00:00Agar tak jadi masalah, lalu atasan mereka yasa kasus jika Sanggo akan menembakkan pistolnya.
00:06Jadi ada alasan polisi menembaknya demi mempertahankan diri.
00:10Jae-in marah dengan rencana atasan.
00:13Tapi atasan EGP ajalah yang penting pelaku sudah tewas.
00:17Dalam analisanya, Jae-in menduga jika kematian Sanggo disengaja atasannya.
00:22Mungkin ada yang ingin ditutup-tutupi darinya.
00:25Sebelum Jae-in tewas, ia sedang membaca buku jurnalis dan sempat mengirimkan gambar pada kakaknya.
00:31Lalu Jae-in mengajak Kim dan kerumahnya guna menunjukkan buku yang ada gambar sesuai pesan yang baru dibaca.
00:38Tapi ia tak menemukan di mana buku jurnalis pemberian hadiah ultahnya yang ternyata diambil Sanggo.
00:49Lalu Jae-in menemui teman kantor adiknya dan mendapat informasi jika So-in sedang mencari seseorang yang menghilang 22 tahun
00:57lalu bernama So-yi.
01:04Jae-in mendapat beberapa petunjuk sebelum adiknya tewas.
01:08Yaitu buku hadiah ultahnya pemberiannya hilang.
01:12Dan rencana So-in untuk menemukan orang bernama So-yi.
01:16Selain itu, Sanggo hanyalah orang yang dimanfaatkan seseorang.
01:20Lalu Kim dan datang dengan membawa rekaman CCTV pada Jae-in dan melihat apa yang telah ditemukannya.
01:31Belum juga mendapat keterangan dari Ahyun, tiba-tiba atasan berencana menutup kasus Sanggo.
01:38Jae-in menduga jika Sanggo memang sengaja dijadikan kambing hitam.
01:42Dengan berani, ia mencegah rencana atasannya untuk menghentikan kasus Sanggo.
01:46Dia beralasan ada orang lain di belakang aksi Sanggo.
01:50Lalu mereka menunjukkan rekaman CCTV yang didapat.
01:54Jae-in menduga jika kaburnya Sanggo bukanlah kebetulan, tapi memang ada yang membantunya.
01:59Hanya polisi yang dapat memberikan kunci borgol untuknya.
02:08Tapi Oce hanya tak dipercaya atasan.
02:11Dalam konferensi pers, atasan menjelaskan penutupan kasus Sanggo sebagai pembunuhan berantai.
02:21Di bagian lain, Sekretaris Johamin memberitahukan Eun Ho,
02:25jika ketua telah memberikan uang untuk biaya hidup dan biaya kuliahnya.
02:33Sebagai kompensasi luka tikam atas perbuatan Ahyun.
02:37Di tempat lain, Ahyun memang mengakui pada polisi jika ia orang yang telah menikam Eun Ho
02:42di saat mereka sama-sama disekap Sanggo.
02:48Karena hanya satu orang yang diperbolehkan hidup.
02:52Karena putri grup Songha yang tajir,
02:54sehingga Ahyun dengan leluasa dapat bebas dari kantor polisi.
02:58Ulah polisi diprotes Jae-in karena telah membebaskan Ahyun.
03:08Menyadari tak ada yang bisa sejalan lagi di kantornya,
03:12lalu Jae-in menemui komisaris polisi yang memang teman ayahnya.
03:21Protes Jae-in pada atasannya yang menutup kasus Sanggo sudah sampai di kuping Pak Komisaris.
03:26Selesai bertemu Pak Komisaris,
03:29Jae-in dengan memakai seragam lengkap dikembalikan bertugas ke timba reskrim
03:33dan Pak Komisaris menolak surat pengunduran dirinya.
03:38Ternyataannya bahwa kasus Sanggo akan dibuka kembali
03:41membuat teman-teman di kantornya terkejut.
03:43Namun tak bisa menolak karena Pak Komisaris telah menyetujui keinginannya.
03:51Di tempat lain, Pastor Wang dan Ketua Donggyu bertemu dengan politikus Hanjo.
03:57Ternyata mereka membicarakan Jae-in yang kembali bertugas di bare skrim.
04:01Apa mungkin mereka inilah yang ada di belakang Sanggo?
04:05Jae-in memeriksa barang bukti Sanggo,
04:08tapi tak menemukan apa-apa.
04:10Lalu mereka mendatangi kembali rumah Sanggo.
04:13Yang saat itu akan membakar sisa-sisa barang Sanggo.
04:17Walau terlambat,
04:18tapi mereka berhasil menemukan buku milik adiknya
04:21dan juga potongan kliping
04:23yang bertuliskan untuk mencari salah satu teman mereka
04:26dengan nama panggilan Popeye.
04:31Kini Kim Dan yakin jika kliping di foto itulah adalah dirinya.
04:36Untuk memastikan foto kliping itu dirinya,
04:39Kim Dan membuka kembali album foto miliknya.
04:42Lalu mereka mendatangi kantor polisi lain,
04:45guna melihat laporan penyelidikan di masa lalu.
04:52Tapi mereka malah menemukan ada halaman yang dirobek seseorang.
04:57Setelah mendapat petunjuk,
04:59Jae-in dan Kim Dan bergegas ke pulau kecil
05:01untuk menemukan Soyi, orang yang hilang yang sedang dicarinya.
05:13Singkatnya, mereka tiba di pulau Jamido.
05:16Tiba di penginapan,
05:18mereka bertemu seorang nenek yang mengenal Kim
05:20dan memiliki supernatural.
05:22Hal ini membuatnya heran.
05:24Pemilik penginapan bernama Sajang
05:26memberitahukan jika ibunya mengidap dimensia.
05:29Jadi siapa saja yang ditemuinya merasa ia kenal.
05:32Mereka diundang makan malam sebagai tamu dari Seoul.
05:39Jae-in yang tak pernah minum alkohol jadi mabuk.
05:42Dalam telernya,
05:43ia melihat seseorang berbaju putih
05:45dan mengira itu hantu.
05:53Dengan ketakutan,
05:55mereka menelusuri penginapan.
05:57Eh, rupanya itu hanyalah ulah si nenek.
06:04Si nenek menceritakan jika pulau itu akan dikutuk
06:08karena tempat ritual dibakar mereka.
06:11Mereka tambah terkejut saat memperlihatkan foto kliping.
06:20Mereka tambah terkejut saat memperlihatkan foto kliping,
06:24si nenek mengenalnya bernama Soyi,
06:26anak seorang dukun di pulau itu yang menghilang.
06:29Dan Soyi yang dimaksud adalah Kim Dang.
06:33Ocehan si nenek membuat warga pulau khawatir.
06:35Sepertinya mereka merahasiakan sesuatu.
06:44Sajang menyuruh mereka berdua segera pergi.
06:47Esok hari,
06:48alih-alih mendapatkan petunjuk tentang keberadaan Soyi,
06:52mereka malah mendapat berita ha-ha aneh
06:54tentang pulau tersebut.
07:02Malam harinya,
07:03seseorang dengan sengaja memutuskan jaringan internet
07:06hingga Jae-in tak dapat mengirimkan pesan pada Kim Dang.
07:19Keesokan harinya,
07:21mereka malah mendapatkan kasus baru
07:23di mana seorang nenek tewas terseret ombak.
07:26Tapi Jae-in tak percaya begitu saja
07:29karena luka-luka yang ditemukan
07:30membuat ia penasaran bahwa si nenek itu bukan mati karena tenggelam,
07:35mungkin saja tubuhnya dipindahkan ke pantai setelah membunuhnya lebih dulu.
07:39Warga setuju jika si nenek dilakukan otopsi.
Komentar