- 3 bulan yang lalu
Cerita dibalik perjalanan panjang eFishery, sebuah perusahaan start up Unicorn yang kini tersandung kasus fraud
Kategori
🤖
TeknologiTranskrip
00:00Ya mungkin ada sebagian founder yang menghalalkan segala cara, termasuk mungkin ya misalkan dalam kasus yang efisery, berusaha memperbesar apa yang tidak seharusnya kan.
00:10Halo Sobat OCS, ketemu lagi dengan saya Alex Wiria di program OCS Obulan Cerdas Ekonomi dan Sosial.
00:32Hari ini saya bersama kawan lama saya yang sebagai founder Yayasan Akademi Karya Bangsa.
00:42Bapak Puja atau kakak Puja Pramudia.
00:45Kak Puja, lagi branding mas.
00:46Apa kabar?
00:48Kabar baik.
00:50Jadi Yayasan Akademi itu geraknya di bidang pendidikan talenta digital benar gak?
00:55Pendidikan talenta digital, terus mulai tahun ini kita coba bantu ekosistem talenta untuk lebih banyak lagi menghasilkan teknopreneur.
01:04Jadi bukan hanya untuk bekerja, tapi dia untuk bikin bisnis.
01:07Bikin-bikin wirausaha.
01:08Jadi hari ini saya mengundang kak Puja ini buat ngobrolin salah satu isu yang cukup ramai setahun terakhir di bidang startup, di dunia startup.
01:17Yaitu terkait kasus evisery yang merupakan salah satu unicorn atau bahkan unicorn pertama di bidang aquaculture ya Jay?
01:25Iya benar.
01:26Nah Jay, jadi gimana Jay kasus evisery itu sepengetahuan lo Jay?
01:30Jadi kalau kita baca itu beritanya udah banyak banget ya.
01:37Tuh.
01:38Di blog, bahkan kalau lihat di platform media online yang video juga banyak pembahasan, terus komen-komen terkait kasus evisery ya.
01:52Nah kami di Yayasan Akademi memang sekarang lagi bikin riset mas.
01:58Kita lagi bikin riset tulisan bagaimana sih sebenarnya dampak dari penutupan evisery ini.
02:05Karena kan sejak praktis setelah beritanya mulai banyak tersebar di awal tahun, itu operasinya makin lama makin kendor dan banyak produk yang gak jalan lagi.
02:22Yang akhirnya berefek kepada penggunanya kan.
02:24Pengguna evisery ini kan pembudidaya ikan gitu.
02:30Jadi evisery ini adalah sebuah startup yang bergerak di bidang aquaculture yang menyediakan teknologi dan services.
02:39Jadi gak hanya teknologi aja, dia juga ada layanan-layanan pendukung untuk membantu para pembudidaya mengkultivasi ikan atau udangnya dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
02:52Ini yang kita lihat menarik karena benar-benar lahir dari ekosistem startup di Bandung dari tahun 2013 awalnya.
03:05Jadi dari 2013 sampai 2025 lah praktis ya.
03:09Berarti hampir 12 tahun kan beroperasi.
03:11Sudah ada ratusan ribu atau jutaan gitu petani yang mendapatkan benefit dari si startup ini.
03:19Mulai dari alat budidaya, IOT, sampai aplikasi untuk jualan, sampai untuk modal usaha juga.
03:28Jadi ekosistem menyeluruh dari hulu ke hilir.
03:31Nah hanya saja di Desember ya 2024 itu mulai ada temuan bahwa sepanjang perjalanan di akhir-akhir evisery ini ada ketidakcocokan lah antara apa yang ditampilkan ke publik sama yang realita terjadi di lapangan.
03:51Baik dari sisi mungkin laporan keuangan, dari sisi dampak yang dihasilkan, petani yang terdaftar di ekosistem.
04:00Sehingga akhirnya kayaknya pihak investor kami lihat cukup concern dengan hal itu.
04:08Menyewa salah satu konsultan mungkin di bidang manajemen atau keuangan gitu ya.
04:13Dan melakukan review menyeluruh terhadap perusahaan ini.
04:16Dan akhirnya kan sempat beredar ya di publik ya.
04:19Saya enggak tahu Pak Salit sudah dapat filenya atau enggak.
04:22Tapi di laporan itu memang banyak dibahas mengenai terkait laporan keuangan, terkait inovasi yang dilakukan, dampaknya apa.
04:38Dan bagaimana evisery ternyata dalam keberjalanannya menggunakan ekosistem untuk menumbuhkan petambaknya dan juga untuk membangun talenta digital di Indonesia gitu ya.
04:50Kalau mungkin Pak Salit pernah lihat ya, sekitar April atau Mei 2022 itu kan di saat orang tidak hire, dia bikin iklan tuh di Twitter tuh yang meng-hire seribu orang.
05:05Karena kan waktu itu baru dapat pendanaan 90 juta dolar.
05:08Makanya di saat itu sangat diluluhkan kan.
05:13Wah evisery baik ya di saat orang enggak ada hire, hire orang talenta, dia hire seribu orang.
05:20Lalu di sekitar 2024, awal tahun itu dapat pendanaan lagi Mas.
05:26Awal 2024 baru dapat lagi?
05:27Jadi 2022 kan sekitar 90 juta tuh awal tahun, awal 2024 juga dapat pendanaan lagi 200 juta dolar, hampir 4, something triliun kayaknya.
05:39Nah, habis itu kan unicorn, itu unicorn ya tuh.
05:43Unicorn itu berapa? Satu miliar dolar.
05:45Valuasi perusahaan itu satu bilion.
05:47Satu bilion, iya miliar dolar.
05:48Satu miliar dolar.
05:50Nah, awal 2024 ya, terus kasusnya mulai muncul akhir 2024 lah.
05:57Nah, seingat saya Desember.
05:59Seingat saya Desember, karena banyak rekan-rekan saya yang kerja kan di evisery kan.
06:04Nah, sebenarnya evisery itu teknologi yang ditawarkan ke pembudidaya itu kayak gimana sih, Jack?
06:11Nah, kan enggak semua orang tahu nih.
06:13Benar, itu menarik banget loh.
06:15Saya melihat evisery ini salah satu contoh bagaimana startup memanfaatkan knowledge yang didapatkan di kampus,
06:24lalu observasi terhadap kebutuhan lapangan dan akhirnya dibangun teknologinya.
06:29Founder Revisery kan kuliah di Bandung gitu ya, di salah satu institut teknologi.
06:34Ada lulusan biologi dan lulusan elektro.
06:38Oh, ada dua ya?
06:39Iya.
06:40Satu biologi, satu elektro.
06:40Iya, jadi yang lulusan biologi punya domain terhadap aquaculture ke depan akan seperti apa.
06:45Yang elektro kan punya kemampuan membangun teknologi kan.
06:48Teknologi.
06:50Teknologi pertama yang mereka bikin itu mesin pakan otomatis.
06:53Namanya e-feeder.
06:53Oke.
06:55Jadi itu untuk memberikan makan otomatis ikan tanpa harus dikendalikan oleh manusia.
07:01Jadi enggak perlu ada.
07:02Jadi sebelumnya itu anak kolam ya istilahnya ya.
07:06Setiap berapa jam itu menebar.
07:08Ada jamnya lah ya.
07:09Ada jamnya.
07:10Jam segini tebat.
07:10Iya, betul.
07:11Dan ada beberapa isu lah dengan cara manual.
07:15Pertama, tidak homogen gitu pemberian tekannya.
07:19Di sini mungkin banyak, di sana mungkin sedikit.
07:21Anak kolamnya luas gitu ya.
07:22Kolam luas gitu kan.
07:23Nah yang namanya manusia.
07:24Kalau sekolam dua kolam lah kita aja ya.
07:26Kalau seribu kolam gimana?
07:28Udah pernah ke Waduk Cirata?
07:29Enggak itu kolamnya kan gede.
07:31Itu baru ngomongin pakannya.
07:34Belum lagi ngomongin fraudnya.
07:37Banyak tuh pakannya yang dijualin.
07:39Iya lah kan duit.
07:41Karena pakan itu 70% dari biaya budidaya mas.
07:44Jadi kalau misalkan 100 juta, 70 juta itu untuk biaya pakan sebenarnya.
07:49Nah dengan adanya alat pakan ini harapannya 70 juta itu bisa turun.
07:52Karena kan lebih efisien.
07:54Yang disebar itu berdasarkan memang kebutuhannya aja.
07:57Memang arahnya bagus ya.
08:01Ingin mengadopsi si alat pakan ini ketika alat pakannya bisa berfungsi dengan baik.
08:07Itu kan punya program ya, modelingnya ya.
08:13Bahwa gimana sih cara berbudidaya yang efisien gitu kan.
08:17Yang mana program ini kan nanti bisa dikopi ke kolam yang lain.
08:20Jadi inti dari Evider itu bukan hanya alatnya.
08:24Tapi bagaimana dengan data, alat itu bisa belajar dan membuat program spesifik untuk kolam-kolam tersebut.
08:30Kapan sebaiknya dia kasih makan dan lain-lain.
08:33Jadi itu potensi AI-nya nanti ada itu sebenarnya.
08:36Ya tergantung sama jenis ikannya.
08:39Ikannya sekarang umur berapa.
08:41Nah ini menarik.
08:43Jadi program pertamanya itu.
08:45Jadi sampai tahun 2017 kali ya.
08:49Itu produknya hanya itu sebenarnya.
08:50Oh produknya cuma itu?
08:51Dari 2013-2017 itu hanya itu.
08:53Tapi pakai timer di situ, mana-mana sudah pakai aplikasi?
08:56Terakhir-terakhir itu sudah aplikasi.
08:58Jadi tahun 2022 itu Evider yang versi terbarunya.
09:01Yang dilaunching di Sabuga.
09:03Kalau nggak salah dalam ulang tahun yang ke-13 ya.
09:06Saya lupa.
09:07Itu sudah through IoT.
09:09Connected dia.
09:10Jadi setiap udah nebar, akan ngasih info ke cloud.
09:14Jadi ada datanya berapa kilo yang ditebar jam setian.
09:20Per kolam loh.
09:21Per kolam.
09:22Detail aja.
09:22Kalau sebelumnya, nggak pakai aplikasi.
09:25Nggak pakai aplikasi.
09:26Di timer di situ aja.
09:26Awal-awal ya.
09:28Tapi lucu ya.
09:28Dulu itu, itu kayak anak kampus banget ya.
09:32Awalnya tau nggak apa.
09:33Pakai kaleng susu.
09:35Tray-nya tuh dish.
09:37Jadi kayak, ini ada kaleng, ada tray dish.
09:39Jadi kalau misalkan mau ngasih makan, dish-nya kebuka.
09:43Masuk lagi.
09:46Hacking.
09:47Hacking banget gitu.
09:48Itu versi 0, something.
09:49Nah, ikut lomba.
09:50Ikut lomba, saya lupa salah satu bank itu kan ada wira usaha, muda apa.
09:55Menang.
09:56Kok pernah menang gitu ya?
09:57Pernah menang.
09:59Grand.
09:59Abis itu dapet grand.
10:01Dari grand itu bikin produk.
10:02Kalau grand tidak perlu dipertanggung jawabkan ya?
10:04Nggak perlu.
10:05Nah, dari feeder tadi yang menarik.
10:08Sekarang gini, petani udah dapet alatnya kan?
10:10Oke.
10:11Nah, kira-kira alat itu kan dipakai untuk beli pakan dong.
10:15Oke.
10:15Masuk akal untuk efisri juga jualan pakan.
10:18Itu bisnis yang kedua.
10:19Nyamuk ke situ.
10:20Dia jualan pakan.
10:21Jadi dapet margin.
10:22Jadi dia produksi pakan.
10:23Cari produsen pakan.
10:24Cari produsen pakan.
10:26Setelah itu, setelah pakannya diproduksi.
10:29Dijual, didistribusikan.
10:32Kira-kira apalagi isunya petani?
10:35Nggak bisa bayar di depan.
10:36Oh, nggak bisa bayar di depan.
10:37Buat beli pakan.
10:38Akhirnya muncul kabayan.
10:40Kasih bayarnya nanti.
10:42Kabayan.
10:43Kasih bayar nanti.
10:43Ada financing di situ ya?
10:44Ada financing di situ.
10:46Itu produk yang ketiga.
10:47Jadi nanti, setelah berhasil ibu daya,
10:50baru di-offtake.
10:52Di-offtake tergantung kan.
10:53Mau bayar.
10:55Atau nyicil tadi yang kasih bayar nanti.
10:57Nah, problem berikutnya yang tadi yang Mas Alit bilang.
11:00Dijualkan kemana?
11:03Target utamanya Horeca kan.
11:04Berarti hotel, restoran, kafe.
11:07Itu bisnis downstream-nya.
11:08Tahun 2000 berapa ya, saya lihat tuh mereka kayaknya mau expand juga,
11:11ekspor ke US udang.
11:15Jadi dua kan budidaya.
11:17Ikan sama udang gitu kan.
11:18Yang udang untuk ekspor gitu.
11:21Sampai offtake ya.
11:24Berarti dari feeder, ke pembelian pakan, terus financing, sampai offtake-nya.
11:31Nah, dari end-to-end-nya itu ada teknologi tuh.
11:34Yang sebenarnya ya, saya kan software engineer gitu ya.
11:37Kalau saya melihatnya justru yang menarik software-nya ini,
11:39kalau kita bisa tawarkan ke petambak lain,
11:43justru software-nya bisa juga dikita jual.
11:44yang nggak hanya buat e-fishery internal,
11:48di open-keluar gitu.
11:50Itu menarik juga tuh.
11:51Jadi siapapun bisa nyuplai pakan,
11:52siapapun bisa ngasih financing,
11:54misalnya gitu kayaknya.
11:55Jadi e-fishery ini end-to-end loh.
11:57Kalau saya melihatnya,
11:59produknya apa?
12:00Banyak.
12:01Jadi e-fishery itu apa?
12:02Ekosistem untuk pembeli daya kalau saya bilang.
12:04Mulai dari awal sampai offtake kan dia ada.
12:07Di setiap jernih dari bisnisnya kan.
12:10Distribusi lah.
12:11Mungkin kalau yang mirip apa?
12:11Kalau di ayam atau sapi kayak java kali?
12:16Oh iya, kayak gitu ya.
12:17Jadi dikasih bibit.
12:19Sampai ujungan sosisnya pun diada kan?
12:21Iya, iya.
12:21Nanti telurnya dibeli.
12:23Kurang lebih gitu kan.
12:24Pakannya dikasih.
12:24Maunya begitu mereka.
12:27Founder dari fishery gitu.
12:28Nah tapi terputus di tengah jalan itu sebenarnya
12:31apakah memang kebiasaan dari setiap startup itu?
12:35Untuk ibaratnya apa ya?
12:37Overselling atau apa ya?
12:39Overclaim?
12:40Ya.
12:41Sakses rate dari startup, digital startup sendiri itu udah kecil mas.
12:452 persen.
12:46Sakses ratenya kecil?
12:47Oke.
12:472 persen kan.
12:48Jadi bagaimana sih cara kita untuk meningkatkan
12:50Probabilitasnya?
12:52Ya, survival rate-nya.
12:54Ya mungkin ada sebagian founder yang
12:56menghalalkan segala cara.
12:58Termasuk mungkin ya misalkan dalam kasus yang evisery
13:01berusaha memperbesar apa yang tidak seharusnya kan.
13:06Gitu.
13:06Mungkin yang diberitakan ada fraud laporan keuangan gitu ya.
13:09Ada dua laporan keuangan, yang satu buat internal, yang satu buat eksternal, buat investor.
13:13Nah itu, ya kan bagaimana founder berusaha mempertahankan bisnisnya kan sebenarnya.
13:19Yang kalau kita lihat beritanya kan ke blow up-nya di 2024 ya.
13:24Tapi kan katanya udah beberapa tahun sebelum itu gitu.
13:28Gitu sih.
13:28Nah, kami ayasan tuh ingin membahasnya tuh justru menyeluruh gitu.
13:35Karena kalau kami lihat di media berita, yang dibahas kan langsung fraud-nya aja.
13:41Dan saya lihat kan kita tuh memang, tanda kutip, lebih senang berita yang negatif.
13:47Betul, pasti.
13:48Begitu Mas Gibran dan tim evisery Unicorn, siapa sih yang tidak senang?
13:56Ketika dapat pendanaan 100 juta luar Unicorn pertama, kan itu beritanya sampai di US tuh.
14:01Di Nasdaq kan sampai ada.
14:03Congratulation evisery-nya.
14:05Siapa yang gak nge-post di berbagai YouTube?
14:08From zero to hero.
14:10Begitu beritanya muncul, diserang-serang juga abis-abisan gitu.
14:15Jadi, di saat tinggi dipuji, begitu lagi jelek, dicaci.
14:24Untungnya kalau saya lihat kan, foundernya cukup tenang ya.
14:31Jadi kayak kalau beberapa kali ketemu tuh ya kalau bisa dipuji tidak terbang.
14:36Dicaci tidak tumbang gitu.
14:38Cuman ya, kita sebagai komentator yang gak main di lapangan kan sebenarnya kan.
14:45Bagaimana sulitnya mengubah ide jadi bisnis yang dapet valuasi.
14:51Terakhirnya itu pendananya dari Abu Dhabi ya.
14:54Timur Tengah, 200 juta dolar bayangin.
14:57Sebesar apa itu?
14:58100 juta dolar kalau bikin feeder itu berapa feeder?
15:01Bisa banyak.
15:02Itu kan cost feedernya di paling jutaan kan.
15:055 juta mungkin.
15:06Tambah biaya aplikasi, tambah biaya server apa kan.
15:10Ini gak seberapa lah.
15:11Enggak.
15:11Per feeder lah ya, per feeder ya.
15:14Makanya ketika operasinya mulai wind down gitu kan.
15:20Kan yang paling terdapat petani juga sebenarnya.
15:22Nah, petani yang sudah memakai.
15:25Yang sudah memakai kan.
15:26Yang memakai bukan cuma 1-2 bulan.
15:27Mungkin udah berapa tahun.
15:28Oh, kalau yang kami riset ini memang kita ke petani yang makainya udah lama mas.
15:33Lebih dari 3 tahun, lebih dari 5 tahun.
15:35Lebih dari 3 tahun.
15:35Yang sudah merasakan yang tadi mungkin kolamnya 2-3, udah seratusan gitu.
15:39Yang dari rumah baru bangun nih.
15:41Jadwal hari ini, ini udah berapa kilo.
15:42Iya, sekolah bisa S1.
15:44Jadi, kisah-kisah ini yang gak banyak diangkat sebenarnya kan.
15:48Ketika kasusnya kemarin terkuat tuh, langsung yang dihajar foundersnya.
15:53Dan stigma bahwa startup itu harus kayak gitu.
15:58Langsung gak dibahas tuh impact-nya tuh.
16:00Padahal, kalau kita mau objektif, kita bahas aja semuanya.
16:04Bahwa visinya bagus.
16:07Bahwa impact-nya bagus.
16:09Tapi eksekusinya kurang baik.
16:11Berarti kan...
16:12Eksekusi ke arah investor.
16:13Kalau ke arah pelanggannya mungkin baik-baik aja ya.
16:15Arah pelanggannya menurut saya iya.
16:17Kepemakaian maksudnya?
16:17Pemakaian bidernya.
16:19Jadi, kita tiap ulang tahun itu, kalau saya lihat ya,
16:22Efficery.
16:25Kami kan ya, Esan, suka diundang ya untuk acaranya.
16:27Yang terakhir itu kan di Sabuga.
16:30Itu gede-gedean itu.
16:32Ulang tahun keberapa itu ya.
16:35Nyewa satu Sabuga gitu.
16:38Kami datang kan.
16:40Lihat itu petani-petani yang...
16:43Apa istilahnya ya?
16:44Yang loyal.
16:47Itu didatengin, Mas.
16:49Pake bus, pake apa-apa.
16:50Buat ngasih sharing gitu.
16:54Jadi, yang kita lihat, wah...
16:56Dampaknya sih.
16:57Dampaknya.
16:57Terus ada satu section di Sabuga itu yang...
17:00Future of Aquaculture.
17:01Jadi teknologi-teknologi yang lagi dikembangkan.
17:04Di Efficery itu dipamerkan gitu.
17:05Kan sampai menteri-menteri datang gitu.
17:07Dan launching kooperasi kalau gak salah.
17:11Itu 2023.
17:14Oktober.
17:15Dia bulan ini.
17:16Ulang tahunnya.
17:17Nah, 2024.
17:19Terkua kasus.
17:20Jadi...
17:20Sayang.
17:22Jadi petani-petani sekarang kabarnya?
17:24Ulang lagi?
17:25Ulang lagi.
17:26Sebelum Efficery kayak gimana?
17:28Pake gayung lagi.
17:28Stress gitu.
17:29Kayak gayung.
17:29Mending gayung masuk ke tangan.
17:31Gitu lah.
17:33Jadi...
17:33Waduh.
17:34Ekosistem aquaculture seperti kriset balik ya.
17:36Iya, balik lagi ya.
17:37Jadi seperti sebelum ada Efficery.
17:39Tapi maksudnya...
17:41Efficery hadir juga sebagai...
17:44Mersusuar ya.
17:45Setelah itu kan banyak...
17:47Perusahaan yang akhirnya concern ke aquaculture.
17:50Ada beberapa perusahaan yang akhirnya bikin juga...
17:52Solusi di bidang aquaculture.
17:54Akhirnya itu merevolusi...
17:56Berita yang lebih besar.
17:58Yaitu food security kan.
17:59Jadi bagaimana kita...
18:02Penghasil protein hewani...
18:04Tidak hanya dari...
18:05Misalkan ayam atau sapi.
18:07Nah, negara maritim loh kita.
18:0970%nya Indonesia kan.
18:11Kalau menurutku itu menarik ya.
18:13Kalau ada...
18:15Startup...
18:16Yang bisa menyelesaikan permasalahan di Indonesia...
18:19Dan bisa menjadi nomor satu di dunia...
18:21Itu pastilah di area-area yang hanya Indonesia yang punya.
18:24Maritim.
18:25Tambang.
18:27Apalagi yang spesifik...
18:28Rempah-rempah.
18:28Yang spesifik Indonesia.
18:31Makanya Evisire ini kasus menarik.
18:33Dia dapat funding...
18:33Dia dapat funding...
18:34Terus di tolar...
18:35Apa?
18:38Unicorn.
18:40Sampai di invite ke Nasdaq.
18:41Gitu kan ada beritanya.
18:43Terakhir itu...
18:44Sampai diundang ke TED.
18:46Oh, TED mah pasti.
18:47Wah.
18:48Terus...
18:49Blow up beritanya diturunin videonya.
18:52Nggak ada lagi.
18:53Saya sempat nonton.
18:54Bagus ya itu presentasi.
18:55Jadi, ini ngomongin talent nih.
18:58Sebelum ngomongin talent yang terdampak.
19:00Gue pengen tahu.
19:01Kalau sebenarnya dari...
19:03Kehebatan kan dulu bilang 2%.
19:05Success rate.
19:06Startup ya?
19:06Startup.
19:07Sebenarnya keistimewaannya...
19:09Founder dari Evisire ini...
19:12Apa ya?
19:14Sampai dia bisa sukses itu.
19:15Kecuali selain ini ya.
19:16Ini punya nyambung.
19:17Oh, selain punya nyambung.
19:18Selain punya nyambung.
19:19Nah ini...
19:20Tadi kan nyambung tuh elektro sama biologi.
19:22Kita harus lihat orangnya ya.
19:25Jadi saya baca buku...
19:26Jim Collins tentang...
19:30Build to last.
19:31Bagaimana membangun perusahaan yang lestari.
19:33Build to last.
19:35Itu memang ada dua mas.
19:37Ditentukan oleh talent.
19:39Founders dan visi dari foundersnya.
19:42Foundernya...
19:43Saya kenal Mas Gibran.
19:46Itu dari 2013.
19:49Jadi kita sesama...
19:50Berkumpul di...
19:52Komunitas pendiri perusahaan.
19:54Namanya Starap Bandung.
19:56Ketemu-ketemu humble kan orangnya kan.
19:59Terus waktu 2013 ya masih susah lah.
20:02Ya kan?
20:02Terus...
20:03Kita suka ngumpul di dagu atas gitu kan.
20:06Nah...
20:07Orangnya humble.
20:08Terus lahir dari keluarga yang tidak mampu.
20:11Kalau teman-teman search di Youtube gitu.
20:13Kenapa sih dia bikin evisery?
20:16Dia akan selalu menceritakan kisah...
20:18Fenomenal.
20:19Bagaimana dia hampir mati kelaparan.
20:21Waktu kuliah.
20:25Akhirnya dia ke Salman.
20:27Ke Mestit Salman gitu.
20:28Untuk cari minum lah.
20:30Nah itu...
20:32Latar belakangnya yang menyebabkan dia punya kesadaran...
20:37Bahwa perusahaan yang dibangun ini...
20:39Tidak hanya untuk saya.
20:40Itu satu ya.
20:41Founder latar belakangnya.
20:42Yang kedua visinya.
20:44Visinya itu tidak kecil mas.
20:47Visi utama evisery itu bukan jadi perusahaan e-con.
20:50Bagaimana menyelesaikan masalah kelaparan di dunia.
20:53Sebelum 2050.
20:54Karena kan targetnya akan 8 miliar orang.
20:57Nanti.
20:58Dimana orang?
20:59Populasi.
20:59Populasi dunia.
21:00Sekarang kan udah 7 ya.
21:03Penyedia makanan dari mana?
21:05Makanya di...
21:06Singapura kan lagi heboh bikin vertical farming.
21:08Lahan gak ada.
21:10Indonesia alhamdulillah kita lahan banyak.
21:12Minggir dikit Bandung Timur udah sawah semua itu.
21:14Gede bagai kesana kan.
21:16Tapi protein hewan ini selain dari...
21:19Ayam dan...
21:20Sapi apa?
21:22Ikan.
21:23Udang gitu kan.
21:24Nah jadi...
21:25Mentekal permasalahan...
21:27Yang sangat besar.
21:30Lahir dari latar belakang orang yang berkekurangan gitu.
21:34Itu kelebihannya ya.
21:35Keceritanya menarik itu ya?
21:37Iya menurut saya.
21:38Benar sih.
21:38Menarik.
21:39Nyambung sama isu global.
21:40Benar.
21:41SDG kan?
21:41Sustainable Development Girls.
21:43Ketika ketemu dengan partnernya yang teknologis.
21:45Orang elektro.
21:47Lahirlah.
21:48Evider.
21:49Terus berkembang jadi soal.
21:50Sesedaran lain itu ya?
21:51Betul.
21:52Evider sederhana.
21:53Itu dulu dari kaleng susu bayangin.
21:54Iya, iya, iya.
21:55Nah, bahwa setelah menjadi unicorn, kemudian hiring cukup besar.
22:01Tim teknologinya hampir tiga ratusan orang.
22:04Tiga ratusan orang.
22:06Total karyawan hampir dua ribuan lebih.
22:08Tiga ratusan orang tuh handle aplikasi itu ya?
22:10Iya, aplikasi, sistem, data.
22:12Dan tau gak yang menarik yang kami akhirnya bisa bekerja sama dengan Eviseri?
22:18Mereka punya program Eviseri Aqua Developer.
22:21Melatih talenta-talenta muda untuk jadi developer yang bisa kerja di perusahaan startup level nasional.
22:31Jalan di Bandung, ada di Malang.
22:34Itu saya personally bantu tuh melatih untuk bisa diterima di Eviseri.
22:40Total itu kita ada sekitar 200-an orang yang udah kita latih.
22:43Yang direkrut tuh hampir 15-an orang.
22:45Nah, itu gratis.
22:48Gratis lah.
22:51Itu yang menarik, yang saya menyayangkan ya.
22:54Kita ngeliatnya perusahaannya tuh berdampak hanya pada pembudidaya kan.
22:58Lebih dari itu, perusahaannya punya dampak terhadap talenta mas.
23:02Selain Eviseri Aqua Developer, ada Eviseri yang lain.
23:06Ada Eviseri Aqua Pruner, Eviseri Aqua Scientist.
23:10Jadi tuh punya program namanya Eviseri Academy.
23:14Salah satunya Aqua Developer.
23:17Itu bekerjasama dengan program Kampus Merdeka.
23:20Pada saat jaya-jayanya tuh mungkin ratusan orang daftar tuh.
23:24Untuk magang.
23:25Untuk ikut itu ya.
23:26Dapat uang dari itu.
23:29Iya, dapat uang satu hal ya.
23:30Karena waktu itu kan programnya memang begitu ya.
23:32Tapi yang penting adalah pengalaman di lapangan.
23:35Program Eviseri yang Aqua Pruner itu,
23:38mahasiswa-mahasiswa itu harus datang ke kolam.
23:40ngeliat bagaimana sih teknologi digunakan.
23:44Petani butuhnya apa.
23:46Saya tuh pernah kunjungan ke kolam yang di Bali, Mas.
23:49Tabanan.
23:51Kecil banget itu jalan hampir jatuh saya.
23:52Maksudnya ada motor lewat, kita harus minggir.
23:54Hampir jatuh ke kolamnya gitu.
23:56Susah kan?
23:57Maksudnya itu kan alatnya perlu listrik.
23:59Kita harus menarik kabel.
24:01Di Tabanan itu.
24:02Dan mereka punya, pada saat masa jayanya itu punya titik.
24:05Namanya Eviseri Point.
24:06Itu di 214 apa 15 titik.
24:10Di Sulawesi Indonesia.
24:12Kota Kabupaten aja ada 400-an.
24:1450%-nya ada titik Eviseri.
24:17Di situ naruh pakan.
24:19Naruh E-feeder.
24:20Kalau saya sih sempat ngusulin kan.
24:21Bikin Eviseri Academy itu di 214 titik itu pintar-pintar.
24:25Nanti pasti orang situ kan.
24:26Ngomongin digital.
24:28Ngomongin cara beli daya.
24:31Yang saya lihat tuh kayak ini.
24:34Ekspansinya tuh loh.
24:35Maksudnya ketika punya 200-an titik itu bisa bikin apa aja kan.
24:39Mau bikin posyandu untuk orang-orang di sana.
24:43Mau bikin pelatihan untuk orang-orang di sana.
24:45Jualan pakan kan satu hal.
24:47Nah itu yang tidak banyak diangkat sih menurut saya.
24:52Bagaimana inovasinya.
24:54Bagaimana talentnya.
24:56Tidak pernah ada yang membahas.
24:58Berapa patent yang Eviseri sudah daftarkan ke Kenkumham.
25:01Uh.
25:03Teknologi.
25:03Teknologi.
25:05Tidak ada yang bahas kan.
25:07Yang dibahas fraudnya doang kan.
25:08Tidak ada yang bahas.
25:10Berapa petani yang terdampak setelah itu.
25:12Tidak ada yang membahas.
25:15Talent yang sekarang nganggur.
25:16Nganggur.
25:17Ngapain talentnya sekarang ya?
25:18Kalau yang di bidang IT ya.
25:19Kan itu teman-teman gue semua tuh.
25:23Iya pada nyari kerja.
25:24Terus.
25:25Tapi di 300 orang nyari kerja.
25:27Iya lumayan sih.
25:29Kalau 10 Pak.
25:30Di luar itu ya.
25:31Cepat gampang.
25:32Ya pada nyari kerja sih.
25:33Beberapa juga ada yang kita coba bantuin.
25:36Ya Yasan kami kan punya network ke perusahaan ya.
25:39Misalkan ada salah satu perusahaan di Tanjung Periok.
25:42Itu butuh digital talent hampir 20 orang.
25:45Itu kita supaya dari database kita.
25:47Salah satunya dari Fishery.
25:49Yayasan kan sekarang punya 41 ribu lebih database talenta digital.
25:5441 ribu?
25:55Yayasan Academy.
25:56Yang nganggur berapa?
25:57Kerja semua dong?
25:58Kita harus hitung.
25:58Enggak lah.
25:59Maksudnya ada yang masih mahasiswa.
26:00Ada yang udah kita saluran saja.
26:02Ada yang lagi kita latih.
26:03Kemarin kita baru inaugurasi program Jabar Istimewa Digital Academy.
26:0915 ribu itu.
26:12Bersama Bapak Gubernur dan programnya.
26:14Jadi Yayasan fokusnya dua tadi itu Mas.
26:18Ekosistem talenta dan ekosistem teknologi.
26:20Karena itu gak bisa dipisahin.
26:22Ketika kita bicara, kita mengembangkan talent supaya bisa menghasilkan karya, ya karyanya yang sangat ditunggu-tunggu kan sekarang teknologi.
26:31Lagi ngomongin apa sekarang?
26:33Hilirisasi sama AI kan?
26:35Teknologi semua.
26:37Tapi kalau talentnya gak kita kerjakan ya, siapa yang ngerjain?
26:42Jadi permasalahan efficiency ini gak aset sederhana.
26:46Fraud tuh terlalu kecil saya yang ngeliatnya ya.
26:50Ada lebih besar lagi bahwa ekosistem inovasinya, ekosistem talentanya yang gak pernah kita bahas lama ini.
26:56Yang akhirnya men-trigger kami untuk bikin research gitu.
26:59Nanti mungkin beberapa waktu ke depan kita rilis ya hasil research kami terkait dampak bagaimana tutupnya efficiency terhadap ekosistem inovasi dan pengembangan talenta.
27:07Justru itu yang menurut kami perlu kita bedah ya.
27:12Jadi bagaimana sebuah startup dari 2013 sampai 2025 ini.
27:17Anyway, perusahaannya masih ada kok sekarang.
27:20PT-nya?
27:20PT-nya masih ada gitu.
27:21Gak dibangkret ini?
27:22I don't know.
27:23Nanti kita lihat aja.
27:24Tapi maksudnya yang perlu kita bedah bagaimana dalam 12 tahun, perusahaan yang lahir dari garasi, ya ini kayak cerita Silicon Valley kan?
27:32Dari Kosan lah ini ya.
27:32Dari Kosan sampai Unicorn.
27:37Dari tiga orang sampai terakhir-terakhir itu dua ribuan lebih.
27:43Ada di 214 titik.
27:46Membuat produk yang benar-benar dibutuhin dan berkembang kan?
27:50Tadinya kan cuma feeder.
27:51Terus dia butuh pakan bikin.
27:54E-mall.
27:55Kalau gak salah apa ya namanya aku lupa.
27:56Habis itu, oh sorry.
27:58Dari e-feeder, alatnya.
28:00Terus butuh pakan bikin toko pakan namanya e-v-siriku.
28:03Setelah kepakan, butuh financing, kambayan.
28:08Habis itu butuh dijual e-fresh.
28:11Terus begitu masuk udang bikin e-sirim gitu.
28:15Menarik sih bagi saya ya.
28:16Dan dampaknya terhadap perusahaan itu bayangin ya.
28:19Ada satu perusahaan luar negeri yang diakuisisi sama e-fisher.
28:23Oh iya?
28:24Di bidang?
28:25Di bidang udang.
28:25CEO-nya itu akhirnya join ke e-fisher.
28:29Orang Singapur.
28:31Kalau gak salah.
28:32Ada satu perusahaan di Bandung yang di-eco-hire oleh e-fisher.
28:36Di bidang IOT.
28:38Jadi, gak sekedar e-fisher terus dia dapet funding udah.
28:44Tapi dampaknya ke ekosistem,
28:46E-fisher Academy, berapa developer yang terlatih.
28:48Proses inovasi menumbuhkan gairah untuk research.
28:55Mereka punya divisi khusus namanya E-fishery X.
28:57Jadi kayak SpaceX-nya Elon Musk gitu ya.
29:01E-fishery X.
29:02Mereka hanya researcher-researcher.
29:05VP research-nya dari E-fishery itu S3 di UK mas.
29:12Pulang ke Indonesia.
29:13Untuk join, untuk bikin research.
29:15Sekarang dia kemana? Balik lagi.
29:16Mungkin balik kali ya.
29:19Tapi ya saya masih ketemu ya.
29:21Di Jakarta kemarin bantu salah satu BUMN untuk project research di bidang seismik gitu.
29:29Jadi gak main-main ya.
29:30Ada analis juga dari Inggris.
29:32Ada beli perusahaan luar, CEO-nya join.
29:37Akhirnya itu E-fishery jadi berbahasa Inggris katanya.
29:39Gara-gara orang luar ini.
29:40Tadi Jakarta bahas Indonesia semua.
29:43Gitu.
29:43Terus kantor pusatnya kan memang di Bandung ya.
29:48Tapi kan ada kantor kayak holding company-nya tuh di Singapura.
29:53Jadi ya mengglobal ya.
29:55Oh buka di India terakhir.
29:56Di 2024 itu.
29:59Operasinya buka di India.
30:00Jadi ada E-fishery cabang India bayangin.
30:02Udah mulai jual feeder, jual operasi.
30:04Udah mulai.
30:04Kemarin tuh pas saya baca-baca nih, saya membayangkan ya.
30:09Kalau ada bisa teknologi untuk menginvasi negara lain ya.
30:14Mungkin salah satunya fishery gitu.
30:15Misalnya ya kayak Belanda itu kan daerah sisir tuh.
30:18Kalau dia butuh teknologi perikanan kan saatnya kita menjajah.
30:24Tanda kutip.
30:25Menjajah tanda kutip gitu ya.
30:27Negara-negara yang pernah menjajah kita.
30:28Misalkan Jepang, daerah perikanan kan.
30:34Itu menarik sih.
30:37Cuma tersandung kasus yang fraud tadi.
30:42Dan akhirnya hanya itu yang dibahas.
30:45Menurut saya yang mau bahas kayak gini baru gini mas.
30:48Koces mas.
30:50Mungkin karena idealisme dari mas Alet juga nih.
30:52Obrolan, cerdas.
30:54Ekonomi sosial.
30:54Karena cerdas kan.
30:56Yang dibahas tuh yang cerdas juga.
30:57Ya, sebenarnya itu.
30:59Kan ini teknologi.
31:01Ya tadi gue dengerin sih sederhana ya.
31:03Cuma kan gak tau di dalamnya.
31:05Mungkin ada kompleksitas di situ.
31:07Tapi dengan apa ya.
31:09Runtuhnya atau berhentinya beroperasi official ini.
31:12Sebenarnya ini peluang buat pengusaha lain.
31:14Untuk ngambil hal yang sama gak sih sebenarnya?
31:15Menurut saya iya.
31:16Jadi.
31:17Di copy paste aja.
31:18Bisa dipelajari.
31:20Di revamp.
31:22Di revise gitu kan.
31:23Misalkan.
31:24Satu feeder itu kan harganya mungkin bisa 6 jutaan.
31:26Harga produksinya.
31:27Mungkin ada manufaktur yang bisa lebih membuat prosesnya secara efisien.
31:30Ya, dengan didesain.
31:32Yang dipatenkan itu kan baru metode.
31:36Ya kan.
31:36Siapa tau nanti dari patennya dijadiin produk oleh salah satu manufaktur.
31:40Bisa kan.
31:42Terus.
31:44Di jaringan distribusinya.
31:45Yang sudah terjadi di 214 titik itu kan bisa diaktifin lagi.
31:49Untuk kamu bikin distribution center lah.
31:51Untuk bikin logistik lah.
31:53Udah jadi kan.
31:55Sudah ada jaringan.
31:56Tapi gak ada yang kerjaan C?
31:58Iya.
31:59Kenapa tuh?
32:00Gak ada.
32:00Harusnya BWMN kali ya.
32:02Ada ID Food.
32:05BWMN yang di bidang food security kan.
32:09Maksudnya.
32:10Kalau memang food security menjadi isu besar.
32:14Ya mungkin BWMN ambil alih.
32:17Gak tau.
32:19Atau ya swasta.
32:21Jangan lihat namanya.
32:23Ambil teknologinya aja.
32:24Maksudnya.
32:25Yang sekarang kan jadi isu kan dua ya.
32:27Foundernya dianggap fraud.
32:29Belum terbukti anyway.
32:30Kita harus tunggu peradilan.
32:33Namanya jelek kan.
32:34Eviseri udah.
32:35Oh Eviseri yang fraud gitu.
32:38Tapi coba bedah di dalamnya deh.
32:40Teknologinya.
32:40Jangan-jangan itu bisa jadi 7-8 startup itu.
32:43Di bidang IOT.
32:45Di bidang logistik.
32:46Ya kan?
32:47Di bidang AI-nya sendiri kan lagi ada juga tuh.
32:51Pengembangan bagaimana kita bikin suatu alat.
32:55Medeteksi nafsu makan ikan gitu.
32:58Ya ya.
32:58Dia lagi perlu.
32:59Atau dia lagi sakit.
33:00Lagi apa kan.
33:01Makanya saya tuh.
33:03Yang menyayangkan itu.
33:05Diskursusnya yang kayak gini tuh gak ada mas.
33:07Kami sebagai Yayasan tuh ngeliatnya.
33:10Harusnya itu yang di.
33:12Bedah lebih dalam gitu.
33:13Fraudnya udah selesai lah.
33:15Udah ya.
33:15Ini hampir setahun nih kisahnya.
33:17Nextnya kita bahasnya inovasinya.
33:20Yang mana bisa kita lanjutkan.
33:21Mana yang memang harus kita nanti dulu deh.
33:23gitu kan.
33:24Belum sesuai dengan market gitu misalkan.
33:27Oke oke.
33:27Ya.
33:28Oke oke.
33:29Nah ya.
33:31Kalau lu sebagai.
33:33Anak startup.
33:34Pelajaran yang bisa dipetik.
33:36Apa nih ya?
33:36Dari kasus ini ya?
33:39Pelajarannya adalah bahwa.
33:41Pesan moral lah.
33:41Startup itu tidak ubahnya sebuah bisnis.
33:46Bisnis itu.
33:48Targetnya apa sih?
33:50Profit.
33:50Profit.
33:51Untuk mengejar profit.
33:53Dimana-mana rumusnya cuma satu.
33:55Pendapatan lebih kecil dari.
33:57Lebih besar.
33:58Pendapatan lebih besar dari.
33:59Pengeluaran.
34:01Selama pendapatan lebih kecil.
34:03Artinya butuh dana.
34:04Suntikan.
34:05Bisa investasi.
34:07Bisa pinjaman.
34:09Itu doang kan?
34:09Iya.
34:10Perkara bahwa ada series E, B, C.
34:14Loan.
34:15Green loan.
34:16Grand.
34:17Orange loan.
34:18Grand.
34:19Itu kan mekanisme financial.
34:21Engineering.
34:21Tapi kuncinya cuma itu kan.
34:24Harus lebih besar pendapatan daripada pengeluaran.
34:28Barulah terjadi bisnis yang sehat.
34:30Gimana sih kita sebagai founders punya mentalitas kesana.
34:36Bikin startup untuk profit.
34:38Bukan untuk bakar uang.
34:43Bukan untuk terkenal di media.
34:45Bukan untuk bikin geng founder.
34:48Gang founder.
34:49Bukan untuk bikin kartu nama tulisannya CEO.
34:53Itu yang lebih penting.
34:54Dan ini yang saya lihat sekarang.
34:57Salah satu pemangku kepentingan dari startup ini kan pemerintah ya.
35:00Mereka punya PR kan.
35:06Untuk mengembalikan kepercayaan.
35:08Investor.
35:09Investor benar.
35:09Masyarakat.
35:10Sekarang susah loh.
35:11Gak ada yang mau jadi founder.
35:13Gara-gara ini?
35:15Itu satu.
35:16Kedua ya.
35:16Funding lagi jelek.
35:18Oke.
35:19Gaji digital talent kan kayaknya 3 tahun lalu kita penghasilannya.
35:21Iya.
35:21Lagi turun.
35:22Turun.
35:23Gajinya.
35:24Gak ada lagi tuh.
35:25Lulusan fresh graduate gajinya 15 juta.
35:27Di juta talent udah turun ya.
35:30Turun.
35:30Jadi gajinya.
35:31Ya kalau di Bandung ya.
35:335, 6.
35:34Jakarta mungkin 8, 9.
35:36Pada masa-masa jayanya digital startup.
35:39Itu bisa 15 mas.
35:40Fresh graduate.
35:41Tanpa pengalaman.
35:42Luar biasa.
35:43Luar biasa.
35:44Karena semua bikin startup tuh.
35:45Gojek lagi bikin.
35:46Tokopedia lagi jalan.
35:47Gojek kayaknya kurang sampai beli perusahaan di India.
35:49Bukalapak.
35:50Hampir seribu orang.
35:51Ada kantor di Bandung.
35:52Di Dago.
35:53Sekarang udah tutup.
35:54Udah tutup.
35:55Jadi.
35:56Sudah.
35:57Menuju.
36:00Bukan mature ya.
36:01Bukan dewasa.
36:02Remaja kali ya.
36:02Jadi ekosistem startup kita itu di fase remaja.
36:06Dari sisi market masih luas nih.
36:07Berapa?
36:08290 juta deh ya.
36:10Marketnya masih luas ya.
36:12Talentnya masih kurang.
36:14Jadi.
36:14Kayaknya 3 tahun lalu kita ngebahas butuh 9 juta itu ya.
36:16Masih mas.
36:17Masih butuh 9 juta.
36:19Jadi ada gap sekarang antara.
36:21Bahwa marketnya masih besar.
36:23Penyedia teknologinya masih sedikit.
36:24Nah makanya KomDigi bikin program Geruda Spark Innovation Hub untuk mengeluarkan kembali.
36:31Minggu depan ada seminar di Bandung.
36:33Mungkin Mas Alip bisa datang.
36:34Namanya Restart.
36:36Startupnya di Restart gitu.
36:38Oh gitu tujuannya itu.
36:39Ayo di Restart kan kayak motor.
36:42Atau apa?
36:44Komputer.
36:44Di Restart aja nih biar memorinya bagus lagi.
36:48Ada storage-nya bagus.
36:50Harapannya ya program berikutnya yang dibangun diatasnya bisa lebih bagus.
36:54Kan nanti di Dago ya.
36:57Di Garuda Spark Innovation Hub Bandung.
36:59Lokasinya di Jalan Dago 108 itu.
37:02Minggu depan ada acara KomDigi mengundang foundernya Bukalapak sama LFAM.
37:07Nah mungkin kita bisa dapat informasi yang lebih terbaru lah ya.
37:10Yang terbaru lah.
37:12Bukalapak itu kan IPO dia.
37:13IPO terbesar.
37:1419 triliun.
37:16Gak ada kasus fraud.
37:17Gimana caranya?
37:18Harus belajar.
37:19Harus mau belajar gitu.
37:20Jangan ngerasa saya udah bisa nih.
37:23Saya udah dapet pendanaan series E.
37:275 juta dolar ya.
37:2860 something miliar.
37:30Bukalapak 19 triliun dan IPO-nya.
37:33Kita harus belajar gitu kan.
37:34Kami berusaha mendudukan permasalahan pada tempatnya gitu ya.
37:41Bahwa sekarang satu digital talent masih kurang.
37:44Makanya kita dukung banget tuh Garuda Spark program.
37:48Program kerakyatannya ya.
37:50Menciptakan 2 juta talenta digital.
37:52Yang siap kerja kalau bisa.
37:55Lalu program yang kedua menciptakan teknopreneur.
37:57Jadi dulu pernah dengar gak sih?
38:00Kayak satu keluarga satu sarjana.
38:03Kalau boleh kita bilang ini satu keluarga satu talenta digital.
38:07Karena dari pengalaman kami melatih talenta digital.
38:11Setelah dia 2 tahun bekerja.
38:13Lulusan SMK ya.
38:14Ada yang gajinya 2 kali UMR Bandung.
38:17Malam-malam.
38:19Teknopreneur.
38:19Supaya orang punya bisnis pendapatan.
38:24Kan Mas Khalid juga pebisnis kan.
38:26Gak gampang ya.
38:27Untuk bikin bisnisnya.
38:28Makanya kita butuh ekosistem kan.
38:29Butuh ketemu sesama founder.
38:31Butuh tempat curhat.
38:32Itu awalnya kenapa setara Bandung itu didirikan Mas.
38:35CEO, founder.
38:37Curhatnya sama siapa?
38:38Mekaryawan?
38:39Gak mungkin.
38:40Atau tembok.
38:41Mau tembok gitu kan.
38:42Malam aja.
38:43Jodok-jodok.
38:44Gak ini bikin.
38:45Suara Bandung itu tempat curhat lah ya.
38:47Founder itu lonely kan.
38:49Nah.
38:50Tapi lebih besar dari itu.
38:51Garuda Spark ini percaya.
38:53Bahwa pusat pertumbuhan inovasi digital.
38:56Tidak hanya boleh ada di kota besar.
38:58Jadi tahun ini sudah ada di Jakarta dan Bandung.
39:02Tapi targetnya.
39:03Harusnya di kota lain.
39:04Akan ada.
39:05Kita lihat tahun depan.
39:06Akan buka dimana aja.
39:07Kemudian saya ke Malang.
39:09Ngisi seminar di Malang Creative Center.
39:11Itu kayak tempat tujuh lantai di Malang yang ngomongin UMKM, Arts, Entrepreneurship.
39:20Bandung di Jakarta di FX Sudirman.
39:23Lantai delapan.
39:24Jadi udah ada dua titik ya.
39:27Nanti tunggu aja beritanya akan ada lagi di Sumatera.
39:31Luncuran.
39:31Jadi tahun ini kayaknya tiga kota.
39:34Oke oke.
39:34Gitu.
39:35Ya.
39:36Semoga OCS dan perusahaan yang menanggungi OCS Bandung TV lah ya.
39:40Bisa ikutan menggembar-gembar kembali mas.
39:43Jadi gak cuman fraudnya aja gitu ya.
39:46Bahwa startup itu fraud gitu kan.
39:48Sebenarnya gak hanya visri loh.
39:50Kemarin CEO yang ditangkap di Qatar.
39:52Yang nonton balap.
39:53Oh iya.
39:53Nah udah dapet.
39:54Duh ketemu kan.
39:56Terus yang sempat melibatkan MDI dan BRI Ventures juga.
40:00Kemarin CEO-nya kan investment.
40:02Itu kan perusahaan finance.
40:03Wajar.
40:04Deket sama fraud.
40:06Lo kan tadi ada kabah ya.
40:09Ebiseringnya.
40:09Kan disitu ya sebenarnya.
40:10Poinnya.
40:11Ya maksudku.
40:12Kalau perusahaan investing emang deket sih sama fraud sih.
40:15Deket banget sih.
40:15Loh justru gini.
40:16Deket tapi tidak gitu.
40:18Deket tapi jangan fraud.
40:19Deket sama fraud itu benar.
40:21Tapi ya sebagai perusahaan kalau karyawannya berintegritas kan harusnya.
40:25Iya.
40:25Maka tugas kita bersama.
40:29Kalau kita ngomongin pentahelix nih.
40:31Kan ada aspek media.
40:32Bagaimana sih kita mengedukasi masyarakat bahwa startup itu adalah bisnis.
40:38Bisnis itu harus cari profit.
40:40Bahwa dalam menciptakan profit bisa menghasilkan dampak sosial.
40:43That's the ultimate plan.
40:46Tapi kita sebagai founder harus punya integritas.
40:50Itu yang lebih penting sih.
40:52Tapi emang teman-teman founder itu lupa itu.
40:57Hal itu.
40:58Maksudnya dia fokus pendanaan.
40:59Pendanaan, fokus misi sosial, fokus isu global tadi.
41:04Terus jangan lupa nih dia pendapatan gue harus lebih besar daripada pengeluaran gue.
41:09Iya jadi.
41:10Apa gimana posisi?
41:11Bukan lupa ya.
41:12Tapi ada satu.
41:14Gue gak pernah bikin startup soalnya nih.
41:15Iya.
41:16Bisnis Bandung startup kali ya Pak.
41:17Maksudnya gini.
41:18Ada dua mazhab.
41:20Di startup itu.
41:22Melakukan bleed scaling.
41:24Atau smooth scaling.
41:26Bleach scaling kan.
41:27Blitzkrieg kan waktu Perang Dunia.
41:29Serangan cepat.
41:31Bagaimana menumbuhkan perusahaan ketika kecepatan itu jauh lebih penting dari efisiensi.
41:38Itulah startup yang diinvest oleh Venture Capital.
41:42Kata kuncinya ketika kecepatan lebih dibutuhkan dari efisiensi.
41:45Jadi dapet funding harus cepat tumbuh.
41:50Karena kecepatan lebih dibutuhkan.
41:52Kenapa?
41:53Takutnya ada kompetitor.
41:54Iya benar.
41:55Begitu skillnya tercapai.
41:57Either monopoly atau 2 poly.
41:59Iya.
42:00Gojek sayangannya grab.
42:01Ada lagi gak?
42:02Sayangannya berikutnya taksi.
42:05Menang kan dalam arti aplikasi online cuman dua pemain.
42:10Gojek sama grab 2 poly.
42:12Kenapa bisa dilakukan?
42:13Blade scaling.
42:13Caranya dapat pendanaan.
42:15Harus cepat ya?
42:16Harus cepat.
42:17Sekarang udah untung belum Gojek?
42:19Lihat deh laporan keuangannya.
42:20Kayaknya enggak deh.
42:20Belum.
42:22Tapi kok bisa IPO?
42:23Ya memang aturannya gak harus perusahaan untung kok IPO.
42:27Oh gitu ya.
42:28Jadi harus cepat karena sayangan banyak.
42:29Dan teknologinya sebenarnya sederhana gitu.
42:31Not necessarily.
42:32Tergantung.
42:32Kalau misalkan perusahaan-perusahaan di bidang cyber security.
42:36Teknologinya advance.
42:37Gojek itu advance.
42:39Usernya 120 jutaan kali.
42:40Gimana caranya bikin sistem 120 juta orang.
42:43Enggak ada yang error gitu ya?
42:44Enggak error.
42:44Enggak tumbang.
42:45Jam 5 sore itu masa paling deg-degan buat engineer Gojek.
42:50Semua orang pulang kerja.
42:53Suka ya enggak kalau sore?
42:54Enggak pernah ya?
42:55Maka ya.
42:56Jadi mekanisme bleed scaling itu satu hal lah.
43:03Cepat tumbuh.
43:04Ada cara yang kedua.
43:05Smooth scaling.
43:06Tumbuh berkelanjutan.
43:08Mementingkan profit dan dampak.
43:10Dua.
43:11Tapi ada ininya.
43:12Ada risikonya.
43:13Kesalib orang.
43:13Kesalib orang.
43:14Karena ide-nya.
43:15Ide-nya.
43:16Kan maksudnya gue bahas itu bukan teknologi.
43:17Tapi ide-nya.
43:18Begitu ide lo launch.
43:19Iya.
43:20Orang udah liat.
43:20Gue udah tau ide lo.
43:21Oh ini.
43:22Gue bisa bikin kali.
43:23Gue udah modal.
43:24Orang Cina juga bisa bikin kali.
43:25Orang India juga bisa bikin kali.
43:27Ide-nya itu maksudnya.
43:28Makanya kalau kita ngerasa teknologi modenya itu atau gini.
43:34Keunggulannya itu bukan di teknologi.
43:36Tapi di distribusi.
43:38Bid scaling dong.
43:39Oh benar.
43:40Tapi kalau keunggulan di teknologi.
43:42Reset aja terus.
43:44Iya.
43:44Lu enggak mungkin bikin Boeing.
43:46Bid scaling.
43:48Dari bikin baru sampai sertifikasi like.
43:50Terbang 10 tahun.
43:53Iya kan.
43:53Mungkin kita lagi ngomong gini.
43:54Boeing lagi nyiapin versi baru.
43:57Bukan 737 lagi atau apa.
44:00Dia smooth scaling aja.
44:01Perusahaan mana yang bisa bikin pesawat.
44:03Indonesia aja belum bisa.
44:04Iya.
44:04Ngerti gue maksudnya.
44:05Jadi kalau kita menangnya di distribusi.
44:08Blade scaling.
44:08Banyaknya pengguna.
44:09Banyaknya.
44:10Namanya itu apa.
44:11Network effect.
44:13Tapi kalau kita kekuatan di teknologi.
44:15Fokus di teknologi.
44:17Inovasi.
44:20Gitu.
44:20Ini gue ikut belajar juga.
44:22Iya kan.
44:23Oces kan.
44:23Iya.
44:24Pembelan cerdas.
44:25Oke.
44:26Kak Puja.
44:27Thank you.
44:27Lu ada mau promo gak?
44:29Academy.
44:30For kids.
44:31Boleh.
44:31Tidak.
44:31Bersi waktu.
44:32Promo Academy secara khusus.
44:34Tapi.
44:35Kalau kami lihat ke depan.
44:38Ada AI nih.
44:39Masalah itu.
44:39Iya kan.
44:40AI ini.
44:42Ada dua pilihan buat kita.
44:44Mau mempelajarinya.
44:45Atau membiarkannya.
44:47Kami membayangkan masa depan dimana.
44:50Ada manusia baru mas.
44:51Namanya homo intelligence.
44:54Yang menggunakan AI.
44:55Oke.
44:56Kita kan homo sapiens.
44:57Oke.
44:57Homo intelligence ya?
44:59Manusia yang menggunakan inteligen.
44:59Ini homo sapiens kita.
45:01Oke oke.
45:01Ini homo intelligence.
45:03Manusia yang menggunakan AI.
45:04Lebih pintar.
45:04Lebih produktif ya.
45:06Homo intelligence.
45:07Homo sapiens.
45:07Tuhan gak mirip dengan apa?
45:09Ya.
45:09Homo sapiens.
45:10Simpanse.
45:12Oke oke.
45:14Kurang lebih kayak gitu.
45:14Simpanse.
45:15IQ nya 70an mas.
45:18Katanya.
45:19Homo sapiens.
45:20Di atas itu.
45:21Oke.
45:22Homo sapiens.
45:22Jadi disini.
45:23Yang paling pinter.
45:24Homo sapiens siapa?
45:25IQ 140 mungkin.
45:27Homo intelligence.
45:28Semua pengetahuan ada disitu.
45:30Lu tanya dia bisa jawab.
45:33Masih gak mau pake.
45:35Ya.
45:35Pilihan ada di tangan Anda.
45:37Nah.
45:38Yayasan.
45:39Ingin berkontribusi ke pengembangan AI.
45:42Baik dari sisi talenta dan teknologi.
45:44Khususnya talenta.
45:45Kita punya program.
45:46Akademi untuk Indonesia.
45:48Jadi kita mau dari kecil.
45:51Sampai yang udah kerja.
45:52Belajar AI.
45:54Nantikan launchingnya mas.
45:55Di bulan-bulan depan.
45:57Akademi untuk Indonesia.
46:00Program pelatihan AI untuk semua kalangan.
46:03Oke.
46:03Kak Puja.
46:04Siap.
46:05Thank you.
46:05Sudah hadir.
46:07Di studio Bandung TV.
46:08Hari ini.
46:09Semoga sukses untuk Akademi.
46:11Amin.
46:12Membangun talenta digital Indonesia.
46:14Oke Sobat OCS.
46:15Demikian bincang kita hari ini.
46:17Sampai ketemu lagi di episode OCS selanjutnya.
46:19See you.
46:19ai Sampai jumpa.
46:32Terima kasih.
Jadilah yang pertama berkomentar