00:00Bagaimana AS Iran mengakhiri perang? Apakah jalan damai bisa terwujud tanpa tekanan?
00:05Kita sudah bersama dengan pakar geopolitik dan keamanan nasional, Wibawanto Nugroho Widodo.
00:10Selamat malam, Mas Wiwawa.
00:12Selamat malam, Mas.
00:14Ini kenapa sulit mengharap hasil positif dari negosiasi AS dan juga Iran menurut Anda?
00:20Oke, jadi malam ini coba kita fokus dulu ya, memahami konstitusi berpikir Presiden Trump dan Amerika tentang kalkulasi kemenangan.
00:27Gitu ya, Mas? Kita coba pahami ya.
00:30Jadi cara pikir Amerika itu adalah cara pikir yang cross-switchian, cross-switch ya.
00:35Bahwa tujuan dari peperangan itu salah satunya itu adalah mematahkan enemy's will.
00:41Jadi semangat berjuang untuk berperang itu sudah tidak ada lagi.
00:45Caranya gimana? Presiden Trump saat ini, karena kemarin itu belum berhasil untuk meruntuhkan regime dengan high CTC konflik,
00:53yang pertama kali dilakukan setiap 47 tahun terakhir,
00:55sekarang tujuannya, caranya itu bukan, tujuannya bukan untuk mencapai kemenangan militer total.
01:01Tetapi untuk menghancurkan center of gravity dari Iran.
01:06Apa itu?
01:06Yaitu ketergantungan Iran kepada minyaknya, produksi dan eksport minyak sebagai tulang pungu ekonomi.
01:14Yang harus melewati lingkup geografi Selat Hormuz.
01:19Nah, jadi Presiden Trump di sini, pendekatannya adalah serangan militer terbatas,
01:24pertama yang dilakukan selama 4 minggu pertama, yang kemudian adalah blokade sekarang,
01:30kemudian diikuti oleh tekanan psikologikal,
01:33di mana akhirnya Iran dianggap tidak berkutik lah, artinya secara ekonomi.
01:38Karena itu poinnya tuh.
01:40Jadi, yang diharapkan dari Iran adalah Iran menyerah dalam kondisi ini,
01:47dan Iran menerima apa yang diajukan oleh Amerika.
01:50Nah, Amerika tuh tidak akan turun dari masalah nuklir.
01:53Karena masalah nuklir ini sudah diperjuangkan oleh seluruh Presiden Amerika
01:57sejak 47 tahun terakhir, baik itu Presiden dari Demokrat atau Republikan.
02:03Hanya Trump saja yang caranya berbeda dengan menggunakan aditensi-adit outlet.
02:07Tetapi, walaupun demikian, Mas, walaupun demikian,
02:11dengan memanage eskalasi, mengunci Iran seperti ini, gitu ya,
02:17menggunakan multi-domain warfare,
02:18dengan militeri, nevi, menggunakan instrumen ekonomi,
02:25menggunakan selat hormos, arke geografis, dan juga energi.
02:29Tetapi, untuk jangka panjang belum ada decisive victory,
02:33kemenangan yang menentukan.
02:34Nah, jadi Iran itu juga belum runtuh,
02:37Amerika juga belum keluar dari perang ini, gitu.
02:39Nah, jadi kemungkinan ini akan beralih kepada perang yang panjang,
02:43yaitu perang ekonomi dan politik,
02:45kembali seperti 47 tahun yang lalu.
02:46Masih bawah, masih bawah.
02:48Tapi ada nggak sih, solusi nih,
02:50solusi agar keduanya tidak saling tekan,
02:53tidak saling sandra,
02:54jika tadi tujuannya seperti yang Anda singgung.
02:56Ada nggak solusi untuk bisa capai ke perdamaian di sana?
03:00Oke, yang sudah dicapai oleh Amerika adalah
03:03banyaknya penghancuran dari notes-notes militer dan nuklir Iran.
03:07Setuju tuh ya?
03:08Oke, satu.
03:09Yang kedua, yang dicapai oleh Amerika saat ini adalah bagaimana harus dicapai saat ini adalah
03:17bagaimana Hormus tuh bisa terbuka, sehingga semua normal.
03:20Nah, tetapi kalau hanya Hormus yang terbuka,
03:23ya berarti didapat oleh Amerika itu hanya Hormus,
03:26ya, kembali normal global commerce, ya,
03:29dan hancurnya banyak notes-notes militer dari Iran,
03:32termasuk arah nuklirnya.
03:34Tetapi tidak merubah orientasi geopolitik Iran,
03:38which is nuklir, which is proxy, gitu loh, Mas.
03:41Oke.
03:41Nah, ini yang mau dituntaskan oleh Trump, gitu loh.
03:44Oke, saya tidak berhasil menghenti regim.
03:47Ya, oke, biarkan saja yang itu tetap berkuasa.
03:50Tetapi, saya mau pastikan tidak ada lagi penghayaan nuklir,
03:53tidak ada lagi proxy di kawasan.
03:55Itu poinnya.
03:56Karena yang direbut ini...
03:57Itu legasi yang ingin dicapai Trump?
03:59Legasi yang ingin dicapai Trump itu?
04:01Loh, itu legasi yang ingin dicapai semua Presiden Amerika selama 47 tahun, Mas.
04:06Cuman caranya Trump yang berbeda.
04:07Semua menggunakan yang namanya diplomasi yang challenging,
04:10menurut Obama, plus special operation and low intensity conflict.
04:13Bahkan dulu tahun 2005 sampai 2010,
04:17Presiden Bush itu pernah mengirim virus Stuxnet
04:19untuk menghentikan proses penghayaan nuklir di Iran.
04:23Kalau tahu itu.
04:24Jadi lumpuh proses penghayaan nuklir di Iran.
04:26Tanpa serangan fisik.
04:27Nah, sekarang Trump berharap kemarin itu
04:29dengan serangan high intensity,
04:31janti regim, langsung berubah semuanya.
04:33Ternyata tidak tercapai cara itu, gitu loh.
04:35Nah, jadi Trump di sini memaksa untuk bisa
04:37itu tercapai menjadi legisinya dia.
04:40Tapi ada nggak sih upaya untuk bisa meredam temsi ini
04:43jika melihat ada legasi yang ingin dicapai Trump,
04:46ada tidak upaya untuk bisa meredam temsi yang terjadi?
04:50Nah, memang yang saya katakan tadi, Mas.
04:53Kalau sekarang ini memang kemenangan militer itu sudah dicapai oleh Trump.
04:56Bahwa banyak yang hancur dari Iran,
04:58dan Amerika juga tidak perlu melakukan invasif besar-besaran.
05:03ekonomi Iran jelas terganggu.
05:05Tetapi untuk jangka panjangnya apa?
05:07Kan belum tercapai, gitu loh.
05:09Nah, makanya ada beberapa titik negosiasi.
05:12Yang pertama adalah,
05:13Kormus biar dibuka dulu,
05:15nuklir itu tidak usah dibicarakan dulu,
05:17nanti dibicarakan selanjutnya.
05:18Tapi kalau itu yang diambil,
05:20itu yang paling moderat, ya.
05:21Yang paling mungkin itu dicapai ke-25.
05:23Berarti Trump bisa dibilang,
05:25belum mencapai tujuan strategisnya.
05:28Berarti tidak ada beda dengan presiden-presiden sebelumnya.
05:30Sementara presiden-presiden sebelumnya,
05:31tidak ada yang pernah melakukan high-tech konflik, gitu loh, Mas.
05:33Paham ya, Mas, ya?
05:34Oke.
05:34Sementara,
05:35karena ini yang diperebutkan adalah struktur regional security complex di Timur Tengah.
05:41Nah, jadi versinya Amerika,
05:43bersama dengan Blue Country Council dan Israel,
05:46melawan versi yang mau didesain oleh Iran,
05:51di mana Iran itu menjadi kekuatan yang dominan.
05:53Makanya Iran mau punya kekuatan nuklir.
05:54Nggak hanya Israel, gitu loh poinnya.
05:56Kalau grup Sunni Arab kan tidak ada yang punya nuklir, gitu.
05:58Ini ada klaim,
06:01karena AS lagi ngebahas nih proposal baru dari Iran.
06:03Kita akan tunggu nanti, Mas Wibawa ya.
06:06Kita tunggu bagaimana hasil pembahasan dengan tim Kameran Nasional, katanya.
06:09Terima kasih, Mas Wibwanto Nugro Widodo,
06:13Pak Geopolitik dan Kameran Nasional telah menyampaikan ulasnya di program Kepas Malam hari ini.
Komentar