- 15 jam yang lalu
Kategori
🛠️
Gaya hidupTranskrip
00:02Bapak Ibu, Saudara-saudaraku, saya minta kepada Saudara-saudara untuk benar-benar memperhatikan setiap kata dan kalimat yang saya sampaikan.
00:18Dan kiranya roh kudus menolong kita semua untuk bisa mengerti, menghayati kebenaran ini atau kebenaran-kebenaran yang kita akan dengar,
00:32kita simpan di dalam hati dan berbuah di dalam kehidupan kita.
00:38Saudara-saudara yang pertama kedengarannya filosofis, tetapi ini sangat prinsip dan sangat fundamental, Saudara-saudaraku.
00:52Bahwa menjadi manusia itu suatu kehormatan.
00:59Menjadi manusia itu suatu kehormatan.
01:05Kedengarannya filosofis atau dianggap dibesar-besarkan, tetapi ini benar-benar sangat prinsip dan fundamental.
01:18Seperti yang tadi telah saya kemukakan, Saudara-saudara perhatikan setiap kalimat yang saya ucapkan.
01:26Saudara-saudara hayati, saudara simpan, dan itu bisa mengubah hidup saudara.
01:33Menjadi manusia itu kehormatan.
01:37Menjadi manusia itu kehormatan.
01:40Bukan sesuatu yang kita boleh anggap sepele atau remeh.
01:46Kita harus menyambutnya dengan sikap yang benar bahwa menjadi manusia itu suatu kehormatan.
01:58Mengapa, Saudara?
02:00Sebab manusia itu satu-satunya makhluk yang dapat berfilosif dengan Allah penciptanya.
02:11Satu-satunya makhluk yang bisa berfilosif dengan Allah penciptanya.
02:21Sayang sekali manusia pertama Adam
02:28telah meletakkan sejarah hidup manusia yang salah.
02:37Karena kejatuhan manusia pertama membuat semua manusia hidup di bawah bayang-bayang maut,
02:48bayang-bayang dosa, Saudara-saudara.
02:51Dan manusia harus mati.
02:55Dan kalau manusia mati maka manusia tidak akan pernah menjadi manusia sesuai dengan rancangan Allah.
03:09Manusia telah meleset.
03:13Sebab kalau manusia mati maka manusia tidak akan pernah bisa bersekutu dengan Tuhan.
03:22Firman Tuhan mengatakan bahwa Allah adalah Allah yang hidup.
03:31Dia bukan Allah orang mati tetapi Allah orang hidup.
03:35Jadi kalau manusia mati berarti tidak bisa berinteraksi dengan Allah.
03:43Allah berinteraksi dengan ciptaan yang hidup.
03:48Bukan ciptaan yang mati.
03:55Bicara mengenai kematian seringkali tidak dikaitkan dengan keberadaan Allah yang hidup.
04:07Biasanya kalau manusia jatuh dalam dosa fokusnya hanya kejatuhan manusia dalam dosa itu sendiri.
04:19Tapi tidak dikaitkan dengan kegagalan manusia yang tidak bisa berfilosif dengan Allah.
04:27Ia bukan Allah orang mati melainkan Allah orang hidup.
04:32Sebab dihadapan Allah semua orang hidup.
04:37Lukas 20 ayat 38 saudaraku.
04:42Ia bukan Allah orang mati melainkan Allah orang hidup.
04:46Sebab dihadapan dia semua orang hidup.
04:52Kematian Adam yang membuat seluruh keturunannya juga ikut mati.
05:01Ini merusak rencana Allah memiliki makhluk yang dengannya Allah bisa berfilosif.
05:17Sudara mengerti maksud saya?
05:20Amin.
05:22Amin.
05:24Menjadi manusia itu kehormatan.
05:27Sebab hanya makhluk ini yang diberi kemampuan dan keberadaan untuk bisa berfilosif dengan Allah.
05:37Ini kehormatan sudara.
05:42Saya ingatkan kepada sudara betapa agungnya Allah.
05:47Betapa mulianya.
05:51Tak terbayangkan keagungan dan kemuliaan Allah.
05:55Yang sudah ada dari kekal sampai kekal.
05:59Dengan segala kemuliaan yang Allah miliki.
06:02Allah yang maha mulia ini berkenan untuk berfilosif dengan makhluk yang disebut manusia.
06:13Tetapi karena kejatuhan Adam semua manusia mati upah dosa adalah maut.
06:19Ini menutup kemungkinan manusia dapat berfilosif dengan Allah.
06:28Tetapi puji Tuhan Allah mengutus putra tunggalnya untuk menghidupkan manusia.
06:36Untuk menghidupkan manusia.
06:38Itulah sebabnya menjadi manusia yang memiliki kehormatan sekaligus anugerah kalau kita menjadi umat pilihan.
06:59Jadi kita ini memiliki kehormatan sebagai manusia.
07:05Tapi juga anugerah untuk berfilosif kembali dengan Allah.
07:12Banyak orang tidak memiliki anak-anugerah seperti kita.
07:21Kita adalah umat pilihan.
07:25Kalau orang hidup sebelum zaman Yesus.
07:28Mereka tidak mendapat kesempatan menjadi anak-anak Allah.
07:32Yang bisa berfilosif dengan Allah sebagai Bapak.
07:38Mereka yang hidup di daerah yang tidak pernah mendengar Injil.
07:44Mereka juga tidak memiliki anugerah seperti kita.
07:48Atau mereka yang hidup di wilayah di mana Injil diberitakan.
07:53Tetapi tidak ditentukan menjadi umat pilihan.
07:57Atau tidak mendapat kesempatan untuk menjadi anak Allah, saudaraku.
08:05Itu mereka tidak memiliki anugerah.
08:08Kita hidup pada zaman di mana Yesus sudah datang dan menepus dosa manusia.
08:17Kita ada di wilayah di mana Injil diberitakan.
08:21Dan kita menjadi umat yang ditentukan untuk mendapat kesempatan.
08:27Kesempatan menjadi anak Allah.
08:31Ditentukan menjadi umat pilihan bukan berarti kita ditentukan pasti selamat.
08:37Tapi kita ditentukan untuk menjadi anak-anak Allah.
08:41Kita ditentukan berstandar kudus.
08:46Oke, kita menyimpang dulu nanti kembali ke pokok masalah di Ephesus pasal 1.
08:52Supaya saudara paham yang saya maksudkan.
08:56Supaya saudara dan saya menghargai keberadaan kita sebagai manusia.
09:02Dan menghargai anugerah keselamatan yang Tuhan berikan.
09:08Dalam kasih Allah telah menentukan kita dari semula oleh Yesus.
09:13Maaf, ayat 40.
09:15Sebab di dalam dia, di dalam Yesus Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan.
09:22Jadi memang ada orang-orang yang ditentukan.
09:26Supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapannya.
09:30Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anaknya.
09:39Sesuai dengan kerelaan kehendaknya.
09:43Hal ini sinkron dengan Roma pasal 8, ayat 28 dan 29.
09:49Yang dipilih itu orang-orang yang mendapat kesempatan untuk menjadi anak-anak Allah.
09:57Yang ditentukan itu adalah standarnya.
10:00Standarnya itu kudus.
10:03Standarnya itu serupa dengan Yesus.
10:07Standarnya itu anak-anak Allah.
10:10Saudaraku sekalian.
10:13Tak terkira, tak terbayangkan, tak terduga betapa hebat anugerah yang diberikan kepada kita.
10:23Kita manusia keturunan Adam, keturunan Adam yang hidup di bawah bayang-bayang maut.
10:31Yang sebenarnya tidak memiliki akses kepada Bapak.
10:37Tidak memiliki akses kepada Bapak untuk dipertemukan kembali dan berfilosip.
10:43Tetapi oleh darah Yesus Kristus, kita mendapat akses kembali diperdamaikan dengan Allah.
10:51Jadi ketika Tuhan Yesus berkata akulah jalan kebenaran dan hidup.
10:56Tidak seorang pun sampai kepada Bapak kecuali melalui aku.
11:01Tidak boleh dipahami secara naif.
11:04Tidak boleh dipahami secara dangkal.
11:08Tidak boleh dipahami hanya sekedar kita masuk surga.
11:14Oleh karena pengorbanan Yesus.
11:19Tetapi harus dipahami sebagai kita memiliki akses untuk sampai kepada Bapak.
11:27Yang dikatakan di dalam Yohanes pasal 17 yang saya kemukakan tadi saudaraku.
11:36Pada ibadah raya yang pertama.
11:42Ayat 21
11:43Supaya mereka semua menjadi satu sama seperti engkau ya Bapak di dalam aku dan aku di dalam engkau.
11:51Agar mereka juga di dalam kita.
11:58Jadi kehidupan Yesus itu saudara.
12:02Selain menjadi teladan.
12:05Sebab dia menjadi standar.
12:07Dia menjadi standar pola dan gaya hidup yang harus dimiliki manusia.
12:16Dia adalah model atau prototipe manusia yang digendaki Allah.
12:23Dia adalah prototipe atau model manusia yang berkodrat ilahi.
12:29Dia adalah model manusia yang sesuai dengan rancangan Allah semula.
12:34Yang segambar dan serupa dengan Allah.
12:38Tetapi dia juga adalah model manusia yang bisa berfilosif dengan Allah.
12:44Sesuai dengan rancangan Allah semula.
12:48Engkau di dalam aku, aku di dalam engkau.
12:52Dan mereka di dalam kita.
12:55Nah mereka ini umat pilihan.
12:57Yang diberi akses untuk sampai kepada Bapak.
13:03Jadi tidaklah berlebihan kalau Tuhan Yesus berkata.
13:09Jika engkau tidak melepaskan dirimu dari segala milikmu.
13:13Kamu tak dapat jadi muridku.
13:20Tidak berlebihan saudaraku.
13:23Kalau Tuhan Yesus mengendaki agar fokus kita itu hanya Tuhan dan kerajaannya.
13:31Kamu tidak dapat mengabdi kepada dua Tuhan.
13:34Tidak berlebihan kalau Tuhan Yesus berkata kumpulkan harta di surga.
13:39Bukan di bumi.
13:42Tidak berlebihan kalau Paulus oleh ilham roh menasihati kita.
13:47Carilah perkara yang di atas bukan yang di bumi.
13:52Tidak berlebihan kalau Paulus mengatakan.
13:55Bagi kehidupan adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
13:59Dan banyak lagi ayat yang menunjukkan.
14:02Bahwa kita harus all out.
14:04All out sepenuhnya.
14:07Tanpa batas, bottomless, tidak berdasar, abis-abisan.
14:12Karena memang yang harus kita capai itu fellowship itu.
14:19Fellowship itu saudara.
14:24Melalui proses perjalanan waktu sampai titik di mana saya seperti bangun tidur.
14:31Saya sadar, saya realize.
14:35Waduh.
14:37Ternyata standarnya itu begini.
14:41Dan saya mengejar ketinggalan itu.
14:44Dan saya mengejar ketinggalan itu.
14:46Tidak berlebihan kalau firman Tuhan mengatakan.
14:50Kuduslah kamu sebab aku kudus.
14:53Artinya kamu harus memiliki standar kekudusan seperti aku.
14:58Tidak berlebihan.
15:03Tidak berlebihan.
15:05Memang standar kalau Alkitab berkata.
15:07Tidaklah kamu dalam hidupmu bersama.
15:10Menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.
15:15Karena memang target yang harus dicapai itu berfilosip dengan Allah.
15:22Dalam kebersamaan.
15:24Saya telah kemukakan.
15:26Saya telah kemukakan tadi pagi bahwa kebersamaan dengan Allah.
15:30Jangan hanya diukur.
15:32Kita menjadi orang Kristen yang datang ke gereja.
15:35Setan menipu dan menyesatkan banyak orang di sini.
15:39Jangan mengukur kebersamaan dengan Allah itu dengan menjadi aktivis gereja.
15:46Bahkan tidak cukup.
15:48Bahkan tidak cukup menjadi pendeta.
15:55Hubungan suami istri yang ideal tidaklah cukup ditandai dengan kebersamaan di ranjang.
16:02Atau di ruang makan.
16:06Tetapi kebersamaan itu harus sepanjang waktu.
16:10Sehati.
16:11Sepikiran.
16:12Seperasaan.
16:13Setujuan.
16:14Dengan tujuan yang sama.
16:17Kalau kita berfilosip dengan Allah.
16:23Kita harus memiliki pikiran, perasaan yang memenuhi standar untuk bisa berfilosip dengan Allah.
16:31Bukan Allah yang menyusahkan diri terhadap kita.
16:34Kita yang menyesuaikan diri terhadap Allah.
16:38Amin.
16:38Makanya kita harus di dewasakan.
16:42Kita harus diproses untuk sempurna.
16:45Memiliki pikiran, perasaan, Kristus.
16:48Dan itulah tujuan penggembalaan.
16:51Tujuan pelayanan.
16:53Jadikan semua bangsa muridku.
16:55Jadikan mereka menjadi seperti aku mendidik kamu.
17:00Maka Tuhan Yesus berkata.
17:02Maksud saya Paulus mengat berkata.
17:04Ikutilah teladan kami.
17:06Sebab seperti kami ikut Yesus, kamu ikut aku.
17:11Ikutilah teladanku dan mereka yang hidup sama seperti kami menjadi teladanmu.
17:18Jadi sepanjang perjalanan sejarah kerja, pasti selalu ada orang-orang yang bisa menjadi teladan.
17:25Walaupun itu agak.
17:28Walaupun itu makin sukar ditemukan.
17:31Kita beri tepuk tangan untuk kebenaran ini.
17:36Jadi jangan sampai kegiatan kerja itu meleset.
17:42Meleset.
17:44Meleset pada fokus lain.
17:47Jangan saudara berpikir dengan adanya KKR kesembuhan ilahi di sini.
17:51Visi dan misi saya berubah.
17:54Itu picik sekali.
17:59Visi dan misi kita tidak berubah.
18:01Apa yang berubah?
18:04Jangan Anda berpikir dengan mengadakan KKR kesembuhan ilahi lalu visi-misi kita berubah.
18:12Kutbah saya tidak berubah.
18:15Visi misi kita dilengkapi.
18:17Dan kalau saudara berjalan dengan Tuhan, saudara punya nurani yang bisa menilai.
18:24Kutbah kita makin tajam.
18:26Amin.
18:27Makin tidak memberi ruangan dan peluang untuk cinta dunia lagi.
18:34Seperti kutbah saya hari ini, pagi dan sore ini temanya sama ya.
18:38Jadi satu dua ya.
18:41Biasanya ada agak beda tapi hari ini sama persistemanya.
18:45Ini lanjutannya.
18:46Karena tadi belum selesai kutbahnya sebenarnya.
18:49Maka saya lanjutkan ini.
18:51Ini yang sedang asik saya gumuli.
18:55Dimana saya belajar berfilosif dengan Allah.
19:00Semua ya.
19:02Pemain musik, choir, singer, worship leader.
19:05Yang tiap hari mendengar kutbah saya.
19:07Kamu harus berubah.
19:10Multimedia juga harus berubah.
19:12Saya kasih tau ya.
19:13Jangan bercanda di ruangan multimedia.
19:16Saya marah.
19:18Oke.
19:18Jangan bercanda di ruangan multimedia.
19:20Jangan usahakan kata-kata yang kira-kira guyon-guyon.
19:24Karena kalian itu menjadi alat Tuhan untuk menyampaikan berita ini sampai ke ujung bumi.
19:31Jangan ya.
19:32Pokoknya tidak boleh.
19:34Tidak boleh.
19:35Harus serius.
19:38Ruangan yang tidak didengar orang.
19:40Tapi di situ hadirat Allah juga ada.
19:43Jangan dirusak.
19:45Jangan merusak hadirat Allah.
19:47Pemain musik juga jangan konyol ya.
19:49Hanya main musik pulang tapi moralmu tidak berubah.
19:52Konyol sekali nak.
19:54Awas ya.
19:55Awas ya.
19:56Jangan begitu.
19:58Sangat disayangkan.
19:59Karena kamu bisa mendengar khutbah saya pagi siang sore.
20:04Ya.
20:04Wire.
20:06Ya.
20:07Ingat nak.
20:08Bukan hanya kamu nunggu.
20:11Bukan hanya nyanyi lalu berhenti.
20:13Nunggu khutbah selesai kamu nyanyi lagi.
20:15Bukan kamu dengar khutbah saya baik-baik.
20:19Bapak ibu juga yang hadir.
20:21Bapak ibu yang tidak cukup hanya live streaming.
20:27Anda memiliki kesetiaan ekstra.
20:31Setelah tidak akan pernah menyesal.
20:34Jangan main-main dengan hidup.
20:36Anda bukan monyet.
20:40Anda bukan babi, sapi, kucing, kodok, anjing.
20:43Anda manusia.
20:44Yang diberi potensi untuk berfilosif dengan Allah.
20:49Dan Tuhan memberi akses kita untuk sampai kepada Bapak.
20:53Amin.
20:56Yang karenanya ada khutbah ini.
21:00Yang kalau saudara menghayati setiap kata, kalimatnya.
21:04Menyimpannya dalam hati.
21:08Akan berbuah dalam hidup saudara.
21:15Adalah anugerah kita ini menjadi anak-anak Allah.
21:24Sedekat apapun tetangga, tetap tetangga.
21:29Tetapi kalau anak itu beda.
21:32Amin.
21:34Tidak bisa dibantah.
21:36Tidak bisa disangkali.
21:39Ini orang tua yang sudah punya anak.
21:41Anda memiliki ikatan batin dengan anak.
21:45Betapa Anda mengharapkan anak sukses.
21:48Betapa Anda mengharapkan kebersamaan.
21:50Betul nggak?
21:51Kalau kita pergi ke luar negeri 1-2 minggu.
21:55Kita merasa sakit.
21:57Ingin ketemu anak.
22:01Bapak di surga lebih dari itu.
22:04Hanya kita yang tidak mau.
22:07Tidak merasakan.
22:09Kerinduan Bapak untuk berfilosif dengan kita.
22:14Kita itu tentu tidak semua ya.
22:16Saya membahasakan kita.
22:17Kalau saya nggak mau.
22:18Saya sudah bertobat dan terus mau bertobat.
22:22Karena anak-anak sering berfilosif dengan yang lain.
22:26Dia tidak memberi ruangan yang cukup.
22:30Untuk orang tuanya.
22:36Wire coba nyanyikan lagu apa yang hari-hari Tuhan itu apa?
22:41Tadi pagi.
22:44Setiap hari.
22:46Yang keras lah.
22:48Cuma ikut menyanyi.
22:49Setiap hari.
22:53Setiap hari.
22:53Adalah harimu.
22:58Setiap waktu.
23:01Adalah waktumu.
23:28Sebab ia telah menembus kita.
23:33Dia berhak untuk mengambil hidup kita.
23:49Hari ini nanti dan selamanya.
23:53Hari ini nanti dan selamanya.
24:06Anda punya kebebasan mau berfilosif dengan siapa.
24:10Dia berhak untuk mengambil hidup kita.
24:26Tidak untuk mengambil hidup kita.
24:57Saya merenung saudara, saya berpikir, benar-benar merenung dan berpikir.
25:06Mengenai orang-orang yang mengambil keputusan bunuh diri, apa yang dia pikirkan?
25:17Betapa bodohnya saudaraku, dia pikir semua masalah akan selesai dengan bunuh diri itu.
25:26Padahal ternyata di balik kubur ada kesadaran kekal.
25:30Dan betapa menyesalnya orang yang bunuh diri ketika kekecewaan yang dia alami, yang menderah hidupnya.
25:41Dia pikir akan lewat dan orang-orang yang diharapkan akan menyesal karena bunuh dirinya.
25:49Ternyata itu tidak ada artinya waktu dia meninggal melihat kekekalan, bukannya kepuasan tapi ketakutan dan kengerian kekal.
25:59Sehingga dia tidak akan sempat lagi berpikir tentang orang-orang yang masih hidup.
26:05Ada orang-orang yang bunuh diri dan berkata, entar baru tahu loh kalau gue bunuh diri.
26:10Padahal ketika dia bunuh diri, kengerian setelah bunuh diri itu membuat dia akan lupa semuanya.
26:19Menyesal sekali.
26:21Tetapi ada bunuh diri yang bermartabat, yang tidak saudara sesali.
26:29Matikan keinginan-keinginan dosa.
26:35Matikan kesenangan-kesenangan dunia.
26:40Dan itulah saudara mengikat janji.
26:44Aku mau mematikan semua.
26:47Aku berjanji hidup suci Tuhan.
26:50Aku berjanji tidak mengingini dunia lagi.
26:54Itu seperti orang bunuh diri.
26:59Tetapi kita akan menemukan Allah yang hidup.
27:05Keuntungan menjadi manusia adalah dia diberi kemampuan untuk berfilosif dengan Allah.
27:12Yang sama dengan dia diberi kesempatan memiliki Allah.
27:19Dan itu bisa kita miliki kalau kita mematikan keinginan-keinginan dosa kita.
27:27Melampaui yang Anda pikirkan.
27:31Melampaui yang kamu pikirkan.
27:33Suka cita kebahagiaan kebebasannya.
27:36Memang pada waktu saudara mulai belajar untuk mematikan keinginan dosa.
27:41Nafsu-nafsu yang tidak sesuai dengan Allah.
27:45Dan kesenangan-kesenangan dunia saudaraku.
27:49Itu adjusted penyesuaian itu berat.
27:52Tapi makin hari makin bisa.
27:55Semua yang dibiasakan itu bisa.
28:00Semua yang dibiasakan itu bisa.
28:05Saya tidak tahu apakah Anda pernah belajar berenang.
28:09Saya pernah belajar berenang.
28:12Dari yang tidak bisa mengapung sampai akhirnya kita tidak bisa tenggelam.
28:20Bagaimana ya bisa mengapung.
28:22Maunya tenggelam terus.
28:24Rasanya masih tenggelam.
28:25Tapi dengan belajar, belajar, belajar.
28:27Akhirnya kita bisa mengapung.
28:30Sampai tidak bisa tenggelam.
28:33Yang makin-makin ahli maksudnya.
28:38Kita belajar ya saudaraku untuk bisa berenang di dalam hadirat Allah dan tidak jatuh dalam dosa.
28:47Atau tidak ditarik oleh keinginan dunia lagi.
28:50Itu perlu belajar saudaraku.
28:53Dan itu harus dilatih.
28:55Amin.
28:56Semua yang dilatih bisa kita.
29:00Bisa membuat kita ahli.
29:02Semua yang kita latih.
29:05Jadi jangan membuat waktumu siasif.
29:10Ya pernah saya sibuk melihat sesuatu.
29:13Lalu, waduh, sudah satu jam lebih.
29:16Lalu apa yang saya dapat dari apa tadi?
29:19Satu jam lebih.
29:21Nah ada.
29:21Coba kalau satu jam saya pakai bacal kita, mendengar khutbah, terus diam di kaki Tuhan.
29:26Betapa besar faedah, benefit-benefitnya.
29:30Nah yang begitu-begitu saudara.
29:32Kita terus belajar-belajar firman, belajar mengenal kebenaran, menghayati Tuhan.
29:43Ada keuntungan yang nilainya kekal saudaraku.
29:48Jadi, saudaraku, harus diusahakan.
29:52Harus dilatih.
29:55Karena tidak bisa kita berfilosif dengan Allah.
30:01Dengan keadaan kita yang tidak memenuhi standar.
30:06Kuduslah kamu sebab aku kudus.
30:09Allah tidak menyesuaikan diri dengan kita.
30:12Kita yang menyesuaikan diri dengan Allah.
30:15Kita menyesuaikan diri terhadap Allah.
30:17Memang kalau Kristen baru atau Kristen kanak-kanak, Allah bisa mentolerir.
30:23Tapi tidak berarti menyesuaikan diri.
30:27Seperti orang tua yang anaknya masih umur 4-5 tahun.
30:31Orang tua mentolerir.
30:34Seakan-akan menyusahkan diri.
30:36Tapi tidak.
30:41Tapi anak tidak selalu umur 4 tahun.
30:44Dia pasti dipaksa dalam perjalanan waktu menjadi anak berusia 10-15 tahun, 20-30 tahun.
30:58Yang akhirnya si anak ini harus bisa menyesuaikan diri dengan orang tua.
31:05Supaya anak bisa berfilosif dengan orang tua.
31:08Amin.
31:10Orang seumur kita ini Pak juga harus sudah selesai.
31:14Sudah selesai.
31:19Kita harus menyesuaikan diri dengan Tuhan.
31:22Apapun kehendakmu Tuhan.
31:27Sudah tidak ada permintaan apa-apa.
31:30Kalaupun kita minta sesuatu yang kita minta pasti yang Allah ingin kita minta.
31:36Atau yang Allah kehendaki kita ingin.
31:44Tapi saya juga tidak mentolerir kalau orang muda boleh hidup suka-suka sendiri.
31:50Tidak bisa.
31:51Kamu harus punya militansi untuk melakukan kehendak Allah.
31:56Di usia mudamu ini.
31:58Supaya seiring berjalannya waktu sesuai dengan tuntutan yang lebih tinggi yang Allah berikan kepadamu.
32:05Maka kau bisa menyesuaikan diri.
32:09Coba saudara perhatikan.
32:10Ketika anak umur 4 tahun dia main pasar-pasaran.
32:14Mamanya ikut pasar-pasaran.
32:18Paham maksudnya?
32:19Itu toleransi karena ketidak dewasaan anak.
32:23Karena kekanakan-kanakan anak.
32:28Tapi ketika anak usia 15 tahun, 16 tahun.
32:32Orang tua sudah tidak mau ikut-ikutan.
32:34Orang tua yang mulai tegas.
32:36Pulang ya sebelum jam 10.
32:39Sebelum jam 10 malam di rumah ya.
32:43Terus atur.
32:45Anak kalau nurut bertumbuh dewasa bisa berfilosif.
32:49Yang suatu hari dia akan berkata.
32:52Nak, papi harus mulai retire, resign.
32:56Perusahaan ini kamu pegang.
33:00Tapi kalau anak tidak nurut tidak bisa.
33:04Kita akan dimuliakan bersama dengan Tuhan Yesus.
33:08Kita harus bertumbuh dewasa seperti Yesus.
33:13Supaya kita dimuliakan bersama-sama dengan Yesus.
33:21Kita bisa mengenali diri kita lebih baik kalau kita tanya roh kudus.
33:26Model begini ini layak tidak dipermuliakan.
33:41Hubungan suami istri ideal bukan hanya di meja makan atau diranjang.
33:46Ya ingat sepanjang waktu.
33:49Vilosif antara orang tua dan anak juga bukan hanya pada waktu di meja makan atau wisata.
33:55Tetapi sepanjang waktu hidup saudaraku.
34:03Saya harap saudara-saudara sekalian memahami hal ini.
34:19Jangan sampai kesempatan untuk berfilosif dengan Allah ini berlalu.
34:28Jangan sampai saudara kehilangan waktu atau kehilangan kesempatan untuk dibaharui, diubah supaya bisa memiliki keadaan yang berfilosif dengan Allah.
34:50Sudah tahu setan bagaimana menibu banyak orang Kristen.
34:59Seakan-akan Allah itu selalu memiliki toleransi.
35:04Anak umur 5, 6, 7, 8 tahun ya.
35:08Tahunya hanya menuntut, tahunya hanya minta.
35:16Lalu itu disuntikkan di pikiran banyak orang Kristen.
35:21Umur sudah tua, tahunya hanya minta.
35:24Nuntut.
35:26Kekrija itu karena mau mendapatkan sesuatu karena Allah baik.
35:30Yang dia pikirkan hanya supaya anak-anak sehat, cucu-cucu sehat.
35:35Ekonomi baik, tidak ada masalah keuangan dan lain-lain.
35:39Duniawi.
35:41Tuhan tahu apa yang kita butuhkan.
35:48Bapak itu sayang kita, saudara.
35:51Bapak tidak ingin melukai kita.
35:57Jadi kalau kita ikut Tuhan Yesus harus menderita.
36:04Itu bukan karena Bapak senang kita ini menderita.
36:08Bukan.
36:08Satu, Bapak ingin kita berubah maka kita diproses.
36:13Bapak ingin kita berubah maka kita diproses.
36:17Bukan mau menyakiti kita.
36:19Seperti tangan dokter yang memegang pisau untuk membedah tubuh kita.
36:26Untuk mengambil kanker dan segala tumor apa di dalam tubuh kita ini.
36:32Bukan senang kita, Tuhan bukan Tuhan yang senang kita menderita dan sakit.
36:37Bukan begitu, emangnya Tuhan sakit jiwa.
36:40Karena Tuhan mau perbaiki kita.
36:44Amin.
36:45Yang kedua, kalau kita harus sakit,
36:48karena memang kita harus menderita guna menerima kemuliaan.
36:52Paham?
36:56Tuhan bukan pesakitan yang senang kita menderita.
37:06Jadi jangan mencurigai Allah.
37:10Tuhan aku mau semua baik-baik, anakku baik-baik.
37:13Aku susah kau lihat anakku belum punya kerjaan.
37:16Tuhan juga tahu.
37:19Tuhan itu tidak mau menyakiti kita, saudara.
37:22Kalaupun ada kesulitan keuangan, kesulitan-kesulitan yang lain,
37:26itu proses pendewasaan.
37:28Kalaupun itu lewat, Tuhan kasih lagi salib.
37:36Penderitaan karena kesalahan itu bukan salib.
37:39Tapi penderitaan karena untuk pekerjaan Tuhan itu salib.
37:44Tapi dalam penderitaan itu pun kita suka cita, saudaraku.
37:51Apakah saudara pikir saya tidak menderita?
37:54Ya kurang tidur, ya banyak pikiran, ya mikirin macam-macam, saudaraku.
38:00Saya juga tidak mau konyol.
38:02Saya berjuang begini untuk apa sih?
38:04Untuk kehormatan.
38:06Kalau saya memangnya bisa menikmati kehormatan itu seberapa senangnya sih?
38:11Wah, apa yang rasa hebat?
38:13Lalu saya rasa jadi apa?
38:15Aku ingin jadi tambah panjang.
38:19Apa senangnya sih?
38:21Duit? Jelas tidak kok.
38:24Rumahku juga sama.
38:27Saya kira pegawai bank pun bisa melihat yang bank yang saya.
38:32Bisa lihat berapa saldo saya.
38:34Lalu uang itu kemana, dapat dari mana juga bisa dilihat.
38:38Ini dunia juga sudah punya transparansi begitu.
38:41Mau apa?
38:43Tapi karena saya sudah bertobat banyak diubah Tuhan,
38:46saya mengerti kebenaran ini dan membagi kepada saudara,
38:50supaya saudara jangan celaka.
38:58Miliki nurani,
39:00visi misi kita tidak berubah.
39:03Beri tepuk tangan.
39:05Katakan haleluya.
39:06Katakan haleluya.
39:09Visi kita tidak berubah.
39:12Jangan hanya ada KKR satu, dua hari lalu,
39:15visi kita berubah.
39:16Saya ini sudah tua.
39:18Sudah belajar banyak kebenaran Alkitab.
39:21Sudah masuk dalam berbagai gerakan.
39:24Gerakan press worship.
39:25Rebah-rebah, muntah-muntah.
39:27Sudah lewat.
39:28Sudah melewati beberapa fase-fase kehidupan.
39:32Lah kalau cuma dua hari KKR lalu saya berubah.
39:36Sakit jiwa saya.
39:38Kayak kesurupan apa gitu lalu jadi berubah visi dan misinya.
39:41Sama sekali tidak saudara.
39:43Saya bertanggung jawab
39:45untuk mengajarkan kebenaran dan membawa saudara
39:49kepada langit baru, bumi baru.
39:51Amin.
39:53Itu tidak berubah.
39:55Kutbah saya tadi pagi dan hari ini luar biasa.
39:58Bukan karena saya mau dipuji.
40:00Fellowship dengan Allah itu luar biasa, Pak.
40:03Seperti kita ini, Pak.
40:04Sudah tidak ingin apa-apa lagi, Pak.
40:07Anak jadi apa?
40:08Ya sudah didoakan saja.
40:09Anak yang belum jadi, ya kita tidak usah tekanan batin.
40:13Doakan saja.
40:14Kita susah juga tidak berubah keadaan.
40:16Tapi kalau kita suci menyenangkan Tuhan.
40:19Tunggu Tuhan tolong.
40:22Beri tepuk tangan.
40:23Kalau kita doa, kita doa lalu anak kita cepat-cepat jadi kaya.
40:28Terus dapat jalan keluar.
40:29Juga tidak dewasa anak-anak kita.
40:31Biar saja Tuhan proses.
40:33Jalani saja.
40:36Paham tidak, saudara?
40:38Kitanya harus bersih, Pak.
40:41Bersih, sebersih-bersihnya, kudus sekudus-kudusnya.
40:44Jaga mulut, jaga pikiran, jaga perkataan, jaga perbuatan.
40:50Amin.
40:52Ini dunia yang sudah jahat sekali.
40:55Wah, manusia semua menuju kegelapan.
40:58Hampir semua.
40:59Sedikit sekali yang tersisa.
41:03Maka jadi manusia sadar betapa terhormatnya kita.
41:08Jadi anak Allah betapa besar anugerahnya.
41:12Tahu ya dari tadi sekudu bayi itu.
41:14Nangkep ya.
41:16Jadi tidak berlebihan kalau kamu yang muda-muda,
41:19tidak perlu nonton, yang tidak perlu ditonton.
41:21Standar.
41:22Ini bisa mendistrak otak kita.
41:25Tidak perlu dilihat.
41:26Ketemu teman-teman dengan segala hobi-hobinya.
41:29Tidak perlu.
41:33Anak saya bilang, Pak, ini Halloween.
41:35Halloweennya.
41:36Ini harus pakai begini.
41:38Awas loh ikut-ikutan.
41:41Tapi semua orang enggak boleh.
41:48I can't join you because
41:50if you want to make party like Halloween,
41:54you come to my dorm.
41:56We lunch together, okay.
41:58We take lunch together, cukup.
42:00We have lunch together,
42:02tidak pakai Halloween-Halloween lagi.
42:03Setan begitu.
42:10Kalau di barat itu
42:13sekampus saja dihiasi
42:15tangkwarak gitu.
42:17Betul enggak?
42:18Buset dah.
42:20Kok senang loh bergaul sama setan.
42:23Orang jelek begitu kok ditemenin.
42:33Kita tidak kehilangan visi dan misi.
42:36Kita ikat janji dengan Tuhan.
42:39Kita tidak mau punya kesenangan dunia lagi.
42:42Kita kerja untuk Tuhan.
42:44Hidup kita, nyawa kita, darah kita, uang kita.
42:57Semua yang kita miliki itu untuk pelayanan bagi Tuhan.
43:03Nah, oleh sebab itu saudaraku,
43:05ini puncaknya.
43:07Dimanapun kita berada,
43:09kita berfilosyip dengan Allah.
43:11Kita harus menjaga hadirat Tuhan, saudaraku.
43:18Menjaga hadirat Tuhan, saudaraku.
43:27Bukan Tuhan yang membuang kita.
43:30Kita yang sering keluar dari hadiratnya.
43:37Lagu saya yang
43:51Ketika kita memiliki kesenangan,
43:58Membawa diri terjebak dalam kubama,
44:05Jika Tuhan tak ikut menikmatinya,
44:14Berarti lepas dari hadiratnya.
44:19Harusnya kita.
44:22Harusnya kita.
44:25Sekurang berjaga-jaga.
44:28Karena kita dalam medan peperangan.
44:32Amin.
44:35Kuasa dunia.
44:37Kuasa dunia.
44:39Menawarkan keindahan.
44:42Keindahan.
44:43Berhala.
44:45Yang membinasakan.
44:49Tuhan,
44:49Tuhan sungguh.
44:50Aleluya.
44:55Tuhan.
45:04Hanya engkau.
45:07Hanya engkau.
45:08Tuhan,
45:09Tuhan.
45:11Tuhan,
45:14Tuhan,
45:15Tuhan.
45:17Tuhan.
45:25Beberapa waktu yang lalu
45:27Orang-orang dari berbagai daerah
45:30Pak kami ini FPE
45:33Front Pemila Erastus
45:35Saya tidak pernah suruh kalian memila saya loh
45:39Demi Tuhan saya tidak pernah membentuk
45:42Yang namanya Front Pemila Erastus
45:48Aku merendahkan dan melecehkan Allahku
45:51Kalau aku butuh Front Pemila
45:53Benar-benar
45:55Lalu kamu bisa buat apa untukku?
45:58Apakah kamu mati di kayu salib untukku?
46:03Kami ini beberapa Front Pemila Erastus
46:06Ini kecewa loh Pak
46:07Bapak itu ini apa namanya
46:10Bikin kebaktian kebangunan rohani di sini
46:13Saya bilang saya tidak mengadakan
46:16Saya tidak menyelenggarakan
46:19Tapi saya mengenal keluarga besar
46:22Dan ministri ini yang meminta ruang
46:25Meminjam ruangan
46:26Dan minta saya bicara beberapa waktu
46:29Dan tentu tidak keberatan
46:32Dan ya saja apa ruginya apa sulitnya
46:37Lalu apakah dengan demikian
46:39Aku mengkhianati suara kebenaran sih
46:43Yang telepon saya itu seorang wanita
46:46Yang SMS
46:47Lalu saya jelaskan kepadanya
46:49Lalu ada yang dari menadu
46:51Telepon istri saya
46:52Lalu pagi-pagi saya jelaskan
46:55Dan saya kira cukup clear
46:57Saya mau sampaikan ini kepada saudara-saudara
47:00Karena saya tidak ingin kehilangan saudara
47:04Saya ingin kebersamaan kita itu
47:07Abadi sampai Tuhan datang kembali
47:13Visi kita tetap tidak berubah
47:16Misi kita tetap tidak berubah
47:18Kesucian hidup
47:19Langit baru
47:19Bumi baru
47:20Hidup bertanggung jawab
47:21Segenap hidup kita milik Tuhan
47:25Saya memberi contoh saudaraku
47:29Rumah saya masih di gang itu
47:31Yang dua mobil
47:32Kalau lewat setengah mati
47:33Dan kalau sudah jam 10 malam
47:35Melewat ditutup
47:36Lalu kalau ada tamu sampai tidak bisa balik
47:39Kecuali kita panggil
47:40Satpam untuk buka pintu
47:42Tidak bisa balik
47:44Karena tidak bisa parkir
47:46Tidak ada tempat untuk parkir
47:47Jadi cari Satpam untuk buka pintu
47:50Dan Satpam sekuriti senang kali ya
47:5350 ribu soalnya
47:57Saya bukan mau sombong saudara saya
48:00Dalam beban
48:02Dalam beban
48:03Saya sedang menemukan kebenaran
48:06Dan asik dalam kebenaran ini
48:07Saya mau 24 hours
48:10In the presence of God
48:12Before God
48:13Di hadapan Allah
48:14Sedang saya latih terus
48:16Saudaraku
48:16Kutbah saya tadi pagi itu belum selesai
48:20Kenapa di ruang doa saya begitu kusuk
48:22Di luar tidak
48:23Sekarang saya ingin selalu begitu
48:26Maka jaga mulutmu eras
48:28Jaga sikapmu
48:29Dan herannya
48:30Masih saja saya meleset
48:32Bingung saya
48:33Sampai sekarang lagu
48:34Kadang aku meleset Tuhan
48:36Terus saya nyanyikan
48:38Aku minta ampun
48:39Tapi lagunya tidak bisa saya ajarkan ke orang
48:41Saya malu
48:43Itu lagu pribadi
48:44Kadang meleset
48:46Aduh kenapa meleset lagi Tuhan
48:48Tapi saya dapat ajaran dari Tuhan
48:51Seperti kamu belajar berenang dulu
48:52Kok rasanya kok gak bisa
48:55Nengambang
48:56Tapi saatnya kamu bisa
48:57Dan sampai kamu gak bisa tenggelam lagi
48:59Karena kamu bisa tahu
49:01Kamu bisa membuat keseimbangan
49:03Ternyata bisa kamu mengapung
49:05Nah itu Tuhan ajarin
49:07Tuhan kenapa kok gak bisa
49:09Bisa ya gak bisa sempurna
49:11Kayaknya tenggelam melulu
49:12Aduh
49:13Enggak nanti kamu bisa
49:15Tekun
49:16Tekun
49:17Jangan ingini dunia
49:19Jangan ingini dunia
49:21Enggak ada
49:23Bukan gak boleh beli mobil
49:25Kalau mobil rusak beli
49:27Gitu loh
49:27Enggak masalah
49:28Anda jalan-jalan keluarga
49:30Menikmati pemandangan
49:31Boleh
49:32Bukan
49:32Salah
49:34Memang pemandangan
49:35Diciptakan untuk dinikmati
49:36Tapi jangan terikat
49:37Dan selalu minta konfirmasi Tuhan
49:40Amin
49:41Paham ya
49:43Luar biasa loh Tuhan itu
49:48Dan itu bisa
49:49Dan setiap orang itu
49:50Punya pengalaman
49:51Bergaul dengan Tuhan yang unik
49:53Jadi tidak bisa sama
49:55Dengan yang lain
49:58Mencari Tuhan
50:00Meditasi sendiri
50:01Doa sendiri
50:02Ngomong sendiri
50:03Di jalan
50:04Ya gak usah bicara
50:05Jangan depan umum
50:06Tuhan Yesus
50:07Nanti kita diorang gila
50:09Oke
50:12Saudara kan bisa mengalami Tuhan
50:14Saudara
50:17Sehingga hadirat Tuhan itu
50:19Selalu kita bawa
50:20Sampai dimimbar
50:21Makanya
50:22WL-WL itu gak bisa
50:25Tidak ikut doa
50:26Bersama saya
50:26Harus ikut doa
50:28Pagi
50:29Pemain musik juga harus
50:31Ikut doa
50:32Pagi
50:32Kalau di beberapa tempat
50:34Saya nyanyi lagu
50:36Pemain musiknya
50:37Gak bisa main musik
50:38Saya ada sedikit kemarahan
50:40Tapi saya simpan
50:41Saya berkata
50:42Ini orang yang tidak doa
50:44Pagi
50:44Lalu mau ngapain
50:46Kamu hidup
50:48Kalau hamba Tuhan itu
50:52Hidup di dalam kekudusan
50:54Itu hadirat
50:55Dibawa terus
50:57Mendoakan orang itu
50:58Gak takut-takut
51:00Tapi kita tahu
51:01Tuhan maunya apa
51:02Untuk orang itu
51:06Dan ini bukan
51:08Standar pendeta
51:09Ini standar
51:10Semua orang Kristen
51:11Bukan hanya
51:12Standar pendeta
51:13Apalagi pendeta
51:14Harus dihadirat Allah
51:16Terus dihadirat Allah
51:21Saya berdoa
51:23Dan Anda doakan saya
51:24Agar setiap kali
51:25Saya dimimbar
51:26Sudara mendengar
51:27Suara Tuhan
51:28Bukan pikiran saya
51:30Yang saya susun-susun
51:33Sehingga sudara bisa
51:34Kaget-kaget
51:36Kok begini ya
51:38Kok tahu ya
51:41Kok dia seperti tahu
51:43Hidup saya
51:44Bagaimana yang ngomong Tuhan
51:49Sudara mengerti maksud saya
51:53Sudara harus doakan saya
51:54Supaya saya
51:55Yang pertama suci
51:56Dijaga dari
51:58Kejatuhan
51:59Yang kedua sehat
52:00Dan orang di sekitar saya
52:02Juga dilindungi
52:03Dijaga
52:03Terima kasih telah menonton
52:03Terima kasih telah menonton