Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 18 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tersangka kasus Ijazah Presiden ke 7, Joko Widodo, Roy Suryo, menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (1/5/2026). Roy Suryo dan tim menyampaikan terkait usai melakukan audiensi dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Komnas HAM.

Dalam kesempatan tersebut, Roy Suryo didampingi kuasa hukumnya, Refly Harun, menyampaikan bahwa kasus yang tengah dihadapinya diharapkan dapat dihentikan.

Ia juga menjadi sorotan karena mengenakan baju bertuliskan "Al-Ijazah, Al-Falsu" saat memberikan keterangan kepada awak media.

Editor: Frashiva Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666507/sorotan-roy-suryo-pakai-baju-bertuliskan-al-ijazah-al-palsu-saat-konferensi-pers
Transkrip
00:00Jadi dia menggambarkan sebagai seorang yang berijasa.
00:05Nah ini, al-ijasa al-falsu.
00:10Ya, ijaznya tetap palsu.
00:45Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:47Waalaikumsalam.
00:48Ya, pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas tadi ada beberapa penegasan dari kuasa hukum saya.
00:55Yang hari ini kita melakukan lagi beberapa penebalan atau beberapa penegasan tentang peristiwa yang sekarang terjadi.
01:04Jadi yang paling penting adalah satu, bahwa dengan adanya beberapa upaya untuk kreatif.
01:11Sekali lagi ini upaya kreatif dari kami.
01:13Karena manusia itu diberikan akal dan pikiran oleh Tuhan yang Maha Kuasa, oleh Allah SWT itu berpikir.
01:20Tidak hanya kemudian satu saja yang dipikir, oh ini RJ, RJ, RJ.
01:24Atau kemudian kita berpikir untuk kemudian proper, proper, proper.
01:29Tidak hanya itu, jalan itu masih banyak.
01:31Makanya banyak yang kaget dan banyak yang kemudian tergagap.
01:35Dan banyak kemudian, kemudian seperti apa ya, snewen gitu ya.
01:40Setelah melihat langkah kami untuk mendatangi Kajati, DKI Jakarta, Kejaksaan Tinggi ya.
01:47Kemudian bahkan diterima di kantor Kejagung ya, kemarin.
01:50Dan makanya semuanya berkata, wah apa lagi yang dikatakan.
01:55Kemudian kami bersurat lagi ke DPR, dikatakan sudah putus asa dan lain sebagainya.
02:01Sama sekali tidak, itu justru adalah kewajiban dari kita sebagai umat manusia untuk melakukan segala cara, segala upaya untuk melakukan.
02:09Bahkan ya, permintaan ya, bukan lagi permohonan tapi, tapi sebenarnya penegasan permintaan untuk kasus ini di stop.
02:17Itu adalah karena, ini sebenarnya adalah hal yang harus dilakukan oleh hukum di Indonesia.
02:23Kalau memang fair, dan kalau mau jujur, sudah lewat dari 14 hari, bahkan lewatnya lebih 70 hari.
02:29Jadi total 84 hari, dari aturan yang ada di KUHAP, ini seharusnya sudah berhenti.
02:35Dan sudah dihentikan, dan bahkan dinyatakan kasus ini tidak layak dilanjutkan lagi.
02:39Jadi ini yang namanya demi hukum.
02:41Karena kan ada sekitar 10 syarat untuk penghentian perkara itu.
02:44Salah satunya, yaitu meng-RJ.
02:46Salah duanya, dan salah tiganya, salah empat dan lain sebagainya adalah,
02:50karena waktunya sudah lewat, sudah ada luarsa.
02:53Itulah penegasannya pada hari ini.
02:54Yang kedua adalah, saya menegaskan kembali apa yang tadi disampaikan Pak Dr. Didit ya,
02:59Dr. Asli ini ya, gitu ya, yang minggu yang lalu.
03:03Persenen yang lalu.
03:03Persenen yang lalu ya.
03:05Kita sama-sama menyaksikan, ya, sidang senat terbuka yang dilakukan oleh beliau.
03:10Jadi ini bukan Dr. M.
03:13Siolansiani par M.
03:15Ternyata palsu gitu ya.
03:17Nah itu, 99,9% itu adalah bahasa sopan,
03:23bahasa hukumnya,
03:25untuk kemudian kita menegaskan satu dokumen yang dinyatakan palsu.
03:29Karena manusia itu tidak sempurna.
03:31Dan ini tidak mesti harus ada di buku Jokowi White Paper.
03:34Kan dikatakan, mana hitungannya yang 99,9% gak ada lu?
03:38Itu jauh lebih sopan daripada mengatakan 11.000 triliun persen.
03:42Dan ternyata duralat dengan sangat-sangat tidak masuk akal.
03:46Setelah dirotasi, ditranslasi otaknya itu,
03:49kemudian dibelokkan sama seluruh,
03:51berkata asli. Gimana bisa 11.000 triliun persen palsu
03:55terus menjadi asli?
03:56Kami tetap menggunakan,
03:58saya khususnya tetap menggunakan
03:5999,9%.
04:01Kalau Dr. Tifa menggunakan
04:03Matematika Geisien untuk
04:04menyatakan 93, sekian persen,
04:07itu kami memang
04:09saling memegang prinsip
04:10inilah yang namanya penelitian yang ilmiah.
04:14Jadi itulah angka
04:1599,9% itu asalnya dari mana?
04:18Jadi itu memang bahasa sopan untuk
04:20istilah hukum yang ada.
04:22Jadi itu clear di situ.
04:24Nah, kemudian yang ketiga yang ingin saya sampaikan.
04:26Sekali lagi ingin saya sampaikan bahwa
04:29apa yang barusan juga kita
04:31press conference-kan di sini
04:32minggu lalu adalah
04:34tetap tidak ada yang berubah.
04:35Kalau dikatakan, itu berubah-ubah.
04:37Katanya tadinya tidak ada yang namanya
04:41kemudian itu dikatakan ada.
04:43Tidak ada yang berubah sedikitpun.
04:45Dalam materi yang dipaparkan oleh
04:49Resmond Hasiolansianipar
04:50yang mengaku dokter ini
04:52di tayangan salah satu TV
04:55dia kemudian menunjukkan
04:58sebuah hitungan
04:58atau function.
05:01Inilah yang kemudian
05:02digugat atau dipertanyakan
05:05oleh peneliti muda kita
05:07yang bernama Topi Merah
05:10yang kemudian ini ditampilkan.
05:12Dan apakah Topi Merah salah menganalisis ini?
05:14Tidak sama sekali.
05:16Pada menit ke-4,
05:1710-9 ya,
05:19itu bahkan si Resmond itu
05:22mengatakan silahkan ini diuji.
05:24Silahkan ini dilakukan proses perhitungan.
05:26Dan ternyata setelah diuji
05:27dilakukan proses perhitungan
05:29function seperti apa yang dia tuliskan
05:32munculnya tidak seperti ini.
05:34Jadi,
05:35dokumen kalau itu
05:36resmi dari Dian Sandi,
05:38kalau aslinya Dian Sandi,
05:41dilakukan proses
05:42ilmiah seperti ini,
05:44hasilnya tidak akan mungkin
05:46tulisan watermarknya muncul.
05:48Jadi, tulisan watermarknya muncul
05:50karena sudah ada editing
05:53yang dilakukan.
05:54Sudah ada rekayasa yang dilakukan.
05:55Itulah intinya dari Topi Merah.
05:57Jadi, editingnya itu
05:59bukan hanya pada tulisan
06:00God's House Adam.
06:02Bukan.
06:02Tetapi, untuk memunculkan semua ini,
06:05di-edit lagi.
06:06Ibaratnya,
06:07bahasa gampangnya,
06:08ditebalkan lagi.
06:10Jadi, dokumen ini
06:12ditambahkan
06:13sesuatu,
06:15watermark 1,
06:16kemudian baru
06:18ditampakkan lagi.
06:19Sehingga muncul tulisan
06:20dan itu jelas banget
06:21yang ada di sini.
06:24Semua ini
06:25tidak akan muncul.
06:26Sudah dipastikan
06:27tidak akan muncul
06:28kalau hanya
06:29pure dari dokumen
06:32Dian Sandi.
06:34Jadi, dokumen Dian Sandi
06:36di-rekayasa dulu,
06:37di-edit dulu,
06:38baru kemudian muncul
06:39salah satunya tulisan
06:40God's House Adam.
06:41Apakah tulisan God's House Adam
06:43ini ada juga di
06:44ijazah yang lain?
06:45Ada,
06:45tetapi
06:46tempatnya berbeda.
06:48Nah, itulah kuncinya.
06:50Karena tempatnya berbeda,
06:51maka kami juga
06:52mempertanyakan
06:53kepada pihak
06:54Indonesia Gajah Madan,
06:55mana
06:55aturan soal
06:57apa namanya
06:58watermark security index ini?
07:01Harus ada,
07:02jangan kemudian dibuat
07:03back-detiknya,
07:04kemudian dokumennya
07:05baru dibuat.
07:06Karena ini dokumen
07:07tahun 1985,
07:08aturannya juga
07:08tahun 1985,
07:09jangan seperti
07:09si Andi Aswan itu,
07:11yang kemudian
07:13si Andi Aswan itu,
07:14itu membuat
07:15atau mengambil
07:16ukuran tahun 2024,
07:19aturan tahun 2024
07:20untuk menjelaskan
07:21presidwa tahun
07:211985.
07:23Nah, itu namanya,
07:24kalau istilah Pak Al-Kateri,
07:26ibunya lahir,
07:27eh sorry,
07:28anaknya lahir
07:29lebih dulu
07:29dari ibunya.
07:31Jadi ibunya
07:32belum lahir,
07:32anaknya sudah lahir.
07:34Jadi itu yang
07:34nggak bisa dilakukan.
07:36Kemudian penegasan lagi,
07:37saya secara pribadi,
07:38telah juga
07:39menjadi
07:41saksi
07:42ketika penanda tanganan
07:45surat kuasa
07:46atas nama
07:48beberapa lawyer,
07:50antara lain ada
07:51di sini ada
07:52Mas Gafur Sanghaji,
07:55kemudian ada juga
07:57Mas,
07:58apa namanya,
08:00Aspadi Pilihan,
08:01dan Mas Asamkan,
08:02untuk mendukung
08:04topi merah.
08:05Jadi saya
08:06sekaligus berada,
08:07terbuka ini untuk
08:08lawyer-law yang lain,
08:10karena ini prinsipenya beda,
08:12maka bisa saja
08:13lawyer-law yang lain juga
08:14ikut menambahkan.
08:15Dan itu tidak
08:16sama sekali tidak
08:17melanggar etika.
08:18Yang melanggar etika
08:19itu yang lawyer tadinya
08:20di sini,
08:21kemudian
08:22tiba-tiba
08:23ada di sana,
08:24kemudian melawan
08:25yang ada di sini.
08:26Itu jelas
08:27pelanggaran etika.
08:28Itu kalau dia ngerti,
08:29itu jelas-jelas
08:30itu namanya
08:31pelanggaran etika.
08:33Yang keempat
08:34yang ingin saya sampaikan,
08:35beberapa mungkin
08:36teman-teman
08:36mempertanyakan,
08:37kok tiba-tiba
08:38saya sedikit
08:41mengulas soal
08:43soal SMK.
08:44Kenapa?
08:45Bukan apa-apa,
08:46karena kebetulan
08:47minggu yang lalu
08:48saya diundang
08:49salah satu podcast
08:50dan saya cerita
08:51soal kebiasaan
08:52dan netonnya
08:53Jokowi.
08:55Dan di situ
08:55saya jelaskan,
08:56dia melakukan
08:56tarian ritual
08:58ketika pada saat SMK.
08:59Makanya,
09:00karena banyak sekali
09:01pertanyaan soal SMK,
09:02maka saya
09:02sampaikan lagi
09:03cerita panjang
09:05soal mobil SMK.
09:07Kemana
09:07mobil SMK itu?
09:08karena
09:09mobil SMK ini
09:10sebenarnya
09:11adalah cita-citaan
09:11dan ini
09:12proyek dari
09:13Kementerian
09:16Pendidikan
09:16dan Kebudayaan.
09:17Bukan proyeknya
09:18Jokowi.
09:19Jokowi itu
09:20hanya menumpang
09:21isu mobil SMK
09:22dan menggunakan
09:24mobil SMK ini
09:25untuk pencitraan dirinya
09:26masuk ke Jakarta.
09:28Jadi itu jelas memang
09:30sifat dia orang
09:30dengan kelahiran
09:31Rebupon itu
09:32memang kayak gitu-itu.
09:33Sukanya tricky
09:33dan menumpang.
09:35ini memang
09:36fakta.
09:38Neptunya 14.
09:39Orang dengan
09:40Neptu 14
09:40Rebupon itu
09:41mengsifatnya kayak gitu-itu.
09:43Jadi dia
09:43menumpang
09:44isu SMK ini
09:45untuk pencitraan
09:47dirinya sendiri
09:48dan kemudian
09:49dia
09:49sampai ke Jakarta.
09:51Jadi ini mirip-mirip
09:52dengan apa yang sudah
09:53dilaksananya
09:54Pak Yusuf Kala.
09:55Jadi Pak Yusuf Kala
09:56mengatakan
09:57itu yang membawa
09:58Jokowi ke Jakarta
09:59itu adalah
10:00saya gitu.
10:01Pak Yusuf Kala
10:02kan mengatakan
10:03sama.
10:04Nggak ada SMK
10:05nggak ada Jokowi juga
10:06gitu loh
10:06yang sampai ke Jakarta.
10:08Dan bahkan
10:08dia selama ini
10:09selalu disebut
10:11ikut dalam perjalanan SMK
10:13dari Suluk ke Jakarta.
10:14Bohong.
10:15Nggak ada Jokowi
10:16ikut mobil SMK.
10:17Jokowi itu
10:18naik pesawat ke Jakarta.
10:19Yang nyopir mobil SMK
10:21itu saya dan Pak Efix Rudy
10:23dalam mobil.
10:24Dan banyak cerita
10:25ada di podcast
10:26Royce Roy Official
10:27dan terima kasih
10:28AINU sudah-sudah
10:28mengambil itu
10:30sebagai tayangan.
10:30Hirsu Bonopoin
10:31juga mengambil itu.
10:32Kompas belum ya?
10:34Silahkan diambil.
10:35Silahkan diambil itu
10:36sebagai panjang banget.
10:37Saya cerita soal
10:38mobil SMK ini
10:40sampai kepada
10:41kritikan masyarakat
10:42terhadap
10:42mobil SMK.
10:44Jadi itu kenapa
10:45saya ungkap lagi?
10:46Karena itu memang
10:47nggak mungkin dilepaskan
10:49dari sifat Jokowi
10:50yang menggunakan
10:51mobil SMK ini
10:52sebagai pencitraan.
10:54Ada di pesan
10:556.000 unit
10:56dan lain sebagainya.
10:57Mana ada itu?
10:58Nggak ada.
10:58Maka kalau itu sebut
10:59mobil goib ya
11:00ya memang
11:01jadinya memang goib ya
11:03mobil itu.
11:04Jadi itu yang saya
11:04tambahkan
11:05sampaikan.
11:06Jadi sekali lagi
11:06hari ini
11:07press conference
11:08ini adalah untuk
11:09menegaskan
11:09upaya kami adalah
11:10untuk tetap
11:11melakukan segala
11:12hal
11:13untuk
11:14dalam kasus hukum ini.
11:16Ya kalau dalam
11:17cerita itu
11:18saya juga menjelaskan
11:19soal
11:19ada
11:21hobi
11:22pemeliharaan yang
11:23agak aneh
11:23yang dilakukan oleh
11:24Jokowi termasuk
11:25memelihara kodok
11:25dan lain sebagainya
11:26ini ya itu ya
11:27tanyakan pada yang
11:28bersangkutan lah ya.
11:29Orang itu yang
11:32dipelihara itu
11:33biasanya
11:33pantas-pantesnya
11:34itu ya kucing
11:35ya kuda
11:36apa gitu
11:37ini kodok
11:40aneh
11:41ikan arowana
11:41masih mending ya
11:42itu mungkin
11:43karena dia
11:44memelihara banyak
11:44cebong
11:45jadi ya dulu
11:45makanya kodok
11:46yang dipelihara
11:47jadi memang
11:48parah ya
11:48jadi ini fakta
11:50aja saya bilang gitu
11:51gak ada yang saya
11:51tutup-tutupi
11:52karena itu memang
11:53faktanya demikian
11:54jadi sekali lagi
11:56ijazah tetap
11:57apa
11:58kita katakan
11:5999,9% palsu
12:01mobil SMK
12:02adalah palsu
12:03saya bilang
12:04mobil SMK
12:05itu mobil dalam
12:05negeri
12:05ini loh
12:06mobil aslinya
12:07Cina ini
12:08Canghan
12:08diubah jadi SMK
12:10Bima
12:10ini Fudai
12:11diubah jadi
12:12SMK
12:13Dikdaya
12:14jadi ini memang
12:15sudah palsu
12:16dan goib
12:17maka kalau ada
12:18Mas Refli
12:19kalau ada lucu-lucuan
12:20orang ada
12:20mobil kota
12:21pakai kayu
12:22disebut SMK
12:23yang memang
12:23odong-odong
12:24kayak gini
12:25itu sekarang ya
12:25udah lah
12:26gitu ya
12:27dulu apakah
12:28Indonesia pernah punya ide
12:29itu ada
12:29dulu Morina
12:30mobil rakyat Indonesia
12:31Pak Arto aja
12:32sudah mewujudkan
12:33mobil nasional itu
12:34namanya Kijang
12:36Kijang itu kerja
12:37sama Indonesia Jepang
12:38singkatannya
12:39ya
12:39Datsun
12:40ada Sena
12:41Pak Habibi
12:42loh asli itu
12:43Pak Habibi itu
12:44dulu sudah
12:45ketika menyemen
12:46ristek
12:46membuat mobil
12:47Maleo namanya
12:47tapi SMK
12:49itu adalah
12:50memang mobil
12:51Cina
12:51yang sekarang
12:52ya pabriknya
12:53goib juga
12:54jadi sekali lagi
12:55kalau
12:55kemudian ada orang
12:57mengatakan
12:58wah itu kan
12:59apa yang dilakukan oleh
13:01Jokowi itu adalah
13:03sesuatu yang kemudian
13:04benar
13:05benar apa
13:06jadi kalau ada orang
13:06gambarkan Jokowi itu
13:07kayak orang kayak gini
13:09ya mungkin ya
13:10benar gitu ya
13:10gitu jadi dia
13:12menggambarkan
13:13sebagai
13:14seorang
13:15yang berijosa
13:16nah ini
13:17al
13:18al ijosa
13:20al falsu
13:21ijosa tetap
13:22falsu
13:23al ijosa
13:25al faksu
13:26sekian terima kasih
13:27Wassalamualaikum
13:28Walaikum warahmatullahi wabarakatuh
13:29Waalaikumsalam
13:30ya
13:34menemani pagi Anda
13:35dengan informasi
13:36terbaru
13:37satu langkah
13:38lebih dekat
13:39satu langkah
13:39lebih mencerahkan
13:41saksikan
13:42Sapa Indonesia
13:43pagi
13:44di Kompas TV
13:44channel 11
13:45di televisi Anda
13:46di Kompas TV
13:49di Kompas TV
13:52di Kompas TV
13:53di Kompas TV
13:54di Kompas TV
13:54di Kompas TV
13:54Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan