Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Iran dikabarkan telah mengirimkan proposal baru kepada mediator untuk menyelesaikan perang dengan Amerika Serikat.

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengumpulkan tim keamanan nasional untuk membahas usulan Iran tersebut.

Bagaimana Amerika Serikat dan Iran mengakhiri perang? Apakah jalan damai bisa terwujud tanpa tekanan? Simak pembahasan KompasTV bersama pakar geopolitik dan keamanan, Wibawanto Nugroho Widodo.

Baca Juga MEMANAS! Negosiasi AS vs Iran Masih Buntu, Trump Ultimatum Kehancuran? Ini Analisis Praktisi HI di https://www.kompas.tv/internasional/666666/memanas-negosiasi-as-vs-iran-masih-buntu-trump-ultimatum-kehancuran-ini-analisis-praktisi-hi

#iran #amerikaserikat #perangiran

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/666668/lengkap-pakar-geopolitik-wibawanto-ungkap-kans-damai-as-iran-lewat-proposal-baru
Transkrip
00:00Bagaimana AS Iran mengakhiri perang? Apakah jalan damai bisa terwujud tanpa tekanan?
00:05Kita sudah bersama dengan pakar geopolitik dan keamanan nasional, Wibawanto Nugroho Widodo.
00:10Selamat malam, Mas Wiwawa.
00:12Selamat malam, Mas.
00:14Ini kenapa sulit mengharap hasil positif dari negosiasi AS dan juga Iran menurut Anda?
00:20Oke, jadi malam ini coba kita fokus dulu ya, memahami konstitusi berpikir Presiden Trump dan Amerika tentang kalkulasi kemenangan.
00:27Gitu ya, Mas? Kita coba pahami ya.
00:30Jadi cara pikir Amerika itu adalah cara pikir yang cross-switchian, cross-switch ya.
00:35Bahwa tujuan dari peperangan itu salah satunya itu adalah mematahkan enemy's will.
00:41Jadi semangat berjuang untuk berperang itu sudah tidak ada lagi.
00:45Caranya gimana? Presiden Trump saat ini, karena kemarin itu belum berhasil untuk meruntuhkan regime dengan high CTC konflik,
00:53yang pertama kali dilakukan setiap 47 tahun terakhir,
00:55sekarang tujuannya, caranya itu bukan, tujuannya bukan untuk mencapai kemenangan militer total.
01:01Tetapi untuk menghancurkan center of gravity dari Iran.
01:06Apa itu?
01:06Yaitu ketergantungan Iran kepada minyaknya, produksi dan eksport minyak sebagai tulang pungu ekonomi.
01:14Yang harus melewati lingkup geografi Selat Hormuz.
01:19Nah, jadi Presiden Trump di sini, pendekatannya adalah serangan militer terbatas,
01:24pertama yang dilakukan selama 4 minggu pertama, yang kemudian adalah blokade sekarang,
01:30kemudian diikuti oleh tekanan psikologikal,
01:33di mana akhirnya Iran dianggap tidak berkutik lah, artinya secara ekonomi.
01:38Karena itu poinnya tuh.
01:40Jadi, yang diharapkan dari Iran adalah Iran menyerah dalam kondisi ini,
01:47dan Iran menerima apa yang diajukan oleh Amerika.
01:50Nah, Amerika tuh tidak akan turun dari masalah nuklir.
01:53Karena masalah nuklir ini sudah diperjuangkan oleh seluruh Presiden Amerika
01:57sejak 47 tahun terakhir, baik itu Presiden dari Demokrat atau Republikan.
02:03Hanya Trump saja yang caranya berbeda dengan menggunakan aditensi-adit outlet.
02:07Tetapi, walaupun demikian, Mas, walaupun demikian,
02:11dengan memanage eskalasi, mengunci Iran seperti ini, gitu ya,
02:17menggunakan multi-domain warfare,
02:18dengan militeri, nevi, menggunakan instrumen ekonomi,
02:25menggunakan selat hormos, arke geografis, dan juga energi.
02:29Tetapi, untuk jangka panjang belum ada decisive victory,
02:33kemenangan yang menentukan.
02:34Nah, jadi Iran itu juga belum runtuh,
02:37Amerika juga belum keluar dari perang ini, gitu.
02:39Nah, jadi kemungkinan ini akan beralih kepada perang yang panjang,
02:43yaitu perang ekonomi dan politik,
02:45kembali seperti 47 tahun yang lalu.
02:46Masih bawah, masih bawah.
02:48Tapi ada nggak sih, solusi nih,
02:50solusi agar keduanya tidak saling tekan,
02:53tidak saling sandra,
02:54jika tadi tujuannya seperti yang Anda singgung.
02:56Ada nggak solusi untuk bisa capai ke perdamaian di sana?
03:00Oke, yang sudah dicapai oleh Amerika adalah
03:03banyaknya penghancuran dari notes-notes militer dan nuklir Iran.
03:07Setuju tuh ya?
03:08Oke, satu.
03:09Yang kedua, yang dicapai oleh Amerika saat ini adalah bagaimana harus dicapai saat ini adalah
03:17bagaimana Hormus tuh bisa terbuka, sehingga semua normal.
03:20Nah, tetapi kalau hanya Hormus yang terbuka,
03:23ya berarti didapat oleh Amerika itu hanya Hormus,
03:26ya, kembali normal global commerce, ya,
03:29dan hancurnya banyak notes-notes militer dari Iran,
03:32termasuk arah nuklirnya.
03:34Tetapi tidak merubah orientasi geopolitik Iran,
03:38which is nuklir, which is proxy, gitu loh, Mas.
03:41Oke.
03:41Nah, ini yang mau dituntaskan oleh Trump, gitu loh.
03:44Oke, saya tidak berhasil menghenti regim.
03:47Ya, oke, biarkan saja yang itu tetap berkuasa.
03:50Tetapi, saya mau pastikan tidak ada lagi penghayaan nuklir,
03:53tidak ada lagi proxy di kawasan.
03:55Itu poinnya.
03:56Karena yang direbut ini...
03:57Itu legasi yang ingin dicapai Trump?
03:59Legasi yang ingin dicapai Trump itu?
04:01Loh, itu legasi yang ingin dicapai semua Presiden Amerika selama 47 tahun, Mas.
04:06Cuman caranya Trump yang berbeda.
04:07Semua menggunakan yang namanya diplomasi yang challenging,
04:10menurut Obama, plus special operation and low intensity conflict.
04:13Bahkan dulu tahun 2005 sampai 2010,
04:17Presiden Bush itu pernah mengirim virus Stuxnet
04:19untuk menghentikan proses penghayaan nuklir di Iran.
04:23Kalau tahu itu.
04:24Jadi lumpuh proses penghayaan nuklir di Iran.
04:26Tanpa serangan fisik.
04:27Nah, sekarang Trump berharap kemarin itu
04:29dengan serangan high intensity,
04:31janti regim, langsung berubah semuanya.
04:33Ternyata tidak tercapai cara itu, gitu loh.
04:35Nah, jadi Trump di sini memaksa untuk bisa
04:37itu tercapai menjadi legisinya dia.
04:40Tapi ada nggak sih upaya untuk bisa meredam temsi ini
04:43jika melihat ada legasi yang ingin dicapai Trump,
04:46ada tidak upaya untuk bisa meredam temsi yang terjadi?
04:50Nah, memang yang saya katakan tadi, Mas.
04:53Kalau sekarang ini memang kemenangan militer itu sudah dicapai oleh Trump.
04:56Bahwa banyak yang hancur dari Iran,
04:58dan Amerika juga tidak perlu melakukan invasif besar-besaran.
05:03ekonomi Iran jelas terganggu.
05:05Tetapi untuk jangka panjangnya apa?
05:07Kan belum tercapai, gitu loh.
05:09Nah, makanya ada beberapa titik negosiasi.
05:12Yang pertama adalah,
05:13Kormus biar dibuka dulu,
05:15nuklir itu tidak usah dibicarakan dulu,
05:17nanti dibicarakan selanjutnya.
05:18Tapi kalau itu yang diambil,
05:20itu yang paling moderat, ya.
05:21Yang paling mungkin itu dicapai ke-25.
05:23Berarti Trump bisa dibilang,
05:25belum mencapai tujuan strategisnya.
05:28Berarti tidak ada beda dengan presiden-presiden sebelumnya.
05:30Sementara presiden-presiden sebelumnya,
05:31tidak ada yang pernah melakukan high-tech konflik, gitu loh, Mas.
05:33Paham ya, Mas, ya?
05:34Oke.
05:34Sementara,
05:35karena ini yang diperebutkan adalah struktur regional security complex di Timur Tengah.
05:41Nah, jadi versinya Amerika,
05:43bersama dengan Blue Country Council dan Israel,
05:46melawan versi yang mau didesain oleh Iran,
05:51di mana Iran itu menjadi kekuatan yang dominan.
05:53Makanya Iran mau punya kekuatan nuklir.
05:54Nggak hanya Israel, gitu loh poinnya.
05:56Kalau grup Sunni Arab kan tidak ada yang punya nuklir, gitu.
05:58Ini ada klaim,
06:01karena AS lagi ngebahas nih proposal baru dari Iran.
06:03Kita akan tunggu nanti, Mas Wibawa ya.
06:06Kita tunggu bagaimana hasil pembahasan dengan tim Kameran Nasional, katanya.
06:09Terima kasih, Mas Wibwanto Nugro Widodo,
06:13Pak Geopolitik dan Kameran Nasional telah menyampaikan ulasnya di program Kepas Malam hari ini.
Komentar

Dianjurkan