oleh rakyat, rakyat yang memberi makan kepada tentara
00:16kita, petani-petani yang memberi makan kepada TNI.
00:24Dan TNI dan Polri, anggotanya ya anak-anak petani, karena itu saya mengerti pentingnya pangan, dan selalu saya katakan pangan
00:37adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa.
00:46Saya tidak memandang pangan sebagai sekedar komoditas, pangan adalah masalah survival suatu bangsa.
01:00Jadi saya tidak ikut-ikut, faham-faham yang mengatakan bahwa beras, jagung, lebih efisien kalau kita import.
01:19Survival bangsa bukan sekedar lebih murah di mana, lebih murah, tapi ada atau tidak.
01:29Dan akhirnya sejarah takdir dan kenyataan membuktikan bahwa karena kita sudah lebih dulu aman soal pangan,
01:46Sekarang krisis apapun di luar negara kita, kita relatif, relatif, lebih aman, lebih siap menghadapi cobaan.
02:02Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita, minta beli beras dari kita, tetangga-tetangga kita.
02:14Mereka-mereka yang lebih hebat dari kita, yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita, kan begitu.
02:22Tapi sekarang harus datang ke Indonesia minta, boleh tidak kita beli beras?
02:32Ada yang masih harga diri, agak lambat mintanya.
02:40Mungkin dia berusaha beli lagi dari mana.
02:43Ternyata berapa hari yang lalu, India mengumumkan tutup, tidak ekspor beras, jagung, gandum.
02:53India tutup.
02:55Disusul oleh Bangladesh, tutup.
02:59Akhirnya ada juga negara-negara yang datang juga ke kita ya.
03:06Dan saya bilang, saya bilang, beri.
03:12Kalau mereka butuh, kita harus bantu.
03:17Kita jual kepada mereka.
03:20Tapi harganya ya, harganya ya, yang oke lah.
03:28Jangan petani kita korban.
03:31Iya kan?
03:33Harga harus minimal, minimal untung dikit lah.
03:41Pak Amran ya.
03:43Di root blok mana?
03:46Jangan jual terlalu murah ya.
03:48Jangan ngetok, tapi jangan jual terlalu murah.
03:51Ingat, krisis bisa lama ini.
03:55Yang utama kita amankan rakyat kita dulu.
03:59Jadi ada juga mau beli beras,
04:02habis itu minta courting.
04:04Courting, courting banyak banget.
04:06Courtingnya, benar tidak?
04:08Ini yang krisis dunia ini.
04:10Jadi, saudara-saudara,
04:17itu apa yang sudah kita capai.
04:19Tadi benar, Menko Pangan,
04:22kita berbuat begitu banyak prestasi.
04:26Tapi memang,
04:28kadang-kadang kita juga harus berani
04:32untuk mengiklankan diri kita sendiri.
04:37Bukan mengiklankan kebohongan.
04:42Tapi kebenaran,
04:43kita suasana pada pangan sudah.
04:46Kita amankan harga-harga.
04:48Kita menciptakan delapan kerja.
04:51Sudah jutaan.
04:53Tiga, kita punya sekarang
04:55dana kedaulatan.
05:00Sovereign wealth fund.
05:01Dana kedaulatan kita
05:04mungkin sekarang adalah
05:05keenam terbesar di dunia.
05:13Aset yang kita kelola sekarang
05:17seribu miliar dolar.
05:20Aset yang kita kelola.
05:24Seribu miliar dolar.
05:27Kita sekarang,
05:28ya, satu, dua, tiga, empat.
05:29Kita akan
Komentar