- 2 hari yang lalu
Kategori
🛠️
Gaya hidupTranskrip
00:01Bapak Ibu, Saudaraku sekalian,
00:10mestinya Bapak Ibu mendengarkan khutbah yang saya sampaikan tadi pagi jam 11,
00:17pagi menjelang siang,
00:21Bapak Ibu akan membuat lengkap dan bingkai kebenaran ini, frame ini menjadi utuh.
00:34Tetapi kalau tadi pagi Bapak Ibu tidak mendengar khutbah saya,
00:40apa yang saya kemukakan ini pun cukup akan dapat membuka wawasan Bapak Ibu mengenai,
00:49percaya.
00:52Percaya kepada Yesus.
00:57Banyak orang tidak mengerti,
01:04sehingga mereka sebenarnya belum percaya kepada Yesus.
01:10Karena belum percaya kepada Yesus,
01:13maka sebenarnya mereka belum mengalami dan memiliki keselamatan.
01:21Tetapi malangnya,
01:23pada umumnya mereka merasa telah percaya.
01:31Merasa sudah menjadi anak-anak Allah,
01:34karena sudah memiliki keselamatan.
01:39Saudara,
01:42harga percaya itu Tuhan yang menaruh,
01:49bukan kita.
01:52Saya kemukakan tadi pagi,
01:55saudara berkata kepada Tuhan,
01:57Tuhan aku percaya padamu.
02:00Pernahkah saudara pikirkan Tuhan menjawab,
02:04aku tidak merasa kamu percaya kepadaku.
02:09Mungkin saudara berkata,
02:12sungguh Tuhan aku percaya.
02:15Tuhan menjawab,
02:17aku tidak merasa kamu percaya kepadaku.
02:22Karena percaya yang kau miliki itu,
02:24belumlah percaya yang memadai,
02:28sesuai dengan nilai yang Tuhan taruh.
02:33Padahal percaya ini inti dari keselamatan,
02:38saudaraku.
02:39Jadi kita tidak boleh salah memahami percaya.
02:46Mengapa orang salah memahami percaya?
02:49Karena salah memahami pengertian keselamatan.
02:56Saya telah menjelaskan bahwa keselamatan itu
03:00memiliki unsur-unsur yang pertama,
03:03tindakan dari Allah.
03:06Allah yang mengutus putera tunggalnya,
03:09menepus dosa kita,
03:11dan dari penepusan itu kita dibenarkan.
03:15Kita dianggap benar walau belum benar.
03:22Kemudian Bapak memberikan kita metrairoh kudus
03:25yang maksudnya agar kita dibawa kepada seluruh kebenaran.
03:32Yang kedua, unsur keselamatan itu
03:35proses yang bertahap.
03:38Jadi tidak instant,
03:40tidak sekejap,
03:42tidak seperti satu titik,
03:44tapi seperti garis panjang, linier.
03:48proses yang bertahap,
03:51saudaraku.
03:54Yang ketiga, saudaraku,
03:57ini yang terkait dengan apa yang saya kemukakan baru saja,
04:00saudara,
04:01bahwa
04:03keselamatan itu
04:07inisiatif Allah,
04:09ingat yang pertama,
04:10supaya kita tidak menjadi sombong,
04:12kalau kita menjadi orang saleh,
04:14orang suci,
04:15kita tetap berkata I am nothing,
04:17karena semua berangkat dari anugerah.
04:21Yang kedua,
04:22proses bertahap.
04:23Yang ketiga,
04:24respon yang memadai dari kita.
04:30Ya saudaraku,
04:32Saudara bisa ikuti
04:35khutbah saya tadi pagi,
04:38panjang lebar dan
04:40pasti itu akan memberkati saudara.
04:45Ya, memberkati saudara.
04:47Dan saudara yang sudah mendengar tadi pagi
04:50juga bisa mengulang.
04:53Bisa mengulang.
04:55Sampai kebenaran itu menjadi milik saudara.
04:58Dan berpikirlah seakan-akan
05:00saudara akan menjelaskan lagi
05:02kepada orang lain.
05:05Ingat,
05:06belajar yang efektif itu mengajar.
05:10Jadi ketika,
05:12kalau saya sebagai dosen
05:13mau mengajar,
05:14saya persiapan,
05:15saya melihat referensi buku,
05:17karena ini akan saya ajarkan ke orang,
05:20harus saya kuasai.
05:22Saudara mendengar khutbah,
05:24harus memahami,
05:26karena saudara mau menjadi
05:27pelaku firman itu.
05:31dan saudara juga akan
05:33mengajarkannya atau
05:34membagikannya kepada orang,
05:36tentu dengan bahasa saudara masing-masing,
05:40dan varian manusia.
05:42Bisa kepada anak,
05:43bisa kepada orang tua,
05:45pasangan hidup,
05:46teman,
05:46dan lain sebagainya.
05:49Dengan saudara memahami,
05:51karena saudara mau menjadi pelakunya,
05:53dan saudara berpikir akan
05:54menjelaskan itu kepada orang lain,
05:57saudara memiliki kebenaran.
06:01Dan kebenaran yang saudara miliki itu,
06:05akan membuat stretching,
06:07goresan yang dalam,
06:09sampai Anda tidak akan pernah lupa.
06:13maka saya juga mempersiapkan khutbah ini dengan baik,
06:17tentu dengan doa yang pertama,
06:19apa yang harus saya khutbahkan Tuhan.
06:21Yang kedua,
06:22saya susun,
06:23walaupun tidak semua saya baca,
06:25saudaraku,
06:27supaya saudara tidak menjadi korban
06:29pikiran mendadak saya
06:30waktu saya dimimbar.
06:34dan ini pasti akan memberkati saudara.
06:40Saudaraku sekalian,
06:43khutbah saya hari ini itu lanjutan dari khutbah saya minggu lalu.
06:48Minggu lalu saya berbicara mengenai percaya.
06:51Percaya memiliki tiga dimensi,
06:55atau tiga aspek.
06:56Yang pertama,
06:57percaya terkait dengan pengakuan terhadap keberadaan Allah.
07:02Yang kedua,
07:03percaya terkait dengan pengenalan akan Allah.
07:07Bagaimana Allah itu,
07:09supaya kita bisa menempatkan diri kita benar di hadapannya,
07:13dan menempatkan dia secara patut dan layak.
07:16Yang ketiga,
07:18percaya terkait dengan keselamatan.
07:21Dan ini yang saya jelaskan sejak tadi pagi,
07:24yang tadi summary-nya secara ringkas sekali sudah saya kemukakan.
07:31Harus saya tegaskan bahwa percaya kepada Tuhan Yesus itu bukan hanya menyangkut aktivitas pikiran.
07:38Biasanya meyakini bahwa Yesus anak Allah datang ke dunia,
07:42mati di kayu salib,
07:44menembus dosa kita.
07:45That's it.
07:46Itu percaya secara historis.
07:52Percaya historis.
07:55Itu juga sama dengan menerima status.
08:01Status Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
08:06Percaya dari kata Pistewo artinya kita menyerahkan diri kepada obyek yang kita percayai.
08:14Pistewo.
08:15Menyerahkan diri kepada obyek tertentu atau seseorang yang dipercayai.
08:21Kalau kita percaya kepada Tuhan Yesus berarti kita menyerahkan diri.
08:27Bukan hanya meyakini historinya.
08:34Itu iman historis itu tidak menyelamatkan.
08:39Atau sekedar mengakui statusnya.
08:42Ini rata-rata orang Kristen kalau sudah merasa mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat masuk surga.
08:52Kalau saya boleh mengucapkan kalimat dan saya harus hati-hati.
08:55Tetapi saya meyakini ini benar.
08:59Tuhan tidak butuh pengakuan itu.
09:02Pengakuan status itu.
09:04Buktinya apa?
09:05Di Matius pasal 7 ayat 21 sampai 23 Tuhan berkata.
09:12Untuk apa atau mengapa kamu mau memanggil aku Tuhan, Tuhan.
09:16Tapi kamu tidak melakukan kehendak Bapak.
09:20Ini sama dengan penjelasan saya pada waktu minggu lalu.
09:25Mempercayai Allah itu ada.
09:27Untuk apa?
09:30Allah tidak membutuhkan hanya diyakini dia ada, dia esah.
09:36Tambahan esah itu sebenarnya menunjukkan agama samawi yang meyakini bahwa
09:44Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah dia.
09:48Kalau dalam konteks Kristen dan Yahudi,
09:50kenal Yahweh itu pencipta langit dan bumi.
09:54Tahu dia ada, tapi itu tidak dibutuhkan.
09:59Itu seperti tubuh tanpa roh.
10:01Mati, saudaraku.
10:06Iman itu bukan hanya menyangkut keyakinan tentang keberadaan Allah,
10:11tetapi juga relasi atau hubungan antara subyek kita yang percaya dan Allah,
10:18obyek yang kita percayai.
10:21Setan juga percaya gemetar,
10:23tetapi relasinya sebagai oposan musuh.
10:28Tetapi kita
10:33Submit tunduk seperti Abraham,
10:36suruh apapun dia lakukan.
10:38Mempersembahkan anaknya isah pun,
10:41anak kesayangannya,
10:43dia lakukan.
10:44Jadi relasinya itu begitu rupa,
10:47saudaraku.
10:52Dan ini sudah ada catat baik-baik ya.
10:56Jadi kalau sekarang kita menyerahkan diri kepada Yesus,
11:00artinya
11:03kita memberi hidup,
11:05kita memperagakan hidupnya.
11:10Makanya di Alkitab dikatakan,
11:12kita harus sepikiran seperasaan dengan dia.
11:15Filipi 2, 5-7.
11:18Kita menjadi serupa dengan Yesus.
11:21Roma 8, ayat 28, dan 29.
11:26Kita tidak lagi mengenakan diri kita,
11:29tapi Kristus yang hidup di dalam diri kita.
11:32Hidupku bukan aku lagi,
11:33tapi Kristus yang hidup di dalam aku.
11:37Kolosetiga ayat 1-4 mengatakan,
11:41kita sudah mati dan hidup kita tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam alam.
11:47Ini juga sudah saya jelaskan.
11:51Dengan demikian pada intinya hidup kekristenan itu perjuangan untuk terus-menerus mengalami perubahan agar kita mengenakan kehidupan Yesus.
12:01Kita memperagakan kehidupan Yesus.
12:07Jadi kita jangan tergoda, terjebak dalam perdebatan Yesus 100% Allah, 100% manusia kah?
12:15Lalu debat-debat itu di sejarah gereja ini sudah didebatkan saudara.
12:21Yang dianggap salah dikucilkan.
12:25Bahkan dalam perdebatan antar para teolog itu yang dianggap salah sampai dibakar.
12:31Ini pasti sudah menyimpang semua saudara.
12:35Itu jauh penyimpangannya saudaraku.
12:41Jadi bagaimana Pak Eras?
12:43Kalau kita membicarakan mengenai Yesus itu 100% Allah atau 100% manusia?
12:50Yang penting saudara mengenal siapa dan bagaimana Yesus setelah dibangkitkan.
12:59Maksud saya setelah dilahirkan sampai setelah dibangkitkan.
13:03Kita harus mengenal benar siapa Tuhan Yesus.
13:08Karena kita harus meneladani hidupnya.
13:15Saudara bisa mengenal siapa Yesus sebelum Natal atau Pranatal.
13:21Saudara mau debatkan dia itu Allah sejajar dengan Allah atau tidak.
13:26Tapi kalau saudara tidak mengenal Yesus.
13:30Siapa dan bagaimana dia untuk kita teladani.
13:35Percuma.
13:37Kalau saya sempat saksikan, saya ikuti perdebatan mengenai kristologi di media sosial.
13:49Sampai ada kata-kata yang tidak patut diucapkan.
13:53Mengenai keselamatan, mengenai kristologi.
13:58Mengenai keselamatan, saya heran juga.
14:01Mereka belum mendefinisikan apa itu keselamatan, sudah debat.
14:06Yang satu bilang eksklusif, satu insklusif, dan seterusnya.
14:11Sama dengan yang satu bilang Yesus, 100% manusia, 100% Allah, yang lain berkata berbeda.
14:19Yang penting kita kenal siapa dan bagaimana Yesus setelah dilahirkan oleh Maria dan setelah kebangkitannya.
14:27Harus mengenal lengkap dia.
14:31Supaya kita bisa meneladani hidupnya.
14:37Supaya kita bisa berkata, hidupku bukan aku lagi, tapi Kristus yang hidup di dalam aku.
14:44Percaya kepada Yesus berarti serupa dengan dia.
14:49Tidak serupa dengan Yesus berarti Anda belum percaya.
14:55Ikuti terus, nanti saudara bisa mengaminkan apa yang saya kemukakan ini.
15:00Yesus itu 100% manusia, yang dalam segala hal disamakan dengan kita.
15:07Ibrani 2 ayat 17.
15:08Kalau tidak dalam segala hal disamakan dengan kita, kita tidak bisa meneladani dia karena dia makhluk asing.
15:18Karena dia manusia versi yang berbeda, jadi kita tidak bisa ikuti.
15:24Tetapi Alkitab mengatakan dalam segala hal ia disamakan dengan kita.
15:29Kurang jelas apa.
15:32Sudaraku sekalian,
15:36Yang penting bagaimana kita bisa mengenali perilaku Yesus.
15:41Dan mengenakan perilaku itu di dalam hidup kita.
15:45Kita tidak bisa mengatakan, hidupku bukan aku lagi, tapi Yesus.
15:49Bukan.
15:50Yesus itu pribadinya.
15:52Tapi Kristus itu spiritnya, gairahnya, gaya hidupnya, cara hidupnya.
16:00Mestinya, mestinya, kita bisa berkata, seandainya Yesus hidup sekarang, di tengah-tengah kita.
16:10Dia seperti ini.
16:15Karena kita sudah sering melihat diri kita gagal untuk hidup di dalam ketatan kepada Bapak.
16:24Belum lagi kita dicemari dengan banyak ajaran yang membuat kita bermental block.
16:30Kita tidak berani mengatakan itu.
16:35Nah sekarang sebelum kita meninggal dunia nih saudara ya.
16:39Sebelum kita mati nih.
16:41Mumpung masih ada kesempatan dan Tuhan yang berbicara kamu harus serupa dengan Yesus,
16:46sempurna seperti Bapak, kita usahakan.
16:50Kita masih punya beberapa hari puasa.
16:52Kita minta Tuhan ubahkan kita.
16:56Saya senang dengan lagu terakhir tadi, Bapak tolong aku.
17:00Tapi ada kalimat yang diubah.
17:04Harus bertobat itu.
17:09Saya tidak tulis itu.
17:13Makanya waktu saya dengar, loh ini bukan hasil karyaku.
17:21Tapi dia sudah minta maaf.
17:25Bapakku tolong aku, hidup kudus tak bercelah.
17:32Nah ini disini.
17:36Tuntunku menjadi sempurna seperti Bapak.
17:46Tadi kalimatnya tidak begitu loh, ada doaku.
17:49Jadi kelihatan rohani gitu.
17:51Ini juga rohani sayang.
17:53Rinduku doaku.
17:56Ya tidak apa-apa sih sebenarnya.
17:58Tapi janganlah ya kasihan yang ngarang.
18:05Jangan kamu rubah begitu.
18:10Nanti kamu dapat insentif tambahan.
18:16Usaha untuk mengenakan perilaku Yesus tidak boleh dan memang tidak bisa dikantikan dengan mengisi pikiran dengan ilmu teologi.
18:25Saya bukan sedang kepahitan dengan para teolog ya.
18:29Karena para teolog ini kan panglima utama.
18:33Panglima Tuhan yang berdiri di gugus depan mengajar.
18:38Dan kita melihat surut bangkrutnya kekristenan di Eropa dan di banyak negara.
18:47Padahal yang ada di depan mereka itu lulusan-lulusan sekolah tinggi teologi, bukan orang-orang awam.
18:54Nah mau tidak mau saya harus mencari kausalitasnya.
19:00Dan kenyataannya memang mengenakan perilaku Yesus.
19:04digantikan dengan mengisi pikiran dengan ilmu teologi.
19:09Dan dengan teologi itu mereka merasa memiliki gagasan yang benar.
19:17Atau teologi yang benar.
19:19Dan kalau sudah memiliki teologi yang benar, kehidupannya benar.
19:24Itu masalahnya.
19:29Anda kalau melihat perdebatan di media sosial itu, itu kuat sekali.
19:33Tapi kalau ajarannya benar, hidupnya benar.
19:37Tentu ajarannya benar menurut dia.
19:41Biasanya orang-orang seperti ini kalau membela ajarannya,
19:45merasa sedang membela kebenaran.
19:48Dan merasa sedang mengarahkan orang untuk hidup benar, jadi kristen yang benar,
19:54berdasarkan doktrin yang mereka anggap benar.
19:57Jadi kalau doktrinnya tidak sama seperti mereka,
20:01sesat artinya bukan kristen yang benar.
20:05Anda melihat apa yang terjadi di sini.
20:07Ajaran itu, pengertian lalar mengenai ajaran maksud saya,
20:12pengertian pikiran mengenai doktrin,
20:15menentukan hidup benarnya seseorang.
20:20Ini kan sudah mengakar di kehidupan kekristenan,
20:25dan itu berangkat dari STT dan seminari.
20:29Saya tidak sedang kepahitan ya.
20:33Sebab saya juga ketua STT dan bahkan ketua BBMT,
20:38Badan Musyawarah Perkorti Keagamaan Kristen,
20:42BMPT KKI.
20:44Tidak tahu sampai kapan saya mau jadi ketua ini.
20:47Saya sudah mau pamit ini.
20:49Mau urusin jemaat.
20:53Orang merasa membela ajaran maksud saya,
20:57mereka merasa membela kebenaran,
20:59padahal hanya membela ajaran mereka yang benar.
21:02Dan perhatikan, kata-kata yang tidak senonoh,
21:05yang diucapkan untuk orang-orang yang ajaran tidak sama.
21:08Sesat.
21:10Bidat.
21:11Itu bidat itu artinya itu setengah kesetanan loh sebenarnya pengertiannya.
21:17Bisa loh.
21:19Nah kalau kemudian kita tinggal tanya,
21:21inikah ajaran yang benar?
21:25Karena kalau ajaran yang benar,
21:27dibuktikan dengan perilaku yang benar.
21:31Perilaku yang benar itu ditunjukkan dengan tutur kata sikap perbuatan.
21:40Dengan demikian dengan sikap yang salah seperti itu tanpa mereka sadari,
21:46mereka menyesatkan orang dengan mengisyaratkan bahwa dengan mengikuti ajaran mereka berarti sudah jadi Kristen sejati.
21:58Perhatikan orang-orang seperti ini.
22:00Dia akan menyerang ajaran orang.
22:02Lalu dua, dia akan menyerang lembaganya untuk membuktikan ajaran mereka benar atau mereka salah.
22:08Tiga, menyerang pribadinya.
22:17Saya bukan sedang marah saudaraku.
22:19Saya tidak boleh marah walaupun agak mau marah ini.
22:26Aduh jangan marah deh.
22:28Ini bukan urusan kita dengan mereka.
22:30Mereka urusannya sama Tuhan.
22:32Cuman saya bicara ini supaya halayak bisa melihat.
22:38Saya bukan sedang membenturkan ide saya dengan mereka.
22:43Ini tidak sedang membenturkan ide atau pengajaran atau gagasan.
22:48Saya juga tidak bermaksud mengatakan saya baik atau saya benar.
22:52Nuranimu yang bicara.
22:55Banyak orang Kristen telah disesatkan oleh para teolog yang mensakralkan doktrin.
23:03Ingat, saya sedang bicara mengenai bahwa kekristenan yang sejati perjuangan mengenakan perilaku Yesus.
23:11Karena percaya,
23:13Pistewa artinya menyerahkan diri kepada obyek yang dipercayai.
23:18Misalnya, seandainya ini perumpamaan saya Yesus.
23:22Lalu Sudara Yabes bilang kepada saya,
23:25Pak, saya percaya Bapak.
23:27Untuk apa kau percaya saya?
23:29Karena Bapak baik.
23:32Untuk apa kamu mempercaya saya baik?
23:38Kalau kamu percaya aku baik, hiduplah seperti aku hidup.
23:42Jangan nanya, oh Yesus baik.
23:45Dia luar biasa.
23:46Kalau kamu?
23:49Kalau kamu tidak mau baik seperti kebaikan dia, kamu berarti tidak percaya dia.
23:55Rugi.
23:58Menjadi seperti Yesus itu berat.
24:00Lalu apa untungnya?
24:03Rugi.
24:04Itu tidak percaya.
24:07Saya sudah pernah memberikan ilustrasi ya.
24:09Kalau Anda ketemu orang di jalan, lalu orang itu berkata,
24:13Kenalkan nama saya A, saya orang baik.
24:16Bercaya enggak saya orang baik?
24:18Nah kita bingung kan jawabnya.
24:21Enggak tahu.
24:23Enggak tahu om.
24:25Saya baik.
24:27Percaya saya baik.
24:28Saya enggak tahu om.
24:29Percaya saya baik.
24:31Baiklah om, orang baik.
24:34Lalu mau apa om?
24:36Enggak apa-apa, percaya aja begitu.
24:38Orang gila enggak itu.
24:40Kalau saya, tadi gambaran Yesus, kau percaya padaku?
24:44Ya bes.
24:46Hiduplah seperti aku hidup.
24:48Kalau tidak, kau berarti enggak percaya padaku.
24:50Gitu kira-kira.
24:53Jadi kalau saudara percaya Tuhan Yesus, hiduplah seperti dia hidup.
24:58Amin.
25:02Bersedia?
25:04Kalau tidak saya tutup, saya pulang.
25:08Ini saya ada emosinya sedang ada amun, Juli.
25:12Kenapa?
25:12Saya sendiri juga tidak berani berkata begini dulu.
25:17Kalau kamu mau lihat Yesus hidup pada zaman sekarang,
25:21Lihatlah aku.
25:22Enggak berani.
25:24Ya kita beraninya begini.
25:26Saudara, kita dalam proses.
25:30Kita manusia yang penuh kelemahan dan kekurangan.
25:35Orang lain bisa mabok, kita juga bisa.
25:39Orang lain bisa enggak jujur, kita juga bisa enggak jujur.
25:42Nama juga manusia.
25:43Orang lain bisa berjinah, kita juga bisa.
25:46Kita manusia.
25:49Pada umumnya orang begitu.
25:52Seperti bapak-bapak kalau ngomongin anaknya,
25:55jangan merokok.
25:56Dia hanya merokok.
25:57Bayangin.
26:00Tak usah ngomong jangan merokok, dirinya tidak usah merokok.
26:03Itu sudah menjadi khutbah yang lebih keras dari khutbah timimbar.
26:08Ya memang saya tidak sekonyol itu dulu,
26:10tapi tidak berani tegas.
26:13Memang sesekali saya ngomong begitu, sesekali.
26:18Betul.
26:19Orang-orang dekat saya pasti tahu.
26:21Bapak kok begitu amat sih sama dia?
26:24Hajar aja pak.
26:25Kalau Yesus hidup pada zaman sekarang,
26:27dia akan bersikap seperti saya.
26:29Ah itu saya ngomong.
26:31Tapi setelah itu yang lain enggak berani.
26:38Sekarang no way more finishing well.
26:43Siapa tahu perang dunia ketiga minggu depan.
26:48Siapa tahu saya meninggal dunia bulan depan.
26:52Makanya sebelum kita meninggal dunia,
26:54kita sudah berberes.
26:57Anak-anak muda jangan berkata,
26:59tenang um, kita masih jauh.
27:01Apa um yang jauh?
27:03Enak aja loh.
27:05Siapa yang bisa menolak kematian?
27:07Kematian datang kau bilang,
27:09tolong dong ditunda tiga tahun lagi.
27:11Enggak bisa.
27:13Kematian datang enggak pakai kulonun,
27:15permisi, sepada,
27:17atau mengirim email, atau whatsapp.
27:20Oke.
27:22Banyak orang Kristen disesatkan oleh para teolog
27:25yang mensakralkan doktrin.
27:27Mereka menyesatkan umat dengan membangun pemikiran
27:30bahwa ukuran benar atau salahnya orang Kristen,
27:33atau sesat tidak sesatnya orang Kristen,
27:37berkenan tidak berkenannya orang Kristen,
27:40dihadapan Allah,
27:41tergantung pengajaran benar atau tidak.
27:43Tentu sesuai dengan benar menurut dia.
27:49Benar menurut ukurannya.
27:52Padahal mestinya
27:54lebih dari sekedar pengertian di dalam pikiran,
27:59sesat atau tidaknya seseorang,
28:02benar tidaknya seseorang dihadapan Allah,
28:04berkenan tidaknya seseorang dihadapan Allah,
28:08tergantung dari perilakunya.
28:10Apakah dia makin seperti Yesus,
28:13atau makin seperti yang lain.
28:15Beri kemuliaan.
28:19Oke, tepuk tangannya belum siap,
28:21tapi tidak apa-apa.
28:23Maka Alkitab berkata,
28:25dalam Romadu 12 ayat 1 dan 2 ya,
28:29ayat 2 khususnya,
28:30kita harus mengalami pembaruan pikiran,
28:33sehingga kita serupa dengan Yesus.
28:38ini pencapaian yang bisa dikatakan
28:43sukses yang sesungguhnya.
28:46Ini pencapaian yang bisa dikatakan
28:49keberhasilan yang sesungguhnya,
28:52yang nilainya kekal.
28:54Kalau hal ini bisa dibeli pakai uang, Pak,
28:58kita beli berapapun,
28:59tapi tidak bisa dibeli pakai uang.
29:01harus melalui perjuangan.
29:05Jadi Anda tidak harus punya uang
29:07untuk mencapai hal ini.
29:13Ini anugerah,
29:16biar Anda miskin di bumi,
29:19biar Anda punya penampilan buruk di mata orang,
29:23biar Anda punya nama rusak di mata orang,
29:25suatu hari kita akan punya prestasi telanjang
29:30di depan semua mata manusia dan Tuhan.
29:34Kita semangat yuk, amin?
29:37Semangat yuk!
29:40Dan kembali kepada Injil yang sejati.
29:43Dan hidup kita harus digerakkan oleh gairah ini.
29:47Bangun tidur,
29:48kita sudah menyalakan gairah.
29:52I want to be like Christ.
29:55my beloved Lord.
29:58I want to be like Him.
30:05Wah, ini jadi penghiburan kita, sodaraku.
30:11Itulah sebabnya dalam firman Tuhan jelas,
30:14kita tidak boleh serupa dengan dunia.
30:16Lalu serupa sama siapa?
30:18Ya, serupa setengah-setengah dengan Yesus.
30:21Tidak, harus persis.
30:24Tuhan tidak pernah mengizinkan kita mirip-mirip.
30:28Mengenakan gairahnya.
30:30Bukan sekedar mirip, bro.
30:32Gairahnya yang dikenakan.
30:33Kalau gairahnya dikenakan,
30:35walaupun performance kelihatannya beda,
30:37dalamnya sama.
30:38Jangan performance luarnya mirip,
30:41dalamnya tidak sama.
30:43Anda ngerti maksud saya?
30:46Amin?
30:46Ayo, kita berjuang, bro.
30:50Jangan menyesali Anda ini tidak kaya.
30:54Anda gagal studi, gagal karir, gagal berumah tangga,
30:59gagal apapun.
31:00Jangan sesali.
31:02Kita masih punya satu kesempatan memiliki pencapaian
31:07serupa dengan Yesus.
31:14Maaf ya, ini saya ulangi lagi.
31:16Saya bukan sedang marah kepada teolog,
31:17karena saya juga teolog.
31:19Kita harus mengakui bahwa teologi itu asumsi,
31:24dan bersifat relatif.
31:26Si A bilang begini, si B bilang begitu.
31:28Dari ujung ke ujung sejarah gereja,
31:30selalu ada perdebatan,
31:32dan tidak ada yang bisa mengalah,
31:34tidak ada yang mau mengalah,
31:35sampai hari ini,
31:37maka lahirlah ribuan gereja.
31:40Yang pada umumnya,
31:43gereja terpecah,
31:45selain karena hak kekuasaan,
31:47karena doktrin.
31:51Teologi itu asumsi,
31:53dan bisa bersifat relatif.
31:55Tetapi perilaku itu mutlak.
31:58Kok mutlak Pak?
31:58Karena bisa dirasa oleh orang
32:01yang memiliki perilaku itu,
32:04dan dirasakan orang di sekitarnya.
32:12Jadi kalau orang serupa dengan Yesus,
32:15satu kalimat ini,
32:16Anda tangkap,
32:17dia berdampak bagi orang.
32:19Orang akan dibuat juga bersemangat
32:22untuk menjadi serupa dengan Yesus.
32:25Bukan hanya bersenangat ikut gereja A,
32:27bantu pendeta A,
32:29jadi aktivis.
32:31Nah itu juga nanti disitu gila,
32:33kedudukan gila hormat lagi itu saudara.
32:35Karena tidak sedikit orang yang sudah terhormat
32:38di luar gereja,
32:39dia mau terhormat di dalam gereja.
32:41Dia bisa beli pejabat di luar gereja,
32:45dia beli Tuhan di gereja.
32:46Lalu siapa yang mewakili Tuhan?
32:48Pendeta.
32:49Saya ini bisa dibeli dulu,
32:52atau setengah dibeli.
32:54Sekarang saya sudah bertobat.
32:56Lebih baik bangkrut daripada saya minta tolong manusia,
33:00minta-minta duit,
33:00ampun deh.
33:03Tuh Tuhan.
33:04Ya kecuali jemaat,
33:06saya ajak saudara memberi persembahan,
33:08karena memang gereja ini milik kita.
33:12Sampai saya suka berkata begini,
33:14you lihat ATM saya,
33:15you punya saudara family,
33:16punya bank.
33:18Ya enggak boleh dibuka kan?
33:19Tapi kalau you mau buka,
33:20buka aja.
33:21Uang saya berapa,
33:22dari mana saya dapat duit.
33:24Ada enggak uang gereja ditransfer ke rekening saya?
33:27You check.
33:28Atau uang saya ditransfer ke rekening gereja?
33:32Saya bukan sedang marah ini,
33:34sedih aja.
33:39Yaudah itu aja deh.
33:47Karena kadang-kadang ada hoax yang tidak patut di ucapkan gitu.
33:52Dan saya tidak punya kesempatan dan memang tidak mau membalas
33:58atau membela diri.
33:59Sangat sekali saya tidak mau.
34:00Kenapa?
34:01Ada Tuhan yang hidup.
34:02Tidak usah manusia kalau aku salah biar aku dikutuk.
34:06Tapi kalau aku benar,
34:08ada hitungannya.
34:10Tunggu saja waktu.
34:12Tenang, tenang.
34:14Kalau saya dibuli,
34:16lalu saya membalas membuli,
34:17saya tanya,
34:18siapa yang akan dicontoh?
34:23Jadi saudara,
34:25perilaku itu mutlak,
34:26karena berdampak.
34:27Jadi anda itu bisa merasakan orang itu berdampak?
34:30Tidak.
34:31Ya tapi gimana bisa tahu Pak Eras bagaimana
34:34kita enggak pernah dekat dan yang dengar khutbah?
34:40Saya sudah kasih tahu.
34:42Yuh tanya roh kudus.
34:44Ini pendeta ini bener enggak?
34:48Yuh tanya.
34:50Yang kedua,
34:51merubah hidupmu enggak itu saja.
34:54Kalau enggak jelas suara roh kudus.
34:56Oke.
34:57Berdampak enggak dalam hidupmu?
34:59Enggak Pak, saya enggak berubah.
35:01Pergilah dengan sejahtera.
35:03Selamat malam.
35:05Kok gitu aja repot?
35:08Ya saya mengerti,
35:10tidak semuanya bisa berubah,
35:11karena saya khutbah.
35:12Kadang-kadang tergantung saudara juga.
35:15Kan begitu saudaraku.
35:19Nah waktu saya cerita A,
35:20cerita B,
35:20kan anda bisa melihat ini tulus nih?
35:22Ini kayaknya dibuat-buat,
35:23ini lebih-lebihin.
35:25Nah kita juga bisa membaca orang kok bro.
35:28Amin.
35:29Saya juga ngerti kalau orang bersaksi di pendeta ini.
35:31Maaf para pendeta,
35:32saya kasih tahu lo ya.
35:34Kalau yuh ngarang-ngarang dikit,
35:35orang bisa rasa.
35:36Lu ngarang.
35:39Orang juga bisa rasa.
35:40Kayaknya ini enggak begini deh,
35:41ada di lebih-lebih kan.
35:44Di diskon aja deh.
35:45Saya belajar untuk
35:47tidak sampai anda mendiskon.
35:53Ya saya enggak sempurna.
35:54Untuk tulus sempurna ya,
35:56mungkin belum mudah-mudahan
35:57sudah mendekati.
36:00Perilaku itu mutlak.
36:04Yang saya ukur itu
36:05dari istri dan anak-anak saya.
36:07Mereka berubah enggak oleh perilaku saya.
36:11Dulu saya gagah-gagah
36:13dan galak banget saudara.
36:15Tapi istri saya enggak berubah.
36:18Kalau dia lawan saya,
36:20maaf ya mam.
36:22Saya bilang begini,
36:24kamu jangan lawan saya kamu.
36:26Jangan sampai kamu saya umumkan
36:28di jemaat
36:28bahwa istri saya tidak mendukung saya.
36:31Lu gila enggak itu pendeta?
36:33Saya ancam lu dia.
36:35Kamu jangan ngatur saya ya.
36:37Walaupun di luar saya ada insu.
36:39Apa ya, semua tunduk di bawah
36:40kekuasaan istri.
36:41Kira-kira manusia macam saya
36:43tunduk enggak sih?
36:44coba model saya ini.
36:46Cuma untuk hal-hal yang tidak prinsip
36:48saya tunduk.
36:49Kenapa?
36:49Ya, demi keselamatan kita bersama.
36:53Kerukunan.
36:54Kau dan aku.
36:55Tapi kalau prinsip,
36:57wah saya enggak mau.
36:58Sebelum dia terkam,
37:00saya terkam dulu.
37:01Enak aja loh.
37:04Loh, jangan tumpuk tangan,
37:06kalau saya takut ada bini saya.
37:12Aduh, Pak.
37:15Jadi enggak berubah.
37:17Anak-anak saya juga tidak berubah
37:20lihat bapaknya
37:20muntang-manting pelayaran
37:22dari pagi sampai malam.
37:24Sampai berkata,
37:25kenapa mama kawin
37:27dengan pria seperti ini?
37:29Mama wanita paling bodoh di dunia.
37:32Padahal saya ini pelayaran
37:33pagi sampai sore loh.
37:35Yang ngomong itu Stephanie.
37:37Tanya aja.
37:38Mamanya tanya Stephanie.
37:40Tetapi saya berubah.
37:43Tidak saya minta dia
37:45masuk sekolah teologi.
37:46Dia masuk sendiri.
37:48STTBI waktu itu.
37:50Belum ada STTE.
37:53Nah emangnya saya enggak bisa
37:54nyekolakan dia ke kedokteran
37:56atau mau ke
37:58hukum atau mana.
38:00Bisa.
38:01Dia pilih aku mau masuk
38:02jadi pendeta.
38:03Begitu.
38:08Kalau enggak salah
38:09ada gurunya yang pernah
38:10sempat berkata
38:11kalau sampai Fani jadi pendeta
38:12saya berhenti jadi Kristen
38:14atau apa gitu.
38:15Sampai temannya orang Buddha
38:16bilang
38:16ini guru kok ngomong begini sih?
38:18Gitu loh.
38:20Eh jadi pendeta hari ini.
38:21Saya enggak suruh cari guru itu.
38:26Ini benar yang saya ngomong.
38:28Ini benar.
38:30Saya mau samperin guru itu
38:32waktu itu.
38:32Saya kan emosian masih.
38:36Aduh saudara
38:37aku mau berubah
38:39karena perilaku itu mutlak.
38:41Orang itu di sekitar kita
38:43itu merasa
38:43orang ini enggak jahat
38:45aku senang dekat dia.
38:48Bukannya orang ini berduri.
38:52Canda kita pun tidak menyakitkan
38:54tidak makan korban.
38:56Misalnya kalau bercanda sembarangan
38:58hah lu sih botak.
39:00Misalnya.
39:01Emang orang ketawa
39:02tapi kan yang botak
39:07eh maaf
39:08bapak ibu
39:09kayak botak.
39:11Sekarang botak kan jadi model.
39:15Dulu botak kan
39:16zaman saya muda kan
39:17dianggap kurang baik.
39:19Ada orang yang
39:20jalannya letoe
39:21melambai gini.
39:22Lu melambai-lambai
39:23lu kayak bencong.
39:24padahal
39:25mungkin dia memang benar.
39:29Hardware-nya itu laki
39:30tapi software-nya perempuan.
39:33Ya memang kenyang.
39:35Ada loh orang begitu
39:36cuman dia diem saja
39:37dia malu ngomong
39:38zaman saya dulu
39:38malu.
39:40Ada teman saya
39:42yang melambai berat.
39:43Melambai berat.
39:44Aduh.
39:46Itu benar.
39:48Dia jadi pendeta.
39:49Aduh itu luar biasa loh.
39:51Tapi udah meninggal sekarang.
39:54Jemaatnya menikah.
39:55Dia yang masak.
39:56Dia yang merangkai bunga kertas.
39:58Pinter banget.
39:59Setelah itu pemberkatan.
40:01Dia yang memberkati.
40:02Masak dia.
40:04Bunga yang buat.
40:04gila nih orang.
40:07Nah waktu dia sekolah
40:09dosen saya
40:09saya masih ingin namanya juga
40:11tapi gak sebut.
40:12Dia bilang
40:12seorang penginjil
40:13harus kelihatan jantan
40:15kalau laki-laki kuat.
40:19Itu ngomong gitu.
40:20Dia begini.
40:21Pak.
40:22Dia nanya.
40:24Pak.
40:27Bagaimana dengan saya?
40:30Aduh saya lupa
40:31itu dosen jawabnya gimana ya.
40:33Saya lupa hari ini.
40:34Tapi dia nanya loh.
40:36Dia berdiri.
40:37Dia kalau ngomong tuh
40:37muletnya juga ada
40:38gitu loh.
40:40Ada
40:41apa namanya
40:42berkitarnya
40:44atau miringnya gitu.
40:47Tapi aku dengan dia akrab.
40:50Aku akrab.
40:51Bukan jeruk makan jeruk.
40:53Aku kasian.
40:55Dia sering digoda temen.
40:56Hei kamu gitu.
40:58Saya suka bilang
40:59eh lu jangan begitu ya.
41:01Saya lindungi juga.
41:03Saya baik sama dia.
41:05Dia kalau manggil saya
41:07Mas Eras.
41:09Tapi saya tahu
41:10saya ini kan jantan asli
41:11saudaraku.
41:13Dia juga tahu
41:14saya jantan
41:15sehingga dia gak berani
41:16menyentuh saya.
41:18Bahkan kadang-kadang
41:19dia ngajak saya bercanda.
41:20Ah kamu sih gitu.
41:22Saya gak bilang
41:22iya enggak.
41:23Aku tahu.
41:24Aku tahu itu akan
41:25melukai dia.
41:28kalau kita serupa
41:29Kristus itu
41:30bercandanya pun
41:31juga tidak
41:31tidak sembarangan.
41:33Allah lu jawab.
41:35Tuh.
41:36Memang dia jawab
41:37tapi jangan
41:38jawab.
41:41Jangan.
41:43Bercandanya pun juga
41:45orang ketawa
41:46tapi tidak melukai.
41:47Yang ini saya ketawa
41:48orang Jawa
41:49jangan
41:49jangan membayar harganya ya.
41:53Malu itu
41:54membayar harganya.
41:57Teologi yang benar
41:58dapat dibuktikan
41:59kebenarannya
42:01dari perilakunya.
42:04Kuasa kegelapan
42:05memang berusaha
42:06untuk menghancurkan
42:07kebenaran
42:08dan biasanya
42:09terjadi
42:09dimanapun ya.
42:12Ini ada ayatnya nih.
42:14Fetnah terhadap
42:15seorang yang
42:16mengajarkan kebenaran
42:17agar kebenaran
42:18yang diajarkan
42:19tidak dipercayai
42:21tetapi
42:22supaya
42:23tidak
42:24dihargai.
42:28Makanya
42:29Firman Tuhan
42:29mengatakan ya
42:30kamu di fitnah
42:31di kata-katai
42:32hal yang jahat.
42:33Jangan marah
42:35roh kemuliaan
42:35ada di atas
42:36kamu.
42:38Nah kalau
42:39kita memang
42:39mengajarkan
42:40kebenaran
42:41lalu orang
42:42mau
42:43merusak
42:44penelama baik
42:45saudara
42:46supaya kebenaran
42:47yang saudara
42:47miliki
42:48tidak didengar orang.
42:49Saudara jangan
42:50membalas.
42:51Jangan
42:52sok
42:53biar Tuhan
42:54yang membela
42:55kebenarannya.
42:56Aku tidak
42:57suka sama
42:57ibu ini
42:58ikut
42:58Erastus nih
42:59misalnya.
43:00Ini ikut
43:01gereja itu tuh
43:01gereja mana
43:02bukan
43:03sesat itu
43:04gereja.
43:05Terus
43:06supaya
43:06gereja itu
43:06nampak sesat
43:07di jelek-jelekin
43:08ini orang.
43:09Itu
43:09dari dulu.
43:12Jangan
43:12membalas.
43:14Kita tunggu
43:15waktu
43:15kalau kita
43:16percaya Tuhan
43:17itu hidup
43:17Tuhan akan
43:18berperkara.
43:18intinya
43:21kekristianan
43:22adalah proses
43:22perjuangan
43:23untuk menjadi
43:24serupa
43:24dengan
43:25Yesus.
43:27Sesungguhnya
43:27inilah
43:28sekolah
43:29Alkitab
43:29sejati.
43:30Sekolah
43:32Alkitab
43:32itu
43:32gereja.
43:34Yang kedua
43:34sekolah
43:36Alkitab
43:36itu adalah
43:37rumah tangga.
43:39Ingat
43:40anak-anakmu itu
43:42mahasiswa-mahasiswi
43:44murid-murid
43:45sekolah
43:45Alkitab
43:47dosennya
43:47Tuhan Yesus
43:48asisten dosennya
43:49Mama Papa.
43:52Anda mungkin
43:52gak bisa
43:53berteologi
43:54tapi
43:54kelakuanmu
43:55berteologi.
43:58Itu
43:58ada anak
43:59yang dulu
44:00ngomong sama
44:00Papanya
44:01Papa ngerti gak
44:01saya yang diomongin
44:02Pak Eras?
44:04Ngerti.
44:06Anak itu
44:07diem
44:07kebaktian
44:08tunduk gini.
44:10Mungkin pusing
44:11denger kotbah saya.
44:13Oke
44:13kalau begitu
44:14kamu ke gereja
44:15mana?
44:16sana
44:16dibawa
44:17ke gereja lain.
44:18Di situ
44:19dia bilang
44:19salah nih
44:20ngajarnya.
44:21Loh
44:21kok tahu
44:23gak begini Pak Eras?
44:24Gitu
44:25loh tadinya
44:25kamu bilang
44:26kamu ngerti gak
44:27Pap?
44:28Loh ini
44:29bener loh
44:29kesaksian ini loh.
44:32Jadi
44:32kalau ibu-ibu
44:33ditanya
44:33Mam
44:33eh Mama
44:34tahu
44:34Pak Eras
44:35ngomong apa?
44:37Tahu.
44:39Mama
44:39bisa jelasin
44:40ke saya
44:40nanti.
44:43Perbuatan
44:43Mama
44:43yang menjelaskan
44:44ke kamu.
44:47Amin.
44:48Perbuatan
44:49Mama
44:50yang menjelaskan
44:51ke kamu.
44:55Sekolah
44:56Alkitab
44:57ini harus
44:57diselenggarakan
44:58dimulai dari
44:59rumah tangga.
45:02Sekolah
45:02Alkitab.
45:04Makanya
45:05dari kecil
45:06anak-anak
45:06harus mengenal
45:07Injil
45:08saudaraku.
45:09Mengenal
45:10Injil.
45:11sampai
45:12anak-anak
45:13bisa mengkut
45:14bayi orang tua.
45:15Mami gak
45:15boleh gitu
45:16kata Pak Eras.
45:17Mati loh.
45:23Itu
45:24baru
45:24kena.
45:26Nah
45:27mamanya
45:27harus
45:27membawa
45:28kepada Tuhan.
45:30Yang
45:30masih menjadi
45:31ganjelan saya
45:32itu sebenarnya
45:33anak-anak
45:33sekolah
45:34minggu.
45:35Aduh
45:36saudara
45:36itu ganjelan
45:37saya.
45:37Saya sering
45:38berkata itu
45:39pokoknya
45:40budget untuk
45:41sekolah minggu
45:42unlimited ya.
45:43Lakukan
45:43supaya
45:43anak-anak
45:44bisa
45:44diselamatkan.
45:46Covid
45:47setelah itu.
45:49Makanya
45:50saya sudah
45:51berkata
45:51tolong
45:52bikin film
45:52animasi
45:53Kristen
45:53bikin
45:54sandiwara
45:54kecil
45:55anak-anak
45:56gitu
45:56saudara.
45:57Saya sudah
45:58ngomong
45:59di mahasiswa
45:59SDT
46:00ekumen
46:00bikin
46:06saya
46:07telpon
46:07salah seorang
46:08mahasiswa
46:09saya
46:09bicara
46:10maksud saya
46:11Dave
46:11kamu kan
46:12bakat
46:12Dave
46:13bikin
46:14Dave
46:14pakai
46:14bahasa
46:15Inggris
46:18ingin
46:18anak-anak
46:19juga
46:19mengenal
46:20Tuhan.
46:21Semua
46:22orang
46:22Kristen
46:22harus
46:23belajar
46:23teologi
46:24dengan
46:24benar.
46:25Teologi
46:26itu
46:26pengenalan
46:27akan
46:27Allah
46:28dalam
46:28Yesus
46:28Kristus
46:29agar dapat
46:30meneladani
46:30dirinya.
46:33Tidak perlu
46:34harus
46:34bisa bikin
46:35karya
46:36ilmiah
46:36jurnal
46:38ilmiah
46:38tidak harus
46:42dengar
46:43turut
46:43ID
46:43doa
46:44bersama
46:44Anda
46:44akan
46:45memiliki
46:45pengenalan
46:46akan
46:46Allah
46:47dari
46:49pengenalan
46:50itu
46:50cukup
46:51membuat
46:51saudara
46:51disentuh
46:52Allah
46:53dan
46:53menyentuh
46:53Allah
46:54dan
46:55saudara
46:56berkata
46:56aku
46:56mengenal
46:57dia
46:57dan
46:58jangan
46:59lupa
46:59roh kudus
47:00akan
47:01pasti
47:01berbicara
47:03pasti
47:04berbicara
47:06roh kudus
47:07pasti
47:07beritahu
47:08begini loh
47:09Yesus
47:09itu
47:09begini
47:10karena
47:10Alkitab
47:11tidak
47:11menjelaskan
47:12detail
47:12bagaimana
47:13dan
47:13bagaimana
47:14bagaimana
47:15Yesus
47:15hidup dari
47:16hari ke
47:16hari
47:16tapi
47:17roh kudus
47:18tahu
47:19dia akan
47:21mengajarkan
47:21kita
47:22asal kita
47:23haus
47:23dan berkata
47:24aku mau
47:25Tuhan
47:25tolong
47:26aku
47:28waktu
47:29kita
47:29tidak
47:29banyak
47:30saudara
47:32dan
47:33waktu
47:33ini
47:34berharga
47:34sekali
47:37amin