00:00Saya yakin dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan bangkit.
00:06Sekarang saja sudah terbukti, sekarang sudah terbukti
00:13banyak negara yang kesulitan, yang panik
00:16karena perang di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup.
00:2420% BBM dunia liwat Selat Hormuz.
00:31Berarti pupuk terpengaruh, karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas.
00:39Pupuk dari urea, urea sangat dibutuhkan.
00:45Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Petanian,
00:48banyak negara minta pupuk dari Indonesia.
00:56Kita tidak euforia, kita tidak sombong,
00:58tapi kita berada sekarang di pihak yang bisa memberi bantuan.
01:04Australia minta tolong kita, kita jual ke Australia.
01:10500 ribu ton urea ke Australia.
01:17Filipina juga minta ke kita.
01:20Kemudian India minta ke kita.
01:22Bangladesh minta ke kita.
01:24Brazil minta ke kita.
01:27Perintah saya bantu semua.
01:32Juga banyak negara sekarang mau beli beras dari kita.
01:37Sudah beras kalian.
01:39Bayangkan kalau kita tidak soal sembada.
01:43Kalau kita tidak buru-buru beresin masalah pertanian.
01:46Terima kasih semua pihak.
01:49Untung kita punya Menteri Pertanian yang hebat.
01:53Karena dia memang anaknya petani.
01:57Memang dia mukanya saja hitam seperti itu.
02:02Kalau tidak hitam saya curiga.
02:04Dia di sawah terus.
02:07Tiap saya telepon ada di sini, ada di situ.
02:10Tidak apa-apa.
02:11Ini Menteri yang hebat.
02:13Terima kasih.
02:15Timnya juga hebat.
02:18Wakilnya juga hitam seperti dia.
02:22Anak petani juga ngerti.
02:24Jadi tidak bisa dibohongi.
02:27Saya terima kasih Pak Nima TNI.
02:29Juga TNI turun membantu.
02:33Polri, saya terima kasih.
02:35Polisi juga luar biasa.
02:40Mendukung proses ini.
02:42Jagung.
02:44Kemudian gudang-gudang.
02:47Kemudian ratusan dapur MBG.
02:52Mungkin yang terbaik itu polisi sekarang yang terbersih.
02:59Memang ilmu pemimpin itu kalau ada dua anak buah.
03:03Kita harus bikin bersaing.
03:09Jadi kalau ada panggung mata ini saya puji-puji polisi.
03:14Nanti kalau ada kapolri saya puji-puji TNI.
03:21Jadi mereka keluar dari ruangan saya kan.
03:29Itu ilmu komandan itu.
03:34Jadi membuat.
03:37Menteri-menteri kan juga di.
03:42Saudara-saudara ini kenapa saya diminta sambutan.
03:45Kalau saya dikasih sambutan podium bisa enggak berhenti-berhenti nih.
03:52Tapi pintar panitia.
03:54Tidak ada kopi.
03:55Tidak dikasih kopi.
03:57Saudara-saudara terima kasih.
04:00Saya terima kasih.
04:04Dan percayalah kaum buruh.
04:06Ya percayalah semuanya.
04:09Faham saya adalah faham pendiri bangsa kita.
04:20Jadi saudara-saudara sebetulnya saya yang banyak belajar dari ajaran-ajaran yang Bung Karno.
04:31Jadi maaf Bung Karno bukan milik satu partai.
04:36Bung Karno adalah milik seluruh bangsa Indonesia.
04:41Bung Karno, Bung Hatta, milik seluruh bangsa.
04:44Semuanya.
04:45Syahrir semua.
04:47Jadi kita di situ kehebatan kita.
04:49Kalau kita mau hebat.
04:51Kalau kita mau maju.
04:53Jadi kita ambil kekuatan dari semua pihak.
04:58Itu dasyat Indonesia itu.
05:00Makanya saudara-saudara banyak kawasan sedang perang.
05:05Indonesia bebas aktif.
05:09Seribu kawan terlalu sedikit.
05:12Satu lawan terlalu banyak.
05:15Kita hormati semua.
05:17Satu saat.
05:19Saya terima Perdana Menteri Fiji.
05:23Di Istana Merdeka.
05:26Saya terima.
05:27Kunjungan resmi.
05:29Dia masuk ke kantor saya.
05:31Sesudah upacara.
05:32Di depan wartawan.
05:33Dia keluar air mata.
05:36Yang mulia.
05:37Saya.
05:38Selama.
05:39Saya jadi Perdana Menteri di Fiji.
05:43Dia cukup lama.
05:44Dia jadi Perdana Menteri di Fiji.
05:45Saya.
05:46Belum pernah menerima penerimaan seperti ini.
05:49Saya sangat terhadu.
05:51Kenapa?
05:51Karena negara saya sangat kecil.
05:54Negara dia hanya satu juta orang.
05:57Tapi kita perlakukan sama.
06:00Dengan negara yang besar.
06:02Itulah Indonesia.
06:04Bahwa kita hormat.
06:08Ajaran kita.
06:10Ajaran kiai-kiai kita.
06:12Ajaran orang tua kita.
06:14Adalah hormat kepada orang tua.
06:17Hormat kepada guru.
06:20Hormat kepada tamu.
06:23Itu kan.
06:24Yang diajarkan kepada kita.
06:26Ya itu.
06:27Itulah budaya Indonesia.
06:28Kita hormat.
06:32Dan kita.
06:34Tidak mau ada musuh.
06:36Makanya saya canangkan.
06:37Begitu saja di Presiden.
06:39Politik luar negeri Indonesia adalah politik bebas aktif.
06:42Non-block tidak akan.
06:44Dan Indonesia ingin menjadi tetangga yang baik.
06:49We want to be the good neighbor.
06:51And our policy is the good neighbor policy.
06:56Jadi saya perbaiki hubungan sama Singapura.
07:00Perjanjian-perjanjian yang belasan tahun.
07:02Tidak diselesaikan.
07:04Kita selesaikan.
07:06Dengan Vietnam kita selesaikan.
07:09Pak Jokowi.
07:11Kita selesaikan semua.
07:14Sama Tiongkok.
07:17Kita perbaiki.
07:18Alhamdulillah sekarang.
07:19Di Natuna.
07:21Tidak sering terjadi ribut.
07:23Sama Malaysia saya berusaha.
07:26Insya Allah kita selesaikan.
07:28Dengan baik.
07:29Sama PNG kita baik.
07:32Sama Australia kita baik.
07:34Semua tetangga.
07:35Sama Thailand kita baik.
07:38Saudara-saudara.
07:40Karena saya jalankan.
07:43Apa yang diberikan oleh pendiri-pendiri bangsa kita.
07:47Jadi.
07:49Saya yakin sekarang.
07:51Ada yang selalu.
07:53Entah apa.
07:54Saya tidak mengerti.
07:56Sebentar-sebentar Indonesia akan kolaps.
07:59Akan chaos.
08:00Akan apa.
08:01Ya kan.
08:02Rupiah begini.
08:03Rupiah begini.
08:03Apa.
08:04Dolar begini.
08:05Orang.
08:07Rakyat di desa tidak pakai dolar kok.
08:09Ya kan.
08:10Pangan aman.
08:12Energi aman.
08:15Ya.
08:16Banyak negara panik.
08:17Indonesia masih oke.
08:22Kita banyak.
08:24Banyak yang diberikan kuasa.
08:27Tapi.
08:29Tapi.
08:31Para unsur pimpinan yang harus.
08:35Harus setia kepada NKRI.
08:38Bukan rakyat.
08:39Rakyat pasti setia.
08:40Tidak ada pilihan.
08:43Ini banyak unsur pimpinan.
08:45Teriak-teriak NKRI.
08:46Tapi.
08:47Tidak jelas.
08:48Begitu punya kekuasaan.
08:50Tidak berfihak kepada bangsa sendiri.
08:53Tidak berfihak kepada rakyat Indonesia.
08:56Saya kira itu dari saya.
08:58Masih ada dua lagi acara hari ini.
09:01Tapi terima kasih.
09:05Sekarang apa?
09:06Tanda tangan ya.
09:08Oh iya.
09:09Saya tutup dulu ya.
Komentar