Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Banyak yang belum tahu pekerjaan menarik dengan komisi tinggi bernama broker properti, berikut fenomena menarik dibalik pekerjaan broker properti
Transkrip
00:00Kan orang itu dari nol nih, sebenarnya apa yang harus dimiliki oleh seorang genset yang
00:06setelah dia tahu informasi tadi Kang Rie bilang ya, ini modal kecil untung besar, ini kebutuhan primer,
00:12terus komisi bisa setiap hari, setelah dia tahu semua informasi bahwasannya ini menguntungkan gitu,
00:19apa hal pertama yang anak genset ini perlu lakuin atau perlu bangun habitnya untuk jadi seorang agen yang sukses?
00:43Halo Sobat OCS, ketemu lagi dengan saya Alice Wiria di program OCS, obrolan cerdas ekonomi dan sosial.
00:49Property memang salah satu bisnis yang gak ada matinya, nah untuk itu hari ini saya akan membahas tentang
00:55dunia property bersama founder Alfa Realty Indonesia, Kang Ari. Halo Kang Ari. Halo.
01:01Beli Ali, sorry. Apa kabar? Alhamdulillah baik. Sehat banget, sehat nih? Sehat, sehat.
01:07Nih kalau cerah gini biasanya closingnya banyak nih ya. Wah, apa aja.
01:12Kang Ari, di property berapa tahun Kang Ari? Sebelum dari awal ya, bukan mendirikan Alfa Realty ya.
01:18Baik, jadi seorang broker kurang lebih 11 tahun Beli.
01:2111 tahun. Jadi broker luar biasa. Nah Kang Ari, boleh cerita gak? Dulu masuk ke dunia broker property itu, alasannya
01:29apa tuh Kang Ari?
01:31Alasannya, sebenarnya banyak alasan ya Beli ya.
01:33Oke. Jangan butuh duit.
01:36Yang paling emosional aja kali ya.
01:37Yang paling emosional, oke.
01:38Saat itu, aku ini kan budak korporat juga. Tapi orang lapangan, dulu di finance.
01:44Oke.
01:45Di lapangan itu sering ketemu orang di jalan. Lampu merah, ada bapak-bapak naik motor, gonceng bayi.
01:53Aku mikir kan, mungkin anaknya lagi sakit, mau kontrol ke dokter. Di situ aku merenung.
02:00Aku ngebayangin kalau suatu saat udah nikah, punya anak, minimal harus punya mobil gitu.
02:06Oke.
02:06Biar nyaman.
02:08Di situ aku mikir.
02:09Kalau aku terus kerja, dengan life cost saat itu, rasanya berat.
02:15Oke.
02:15Untuk bisa memimpikan hidup yang nyaman.
02:19Oke.
02:20Akhirnya aku berpikirlah, gimana caranya biar bisa menghasilkan dengan modal yang cenderung minim, tapi margin yang cenderung besar.
02:30Browsing lah aku di Google.
02:31Oh beneran browsing?
02:332015, serius.
02:332015, serius.
02:332015, oke.
02:34Marketing paling kaya di Indonesia.
02:37Keluarlah marketing property.
02:40Oke.
02:41Jadi kalau tarik nafas ke 11 tahun yang lalu, cukup luar biasa emosional bagi saya, Beli.
02:47Iya, iya, iya.
02:47Saya ingat betul waktu itu, saya bukan siapa-siapa, saya hanya seorang anak muda yang punya modal semangat dan motor
02:59tuh.
03:00Oke, oke.
03:00Motor untuk berkeliling ya, dari rumah ke rumah, dari perumahan ke perumahan, tidak jarang ditegur security kan untuk mencari listing,
03:08ya kan.
03:10Pernah juga merasakan bagaimana sulitnya tidak dipercaya oleh pemilik property yang berlainya miliaran.
03:17Disitulah saya belajar.
03:19Dari setiap listing, setiap promosi, setiap showing, negosiasi sampai dengan transaksi, saya belajar bahwa ternyata manajemen yang paling mendasar ini
03:28adalah manajemen kepercayaan.
03:31Oke.
03:31Statusku waktu itu belum magister manajemen ya, Beli ya.
03:35Jadi saya belajar bahwa manajemen yang paling dasar ini manajemen kepercayaan.
03:40Sehingga disana aku sering banget menemukan transaksi yang berantakan hanya karena dikerjakan oleh oknum broker yang tidak profesional.
03:52Hmm.
03:52Disitulah kerasahan muncul.
03:56Dan disitulah cikal bakal Alparealty berdiri.
04:00Oke, oke.
04:00Saya punya harapan ingin membangun bisnis atau perusahaan broker property dengan standar profesional yang tinggi.
04:08Nah, jadi dulu Kang Ari itu ikut kantor property lain, terus mendidikan Alparealty sejak tahun 2021.
04:16Nah, itu gimana tuh Kang Ari? Kenapa kau tiba-tiba, ah aku harus bikin kantor property sendiri nih, kayak gitu.
04:23Kan lebih susah tentu kan, daripada kita ngurus, gak tau ya, broker-broker ya, daripada kita jadi broker mandiri gitu,
04:30sama ikut bikin kantor, gimana tuh bedanya, gimana?
04:332021 itu kebetulan masa pandemi. Pandemi, betul. Pandemi masuk Indonesia Maret 2020.
04:39Betul.
04:40Kaudarullah saat itu, omset saya malah naik 300 persen.
04:44Di 2020?
04:45Yap. Jadi 2021, kepercayaan diri saya tiba-tiba ke arah sana gitu, wah ini waktunya nih.
04:53Oke.
04:54Gitu.
04:54Jadi saya pikir dengan kita create perusahaan, kita bisa create orang dan mungkin bisa mendebar manfaat lebih banyak gitu.
05:03Iya, iya. Nah, tapi kalau create kantor property tentu kan harus recruit agen.
05:07Betul.
05:09Sedangkan agen kita tahu sendiri, agen property kan gak digaji ya?
05:12Oh iya, betul.
05:12Based on commission.
05:13Based on commission.
05:14Gajiannya bisa tiap hari beli.
05:15Oke, oke. Commission based semua kan.
05:18Itu tantangannya kayak gimana tuh Kang Ari? Kan orang apa ya, gak terikat banget.
05:24Iya.
05:25Terus Kang Ari juga gak semuanya profesional, Kang Ari harus training lah ya.
05:30Iya, iya.
05:30Itu gimana tuh Kang Ari?
05:31Iya, sebenarnya jualan property ini kan menjual orang yang sangat membutuhkan.
05:40Oke.
05:41Sebagai mana kita ketahui kebutuhan primer manusia sandang, pangan, papan.
05:45Papan ini tempat tinggal.
05:47Iya.
05:47Jadi jual property ini sangat gampang dan sangat mudah.
05:50Tentu saja bagi mereka yang tahu cara jualnya.
05:53Nah, benar.
05:53Jadi memang cara kita meng-create orang-orang juga kita ingin mempertemukan kesempatan ini dengan orang yang siap.
06:03Again, kita bukan meng-create seorang karyawan yang kita create seorang entrepreneur.
06:07Oh, gitu ya?
06:08Iya.
06:08Bisnis ini kan sangat menarik, Bli.
06:10Di dunia ini bisnis cuma ada empat jenis.
06:12Yang modalnya besar untuk besar, modalnya besar untuk kecil, modalnya kecil untuk kecil, yang paling enak yang terakhir.
06:19Modal kecil untuk besar.
06:20Iya.
06:20Jual property komisinya besar gak, Bli?
06:22Besar.
06:22Modalnya apa?
06:24Aku pernah kasih komisi harusan juta.
06:27Modalnya cenderung minim kan, Bli?
06:30Iya, iya.
06:31Iya, iya.
06:31Iya, itulah.
06:32Jadi cocok banget buat mereka yang ingin berbisnis tapi bingung.
06:37Mulai dari mana?
06:38Oke.
06:39Produknya apa?
06:40Harus mikir siapa segmentasinya?
06:42Cara pemasarannya gimana?
06:43Modalnya, tempatnya?
06:44Da'an, so, kan, bagaimana.
06:45Kalau di property kan enak.
06:47Jadi broker-brokernya udah ada.
06:49Kantornya ada.
06:50Caranya diajarin.
06:51Tinggal maunya aja.
06:52Berapa lama, Kang?
06:54Banyak kan genset dong ya, pasti ya.
06:56Saat ini 90% fresh graduate.
06:58Fresh graduate.
06:59Genset.
07:0020 tahun, 22 tahun, 25 tahun umurnya.
07:04Atas segituan.
07:05Segituan kan, 22-25.
07:07Nah, aku juga datang waktu Kang Ari ini kan.
07:09Oh, nunggu-nunggu ya.
07:11Wah, thank you, thank you so much.
07:11Emelan tahun kan datang, kan.
07:12Thank you so much.
07:13Jadi kulihat ini, wih enak mudah semua nih.
07:15Gak, aku terus mikir, kan orang tuh dari nol nih, Kang.
07:18Sebenernya apa yang harus dimiliki oleh seorang genset yang
07:22setelah dia tahu informasi tadi Kang Ari bilang ya,
07:24ini modal kecil untung besar, ini kebutuhan primer,
07:29terus komisi bisa setiap hari.
07:32Setelah dia tahu semua informasi bahwasannya ini menguntungkan gitu,
07:35apa hal pertama yang anak genset ini perlu lakuin?
07:41Atau perlu bangun habit-nya untuk jadi seorang agen yang sukses?
07:45Baik.
07:46Sebenernya, generasi Z ya, atau anak-anak muda lah kita sebut ya, Bli ya.
07:52Mereka kan lahir di era yang serba cepat.
07:55Serba cepat, betul.
07:56Jadi, apalagi fenomena survival bias.
08:00Di Instagram, mereka diserang terus dengan konten-konten flexing.
08:04Anak 20 tahun, bisa punya mobil sport misalnya.
08:10Korelasinya dengan bisnis ini sangat cocok dan rilet.
08:13Karena bisnis ini juga cenderung instan.
08:17Jual properti untuk Bandung ya, harga 300 juta sampai 300 miliar ada, Bli.
08:22Oke.
08:23Konsepnya hampir-hampir mirip.
08:25Yang ngebedain nilai transaksi dan komisinya.
08:27Jadi nge-diliin 300 juta sama 300 miliar sebenarnya hampir mirip?
08:30Hampir mirip ya?
08:31Hampir mirip.
08:31Bahkan menurut kami transaksi lebih besar,
08:34itu prosesnya cenderung lebih gampang.
08:37Kenapa? Edukasi klien rata-rata udah punya experience.
08:40Mereka cenderung lebih mengerti.
08:41Jadi lebih smooth.
08:42Lebih smooth ya.
08:43Beda dengan transaksi yang cenderung middle low ya.
08:46Orang-orang first time buyer,
08:47misalnya banyak ketakutan, banyak kecemasan,
08:50banyak kekhawatiran.
08:51Cek ini, cek itu, agak lama ya.
08:52Iya, betul.
08:53Jadi cocok untuk Genji yang senang instan.
08:55Penurut kami ini cocok.
08:56Apalagi Genji kan susah diatur misalnya.
08:58Kalau susah diatur diatur.
08:59Jadi seorang broker properti kan kita waktunya fleksibel.
09:02Oh iya, benar sih.
09:03Bisa kerja di mana aja, yang penting closing.
09:06Jadi ini sangat cocok.
09:07Bagi saya Genji ini bukan ancaman.
09:10Makanya kita create Genji.
09:12Justru Genji ini orang-orang yang menurut saya punya komunikasi yang baik
09:15dan dia melek teknologi.
09:18Jika dikorelasikan dengan beda yang tepat,
09:20ini bisa jadi sesuatu.
09:23Biasanya Kak Rik, ini pengalaman nih.
09:24Menjadi Genji, baru masuk nih.
09:27Setelah berinformasi, segala macam.
09:29Berapa lama dia bisa punya deal pertama?
09:31Deal pertama?
09:33Relatif cepat ya, menurut saya.
09:35Ada yang sebulan.
09:36Paling cepat dua minggu.
09:38Serius?
09:38Dua minggu udah deal pertama tuh?
09:40Serius.
09:40Dia belum pernah nge-dealin properti apa-apa,
09:42dua minggu masuk ke luar?
09:43Iya.
09:43Deal?
09:44Betul.
09:45Wow.
09:45Luar biasa.
09:46Cepat dua minggu.
09:47Saya ingat nih.
09:48Oke.
09:49Terus,
09:50nih aku tadi ada pertanyaan.
09:52Kalau kantor properti sendiri kan,
09:54Kak Rik, ini udah punya anak buah gitu ya.
09:58Udah punya kantor.
10:00Yang mana lebih sulit nih, Kak Rik?
10:02Pengalaman Kak Rik, 11 tahun ya.
10:04Oh iya.
10:04Cari listing.
10:06Jadi cari listing orang yang mau jual berarti ya.
10:09Atau cari buyer.
10:10Iya.
10:11Atau cari orang yang bisa dipercaya untuk handle itu.
10:14Jadi broker.
10:15Jadi broker.
10:15Jadi tim ya.
10:16Jadi tim.
10:16Baik.
10:17Ini seru.
10:18Ketiganya merupakan pilar utama.
10:20Betul.
10:21Tapi sebagai seorang ekonomi,
10:24saya melihat untuk listing dan buyer itu merupakan variable
10:28yang tidak jauh dari marketing mix dan network aja.
10:32Jadi keduanya sangat bisa dikendalikan dengan adanya sistem dan anggaran.
10:39Jadi bila anggaran dan sistemnya baik,
10:41ya buyer dan listing akan mengalir terus.
10:43Sementara kepercayaan itu kan karakter beli.
10:46Iya.
10:46Jadi bagi saya jauh lebih sulit cari orang.
10:49Yang orang tari waktu ya.
10:50Karena karakter itu kan attitude.
10:52Bagi saya skill itu bisa diajarin.
10:54Tapi kalau kejujuran.
10:56Karakter ya.
10:56Itu attitude beli.
10:58Sebagai informasi,
10:59kalau kita open recruitment,
11:01kita secara berkala kan harus regenerasi ya.
11:04Setiap 4 bulan sekali biasanya kita hiring.
11:07Aplikasi pelamar itu bisa ratusan beli.
11:09Oke.
11:09Tapi yang kita terima paling 4 atau 5 orang aja.
11:12Oke.
11:12Dari ratusan itu kita filter cuma jadi 4 dan 5.
11:16Begitu dikasih kesempatan, padahal udah cukup jauh.
11:19Iya, iya, iya.
11:20Masih aja ada yang zong gitu.
11:22Iya, iya, iya.
11:22Iya, maksudnya orangnya nggak siap, orangnya nggak cocok.
11:25Artinya susah sekali ketimbang cari listing dan cari buyer.
11:29Jadi memang cari tim ya?
11:31Cari orang yang lebih susah.
11:32Oke, oke.
11:33Lebih susah cari orang, benar-benar.
11:35Nah, terus ini ngomongin broker nih, Kang Ria.
11:41Kalau broker itu, Kang Ria, kerjaan paling beratnya apa sih?
11:47Seorang broker.
11:48Paling berat.
11:49Paling berat.
11:50Seorang broker itu apa sebenarnya?
11:51Apakah membuat calon buyer percaya misalnya kayak gitu?
11:58Atau membuat seller percaya sama dia?
12:01Atau gimana?
12:02Sebenarnya pekerjaan broker yang tidak dilihat ya?
12:06Kan banyak orang taunya pada saat akad, tanda tangan gitu ya.
12:11Secara komisi.
12:12Oh, cuma gitu doang kerjaan broker.
12:14Padahal menurut kami banyak pekerjaan mulia yang jauh lebih besar tapi tidak terlihat.
12:20Misal, umumnya penjual itu kan punya ikatan batin dengan rumah.
12:26Jadi kadang-kadang ingin menjual asetnya dengan harga yang tidak rasional.
12:30Sementara point of view pembeli ingin dapat properti yang sangat baik tapi harga yang kompetitif gitu ya, yang relatif murah
12:40gitu.
12:41Disitu kan kami berperan.
12:43Bagaimana caranya jadi mak comblang nih?
12:45Iya kan?
12:47Sering kali kami juga berperan sebagai mediator antara konflik keluarga.
12:52Misal, ahli waris.
12:53Iya, sering sekali.
12:55Itu kan pekerjaan kami yang tidak terlihat.
12:58Tiap malam kita membuat konsumen nyaman biar bisa tidur nyenyak.
13:02Sementara kita mikir gimana cara nyampein ini supaya deal.
13:07Iya kan?
13:08Jadi di saat kita membuat konsumen nyaman biar tidur nyenyak, sementara kita mikirin gimana caranya besok bisa deal gitu.
13:16Jadi sebenarnya itu sering sekali ada situasi, ini seller, udah ada seller, buyer juga ada yang mau.
13:24Mereka punya ego masing-masing kan?
13:25Ada ego masing-masing gitu ya.
13:27Makanya nggak bisa kalau nggak ada broker.
13:28Nggak bisa.
13:30Aku juga pernah denger tuh dari salah satu agen di Cikarang, dia bilang,
13:34Bos sama bos jangan saling ngobrol.
13:36Iya.
13:36Bener itu kan?
13:37Betul.
13:38Kalau saling ngobrol nanti nggak deal.
13:39Iya.
13:39Iya bener.
13:40Art ngomong ke agen ya?
13:41Iya.
13:42Mereka kan kalau ngobrol kesaklak.
13:44Iya.
13:44Tapi kalau ke orang yang langsung nggak berani.
13:46Nah bener.
13:47Jadi nggak ketemu-ketemu tuh.
13:49Jadi enakan ke agen ngobrol ya?
13:51Jadi kita ini dari sana kena, dari sini kena.
13:53Tapi gimana acilnya supaya deal.
13:55Nah itulah peran kita yang tidak terlihat.
13:56Menurut saya cukup besar report-nya.
13:59Nah kalau ada listing nih.
14:00Iya.
14:01Yang berapa tahun-tahun gitu.
14:04Nggak laku-laku.
14:04Iya.
14:05Itu seringkali salahnya di mana?
14:07Salahnya yang pertama, bisa jadi owner-nya tidak kooperatif.
14:11Oh tidak tidak kooperatif.
14:12Ya mungkin broker properti profesional standarnya pasti memberikan komposisi harga yang ideal.
14:19Seringkali tadi.
14:20Owner kan ekspektasinya karena ada ikatan batin, ingin jual dengan harga yang tidak rasional.
14:25Sementara kadang-kadang dia BU.
14:27Tapi harganya di atas harga pasar.
14:30Pembeli saat ini di era yang serba digital ini kan bisa ngecek banyak data pembanding.
14:34Di lokasi yang sama, misalnya rumah lebih bagus, tanah lebih besar, kok harga lebih murah.
14:38Sementara ini, makanya kalau di jalan banyak ditemukan rumah-rumah, kok masih ada sepanduknya, kok nggak terjual.
14:43Saya bisa pastikan harganya overpriced atau owner-nya tidak kooperatif.
14:48Atau mungkin bisa jadi legalitasnya bermasalah.
14:51Jadi pilihannya itu ya?
14:52Iya.
14:53Harganya overpriced, owner tidak kooperatif maksudnya nggak mau dijualin, komisi jual, nggak mau komitmen, gitu-gitulah ya?
15:00Sama terakhir apa tadi?
15:02Legalitas bermasalah.
15:03Penting.
15:04Itu aspek yang paling...
15:05Iya, iya.
15:06Oke, oke.
15:07Yang paling sering yang mana?
15:09Yang paling sering...
15:10Yang kakari ketemuin maksudnya?
15:11Ownernya tidak mau diedukasi soal harga pasar.
15:15Kan kita sebenarnya bukan broker.
15:17Kalau cuma penyambung informasi 10M, oke siap.
15:20Itu bukan broker.
15:22Kategori broker menurut kami adalah konsultatif.
15:26Jadi kita ngasih suggest bahwa spirit kita sama.
15:29Owner ingin jual, kita juga ingin closing.
15:32Tapi pasarannya menurut kami sebagai praktisi di lapangan, idealnya untuk saat ini pasaran segini.
15:39Nah seringkali owner nggak terima.
15:41Seringkali owner nggak terima.
15:42Itulah yang membuat harga properti jadi kesannya turun.
15:47Padahal bukan turun, tapi ownernya yang memang nggak mau ngikutin harga pasar.
15:52Oke, oke, oke.
15:53Nah terus sekarang ini kan aku dengar dari 100 teman.
15:55Sering melakukan deal aset yang under value.
16:00Oke.
16:01Benar ya?
16:01Benar, benar.
16:02Nah itu rahasianya apa itu kan?
16:05Bisa dapat atau bisa deal?
16:07Saya ternyata dikenalnya seperti itu ya.
16:09Benar ini.
16:10Aset under value ini Kangari ini.
16:12Ya kalau dikontrakin kok persentase biasanya 3-4 persen.
16:15Karena belinya lewat Kangari bisa 10 persen nih dikontrakin.
16:18Jadi memang kalau properti yang dijual di bawah pasar itu banyak sejarah tersendiri.
16:27Bisa jadi ya ahli waris, pingin kejual cepat.
16:31Ya mereka kan sebenarnya pingin beres-beres aja beli.
16:33Atau mungkin dari kacamata kita yang orang nggak lihat.
16:37Misal kalau orang awam, apaan nih rumah catnya mengelupas, rumputnya tinggi kayak hutan gitu.
16:44Tapi kalau kita lihat justru ini akan jadi dasar untuk negosiasi lebih fleksibel.
16:51Karena struktur itu kan yang jadi mahal renovasi.
16:55Tapi kalau yang minor-minor nggak begitu.
16:57Cuma rumput tinggi doang nggak masalah sebenarnya.
16:59Di satu sisi saya sering banyak melihat transaksi properti dengan rumah yang sangat cantik.
17:04Meskipun harganya mahal aku terjual.
17:06Oke.
17:07Artinya kalau pingin dapat harga yang kompetitif jangan beri rumah yang cantik.
17:11Oke.
17:12Kita percantik, disitulah kita ambil selisih nanti.
17:14Oh gitu ya.
17:15Jadi lihat catnya agak ngelupas, rumput-rumputnya nggak terawat.
17:19Ya, ya, ya.
17:19Pager-pagernya ini agak-agak miring-miring dikit.
17:23Ya, ya.
17:23Itu salah satunya bisa jadi.
17:25Jadi onernya lebih fleksibel dalam menegosiasi.
17:28Jadi Kang Ari sebenarnya punya sense atau apa ya?
17:31Hitungan renovasi juga Kang Ari.
17:33Ya, bisa.
17:33Punya-punya ini ya?
17:34Punya pengalaman juga ya?
17:35Ini kira-kira benerinya sekian aja ini.
17:37Ya, ya.
17:38Tapi turunnya, misalnya turunnya 100 juta tapi renovasi cuma 20 juta.
17:41Misalnya kayak gitu ya?
17:42Ya, ya, ya.
17:43Kebetulan klienku kebanyakan, kalau namanya basic klien kan jadi,
17:47Ari tolong cariin.
17:49Saya cariin.
17:51Dia renovasi.
17:51Ini tolong jualin.
17:52Saya yang jual juga.
17:53Oh, dia jual lagi?
17:54Iya.
17:54Jadi saya tahu modalnya berapa, marginnya berapa.
17:57Oh gitu.
17:57Ya, disitulah saya belajar gitu ya.
18:01Oh, ternyata kalau rumah ini diginiin tuh ada peluang bisa seperti ini.
18:05Tapi Kang Ari gak mau tertarik ngambil sendiri?
18:07Atau pernah juga?
18:08Ada beberapa.
18:09Ada juga?
18:10Oke.
18:10Tapi kan memang basicnya broker ya, Bu.
18:13Oh iya, broker.
18:13Iya, iya.
18:14Seringkali rumput tetangga terlihat lebih hijau.
18:16Padahal pasti injek ular ternyata.
18:19Jadi ya mungkin biar mereka bidangnya lah.
18:22Ya kan developer juga jangan coba-coba jadi broker.
18:26Iya kan, Bli?
18:28Jadi udah percobaan juga ya.
18:30Wah, ini kayaknya lebih enak jadi pintar sendiri nih.
18:33Benar.
18:33Ya kan kalau komisi standar 3% misalnya.
18:36Kalau jadi trader minimal 30% ya kan.
18:38Kalau kita punya kesempatan, kenapa jual ke orang?
18:41Benar gak, Bli?
18:42Iya, benar.
18:42Tapi di sisi lain beda.
18:44Bisnis kita kan broker.
18:45Kalau kita fokusnya kepecah, nanti ya di sini juga jadi terbagi.
18:50Oke, oke.
18:50Nah, kalau yang Kang Ari ini paling top.
18:55Iya.
18:56Ininya transaksi, bukan nilainya ya.
18:58Iya.
18:59Under value-nya Kang Ari.
19:00Oke.
19:00Yang pernah paling top.
19:01Apa tuh Kang Ari?
19:02Kalau boleh ceritain?
19:03Ruko kah?
19:04Rumah?
19:04Rumah.
19:05Menurut biasanya.
19:06Rumah?
19:06Iya.
19:07Misalnya jalan utama kayak Gatot Subro.
19:09Iya, Dago misalnya.
19:11Itu under value banget.
19:12Iya, misal pasaran M-nya 2 digit terjual jadi 1 digit.
19:19Itu kan sangat luar biasa negosiasinya.
19:23Ya karena satu faktor.
19:24Misalnya satu sisi owner-nya BU, satu sisi investor melihat peluang.
19:28Jadi semua happy sebenarnya.
19:30Saya tidak menekan salah satu pihak.
19:32Semua happy ya?
19:32Semua happy.
19:33Ya itu tahun 2020 itu banyak orang yang panik ya.
19:36Banyak yang terjadi kayak gini.
19:37Iya, banyak orang yang panik.
19:38Kemudian akhirnya harus menjual aset.
19:42Lalu kemudian satu sisi buat investor.
19:44Waktunya buat beli.
19:45Time to buy.
19:46Mereka turun gunung nyari aset-aset harga yang under market.
19:49Ya kita sebagai broker ya menurut kita tinggal nyambung-nyambungin aja beli.
19:53Tapi begitu mereka kan itu udah 5 tahun yang lalu.
19:56Itu investor banyak kan dijual lagi atau dia apa yang nama?
20:00Kebanyakan dijual lagi.
20:01Dijual lagi?
20:01Kebanyakan dijual lagi.
20:02Cuan terus berarti ya?
20:03Iya cuan.
20:04Itulah yang saya saksikan.
20:05Makanya saya pikir, ya akhirnya saya deframing seperti itu ya.
20:11Broker spesialis under market katanya.
20:14Under market value ya.
20:15Under market value.
20:16Biasa.
20:17Emang market under value.
20:18Nah kalau tahun ini Kang Ari, 2026 di tengah efisiensi anggaran pemerintah, aku gak tau lah ini pokoknya banyak masalah
20:28anggaran pemerintah lah yang ngomongin ya.
20:29Kira-kira Kang Ari lihat peluang apa nih? Buat investor properti.
20:34Buat investor properti. Awal tahun sebenarnya saya udah mulai banyak titipan listing yang under market.
20:42Dari awal tahun?
20:43Dari awal tahun.
20:44Lebih susah nih bumi juga ya.
20:45Iya.
20:46Jadi secondary market lagi menggeliat sebetulnya.
20:49Cuman memang ada beberapa investor yang wait and see.
20:53Karena Maret perang.
20:56Oh perang.
20:56Iya itu berdampak.
20:57Beberapa investor yang biasanya ketika kita tawarin properti yang menarik, mereka beli.
21:05Kalau sekarang lagi tunggu dulu ya.
21:07Atau bahkan ada yang malah jadi nitip listing.
21:09Jual dulu deh punya om.
21:10Iya ditawarin listing malah dapet listing gitu kan.
21:13Awalnya orangnya ingin beli gitu tapi karena ada perang ini mungkin ekonomi.
21:17Iya, iya.
21:17Ada plastik naik.
21:18Untuk investor ada beberapa yang wait and see.
21:21Ini outlook teman-teman investor sebagian mungkin tidak mewakili semuanya.
21:25Tapi kalau user tidak terganggu menurut saya beli.
21:28Saya cek dong.
21:29Pakai langsung ya.
21:29Kalau user saya pikir beberapa developer yang saya temui juga memang grout kok gak ada masalah.
21:35Kita kan sebagai broker banyak segmentasinya jadi sangat tidak terganggu.
21:39Oh kalau user itu maksudnya berarti emang dia perlu ruku untuk jualan kafenya misalnya kayak gitu.
21:44Peluruh rumah untuk tinggal ini.
21:46Oh kalau user growth.
21:48Growth.
21:49Yang investor ini yang lagi wait and see.
21:51Kelihatannya begitu.
21:52Berarti aset-aset properti besar nih lagi belum banyak transaksi berarti kan.
21:57Jadi harga-harga yang menarik belum dilirik investor.
22:01Lebih tepatnya gitu.
22:02Oh gitu.
22:02Tapi tidak semua ya.
22:03Ada juga beberapa orang yang di properti ini lucu sekali beli.
22:08Ada orang beli aset punya-punyaan aja gitu kan.
22:11Biar punya aja.
22:13Biar punya aja di Bandung aku kalau ke Bandung ada tempat tinggal.
22:15Asik banget dengan ketemu orang-orang yang begitu ya.
22:18Jadi tidak mewakili investor tuh.
22:20Iya kan.
22:21Itu tipe user yang kebanyakan duit yang kita tawarin properti yang pas ya akhirnya dia beli juga.
22:26Meskipun transaksinya cukup besar gitu ya.
22:29Yang punya-punyaan aja.
22:31Iya punya-punyaan masih banyak sih.
22:32Nah ini boleh sebut merek gak ya?
22:35Misalnya kalau area nih Bandung Raya.
22:39Iya.
22:40Yang paling hot saat ini.
22:42Hot saat ini.
22:43Kalau saya kan kuatnya di secondary market beli.
22:46Saya kuatnya secondary market.
22:47Jadi kalau secondary.
22:48Oh secondary market kemarin ya?
22:49Ya.
22:49Bukan di ini ya.
22:50Primary.
22:51Ya kan properti ini ada primary ada secondary.
22:53Kalau teman-teman yang jualan di primary ya tentu saja developer tier 1 seperti Podomoro, Kota Baru Parayangan, dan Sumarekon
23:03itu selalu jadi unggulan ya transaksinya.
23:05Beberapa teman-teman perbankan juga ngasih rate khusus, kemudahan khusus, intan purple dan lain sebagainya untuk developer itu.
23:12Tapi kalau untuk transaksi secondary market ya itu beli.
23:17Harus tahu positioning harga.
23:21Seringkali random.
23:22Jadi misalnya nih kebiasaan orang Jakarta beli rumah di Bandung Utara.
23:26Oke.
23:27Iya kan?
23:28Tapi kalau harganya misalnya tidak kompetitif itu tidak jadi menarik.
23:32Tapi ada beberapa daerah-daerah Bandung Selatan, umpamanya Batu Nunggal, Margahayu.
23:38Harganya menarik ya banyak orang beli juga.
23:41Jadi ya saat ini memang oversupply.
23:45Sekarang oversupply?
23:46Oversupply.
23:47Untuk secondary market?
23:47Untuk secondary market oversupply.
23:49Sehingga demand itu bisa jadi memilih.
23:52Iya.
23:53Iya kan?
23:54Mana yang terbaik.
23:55Itu pun juga jadi salah satu kendala untuk kami ngejelasin ke penjual ya.
24:00Yang umumnya pengen menjual di harga yang mereka punya ekspektasi gitu kan.
24:05Sementara market ada satu sisi ya, kalau sekarang ditanya pasaran berapa?
24:09Saya suka jawab, tergantung motif jual.
24:13Iya.
24:14Oke, oke.
24:15Kalau pasarannya segini, tapi kalau pengen cepat harus dibawa itu.
24:20Oke.
24:21Karena yang segini lagi banyak.
24:23Kalau dibawa itu bisa lebih cepat.
24:25Kalau masih di atas ini ya Assalamualaikum dulu.
24:28Iya, karena kan suplahnya lagi banyak beli.
24:31Iya, iya, iya, iya.
24:34Oke, oke, oke.
24:35Luar biasa ya.
24:36Gitu, berkonsultan properti nih buat ini.
24:39Tapi kalau ada trend gak sekarang Kang, Ari?
24:42Misalnya kayak aku punya temen nih.
24:43Iya.
24:44Dia tuh lagi hobi.
24:46Aku bilangnya hobi ya.
24:48Walaupun di bisnis ya.
24:49Dia lagi hobi bikin villa.
24:50Oh, good.
24:51Jadi dia tuh, aku gak boleh sebut merek nih ya.
24:55Jadi dia tuh, dia tuh nyari rumah yang dihook.
24:58Iya.
25:00Entah itu primary atau secondary ya.
25:02Dihook.
25:03Yang masih bisa bikin kolam renang ala-ala lah.
25:05Oh, iya, iya.
25:06Cuma 3x4 meter atau 2x5 meter gitu ya.
25:11Jadi syaratnya dia tuh cuma dia bisa bikin kolam renang.
25:14Itu kalau trend kayak gitu di Bandung banyak gak sih?
25:16Di Bandung lumayan hype.
25:18Terutama tahun 2024.
25:222024 itu cukup bagus.
25:23Oh, gila.
25:24Sampai ya.
25:24Banyak yang nyari investasi.
25:26Iya, karena banyak yang bermain di sana.
25:28Karena return on investmentnya cukup besar.
25:30Iya, cukup besar.
25:32Beberapa teman-teman yang bisnis di sana, ROI bisa di atas 20% beli.
25:37Oh, iya, iya.
25:38Iya.
25:39Jadi para juragan kosan berharga.
25:42Iya, aku juga benar.
25:43Kosannya dijual, jadi pada bikin pila.
25:45Aku pernah denger tuh.
25:46Jadi dia kan orang suka ngonten juga teman-baik nih.
25:48Katanya, the ultimate cash flow from investor is daily rent.
25:56Iya.
25:56Bukan yang kalau yang rental tahunan, itu yang lola.
26:01Yang setengah itu yang bulanan, ini yang daily rent.
26:03Iya, iya.
26:03Benar ya, banyak ya.
26:04Tapi itu hanya orang-orang yang khusus punya keterampilan ya.
26:08Iya, iya.
26:08Karena kalau kita tidak punya keterampilan,
26:10gimana kita cari penyewa, gimana cara kita ngiklannya.
26:13Harus dikerjasamakan dengan operator.
26:14Operator lagi.
26:15Kalau dengan operator, pasti harus profit sharing dong.
26:17Gak jadi 20% lagi.
26:19Iya, jadi harus profit sharing lagi kan.
26:21Masih 10%.
26:21Umumnya sih masih oke.
26:22Masih di atas kos-kosan.
26:24ROI-nya cukup bagus memang.
26:25Trend villa itu cukup oke.
26:26Dan sampai saat ini,
26:28masih banyak orang yang cari rumah atau villa
26:31untuk disewa-sewakan.
26:33Tapi sekalinya dia perlu, dia punya tempat.
26:36Itu menarik.
26:37Itu cukup hype juga.
26:39Hype juga di Bandung ya?
26:40Oke, oke.
26:41Oh, jadi secondary market.
26:42Sekarang hari ini secondary market.
26:44Terus jadi konsultan, gak setahu harga yang oke gitu ya,
26:47yang turun.
26:48Supaya untuk saingan-saingan yang harganya sama itu bisa terlewatin gitu.
26:53Kesalip lah gitu ya.
26:55Tapi biasanya turunin berapa persen sih, Kang Ari?
26:56Dari harga pasaran yang Kang Ari rekomendasikan kepada owner yang mau listing jual itu.
27:04Oke, sebenarnya kita sih gak pernah bisa over promising ya.
27:07Jadi kita gak bisa menjanjikan suatu properti bisa terjual di angka berapa,
27:11dalam waktu berapa lama.
27:12Gak misalnya gini nih, daerah sini nih,
27:15keluaran apa nih, yang rumahnya satu klaster gitu ya.
27:18Juarnya satu M.
27:19Iya.
27:20Kang Ari ngasih suggestion, kasih saran ke orang itu yang mau jual cepat itu berapa, Kang Ari?
27:26Turunin.
27:27Sebenarnya saya tidak pernah menekan harga.
27:28Oh, gak pernah?
27:29Gak pernah.
27:29Nah, cuman ketika ada momentum,
27:32Ada orang yang nyari nih, pembeli datang?
27:34Mengajukan penawaran,
27:35ya kita ngasih suggest,
27:37di kondisi seperti ini,
27:39memang ini momentum.
27:41Saat ini penawaran terbaik memang di angka yang tidak sesuai ekspektasi.
27:45Tapi kalau momentum ini dilewatkan,
27:47belum tentu dapat yang lebih baik.
27:48Itu cara saya pengenjasi.
27:49Oh gitu, Kang Ari.
27:50Jadi nunggu suggestion, apa?
27:51Iya dong.
27:52Penawaran dari orang nih.
27:53Iya dong.
27:53Dan itu harus sudah firm ya penawaran,
27:54jangan sampai dari kasih gak jadi beli itu orang kan?
27:57Kita gak pernah menekan salah satu pihak ya,
27:58karena kita ingin semua transaksi ini happy.
28:01Penjual happy, bisa terjual asetnya,
28:03pembeli happy, dapat properti terbaik.
28:05Kita juga happy dapat success fee dari transaksi itu.
28:09Keren, keren, keren.
28:11Nah, aku mau nanya, Kang Ari.
28:12Pernah ada komisi yang gak dibayar gak?
28:13Gak pernah dong.
28:14Gak pernah?
28:14Gak pernah dong.
28:15Oh, deal semua?
28:16Deal semua.
28:16Wah, mantap.
28:17Karena kita di awal itu kan,
28:20hanya bisa bekerja sama dengan orang-orang yang kooperatif.
28:23Again, banyak kok listing-listing yang harganya menarik,
28:26tapi ownernya gak kooperatif, saya gak mau.
28:28Oh gitu?
28:28Iya.
28:28Saya skip.
28:30Ya, karena kita kan udah banyak cetak transaksi ya beli ya.
28:34Dari setiap transaksi kita belajar bahwa ada satu persamaan.
28:39Oh gitu?
28:40Transaksi itu bisa terjadi.
28:42Bobotnya yang paling besar adalah ketika ownernya kooperatif.
28:46Kalau owner tidak kooperatif, pasti tidak menghargai profesi kita.
28:50Dan saya paling gak suka gitu,
28:52kalau kita udah mau kerja sama,
28:54tapi kita tidak dihargai.
28:56Jadi di awal kita pastikan meskipun asetnya murah,
28:59propertinya bagus,
29:00kalau owner gak kooperatif,
29:01lewat aja, skip aja, skip aja.
29:05Nah, aku penasaran satu lagi.
29:07Kan diket rumah aku nih, banyak banget rumah dijual.
29:09Oh iya.
29:12Terus ada beberapa rumah yang tulisannya tanpa perantara.
29:16Oh iya.
29:16Itu kalau Kakari ketemu lagi itu langsung skip aja atau gimana?
29:20Oh enggak.
29:20Karena sebenarnya tanpa perantara itu kayak...
29:22Gimana maksudnya itu?
29:23Bisa jadi motif penjual itu taunya ini template nih.
29:27Kalau rumah dijual itu harus ada TP-nya gitu kan.
29:29Oh gitu?
29:30Iya.
29:31Padahal tidak semua penjual dengan bikin sepanduk TP itu tanpa perantara.
29:35Bagi kami malah tolong pasarkan.
29:37Oke.
29:38Iya, karena kita tahu ini pasti owner.
29:40Kalau agent kan biasanya ada brand ya.
29:42Iya kan?
29:43Misal Ari Alpareati.
29:45Gak mungkin dong agent lain nge-listing si Ari.
29:47Iya kan?
29:48Tapi kalau misalnya gak ada brand agentnya udah pasti owner nih.
29:51Kita telepon.
29:52Bukan TP, bu tolong pasarkan kita bantu ya.
29:54Saya ada bayan yang lagi cari.
29:56Jadi gak masalah ya?
29:57Gak masalah ya?
29:58Gak masalah.
29:58Langsung kontak aja listing.
29:59Iya, kecuali kalau memang owner-nya gak mau.
30:01Tapi umumnya hari gini,
30:02coba deh Bli.
30:03Secara psikologis ya?
30:04Iya.
30:04Kita ini kan...
30:06Nawarin jasa.
30:09Orang nikmatin fasilitasnya dulu,
30:11baru bayar kemudian.
30:14Itu pun kalau terjual lewat kita.
30:16Iya.
30:17Sementara kita udah import di depan nih.
30:19Bantu nilain, promosi, budgeting, waktu, import, handling, objection yang tata nilai.
30:25Taunya closing sama dia sendiri atau sama orang lain.
30:27Kan kita gak klaim biaya pemasaran itu.
30:29Betul.
30:30Jadi kalau orang gak mau pakai broker, menurut saya aneh.
30:34Iya.
30:34Karena dia tuh menerima manfaatnya baru bayar kemudian.
30:37Iya.
30:37Kalau udah kejual baru bayar.
30:39Kalau enggak kejual ya gak usah bayar.
30:41Iya.
30:41Jadi kalau...
30:42Itu itu.
30:42Kalau trader yang...
30:44Trader ulung nih di Bandung, kita kan...
30:46Bandung kecil ya.
30:47Pemain properti itu-itu aja.
30:49Itu itu dia.
30:49Biasanya kalau ada rumah baru, dia broadcast pada agent.
30:52Welcome broker.
30:53Besok jam 10 datang ke rumah ya.
30:55Gantian tuh.
30:56Jam 10 lima broker kantor ini.
30:58Jam 11.
30:59Sampai sebegitunya.
31:00Karena dia ngerti.
31:01Semakin banyak broker yang dititipin listing, barangkali potensi kejualnya lebih besar gitu.
31:07Meskipun saya tidak 100% sependapat.
31:10Karena ada tadi konsol kooperatif lah.
31:12Ada apa?
31:13Harga.
31:14Tidak semua broker kan kompeten.
31:16Oke.
31:17Apalagi kalau misalnya pasang sepanduk terlalu banyak.
31:19Itu kan kurang bagus untuk dilihat.
31:24Apalagi di era digital seperti hari ini.
31:25Iya pasang sepanduk dimana-mana itu gak bagus juga sebenarnya.
31:29Kesannya apa itu?
31:30Kesannya kayak barang ini aja ya.
31:32Iya, jadi kayak udah lama gak kejual nih.
31:34Banyak yang jual ini.
31:35Kok gak laku-laku?
31:37Jangan-sangan bekas pembeluhan.
31:41Jadinya begitu.
31:42Padahal tidak semua.
31:43Makanya perlu bekerja sama dengan broker properti profesional.
31:47Yang bisa memberikan suggest.
31:49Bisa konsultasi.
31:51Tapi kalau rumah itu pernah jual gak?
31:52Gak bisa rumah itu serem lah gitu.
31:54Ada spesialisnya sebenarnya.
31:56Ada spesialisnya.
31:57Broker ini kebisaannya beda-beda.
31:58Aku punya teman.
31:59Tidak di Bandung.
32:01Dulu pernah bikin event ya.
32:02Dia spesialis ngejual rumah-rumah begitu.
32:05Serem?
32:06Iya, satu sisi orang bilang serem.
32:09Satu sisi kalau rumah hantu pasti harganya di bawah pasar.
32:14Balik lagi kayak yang tadi.
32:16Direnovasi, di apa?
32:18Potong pohon, cat ulang, selesai itu.
32:21Aku pernah ada kejadian, Bli.
32:23Ini cukup emosional ya.
32:26Sepanjang sejarah jadi broker.
32:29Showing rumah, ngantar klien.
32:31Udah cocok, udah suka.
32:33Last minute, mau ajak ahli feng shui.
32:36Lihat sekali lagi.
32:37Dia sih orang itu ngajak ahli feng shui.
32:39Pas lihat sekali lagi, janjian minggu depan.
32:41Pas minggu depan, buka rumah, ada orang gantung diri di rumah itu.
32:44Beneran.
32:46Itu ditutup lagi, hilang orangnya atau beneran?
32:48Masih ada.
32:49Iya, gantung diri, bunuh diri.
32:51Di rumah itu.
32:52Itu hampir deal.
32:55Pasti batal dong.
32:58Kebayang gak, Bli?
32:59Satu sisi owner, itu kan dulu dealnya...
33:02Enggak, ya bukain pintu ada orang rumah kan?
33:03Enggak, aku yang bukain.
33:05Aku yang bukain, Bli.
33:06Kangari yang pegang kunci.
33:08Enggak kan, itu rumah kosong nih ceritanya.
33:09Rumah kosong nih.
33:11Kangari pegang kunci.
33:12Aku dapat mandat dari owner, silahkan buka.
33:15Pas masuk ada orang yang gantung diri.
33:17Itu siapa orangnya?
33:20Owner, orangnya owner.
33:21Infonya yang jaga rumah itu.
33:22Oke, oke. Terus, terus, terus.
33:23Pasti rame diberita.
33:25Pasti rame diberita.
33:26Cuman saya gak boleh sebut daerah.
33:28Karena pasti langsung nih.
33:30Rumahnya harga 5,5 miliar.
33:33Setelah kejadian itu, owner teriak-teriak.
33:35Ari, kalau bayar yang kemarin masih minat,
33:372 miliar saya kasih deh.
33:40Serius.
33:41Iya.
33:42Iya, gimana?
33:43Kalau bayar yang kemarin,
33:44yang mungkin satu sisi spooky.
33:46Waktu dia survei pertama gak ada tuh.
33:47Gak ada.
33:48Tapi orang itu ketemu.
33:50Oh, ada-ada.
33:51Dia kan yang jaga rumah.
33:52Masih hidup waktu itu.
33:53Iya, masih hidup.
33:54Dia kan yang jaga rumah.
33:55Minggu depannya dia bukan rumah.
33:56Pasti dia kan ini.
33:57Mas kita masuk.
33:58Bayar mundur dong.
33:59Iya.
33:59Kita kasih info turun lebih dari 50% juga gak mau dong.
34:03Gak mau dia?
34:03Gak mau, karena dia user.
34:05Oh, dia user?
34:06Iya.
34:07Dia bukan investor ya.
34:08Kalau dia coba lagi, bukan ya.
34:09Tapi ada satu sisi,
34:11investor yang ngeliat peluang.
34:12Ini rumah, main road.
34:15Kalau gue split jadi tiga ruko, lucu juga ya.
34:19Ada aja.
34:20Sekarang udah jadi tiga ruko dan terjual beroperasional.
34:23Jadi yang beli orang itu.
34:25Orang yang investor itu.
34:26Iya, investor beli terus dia jual satuan jadi ruko, cuan.
34:30Gitu, beli.
34:31Jadi selalu ada dua mata ya.
34:33Satu sisi yang mungkin ngeliat.
34:35Oh, karena itu user yang pengen mati.
34:37Iya, jadi gak, gak.
34:38Kalau ini investor, ya deh kan gak kandung gue juga.
34:40Mungkin kandung-kandung kan diropohin.
34:42Iya.
34:42Bapak menurutku.
34:42Gitu.
34:43Ya, dua.
34:44Seru, beli.
34:45Di properti ini saya banyak sekali menemukan.
34:47Gimana?
34:48Pelajaran-pelajaran luar biasa.
34:49Habis buka pintu tuh gila.
34:51Ada perasaan.
34:51Wah, itu seru sih.
34:52Bertiga gak berarti kan?
34:54Banyak.
34:54Satu keluarga bayar, kemudian satu alif heng shui.
34:57Oh, keluarga bayar datang?
34:58Datang semua.
34:59Berapa orang?
35:00Empat orang, lima orang gitu ya, kurang lebih.
35:02Lebih.
35:03Lebih tuh?
35:03Lebih.
35:04Alif heng shui sendiri?
35:06Alif heng shui sendiri.
35:07Tapi pas masuk, waduh.
35:10Ya, belum waktunya.
35:11Lapor polisi berarti.
35:12Lame, kan itu harus di...
35:14Iya lah.
35:15Itu ya.
35:16Ownernya datang akhirnya tuh?
35:17Iya, harus datang.
35:18Karena kan harus diberesin ya.
35:21Kita gak mau sampai ada berita, biar rumahnya bisa tetap terjual, tidak mungkin.
35:25Karena kan harus dipasum.
35:29Kalau gosip dikit, itu alasannya kenapa orang kata ya?
35:32Wah, saya gak gali sampai sana.
35:33Gak ikutan sampai sana.
35:35Pokoknya akhirnya turun dari 2 miliar.
35:37Iya, iya.
35:38Dan terjual.
35:39Jadi rumah-rumah berhantu tuh ada pasalnya juga, Bli.
35:44Itu yang paling, ini ya?
35:46Itu yang paling berkesan sih.
35:4811 tahun paling ini ya.
35:49Buka pintu yang dilihat bukan furnisnya.
35:51Yang dilihat itu.
35:53Aduh ya Tuhan.
35:55Bila, itu pengalaman luar biasa.
35:59Oke, semua OCS.
36:01Sekian nih.
36:02Aduh ceritanya tadi yang terakhir.
36:04Yang terakhir aku jadi kebayang.
36:08Sekian pembicaraan saya bersama Kang Ari dari Alpa Realty Indonesia.
36:13Semoga memberikan manfaat dan inspirasi buat teman-teman semua.
36:16Amin.
36:17Kalau ada yang mau bergabung jadi agen, boleh hubungin.
36:20Di mana Kang?
36:21Ke Alpa Realty Indonesia.
36:22Ke Alpa Realty Indonesia Bandung.
36:24Bersjaan melalui Instagramnya kali ya.
36:25Masuk ke Instagram Alpa Realty Indonesia Bandung.
36:28Sampai ketemu lagi di episode OCS selanjutnya.
36:31See you.
36:31Sub indo by broth3rmax
Komentar

Dianjurkan