- 17 jam yang lalu
Kategori
🛠️
Gaya hidupTranskrip
00:04Saudaraku sekalian, biasanya sebelum tidur saya menyempatkan waktu untuk membaca Alkitab.
00:17Beberapa waktu ini saya membaca Alkitab mengenai Yosua, mengenai Abraham, mengenai Musa.
00:31Karena ketika kita membaca Alkitab, hati kita tergetar walaupun tidak besar, tapi tergetar oleh kenyataan adanya yang di dalam Alkitab.
00:55Ditulis Tuhan dalam huruf besar T, besar U, besar H, besar A, besar N, besar Tuhan yang di dalam terjemahan
01:04bahasa aslinya Yahweh.
01:09Ada getar hati kita mengenai realitas adanya Yahweh Allah semesta alam yang menciptakan langit dan bumi, saudaraku.
01:23Yang di dalam Yohanes pasal 17, ayat 1-3, Tuhan kita yang mulia Yesus Kristus ketika menjadi manusia di bumi
01:37ini berdoa dengan mengatakan engkau satu-satunya Allah yang benar.
01:47Tetapi saudara jujur Allah yang begitu nyata di dalam Alkitab, sekarang ini seperti mati dalam kehidupan hampir semua orang.
02:03Termasuk orang-orang Kristen, termasuk orang-orang yang rajin ke gereja, termasuk para aktivis, termasuk para pendeta.
02:17Ciri dan gejala dari kenyataan bahwa Allah mati seakan-akan.
02:24Ciri dari kenyataan seakan-akan Allah mati dalam hidup orang-orang ini nampak dari perilakunya, saudaraku.
02:36Jelas dari perilakunya.
02:42Kita sudah mewarisi kekristenan yang sebenarnya palsu, kosong.
02:53Ibarat handphone itu daminya.
02:58Contoh, handphone yang terbuat dari plastik mirip aslinya tapi tidak ada komponen-komponen yang bisa digunakan untuk komunikasi, saudara.
03:11Seperti pepesan yang bungkusnya pisang, daun pisang maksud saya.
03:19Kelihatannya ada isinya ternyata hanya kulit, hanya bungkus saja daun pisang, isinya tidak ada.
03:33Kita mewarisi kekristenan yang palsu itu, yang gadungan itu, saudaraku.
03:39Saya tidak mengatakan semua orang kekristenannya palsu.
03:45Tetapi saya menunjukkan fakta bahwa banyak kita mewarisi kekristenan yang palsu, termasuk saya.
03:55Saya mengakui, saudaraku.
04:00Kesalahan itu berdampak.
04:03Dan ciri-ciri dari orang yang tidak sungguh-sungguh mengalami realitas adanya Allah itu kita alami, saudara.
04:21Kalau saya bisa berkata demikian karena saya benar-benar mengalami, disadarkan, dan sekarang belajar.
04:30Untuk memperlakukan Allah dengan benar.
04:39Mengalami Allah dengan benar.
04:46Kita tidak boleh merasa sejahtera dengan keadaan di mana kita belum mengalami Allah secara nyata.
04:56Kita harus menjadi galau, menjadi upset, menjadi cemas, menjadi takut, menjadi khawatir.
05:06Kalau kita belum benar-benar mengalami Tuhan.
05:17Saudara, kalau di daerah-daerah tertentu, orang mau mencari kesaktian, kanuragan,
05:26mau mencari wahyu atau wangsit, itu pergi ke tempat-tempat keramat, ke dalam gua-gua gelap, di tengah hutan, di
05:37kuburan-kuburan.
05:40Mereka yakin loh, ada oknum yang bisa ditemui, ada kuasa yang mereka bisa alami, dan faktanya ada.
05:52Saya tidak suruh saudara mempercayai hal itu, tetapi fakta adanya orang-orang yang memiliki dalam tanda kutip kesaktian, kanuragan,
06:03dan kekuatan supranatural ada, saudaraku.
06:08Apalagi kalau di Jawa, tentu hal itu bisa dilihat, pengalaman-pengalaman itu.
06:22Seberapa kita memiliki keyakinan bahwa Allah yang kita sembah, yang ditulis di dalam Alkitab begitu nyata,
06:31itu Allah yang benar-benar ada, yang bisa kita alami di dalam jiwa, di dalam manusia batinnya kita,
06:41juga di dalam fisik kita, fisik kita.
06:45Karena di Alkitab jelas menunjukkan bahwa Allah itu dialami.
06:51Tubuh jiwa roh kita bisa mengalami Tuhan.
06:59Terus terang, saudaraku,
07:06pertaruhan yang saudara miliki itu terlalu kecil.
07:14Harga yang saudara berani bayar itu terlalu kecil.
07:20Kuota yang mestinya saudara penuhi itu terlalu kurang.
07:25Saudara menganggap Tuhan itu murahan.
07:30Padahal berurusan dengan Tuhan itu selalu dengan segenap, segenap, segenap, saudara.
07:38Kalau saudara masih memiliki cara hidup yang salah seperti ini sampai mati,
07:46saudara tidak akan pernah menemukan Tuhan dengan benar.
07:50Dan itu bisa dipastikan kesucianmu rendah.
07:53Bahkan mungkin saudara masih terikat dengan dosa-dosa dan percintaan dunia.
08:01Dan itu mengerikan, saudara.
08:04Itu mengerikan.
08:06Saya tidak mengajak saudara untuk berpikir mistik.
08:12Tetapi Allah itu memang supranatural, transcendent.
08:17Pengertian mistik memang tidak bisa dikenakan untuk Tuhan.
08:21Karena mistik seringkali terkait dengan okultisme dan tidak jarang yang penuh dusta.
08:30Tetapi Allah itu supranatural dalam tanda kutip seperti mistik.
08:37Great mistik.
08:39Seperti itu.
08:40Allah itu supranatural, transcendent, tidak imanen.
08:45Melampaui akal, saudara.
09:04Saya menantang saudara
09:09untuk membayar harga yang seharusnya saudara dan saya bayar.
09:14memberi pertaruhan segenap hidup kita.
09:20Memenuhi kuota untuk mengalami Tuhan.
09:24Sebagian besar saudara ini pengalaman dengan Tuhan sangat miskin.
09:29Miskin.
09:34Miskin, saudara.
09:36Saya bisa mengerti kalau saudara orang Kristen baru
09:39atau memang berlama-lama hidup dalam suasana keberagamaan yang didominasi tokoh.
09:47Tokoh ini pendeta atau pemimpin gereja
09:50di mana saudara seakan-akan tidak bisa menjangkau Tuhan.
09:55Saudara sedikit-sedikit mesti datang ke pendeta didoakan.
09:59Bukan tidak boleh.
10:00Tetapi kalau saudara mengalami Tuhan, saudara itu tidak perlu didoakan.
10:05Saudara kan mendoakan orang.
10:10Saudara harus jujur pengalaman saudara dengan Tuhan itu miskin.
10:18Para jemaat, aktivis, pendeta harus menyadari
10:23bahwa pengalaman kita dengan Tuhan harus lebih banyak.
10:27Tuhan itu bisa ditemui.
10:31Benar-benar bisa dialami.
10:36Kalau tidak ya bohong.
10:40Kalau tidak ya berarti Alkitab bohong.
10:44Kalau di dalam Alkitab kita menemukan manusia-manusia
10:48yang mengalami Tuhan begitu realnya.
10:52Kita umat pilihan mesti mengalami Tuhan real juga.
11:00Apalagi di perjanjian baru kita ini diangkat sebagai anak-anak Allah.
11:06Anak.
11:08Bisa memiliki hubungan intim.
11:11Memiliki intimasi dengan Tuhan.
11:14Bisa memiliki hubungan yang eksklusif dengan Tuhan.
11:19Mestinya bisa.
11:25Ya saudara saya ajak untuk mencari Tuhan sebelum saudara meninggal dunia.
11:35Salah satu ciri bahwa saudara belum mengalami Tuhan itu takut mati.
11:41Kalau saudara takut mati berarti Anda memang belum berjumpa dengan Tuhan.
11:46Lalu ciri yang lain khawatir.
11:50Ciri yang sangat jelas hidup dalam dosa.
11:55Hidup dalam dosa orang yang berjumpa dengan Tuhan itu takut saudara berbuat dosa.
12:03Dia akan berusaha untuk meninggalkan dosa.
12:07Dan akan meratapi refleks-refleks dosa yang kita miliki.
12:13Ya kita tuh punya refleks dosa loh saudara.
12:15Coba kakek kita diinjak orang.
12:18Refleks anjing.
12:20Refleks.
12:21Ngerti gak?
12:24Refleks.
12:26Refleks dosa.
12:28Setelah janji dengan orang ketemuan lalu setelah datang sampai di tempat.
12:34Wah belum datang dia.
12:36Aku udah buruk-buruk ternyata belum datang.
12:39Eh kecuk-kecuk-kecuk datang.
12:41Eh udah lama nunggu?
12:42Lumayan lah.
12:44Berdua menit dibilang lumayan.
12:46Refleks bohong.
12:51Janjian sudah ditunggu.
12:53Teman-teman yang nunggu telepon dia.
12:56Sampai dimana?
12:58On the way.
13:00On the way dari belokan kamar mandi ke kamar tengah.
13:04Refleks saudaraku.
13:10Refleks.
13:13Lihat nenek-nenek lewat gak ningok.
13:16Begitu wanita yang bening.
13:18Refleks.
13:26Wanita-wanita yang suka barang-barang bagus.
13:29Itu refleks.
13:33Ini kejadian saudara.
13:35Saya bersama dengan seseorang di Brisbane atau Melbourne ya Brisbane saya ingat saya.
13:43Jadi kita pas di sana kita ketemu ya dia seorang aktivis juga di Rehobot ini sampai sekarang.
13:54Dia pengusaha yang diberkati.
13:57Dia pakai zin-zin.
13:59Itu berlian.
14:01Besar.
14:03Saya tidak tahu itu berlian atau beling.
14:08Saya gak bisa bedakan.
14:11Karena memang saya bukan tukang berlian.
14:14Saya tidak bisa bedakan.
14:20Mutiara palsu, mutiara plastik pun saya gak bisa bedakan.
14:24Waktu saya ke Lombok berapa tahun lampau.
14:27Dijelaskan ini mutiara air tawar, mutiara air laut.
14:31Kalau air laut lebih bagus atau apa.
14:33Tapi saya gak bisa bedakan.
14:35Karena saya bukan tukang mutiara.
14:39Nah kembali dengan teman tadi jalan begini.
14:43Kita jalan.
14:44Jalan cukup cepat.
14:46Begini kira-kira.
14:48Kira-kira beginilah jalannya.
14:50Lalu berpapasan dengan orang barat.
14:52Itu orang barat lewat lalu balik.
14:56Dia bilang, Sir may I see your ring please?
15:00Boleh saya lihat cincinmu?
15:03Ya teman kita jadi berhenti lalu dilihatin.
15:06Wonderful.
15:07Awesome.
15:09Saya yang gak tahu.
15:11Ini ibu-ibu set bisa bedakan itu berlian apa enggak.
15:18Betul.
15:20Set.
15:21Dia bisa set.
15:23Set.
15:26May I see your rings please, Sir?
15:31Dia terus, wonderful.
15:34Ngomong apa kira-kira?
15:35Saya lupa lengkapnya.
15:36Tapi kira-kira, how wonderful.
15:46Reflex.
15:47Lihat barang mewah itu refleks.
15:49Karena otaknya memang materialistis.
15:54Lihat arloji mahalin.
15:56Set.
15:57Set.
15:58Matanya iju.
16:02Reflex dosa kita ini, saudara.
16:05Kalau kita berjumpa dengan Allah,
16:08takut akan Allah mencengkeram kita.
16:11Reflex-reflex dosa kita akan mulai terhapus.
16:16Jadi kalau kita salah,
16:17langsung bersalah.
16:19Aduh, aku salah ini.
16:21Gitu, saudara.
16:23Terus dikikis.
16:25Kesucian terbangun, saudara.
16:30Maka kita harus mencari Tuhan.
16:33Membuktikan bahwa Allah itu ada.
16:39Kenapa saudara tidak berani satu jam meditasi?
16:46Saya tahu, saudara.
16:48Orang bisa belajar teologi di ruang perpustakaan dari pagi sampai sore.
16:53Ada karya-karya yang namanya bisa diangkat jadi dokter, jadi profesor.
16:58Nah kalau doa begini,
17:00siapa yang lihat?
17:03Padahal kalau seorang hamba Tuhan bisa duduk diam,
17:07berduduk diam,
17:08dia akan diurapi, dipakai Tuhan.
17:11Saudara bisa berdoa dengan benar,
17:14kalau sudah berdoa sampai meneteskan darah.
17:18Kalau Tuhan meneteskan keringat, belum.
17:21Apalagi kalau belum meneteskan keringat.
17:25Sampai meneteskan darah,
17:27istilahnya sampai capek, lelah.
17:30Akhirnya menjadi keindahan, saudaraku.
17:35Nah saudara, saya nasihati untuk beri waktu 30 menit.
17:38Coba, apa saudara lakukan?
17:41Anda nonton TikTok sambil duduk di toilet.
17:45Buset, setengah jam.
17:48Satu jam, coba tiapai begitu.
17:50Ambein kamu.
17:56Bisa di toilet, duduk.
18:00Apalagi di toilet umum.
18:02Orang udah nunggu-nunggu.
18:05Kok tega lulah, mak.
18:10Kalau di dalam,
18:14lihat apa gitu di dalam.
18:17Makanya kalau orang punya perasaan ya,
18:19ke toilet itu ya, cepat-cepat.
18:21Orang mau pakai.
18:22Ambilnya kalau cuma dua, tiga,
18:24dua, setiga,
18:25atau di bandara itu dua, tiga.
18:26Waduh, udah kita gak sejahtera.
18:30Akhirnya kita terpaksa yang disable.
18:35Kita kasih duit.
18:37Kalau istri saya memang pantas di disable.
18:40Tapi kalau saya enggak.
18:42Tapi karena terpaksa, bagaimana?
18:44Yaudah, disable.
18:46Tapi pula keluar ya,
18:48ya saya lihat tuh gak ada orang.
18:49Jangan pura-pura kita begini.
18:54Supaya gak diomeli orang.
18:55Kalau di balet, diomeli loh.
18:57Anda sehat-sehat masuk di disable.
19:02Bisa diomelin.
19:04Loh, mudah sehat kok masuk di situ.
19:07Supaya gak diomeli, kita gini.
19:13Dosa.
19:15Kamu begini berani,
19:17hari tuamu beneran begini.
19:21Anda bisa lama-lama nonton.
19:25Kok tiga puluh menit?
19:26Tidak.
19:28Nah saudara,
19:30seperti pasien masuk rumah sakit,
19:33tidak sehat-sehat.
19:34Karena tidak nurut,
19:35nah sehat dokter.
19:37Saya ini bukan dokter,
19:39tapi asisten dokter.
19:41Saya ini perawat saudara,
19:43as a nurse.
19:45Saya menasihatimu,
19:48beri waktu berdoa.
19:49Coba saudara,
19:51berdoa gak?
19:56Saya setengah tiga bangun sampai sekarang,
19:58belum tidur.
20:01Sudah bangun setengah tiga.
20:03Tidur jam sebelas,
20:04setengah sebelas,
20:04entah jam berapa,
20:05pasti di atas jam sepuluh.
20:08Saya sudah duduk diam di kaki Tuhan.
20:14Bukan mosok.
20:16Nah saya mengajari saudara berdoa,
20:18saya sendiri tidak berdoakan lucu.
20:20Saya harus membuktikan Allah ku hidup.
20:23Aku harus mengalami bahwa dia ada.
20:29Saya harus tahu kalau aku berbahasa roh itu artinya apa.
20:34Jangan cuma,
20:35nah,
20:35gak jelas.
20:38Dulu anak saya Steven,
20:40sekarang sudah jadi pembicara.
20:41saya duduk,
20:43bawa mobil,
20:44istri saya di sebelah.
20:45Saya naik mobil pun berbahasa roh,
20:48dari muda.
20:49Eh anak saya Steven,
20:51dengerin gini,
20:52dengerin.
20:52Terus gini,
20:53ikut-ikutan bahasa roh.
20:57Dia bahasa roh,
20:59dia tidak tahu apa yang dikatakan.
21:01Papanya ngomong,
21:02eh dia,
21:03bahasa roh.
21:04Bahasa roh.
21:05Tapi sekarang ini bisa bahasa roh.
21:08Lucu lagi Stephanie.
21:11bercanda di tempat tidur,
21:12saya jadi macan.
21:14Dia gini,
21:15dalam nama Yesus,
21:16cing-cing-cing-cing-cing.
21:17Bahasa roh lagi.
21:19Karena sering melihat bapaknya bahasa roh,
21:21dia dalam nama Yesus,
21:22dia tusir saya,
21:24terus cing-cing-cing-cing-cing.
21:26Gak ada bahasa roh cing-cing-cing.
21:28Yang ada itu cing-cing itu ncik sebelah rumah.
21:35Saya tanya bahasa roh,
21:36setiap kali aku bicara,
21:38beri aku pengertian.
21:40Aku mencari Tuhan,
21:42supaya jangan semua fantasi dan bohong-bohongan.
21:46Nah saudara,
21:48saya sarankan 30 menit mencari Tuhan,
21:50doa gak tiap hari?
21:58Siapa tadi yang bicara?
22:10Mantap.
22:13Benar.
22:15Rasa mengatakan benar.
22:17Usianya berapa sekarang pak?
22:1965.
22:21Bapak lebih tua dari saya.
22:24Saya 63 pak.
22:25Bapak lebih dulu nanti.
22:29Belum tentu tapi,
22:31secara umur 65 lebih dulu,
22:33tapi belum tentu.
22:34Kita bareng aja pak.
22:37Kita beri tepuk tangan ya.
22:39Amin.
22:42Saya khawatir saudara itu tidak berdoa.
22:4630 menit itu kalau saudara duduk diam,
22:49perubahan hidup saudara luar biasa.
22:5230 menit itu dimana saudara bertemu dengan Tuhan,
22:55Tuhan menandai saudara.
22:58Malekat pun senang.
23:00Ini suka menyembah.
23:03Senang kalau saudara tidak pernah berdoa,
23:05ngomongnya kotor,
23:07matanya masih mata keranjang,
23:09genit,
23:09mata duitan.
23:10Malekat juga capek.
23:13Kalau boleh dia protes kepada komandan Michael,
23:16Mikael,
23:18bos,
23:19aku capek ngurusin orang ini.
23:22Capek ngikutin orang ini.
23:25Kotor mulutnya.
23:27Genit.
23:30Mungkin ini dialog-dialog imajinasi ya.
23:33Bosnya bilang,
23:34enggak apa-apa.
23:34Kamu memang ditugaskan menjagai anak-anak Allah.
23:37Bapak di surga masih sabar terhadap dia.
23:40Kamu harus sabar terhadap dia.
23:41Baik.
23:42Sabar sih sabar bos.
23:44Kata si malekat.
23:47Tapi dia ini genit sekali bos.
23:52Emangnya berapa umurnya?
23:53Dia sih sudah 55.
23:56Tapi kalau ada cewek lewat,
23:58gitu bos.
24:04Terus gini,
24:05yaudah kamu sertai dia.
24:07Nanti minta izin Tuhan.
24:09Kalau dia masih begitu,
24:11kamu tabok.
24:15Benar ditabok.
24:16Plek.
24:17Tuhan izinkan.
24:23Hati-hati loh.
24:26Saya enggak mengatakan semua yang gini.
24:28Ditabok malekat ya.
24:31Ibu-ibu seneng.
24:35Rasain loh, gitu.
24:37Oke.
24:41Saudara yang tua-tua nih ya.
24:43Saudara kan mau check out.
24:47Lu ini serius.
24:49Saya ngomong ini serius.
24:51Saudara harus persiapan ketemu Tuhan tiap hari.
24:55Enggak ada yang ngingetin saudara.
24:57Kecuali sudah di hotel.
25:00Jam 11 di depon kering.
25:02Ya.
25:02Dari front desk, Pak.
25:05Sampai jam 12.
25:06Karena banyak tamu.
25:07Oh, oke.
25:09Malekat enggak telpon Anda.
25:11Awas ya besok jam 12 siang.
25:15Enggak ada.
25:17Bisa setiap saat.
25:20Itu malekat yang kesel sama tadi itu.
25:23Menghadap Mikael bilang.
25:26Bos, boleh enggak minta Tuhan supaya diri cabut nyawanya buru-buru.
25:35Saya capek ngurus dia.
25:36Enak ngurus itu.
25:38Anak-anak Tuhan yang satu itu anak lain satu.
25:41Tiap hari doa.
25:43Mulutnya tidak mengucapkan kata-kata kotor.
25:46Senang.
25:48Dia menyembah Tuhan.
25:49Kalau Jumat datang ke Artagading.
25:54Ini tepuk tangan untuk apa?
25:57Pagi-pagi bangun di tengah lima sudah berdoa.
26:00Kita ikut berdoa.
26:01Kita menyembah Tuhan.
26:03Wah enak ikut anak Allah yang satu ini.
26:06Wah menyembah Tuhan.
26:07Langit dipenuhi dengan penyembahan.
26:09Kita ikut menyembah.
26:10Nah ikut si dia.
26:13Pergi ke tempat yang tidak jelas.
26:17Pergi di mana enggak ada pujian dan penyembahan.
26:20Jadi terpaksa dia.
26:22Saya nunggunya di luar.
26:24Akhirnya di dalam dia digebukin.
26:26Berdarah-darah.
26:27Lalu berkata.
26:28Tuhan kenapa malaikat tidak menjaga saya?
26:31Saya ngasih tahu.
26:32Gue enggak mau masuk.
26:34Tempat kotor begitu.
26:3730 menit saudara berdoa.
26:39Minimal.
26:40Mestinya satu jam.
26:42Di tengah-tengah dunia kita yang gelap ini.
26:44Tempuk tangan.
26:48Yang tempuk tangan ini yang harus berdoa 30 menit.
26:53Oke tempuk tangan.
26:55Haleluya.
26:58Saudara mungkin berkata.
26:59Pak sibuk.
27:02Bapak enggak tahu saya cari nafkah berat.
27:05Sibuk.
27:07Ibu mau enggak sibuk?
27:09Tidurlah di menteng pulau, gunung gadung.
27:14Kuburan baru kamu enggak sibuk.
27:16Kita kan selalu sibuk, Bu.
27:19Tapi 30 menit di kaki Tuhan itu berarti.
27:23Untuk bisnismu, usahamu, kesehatanmu, keluargamu, anakmu, dan keamanan hidupmu.
27:28Tempuk tangan.
27:31Satu jam kalau saudara bisa.
27:34Wah itu karaktermu diubah.
27:36Benar saudaraku.
27:39Benar.
27:40Karena hadirat Allah bisa ditularkan.
27:46Karakter sifat Allah bisa ditularkan.
27:51Orang yang hidup dalam dosa tidak mungkin betah 30 menit.
27:56Tidak mungkin.
27:57Tidak mungkin.
27:59Saudara kalau memaksa diri ada di hadapan Tuhan setiap hari.
28:04Saudara akan bisa mengerti Allah itu hidup.
28:09Dan itu tidak bisa dijelaskan.
28:11Ada kesaksian di dalam batin saudara.
28:16Nanti diumumkan satu hari saya akan berdoa dari jam 10 sampai jam 4, jam 5 sore di sini.
28:22Doa istirahat setengah jam atau setengah jam ke restroom masuk lagi, doa lagi.
28:28Kalau sudah biasa berdoa lama, doa satu jam itu singkat saudaraku.
28:33Yang biasa doa tiap pagi jam 5.
28:36Saudara baru mulai.
28:38Aku datang rendahkan diri.
28:41Tiba-tiba mari kita mendengarkan firman.
28:45Cepat tamat ya.
28:46Satu setengah jam doa hari Jumat di sini.
28:49Tercepat.
28:51Makanya doalah saudara on site.
28:55Jangan.
28:56Kalau doa mesti on site beda suasananya.
28:59Kalau di rumah sambil, haleluya, haleluya.
29:04Di meja, haleluya, glori.
29:08Meja, meja kamar.
29:09Haleluya.
29:10Yee, amin.
29:19Kalau di sini, Anda enggak terganggu.
29:22Haleluya.
29:24Puji Tuhan.
29:24Gitu.
29:25Kalau di rumah kan, pasang.
29:27Haleluya, haleluya, haleluya.
29:36Karena dia enggak mau mengganggu Tuhan.
29:37Cepat gini.
29:38Kuji, kuji.
29:42Haleluya.
29:43Di laci, laci.
29:49Dia bilang gini.
29:50Laci, enggak ada.
29:52Tuhan, izin ya.
29:59Aduh.
30:02Di sini, duduk diam di sini.
30:05Akan diurapi.
30:08Lalu nanti doa di rumah 30 menit.
30:11Kunci pintu atau pesan keluarga.
30:14Jangan diganggu ya.
30:15Saya mau menghadap.
30:16Begitu saudara.
30:18Setengah tiga saya sudah bangun.
30:20Bukan mosok.
30:20Aduh, mosombong.
30:22Saya mau beri contoh.
30:23Saya seletih ini.
30:25Dari kemandah, khutbah berapa kali.
30:27Saya bangun saat tiga.
30:28Saya kadang-kadang menangis terseduh-seduh.
30:30Saya tahan.
30:32Saya tahan.
30:35Enak.
30:36Alah itu hidup saudaraku.
30:40Nah.
30:41Jadi saudara sepakat?
30:43Mau sediakan waktu untuk Tuhan?
30:46Jika tidak, saudara tidak akan pernah bertumbuh.
30:50Tidak akan pernah.
30:52Semua sebuah fantasi.
30:55Dan celakanya.
30:56Ini fakta.
30:57Bukan memeli orang atau menciderai atau menjolimi ya.
31:03Sekolah tinggi teologi rata-rata menggunakan nalar.
31:06Tuhan dinalar, difantasikan, diteorikan, diformatkan.
31:13Kalau saya mau mengajak saudara, temui Tuhan.
31:17Temui dia langsung.
31:20Kita beri tepuk tangan dan saudara lakukan apa yang saya nasihatkan ini.
31:26Saudara bangun pagi jam setengah lima, jam empat.
31:29Ikutlah berdoa.
31:33Coba tiap hari saya bekerja begitu keras persiapan khutbah, bikin seminar dan lain-lain.
31:39Jam lima pasti sudah memimpin doa.
31:42Kok bisa?
31:43Tergantung seberapa kamu nekat.
31:45Dan saya melakukannya dengan rela.
31:50Berbaring malam hari saja saya sudah mikir rasanya mau pagi ini.
31:54Besok nyanyi lagu apa ya.
31:55Saya tidak berani create malam harinya.
31:58Karena saya harus tanya Tuhan, lagu apa yang harus saya nyanyikan besok Tuhan.
32:02Saya persiapkan malam harinya, besok saya ganti.
32:08Makanya yang pegang lagu kadang-kadang bingung.
32:11Pak Eras sudah kasih lagu ini kok berubah.
32:14Berubah? Bisa berubah.
32:16Oke.
32:17Sekarang saya teruskan.
32:19Bagaimana Allah bisa nyata dalam hidup kita?
32:24Yang pertama saudara.
32:26Orang yang mau berkenan di hadapan Tuhan.
32:29Yang kedua.
32:31Orang yang mau memenuhi rencana Allah.
32:34Orang-orang yang disertai Tuhan dan mengalami Tuhan.
32:38Itu orang-orang yang hidup di dalam rencana Allah.
32:42Yang sedang memenuhi menggenapi rencana Allah.
32:45Tidak ada orang yang tidak memenuhi rencana Allah disertai Tuhan dan mengalami Tuhan.
32:51Untuk apa?
32:54Perhatikan ini.
32:55Dua ini.
32:56Yang pertama saudara.
32:58Berusaha berusaha hidup berkenan.
33:00Karena itu rencana Allah untuk dirimu.
33:05Lalu yang kedua memenuhi rencana Allah untuk hidup orang lain.
33:08Pekerjaan Tuhan seperti Musa disertai Tuhan karena rencana membawa bangsa Israel dari Mesir kekanaan.
33:18Daniel, Satram, Isha, Betneko, Yusuf yang dibawa ke Mesir disertai Tuhan begitu hebat.
33:25Karena memenuhi rencana Allah.
33:29Tapi yang pertama rencana Allah dalam hidupmu secara pribadi dulu.
33:32Hidup di dalam kekudusan dan kesucian.
33:35Jangan Anda memandang suci itu sulit.
33:37Kalau Anda sudah melangkah, sudah praktis Anda tahu.
33:40Suci itu sesuatu yang bisa dilakukan.
33:44Amin.
33:46Dan itu rahasia hidup.
33:47Anda tidak akan dipermalukan.
33:49Tidak akan.
33:50Kalau Anda hidup suci, jangan berbuat dosa.
33:54Bagaimana caranya Pak?
33:56Jalanlah dengan Tuhan.
33:57Doa tiap hari, 30 menit, 1 jam.
33:59Rokulus akan pimpin bagaimana hidup dalam kesucian.
34:02Anda bukan saja menyelamatkan dirimu.
34:05Anda juga menyelamatkan orang-orang yang Anda kasihi.
34:08Orang tuamu, anakmu, saudaramu.
34:11Kita mau menjadi jemaat akhir jaman yang mengenal Allah.
34:16Bergaul dengan Allah.
34:18Jangan kita kekanak-kanakan.
34:21Jangan jadi anak nakal, sili, boy yang suka-suka sendiri.
34:25Kita mau duduk diam di kaki Tuhan.
34:29Pastikan ini saudara lakukan.
34:31Jangan jadi jemaat yang tidak bertumbuh.
34:35Yang dikit-dikit didoakan.
34:36Dikit-dikit mesti harus lewat pendeta.
34:39Saudara bisa temui Tuhan.
34:41Saya buka pintu untuk saudara yang mau counseling.
34:44Banyak counselor yang disediakan counselor.
34:47Tapi kalau saudara sudah bertemu Tuhan.
34:50Tuhan bisa berbicara dan akurasi ketepatannya sempurna.
34:57Saudara bingung atau tidak tahu apa yang harus saudara lakukan.
35:01Tuhan berbicara kepada saudara.
35:06Jadi saudara yang sungguh-sungguh mau hidup suci itu pasti mengalami kehadiran Tuhan.
35:12Baru merasakan kehadiran Tuhan.
35:16Kalau saudara tidak berminat hidup suci.
35:19Tidak berminat hidup benar anda akan mengalami Tuhan.
35:23Mengapain?
35:26Maka jarang sekali orang mengalami Tuhan karena memang tidak berminat untuk sungguh-sungguh hidup suci.
35:32Jadi orang baik saja Pak.
35:34Tidak.
35:34Tuhan mengandai kamu suci seperti Bapak di surga suci.
35:38Tidak ada ruginya kita suci.
35:40Apa ruginya coba?
35:42Setan itu seringkali membuat kita takut.
35:45Ada ketakutan-ketakutan untuk mengambil keputusan.
35:48Dengan segala alasan.
35:50Kamu tidak mungkin.
35:51Kamu jadi fanatik.
35:53Nanti kamu dijauhi orang.
35:55Setan dasar.
35:56Setan lo.
35:59Paham?
36:00Jangan takut.
36:01Suci itu mungkin.
36:03Bersih pikiran, bersih ucapan, bersih tindakan.
36:07Itu nanti saudara akan mesti mengerti.
36:10Reflek-reflek dosa akan mulai hilang.
36:15Itu ciri-ciri orang yang makin kudus.
36:18Kaki tadi injak orang.
36:19Kalau dulu kan matamu langsung.
36:22Sekarang maaf mas kakinya di atas kaki saya.
36:25Bisa parkir ke tempat lain enggak?
36:30Amin.
36:31Amin sayang.
36:33Bisa ya.
36:35Orang lain lebih berhasil langsung nyet gak suka.
36:38Itu refleks dosa.
36:40Paham?
36:41Iya.
36:42Nanti ada suara-suara juga yang membuat kamu berbuah dosa.
36:47Tapi kalau kamu duduk diam di kaki Tuhan.
36:49Kamu punya potensi, kuasa untuk menolak.
36:53Amin.
36:54Amin.
36:56Kita kelihatan baik-baik begini Pak.
36:59Daging kita ini Pak.
37:01Belum mati.
37:01Kalau punya kesempatan masih bisa salah.
37:05Kalau kita duduk diam di kaki Tuhan.
37:07Kita matikan daging kita.
37:09Ditambah dengan sumpah.
37:11Aku janji Tuhan tidak berbuat dosa.
37:13Itu kuat sekali.
37:17Ngerti?
37:18Kau masih muda.
37:19Dagingmu ini masih bisa bangkit.
37:23Sebelum bangkit matikan.
37:27Amin.
37:28Iya.
37:29Nanti di kantor ketemu wanita yang dikianati suami.
37:33Terus counseling.
37:34Gimana ya kok ya.
37:36Saya ini punya suami begini-begini.
37:38Aduh betapa bahagianya kok.
37:40Kalau aku punya suami seperti kamu.
37:42Eh.
37:44Setan.
37:47Paham gak?
37:49Tapi kalau kamu hidup dalam doa.
37:51Kamu takut akan Tuhan.
37:55Makanya kita doa tiap pagi.
37:57Bisa gak orang doa tiap pagi kalau berdosa siang harinya?
38:00Sulit Pak.
38:01Bisa tapi sulit.
38:02Tiap pagi apa lagi?
38:04Nggak bisa dia bikin dosa.
38:06Belum doa puasa.
38:07Belum malam harinya doa.
38:08Sulit dia berbuat dosa.
38:11Dan sulit dia menjadi takut menghadapi hidup.
38:14Tak sulit.
38:15Bisa takut tapi sulit.
38:18Kalau saudara belum bertemu Tuhan.
38:20Saudara itu takut mati.
38:21Takut ini takut itu.
38:23Dan ciri yang lain mudah berbuat dosa.
38:26Makanya kita harus berusaha hidup suci.
38:29Kita akan mengalami Tuhan.
38:31Karena kesucian yang kita perjuangkan itu.
38:34Kesucian yang standarnya Tuhan sendiri.
38:38Tidak bisa tidak Tuhan menyambut kerinduanmu.
38:42Dan Tuhan akan mengalami Tuhan yang nyata.
38:46Beri tepuk tangan.
38:47Haleluya.
38:51Amin.
38:53Lalu kita tanya.
38:55Setelah kita hidup suci.
38:56Tuhan tanya.
38:58Maaf kita tanya.
38:59Tuhan aku harus buat apa?
39:01Nah kita akan menemukan rencana Allah dalam hidup kita.
39:06Menurut saya sebagian besar saudara itu tidak tahu loh rencana Allah atas hidup saudara.
39:11Saudara masih montang-manteng murat-murat tidak jelas hidupnya.
39:15Ya Pak Pendeta.
39:16Boroboro tanya rencana Allah.
39:18Hari ini makan pun sudah sulit.
39:20Nanti besok gali lubang tutup lubang.
39:23Kontrak kos habis.
39:25Mesti susah.
39:26Oh saya mengerti.
39:29Kenapa?
39:30Kamu gak sungguh-sungguh hidup suci.
39:32Coba kamu sungguh-sungguh hidup suci.
39:34Lalu teman-temanmu, saudara-saudaramu, keluargamu tahu.
39:37Kok berusaha hidup suci.
39:39Tuhan tidak permalukan kamu.
39:41Cepat manusia.
39:43Mungkin sementara waktu kamu seperti dipermalukan.
39:45Kamu diam.
39:47Kok Tuhan seperti gak ada.
39:48Tuhan akan menyatakan diri.
39:52Coba munculkan lagi lagu dulu itu.
39:55Kadang kau tak nyata.
39:59Begitu ya.
39:59Ada lagu itu ya.
40:03Seakan tiada.
40:06Nyanyikan.
40:07Waktuku berseru.
40:12Kau seperti membisu.
40:19Ku menjadikanku.
40:21Bisa kejadian ini.
40:23Nyanyikan.
40:24Tapi jangan berhenti.
40:26Percaya.
40:28Dia tidak mungkin meninggalkanmu.
40:32Tidak mungkin.
40:35Kau seperti ditinggalkan Tuhan.
40:38Engkau ditindas.
40:39Engkau dihina.
40:41Engkau dihancurkan.
40:46Tuhan tidak pernah meninggalkan saudara.
40:53Kau ajarku dewasa.
40:55Haleluya.
40:58Kau ajarku dewasa.
41:03Sekalang berjalan.
41:05Nabe sihat.
41:07Hat noho kilum api naik.
41:10Hamersi teosium.
41:12Lahan roh kabatia.
41:13Bapak jatuh mengerti.
41:18Segala hal yang Bapak ingin ini.
41:26Lewat semua.
41:28Lewat semua.
41:31Teruji setia.
41:33Teruji setia.
41:40Emas yang murni.
41:43Emas yang murni.
41:59Emas yang murni.
42:03di langit dan pasir di lautan.
42:06Tapi setelah itu Tuhan menutup rahim Sarah.
42:09Apaan itu?
42:15Segala bangsa akan diberkati oleh keturunanmu.
42:20Tetapi Tuhan menutup kandungan Sarah.
42:2324-25 tahun.
42:26Seperempat abad.
42:27Apakah Allah tidak menyertai?
42:29Allah menyertai.
42:31Abram tidak pernah.
42:36Melawan Allah.
42:37Dan memberuntak.
42:38Walaupun dia punya pergumulan.
42:40Ada saat-saat dia lemah.
42:42Dan seperti kecewa.
42:44Tapi dia tidak melawan Tuhan.
42:46Dia menjaga perasaan Tuhan luar biasa.
42:49Dia berbisik kepada hambanya.
42:51Nanti kalau aku mati.
42:53Aku tidak punya keturunan.
42:56Aku berikan warisan ini kepadamu.
43:00Dia tidak melawan Tuhan.
43:03Wah luar biasa.
43:06Dia menjaga perasaan Allah.
43:09Dia dalam kebingungan.
43:11Kenapa Allah buat begini?
43:13Tapi dia tetap setia.
43:23Dia dalam situasi kekeringan.
43:26Dia harus datang ke Mesir.
43:30Tapi di Mesir nyaris dia kehilangan istri.
43:36Disitu Tuhan menyatakan kehadirannya.
43:40Jadi kalau saudara mencari Tuhan.
43:42Lalu saudara menghadapi keadaan-keadaan.
43:45Seakan-akan Tuhan tidak menyertai-Mu.
43:47Jangan curigai Tuhan.
43:50Saya sudah mengalami berulang-ulang.
43:54Yang karenanya lagu ini saya tulis.
43:57Kadang kau tak nyata.
43:59Seakan tiada.
44:05Sudara mencari Tuhan sungguh-sungguh.
44:08Hidup kudus, semua hidup suci.
44:11Itu harus menyeri awal langkah kita.
44:15Maka Allah akan menyatakan kehadirannya.
44:18Dan jika saudara sudah melakukan perjuangan untuk hidup suci.
44:22Baru saudara akan diberi Tuhan pengertian.
44:25Tuhan akan membuka rahasia rencana-rencananya dalam hidup saudara yang saudara harus penuhi.
44:35Dan hanya orang yang hidup di dalam rencana Allah.
44:38Atau kalimat mudahnya yang mengerjakan pekerjaan Allah.
44:42Dengan motif benar.
44:44Akan disertai Tuhan dan mengalami Tuhan.
44:49Kalau saudara punya bisnis, saudara mempersembahkannya sungguh-sungguh untuk Tuhan.
44:54Saudara akan melihat gerak Tuhan atas bisnismu.
44:57Bukan berarti tidak ada persoalan.
45:00Ada.
45:01Tapi saudara akan melihat tangan Tuhan di atas bisnismu.
45:07Hari ini saudara pasti punya persoalan.
45:11Itu akan selesai dengan sendiri.
45:13Lawan persoalanmu dengan kesucian hidup.
45:17Kalau engkau sudah melewati kesucian hidup.
45:20Engkau akan melihat rencana Allah atas hidupmu yang harus engkau penuhi.
45:26Tuhan menyayangi saudara.
45:29Lebih dari engkau menyayangi dirimu sendiri.
45:34Dia ingin saudara mengenal dia.
45:38Tuhan ingin kita berjalan dengan dia.
45:43Tuhan berkata kamu tidak bisa hidup tanpa aku nak.
45:48Karena tidak ada kehidupan.
45:50Tidak ada kehidupan di luar aku.
45:53Aku mengingin engkau berjalan denganku.
45:57Tapi engkau lebih senang berjalan dengan yang lain.
46:00Dan engkau merasa ada kebahagiaan di luar diriku.
46:03Tidak jarang orang menjadikan Tuhan sekedar perlengkap tambahan alat untuk mencapai kesenangan-kesenangan.
46:13Padahal Tuhan sendirilah kesenangan kebahagiaan kita.
46:22Saudara, sedikit sekali saudara yang mengalami Tuhan.
46:27Tapi hari ini Tuhan membukakan rahasia firmannya.
46:31Temui dia setiap hari.
46:34Punyalah tekat untuk hidup suci.
46:36Dan nanti lakukan pekerjaan Tuhan.
46:40Tuhan pasti akan memberkati saudara.
46:44Ketika saudara dipercayai Tuhan untuk melakukan pekerjaannya.
46:49Saudara mulai menjadi anggur yang tercurah, roti yang terpecah.
46:54Apakah dengan memberikan waktumu, tenagamu, uangmu, hartamu.
47:01Engkau akan merasakan lawatan Tuhan.
47:06Saudara akan bisa merasakan saudara adalah orang istimewa Tuhan.
47:12Biji matanya.
47:13Sebelum terlambat, lakukan nasihat Tuhan siang ini.
47:21Amin.
47:26Saudara.
47:51Saudara.
47:52hadir.
47:54Bapak-bapak juga hadir karena firmannya untuk semua usia.
47:59Saya mengundang Bapak Ibu hadir di Natal STT Ekumenien.
48:03The True Soldier.
48:049 Desember jam 18.30 doa malam.
48:08Ini akan kita gabung dengan acara Natal STT Ekumenien.
48:11Ini sekolah kita.
48:13Saudara akan pasti diberkati di acara khusus itu.
48:17Mari kita bangkit pendiri saudara.
48:24Kita percaya Tuhan beserta kita.
48:28Allah yang hidup.
48:31Bawalah aku Bapak ada di hadiratmu ada di hadiratmu berjalan bersama denganmu Bapak.
48:47Berjalan bersama denganmu Bapak.
49:11Terima kasih.