- 20 jam yang lalu
Kategori
🛠️
Gaya hidupTranskrip
00:01Bapak, Ibu, Saudaraku sekalian, dua bulan yang lalu kira-kira kita sudah mulai mencanangkan kita mau belajar 24 jam dihadapan
00:14Tuhan, 24 jam di hadapan Tuhan.
00:20Kita menghayati kehadiran Tuhan setiap saat agar kita bisa menjaga perkataan dan perbuatan.
00:30Kita benar-benar kita mau hidup kudus, Saudaraku.
00:35Bukan hanya sekedar jadi orang baik dan tidak berbuat salah, tapi kita mau benar-benar hidup kudus.
00:46Seiring dengan gerakan 24 jam di hadapan Tuhan, kita membiasakan diri untuk menghayati kehadiran Tuhan setiap saat.
00:58Kita juga terus menggelar holiness movement, artinya gerakan hidup suci.
01:09Seiring dengan itu, Saudara, saya menjelaskan mengenai Yesus anak Allah.
01:20Yang menjadi manusia yang sempurna mengenakan firman, mengenakan logos.
01:31Sehingga dia menjadi sang logos atau sang firman.
01:36Dia berhasil menjadi seorang manusia yang sempurna.
01:44The only perfect man.
01:46Berkudrat ilahi segambar serupa dengan Allah.
01:54Dan dialah model dari manusia yang Allah kehendaki, kita juga harus capai.
02:05Untuk itu, kita harus mengenakan firman.
02:10Seluruh kehidupan kita harus dipenuhi firman.
02:15Dan firman itu adalah Allah sendiri, Saudara.
02:20Sehingga kita dipenuhi oleh Allah.
02:24Yang dikatakan oleh firman Tuhan sebagai kepenuhan Allah.
02:32Bukan hanya Yesus yang mengalami kepenuhan Allah.
02:38Karena kita juga mengalami kepenuhan Allah.
02:42Seperti yang dikatakan dalam firman Tuhan.
02:46Di dalam Efesus yang pasal 3 ayat, pasal 4 maksud saya ayat yang ke-13.
02:56Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang anak Allah.
03:05Kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.
03:13Jadi apa yang dicapai oleh Kristus, juga kita capai.
03:20Tidak boleh setengah kita capai.
03:24Harus juga kita capai.
03:29Seperti Kristus mengalami kepenuhan Allah.
03:34Seperti yang dikatakan di dalam kolose.
03:38Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam dia.
03:43Kepenuhan Allah berkenan diam di dalam dia.
03:48Karenanya Yesus berkata, robohkan baik suci ini.
03:54Maksudnya baik Allah di Yerusalem.
03:57Aku akan membangunkannya.
03:59Maksudnya baik Allah itu bukan gedung.
04:02Tetapi dirinya.
04:06Bukan gedung.
04:08Tetapi diri Yesus.
04:11Dan Yesus menjadi manusia sempurna dalam kepenuhan Allah.
04:17Kita pun juga menjadi manusia kepenuhan Allah.
04:22Saudaraku.
04:27Seperti yang dicapai oleh Yesus.
04:32Dan inilah maksud keselamatan itu.
04:36Maksud keselamatan itu saudara.
04:39Jadi kalau Alkitab mengatakan kamu harus sempurna.
04:44Seperti Bapak di sorga sempurna.
04:48Itu bukan sesuatu yang mustahil dicapai.
04:53Teleios.
05:11Menjadi sempurna seperti Bapak bukan berarti kita mau menyamai Bapak atau kita mau menyamai Yesus.
05:24Saudaraku sekalian.
05:26Jadi apapun yang kita lakukan itu tepat seperti yang Allah kehendaki.
05:39Kalau kita dipenuhi Allah bukan berarti kita memiliki pribadi ganda di dalam diri kita.
05:47Satu kali nanti Erastus yang ngomong.
05:49Satu kali nanti Allah yang ngomong.
05:51Tidak.
05:52Bodoh kita berpikir begitu.
05:55Tetapi cara berpikir Tuhan itu yang kita kenakan.
06:03Dan ini harus menjadi perjuangan kita yang tiada henti dari menit ke menit dari jam ke jam.
06:14Supaya kita benar-benar menjadi anak-anak Allah.
06:19Makanya kalau firman Tuhan mengatakan yang menerimanya diberi kuasa supaya menjadi anak Allah.
06:28Yang menerimanya itu menerima firman.
06:33Bukan hanya mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
06:37Tetapi yang menerima firman.
06:41Itulah sebabnya dalam Injil Matius 4 ayat 4.
06:44Firman Tuhan mengatakan manusia hidup bukan hanya dari roti.
06:49Tapi dari setiap firman.
06:51Rema.
06:53Tidak ada satu hari kita tidak makan firman.
06:59Dan reman firman disini adalah rema.
07:02Perkataan Allah.
07:04Ucapan Allah.
07:06Bukan khutbah pendeta.
07:09Bukan sekedar membaca Alkitab.
07:12Bukan hanya kalimat-kalimat dalam buku rohani.
07:16Tapi roh kudus yang berbicara.
07:21Roh kudus yang berbicara itu firman.
07:25Tentu roh kudus tidak akan berbicara di luar apa yang tertulis di dalam Alkitab.
07:33Makanya orang harus baca Alkitab.
07:35Belajar Alkitab.
07:37Mendengar khutbah yang benar dari seorang hamba Tuhan yang benar.
07:42Maka roh kudus akan menyuarakan itu di dalam diri kita.
07:47Makanya kalau apa yang kita dengar salah roh kudus jadi tidak bisa bicara.
07:53Memang masih bisa bicara sesekali kalau nurani orang itu masih baik.
07:59Tapi kalau nurani orang itu sudah jahat tidak bisa mendengar suara roh kudus.
08:04Jadi betapa pentingnya pemberitaan firman yang benar.
08:08Seperti tubuh harus mengasup makanan dengan nutrisi yang baik.
08:15Sehingga tubuh itu bertumbuh.
08:18Demikian pula manusia batiniah kita.
08:22Paulus mengatakan manusia lahiriaku makin merosot.
08:27Manusia batiniahku makin bertambah dibaharui.
08:32Kita makin tua rambut memutih gigi mulai tanggal kulit keriput mulai sakit-sakitan.
08:40Tetapi manusia batiniah kita makin matang makin dewasa.
08:45Dan inilah wajah anak Allah yang dikehendaki oleh Allah terwujud di dalam hidup kita.
08:53Ini loh.
08:55Saya percaya seperti yang saya katakan berulang-ulang saudaraku.
09:00Roh kudus pasti bicara kepada kita.
09:05Apa-apa yang tidak tepat yang masih keliru dalam hidup kita.
09:10Yang harus diperbaiki.
09:12Yang merusak wajah batiniah kita.
09:16Hal-hal yang mengganggu pertumbuhan kita.
09:19Pasti roh kudus beritahu.
09:20Bagi yang serius atau sungguh-sungguh mau bertumbuh saudara.
09:29Manusia hidup bukan hanya dari roti tapi dari setiap firman.
09:34Yang keluar dari mulut Allah.
09:37Dan saya sering mengatakan bahwa.
09:41Kalau mulut manusia mengucapkan kata-kata belum tentu hatinya.
09:47Sama dengan perkataannya.
09:49Tapi kalau Allah yang bicara pasti dari hatinya.
09:53Ini bukan perkataan pendeta.
09:55Bukan khutbah.
09:57Ini bukan buku rohani yang saudara baca.
10:00Atau bahkan bukan Alkitab yang saudara baca.
10:02Ini suara firman yang diucapkan Allah di dalam hati setiap orang.
10:09Biasanya melalui perjalanan hidup.
10:12Melalui peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan.
10:16Yohanes pasal 10 mengatakan.
10:20Dumba yang baik akan mendengar suara gembala.
10:24Ini bukan gembala sidang, bukan gembala senior, bukan gembala sinode.
10:30Ini gembala yang baik yaitu Tuhan.
10:34Tuhan Yesus.
10:36Tepuk tangan untuk kemuliaan Allah.
10:40Allah Bapak itu gembala yang baik.
10:44Dia memiliki domba-domba yang Yesus katakan diserahkan kepadaku.
10:51Dan Yesus mengembalakan domba-domba ini.
10:54Dan Yesus tahu bagaimana mengembalakan domba-domba ini.
10:58Karena Yesus telah menjadi manusia yang dalam segala hal disamakan dengan kita.
11:05Homo Wio.
11:07Disamakan dengan kita.
11:09Dia tahu pergumulan-pergumulan kita.
11:12Sulitnya hidup suci.
11:14Dia tahu.
11:16Ibrani pasal 4 ayat 15.
11:18Dia juga mengalami apa yang kita alami.
11:22Tapi dia tidak berbuat dosa.
11:25Karenanya dia bisa mengembalakan, saudaraku.
11:29Dia dicobai.
11:31Hanya tidak berbuat dosa.
11:34Jadi dia juga mengalami segala bentuk pencobaan.
11:38Tapi dia tidak berbuat dosa.
11:40Maka Tuhan mengatakan di Injil Matius pasal 11 ayat 28-29.
11:45Belajar padaku.
11:49Engkau akan ku bawa kepada perhentian.
11:52Aku tahu bagaimana mengajar kamu.
11:55Karena aku pernah menjadi seperti kamu.
11:58Beri tepuk tangan.
12:00Jadi kalau sampai kita.
12:03Neglek.
12:06Mengabaikan.
12:09Membiarkan.
12:10Mengabaikan hal yang.
12:12Begitu indah.
12:13Betapa ruginya hidup kita ini, saudara.
12:18Sepotong kecil umur hidup kita.
12:21Di bumi ini.
12:23Memetakan kekekalan, saudaraku.
12:28Sepotong kecil ini loh.
12:31Memetakan kekekalan yang.
12:34Tidak ada ujungnya.
12:39Kalau kita menjadi anak Allah.
12:42Dengan meneladani sikap hidup Tuhan Yesus.
12:47Kita baru.
12:49Boleh pulang ke rumah Bapak.
12:51Sebab hanya anak-anak Allah yang pulang ke rumah Bapak.
12:54Hanya anak-anak Allah, saudaraku.
12:59Dan.
13:00Orang yang sungguh-sungguh bertumbuh.
13:02Dalam karakter anak Allah.
13:04Maka akan menghayati dunia.
13:07Bukan rumahnya.
13:08Dia akan ingin.
13:10Punya kerinduan pulang ke surga.
13:13Pasti.
13:14Jadi kalau ada orang tidak punya kerinduan.
13:16Pulang ke surga.
13:17Ada yang salah dalam hidupnya.
13:19Biar saya pendeta, saudara guru, pendeta.
13:22Dulu saya tidak ingin pulang ke rumah.
13:25Sekarang-sekarang ini setelah Tuhan terus proses.
13:28Makin menghayati dunia.
13:30Bukan rumahku.
13:31Makin melihat tragisnya hidup.
13:34Dan betapa senangnya kalau aku boleh pulang ke rumah Bapak.
13:39Dan betapa senangnya kalau aku bisa mengajak orang-orang.
13:43Sebanyak mungkin masuk ke dalam rumah Bapak.
13:47Dan itulah tujuan pelayanan kita.
13:50Tidak ada tujuan yang lain.
13:53Tuhan ingin keadaanmu baik-baik.
13:56Sampai kekekalan.
13:57Tetapi kalau keselamatan kekalmu membahayakan.
14:01Maksud saya dibahayakan.
14:03Oleh keadaanmu hari ini.
14:05Kamu harus diacak-acak.
14:07Kalau kekayaanmu, kehormatanmu, kesehatanmu.
14:10Membuat kamu terhalang.
14:14Dan bisa terhilang.
14:16Maka kehidupanmu diacak-acak.
14:19Demi kebaikan.
14:21Keselamatan kekal.
14:23Jadi kalau keadaan kita, saudaraku.
14:25Maksud saya kalau kita fokus ke langit baru, bumi baru.
14:29Di singkatnya umur hidup ini.
14:31Kita terus belajar untuk mengenakan kehidupan Yesus.
14:35Tuhan akan tolong kita.
14:37Semua ditambahkan kepadamu.
14:39Tuhan tidak mempersulit hidup kita.
14:41Tuhan bukan senang kalau kita sulit.
14:44Tuhan hanya melihat bahaya kalau kita ini dalam keadaan.
14:47Dalam zona nyaman.
14:49Dan kita lupa kekekalan.
14:52Itulah sebabnya diajarkan kebenaran.
14:56Sekali lagi standar kita adalah Kristus.
15:00Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Yesus.
15:05Dan kita hidup di dalam kepenuhan Kristus.
15:10Dan ini harus diperjuangkan dari waktu ke waktu.
15:14Setiap hari harus mendengar suara Tuhan.
15:18Bukan khutbah pendeta.
15:20Tidak herankan orang ke gereja tiap minggu.
15:24Dengar khutbah.
15:26Bahkan pendeta belajar Alkitab.
15:28Tiap hari membaca Alkitab.
15:31Baca buku rohani.
15:33Kelakuannya jahat.
15:35Seperti pendeta yang potong khutbah saya.
15:38Lalu memberikan label.
15:39Saya pendeta yang mengatakan.
15:42Yesus bukan juru selamat.
15:44Itu jahat sekali.
15:46Kalau kita tidak percaya Yesus juru selamat.
15:50Tutup gereja.
15:51Justru inti dasar gereja adalah
15:55Percaya Yesus Tuhan dan juru selamat.
15:58Pasti selama saudara mendengar khutbah saya.
16:02Tidak pernah ada indikasi ke situ.
16:05Kalau mendadak tiba-tiba ada pernyataan begitu.
16:09Diedit.
16:11Bahkan saya sudah mendengar hari ini.
16:14Rupanya dicuplik, diedit sedikit.
16:17Supaya suaranya begitu rupa.
16:19Jelas.
16:22Dulu kan ada itu pengu.
16:25Ada pejabat yang juga diedit.
16:28Pidatonya sampai masuk penjara.
16:31Tapi yang mengedit juga masuk penjara.
16:34Ini politik.
16:36Tapi kalau sampai gereja ada begitu.
16:39Sudah kita tidak punya kepentingan apa-apa.
16:42Nah itu jahat.
16:44Luar biasa jahatnya.
16:46Sampai ke seluruh dunia.
16:49Dari luar negeri telpon ke rumah.
16:51Ada apa dengan Pak Eras.
16:55Kok khutbahnya berubah.
16:59Yesus bukan juru selamat.
17:00Itu menghina sekali saudara.
17:04Seorang pengajar yang sudah 45 tahun melayani Tuhan.
17:08Lalu mengajarkan Yesus bukan juru selamat.
17:11Itu jahat.
17:15Itu kuasa kegelapan saudara.
17:17Sejak kita mulai dua bulan yang lalu mau menggerakkan holiness movement.
17:25Lalu saya mengajarkan bahwa Yesus adalah manusia sempurna yang mengenakan firman.
17:37Dan kita harus juga manusia menjadi manusia sempurna seperti Yesus.
17:43Apa ruginya jadi manusia sempurna saudara?
17:47Mumpung Yesus masih beri kesempatan kita.
17:51Mumpung Tuhan Yesus masih beri kesempatan kepada kita.
17:57Kembali tadi kepada apa yang tadi saya katakan.
18:00Kekerja dari kecil sampai tua.
18:06Saya kira bukan rahasia Bapak Ibu karena saya dari kecil Kristen saudara.
18:11Menjadi majelis berkali-kali sampai rambut memutih.
18:15Rapat gereja bawa golok.
18:19Bayangin saudara.
18:21Betul gak?
18:22Faktanya berebut posisi ketua sino sudah sampai ribut.
18:27Ada yang salah di sini saudaraku.
18:36Jadi apa yang harus kita lakukan?
18:39Kita harus fokus ke Tuhan saudara.
18:42Ada doa setiap hari bertemu dengan Tuhan membaca Alkitab jelas.
18:47Mendengar khutbah dari pendeta yang patut didengar.
18:51Silahkan siapa yang saudara pandang patut saudara dengar saudara-saudara.
18:57Lalu perhatikan setiap peristiwa demi peristiwa.
19:02Kalau kita memiliki niat untuk berubah.
19:06Peristiwa hidup itu mulai berbicara.
19:11Anda yang mengerti maksud saya?
19:13Kejadian demi kejadian mulai bersuara.
19:18Bahkan ketika membaca Alkitab, Alkitab mulai bersuara.
19:24Jika kita sungguh-sungguh berkerinduan untuk mencapai kesempurnaan.
19:30Karena firman Tuhan mengatakan berbahagialah orang yang haus dan lapar akan kebenaran.
19:36Karena mereka akan dipuaskan.
19:39Lapar dan haus dulu baru dipuaskan.
19:45Mengasihi Tuhan dulu maka segala sesuatu mendatangkan kebaikan.
19:51Ada gak hasrat kita untuk betul-betul serupa dengan Yesus?
19:55Karena Allah bekerja dalam segala hal mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi.
20:02Kalau orang mengasihi Tuhan, pasti tidak ingin melukai Tuhan.
20:06Sekecil apapun, sehalus apapun, dosa tidak akan dilakukan.
20:15Dan tahukah saudara, kebiasaan untuk tidak berbuat dosa membentuk karakter.
20:24Habituasi atau kebiasaan membuat habitat dalam hidup kita.
20:29Jadi kalau kita berkata datanglah kerajaanmu.
20:33Kita membuat habitat kerajaan Allah di dalam hidup kita.
20:37Dari kebiasaan, dari habituasi, kehidupan yang selalu di dalam kekudusan.
20:47Saya akan suka menggunakan diksi kudus suci ini.
20:53Kekudusan, kesucian.
20:55Supaya menyengat kita saudaraku.
20:58Menyengat diri saya sendiri.
21:01Supaya saya juga tidak sembarangan hidup.
21:09Jadi mendengar suara Tuhan itu.
21:13Bukan membaca Alkitab semata.
21:16Saya mengerti huruf-huruf Alkitab.
21:19Bahkan seperti menari-nari dan bersuara.
21:23Mendengar suara Tuhan itu.
21:25Tuhan itu bukan sekedar mendengar khutbah atau membaca buku rohani.
21:30Tetapi roh kudus yang bicara.
21:36Kenapa roh kudus seperti tidak bicara?
21:39Telingamu lebih banyak mendengar lagu dunia.
21:42Matamu lebih banyak melihat drama Korea.
21:48Kamu sibuk dengan tik-tok.
21:52Kamu buat percakapan-percakapan yang tidak kudus.
21:57Dan fokusmu bukan kepada Tuhan.
22:00Bagaimana Tuhan akan bicara?
22:05Ayo.
22:07Arahkan.
22:09Arahkan.
22:11Arahkan mata hatimu kepada Tuhan.
22:15Buatlah engkau haus.
22:16Buatlah engkau lapar.
22:18Walaupun sekarang belum haus dan lapar.
22:21Biasakan untuk lapar dan haus.
22:24Sama seperti kita dulu tidak suka jenis makanan apa.
22:28Karena sering makan itu.
22:29Jadi suka juga, saudara.
22:31Paksa.
22:32Paksa doa.
22:33Pas paksa baca Alkitab.
22:35Paksa.
22:37Kita mendengarkan khutbah.
22:39Mendapat impartasi seperti saat ini.
22:41Sehingga saudara akan terbawa, saudaraku.
22:44Iya.
22:45Dulu saya tidak sedoyan kepiting.
22:47Sama sekali.
22:48Bau kepiting tidak suka.
22:50Jadi kalau Fuyung Hai ada kepitingnya.
22:53Saya tidak hai-hai.
22:55Tapi pacar saya waktu itu.
22:58Sekarang jadi mamanya Steven dan Stephanie.
23:00Makanannya seafood.
23:02Ya demi keselamatan kita bersama.
23:05Kerukunan kau dan aku.
23:08Ya sudah.
23:09Saya makan deh kepiting.
23:12Kerang.
23:13Kan yang kerang itu.
23:14Saya sulit makan.
23:16Karena waktu kecil halaman rumah saya luas.
23:19Banyak begicotnya.
23:22Begicotnya.
23:23Begicotnya nempel di pohon.
23:25Pisang.
23:26Nempel di dekat kamar mandi.
23:28Dulu kamar mandi kan di luar rumah tuh.
23:31Kamar mandi.
23:32Di belak kamar mandi.
23:33Dekat KWC.
23:34Dekat septi tank.
23:36Itu begicot.
23:38Jadi kalau kita lihat kerang ingat begicot.
23:43Tapi istri saya waktu itu masih pacar.
23:46Dia suka makan kerang.
23:49Kepiting.
23:50Racunan.
23:52Saya mau tidak mau.
23:55Demi keselamatan kita bersama.
23:58Pendekatan yang harus bisa dilakukan.
24:02Sehingga enak-enak.
24:05Akhirnya hari ini saya juga makan kepiting.
24:10Kepiting bisa.
24:12Kerang bisa.
24:13Bisa saudaraku.
24:16Ya bisa.
24:19Witing Trisno jalanan Sokokulino.
24:22Witing Trisno jalanan Sokokulino.
24:27Artinya berlarilah secepat mungkin.
24:32Cinta bersemi karena kebiasaan.
24:45Ini tepuk tangan untuk apa yang terakhir ini?
24:51Kalau saudara berusaha untuk doa.
24:54Dari tidak suka.
24:55Doa.
24:56Baca kitab.
24:57Dengar khutbah.
24:57Dari tidak suka.
24:58Lama-lama saudara akan menyukai.
25:01Ada kehausan.
25:04Dari porsi kecil sampai porsi besar.
25:06Dari pupur sampai bacang.
25:10Amin saudara.
25:12Allah itu hidup.
25:14Allah itu bisa dicicipi.
25:18Dia bukan benda mati atau entitas yang tidak jelas.
25:23Allah hidup.
25:25Ya perhatikan waktu saudara ngantong-ngantong berdoa.
25:30Saya tahu saudara tidak biasa doa.
25:32Harus bangun doa jam 5 pagi.
25:34Saudara.
25:37Ngantong-ngantong berdoa.
25:38Tidak apa-apa.
25:39Lebih baik tidur di kaki Tuhan.
25:41Lebih baik tidur di ranjang.
25:50Dulu mahasiswa saya waktu saya masih di STBI dulu.
25:54Juga doa yang tidur di kursi.
25:56Saya suka.
25:58Tidak saya tempeleng.
26:00Tidak.
26:00Kecuali dia nakal saya tempeleng.
26:03Cuman.
26:04Ayo.
26:06Dia memindahkan tempat tidur.
26:10Kursinya kaleng dia gini.
26:13Kan berlutut.
26:19Saya cuman.
26:20Hai.
26:21Ayo.
26:22Kadang-kadang begitu dicorak gini.
26:24Haleluya.
26:25Gitu.
26:28Iya.
26:28Memang benar.
26:31Yuk gitu ya.
26:32Oh ya bagusnya.
26:34Iya gak apa-apa saya aja juga.
26:37Sudah tahu saya itu sampai punya keseimbangan.
26:39Duduk sambil tidur.
26:41Saking sudah seringnya sambil doa gini.
26:44Jadi punya keseimbangan.
26:46Anak saya main di satu playing ground.
26:50Time zone atau apa.
26:51Waktu itu masih kecil-kecil.
26:52Saya nunggu di depan.
26:53Saya duduk gini.
26:55Tidur.
26:56Dalam keseimbangan yang tinggi.
27:01Keseimbangan yang tinggi.
27:04Eh jemaat datang.
27:05Pak Eras.
27:06Pak Eras.
27:06Iya.
27:09Karena saya doa juga bisa tertidur.
27:12Saudara.
27:13Saking seringnya tertidur dalam doa.
27:15Itu bisa jadi punya keseimbangan.
27:20Haleluya.
27:22Haleluya.
27:27Tapi hari demi hari kita makin merasakan sentuhan Tuhan.
27:31Tuhan tahu.
27:32Saudara sungguh-sungguh mencari dia.
27:35Nanti saudara akan bisa merasakan kehadiran Tuhan.
27:39Lalu kalau saudara sungguh-sungguh mau mendengarkan khutbah.
27:42Tidak mengotori pikiran dengan hal-hal yang tidak perlu.
27:47Tuhan akan bicara.
27:49Waktu membaca Alkitab.
27:50Seperti menari-nari itu huruf.
27:56Ada sesuatu.
27:57Itu suara.
27:58Tuhan.
27:59Jadi orang baca Alkitab secara kognitif.
28:02Mendapat pengetahuan.
28:04Bagus.
28:05Tapi yang sempurna.
28:07Yang Allah kendaki.
28:08Lewat ayat Alkitab.
28:10Tuhan bicara.
28:11Biasanya lalu menghubungkan dengan peristiwa.
28:14Dengan kejadian.
28:15Dengan perasaan saudara.
28:16Amin.
28:17Lewat kejadian hidup.
28:19Kejadian-kejadian akan menjadi bersuara.
28:22Ada nasihat.
28:24Melalui kejadian-kejadian itu.
28:28Bahkan ketika saudara mendengar khutbah saya.
28:30Anda menangkap dalam.
28:33Di telinga.
28:34Nalar Anda menangkap.
28:36Tapi ada suara lain yang bicara.
28:38Itu roh kudus.
28:39Itu remah.
28:41Amin.
28:41Tapi banyak orang tidak mendengar apa-apa.
28:44Hanya mendengar khutbah pendeta.
28:47Membaca Alkitab.
28:48Ya membaca saja.
28:49Tapi tidak mendengar.
28:51Engkau tidak bisa membedakan suara gembala.
28:55Dan bukan gembalamu.
28:57Karena engkau terlalu banyak mendengar suara.
29:01Yang bukan dari Tuhan.
29:03Ayo kita sekarang berubah.
29:06Amin.
29:07Disingkatnya umur hidup kita ini untuk kekekalan.
29:11Saudaraku.
29:12Dan saudara alikrija yang tepat.
29:14Walaupun kita teraniaya hebat hari-hari ini.
29:18Tapi tidak apa-apa.
29:20Saudara punya nurani.
29:21Pendeta yang benar atau tidak.
29:26Amin saudara.
29:31Jadi saudaraku sekalian.
29:34Kita harus benar-benar berambisi.
29:38Untuk mencapai kehidupan dalam kepenuhan Allah ini.
29:43Jadi kalau kalimat dalam kepenuhan Kristus.
29:48Dalam kepenuhan Allah.
29:49Itu kata-kata yang tidak.
29:52Itu bukan kalimat yang.
29:55Iperbola atau lebay.
29:58Itu kalimat Alkitab.
29:59Kudus.
30:01Sempurna.
30:02Itu kalimat standar.
30:05Suci.
30:06Tak bercacat.
30:07Tak bercelah.
30:08Berkenan di hadapan Allah.
30:10Itu kalimat.
30:12Yang mestinya menjadi standar.
30:15Tapi dalam kehancuran dan kerusakan.
30:19Kehidupan manusia.
30:21Juga dunia kekristenan.
30:22Kalimat ini menjadi asing.
30:26Mendengar kata suci.
30:29Rasanya jauh.
30:32Kudus.
30:33Wow.
30:34Jauh.
30:35Padahal kita berkata.
30:37Keluar kamu dari antara mereka.
30:39Dan jangan menjamah apa yang najis.
30:42Maka aku akan menerima kamu.
30:44Sebagai anak-anakku laki-laki.
30:46Dan anak-anakku perempuan.
30:482 Korintus pasal 6.
30:50Ayat 17 dan 18.
30:531 Petrus 1 ayat 16.
30:55Kuduslah kamu sebab aku kudus.
30:58Kok jadi asing.
31:00Tapi saudara saya beritahu ya.
31:03Saya sebagai pendeta saja dulu.
31:05Sebagai dosen.
31:07Kata kudus dan suci.
31:08Itu hanya kita berikan ke Tuhan.
31:12Halo.
31:14Rasanya hanya untuk Tuhan.
31:15Bukan untukku.
31:17Padahal Tuhan berkata.
31:18Kuduslah kamu sebab aku kudus.
31:21Keluar kamu dari antara mereka.
31:23Jangan menjamah apa yang najis.
31:25Maka aku akan menerima kamu.
31:28Hanya orang yang suci hatinya.
31:31Yang mendengar suara Tuhan.
31:33Kalau dalam bahasa Indonesia.
31:36Berbagialah orang yang suci hatinya.
31:38Karena dia akan melihat Allah.
31:41Kata melihat di sini.
31:42Bukan melihat dengan mata.
31:44Tapi hurrao itu melihat dengan hati.
31:48Atau lebih dimaksudkan melihat dengan hati.
31:51Jadi kalau orang makin hari makin suci.
31:55Itu suara Tuhan makin banyak dia dengar.
31:59Dia mampu mendengar.
32:01Sama seperti anak kecil.
32:03Waktu kecil hanya tahunya.
32:05Papa, mama, mama, em, e, e.
32:08Paham?
32:10Begitu remaja mulai lagi.
32:12Begitu anak-anak untuk 7-8 tahun mulai.
32:15Lebih banyak perbendaraan.
32:17Orang tua ngomong apa?
32:20Lebih tahu.
32:21Coba umur 30-40 tahun.
32:23Diajak diskusi.
32:25Pakai bahasa Inggris.
32:26Pakai bahasa apa.
32:27Udah ngerti.
32:28Masalah-masalah perusahaan.
32:30Udah bisa diajak bicara hal-hal yang tinggi.
32:35Nah saudara harus tahu.
32:37Ada orang-orang Kristen.
32:45Bisa mendengar suara Tuhan lebih banyak.
32:49Mendengar suara Tuhan lebih lengkap.
32:53Sampai pada satu kalimat.
32:55Aku tidak menyebut kamu lagi hamba.
32:58Karena hamba tidak tahu apa yang dilakukan Tuhannya.
33:01Tapi menyebut kamu sahabat.
33:03Kamu sudah bisa kewajak bicara hal-hal yang besar.
33:08Menyangkut persoalanku.
33:10Halo?
33:10Anak-anak kalau dulu berdialog dengan orang tua itu persoalan anak-anak.
33:16Mainan, jalan-jalan.
33:20Coklat, gulali.
33:22Tapi begitu anak dewasa.
33:24Orang tua sudah bisa mengajak bicara.
33:28Hal-hal yang besar saudaraku.
33:32Satu lagu G.
33:35Ini lagu saya tujukan untuk Tuhan Yesus.
33:39Tuhan berkenankan aku selalu ada di sampingmu.
33:51Sejak ku hidup di bumi sampai ku iring Tuhan.
34:06Tuhan ku pegang janjiku.
34:14Setia, setia sebagai senantiasa bersama.
34:25Oh Lord.
34:30Selesai akhirnya.
34:34Ku bersedia hidup kudus.
34:37Ku bersedia hidup kudus.
34:42Tak bercelah.
34:44Takkan lagi dalam percintaan dunia.
34:53Ajar ku berpikir seperti dirimu.
35:07Bapak, Ibu, saudara sekalian.
35:10Seperti Yesus dipenuhi firman.
35:12Yang sama dengan dipenuhi Allah.
35:14Menjadi baik Allah.
35:17Yang pertama yang sempurna.
35:19Kita juga dipenuhi Allah.
35:22Kepenuhan Kristus ada pada kita.
35:24Kita menjadi baik suci.
35:26Kita bertumbuh dewasa.
35:28Sampai kita bisa diajak sepenanggungan dengan Tuhan.
35:34Saudara satu hal yang saya takuti hari ini.
35:37Kalau saya punya proyek pelayanan yang bukan rencana Allah.
35:43Saya sangat bisa memanfaatkan situasi ini.
35:46Untuk proyek-proyek tertentu.
35:48Proyek-proyek pelayanan.
35:50Dan saya minta jemaat mendukung.
35:52Yang pada akhirnya untuk kepuasan diri saya.
35:55Asetnya jatuh ke yayasan atau keluarga saya.
35:58Jika itu terjadi terkutuklah saya.
36:02Tapi saya takut itu saya lakukan.
36:05Sebab kalau itu saya lakukan.
36:08Saya tidak membuat saudara-saudara sepenanggungan dengan Tuhan.
36:11Tapi sepenanggungan dengan saya.
36:14Saya harus menemukan rencana Allah apa dalam hidup saya.
36:18Saya harus mencurahkan seluruh tenaga pikiran, waktu, uang, harta, darah, dan nyawa saya di situ.
36:27Lalu saudara saya ajak bersama-sama masuk dalam proyek ini.
36:33Oleh sebab itu saudara juga harus memiliki kedekatan dengan Tuhan.
36:38Untuk bisa mendengar suara Tuhan.
36:41Bisa membedakan ini pendeta benar atau tidak.
36:43Kalau saudara memilihat media sosial atau ada pendeta ngomong.
36:47Anda mesti punya kepekaan model manusia macam apa orang ini.
36:52Dari bahasanya, dari diksi, kata-kata yang dia pilih.
36:56Kita tahu pantas tidak orang ini sebagai hamba Tuhan.
37:02Juga saya saudara boleh nilai.
37:05Tapi saudara harus bertumbuh terus dalam kedewasaan.
37:10Bukan saya memanfaatkan.
37:13Tapi supaya saudara bisa menjadi sahabat-sahabat Tuhan.
37:16Yang bisa menjadi sepenanggungan dengan Tuhan dalam pelayanan.
37:21Yang suatu hari kedatanganmu ke rumah Bapak.
37:27Kepulanganmu ke surga.
37:28Sudara dinantikan malaikat-malaikat.
37:34Saudara disambut.
37:37Karena saudara termasuk perwira tinggi atau pahlawan-pahlawan iman.
37:43Untuk apa saya berkhutbah begini kalau tidak sampai ke tingkat itu?
37:48Kalau nyambut saudara dengar khutbah ya senang jadi orang baik.
37:52Untuk apa?
37:53Saudara harus saya ajak untuk mencapai kesucian yang terus bertumbuh kedewasaan.
38:01Seperti kepenuhan Kristus.
38:03Amin.
38:04Kepenuhan Allah maksud saya.
38:06Dalam kepenuhan Allah seperti Yesus.
38:09Anda bertumbuh dewasa.
38:11Sehingga Tuhan dan sehingga Tuhan menjadikan saudara kawan sekerja Allah.
38:17Bayangkan kalau kita jadi kawan sekerja Tuhan Yesus.
38:21Waduh.
38:23Betapa suksesnya hidup ini.
38:25Amin.
38:27Ya.
38:28Asal saya jangan sampai memanfaatkan saudara.
38:31Saya sangat berdosa dan saya tidak ragu-ragu mengatakan terkutuk.
38:36Dan memang terkutuk.
38:37Kalau saya memanfaatkan saudara untuk sesuatu yang berguna bagi keluarga saya sendiri atau kepentingan saya.
38:44Terkutuk benar-benar.
38:46Sudah khutbah seperti ini Bapak Ibu pasti sudah bisa meraba.
38:50Apa sih arah tujuan dari pelayanan ini.
38:54Tapi Mbok Yoho saudara mau gitu.
38:58Ngerti maksudnya?
38:59Saudara bersedia.
39:01Rubah rutinitasmu.
39:04Ya ayo bacal kitab.
39:06Doa pagi.
39:07Serius mau berubah.
39:09Serius mau berubah.
39:11Untuk mencapai kesempurnaan seperti Yesus.
39:16Kekudusan kesucian seperti Yesus.
39:21Dan tentu hamba-hamba Tuhan harus lebih dulu di depan.
39:27Supaya kalau saudara berkutbah itu hadirat Allah.
39:33Melting.
39:34Mengalir.
39:37Dan saudara tidak akan mudah lupa.
39:43Dengan hoax yang begitu hebat selama ini.
39:46Baru-baru ini maksud saya.
39:48Pasti ada orang-orang yang mulai tidak percaya saya.
39:54Istri saya mendapat SMS.
40:01Dulu Pak Eras tempat saya belajar.
40:04Sekarang harus saya tinggalkan.
40:05Aduh kita tidak bisa jelaskan saudara.
40:08Hanya sedih saja.
40:10Anak saya Stephanie Khutbah dibatalkan.
40:15Ketika ditanya Stephanie sempat berkata.
40:19Tidak apa-apa ditunda saja kalau tidak besok.
40:21Tidak boleh undang kakak Stephanie lagi.
40:23Oh kenapa?
40:25Karena kata gembala saya kakak Stephanie sudah bukan Kristen lagi.
40:30Hah?
40:31Saya bilang, Hah?
40:33Gila.
40:35Aduh.
40:36Karena kata gembala sindang saya kakak Stephanie sudah bukan Kristen lagi.
40:40Wow.
40:43Wow.
40:45Saya lihat kuasa kegelapan luar biasa.
40:48Pernah enggak kamu ke sini?
40:50Dengar enggak?
40:51Aduh.
40:52Benar-benar luar biasa saudaraku.
40:56Kuasa kegelapan ini saudara.
40:58Luar biasa.
41:00Luar biasa.
41:05Maduh luar biasa pokoknya.
41:07Kuasa kegelapan.
41:09Tapi saudara yang bersama saya bisa mengerti bahwa saudara diajak untuk menjadi sempurna.
41:17Kalau saudara belum mengerti doktrin A, doktrin B, kok pusing ya pak?
41:21Pelan-pelan saja.
41:22Nuranimu bisa merasakan.
41:24Dan percayalah bahwa tidak ada motif lain dalam hidup saya kecuali saya menjadi suster saudara.
41:30Yang mengentar saudara makin dewasa.
41:33Sementara saya juga harus makin sempurna.
41:35Saudara hidup yang sesungguhnya itu nanti.
41:44Amin, Bapak Ibu.
41:46Yang belakang juga mari beri tepuk tangan.
41:49Sungguh-sungguh.
41:51Anda tidak akan sia-sia datang ke tempat ini.
41:55Mana ada gereja yang tidak nakihin perpuluhan.
41:58Tidak telponin.
42:00Nah ada.
42:01Tetap Anda diundang untuk memberikan persembahan tetap pekerjaan Tuhan harus didukung oleh saudara.
42:07Tapi enggak.
42:09Enggak ditarik-tarik.
42:13Kami sedang punya proyek di sebuah tempat, mau membeli tempat besar.
42:17Enggak, enggak bilang mari kita bantu.
42:19Enggak.
42:20Tuhan pasti cukupi.
42:21Karena saudara banyak yang susah.
42:27Yang benar-benar ekonominya baik juga enggak banyak.
42:30Jangan saudara menjadi tidak nyaman.
42:33Nah gereja seperti ini pasti saudara bisa rasakan.
42:36Gereja yang tulus membawa kita ke surga.
42:38Amin.
42:40Mari kita bangkit berdiri.
42:43Terima kasih telah menonton.