00:00Jadi dia menggambarkan sebagai seorang yang berijasa.
00:05Nah ini, al-ijasa al-falsu.
00:10Ya, ijaznya tetap palsu.
00:45Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:47Waalaikumsalam.
00:48Ya, pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas tadi ada beberapa penegasan dari kuasa hukum saya.
00:55Yang hari ini kita melakukan lagi beberapa penebalan atau beberapa penegasan tentang peristiwa yang sekarang terjadi.
01:04Jadi yang paling penting adalah satu, bahwa dengan adanya beberapa upaya untuk kreatif.
01:11Sekali lagi ini upaya kreatif dari kami.
01:13Karena manusia itu diberikan akal dan pikiran oleh Tuhan yang Maha Kuasa, oleh Allah SWT itu berpikir.
01:20Tidak hanya kemudian satu saja yang dipikir, oh ini RJ, RJ, RJ.
01:24Atau kemudian kita berpikir untuk kemudian proper, proper, proper.
01:29Tidak hanya itu, jalan itu masih banyak.
01:31Makanya banyak yang kaget dan banyak yang kemudian tergagap.
01:35Dan banyak kemudian, kemudian seperti apa ya, snewen gitu ya.
01:40Setelah melihat langkah kami untuk mendatangi Kajati, DKI Jakarta, Kejaksaan Tinggi ya.
01:47Kemudian bahkan diterima di kantor Kejagung ya, kemarin.
01:50Dan makanya semuanya berkata, wah apa lagi yang dikatakan.
01:55Kemudian kami bersurat lagi ke DPR, dikatakan sudah putus asa dan lain sebagainya.
02:01Sama sekali tidak, itu justru adalah kewajiban dari kita sebagai umat manusia untuk melakukan segala cara, segala upaya untuk melakukan.
02:09Bahkan ya, permintaan ya, bukan lagi permohonan tapi, tapi sebenarnya penegasan permintaan untuk kasus ini di stop.
02:17Itu adalah karena, ini sebenarnya adalah hal yang harus dilakukan oleh hukum di Indonesia.
02:23Kalau memang fair, dan kalau mau jujur, sudah lewat dari 14 hari, bahkan lewatnya lebih 70 hari.
02:29Jadi total 84 hari, dari aturan yang ada di KUHAP, ini seharusnya sudah berhenti.
02:35Dan sudah dihentikan, dan bahkan dinyatakan kasus ini tidak layak dilanjutkan lagi.
02:39Jadi ini yang namanya demi hukum.
02:41Karena kan ada sekitar 10 syarat untuk penghentian perkara itu.
02:44Salah satunya, yaitu meng-RJ.
02:46Salah duanya, dan salah tiganya, salah empat dan lain sebagainya adalah,
02:50karena waktunya sudah lewat, sudah ada luarsa.
02:53Itulah penegasannya pada hari ini.
02:54Yang kedua adalah, saya menegaskan kembali apa yang tadi disampaikan Pak Dr. Didit ya,
02:59Dr. Asli ini ya, gitu ya, yang minggu yang lalu.
03:03Persenen yang lalu.
03:03Persenen yang lalu ya.
03:05Kita sama-sama menyaksikan, ya, sidang senat terbuka yang dilakukan oleh beliau.
03:10Jadi ini bukan Dr. M.
03:13Siolansiani par M.
03:15Ternyata palsu gitu ya.
03:17Nah itu, 99,9% itu adalah bahasa sopan,
03:23bahasa hukumnya,
03:25untuk kemudian kita menegaskan satu dokumen yang dinyatakan palsu.
03:29Karena manusia itu tidak sempurna.
03:31Dan ini tidak mesti harus ada di buku Jokowi White Paper.
03:34Kan dikatakan, mana hitungannya yang 99,9% gak ada lu?
03:38Itu jauh lebih sopan daripada mengatakan 11.000 triliun persen.
03:42Dan ternyata duralat dengan sangat-sangat tidak masuk akal.
03:46Setelah dirotasi, ditranslasi otaknya itu,
03:49kemudian dibelokkan sama seluruh,
03:51berkata asli. Gimana bisa 11.000 triliun persen palsu
03:55terus menjadi asli?
03:56Kami tetap menggunakan,
03:58saya khususnya tetap menggunakan
03:5999,9%.
04:01Kalau Dr. Tifa menggunakan
04:03Matematika Geisien untuk
04:04menyatakan 93, sekian persen,
04:07itu kami memang
04:09saling memegang prinsip
04:10inilah yang namanya penelitian yang ilmiah.
04:14Jadi itulah angka
04:1599,9% itu asalnya dari mana?
04:18Jadi itu memang bahasa sopan untuk
04:20istilah hukum yang ada.
04:22Jadi itu clear di situ.
04:24Nah, kemudian yang ketiga yang ingin saya sampaikan.
04:26Sekali lagi ingin saya sampaikan bahwa
04:29apa yang barusan juga kita
04:31press conference-kan di sini
04:32minggu lalu adalah
04:34tetap tidak ada yang berubah.
04:35Kalau dikatakan, itu berubah-ubah.
04:37Katanya tadinya tidak ada yang namanya
04:41kemudian itu dikatakan ada.
04:43Tidak ada yang berubah sedikitpun.
04:45Dalam materi yang dipaparkan oleh
04:49Resmond Hasiolansianipar
04:50yang mengaku dokter ini
04:52di tayangan salah satu TV
04:55dia kemudian menunjukkan
04:58sebuah hitungan
04:58atau function.
05:01Inilah yang kemudian
05:02digugat atau dipertanyakan
05:05oleh peneliti muda kita
05:07yang bernama Topi Merah
05:10yang kemudian ini ditampilkan.
05:12Dan apakah Topi Merah salah menganalisis ini?
05:14Tidak sama sekali.
05:16Pada menit ke-4,
05:1710-9 ya,
05:19itu bahkan si Resmond itu
05:22mengatakan silahkan ini diuji.
05:24Silahkan ini dilakukan proses perhitungan.
05:26Dan ternyata setelah diuji
05:27dilakukan proses perhitungan
05:29function seperti apa yang dia tuliskan
05:32munculnya tidak seperti ini.
05:34Jadi,
05:35dokumen kalau itu
05:36resmi dari Dian Sandi,
05:38kalau aslinya Dian Sandi,
05:41dilakukan proses
05:42ilmiah seperti ini,
05:44hasilnya tidak akan mungkin
05:46tulisan watermarknya muncul.
05:48Jadi, tulisan watermarknya muncul
05:50karena sudah ada editing
05:53yang dilakukan.
05:54Sudah ada rekayasa yang dilakukan.
05:55Itulah intinya dari Topi Merah.
05:57Jadi, editingnya itu
05:59bukan hanya pada tulisan
06:00God's House Adam.
06:02Bukan.
06:02Tetapi, untuk memunculkan semua ini,
06:05di-edit lagi.
06:06Ibaratnya,
06:07bahasa gampangnya,
06:08ditebalkan lagi.
06:10Jadi, dokumen ini
06:12ditambahkan
06:13sesuatu,
06:15watermark 1,
06:16kemudian baru
06:18ditampakkan lagi.
06:19Sehingga muncul tulisan
06:20dan itu jelas banget
06:21yang ada di sini.
06:24Semua ini
06:25tidak akan muncul.
06:26Sudah dipastikan
06:27tidak akan muncul
06:28kalau hanya
06:29pure dari dokumen
06:32Dian Sandi.
06:34Jadi, dokumen Dian Sandi
06:36di-rekayasa dulu,
06:37di-edit dulu,
06:38baru kemudian muncul
06:39salah satunya tulisan
06:40God's House Adam.
06:41Apakah tulisan God's House Adam
06:43ini ada juga di
06:44ijazah yang lain?
06:45Ada,
06:45tetapi
06:46tempatnya berbeda.
06:48Nah, itulah kuncinya.
06:50Karena tempatnya berbeda,
06:51maka kami juga
06:52mempertanyakan
06:53kepada pihak
06:54Indonesia Gajah Madan,
06:55mana
06:55aturan soal
06:57apa namanya
06:58watermark security index ini?
07:01Harus ada,
07:02jangan kemudian dibuat
07:03back-detiknya,
07:04kemudian dokumennya
07:05baru dibuat.
07:06Karena ini dokumen
07:07tahun 1985,
07:08aturannya juga
07:08tahun 1985,
07:09jangan seperti
07:09si Andi Aswan itu,
07:11yang kemudian
07:13si Andi Aswan itu,
07:14itu membuat
07:15atau mengambil
07:16ukuran tahun 2024,
07:19aturan tahun 2024
07:20untuk menjelaskan
07:21presidwa tahun
07:211985.
07:23Nah, itu namanya,
07:24kalau istilah Pak Al-Kateri,
07:26ibunya lahir,
07:27eh sorry,
07:28anaknya lahir
07:29lebih dulu
07:29dari ibunya.
07:31Jadi ibunya
07:32belum lahir,
07:32anaknya sudah lahir.
07:34Jadi itu yang
07:34nggak bisa dilakukan.
07:36Kemudian penegasan lagi,
07:37saya secara pribadi,
07:38telah juga
07:39menjadi
07:41saksi
07:42ketika penanda tanganan
07:45surat kuasa
07:46atas nama
07:48beberapa lawyer,
07:50antara lain ada
07:51di sini ada
07:52Mas Gafur Sanghaji,
07:55kemudian ada juga
07:57Mas,
07:58apa namanya,
08:00Aspadi Pilihan,
08:01dan Mas Asamkan,
08:02untuk mendukung
08:04topi merah.
08:05Jadi saya
08:06sekaligus berada,
08:07terbuka ini untuk
08:08lawyer-law yang lain,
08:10karena ini prinsipenya beda,
08:12maka bisa saja
08:13lawyer-law yang lain juga
08:14ikut menambahkan.
08:15Dan itu tidak
08:16sama sekali tidak
08:17melanggar etika.
08:18Yang melanggar etika
08:19itu yang lawyer tadinya
08:20di sini,
08:21kemudian
08:22tiba-tiba
08:23ada di sana,
08:24kemudian melawan
08:25yang ada di sini.
08:26Itu jelas
08:27pelanggaran etika.
08:28Itu kalau dia ngerti,
08:29itu jelas-jelas
08:30itu namanya
08:31pelanggaran etika.
08:33Yang keempat
08:34yang ingin saya sampaikan,
08:35beberapa mungkin
08:36teman-teman
08:36mempertanyakan,
08:37kok tiba-tiba
08:38saya sedikit
08:41mengulas soal
08:43soal SMK.
08:44Kenapa?
08:45Bukan apa-apa,
08:46karena kebetulan
08:47minggu yang lalu
08:48saya diundang
08:49salah satu podcast
08:50dan saya cerita
08:51soal kebiasaan
08:52dan netonnya
08:53Jokowi.
08:55Dan di situ
08:55saya jelaskan,
08:56dia melakukan
08:56tarian ritual
08:58ketika pada saat SMK.
08:59Makanya,
09:00karena banyak sekali
09:01pertanyaan soal SMK,
09:02maka saya
09:02sampaikan lagi
09:03cerita panjang
09:05soal mobil SMK.
09:07Kemana
09:07mobil SMK itu?
09:08karena
09:09mobil SMK ini
09:10sebenarnya
09:11adalah cita-citaan
09:11dan ini
09:12proyek dari
09:13Kementerian
09:16Pendidikan
09:16dan Kebudayaan.
09:17Bukan proyeknya
09:18Jokowi.
09:19Jokowi itu
09:20hanya menumpang
09:21isu mobil SMK
09:22dan menggunakan
09:24mobil SMK ini
09:25untuk pencitraan dirinya
09:26masuk ke Jakarta.
09:28Jadi itu jelas memang
09:30sifat dia orang
09:30dengan kelahiran
09:31Rebupon itu
09:32memang kayak gitu-itu.
09:33Sukanya tricky
09:33dan menumpang.
09:35ini memang
09:36fakta.
09:38Neptunya 14.
09:39Orang dengan
09:40Neptu 14
09:40Rebupon itu
09:41mengsifatnya kayak gitu-itu.
09:43Jadi dia
09:43menumpang
09:44isu SMK ini
09:45untuk pencitraan
09:47dirinya sendiri
09:48dan kemudian
09:49dia
09:49sampai ke Jakarta.
09:51Jadi ini mirip-mirip
09:52dengan apa yang sudah
09:53dilaksananya
09:54Pak Yusuf Kala.
09:55Jadi Pak Yusuf Kala
09:56mengatakan
09:57itu yang membawa
09:58Jokowi ke Jakarta
09:59itu adalah
10:00saya gitu.
10:01Pak Yusuf Kala
10:02kan mengatakan
10:03sama.
10:04Nggak ada SMK
10:05nggak ada Jokowi juga
10:06gitu loh
10:06yang sampai ke Jakarta.
10:08Dan bahkan
10:08dia selama ini
10:09selalu disebut
10:11ikut dalam perjalanan SMK
10:13dari Suluk ke Jakarta.
10:14Bohong.
10:15Nggak ada Jokowi
10:16ikut mobil SMK.
10:17Jokowi itu
10:18naik pesawat ke Jakarta.
10:19Yang nyopir mobil SMK
10:21itu saya dan Pak Efix Rudy
10:23dalam mobil.
10:24Dan banyak cerita
10:25ada di podcast
10:26Royce Roy Official
10:27dan terima kasih
10:28AINU sudah-sudah
10:28mengambil itu
10:30sebagai tayangan.
10:30Hirsu Bonopoin
10:31juga mengambil itu.
10:32Kompas belum ya?
10:34Silahkan diambil.
10:35Silahkan diambil itu
10:36sebagai panjang banget.
10:37Saya cerita soal
10:38mobil SMK ini
10:40sampai kepada
10:41kritikan masyarakat
10:42terhadap
10:42mobil SMK.
10:44Jadi itu kenapa
10:45saya ungkap lagi?
10:46Karena itu memang
10:47nggak mungkin dilepaskan
10:49dari sifat Jokowi
10:50yang menggunakan
10:51mobil SMK ini
10:52sebagai pencitraan.
10:54Ada di pesan
10:556.000 unit
10:56dan lain sebagainya.
10:57Mana ada itu?
10:58Nggak ada.
10:58Maka kalau itu sebut
10:59mobil goib ya
11:00ya memang
11:01jadinya memang goib ya
11:03mobil itu.
11:04Jadi itu yang saya
11:04tambahkan
11:05sampaikan.
11:06Jadi sekali lagi
11:06hari ini
11:07press conference
11:08ini adalah untuk
11:09menegaskan
11:09upaya kami adalah
11:10untuk tetap
11:11melakukan segala
11:12hal
11:13untuk
11:14dalam kasus hukum ini.
11:16Ya kalau dalam
11:17cerita itu
11:18saya juga menjelaskan
11:19soal
11:19ada
11:21hobi
11:22pemeliharaan yang
11:23agak aneh
11:23yang dilakukan oleh
11:24Jokowi termasuk
11:25memelihara kodok
11:25dan lain sebagainya
11:26ini ya itu ya
11:27tanyakan pada yang
11:28bersangkutan lah ya.
11:29Orang itu yang
11:32dipelihara itu
11:33biasanya
11:33pantas-pantesnya
11:34itu ya kucing
11:35ya kuda
11:36apa gitu
11:37ini kodok
11:40aneh
11:41ikan arowana
11:41masih mending ya
11:42itu mungkin
11:43karena dia
11:44memelihara banyak
11:44cebong
11:45jadi ya dulu
11:45makanya kodok
11:46yang dipelihara
11:47jadi memang
11:48parah ya
11:48jadi ini fakta
11:50aja saya bilang gitu
11:51gak ada yang saya
11:51tutup-tutupi
11:52karena itu memang
11:53faktanya demikian
11:54jadi sekali lagi
11:56ijazah tetap
11:57apa
11:58kita katakan
11:5999,9% palsu
12:01mobil SMK
12:02adalah palsu
12:03saya bilang
12:04mobil SMK
12:05itu mobil dalam
12:05negeri
12:05ini loh
12:06mobil aslinya
12:07Cina ini
12:08Canghan
12:08diubah jadi SMK
12:10Bima
12:10ini Fudai
12:11diubah jadi
12:12SMK
12:13Dikdaya
12:14jadi ini memang
12:15sudah palsu
12:16dan goib
12:17maka kalau ada
12:18Mas Refli
12:19kalau ada lucu-lucuan
12:20orang ada
12:20mobil kota
12:21pakai kayu
12:22disebut SMK
12:23yang memang
12:23odong-odong
12:24kayak gini
12:25itu sekarang ya
12:25udah lah
12:26gitu ya
12:27dulu apakah
12:28Indonesia pernah punya ide
12:29itu ada
12:29dulu Morina
12:30mobil rakyat Indonesia
12:31Pak Arto aja
12:32sudah mewujudkan
12:33mobil nasional itu
12:34namanya Kijang
12:36Kijang itu kerja
12:37sama Indonesia Jepang
12:38singkatannya
12:39ya
12:39Datsun
12:40ada Sena
12:41Pak Habibi
12:42loh asli itu
12:43Pak Habibi itu
12:44dulu sudah
12:45ketika menyemen
12:46ristek
12:46membuat mobil
12:47Maleo namanya
12:47tapi SMK
12:49itu adalah
12:50memang mobil
12:51Cina
12:51yang sekarang
12:52ya pabriknya
12:53goib juga
12:54jadi sekali lagi
12:55kalau
12:55kemudian ada orang
12:57mengatakan
12:58wah itu kan
12:59apa yang dilakukan oleh
13:01Jokowi itu adalah
13:03sesuatu yang kemudian
13:04benar
13:05benar apa
13:06jadi kalau ada orang
13:06gambarkan Jokowi itu
13:07kayak orang kayak gini
13:09ya mungkin ya
13:10benar gitu ya
13:10gitu jadi dia
13:12menggambarkan
13:13sebagai
13:14seorang
13:15yang berijosa
13:16nah ini
13:17al
13:18al ijosa
13:20al falsu
13:21ijosa tetap
13:22falsu
13:23al ijosa
13:25al faksu
13:26sekian terima kasih
13:27Wassalamualaikum
13:28Walaikum warahmatullahi wabarakatuh
13:29Waalaikumsalam
13:30ya
13:34menemani pagi Anda
13:35dengan informasi
13:36terbaru
13:37satu langkah
13:38lebih dekat
13:39satu langkah
13:39lebih mencerahkan
13:41saksikan
13:42Sapa Indonesia
13:43pagi
13:44di Kompas TV
13:44channel 11
13:45di televisi Anda
13:46di Kompas TV
13:49di Kompas TV
13:52di Kompas TV
13:53di Kompas TV
13:54di Kompas TV
13:54di Kompas TV
13:54Terima kasih.
Komentar