- 4 minggu yang lalu
Kategori
🛠️
Gaya hidupTranskrip
00:05Sudara-sudaraku sekalian, camkan hal ini, jangan sampai hal ini lewat atau berlalu dari pikiran saudara.
00:25Hanya orang yang bersama-sama dengan Tuhan sejak hidup di bumi akan bersama-sama dengan Tuhan di kekekalan.
00:40Jadi kalau saudara-sudara tidak di dalam kebersamaan dengan Tuhan sejak di bumi ini, jangan berharap saudara akan bersama-sama
00:54dengan Tuhan di kekekalan.
01:01Kehadiran Bapak Ibu di gereja ini bukanlah jaminan bahwa Bapak Ibu telah bersama-sama dengan Tuhan.
01:19Apakah kebersamaan suami istri hanya pada waktu mereka ada di ranjang?
01:27Atau hanya ada di ruang makan?
01:30Tentu kebersamaan itu adalah kebersamaan sepanjang waktu.
01:38Dan kebersamaan itu bukan hanya secara fisik.
01:43Ada di satu tempat bersama.
01:46Tetapi harus sehati, sepikiran, seperasaan, setujuan.
01:56Baru itu namanya fellowship.
02:00Itu baru namanya persekutuan, saudaraku.
02:05Saya khawatir Bapak Ibu masih dalam keadaan terhilang.
02:13Kekristenan yang Bapak Ibu sandang,
02:19itu bukan jaminan bahwa Bapak Ibu telah ada dalam kebersamaan dengan Tuhan, saudaraku.
02:32Mungkin saudara seorang yang rajin ke gereja,
02:36itu pun juga belum indikator bahwa saudara ada dalam kebersamaan dengan Tuhan.
02:46Jangan anggap murahan Tuhan itu.
02:50Atau mungkin saudara seorang aktifis,
02:55saudara mengambil bagian dalam kegiatan gereja,
03:00itu juga belum jaminan saudara ada dalam kebersamaan dengan Tuhan.
03:06Jangan anggap murahan Tuhan.
03:09Mungkin bahkan saudara seorang pendeta,
03:14ada memiliki jabatan sinodah,
03:21saudara memiliki cap rohaniwan,
03:25dan mendapat label hamba Tuhan.
03:29Apakah itu berarti saudara ada dalam kebersamaan dengan Tuhan?
03:34Tidak!
03:36Jangan anggap murahan Tuhan, saudaraku.
03:42Kalau tadi saya memberikan ilustrasi atau analogi sepasang suami istri.
03:51Sangat logis dan saudara saya kira setuju.
03:57Menjadi suami istri ideal,
03:59bukan hanya mereka bisa menikmati kebersamaan di ranjang atau di ruang makan.
04:07Kebersamaan itu adalah kebersamaan
04:12menyangkut bukan hanya fisik,
04:14tapi juga jiwa, batin.
04:18Seia, sekata, sepikiran, seperasaan.
04:23Satu tujuan.
04:25Itu sepasang suami istri, saudaraku.
04:31Apalagi dengan Tuhan
04:33yang standarnya kalau saudara-saudara membaca di dalam Alkitab
04:41luar biasa.
04:47Supaya mereka semua menjadi satu sama seperti engkau,
04:51ya Bapak di dalam aku dan aku di dalam engkau.
04:59Agar mereka juga di dalam kita.
05:04Coba.
05:06Persekutuan Yesus dengan Bapak
05:10menjadi standar persekutuan kita dengan Bapak dan Tuhan Yesus.
05:17Jangan anggap murahan, Tuhan.
05:25Mari kita sadar, Bapak, Ibu.
05:29Kalau kebersamaan kita dengan Tuhan
05:32belum sebagaimana seharusnya.
05:36Dan kita menyadari, kita seperti anak terhilang.
05:44Kita harus kembali datang kepada Bapak dan berkata,
05:49Aku telah berdosa kepada Bapak dan surga.
05:59Orang-orang seperti ini
06:01pasti belum menjadikan Tuhan satu-satunya kenikmatan.
06:06Dan pasti belum merindukan kerajaan surga.
06:10Maka anak bungsu yang terhilang berkata,
06:17Aku telah berdosa kepada Bapak.
06:20Aku merasa di luar rumah aku lebih bahagia.
06:23Aku mengkhianati Bapak.
06:31Aku berdosa kepada surga karena aku merasa bahwa
06:35ada dunia lain yang lebih baik
06:38atau paling tidak sejajar dengan surga.
06:47Saya beberapa kali merenung dan kagum,
06:51Sudaraku.
06:52Di perjanjian lama saja,
06:55sudah ada satu
06:58positioning kehidupan rohani yang luar biasa.
07:02Di Masmur 73,
07:04Pemasmur mengatakan,
07:06Siapa gerangan ada padaku di surga selain engkau?
07:11Selain engkau tidak ada yang kuingini di bumi.
07:15Itu pasti bukan sebuah retorika.
07:23Sebuah pengakuan yang jujur dari hati yang tulus.
07:31Di perjanjian lama,
07:34Sudaraku,
07:37Pemasmur sudah menunjukkan,
07:39Sudaraku,
07:42sebuah persekutuan
07:44yang begitu eksklusif dengan Allah.
07:50Seperti rusak merindukan sungai yang berair.
07:55Demikianlah jiwaku merindukan engkau,
07:59Ya Allah.
08:02Jiwaku haus kepada Allah.
08:07Kepada Allah yang hidup.
08:11Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
08:19Inilah yang tidak ku ingat.
08:21Sementara jiwaku kudaku lana.
08:25Bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia.
08:30Mendahului mereka melangkah ke rumah Allah.
08:34Dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur.
08:41Dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan,
08:45Di situ suka citaku.
08:47Aku datang kepada Tuhan dengan suara sorak dan nyanyian syukur.
08:51Karena, karena, karena, karena, karena.
08:54Di situ suka citaku.
08:57Dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan,
09:00Itu pestaku.
09:04Aku bukan mau berkongkurensi,
09:06Berkompetisi dengan dunia.
09:08Mau menjadi lebih hebat,
09:11Lebih terhormat,
09:13Lebih kaya,
09:14Lebih berkuasa.
09:16Tetapi,
09:17Aku mendahului mereka,
09:20Melangkah ke rumah Allah.
09:25Saya sadar bahwa sebagian saudara sudah diracuni oleh dunia.
09:33Sehingga saudara belum benar-benar haus akan Allah,
09:37Seperti yang dikemukakan pemasmur.
09:40Bagi seekor rusa,
09:42Air itu bukan hobi,
09:43Bukan komplimen saudaraku.
09:48Air itu kehidupan.
09:52Kehidupan.
09:56Kebersamaan dengan Tuhan itu,
09:59Kehidupan.
10:10Jadi kekristenan itu bukan bagian hidup kita.
10:16Kekristenan itu seluruh hidup kita.
10:19Beri kemuliaan saudaraku.
10:23Seluruh hidup kita.
10:26Kita membutuhkan Tuhan lebih dari kita membutuhkan nafas kita.
10:34Lebih dari kita membutuhkan darah yang mengalir di tubuh kita.
10:44Jangan anggap murahan Tuhan.
10:47Jangan menunggu ada persoalan pergumulan hidup kebutuhan-kebutuhan yang menyangkut pemenuhan kebutuhan jasmani.
10:59Baru mencari Tuhan.
11:04Baru mencari Tuhan.
11:05Dia kehidupan kita.
11:08Kita kaya atau miskin.
11:10Kita sehat atau sakit.
11:12Kita terhormat atau tidak.
11:15Kita sukses dalam studi karir atau tidak.
11:17Bukan masalah.
11:20Yang penting kita memiliki Tuhan.
11:24Memiliki Tuhan dalam kebersamaan yang benar.
11:29Dan sebentar saya akan bicara terus.
11:34Jangan saudara merasa saudara sudah memiliki Tuhan.
11:37Karena anda tidak bisa memiliki Tuhan.
11:40Kalau Tuhan tidak bisa memiliki hidupmu.
11:45Tuhan tidak bisa memiliki hidupmu.
11:48Karena kau memiliki banyak kesenangan.
11:50Apalagi kalau saudara masih hidup di dalam dosa.
11:57Jangan remehkan Tuhan.
11:59Dan satu kalimat yang harus saudara ukir di hatimu.
12:03Dengar ini baik-baik.
12:05Jangan lawan Tuhan.
12:08Jangan lawan Tuhan.
12:11Jangan menunggu ada persoalan baru saudara.
12:15Meratap mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh.
12:19Engkau hanya mau mengeksploitasi Tuhan.
12:23Memanfaatkan Tuhan.
12:24Engkau bisa oportunis di mata manusia.
12:28Dan itu tidak etis.
12:29Apalagi kalau engkau oportunis di hadapan Tuhan.
12:32Celaka kamu.
12:34Engkau pikir Tuhan kacong kampret.
12:36Yang bisa menjadi budak, hamba.
12:38Dan engkau menjadi majikan.
12:40Jangan main-main.
12:42Jangan mencari Tuhan hanya pada waktu engkau membutuhkan dia.
12:47Engkau harus berani mengerti.
12:49Berani memahami.
12:51Berani mengayati.
12:52Berani mengenakan.
12:53Dia lebih dari nafas hidup kita.
12:57Dia lebih dari darah yang mengalir di tubuh kita.
13:02I can't do live without you, Lord.
13:08Jangan sombong, saudara ku.
13:17Jangan sombong, saudara ku.
13:20Sudara harus meratap.
13:26Minta pencerahan roh kudus.
13:30Apakah kebersamaanmu dengan Tuhan sudah memuaskan hatinya.
13:38Kalau engkau tidak bersama dengan Tuhan sejak di bumi.
13:42Engkau tidak akan pernah bersama dengan Tuhan di kekekalan.
13:46Tidak ada dadakan bisa bersama dengan Tuhan.
13:51Di bumi engkau punya hubungan dengan Tuhan tidak harmoni.
13:55Atau mungkin pakai bahasa populer pas-pasan.
13:58Lalu engkau mau ada di hadirat Tuhan.
14:01Tidak bisa.
14:03Engkau harus berani tidak punya dunia kecuali Tuhan.
14:08You are the only world I have, Lord.
14:11You are the only world I have.
14:14You are the reason I live.
14:17The only reason I live.
14:20Satu-satunya alasan aku hidup.
14:24Tuhan.
14:26Lebih baik aku tidak pernah jadi manusia kalau aku tidak pernah bertemu dan berjalan dengan Tuhan.
14:33Ngerti?
14:38Setelah datang ke sini bukan sekedar mau berliturgi.
14:43Jangan kau pandang Tuhan seperti Dewa Dewi.
14:46Banyak agama-agama suku dan agama-agama murba.
14:50Dia adalah Allah pencipta langit dan bumi.
14:53Yang membuat kita ada.
14:55Menciptakan kita.
14:56Bahkan menebus dosa kita.
14:59Dia tidak membutuhkan sebenarnya seremonial ritual kebaktian semacam ini.
15:05Sebab yang dibutuhkan adalah kebersamaan dengan Tuhan setiap saat.
15:14Standar kebersamaan dengan Tuhan itulah yang harus kita tahu.
15:20Setan berusaha menarik saudara.
15:24Supaya saudara tidak ada dalam posisi yang benar.
15:28Di hadapan Allah.
15:30Dan setan penipu.
15:32Dia adalah penipu.
15:35Dia membuat engkau tenang, sejahtera, damai semu.
15:39Seakan-akan saudara sudah benar.
15:41Dan memiliki tempat di hadapan Allah.
15:44Dan telah ada dalam kebersamaan dengan Tuhan.
15:47Padahal no.
15:48Belum. Tidak.
15:52Kiranya roh kudus membuka pikiranmu.
15:55Engkau mengerti.
15:56Dan engkau merendah hati.
15:57Engkau mau bertobat.
15:59Demi nama Tuhan Yesus.
16:01Berilah dirimu untuk diperdamaikan dengan Allah.
16:05Itu bukan hanya secara sistematis, teologis.
16:09Ketika orang berbicara mengenai keselamatan, soteologi.
16:14Lalu membuat rumusan, membuat definisi dan format teologi.
16:18Yesus mati mengantikan kita.
16:20Membenarkan kita.
16:22Lalu amin.
16:22Lalu sudah merasa dibenarkan.
16:24Dan sudah diperdamaikan.
16:26Saya setuju.
16:27Secara de jure.
16:28Engkau telah diperdamaikan.
16:30Karena Yesus mati di kayu salib.
16:32Membuka akses.
16:33Kita datang kepada Bapak.
16:34Tetapi secara de facto belum tentu.
16:40Suami istri secara de jure suami istri loh.
16:43Tapi secara de facto belum tentu.
16:46Nah kalau suami kemen punya perempuan lain.
16:48Dia selingkuh.
16:50Apakah dia adalah suaminya?
16:53Secara de facto tidak.
16:55Dan pengkhianat seperti ini tidak akan masuk surga.
16:57Ngerti gak?
16:58Jadi anak setan.
17:02Tidak ada suami yang selingkuh jadi anak Tuhan.
17:05Anak setan.
17:07Sebaliknya begitu.
17:08Kalau ada perempuan selingkuh.
17:10Engkau tidak mencintai suamimu.
17:12Sebagaimana mestinya engkau juga anak setan.
17:15Padahal engkau mestinya anak Tuhan.
17:17Secara de jure engkau anak Allah.
17:19Karena engkau telah ditebus.
17:20Dengan harga yang lunas dibayar.
17:22Tapi secara de facto engkau menyerahkan tubuhmu untuk dosa.
17:25Yang masih peri ke tempat pelacuran.
17:27Yang pikirannya masih cabul dan jorok.
17:31Engkau terpisah dari Allah.
17:33Tubuhmu boleh ada duduk di sini.
17:35Tapi kalau engkau hari-harimu terikat dengan keindahan dunia.
17:40Engkau bukan anak Allah yang ideal.
17:43Engkau mungkin tidak berjina, tidak mencuri, tidak membunuh.
17:46Tapi hatimu tidak melekat sepenuhnya kepada Allah.
17:52Di dalam 1 Kurintus 6.
17:55Ayat 19 sampai 20 jelas dikatakan.
17:58Kamu telah dibeli dengan harga yang lunas dibayar.
18:02Dan many times I mention it.
18:04That you are not your own.
18:06Kau bukan milik kamu sendiri.
18:09Dan tahu gak saudara di 1 Kurus 6 itu ayat 17.
18:12Alkitab mengatakan barang siapa mengikatkan diri dengan Allah.
18:17Menjadi satu roh dengan dia.
18:19Luar biasa loh.
18:21Bagaimana Allah membuka tangan.
18:23Untuk bisa satu roh dengan kita loh.
18:27Seperti ayat yang tadi saya baca dalam.
18:31Yohanes pasal 17 ya 20-21.
18:34Engkau dalam aku ya Bapak.
18:37Aku dalam engkau.
18:38Dan mereka dalam kita.
18:41Wow.
18:42Wow.
18:45Lalu setan mengelus-elus orang dan berkata kepada orang Kristen.
18:51Kamu sudah menjadi anak Allah.
18:53Kamu sudah ke gereja.
18:55Kamu memuji-muji Tuhan.
18:56Tuhan bertahadar semuji-pujian kamu.
19:00Kamu yakin aja masuk surga.
19:02Harus yakin masuk surga.
19:04Jangan ragu-ragu.
19:07Dia pikir dengan keyakinan itu masuk surga.
19:10Mestinya keyakinan dibangun dari pengalaman hidup.
19:14Perjalanan hidup bersama dengan Tuhan.
19:16Bukan dibangun dari pengertian-pengertian teologi.
19:21Dari dulu saya sering mendengar orang berkata.
19:24Saya yakin Pak masuk surga.
19:26Apa alasan kamu yakin?
19:28Yakin.
19:30Mestinya apa alasan kamu yakin?
19:33Dimulai dari keyakinan.
19:35Betul.
19:35Lalu bertumbuh dalam pengalaman.
19:38Kenapa kau yakin?
19:39Karena aku tahu.
19:43Dan aku tahu.
19:45Aku sudah memenuhi apa yang Tuhan kehendaki.
19:49Sama seperti seorang sesua yang ditanya.
19:51Yakin kamu lulus nak?
19:53Yakin om.
19:54Apa dasarnya kamu yakin?
19:58Yakin saja om.
20:01Tapi murid yang baik, yang benar ditanya.
20:04Kamu yakin lulus?
20:06Yakin om.
20:07Apa dasar kamu yakin?
20:09Tiap hari saya belajar.
20:10Semua bang soal sudah saya pelajari om.
20:14Saya yakin.
20:15Karena saya tahu.
20:16Saya pasti lulus.
20:19Nah kalau saudara di jalan, diserempet orang, masih buang, masih keluarkan kepala teriak.
20:25Dasar lu teriak-teriak.
20:28Yakin mas surga?
20:30Halo?
20:33Kalau saudara sakit hati, lalu ada menyimpan kebencian, lalu mengharapkan orang yang menyakitimu akan celaka.
20:41Anda yakin masuk surga?
20:44Apa dasarmu yakin?
20:47Kalau di perusahaan kau masih mencuri uang perusahaan.
20:50Kau yakin masuk surga?
20:53Kalau masih ada celah dan noda dalam dirimu, engkau yakin masuk surga?
20:59Kau pikir surga itu tempat sampah?
21:03Hai.
21:05Makanya kita belajar tidak ada dosa sekecil apapun, sehalus apapun.
21:12Tidak ada dosa di dalam diri kita yang membuat Tuhan bukan saja terluka, tidak nyaman pun jangan.
21:21Bukan dosa-dosa besar, hal-hal kecil, hal-hal sederhana.
21:26Kalau hal itu membuat Tuhan tidak nyaman, kita tidak lakukan.
21:31Tontonan film gadget, apapun yang tersaji di gadget kita itu,
21:36kalau itu tidak patut kita lihat karena Tuhan tidak suka ikut melihatnya.
21:40Jangan dilihat.
21:42Aku mau menikmati.
21:44Tapi kau bersama Tuhan.
21:46Tuhan berkata, aku menyertai kamu.
21:49Rauh kudus dimeteraikan di dalam diri kita.
21:58Sembarangan bicara kepada bawahan.
22:01Sekalipun itu asisten rumah tangga atau sopir atau bawahan yang lain.
22:06Hati-hati saudaraku.
22:08Ada Allah yang hidup.
22:10Jangan melukai orang.
22:17Kebersamaan yang Tuhan kehendaki itu, saudaraku.
22:22Standartnya adalah Yesus bersama Bapak.
22:26Wow, tidak mungkin Pak.
22:30Anda baca tadi.
22:33Amin?
22:34Kok tidak ada yang amin?
22:36Atau sedikit?
22:37Halo, ada orang di sini?
22:40Amin.
22:41Aminnya tidak terpaksa ini.
22:43Amin?
22:45Standart kebersamaan dengan Bapak itu.
22:48Standart Yesus dan Bapak.
22:51Loh, saya bicara begini juga.
22:53Gentar, saudara.
22:56Tergetar jiwa saya.
22:58Apakah saya sudah masuk di ruangan itu?
23:10Baru-baru ini ada satu lagu yang sering saya nyanyikan.
23:14Dan itu lagu memang terinspirasi dari kerinduan hati dan pergumulan hidup.
23:21Bawalah aku Bapak.
23:24Ada di hadiratmu.
23:26Ada di hadiratmu.
23:34Berjalan bersama denganmu Bapak.
23:42Denganmu Bapak.
23:45Setiap waktu.
23:49Setiap waktu.
23:53Tuhan.
23:58Dimanapun ku berada, ku tetap tinggal di hadiratmu.
24:04Ku tetap tinggal di hadiratmu.
24:07Nyanyikan, nyanyikan di hadiratmu.
24:11Di hadiratmu.
24:13Bawalah aku Bapak.
24:23Sebelum terlambat.
24:27Sebelum waktu yang Tuhan sediakan untuk hidupmu usai.
24:34Berjalan bersama denganmu.
24:37Tolong aku Tuhan untuk menemukan engkau dan berjalan bersamamu.
24:49Setiap waktu.
24:51Setiap waktu.
24:57Di manapun ku berada, ku tetap tinggal di hadiratmu.
25:08Betapa sayang Tuhan kepada saudara.
25:13Di hadiratmu.
25:15Di hadiratmu Bapak.
25:17Naikkan permohonan dengan tudus.
25:19Di hadiratmu Bapak.
25:27Di hadiratmu Bapak.
25:32Syuhamalai syuhidos.
25:36Alam semu.
25:40Tuhan.
25:42Ala Israel.
25:45Elohim Yahweh Bapak kami.
25:53Jangan tinggalkan aku Tuhan.
25:57Beri kesempatan aku.
25:59Selagi aku masih hidup.
26:03Dan ada kesempatan untuk berobat, berubah, bertobat, dan dibahalui.
26:10Di hadiratmu.
26:14Setiap.
26:15Di hadiratmu biar musik saja.
26:18Kiranya Tuhan memberkati kamu anakku.
26:35Biar kau menjadi penganjur-penganjur orang-orang muda lain.
26:39Untuk mencari Tuhan dan kerajaannya.
26:47Orang-orang tua biar kau menjadi inspirasi anak-anakmu.
26:53Untuk mencari Tuhan.
26:55Tuhan.
26:57Engkau wariskan kerinduan dan kau sanakan Allah ini.
27:05Tuhan.
27:07Sebelum engkau kehilangan kesempatan.
27:10Kiranya Tuhan memberkati kau.
27:12Tuhan.
27:14Menambahkan hikmat.
27:16Dan takut akan Allah.
27:20Sekarang berdoa.
27:32Jangan remehkan Tuhan.
27:37Jangan remehkan Tuhan.
27:40Dan lebih tegas lagi untuk saudara yang main-main.
27:44Jangan lawan Tuhan.
27:46Tuhan.
27:50Jangan main-main.
27:55Jangan kurang serius.
27:59Dia menjadi satu-satunya dunia kita.
28:07Tuhan memberkati saudara.
28:11Sudara berdoa.
28:14Kiranya Allah memperbarui hidupmu.
28:18Mari katakan dihadiratmu.
28:22Diberkatilah saudara yang mengasihkan.
28:30dihadiratmu Bapak.
28:38Dihadiratmu Bapak.
28:44Dalam kekudusan.
28:51Kemuliaanmu.
28:52Kemuliaanmu.
28:59Berkenankanku Bapak.
29:10Selalu dihadiratmu.
29:13Selalu dihadiratmu.
29:15Selalu dihadiratmu.
29:17Dihadiratmu.
29:20Setiap waktu.
29:25Kebersamaan dengan Tuhan itu.
29:28Kebersamaan yang tidak boleh berhenti.
29:33Jadi tidak ada wilayah blank spot.
29:38Harus nyambung terus dengan Tuhan.
29:44Harus ngeblend terus.
29:54Sebenarnya tahun 1900 sekian.
29:56Saya sudah disadarkan Tuhan.
29:58Untuk memiliki kehidupan seperti ini.
30:01Mengapa suasana di ruang doa.
30:04Beda dengan suasana di luar ruang doa.
30:07Maka saya tulis satu lagu.
30:12Tetapi ternyata saya masih belum bertobat dengan benar.
30:16Karena main kontrol saya lebih kuat dari suara roh yang mestinya saya dengar.
30:27Kenapa suasana ruang doa dengan suasana di luar ruang doa beda.
30:32Tuhan sudah mengajar saya waktu itu.
30:35Tapi saya mengandalkan pikiran, doktrin, teologi, popularitas yang sudah mulai saya miliki.
30:45Label manusia, cap-cap manusia.
30:48Menipu, menenggelamkan kita.
30:51Menenggelamkan saya waktu itu maksud saya.
30:56Puas dengan sebutan pendeta, hamba Tuhan, orang yang dipakai Tuhan, saudara.
31:05Saya tulis lagu.
31:07Selalu ada di hadiranku, ditempati.
31:36Selalu ada di hadiranku, selalu ada di hadiranku.
31:47Selalu ada di hadiranku, selalu ada di hadiranku.
32:09Kesenangan-kesenangan dunia masih memiliki tempat di hati saya, saudaraku.
32:22Ada ruangan-ruangan hati saya yang diisi hobi-hobi, kebanggaan-kebanggaan, kepuasan-kepuasan yang tidak rohani.
32:36Daging ini juga masih dipuaskan.
32:44Bersyukur kemudian, saudaraku, di tahun-tahun belakangan ini Tuhan memproses hebat.
32:56Sampai akhirnya mengerti bahwa standar bersama dengan Tuhan adalah persekutuan yang tiada henti, yang ngeblend terus.
33:17Kita stimulasi, kita rangsang lewat doa, jam-jam doa kita.
33:24Lalu kita bawa suasana itu keluar dari ruang doa.
33:28Sementara kita melakukan berbagai pekerjaan, saudaraku.
33:34Kita tetap ada dalam kebersamaan dengan Tuhan, saudara.
33:46Saya bertanya Tuhan, mengapa aku sering seperti kehilangan Engkau tidak menyatu.
33:57Jawaban Tuhan adalah, ini bukan padaku, bukan masalahku, ini masalahmu.
34:05Kamu yang keluar dari hadiratku.
34:12Semalam saya mengarang lagu bersama Stefani, anak saya.
34:17Saya tidur jam 1 kurang seperempat.
34:21Anak saya keluar dari ruang saya, ruang kamar saya sekitar jam 12 kurang seperempat atau setengah 12.
34:29Karena mamanya atau istri saya ada pelayanan di Bandung sejak Sabtu pagi, saudaraku.
34:39Kalimatnya begini, sudah jadi lagunya.
34:42Tenggelamkanku Bapak di dalam hadiratmu.
34:46Dimanapun ku berada setiap waktu, ku akhiri jalanku di dalam hadiratmu.
34:53Perhentian yang sempurna hadiratmu Bapak.
34:57Lagu ini sudah kita nyanyikan di doa pagi tadi.
35:02Tak ku berpaling dari hadiratmu, tetap tinggal dalammu.
35:07Kini selamanya di hadiratmu.
35:09Tuhan ajarku, naik kalimat bagus.
35:13Tuhan ajarku jaga hadiratmu di dalam kekudusan.
35:18Kini selamanya di hadiratmu.
35:23Kita bisa selalu ada di hadirat Tuhan, saudara.
35:27Karena memang roh kudus dimetrekan di dalam diri kita.
35:31Dan Tuhan berjanji menyertai kita.
35:35Kita harus belajar dan berjuang untuk menghidupkan Tuhan di dalam hidup kita.
35:43Ini bukan berarti Tuhan sudah mati.
35:46Allah hidup dari kekal sampai kekal tidak berubah.
35:52Tetapi bagaimana kita bisa menyatakan kehidupan Tuhan di dalam hidup kita.
35:58Bagaimana kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan kebersamaan dengan Tuhan setiap saat.
36:12Kalimat yang saya miliki tidak cukup menjelaskan hal ini.
36:18Sehebat apapun saya, saudaraku.
36:21Karena ini bukan hanya menyangkut kalimat penjelasan verbal.
36:26Ini juga menyangkut penghayatan hidup.
36:30Juga menyangkut kerinduan kita untuk benar-benar bersama dengan Tuhan.
36:42Ku akhiri jalan hidupku.
36:46Ada di hadiratmu.
36:57Seakan-akan hidup kita sudah selesai.
37:02Ketika Paulus mengatakan bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
37:08Secara implisit ada pesan di situ bahwa sudah selesai.
37:13Bagi ku hidup adalah Kristus.
37:15Hidup bukan hidupku sendiri.
37:21Coba nyanyikan lagu nak.
37:24Yang waktu ini bukan waktuku gimana?
37:30Yang dinyanyikan di visuda.
37:33Yang ditulis oleh Stephanie gimana?
37:37Ayo musik.
37:45Setiap hari adalah harimu.
37:48Setiap waktuku adalah waktuku.
37:54Coba terus.
37:56Tidak ada tempat bagiku.
38:04Karena engkau penuhi ruang hidupku.
38:09Sebentar.
38:11Coba.
38:12Karena engkau penuhi ruang hidupku.
38:15Tidak ada bagian lain.
38:23Ini hasil orang depresi, saudara.
38:28Hanya tiga setengah bulan.
38:31Saya bukan sedang meninggikan anak saya.
38:33Ini kebetulan memang begini.
38:37Ketika anakku depresi, aku bilang Tuhan, celaka ini, malang ini.
38:42Habis.
38:43Ternyata tidak.
38:45Ini menjadi jalan.
38:47Oke.
38:52Jalan Tuhan memperbarui hidupnya.
38:55Sekarang dia diundang sana sini mengenai bagaimana mengatasi depresi dan dia juga punya pasien.
39:02Kalau dia tidak pernah depresi, dia tidak bisa menghayati bagaimana orang depresi itu.
39:08Dia pesan, Papa jangan malu ya.
39:11Beritahu cumaat bahwa saya depresi.
39:15Apakah sebagai seorang idealis seperti saya tidak malu?
39:19Malu, saudaraku.
39:22Tapi ini adalah fakta hidup.
39:25Ini fakta hidup.
39:29Makanya kamu yang muda-muda nih, nak.
39:32Jadi penganjur kebenaran.
39:34Amin.
39:35Banyak anak-anak muda terhilang, nak.
39:39Acara-acara warrior di sini, hadirlah, nak.
39:43Coba nyanyikan yuk, ayo.
39:52Nyanyikan, nak.
39:54Ini mahasiswa SDT KUM ini.
39:57Yang tidak melebih-lebihkan.
39:59Saya terharu.
40:01Sampai anak saya kita nangis.
40:02Lihat anak-anak kita melayani KKR ke semua nilai dan mencucut.
40:07Begitu penuh pengabdian.
40:13Dan mujizat-mujizat terjadi di tempat.
40:17Nyanyikan terus, nah.
40:20Terharu lihat anak-anak dorong orang pakai kursi roda.
40:25Memberikan encourage untuk beriman.
40:28Om, percaya om, sembuh om.
40:30Waduh.
40:31Yakin bu.
40:33Waduh.
40:36Tidak sia-sia.
40:39Ada di sini beberapa bulan dan tahun.
40:43Anak-anak muda kamu bangkit ya.
40:46Kamu harus menjadi penganjur.
40:50Nyanyikan terus.
40:55Kita bukan milik kita sendiri.
41:07Dia yang memiliki hidup kita.
41:23Kiranya Tuhan membuka hatimu untuk bertobat.
41:28Jangan main-main dengan hidup ini.
41:31Karena kekekalan itu dah siap.
41:35Ikat janji.
41:36Menyanyikmu saja.
41:41Walau sungai.
41:45Amin.
41:46Walau pernah.
41:52Tetaplah kau yang kuat.
41:55Nyanyikan referennya.
41:58Jangan main-main dengan hidup ini.
42:01Jangan tidak sama-nya.
42:05Tidak ada tujuan lain.
42:08Pelayanan ini hanya memindahkan saudara.
42:12Dari dunia akan menjadi lautan api.
42:15Ke langit baru.
42:16Bumi baru.
42:19Bukan tempat untuk mencari uang atau bisnis.
42:25Tetapi tempat di mana kebenaran disampaikan.
42:29Dan saudara diubahkan Tuhan.
42:33Selama saudara memiliki hati.
42:35Yang mau bertobat dan berubah.
42:39Yang mau bertobat dan berubah.
43:02Tidak ada tempat blank spot.
43:06Tidak ada saat di mana kita tidak nge-blend dengan Tuhan.
43:11Kita selalu nge-blend dengan Tuhan.
43:17Coba saudara berdoa.
43:21Supaya Tuhan memberikan saudara pencerahan.
43:23Karena kalimat sehebat apapun yang dapat saya susun.
43:28Narasi sehebat apapun yang saya buat.
43:31Tidak bisa menjelaskan hal ini.
43:33Karena terkait kerinduan.
43:35Terkait dengan kehausan jiwa.
43:37Terkait dengan cita rasa jiwa saudara.
43:41Bagaimana kita selalu bersama dengan Tuhan setiap saat.
43:47Maka kalau kita serius akan hal ini.
43:51Kita tidak akan menyentuh dosa.
43:54Kalau kita berdosa sekecil apapun kesalahan itu.
43:58Kita akui, kita bereskan saudara.
44:01Kita tidak terikat dengan kesenangan-kesenangan dunia saudaraku.
44:10Kita akan bisa menikmati kehadiran Tuhan dalam segala keadaan.
44:17Luar biasa saudaraku.
44:19Dia menyertai kita.
44:22Sebagaimana dua orang yang bercinta.
44:27Masing-masing mau dinikmati dan menikmati.
44:33Demikian pula kita dengan Tuhan.
44:36Benar.
44:38Dia ingin kita nikmati.
44:40Dan dia mau menikmati kita.
44:46Ferman Tuhan juga mengatakan bahwa kita itu mempelai Kristus.
44:52Dan ketika Paulus menjelaskan mengenai hubungan suami istri.
44:56Maka laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya.
44:59Dan bersatu dengan istrinya.
45:01Lalu kalimat berikutnya.
45:04Rahasia ini besar.
45:06Tapi yang ku maksud adalah hubungan jemaat dengan Kristus.
45:12Begitu eksklusifnya hubungan itu.
45:16Tidak ada gambaran, analogi, ilustrasi apapun.
45:20Yang bisa menggambarkannya.
45:23Kecuali hubungan suami istri.
45:27Begitu eksklusifnya.
45:30Bapak Ibu percayalah kalau Bapak Ibu membangun persekutuan yang ideal dengan Allah.
45:36Dengan Tuhan.
45:37Persoalan besar menjadi ringan.
45:41Sudara akan menjadi kuat dan kokoh.
45:46Menghadapi hari esok yang tidak jelas.
45:50Menghadapi persoalan-persoalan berat yang saudara alami hari ini.
45:56Dan percayalah Tuhan akan menyelesaikannya.
45:59Dan saudara bisa melayani Tuhan tanpa gangguan.