Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
NGANJUK, KOMPAS.TV Presiden Prabowo menyinggung pihak yang menyebut Indonesia akan collaps akan keos bahkan menyinggung nilai pertukaran rupiah ke dolar.

Hal ini disampaikan saat sambutan meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur pada Sabtu (16/5/2026).

"Sekarang ada yang selalu, entah apa saya enggak mengerti ya. Sebentar-sebentar Indonesia akan collaps, akan keos, akan apa ya kan? Rupiah begini, rupiah begitu apa? dolar begini, dolar. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok. Iya kan?," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan bahwa pangan dan energi di Indonesia aman.

"Banyak negara panik, Indonesia masih oke," ujar Prabowo.

Produser: Theo Reza

#prabowo #marsinah #nganjuk #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669219/saat-prabowo-singgung-nilai-tukar-rupiah-orang-rakyat-desa-nggak-pakai-dolar-kok
Transkrip
00:00Saya yakin dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan bangkit.
00:06Sekarang saja sudah terbukti, sekarang sudah terbukti
00:13banyak negara yang kesulitan, yang panik
00:16karena perang di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup.
00:2420% BBM dunia liwat Selat Hormuz.
00:31Berarti pupuk terpengaruh, karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas.
00:39Pupuk dari urea, urea sangat dibutuhkan.
00:45Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Petanian,
00:48banyak negara minta pupuk dari Indonesia.
00:56Kita tidak euforia, kita tidak sombong,
00:58tapi kita berada sekarang di pihak yang bisa memberi bantuan.
01:04Australia minta tolong kita, kita jual ke Australia.
01:10500 ribu ton urea ke Australia.
01:17Filipina juga minta ke kita.
01:20Kemudian India minta ke kita.
01:22Bangladesh minta ke kita.
01:24Brazil minta ke kita.
01:27Perintah saya bantu semua.
01:32Juga banyak negara sekarang mau beli beras dari kita.
01:37Sudah beras kalian.
01:39Bayangkan kalau kita tidak soal sembada.
01:43Kalau kita tidak buru-buru beresin masalah pertanian.
01:46Terima kasih semua pihak.
01:49Untung kita punya Menteri Pertanian yang hebat.
01:53Karena dia memang anaknya petani.
01:57Memang dia mukanya saja hitam seperti itu.
02:02Kalau tidak hitam saya curiga.
02:04Dia di sawah terus.
02:07Tiap saya telepon ada di sini, ada di situ.
02:10Tidak apa-apa.
02:11Ini Menteri yang hebat.
02:13Terima kasih.
02:15Timnya juga hebat.
02:18Wakilnya juga hitam seperti dia.
02:22Anak petani juga ngerti.
02:24Jadi tidak bisa dibohongi.
02:27Saya terima kasih Pak Nima TNI.
02:29Juga TNI turun membantu.
02:33Polri, saya terima kasih.
02:35Polisi juga luar biasa.
02:40Mendukung proses ini.
02:42Jagung.
02:44Kemudian gudang-gudang.
02:47Kemudian ratusan dapur MBG.
02:52Mungkin yang terbaik itu polisi sekarang yang terbersih.
02:59Memang ilmu pemimpin itu kalau ada dua anak buah.
03:03Kita harus bikin bersaing.
03:09Jadi kalau ada panggung mata ini saya puji-puji polisi.
03:14Nanti kalau ada kapolri saya puji-puji TNI.
03:21Jadi mereka keluar dari ruangan saya kan.
03:29Itu ilmu komandan itu.
03:34Jadi membuat.
03:37Menteri-menteri kan juga di.
03:42Saudara-saudara ini kenapa saya diminta sambutan.
03:45Kalau saya dikasih sambutan podium bisa enggak berhenti-berhenti nih.
03:52Tapi pintar panitia.
03:54Tidak ada kopi.
03:55Tidak dikasih kopi.
03:57Saudara-saudara terima kasih.
04:00Saya terima kasih.
04:04Dan percayalah kaum buruh.
04:06Ya percayalah semuanya.
04:09Faham saya adalah faham pendiri bangsa kita.
04:20Jadi saudara-saudara sebetulnya saya yang banyak belajar dari ajaran-ajaran yang Bung Karno.
04:31Jadi maaf Bung Karno bukan milik satu partai.
04:36Bung Karno adalah milik seluruh bangsa Indonesia.
04:41Bung Karno, Bung Hatta, milik seluruh bangsa.
04:44Semuanya.
04:45Syahrir semua.
04:47Jadi kita di situ kehebatan kita.
04:49Kalau kita mau hebat.
04:51Kalau kita mau maju.
04:53Jadi kita ambil kekuatan dari semua pihak.
04:58Itu dasyat Indonesia itu.
05:00Makanya saudara-saudara banyak kawasan sedang perang.
05:05Indonesia bebas aktif.
05:09Seribu kawan terlalu sedikit.
05:12Satu lawan terlalu banyak.
05:15Kita hormati semua.
05:17Satu saat.
05:19Saya terima Perdana Menteri Fiji.
05:23Di Istana Merdeka.
05:26Saya terima.
05:27Kunjungan resmi.
05:29Dia masuk ke kantor saya.
05:31Sesudah upacara.
05:32Di depan wartawan.
05:33Dia keluar air mata.
05:36Yang mulia.
05:37Saya.
05:38Selama.
05:39Saya jadi Perdana Menteri di Fiji.
05:43Dia cukup lama.
05:44Dia jadi Perdana Menteri di Fiji.
05:45Saya.
05:46Belum pernah menerima penerimaan seperti ini.
05:49Saya sangat terhadu.
05:51Kenapa?
05:51Karena negara saya sangat kecil.
05:54Negara dia hanya satu juta orang.
05:57Tapi kita perlakukan sama.
06:00Dengan negara yang besar.
06:02Itulah Indonesia.
06:04Bahwa kita hormat.
06:08Ajaran kita.
06:10Ajaran kiai-kiai kita.
06:12Ajaran orang tua kita.
06:14Adalah hormat kepada orang tua.
06:17Hormat kepada guru.
06:20Hormat kepada tamu.
06:23Itu kan.
06:24Yang diajarkan kepada kita.
06:26Ya itu.
06:27Itulah budaya Indonesia.
06:28Kita hormat.
06:32Dan kita.
06:34Tidak mau ada musuh.
06:36Makanya saya canangkan.
06:37Begitu saja di Presiden.
06:39Politik luar negeri Indonesia adalah politik bebas aktif.
06:42Non-block tidak akan.
06:44Dan Indonesia ingin menjadi tetangga yang baik.
06:49We want to be the good neighbor.
06:51And our policy is the good neighbor policy.
06:56Jadi saya perbaiki hubungan sama Singapura.
07:00Perjanjian-perjanjian yang belasan tahun.
07:02Tidak diselesaikan.
07:04Kita selesaikan.
07:06Dengan Vietnam kita selesaikan.
07:09Pak Jokowi.
07:11Kita selesaikan semua.
07:14Sama Tiongkok.
07:17Kita perbaiki.
07:18Alhamdulillah sekarang.
07:19Di Natuna.
07:21Tidak sering terjadi ribut.
07:23Sama Malaysia saya berusaha.
07:26Insya Allah kita selesaikan.
07:28Dengan baik.
07:29Sama PNG kita baik.
07:32Sama Australia kita baik.
07:34Semua tetangga.
07:35Sama Thailand kita baik.
07:38Saudara-saudara.
07:40Karena saya jalankan.
07:43Apa yang diberikan oleh pendiri-pendiri bangsa kita.
07:47Jadi.
07:49Saya yakin sekarang.
07:51Ada yang selalu.
07:53Entah apa.
07:54Saya tidak mengerti.
07:56Sebentar-sebentar Indonesia akan kolaps.
07:59Akan chaos.
08:00Akan apa.
08:01Ya kan.
08:02Rupiah begini.
08:03Rupiah begini.
08:03Apa.
08:04Dolar begini.
08:05Orang.
08:07Rakyat di desa tidak pakai dolar kok.
08:09Ya kan.
08:10Pangan aman.
08:12Energi aman.
08:15Ya.
08:16Banyak negara panik.
08:17Indonesia masih oke.
08:22Kita banyak.
08:24Banyak yang diberikan kuasa.
08:27Tapi.
08:29Tapi.
08:31Para unsur pimpinan yang harus.
08:35Harus setia kepada NKRI.
08:38Bukan rakyat.
08:39Rakyat pasti setia.
08:40Tidak ada pilihan.
08:43Ini banyak unsur pimpinan.
08:45Teriak-teriak NKRI.
08:46Tapi.
08:47Tidak jelas.
08:48Begitu punya kekuasaan.
08:50Tidak berfihak kepada bangsa sendiri.
08:53Tidak berfihak kepada rakyat Indonesia.
08:56Saya kira itu dari saya.
08:58Masih ada dua lagi acara hari ini.
09:01Tapi terima kasih.
09:05Sekarang apa?
09:06Tanda tangan ya.
09:08Oh iya.
09:09Saya tutup dulu ya.
Komentar

Dianjurkan