Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
BEKASI, KOMPAS.TV - Di tengah duka mendalam akibat tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, muncul kisah kemanusiaan dari para tim SAR yang berjuang tanpa lelah menyelamatkan korban. Dalam kondisi penuh keterbatasan dan tekanan emosi, para relawan tetap bergerak cepat sejak laporan pertama diterima, segera mengumpulkan peralatan dan menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, suasana mencekam dengan kerumunan warga dan kepanikan menjadi tantangan tersendiri. Banyak korban terjebak di dalam gerbong, sebagian masih sadar dan memohon pertolongan. Di tengah keterbatasan ruang, udara, serta peralatan berat, tim SAR harus sigap mengambil keputusan untuk mengevakuasi korban secepat mungkin, berpacu dengan waktu demi menyelamatkan nyawa.

Proses evakuasi berlangsung hampir dua belas jam tanpa henti. Dalam situasi terdesak, relawan harus menentukan prioritas, mendahulukan korban yang masih memiliki peluang hidup, meski tak jarang dihadapkan pada kenyataan pahit. Di balik itu semua, tersimpan momen-momen menyentuh yang menjadi penguat, sekaligus pengingat bahwa di tengah tragedi, kemanusiaan tetap menjadi kekuatan utama bagi para relawan untuk terus bertahan.

Editor: Editor: Frashiva Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666523/berjibaku-kisah-heroik-tim-sar-di-tragedi-kecelakaan-kereta-di-bekasi-timur
Transkrip
00:00Untuk saya secara pribadi mungkin berpikirnya mereka ini berhak untuk bertahan hidup.
00:07Makanya itu tugas kami adalah mengupayakan itu.
00:43Terima kasih telah menonton.
01:06Yang terlintas di pikiran kami, kami harus segera merespon terkait dengan laporan itu.
01:12Kami harus segera mempersiapkan perlawatan apa saja yang dibutuhkan untuk merespon dari laporan itu.
01:23Yang dapat kami terima, laporan yang masuk itu terkait dengan kecelakaan kereta.
01:32Jadi saat genting itu kami harus segera merespon, mempersiapkan perlawatan untuk bergerak ke lokasi.
01:40Bisa diceritakan lebih detail, apa sih Abang yang membantu, apa, terus ada jasad yang di mana, Bang?
01:47Pemandangannya saat itu, apa, sepertinya kondisinya?
01:50Ya emang pada saat kami sampai tiba di lokasi itu, memang kondisinya crowded, padat.
02:04Dan kami harus segera berpikir bagaimana cara kita untuk mengevakuasi si korban.
02:10Korban mungkin banyak yang terjebak gitu, Bang, atau dalam kondisi teriak, atau kesakitan, seperti apa-apa yang mengembangkan ya, Bang?
02:21Ya emang pada saat itu kondisinya banyak korban, ada beberapa korban yang masih dalam kondisi,
02:29masih bisa diajak komunikasi, masih bisa kita upayakan untuk segera mengeluarkan sebabannya.
02:40Itu masih banyak ya, Bang, dalam kondisi teriak pada saatnya.
02:43Ya.
02:45Kamu butuhkan berapa jam untuk selesaikan dari awal sampai akhir itu?
02:52Kebetulan kemarin operasi besar itu kita bisa menyelesaikannya kurang lebih dalam waktu 12 jam.
03:01Itu kan dalam kondisi, maksudnya ya saat kondisinya begitu, Bang.
03:04Bagaimana cara, Bang, ini nggak terlalu dalam tangis gitu, atau melatapis saat kondisi itu gimana tuh, Bang?
03:13Tetap harus tetap fokus gitu, Bang?
03:15Ya tentunya kita harus tetap fokus dan selalu kita konsentrasi bagaimana, berpikir bagaimana,
03:25agar bisa segera mengeluarkan korban, apalagi di situ ada korban yang dalam kondisi masih selamat seperti itu.
03:32Untuk perkenalkan, Bang, Abang sendiri menguatkannya gimana, Bang?
03:35Supaya kekerjaan itu tepat-cepat dan tepat gitu, Bang?
03:42Untuk saya secara pribadi, mungkin berpikirnya mereka ini berhak untuk bertahan hidup,
03:49makanya itu tugas kami adalah mengupayakan itu.
03:54Mereka mengelamatkan yang lebih jauh, bagaimana, Bang, harus mengelamatkan misalnya gitu?
03:59Ambilan relaksinya seperti apa?
04:01Ya tentunya kita menentukan mana yang masih bisa kita keluarkan terlebih dahulu,
04:06mana yang membutuhkan penanganan terlebih dahulu.
04:10Cuman di situ kita mungkin mengalami kendala sedikit terkait dengan,
04:14mungkin ada korban yang selamat, tapi ada dia terhimpit dari korban yang sudah mungkin,
04:21maaf, dalam kondisi MD seperti itu,
04:23makanya dari itu kita keluarkan dulu yang mungkin yang MD baru kita keluarkan yang dalam kondisi selamat.
04:40Ya itu dia, kembali lagi yang saya bilang tadi.
04:44Emang kalau secara perasaan, mungkin kami sebagai manusia biasa juga merasakan sedih,
04:51dimana pada saat kondisi itu juga kami merasakan capek, belah, haus, segala macam,
04:57tetapi itu bagi kami tidak seberapa dibandingkan dengan duka yang dirasakan oleh keluarga-keluarga.
05:05Maka Abang itu sebagai penyelamat atau si Abang yang semangat untuk menyelamatkan orang lain?
05:14Yang pasti bagi saya itu, mereka itu berak untuk bertahan hidup.
05:22Makanya kami selalu berusaha semangat biar bisa, mereka bisa kembali ke keluarga mereka.
05:33Menemani pagi Anda dengan informasi terbaru.
05:36Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih mencerahkan.
05:40Saksikan Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
05:45Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan