Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 21 jam yang lalu
Erbe Sentanu berbagi pengalaman terkait ilmu Quantum Ikhlas yang telah terbukti banyak berguna di kehidupan
Transkrip
00:00Pak, jadi kan kalau disebut ikhlasnya itu ya, kata ikhlasnya, tadi kuantumnya mungkin tempatnya itu ya, tapi kata ikhlas itu.
00:06Nah ikhlas sama pasrah itu kan bedanya apa itu Pak? Kan kipis tuh kalau orang berusaha itu.
00:26Halo Sobat OCS, ketemu lagi dengan saya Letsy Wiria di program OCS, obrolan cerdas ekonomi dan sosial.
00:32Hari ini saya kedatangan seorang tokoh inspiratif yang menulis buku kuantum ikhlas yang membuat kita belajar tentang sesuatu yang mungkin
00:42di dunia modern saat ini banyak dilupakan.
00:46Selamat datang Bapak R.B. Sentanu.
00:48Terima kasih Bli Alit.
00:51Selamat siang Pak.
00:52Selamat siang Pak.
00:53Terima kasih ini sudah mau mampir ke Bandung TV di tengah kesibukannya.
00:59Ya kita kalau ketemu keluarga kan harus mampir.
01:01Siap, terima kasih Bapak.
01:03Sekarang saya kabar baik Pak, gimana Pak kabar baik?
01:06Luar biasa, belum pernah semangat ini.
01:10Luar biasa?
01:11Iya.
01:12Pak R.B. mungkin sudah banyak teman-teman yang baca bukunya Bapak.
01:17Saya sendiri sudah tahu tapi belum baca Pak, tapi kan sudah best seller lah.
01:22Boleh cerita nggak Pak perjalanan hidupnya Pak R.B. sampai bisa menulis atau mendapat inspirasi menulis buku kuantum ikhlas itu?
01:30Iya, iya, iya.
01:32Iya.
01:33Jadi gini, apa namanya, pemilisa OCS dan Bli Alit.
01:40Jadi, mungkin saya mulai dari mana ya?
01:46Tahun 85.
01:48Saya masih kuliah di New Zealand.
01:52Oke.
01:52Lu belum seperti sekarang, belum ada internet, belum apa.
01:56Jadi, kita kalau apa-apa tuh nggak tahu lah ya.
01:59Sangat terbatas.
02:01Sehingga ketika saya ke sana, itu kita mengalami apa yang namanya culture shock ya.
02:11Culture shock?
02:11Culture shock.
02:12Kalau sekarang kan kita sebelum ke sana, udah tahu semua.
02:15Oh, kita tahu ya.
02:16Kalau kita bahasa Inggrisnya, misalnya contoh bahasa Inggris kita belajar bahasa Inggris udah susah-susah ya.
02:23Padahal dulu waktu kita tahu tuh, bahasa Inggris yang kita pelajari itu namanya American English kan.
02:28Oke.
02:28Sementara kita pergi ke New Zealand itu, British English.
02:31Jadi, mendarat ke sana, kita makan pagi di asrama aja, kita nggak tahu nih orang-orang pada ngomong apa.
02:38Bahasa Inggrisnya pada bangun.
02:39Jadi, udah langsung stress ya kan.
02:43Nah, kan segala sesuatunya membuat kita culture shock.
02:48Jauh, nggak ada apa, telepon juga susah seterusnya.
02:52Sehingga, saya mengalami, ya itu culture shock itu akhirnya kalau zaman sekarang namanya overthinking ya.
02:58Jadinya overthinking, nasa depan bagaimana, terus saya apa, segala macem.
03:04Dan kemudian otak saya nggak bisa berhenti gitu.
03:08Seperti yang banyak dialami sama anak-anak muda sekarang.
03:12Jadi, saya ngalamin pada saat itu.
03:16Kemudian, itu selama setahun saya harus berobat jalan sendiri.
03:21Oh ya?
03:22Iya.
03:22Karena kalau saya lapor ke keluarga, mungkin keluarganya panik nanti.
03:27Karena udah harusnya harus dirawat lah bahasanya.
03:31Oke.
03:31Ya, harus ke theater dan segala macem.
03:33Tapi saya belajar sendiri.
03:34Itu usia berapa, bro?
03:3518, 19?
03:3785, saya umur 23.
03:39Udah 23, oke.
03:3923.
03:40Jadi, sekitar 23, 25an gitu.
03:4323, 24, 25 itu saya nggak bisa sekolah sebenarnya.
03:47Karena nggak bisa tidur selama setahun.
03:51Ya, nggak bisa tidur aja kan.
03:53Ya, sampai kemudian kita, apa namanya, nggak bisa tidur, nggak bisa ngapa-ngapain.
04:01Terus, karena kita orang Indonesia, kita cuma bisa akhirnya kembalilah.
04:07Kita cuma ingat kalau apa-apa itu berdoa.
04:09Ya, nah berdoa, saya sembahyang, saya sembahyang apa namanya, tahajud.
04:16Saya minta sama Tuhan, sama Allah.
04:20Saya ingat tuh doa saya itu dulu, ya Allah, bukan saya nggak minta sembuh, nggak minta sehat atau bahagia itu
04:28nggak.
04:28Saya mintanya, ya Allah tolong jelasin dong aku ini kenapa.
04:32Oke.
04:33Itu juga baru belakangan saya sadarin kenapa saya nanyanya kayak gitu, minta doanya kayak gitu.
04:39Minta penjelasan.
04:42Jadi, akhirnya, kemudian saya besoknya, 2-3 kali saya berdoa kayak gitu.
04:50Kemudian besoknya, nah ini mulai kejadian aneh gitu.
04:55Saya ke library, tempat saya healing lah ya, kalau sore, hari yang tenang, segala macem.
05:04Kemudian, itu lagi jalan di lorong, di tempat terak buku, itu jam 4 sore sepi nggak ada orang siapa.
05:11Itu tiba-tiba ada satu buku jatuh.
05:13Wow.
05:14Dan itu jatuh persis di tangan saya, saya tangkap.
05:17Dan kemudian saya baca judulnya, How to Make Peace with Yourself.
05:23Oke.
05:27Untuk Make Peace with Yourself, saya bahasa sekilas, saya bilang, wah ini nih yang saya alamin nih.
05:33Dijelasin sama dokter itu ya.
05:35Wah ini yang saya alamin, saya pelajarin, saya pelajarin, saya pelajarin.
05:38Dan kemudian saya ikutin apa yang dinasihatin di situ.
05:44Dan besoknya setelah itu saya belanja nih, lagi kuliah, belanja biasa mingguan, mau masak.
05:52Jam 4 sore kira-kira jam segini, lagi di atas kompor, tinggal nyalain.
05:57Untung belum saya nyalain, saya duduk nih, kayak gini.
06:00Duduk, ada panci, ada air.
06:02Belum saya nyalain, saya tidur.
06:04Untuk pertama kalinya, menurut saya dalam setahun itu, bisa tidur.
06:09Jatuh gitu, dari jam 4 sore sampai besok pagi jam 10.
06:13Pagi?
06:15Iya, di depan kompor itu.
06:17Nah, jadi jam 4 sore sampai besok pagi jam 10.
06:22Itulah saya pergi ke sebuah tempat yang luar biasa.
06:27Yang saya, wow, pokoknya di situ gak ada masalah.
06:32Di situ gak ada masalah sama sekali, happy, tenang gitu ya.
06:36Saya sering cerita kalau itu rasanya kayak dipeluk sama awan.
06:40Wah, udah luar biasa.
06:42Nah, dari situ, sejak itu, pengalaman ke tempat itu, bahasanya, ke state itu,
06:50itu yang namanya pertingking gak balik lagi.
06:52Hilang aja semua pikiran yang kemarin selama setahun.
06:58Nah, dari situ, saya ngalamin, akhirnya saya penasaran,
07:05di samping saya sembuh lah gitu ya,
07:08saya penasaran, itu tempat itu yang saya akhirnya bisa kesana.
07:14Lewat apa yang sekarang saya sebut sebagai metode kuantum ikhlas,
07:18metode air, dan lain sebagainya,
07:20itu membuat kita bisa ke tempat itu.
07:24Nah, disitulah, disitulah saya akhirnya berdoa sama Tuhan lagi.
07:31Karena tiba-tiba hilang, gak ada masalah seluruh dunia itu.
07:35Sampai sekarang juga saya sebenarnya gak ada masalah.
07:39Kalau orang yang punya masalah, ya saya ikutin lah ya.
07:41Sebenarnya saya gak punya masalah.
07:43Saya berdoa,
07:45Ya Allah, kalau emang itu ada namanya dan bisa dipelajari,
07:50tolong tuntun aku untuk bisa menjelaskannya kepada dunia.
07:55Nah, itu sejak tahun, itu tanggalnya 12 Agustus tahun 88 tuh,
08:00pas saya duduk gitu ya.
08:02Nah, sejak itu sampai kemudian perjalanan-perjalanan,
08:05saya baru berhasil memformulasikan itu di tahun 2007.
08:11Jadi hampir berapa tuh, 20 tahun ya?
08:1619 tahun, baru bisa saya jadikan buku.
08:23Nah, kemudian buku itu juga saya gak,
08:25karena saya gak pernah mikir bahasanya,
08:29nantilah saya ceritain kejadiannya,
08:31tapi akhirnya diterima luas sama masyarakat,
08:34saya juga kaget gitu kan.
08:36Saya juga kaget dan sampai sekarang,
08:39Meledak ya?
08:39Ya, begitu.
08:43Nah, aku tertarik yang gini, Pak.
08:46Jadi kan kalau disebut ikhlasnya itu ya,
08:48kata ikhlasnya, tadi kuantumnya mungkin tempatnya itu ya.
08:51Tapi kata ikhlas tuh.
08:53Nah, ikhlas sama pasrah itu kan bedanya apa itu, Pak?
08:55Kan kipis tuh kalau orang berusaha itu.
08:58Ya, itu kalau ikhlas bukan urusan saya sih.
09:01Oh gitu?
09:02Ya, bukan urusan manusia juga,
09:04karena yang tahu ikhlas itu Allah, Tuhan.
09:06Kita cuma bisa melihat hasilnya.
09:11Maka itu saya nuntut sama diri saya,
09:13sebagai muslim,
09:14kalau saya ikhlas,
09:15harusnya hidupmu kayak gini,
09:17karena janjinya tuh begitu di kitab.
09:21Kalau kamu ikhlaskan urusanku,
09:22eh urusanmu kepadaku kira-kira,
09:24maka urusanmu aku yang urus.
09:28Kalau urusannya diurus sama yang urus,
09:30yang mau ngatur,
09:32kan beres.
09:34Jadi,
09:37kebanyakan orang,
09:38kalau aku bilang apa bedanya ikhlas sama pasrah,
09:41kebanyakan orang,
09:42atau termasuk saya sebelumnya,
09:44mencoba ikhlas
09:47secara otak,
09:49karena hati saya belum saya bawa,
09:51jiwanya saya bawa,
09:52jadi yang ikhlas itu cuma ngomongan.
09:54Aku udah maafin kamu,
09:55mulit, gak ada masalah,
09:57tapi di sini masih grundel.
09:59Nah, itu namanya,
10:00aku udah pasrah aja lah sama alit,
10:02belum gak ikhlas akunya.
10:03Sehingga nanti,
10:04aku masih punya,
10:06akan dapat masalah lagi,
10:08hubungan kita.
10:09Tapi kalau kita berdua udah sama-sama ikhlas,
10:12bahasanya ya,
10:13sampai ke situ,
10:15maka,
10:16insya Allah,
10:17pasti hubungannya menjadi bagus.
10:21Kira-kira gitu.
10:22Jadi kalau mulut saya,
10:26satu itu,
10:27hasilnya gimana?
10:28Hasilnya bisa kelihatan ya?
10:30Hasilnya,
10:31ya harusnya,
10:33bukan harusnya,
10:34hasilnya adalah,
10:35baik,
10:36dan kemudian kebadan juga sehat,
10:39ya kan?
10:40Pokoknya sehat bahasanya,
10:41sehat itu,
10:42secara menyeluruh ya,
10:44badan,
10:45relationship,
10:46ke alam,
10:48ke apa aja gitu,
10:49di dalam segala kondisi,
10:51dan di dalam segala tempat,
10:52untuk segala urusan.
10:54Oke, oke.
10:55Nah,
10:56terus kalau terkait sama karir nih Pak,
10:58buat anak-anak muda nih Pak,
11:00buat anak-anak muda nih kan,
11:01kalau disuruh ikhlas,
11:02orang masih ambisius,
11:03ambisius muda,
11:04kejar karir,
11:05kejar posisi,
11:07kejar salary,
11:08misalnya kayak gitu.
11:08Itu gimana tuh Pak,
11:10menerahkan ikhlas itu?
11:12Ya,
11:13gini,
11:14sebenarnya,
11:15ikhlas,
11:17lawannya dari ikhlas itu,
11:18sebenarnya ngelawan hidup.
11:21Oke.
11:22Ya,
11:22kalau kamu masih ngelawan hidup,
11:24kamu akan berat,
11:26ya,
11:28ngelawan,
11:30apa yang terjadi,
11:32ngelawan,
11:33ngelawan,
11:34nggak setuju,
11:35ngelawan tuh kan nggak setuju,
11:36nggak seneng,
11:36nggak suka,
11:37dan lain sebagainya,
11:38ya di ikhlas itu,
11:40belajar mencintai semuanya,
11:42belajar menghargai semuanya,
11:44belajar memahami semuanya,
11:46itu sudah diatur,
11:48dan ada yang ngatur,
11:49detik by detik.
11:51Ya,
11:52jadi,
11:53dan bagaimana kita selalu bisa,
11:56bisa paham,
11:57dan kemudian,
12:00ngecek sendiri,
12:01hatiku bersih,
12:03bukan cuma di kepala,
12:05sama di mulut.
12:07Ya,
12:08nah,
12:10jadi,
12:11kira-kira itu dululah,
12:12ya,
12:13gimana kamu nggak ngelawan hidup,
12:14apa,
12:15maksudnya nggak ngelawan hidup,
12:16eh,
12:18biasanya ngelawan hidup itu kan pikiran,
12:20kita nggak setuju,
12:22ya,
12:22padahal kita harus coba,
12:24dari pemahamannya dulu,
12:26aku nggak setuju sama bosku,
12:28aku nggak setuju sama klienku,
12:30aku nggak suka,
12:30nggak suka lah bahasanya,
12:32sama ini,
12:32sama ini,
12:33itu kan alasanku.
12:35Coba ditanya,
12:37kenapa sih kamu dikasih bos itu sama Tuhan?
12:39Oke.
12:40Kenapa kok klienmu yang kebahagiaan kamu urusi,
12:43kok orangnya kayak gitu?
12:44bukan versi mau kira-kira,
12:47ya,
12:48kira-kira Allah itu,
12:51Tuhan itu punya rencana apa?
13:13Rencana apa?
13:15menganggap setiap tempat adalah pelajaran,
13:20dan setiap yang kita temukan itu adalah guru,
13:24ya,
13:25dan kita tahu kita kesal,
13:28ya,
13:29nah,
13:29kesal itu juga nggak perlu dikesalin,
13:32gitu kan,
13:33nah,
13:34dengan otak kita,
13:34kita switch ke sana,
13:36maka kemudian,
13:38kita mencoba berdewasa lah bahasanya,
13:40ya,
13:41dan kemudian dari situ,
13:42kita akan punya pikiran yang membuat rasa itu menjadi turun,
13:49nggak terlalu ngelawan,
13:51karena kita berusaha mengerti apa yang ada di balik kejadian ini,
13:56kalau lebih gitu pak,
13:57karena kita berusaha mengerti,
13:58oh,
13:59karena apa rencana di balik kejadian ini,
14:01gitu ya,
14:02iya,
14:02kita kesini coba,
14:03kita kan baru ketemu tadi di jalan,
14:06betul,
14:07terus semua rombongan istilahnya ikut kan,
14:09ini punya rencana siapa?
14:11iya,
14:11iya,
14:11kita belum ngomong lebih lanjut tentang siapa dirimu dan siapa dirimu,
14:15mungkin nanti akan ketemu lagi,
14:17kenapa kamu harus gini-gini,
14:18gini-gini,
14:19dan ke depan kita akan ngapain,
14:21walau alam bahasanya,
14:23betul,
14:24coba,
14:25kalau enggak kan kita,
14:26oh apa ini,
14:27aku diundang gini,
14:27ini siapa emang,
14:28akhirnya kan,
14:29enggak aku ketelat nanti pulang,
14:31segala macam,
14:32segala macam,
14:32banyak kan,
14:33kita bisa enggak kesini kan,
14:34banyak tadi kan,
14:35karena ini mungkin pemerintahnya harus tahu,
14:37betul,
14:38cuma ngomong sebentar,
14:39ayo,
14:39ayo,
14:40gitu kan,
14:42kita sedang mengamati,
14:44Tuhan mau punya rencana apa,
14:46sama kita semua ini,
14:47jadi sebenarnya,
14:49untuk punya ambisi,
14:50it's okay,
14:51bagus,
14:51tapi kalau kita ketemu tantangan,
14:54kita harus ikhlas menghadapinya,
14:55karena kita yakin,
14:57ini ada rencana,
14:58sesuatu rencana,
14:59dibalik tantangan yang,
15:01kita hadapi sekarang,
15:02kurang begitu Pak,
15:04mungkin konsepnya ada,
15:05ada nanti kita ketemu,
15:07bahasa kulturnya,
15:08istilahnya hidup yang mengalir,
15:10hidup yang mengalir,
15:11hidup yang mengalir,
15:13saya mau kesana,
15:14pengen banget kesana,
15:15tapi kemudian,
15:16kayaknya kok jadi kesini,
15:18kalau otak bilang gini,
15:19gini,
15:19gini,
15:19akhirnya kita enggak ikhlas kan,
15:22kemudian,
15:22yaudah lah,
15:23ngalir aja,
15:23yaudah kan,
15:24nah baru dari ngalir aja itu,
15:26kita akan dapat jawaban,
15:27oh pantes,
15:29ya,
15:30oh pantes,
15:30nah kita akan dapat oh nya,
15:32banyak,
15:33hidup itu,
15:34akan hilang masalahmu,
15:36setelah kamu bisa bilang,
15:38oh gitu,
15:40apapun masalahnya,
15:42meskipun belum selesai,
15:43tapi kita udah bisa bilang,
15:45oh gitu ceritanya,
15:46maka masalah itu sebenarnya udah hilang,
15:48karena kita udah turun,
15:49set,
15:51ya,
15:51nah,
15:52kebanyakan kita,
15:53saya masih ingat juga,
15:54waktu masih muda,
15:55kita banyak ah nya,
15:58oke,
16:01jadi ikhlas itu cuma pindah dari ah ke oh,
16:04udah,
16:06dan nanti pelajarin terus,
16:08untuk bikin oh itu gimana,
16:09lama-lama,
16:10lama-lama,
16:11punya log,
16:12punya jurnal,
16:14hitung yang kamu kerjain dengan ah,
16:17dan hitung beberapa hal yang kamu kerjain dengan oh,
16:21mana yang lebih unggul dan lebih produktif,
16:24jamin saya yang oh itu yang akan jalan,
16:26dan membuat kamu happy,
16:27dan lancar,
16:28yang akhir itu gak kepake sebenarnya,
16:31nah itulah saya setahun ngelawan,
16:32gimana,
16:33kiri-kiri,
16:34kiri-kiri,
16:35kiri-kiri,
16:35kiri-kiri kan,
16:36akhirnya,
16:38overthinking dan seterusnya,
16:39mental health,
16:40oke,
16:41oke,
16:42nah,
16:42untuk ngelatih itu gimana Pak,
16:44step by stepnya,
16:45ngelatihnya,
16:46kan gak mungkin dong,
16:46orang yang udah biasa,
16:47berontak lah,
16:49tanah kuat,
16:49bisa jadi,
16:51jadi ikhlas itu,
16:53ikhlas itu teknologi,
16:55teknologi,
16:56teknologi spiritual,
16:57teknologi ilahi,
16:58teknologinya Tuhan,
17:00kenapa dia ciptain kita,
17:03jadi kita tuh,
17:04mangkanya saya tadi nanya,
17:06Tuhan jelasin dong,
17:07aku ini kenapa,
17:08itu kayak aku jadi insinyur,
17:10punya mesin,
17:11gitu kan,
17:12aku kok macet-macet gini ya,
17:14olinya kurang kah,
17:15gitu kan,
17:16akinya ngedrop kah,
17:18aku bukan,
17:19nyari apanya,
17:20pengen benangnya,
17:22atau kabelnya yang gak nyambung yang mana,
17:24dan lain sebagainya,
17:25so kalau ditanya gimana caranya,
17:27ikhlas itu,
17:28saya bilang teknologi,
17:30karena dia,
17:30satu,
17:31manusia kan punya,
17:33paling tidak kita punya badan,
17:36kemudian,
17:37yang paling utama,
17:39yang sistem gangguan kena itu,
17:42ada di otak kita,
17:43pikiran,
17:44maka di pikiran itu,
17:46ada dua hal,
17:48otak sebagai software,
17:50eh hardware,
17:52dan pikiran sebagai software,
17:55ya,
17:55kebanyakan orang,
17:56juga kita,
17:57Indonesia punya banyak,
17:58nasehat,
17:59punya banyak peribahasa,
18:02atau ayat-ayat kitab suci,
18:04itu software semua,
18:06oke,
18:08seringkali,
18:08kita ngerasa,
18:09aku sudah ngikuti nasehat,
18:11gitu-gitu kan,
18:13tapi hidupku masih susah,
18:14akhirnya,
18:15halah,
18:15udah capek lah,
18:16ngikuti nasehat,
18:17orang Bali banyak ribet lah,
18:20atau orang Jawa lah,
18:21orang apa,
18:21orang apa,
18:23padahal bukan masalahnya,
18:24itu software-mu,
18:25nggak compatible,
18:26sama hardware-mu,
18:28oke,
18:28karena hardware-nya,
18:29ini yang jadi masalah,
18:31nah,
18:32ada apa di hardware,
18:33kenapa software ini,
18:34nggak bisa jalan,
18:36oke,
18:36pikiran kita,
18:37nggak bisa jalan di otak kita,
18:39karena otak kita,
18:40sudah,
18:40downgrade,
18:42lewat apa,
18:43lewat hoax,
18:44lewat berita buruk,
18:45lewat apa,
18:45lewat apa,
18:47mengakibatkan listriknya naik,
18:48oke,
18:50atau,
18:51tekanannya tinggi,
18:53nah,
18:53kalau tekanan tinggi,
18:54ini namanya,
18:55mobil,
18:56lagi panas,
18:58ya kan,
18:58mau pembalap,
18:59suruh main,
19:00juga langsung mogok,
19:01istilahnya,
19:02padahal pembalapnya,
19:03udah tahu software semua,
19:04tapi hardware-nya kan,
19:05nggak compatible,
19:06nah,
19:06jadi,
19:07yang mesti diberesin itu,
19:09listriknya dulu,
19:09atau voltasinya,
19:11lah bahasanya,
19:12turunin tegangannya,
19:13turunin satu tingkat,
19:15nah,
19:15itu kita harus latihan,
19:17oke,
19:17ini gue setegang,
19:18terus,
19:18oh ya ini gue,
19:19nggak tegang,
19:20gitu kan,
19:21nah,
19:21tegang itu,
19:22yang kemudian,
19:23membuat kita gampang,
19:24jadi,
19:24ah,
19:26kamu nggak bisa dapat,
19:28oh,
19:28ketika kamu lagi stress,
19:30kamu pasti keluarnya,
19:31ah,
19:32itu udah dalil aja gitu,
19:34tapi,
19:35oh itu akan datang,
19:36ketika kamu udah,
19:38tenang,
19:39terus dapat ilham,
19:41otaknya nyambung-nyambung-nyambung-nyambung,
19:43data-data informasinya,
19:45kemudian,
19:45oh,
19:46mungkin belum tepat,
19:47oh-nya itu,
19:48tapi,
19:48kayak,
19:49oh,
19:49kayaknya kesana deh,
19:53maka kemudian,
19:53kita secara nggak langsung,
19:55nanti akan belajar,
19:57namanya intuisi,
19:59daya dapat ilham,
20:01dapat bisikan,
20:03kenapa?
20:03karena kita sedang,
20:04kita cuma simple,
20:06kita cuma nurunin gelombangnya,
20:07karena gelombang di atas ini,
20:09nggak ada intuisi,
20:10ini namanya thinking,
20:11beta,
20:12gelombangnya,
20:14angkanya,
20:16ada angkanya tuh,
20:17gelombang tuh,
20:17ada listiknya,
20:18bisa diukur,
20:19bisa,
20:20biasa dipakai juga sama,
20:22para pemirsa,
20:23macam-macam,
20:24di rumah sakit,
20:27bisa dicek kan,
20:29yang over thinking,
20:30kadang-kadang harus dicek itunya,
20:31nah itu biasanya gelombangnya mainnya di beta,
20:33stress,
20:34mikir,
20:35logika,
20:36benar-salah,
20:37dan seterusnya,
20:38dan seterusnya,
20:40selain listrik,
20:41kalau listriknya gitu,
20:42maka hormon yang keluar,
20:44pasti juga hormon stress,
20:48karena stress itu,
20:50atau happy,
20:51atau tenang,
20:52itu hormonnya beda,
20:54ya,
20:55jadi,
20:56kita nggak bisa ngomong stressnya,
20:58gimana saya,
20:58supaya badan saya,
20:59otak saya,
21:00menghasilkan hormon tenang,
21:03nah disitulah saya main,
21:05dengan yang namanya,
21:06brainwave,
21:07brainwave,
21:08brainwave itu ada beta,
21:10yang saya tinggi,
21:11yang saya setahun nggak bisa tidur,
21:13gitu kan,
21:14nah kemudian kita,
21:15waktu baca buku,
21:16karena ada latihan,
21:17dan lain sebagainya,
21:18waktu itu,
21:19saya itu belajar nurunin,
21:20gelombangnya,
21:22ya,
21:23namanya gelombang alpha,
21:25gelombangnya relax,
21:26tapi bisa fokus,
21:29oke,
21:30nah hormonnya juga lain,
21:31udah mulai namanya hormon,
21:33nah kalau relax itu,
21:34pasti hormonnya berubah,
21:35ya,
21:36nah berubah dari dalam,
21:38tuh,
21:38itu dulu turun ke situ,
21:39latihan dulu,
21:40ya,
21:41A, O, A, O, A, O,
21:42gitu,
21:43nah kita nama-nama,
21:44tahu,
21:45oh gue udah terlalu tegang nih,
21:46mungkin scroll-scroll kebanyakan,
21:48aduh kepala gue udah kemana-mana,
21:49drop dulu,
21:51ya,
21:51dan kita tutup dulu,
21:53nah nanti dia akan turun lagi,
21:54menjadi gelombang Teta,
21:56Teta itu untuk di bidang industri kreatif,
21:59Anda gak bisa kreatif kalau stress,
22:02paling bisanya,
22:03copy paste atau FOMO,
22:05tapi untuk bisa nembus sesuatu yang berbeda,
22:08kayak Michael Jackson,
22:09dia punya cara untuk stress banget,
22:12dan relax banget,
22:14ya,
22:14untuk ngegas banget,
22:16dan untuk melepas gas,
22:19ada latihannya betul itu Pak?
22:21ada,
22:22nah di buku saya itu,
22:23makanya,
22:23ada tulisan,
22:25ada tuh dulu,
22:25namanya CD,
22:26pakai CD,
22:26kalau sekarang pakai download lah ya,
22:29kalau pakai CD dulu,
22:30kita kasih tahu di situ,
22:32ada,
22:32ada pengumuman,
22:35kita anjurkan untuk mendengar,
22:38mendengarkan dulu sound,
22:39kan pakai sound,
22:40pakai musik kan,
22:41pakai musik itu,
22:41nah itu nanti dia turun,
22:43baru baca,
22:44kalau kamu baca,
22:45gelombangnya di atas,
22:46nggak ngerti,
22:48karena kita bicara,
22:51dimensi bahasanya,
22:52mungkin zaman sekarang,
22:53ya kan,
22:545D lah,
22:553D sama 5D,
22:57ya kan,
22:59akhirnya kita bicara spiritualitas,
23:02dan seterusnya,
23:03itu nggak karena kita pengen spiritual,
23:04karena numbuh aja gitu,
23:06ya,
23:06karena kita latihan tadi,
23:09nah itu salah latihan,
23:10akhirnya belakangan,
23:11karena banyak yang baca,
23:13sambil nggak denger,
23:14maka dirubah redaksinya,
23:16dilarang baca buku ini,
23:18tanpa mendengarkan ini,
23:21karena nggak nyambung,
23:22oke, oke, oke,
23:23kemudian,
23:24akhirnya kalau udah teta,
23:26nanti akhirnya kan ke delta,
23:27delta itu tidur,
23:28jadi kita tahu,
23:29bagaimana dari stress,
23:31itu tangga dia,
23:33dengan sengaja,
23:33kita turun ke tangga lebih bawah,
23:35turun ke tangga bawah lagi,
23:37sampai tidur itu natural,
23:40kalau sekarang,
23:40kalau nggak tahu itu,
23:42maka untuk bangun,
23:45kita pakai alarm,
23:47karena nggak bisa gampang bangun,
23:49dan untuk tidur,
23:50karena nggak bisa tidur,
23:51pakai obat tidur,
23:52oke,
23:53jadi dari beta,
23:54langsung delta,
23:55beta,
23:55delta,
23:56beta,
23:56delta,
23:57oke,
23:58nah ini hormon,
23:59di badan kita,
24:00akan penuh sama hormon beta,
24:02dan delta,
24:04tapi ada dua tangga,
24:05yang kita nggak dapat hormon,
24:07dan rasanya,
24:08yaitu gerombang alfa dan teta,
24:11ini kayak kita,
24:13kalau makan sehat itu lima,
24:15apa namanya,
24:154 sehat lima sempurna,
24:17kita cuma,
24:18dua sehat dan dua sempurna,
24:19yang tiganya,
24:20kita nggak pernah tahu itu apa,
24:22cuma kita apalnya,
24:234 sehat lima sempurna,
24:24tapi makan cuma dua,
24:26kira-kira gitu,
24:27sehingga dengan latihan itu,
24:29kita benar-benar makan,
24:30yang 4 sehat lima sempurna,
24:31ya otomatis sehat,
24:33berarti sebenarnya,
24:34kalau orang-orang sukses itu,
24:35entah tanpa disadari,
24:37atau disadari,
24:37dia berhasil,
24:39melakukan hal tersebut,
24:40itu biasa,
24:41ya betul,
24:43karena orang sukses itu,
24:44pasti,
24:45dia udah pernah stress banget,
24:48dan dia udah bisa membandingin,
24:50kapan dia,
24:51kepepet,
24:52kapan dia nyerang,
24:53nggak bisa,
24:53apalagi,
24:54akhirnya antara,
24:55antara nggak ngapa-ngapain,
24:57ikhlas itu kan nggak ngapa-ngapain,
24:58ya gue ngapa-ngapain deh,
25:01dan kita kasih izin diri kita,
25:03untuk nggak ngapa-ngapain,
25:04karena itu,
25:06dan sekarang,
25:08banyak yang nggak ngasih izin,
25:10sehingga tegangannya tinggi terus,
25:13nah itulah,
25:13nyangkut di situ,
25:16oke,
25:16oke,
25:17jadi kalau kita bisa turun,
25:18secara sadar,
25:19dari,
25:20gamma,
25:21ke alpha,
25:22ya dari beta,
25:23ke gamma di atasnya lagi ya,
25:25beta,
25:26ke alpha,
25:28theta,
25:29ke delta,
25:30itu kunci,
25:32itu kunci pintu masuk pertama,
25:35itu akan kita bicara,
25:36bahwa sadar,
25:37kita bicara,
25:38apa aja lah,
25:38hipnosis,
25:39segala macam,
25:40jadi yang senang belajar,
25:42belajar seperti itu,
25:42tanpa menguasai ini,
25:44juga akan kesilitan,
25:46ya,
25:49sedikit kita lempar,
25:51pemahaman tentang,
25:53apa ya,
25:53kalau di kultur kita kan,
25:54suka ada jampi-jampi,
25:56jampi-jampi,
25:57apa mantra,
25:57ya mantra itu hanya jalan,
26:01doa lah bahasanya,
26:02lebih gampang,
26:03sebenarnya sama kan,
26:04hanya jalan,
26:05kalau gelombangnya,
26:08compatible di bawah,
26:10tapi jampi-jampi,
26:12kalau di,
26:12kita ngomong sendiri,
26:14di gelombang beta,
26:15itu gak jalan,
26:17oke,
26:18makanya,
26:18kalau dia ngomong juga,
26:19karena,
26:20karena gak,
26:21itu tadi,
26:22frekuensinya gak cocok,
26:23oke,
26:24dia rendah,
26:24ya,
26:26nah,
26:26kalau kita bongkar ini,
26:27kita akhirnya,
26:28kenapa perdukunan itu rame,
26:31karena kita daripada,
26:32gue mesti,
26:32susah,
26:33gue titip aja,
26:34gitu ya,
26:35lo yang jalanin,
26:36gue dapet hasilnya,
26:38karena kalau itu dipakai,
26:39kita itu,
26:41mohon maaf,
26:41kita pakai istilah itu,
26:42kita itu kayak,
26:43hidup itu kayak,
26:45kayak,
26:45ngedoain sendirinya,
26:47kayak dukun aja gitu,
26:48bahasanya,
26:50tiba-tiba datang aja gitu ya,
26:51iya,
26:51yang kita rasain,
26:53kita apa,
26:54ya ini bahasa ya,
26:55jangan sampai salah lagi di pentir,
26:57tapi,
26:58ngapain sih,
26:58ngapain sih ke dukun,
27:00kalau lo itu juga sebenarnya,
27:01duduk dan tekun lah,
27:02bahasanya,
27:03ya,
27:04bisa jadi dukun dengan duduk dan tekun,
27:07sampai di gelombang yang tadi kita maksud,
27:10oke,
27:10oke,
27:11oke,
27:12oke,
27:12oke,
27:13nah pak,
27:14kalau bisa,
27:15satu kalimat nih pak,
27:16untuk orang yang,
27:18baru denger nih,
27:20kenapa dia harus,
27:22coba,
27:22baca buku,
27:23atau mempelajari,
27:24tentang kontom ikhlas itu,
27:25saya nggak pernah promosi,
27:29saya nggak pernah beriklan,
27:32ini kita bicara buku ya,
27:34sejak pertama terbit bulan puasa,
27:37tahun 2007,
27:40karena emang,
27:41tapi,
27:42terjual 1 juta kopi,
27:43dan saya nggak tahu sekarang udah berapa,
27:45jadi saya sih nggak punya sehat,
27:47kalau Anda terpanggil,
27:49ini silahkan,
27:51karena ini panggilan,
27:53kesadaran sendiri,
27:54ya,
27:54saya nggak bisa bilang,
27:55ini nih,
27:55karena ini akan gini,
27:56gini,
27:56gini,
27:57bisa saya gas-gasin ke situ,
27:59ya,
27:59tapi,
28:02biasanya,
28:02akan ke situ,
28:04kalau udah mentok,
28:06akan nyari,
28:07aku berarti di mosek ke situ,
28:08jadi orang yang,
28:09lagi di titik terendah nih,
28:11nyari biasanya pak,
28:12ya,
28:12nyari,
28:13wah banyak banget itu,
28:15ada yang,
28:16bapaknya yang ngasih,
28:17baru nanti dia 15 tahun,
28:19wah ini,
28:20bapak saya dulu ngasih ini,
28:22karena saya gini,
28:23atau buku,
28:24dan lain sebagainya,
28:25jadi buku itu,
28:26kayak jadi salesnya sendirilah,
28:28jalan ke sana,
28:29jalan ke sini,
28:30ada yang beli sampai,
28:32pak saya beli buku,
28:33saya kasih ke teman-teman,
28:34keluarga saya itu,
28:35berapa banyak,
28:36ada pak,
28:36saya udah hitung,
28:37namanya ada 450,
28:39wah,
28:40mesti dikasih award nih,
28:43karena dia sangat,
28:44sangat itu,
28:46apa pak cerita,
28:47dari pembaca yang berapa,
28:48RB dengerin,
28:49yang seru-seru nih pak,
28:51dari pembaca ya,
28:52gini,
28:53mungkin disimpulin aja,
28:55hidup itu ajaib,
28:58hidup itu luar biasa,
28:59hidup itu sempurna,
29:01cuma kita,
29:04diajarin,
29:07untuk ngomong,
29:08kita itu lemah,
29:10bangsa kita itu begini,
29:12kita kaya,
29:13tapi pada korupsi,
29:14dan blablabla,
29:14yang kita bahas itu masalah,
29:17oke,
29:18ya,
29:19kalau kamu ngebahas,
29:20ini aja,
29:21ini teorinya,
29:21nanti bukan teori,
29:22tapi,
29:23apa yang kamu fokusin,
29:25apa yang kamu pikirin,
29:27apapun,
29:28itu membesar,
29:30ya,
29:31nah,
29:32jadi,
29:33ya stop aja,
29:34ke situ,
29:35ya tadi lagi nanya apa ya,
29:36saya jawab itu ya,
29:38cerita orang yang,
29:40ah,
29:40akhirnya mereka belajar,
29:41untuk,
29:42loh,
29:43ternyata,
29:44itu cuma switch aja,
29:46switch kesadaran,
29:47dan kemudian,
29:48dengan sengaja,
29:48nurunin gelombangnya,
29:50dan dengan sengaja,
29:51menjalani hidup,
29:52di dalam,
29:53frekuensi itu,
29:55ya,
29:55dan kemudian,
29:56kalau diurutin,
29:57ya,
29:58makanya saya harus,
29:58diurutin buku,
29:59karena saking banyaknya email,
30:00dulu kan email,
30:01belum ada whatsapp,
30:03saya harus bikin buku yang kedua,
30:05judulnya,
30:06The Science,
30:07and Miracle,
30:08of Zona Ikhlas,
30:10jadi,
30:11sains,
30:12dan keajaiban,
30:14dari,
30:14Zona Ikhlas,
30:15yang kita bicarain itu,
30:17itu banyak banget,
30:18ya,
30:19saya sendiri,
30:20di buku itu,
30:21saya kasih tahu,
30:22saya nggak punya,
30:22mohon maaf ya,
30:23nggak punya benih,
30:24sebagai laki-laki,
30:25tapi dengan saya,
30:28segera,
30:28oh,
30:29yaudah,
30:29gitu kan,
30:30dan kemudian,
30:31kita switch,
30:32kita berdoanya,
30:33dan usahanya tetap,
30:34ya kan,
30:35itu dalam tiga minggu,
30:36kemudian,
30:37tiba-tiba,
30:38dokternya bilang,
30:39wah,
30:39ini ajaib katanya,
30:40Bapak,
30:41sebenarnya Bapak,
30:42nggak bisa disembuhin,
30:43eh,
30:43Mas,
30:43masih muda kan,
30:45Mas,
30:45nggak bisa disembuh,
30:46tapi ini kok ajaib,
30:48tumbuh 30%,
30:50Alhamdulillah,
30:51ya kan,
30:51akhirnya setahun kemudian,
30:53saya punya,
30:54turunan,
30:55adalah,
30:56maksudnya,
30:56secara,
30:57medis nggak mungkin,
30:59jadi ini,
31:00ke fisik,
31:00juga,
31:01ngaruh banget Pak ya,
31:01selain ke rejeki,
31:04atau pikiran,
31:05ini,
31:05beta itu paling dekat ke fisik,
31:08beta itu paling dekat ke fisik,
31:10ya,
31:11ke raga,
31:13ya,
31:14makin ke bawah,
31:15ke alpha,
31:15ke theta,
31:16ke delta,
31:17itu makin dekat ke jiwa,
31:18non fisik,
31:20maka,
31:21yang kita latih,
31:22itu adalah eksplorasi,
31:23atau,
31:25menyambungkan,
31:26antara dunia fisik,
31:28dan dunia,
31:29non fisik,
31:30nah fisik ini,
31:31kayak,
31:33permukaan laut,
31:35apakah dia ujuk-ujuk,
31:37ada gelombang begitu,
31:39enggak kan,
31:41ada lagi lapisan di bawahnya,
31:43lapisan di bawahnya,
31:44yang paling bawah sekali,
31:45itu enggak bergelombang sama sekali,
31:47tenang,
31:48ya,
31:50tapi nanti begitu dia,
31:52ke atas,
31:53maka disitulah gelombang kehidupan,
31:55jadi kita pun sama,
31:56kalau di atas lagi gelombang kehidupan,
31:58ngadepin ini,
31:58ngadepin utang,
31:59ngadepin jol,
32:00judol,
32:00apa segala macam,
32:02seperti saya dulu setahun,
32:04saya belajar itu,
32:05turun,
32:05turun,
32:06turun,
32:06turun,
32:06ternyata disitu,
32:07enggak ada,
32:09kalau ke atas lagi,
32:09ketemu lagi,
32:10ya,
32:11masalah itu,
32:12stress lagi,
32:13tapi kan saya tahu,
32:14kemana larinya,
32:15atau kemana healingnya,
32:17ke kamar mana,
32:18saya masuk lagi ke dalam,
32:20ya,
32:20akhirnya,
32:20akhirnya lama-lama,
32:21yang di atas,
32:22yang terlalu begini,
32:24dia meredah,
32:25meredah,
32:25meredah,
32:26ketika dia mulai,
32:27selaras,
32:29maka di sini,
32:30beres semua,
32:32karena yang di permukaan,
32:34yang kelihatan,
32:35yang namanya fisik,
32:36itu asalnya,
32:37non fisik,
32:39sakit fisik itu,
32:40dulu waktu saya nulis,
32:4275 persen,
32:43orang sakit itu,
32:44karena mental,
32:46hari ini,
32:47kayaknya saya lihat,
32:48sudah 95 persen,
32:50ya,
32:50di rumah sakit itu,
32:51karena masalah mental,
32:52bukan masalah,
32:53salah makan lah ini,
32:55dan itu,
32:55enggak ada,
32:56baru masuk ke fisik,
32:58mental dulu,
32:58baru ke fisik,
32:59baru ya,
33:00marintaya ditanya,
33:01bapak umur berapa,
33:02saya bilang segini,
33:03bapak,
33:04apa penyakit apa,
33:05penyakit apa sih,
33:06penyakit saya bilang,
33:08bapak enggak pernah ke dokter,
33:09enggak pernah,
33:10bapak punya medical record,
33:12medical record itu,
33:13apa ya,
33:13karena saya enggak punya,
33:16kalau pun ada sakit,
33:17ditanya kapan ya,
33:18saya bilang,
33:18ada yang enggak,
33:19Pak kalau sakit gimana,
33:21ya saya usir aja,
33:22sebelum dia datang,
33:25oke,
33:26karena dia sedikit,
33:27sudah ditengah bawah,
33:29gitu,
33:29nah,
33:30jadi kita akan bicara,
33:32kayak orang aneh,
33:34karena yang umumnya,
33:36dianggap sehat itu,
33:37atau dianggap normal itu,
33:39yang enggak kayak gitu,
33:40tapi kan yang kayak gitu,
33:42akhirnya pada sakit semua,
33:44oke,
33:45oke,
33:46luar biasa nih,
33:47aku jadi berpikir dalam,
33:49hari ini nih,
33:50harusnya gitu,
33:51karena memang kita,
33:52di luar itu enggak ada apa-apa,
33:55iya,
33:56apa sih,
33:57kamu keliling deh,
33:58keliling dunia,
33:59ujungnya kapan sih,
34:00pasti kangen kan,
34:01pengen pulang ke rumah,
34:03nah rumah itu kan namanya dalam,
34:05apa yang di dalam rumah itu,
34:08udah ada semua,
34:09cuma kita senangnya,
34:11keluyuran,
34:12dan lupa pulang,
34:15akhirnya kosnya tinggi,
34:17dan lain sebagainya,
34:17padahal kalau pulang,
34:18ya di situ ada,
34:19semua ada kulkas,
34:20ada isinya semua kan,
34:22aku nanya satu lagi deh Pak,
34:23ya,
34:24nah,
34:25ini kan ekonomi,
34:27katanya,
34:27tahun lalu tuh,
34:29berat nih,
34:30aku juga ngerasain sih,
34:32kira-kira nih,
34:34ada pesen enggak Pak,
34:36dari sisi ilmu,
34:37sudut pandang,
34:37koton ikhlas,
34:38untuk para pengusaha,
34:39yang lagi suffer,
34:41tahun lalu Pak,
34:42saya pun ngalamin,
34:46tapi kan bukan itu fokusnya,
34:48fokusnya kita itu ya,
34:49ikhlas lagi ya,
34:49ini ada rencana Tuhan,
34:51kalau,
34:52semua itu kan namanya,
34:54fenomena,
34:55atau informasi yang harus dibaca,
34:57ada apa,
34:58mungkin saya,
34:59karena sekarang saya ditanya,
35:00sama anak muda,
35:01atau anak saya,
35:03ada maksud apa,
35:04semua ini kejadian,
35:05sama aja kan,
35:06ya sama aja gitu,
35:07ada maksud apa,
35:08maka banyaklah,
35:10kalau mau jujur,
35:11ya kan,
35:12mohon maaf nih,
35:14itu kan rangkaiannya sama,
35:16sama bencana alam misalnya,
35:18kalau kamu fokusnya,
35:20kayak gitu terus,
35:21sampai akhirnya,
35:22kamu cuma cari duit,
35:23kemudian kamu nanti akan lupa,
35:25akhirnya kamu buah batin,
35:26itu semua pohon,
35:28akhirnya kamu kan dapat lagi,
35:30semua kesini,
35:31kita pikir itu yang,
35:32kita ngerasa,
35:33kalau otak kita,
35:34oh itu kan orang yang jahat,
35:35ya tapi kan kita juga,
35:37kontribusi di situ,
35:38kamu diam aja,
35:39kamu pun kalau mau,
35:41cari uang,
35:42kayaknya gak ada,
35:42habis-habisnya gitu kan,
35:43ujung-ujungnya bisa jadi,
35:44kalau saya diajak,
35:45saya tebangin juga tuh,
35:46pohon di gunung,
35:48mungkin itu kan,
35:49karena kalau kita nanti,
35:50semuanya sukses terus,
35:52tapi lupa sama alam,
35:54terus kita sukses,
35:55terus alam udah gak ada,
35:56gimana,
35:57mungkin ini yang namanya reset,
36:00ya,
36:00dan kita,
36:01yuk kita benerin,
36:02pemahamannya,
36:03dan kemudian,
36:05kalau masalah,
36:07susah itu,
36:08relatif,
36:09tapi saya bilang tadi,
36:10kalau di dalam hati kita,
36:12sampai di gelombang tetak,
36:13di alfa,
36:14itu,
36:15susah itu gak kerasa,
36:18ya,
36:22apa namanya,
36:22saya gak bilang,
36:26gak pengen bilang,
36:27bahwa gak ada masalah,
36:29ya,
36:29karena itu masalah juga,
36:31ya,
36:32masalah di permukaan,
36:34tapi,
36:34ya,
36:35nah,
36:35dengan masalah yang kayak gini,
36:36yuk kita kayaknya harus lebih dalam deh,
36:39ya,
36:40ini masalah ini menuntut kita,
36:41ngajak kita untuk mikir lebih dalam,
36:44atau menggali ke dalam,
36:46dan kemudian,
36:48misalnya tadi,
36:49kita dari ITB,
36:50kita denger ada,
36:52ada di sana dengan Indonesia naik kelas,
36:55dan lain sebagainya,
36:57karena kalau kita nanti fokus ke dalam,
37:00kita akan nemuin,
37:01ya,
37:03solusi,
37:04beli,
37:05ya,
37:06solusinya,
37:07ya,
37:08itu udah otomatis,
37:09ya,
37:10nah,
37:10jangan sampai kita dibikin sama,
37:14alam,
37:14atau sama semesta,
37:16harus parah banget,
37:19gitu kan,
37:20oke,
37:20ya,
37:20jadi jangan ikhlas kalau udah kepepet,
37:23pada saat kamu masih kaya,
37:25sedang lagi punya uang,
37:26ikhlas deh,
37:28ikhlas itu maksudnya,
37:28gimana ya,
37:29kalau besok gue gak ada,
37:31gak ada omset,
37:33padahal lagi banyak nih omsetnya,
37:35harus latihan,
37:37ya,
37:37ah,
37:37ya,
37:37gak apa-apa lah,
37:39ya,
37:39kalau gak pernah latihan gitu,
37:41apalagi omsetnya gede,
37:42gitu juga tetap stress bro,
37:43walaupun omset gede,
37:45setelah juga dong,
37:46besok gini lagi gak,
37:47karena gak pernah latihan,
37:49ah,
37:49bener juga,
37:50padahal kalau dilatih,
37:51itu juga gak kejadian,
37:53omset kita bagus-bagus aja,
37:54tapi karena kita akhirnya takut,
37:56takut,
37:56takut,
37:57takut terus,
37:58akhirnya namanya,
38:00frekuensi susahnya,
38:01atau,
38:01rasa gak punya,
38:03banyaknya yang dominan,
38:06low attraction lah akhirnya,
38:08nah,
38:09ada yang di titik itu,
38:11itu bagian yang bisa kita pelajarin,
38:13ya,
38:15kalau,
38:16bicara susah,
38:18saya juga mungkin pengen,
38:21pengen menyadarkan saya sendiri,
38:23dan teman-teman semua,
38:23bahwa gak sendirian kita,
38:25cewal kita seuksahnya sendiri nih,
38:27kan ini seluruh dunia nih,
38:30ya,
38:30tanya sama orang Amerika,
38:32orang Amerika juga pada pengen keluar,
38:33dari sana,
38:35ya,
38:36bahkan yang harus dijaga-jaga ini,
38:38jangan-jangan nanti Indonesia,
38:40isinya orang Amerika semua,
38:41yang mau kabur dari negaranya,
38:42jadi kita kemarin kabur aja dulu,
38:44sekarang mereka yang mau kabur aja dulu,
38:46kemana kira-kira,
38:47kan kemari banyak nih,
38:49ya siap-siapin aja disini,
38:50rumah apa segala macam,
38:51panggilin,
38:53banyak lah,
38:54jadi kita bisa melakukan apa,
38:56yang bisa kita kerjain,
38:58kalau kita membaca pola,
39:00bukan hanya kebaca kelihatan,
39:01di depan doang,
39:02ini kemana,
39:03sedang kemana,
39:03musim apa,
39:06jadi,
39:07tapi,
39:09percaya lah,
39:10ya,
39:10kita punya,
39:13Indonesia ini jauh lebih baik,
39:14kondisinya,
39:15pemerintahan kita juga,
39:17jauh lebih baik lah,
39:19dibanding yang lain,
39:19kita harus akuin itu,
39:21ya,
39:22confident itu jangan sampai hilang,
39:24justru,
39:24kesempatan sekarang,
39:26untuk nunjukin sama dunia,
39:29ya,
39:30mungkin saatnya,
39:32kita gak terlalu mikirin,
39:33masalah kita masing-masing,
39:35tapi,
39:36gimana saya bisa sama Mas Alit,
39:38ngebantuin apa,
39:39Mas Alit pun mikirin saya gitu,
39:41mikirin Mas siapa ini,
39:42mikirin semua,
39:43yuk kita pikirin orang lain,
39:45ya,
39:45kalau,
39:46karena itu nanti yang jalan ini,
39:49atau yang jalan gelombang yang di bawah,
39:51baru nanti juga semesta akan merespon itu,
39:54tapi kalau kita takut sendirian semuanya,
39:58maka semuanya akan ketarik sama takut,
40:01itu otaknya tadi,
40:04pada stres,
40:05ya,
40:06oke,
40:07waktunya reset sekarang,
40:09masuk ke dalam,
40:10dan kalau ke dalam yang ditemuin siapa sih?
40:12Tuhanmu,
40:14tenang,
40:15Tuhan,
40:16ya,
40:18oke,
40:19keren banget nih Pak RW,
40:21begitu ya,
40:21aku dapat ini,
40:22syukurlah,
40:23dapat pencerahan hari ini,
40:26ya,
40:26tidak diduga-duga,
40:28ya,
40:28Alhamdulillah,
40:29ya mudah-mudahan ini bisa,
40:30jadi apa ya,
40:32karena buat saya,
40:34kenapa saya bilang tadi,
40:35saya gak pernah sesemangat ini,
40:37karena,
40:38energi kolektif untuk masuk ke dalam,
40:40itu terjadi sekarang,
40:42kalau kemarin yang mau masuk ke dalam,
40:44kayak saya sendirian,
40:46sendirian gitu kan,
40:48yang senang menggali,
40:50atau spiritual,
40:51apalah namanya itu,
40:52kalau sekarang kan kolektif,
40:55yuk masuk ke dalam,
40:57ini saya jelasin disini,
40:58mumpung,
40:58karena mungkin belum tentu diundang lagi,
41:00Mak Bro Alir,
41:02ini,
41:04biar gampang,
41:06hidup itu,
41:07kesatu kesatuan dari tangan kita ini,
41:10tangan kita ini ada lima,
41:12jarinya,
41:13ya,
41:14dimulai yang dari yang paling luar tadi,
41:16ombak itu,
41:17itu namanya raga,
41:19oke,
41:21nah raga,
41:22masuk ke dalam sedikit,
41:23ketemu rasio,
41:24ini lima R namanya,
41:26ya,
41:27maka,
41:27ini dua jenis kecerdasan,
41:30uang juga kan,
41:31termasuk,
41:32kamu cerdas apa enggak,
41:33nah umumnya,
41:34orang disebut cerdas,
41:35itu cuma pakai dua ini,
41:37raga,
41:37raga sama rasio,
41:39betul kan,
41:40IPK lah,
41:41apalah,
41:42segala macam lah,
41:43ya,
41:44itu kan rasio,
41:45ukurannya,
41:45kemudian masih ada tiga lagi,
41:46yang belum dipakai,
41:48jadi salah satu,
41:49kenapa sekarang lagi,
41:50apa namanya,
41:51terjadi apapun,
41:52yang kita alamin,
41:53karena alam,
41:54lagi mau ngebangunin ini,
41:56kecerdasan berikutnya,
41:58apa itu Pak?
41:59rasa,
42:00rasa,
42:01ya,
42:01oke,
42:02nah ini karena ini enggak dipakai,
42:04ya,
42:05banyak uang,
42:06pinter,
42:07stres,
42:08ya,
42:09enggak punya uang,
42:10bodoh,
42:11stres juga,
42:13karena rasanya ini,
42:15kok milih yang stres kamu,
42:17kan itu harus dipilih,
42:18kayak raga,
42:19aku kesana jalan,
42:20kan milih,
42:21oke,
42:21aku mikir itu kan milih,
42:22nah rasa stres itu,
42:24karena kamu milih stres,
42:26Pak gimana caranya,
42:27supaya saya enggak milih,
42:28enggak stres,
42:29belajar,
42:30baca bukunya,
42:32pelan-pelan,
42:33karena belajar jalan,
42:34pelan-pelan,
42:35belajar mikir,
42:36ada tahapannya pelan-pelan,
42:37enggak bisa,
42:37Pak saya pengen rasanya,
42:39bisa,
42:40tapi belajar,
42:41nanya,
42:41belajar dulu,
42:42makanya kita,
42:43buat gerakan,
42:44kita buat buku,
42:45segala macam,
42:46ada kurikulum yang hilang,
42:48yaitu kurikulum,
42:49misalnya kurikulum menggunakan rasa,
42:52ya,
42:53silahkan,
42:54itu dipelajari,
42:56di Instagram saya juga ada,
42:58ya,
42:58nanti dilihat di situ,
42:59apa yang dilakukan,
43:00nah rasa ini,
43:02sama aja,
43:02kalau raga,
43:03enggak pakai rasio,
43:03itu kan,
43:05aduh,
43:05primitif,
43:06begitu di temen,
43:07di temen rasio,
43:09langsung jadi,
43:09modern,
43:11bayangin,
43:12ini sama ini,
43:13si rasa ini,
43:14nanti kalau dipahamin rame-rame,
43:16itu secanggih rasio,
43:18atau bahkan lebih canggih lagi,
43:19ketika dia udah nyala,
43:21tempel dia nanti,
43:22raga rasio sama rasa,
43:25dan rasa ini punya Indonesia loh,
43:27by the way,
43:28enggak banyak di dunia,
43:29yang punya cita rasanya tinggi,
43:31misalnya,
43:32ya kan,
43:33rasa itu punya kita,
43:34tapi kita enggak pakai,
43:35ya,
43:36enggak pakai itu apa,
43:39ya,
43:40apa sih namanya,
43:41enggak menikmati hidup,
43:42enggak menghargai alam,
43:43yang rasanya enak,
43:44dan lain sebagainya,
43:46malah banyak bikin orang,
43:48merasa enggak enak,
43:49dan lain sebagainya,
43:50jadi kita enggak cerdas pakai rasa,
43:52ya,
43:54nah,
43:54baru nanti,
43:55kalau ketiga ini,
43:56makin beres,
43:57ini pintu masuk ke R yang keempat,
43:59namanya Ruh,
44:00atau jati diri kita,
44:02atau jiwa kita,
44:03nah,
44:04kenapa dia sangat canggih,
44:05karena dia nempel,
44:06atau sangat dekat sama yang kelima,
44:08namanya Rob,
44:11Tuhan,
44:12ini versi saya,
44:14ini versi Indonesia,
44:15kalau kamu pakai ini,
44:16kamu begini nanti,
44:18kalau enggak cuma gini-gini nih,
44:20yang kata apa,
44:21enggak bisa,
44:22ya,
44:23nah itulah kenapa,
44:24kalau ditanya,
44:25Pak,
44:25apa bukunya,
44:26buku Bapak yang,
44:28apa,
44:28orang dapat apa,
44:30dapat apa,
44:30wah,
44:30sudah susah nyeritainya,
44:32oh gitu,
44:32iya,
44:33karena bukan kita lagi,
44:34sudah alam yang kerja,
44:36Tuhan yang kerja,
44:37kita cuma,
44:37aku bersaksi aja,
44:39oh iya ya,
44:41oh,
44:41oh luar biasa,
44:43nah,
44:44itu kira-kira itu,
44:46apa namanya,
44:48arahnya,
44:49ya,
44:50ya mudah-mudahan,
44:52kita bisa ngobrol lebih banyak,
44:54dan,
44:55insya Allah lah,
44:57setiap krisis,
44:57pasti selesai,
44:59dan,
45:00walaupun baca ini,
45:01banyak dari mana,
45:02dari generasi apa,
45:03atau umum,
45:04oh anak muda,
45:05anak muda,
45:05kalau yang ini,
45:07wow,
45:07Anda itu yang punya,
45:09masa depan,
45:10ya,
45:10dan lewat seperti ini,
45:11artinya kita sedang,
45:13di,
45:14apa namanya,
45:15disiapin ya,
45:16disiapin,
45:17take it easy,
45:18enjoy,
45:21jangan ngeliat orang lah,
45:23yang ngebandingin,
45:24ya,
45:24dan lain sebagainya,
45:25lagi gue gak bisa ada yang dibandingin,
45:26sekarang semua lagi pada kacau kan,
45:29jadi enjoy aja dengan kondisimu,
45:32setiap detik hidup itu berubah,
45:34oke,
45:35tapi otak kita yang memaksa,
45:38kayaknya gak berubah deh,
45:39besok hidup gue,
45:41ya doanya kita kayak gitu,
45:43akhirnya hidupnya,
45:44ah pemerintah masih gini,
45:45ah ekonomi 6% lah,
45:475%
45:48dan lain sebagainya,
45:49tapi kalau kita percaya Tuhan,
45:50mau 2% juga,
45:52kalau dia mau kasih kita apa,
45:53terserah dia lah,
45:54kita tidur aja,
45:55besok kita lihat hasilnya,
45:56siap,
45:57luar biasa,
45:58ya,
45:59makasih banyak Pak R.B,
46:00sudah mampir,
46:01eh terakhir Pak,
46:01katanya ada acara apa,
46:03Quantum Camp,
46:04kalau mau diceritain boleh,
46:05atau kalau gak,
46:06kalau gak apa-apa,
46:07ya,
46:08ya,
46:08cek aja di Instagram saya,
46:10paling gak sekarang,
46:11ya,
46:12R.B. Sentanu,
46:13nah disitu ada link,
46:15kemarin saya baru pulang dari,
46:16dari Jogja,
46:18ada GPS,
46:20GPS ya,
46:21GPS,
46:21God's Positioning System,
46:23kita,
46:243 hari,
46:252 malam,
46:26eksplorasi seperti ini,
46:28untuk nemuin GPS-nya,
46:29Tuhan mau apa,
46:31kita lahir sebagai apa,
46:32akhirnya kita bisa,
46:34wow,
46:34gitu kan,
46:36dan,
46:36itu namanya Soul Camp,
46:38ya,
46:39itu kita ada yang,
46:402-3 bulan sekali,
46:41satu tempat,
46:43kalau mau ikut,
46:43juga silahkan disitu,
46:44kalau gak,
46:45terbuka untuk semua agama,
46:47ini bukan agama,
46:48berarti kan aman,
46:49aman,
46:50ya,
46:51memang kita pakai ikhlas,
46:52karena,
46:52ya,
46:53ngomong spiritual,
46:54ya,
46:54nilai ketuhanan,
46:55sebenarnya kita bicara,
46:56siap,
46:57terima kasih banyak Pak R.B,
46:58sama-sama,
46:59sudah mampir ke Bandung TV hari ini,
47:01saya belajar banyak,
47:01semoga penonton juga,
47:02belajar banyak,
47:03dan bisa diulang-ulang,
47:04di channel Youtube,
47:06kita bisnis Bandung,
47:06siap,
47:07oke sobat R.CS,
47:08demikian pembicaraan kita hari ini,
47:10sampai ketemu lagi,
47:11di episode R.CS selanjutnya,
47:12see you,
47:12selamat menikmati,
Komentar

Dianjurkan