- 2 hari yang lalu
- #hariburuh2026
- #hariburuh
- #buruh
KOMPAS.TV - Kompas Siang sudah bersama Fithra Faisal, Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah RI, dan Henny Siregar, Ketua DPW Wilayah IV Serikat Pekerja Pos Indonesia, untuk membahas berbagai isu krusial yang tengah dihadapi para pekerja di momentum Hari Buruh 2026.
#hariburuh2026 #hariburuh #buruh
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga [FULL] Waspada! Perawatan oleh Tenaga Tak Berkompeten, Dokter Kecantikan Sebut Resikonya di https://www.kompas.tv/regional/666445/full-waspada-perawatan-oleh-tenaga-tak-berkompeten-dokter-kecantikan-sebut-resikonya
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/666452/full-bakom-ri-ketua-dpw-wilayah-iv-bahas-soal-aspirasi-pekerja-di-hari-buruh-2026
#hariburuh2026 #hariburuh #buruh
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga [FULL] Waspada! Perawatan oleh Tenaga Tak Berkompeten, Dokter Kecantikan Sebut Resikonya di https://www.kompas.tv/regional/666445/full-waspada-perawatan-oleh-tenaga-tak-berkompeten-dokter-kecantikan-sebut-resikonya
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/666452/full-bakom-ri-ketua-dpw-wilayah-iv-bahas-soal-aspirasi-pekerja-di-hari-buruh-2026
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Dan saudara untuk membahas lebih jauh terkait peringatan hari buruh 2026, kita langsung berbincang dengan dua narasumber melalui saluran daring.
00:10Sudah ada Fitra Faisal Hastia di tenaga ahli utama Badan Komunikasi Republik Indonesia.
00:16Mas Fitra selamat pagi.
00:18Selamat pagi kawan-kawan.
00:21Dan juga...
00:22Hidup buruh, kita semua buruh ini.
00:24Oke, kita semua buruh dan masih bekerja ya hingga saat ini Mas Fitra.
00:27Dan nanti juga kita sapa, ada Henny Seregar, Ketua DPW Wilayah 4, Serikat Pekerja Post Indonesia.
00:37Tampaknya kita masih menunggu Mbak Henny nanti untuk bergabung bersama kita.
00:42Saya ke Mas Fitra.
00:43Mas Fitra tadi kita mendengar pidato dari Presiden Prabowo Subianto yang memang merespons tuntutan dari Prabowo yang telah disampaikan sebelumnya.
00:51Kalau Anda tadi menyimak beberapa poin yang disampaikan oleh Presiden, termasuk kita beda satu-satu ya.
00:58Termasuk salah satunya terkait dengan ojek daring lah misalkan begitu.
01:02Sebelumnya ada tuntutan dari buruh terkait dengan pembagian dari aplikator yang sebesar 20% dan juga pengendara sebesar 80%.
01:13Ini dijanjikan oleh Presiden menjadi 92% kalau tadi tidak salah untuk buruh pengendara dan juga 8% untuk aplikator.
01:23Kalau Anda melihat ini nantinya akan seperti apa, mekanismenya akan seperti apa dan akan berapa lama ini bisa direalisasikan?
01:32Ya Kang Yan, jadi kita melihat bahwa biar bagaimanapun ya, mitra pengemudi ini menjadi salah satu penopang ekonomi kita di
01:44masa kini ya.
01:45Bagaimana sekarang kita tidak bisa berpergian atau kita tidak bisa melihat kehidupan ya tanpa mitra pengemudi ini.
01:53Mau jasa delivery, mau jasa mengangkut kita ya dari satu titik ke titikan lain ya.
02:00Jadi di tengah situasi yang mobile dan agile seperti ini, maka konteks mitra pengemudi ini menjadi semakin krusial.
02:08Dan karena saking krusialnya, maka ganjaran atas tingkat urgency dan juga tingkat produktivitas ya.
02:18Kalau kita di tengah ekonomi yang semakin agile ini, maka kita juga perlu memberikan semacam benefit yang pantas untuk para
02:26mitra pengemudi tersebut.
02:28Dalam hal ini, Presiden memperhatikan ya aspirasi para mitra pengemudi.
02:33Bahkan semenjak tahun lalu sebenarnya sudah ada beberapa inisiasi-inisiasi ya dari pemerintah ya.
02:39Salah satunya adalah juga memperbesar cakupan ya bantuan atau dalam hal ini pajak ditanggung pemerintah untuk pekerja-pekerja yang gajinya
02:53di bawah 10 juta rupiah.
02:54Sebelumnya fokus untuk yang industri padat karya, tetapi pemerintah juga melihat bagaimana pekerja di sektor industri kreatif,
03:02salah satunya mitra pengemudi ini juga perlu mendapatkan perhatian khusus yang selama ini sepertinya tidak termasuk dalam perencana-rencana ya
03:11pemerintah.
03:12Nah, mulai dari tahun lalu sudah dibuat ya bahwa teman-teman mitra pengemudi ini juga menjadi bagian penting dan bahkan
03:20menjadi salah satu pelumas ekonomi di masa kini.
03:24Nah, ini itu satu ya dalam konteks stimulus pemerintah.
03:27Nah, yang lain juga tadi sudah diumumkan dan sebenarnya sudah merupakan bagian dari paket stimulus pemerintah di tahun lalu.
03:34Ada jaminan keselamatan kerja dan jaminan kematian yang selama ini teman-teman terutama mitra pengemudi ini belum mendapatkan perhatian
03:44dan mulai dari tahun lalu sudah dibuat pakagenya dalam konteks stimulus fiskal bahwa ada subsidi untuk teman-teman mitra pengemudi
03:52ini.
03:5350% subsidi iuran dan bisa bertambah lagi ya sesuai dengan keadaan anggaran.
03:59Tapi apa yang tadi disampaikan oleh Presiden juga yang paling penting adalah yang sesuai dengan permintaan teman-teman mitra pengemudi
04:06ya.
04:06Yaitu terjadi semacam benefit yang lebih besar buat mereka secara langsung.
04:12Selama ini 80-20 pemotongannya dan tadi Presiden sudah mengumumkan langsung ya paling banyak 10% pemotongannya bahkan tadi sudah
04:22secara eksplisit.
04:238% untuk pengemudi, 80% untuk aplikator dan 92% untuk mitra pengemudi.
04:31Dan dengan demikian ada peningkatan benefit secara langsung ya meskipun secara tidak langsung sudah diberikan ya dalam konteks penanggungan subsidi
04:38untuk jaminan keselamatan kerja dan juga untuk data pajak ditanggung pemerintah ya untuk teman-teman pengemudi ini.
04:46Tapi juga secara langsungnya itu diberikan melalui benefit yang lebih tinggi tanggungan.
04:52Ini berarti ada pembagian yang memang perbandingannya cukup besar dibandingkan sebelum Presiden tadi memberikan pidatonya
05:00ataupun merespons tuntutan dari para buruh.
05:03Bagaimana menjembatani dengan aplikator begitu?
05:06Apa jaminannya aplikator ini akan patuh?
05:09Tentunya harus patuh karena memang ini sudah instruksi dari Presiden.
05:11Tapi jaminannya seperti apa, Mas Fitra?
05:15Ya, endorsementnya akan dilakukan ya pemerintah di lapangan tetapi juga tentunya pemerintah juga mau melihat ya
05:23ke prinsip kesinambungan ya, going concern dalam industri ini.
05:27Dan oleh karenanya tentunya ini berlaku untuk dua pihak.
05:30Di satu sisi ada benefit yang lebih besar buat mitra pengemudi.
05:33Tapi di sisi yang lain ya ada keleluasan juga untuk penciptaan ruang-ruang ekonomi untuk industri ekonomi kreatif.
05:39Makanya pemerintah dalam hal ini juga memberikan stimulus-stimulus ya untuk industri ekonomi kreatif mulai dari tahun lalu.
05:46Karena kita melihat ya secara konsisten pertumbuhan sektor jasa ya itu cukup signifikan dari tahun lalu ya.
05:54Jadi kalau kita lihat di kuartal 1 2025 tahun lalu di mana pertumbuhan ekonomi kita cuma 4,87 persen.
06:02Tetapi di sektor jasa dan jasa lainnya itu tumbuh 11 persen.
06:06Nah jasa-jasa lainnya, akumulasi makanan minuman yang juga tumbuh 8 persen di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
06:12Itu sebenarnya sebuah pertanda bahwa sektor ekonomi kreatif ini adalah sektor yang perlu didorong.
06:18Karena pemerintah juga melalui kementerian-kementerian terkait ya, baik itu kementerian yang langsung bicara mengenai ekonomi kreatif dan juga pariwisata.
06:27Ini juga mempush dan memberikan fasilitasi sehingga ruang-ruang ekonomi untuk industri ini berkembang semakin besar.
06:34Sehingga pada akhirnya, meskipun benefit yang diberikan kepada pekerja ini besar dan artinya apa?
06:41Artinya mengurangi margin keuntungan dari pengusaha dalam hal ini aplikator.
06:47Tapi di sisi yang lain, ketika ruang ekonomi terbuka, marketnya terbuka, sales yang lebih besar, maka ini suatu hal yang
06:53bisa mengkompensasi ya.
06:57Constraint sustainability dari industri ini.
07:01Berarti sektor informal ini mulai diperhatikan ya, karena sebelumnya merasa dianaktirikan dan sekarang di tahun ini mulai concern dengan pelindungan
07:09terhadap para pekerja di sektor informal.
07:12Saya Sapa, Henni Siregar, Ketua DPW Wilayah 4, Serikat Pekerja Puas Indonesia.
07:18Bu Henni, selamat pagi.
07:20Selamat pagi, selamat hari buru internasional.
07:23Selamat hari buru internasional.
07:25Bu Henni, tadi sudah mendengarkan respons dan juga pidato dari Presiden Prabowo Subianto.
07:30Apakah Anda dari Perwakilan Serikat Pekerja Puas Indonesia ini sudah merasa puas dengan apa yang diungkapkan ataupun respons dari Presiden?
07:44Alhamdulillah, sekarang Presiden kita itu berpihak kepada buru dan tentunya ada harapan besar untuk para buru ketika hak-hak mereka
07:58selama ini belum diperhatikan oleh pemberi kerja.
08:00Dengan harapan pemerintah bisa memperhatikan dan mewujudkan dalam bentuk peraturan pemerintah dan undang-undang.
08:08Dalam ini, seperti yang tadi disampaikan oleh Pak Presiden,
08:14di mana OJOL akan mendapatkan hak yang lebih besar lagi, fee yang lebih besar lagi,
08:22ketika platform itu hanya 8% dan untuk OJOL 92% karena saya terus terang saya juga pemakai setiap OJOL.
08:32Bu Henni, bagaimana juga respons Anda terkait juga tadi Mas Witra berbicara soal sektor informal begitu saat ini pemerintah tidak
08:41hanya concern terhadap para pekerja formal tetapi juga di sektor informal.
08:47Respon Anda terhadap tadi, janji-janji Presiden terhadap sektor informal seperti apa?
08:57Untuk saya atau Pak Mas Witra ya?
08:59Untuk Bu Henni?
09:01Oh ya, untuk kalau saya sebenarnya hanya ingin pemerintah lebih memperhatikan K3 untuk BUMN
09:14sehingga kenyamanan kerja dan keselamatan kerja itu bisa lebih diperhatikan.
09:22Biar bagaimanapun saat ini dengan kondisi serba sulit, dampak dari perang,
09:30tentunya net income juga meningkat, PHK ada di mana-mana.
09:39Pengusaha atau pemberi kerja juga tentunya akan mengalami kesulitan jika tidak dibantu oleh pemerintah.
09:46Dalam hal ini saya berharap dengan adanya campur tangan pemerintah bisa memberikan kenyamanan dan bisa untuk membuat pekerja lebih nyaman
10:02lagi.
10:03Bisa membuat pekerja lebih nyaman lagi, artinya nyaman di sini kalau kita balikkan ke konteks tadi di sektor informal
10:09termasuk para pengemudi Ojo bukan hanya pembagian antara pengemudi dan juga aplikator
10:15bagaimana di sini pemerintah juga melindungi para pekerja ini dengan jaminan kesilakan kerja,
10:21ada juga BPJS Kesehatan dan lain-lain.
10:22Namun kita bahas susah jeda, tetap bersama kami di Breaking News Kompas TV.
10:28Anda masih bersama kami di Breaking News Kompas TV sodara dan kita lanjutkan perbincangan
10:32bersama tenaga ahli utama Badan Komunikasi Republik Indonesia Fitra Faisal
10:36dan juga Ketua DPW Wilayah 4 Serikat Pekerja Post Indonesia Henny Siregar.
10:41Saya ke Mas Fitra. Mas Fitra tadi sebelum jeda saya sempat membahas terkait dengan ojek daring
10:46begitu bukan hanya pembagian antara pengemudi dan juga aplikator
10:50tapi tadi juga Presiden menyinggung soal Perpres 27 tahun 2026 terkait perlindungan pekerja transportasi online.
10:57Apabila bisa dijelaskan lebih detail lagi ini seperti apa dan bagaimana realisasinya?
11:02Karena memang ini luar biasa ada jaminan kecelakaan kerja dan juga ada BPJS Kesehatan
11:06yang nantinya akan diberikan kepada para pengemudi ojek daring.
11:10Ya, jadi mulai dari tahun lalu, kangen ya.
11:12Sebenarnya ini sudah merupakan bagian dari roadmap pemerintah ya.
11:16Jadi kalau ingat di paket stimulus terakhir yang dikeluarkan bulan September dan Oktober
11:22itu sudah mulai memuat ya subsidi iuran terutama untuk jaminan keselamatan kerja
11:29ya untuk teman-teman mitra pengemudi.
11:32Karena kita melihat bahwa dan pemerintah juga melihat bahwa dunia itu sudah semakin keras ya.
11:38Jalanan sudah semakin keras.
11:40Masyarakat dalam hal ini mitra pengemudi sudah bekerja tanpa henti
11:44bahkan bisa sampai 12 jam.
11:46Nah, dengan begitu risiko-risiko keamanan, risiko-risiko kesehatan
11:50itu menjadi sangat besar sekali.
11:53Dan kita sudah melihat juga bagaimana risiko-risiko keamanannya terkait dengan terutama keselamatan kerja.
12:00Ini bahkan kecenderungannya sangat minimal ya untuk teman-teman ini.
12:06Dan kita melihat bahwa ketika ini main income earners ya, sebagai suami, sebagai istri yang juga menghidupi keluarganya
12:16ketika kejadian yang paling kita tidak inginkan terjadi, itu pada akhirnya keluarganya menjadi lebih miskin gitu ya.
12:25Karena ini adalah pencari utama ya, pencari utama pendapatan buat keluarga tersebut.
12:32Nah, sehingga dalam kondisi-kondisi seperti ini, kita harus tetap menjamin bahwa keluarganya itu tetap sesejahtera,
12:38pekerja yang juga bisa nyaman ya, sehingga pada akhirnya kita memberikan semacam penjaminan ya
12:44pada para pekerja di sektor informal ini, terutama di mitra pengemudi.
12:50Nah, dengan demikian, maka kalau kita bicara mengenai bangunan institusionalnya,
12:55ya ini memang harus kemudian diatur oleh peraturan perundang-undangan ya,
12:59supaya ini bisa lebih mengikat, sehingga teman-teman ini bisa tetap nyaman dalam bekerja.
13:04Biar paling harapun, para pekerja ini, ya ketika mereka sejahtera,
13:08maka ini merupakan fondasi ekonomi.
13:12Ya, jadi ekonomi buat apa, pertumbuhan ekonomi tumbuh,
13:15tapi masyarakatnya ada sejahtera.
13:17Buat apa bangunannya, maka masyarakatnya berada di pinggiran.
13:21Nah, itu yang kita lihat, ya.
13:22Presiden sudah mengamanatkan, bahwa yang paling penting kebijakan-kebijakan itu
13:26adalah kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat dalam hal ini,
13:30para pekerja, ya, terutama dalam yang kita bicarakan sekarang, mitra pengemudi.
13:34Ini juga perlu mendapatkan perhatian khusus.
13:37Selama ini kita hanya menikmati jasanya.
13:39Ya, saya setiap hari menikmati jasa dari para mitra pengemudi ini.
13:42Tapi, siapa yang memikirkan kesejahteraan mereka?
13:45Nah, oleh karena dalam hal ini pemerintah sebagai fasilitator,
13:47dan sebagai bapak untuk semua rakyatnya,
13:51itu memberikan fasilitasi-fasilitasi jaminan-jaminan
13:54untuk para pekerja, terutama pekerja yang memang rentan ini, begitu, kangen.
13:59Baik.
14:00Bu Heni, menurut Anda, dengan adanya Perpes 27 tahun 2026
14:04terkait dengan perlindungan pengemudi transportasi online,
14:08apakah Anda cukup puas dengan poin-poin tadi ada jaminan kecelakaan kerja,
14:13BPJS, kesehatan,
14:14ataukah Anda merasa masih ada yang perlu dimaksimalkan?
14:24Bu Heni, bisa dibesarkan ataupun dibuka mute-nya?
14:30Ya, saya sangat puas dengan apa yang tadi disampaikan oleh Pak Presiden,
14:35dan tentunya sangat berharap agar segera direalisasikan
14:41dengan segera agar jaminan kesehatan,
14:46jaminan keselamatan kerja bagi para ojol itu bisa segera ditindak lanjuti.
14:57Tentunya, seperti yang tadi disampaikan juga oleh Pak Fitra,
15:03dengan segera direalisasikan tentunya kesehatan bagi ojol itu sendiri maupun keluarganya juga akan persipta.
15:11Seperti itu, Pak.
15:12Oke, baik.
15:13Kita bergeser dari poin lainnya,
15:15begitu yang juga disinggung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya,
15:19yaitu terkait dengan Satgas PHK.
15:21Mas Fitra, memang tidak dimensin secara detail bagaimana nantinya Satgas PHK ini bekerja.
15:27Namun, apabila bisa dijelaskan secara sederhana,
15:30akan seperti apa Satgas PHK ini bekerja,
15:32dan perlindungan seperti apa yang nantinya akan diberikan kepada para pekerja
15:36terkait dengan pemutusan hubungan kerja?
15:40Iya, Satgas ini dibuat karena memang ada ketidaksempurnaan di lapangan, ya.
15:45Ketika semuanya sempurna, maka tidak perlu Satgas.
15:48Dalam hal ini, Satgas diperlukan sebagai satuan khusus, ya,
15:50untuk kemudian melakukan debottlenecking dalam konteks PHK atau pencegahan PHK.
15:56Yang paling penting adalah, ya, pekerjanya tidak di PHK.
15:59Nah, itu adalah the utmost priority.
16:02Prioritas utamanya, supaya pekerja-pekerja itu tetap bekerja.
16:05Nah, itu adalah tugas utama Satgas PHK.
16:08Nah, tetapi jika memang situasi sangat buruk, gitu,
16:12hingga pada akhirnya terpaksa harus ada PHK,
16:16maka kalau kita bicara misalnya jaminan kehilangan pekerjaan,
16:20itu memang sudah ada.
16:21Tetapi implementasi di lapangan,
16:23banyak sekali teman-teman kita yang di PHK,
16:27tetapi tidak segera mendapatkan jaminan kehilangan pekerjaannya.
16:31Perlu berbulan-bulan, ya, bahkan tidak dibayarkan, ya,
16:35sudah lama tidak dibayarkan, tidak hanya bulanan,
16:37bahkan sudah habis kahunan, begitu.
16:38Mereka sulit sekali mengklaim ini.
16:40Dan ini, Satgas ini, tujuannya adalah untuk mempercepat itu.
16:43Begitu, Mas.
16:43Mas Fitra, maaf, saya potong.
16:45Boleh tahan dulu.
16:46Kita lihat ada situasi terkini di Makassar.
16:49Begitu kita pantau bersama.
16:52Dan, saudara, kita lanjutkan perbincangan kembali tadi.
16:54Jadi, saya ke Mas Fitra terkait dengan Satgas PHK,
16:58bagaimana nanti bekerja, realisasinya seperti apa,
17:03pelindungan real seperti apa yang akan diterima oleh pekerja.
17:07Silahkan dilanjutkan, Mas Fitra.
17:09Ya, jadi, sebagaimana yang saya sampaikan tadi,
17:12bahwa yang pertama adalah Satgas PHK ini,
17:16diatmos prioritinya adalah untuk mencegah pekerjaan itu di PHK.
17:20Nah, itu adalah prioritas utama.
17:22Tetapi, kalau memang keadaannya tidak memungkinkan,
17:26ya, memang bisa saja terjadi PHK,
17:29maka yang paling penting juga berikutnya,
17:31bagaimana jaminan kehilangan pekerjaan itu bisa dibayarkan tepat waktu,
17:35tidak berlarut, karena aspirasi dari teman-teman buruh
17:40yang kehilangan pekerjaannya, ya,
17:42di tahun-tahun yang lalu, ya,
17:44tahun 2025 itu banyak sekali,
17:46mismatch, ya, ketika sudah di PHK,
17:48tapi uangnya tidak segera dibayarkan, ya.
17:51Mismatch ini dua hal.
17:53Yang pertama, ada efek kesejahteraannya.
17:55Yang kedua, ada efek datanya.
17:57Sehingga dalam hal ini,
17:58perintah kementerian terakhir kerja,
18:02itu tidak mampu untuk kemudian mendatai dengan baik,
18:05karena kan apa yang didata,
18:06apa yang tersedia dengan klaim
18:09dari kehilangan pekerjaan tersebut.
18:13Tapi itu ada mismatch dan tidak sinkron
18:15antara data dan juga pada akhirnya
18:17berujung pada kesejahteraan buruh
18:20yang kehilangan pekerjaannya itu
18:21tidak mendapatkan haknya secara langsung.
18:24Nah, ini yang kemudian dituntaskan, ya.
18:26Dan tentunya ada detail-detail yang lain-lain,
18:27tapi tujuan utamanya adalah itu.
18:29Dan Satgas ini juga melibatkan multi-stakeholders, ya,
18:32ada unsur buruhnya, ada unsur pemerintah,
18:35dan bisa jadi ada unsur akademisi,
18:38ini masih dibicarakan, ya.
18:40Dalam hal ini, ya, kita melakukan di bottlenecking, lah.
18:43Apa yang mampat, ya, kita buat lebih lancar, gitu.
18:47Oke, akan dibuat lebih lancar.
18:49Apabila dari sisi pekerja, Bu Heni,
18:52ini apa yang diharapkan?
18:53Tadi memang telah dijelaskan oleh Presiden Prabowo
18:56saat pidato, begitu,
18:59cuman tidak terlalu detail terkait dengan Satgas PHK.
19:02Apa yang dari sisi pekerja yang diharapkan
19:05dengan Satgas PHK ini?
19:07Namun, jangan dijawab dulu.
19:08Bu Heni, kita bahas susah jeda tetap bersama kami
19:10di Breaking News Kompas TV.
19:13Anda masih bersama kami di Breaking News Kompas TV,
19:15saudara, dan kita lanjutkan perbincangan
19:16bersama tenaga ahli utama Badan Komunikasi Republik Indonesia,
19:20Fitra Faisal, dan juga Heni Siregar,
19:22Ketua DPP Wilayah 4 Serikat Pekerja POS Indonesia.
19:25saya ke Bu Heni.
19:27Ini sebagai penutup begitu,
19:30Bu Heni, apa harapan dari
19:33Serikat Pekerja POS Indonesia
19:35pada hari buruh pada tahun ini?
19:39Saya berharap
19:41untuk kemitraan bisa dihapus
19:44dan pemerintah juga bisa menjadi penengah
19:47untuk menciptakan
19:51upah minimum
19:53yang tetap
19:54memperhatikan
19:55kebutuhan hidup layak.
19:59Berarti ini di upah minimum ya.
20:01Mas Fitra...
20:02Intinya
20:03Fitra itu
20:04sudah sudah sudah sudah
20:06Mas Fitra bagaimana menjawab hal ini?
20:08Terutama K3.
20:09K3 itu juga.
20:11Oke.
20:12Mas Fitra bisa menjawab
20:13terkait dengan K3 dan juga
20:14upah minimum sebagai penutup?
20:17Ya, Mas Ihan.
20:18Jadi, idenya adalah
20:20pemerintah dalam hal ini
20:21berusaha untuk
20:23menjamin kepentingan
20:25multi-stakeholders ya.
20:26Dari pekerjanya,
20:28dari pemberi kerja,
20:29dan dari baik ekosistemnya.
20:31Ya, bagaimana dalam hal ini
20:32aspek-aspek yang perlu diperhatikan
20:34dan senantiasa diperhatikan pemerintah
20:36adalah tadi
20:37perlindungan pekerja ya.
20:39Dari sisi upah
20:40dan dari sisi keselamatan.
20:42Kemudian, tentunya
20:43kita juga bicara mengenai
20:45bagaimana
20:45industrinya itu bisa berkembang
20:47ada going concern
20:48sehingga ada pertumbuhan ekonomi
20:50ya, ketika ekonomi tumbuh
20:51maka potensi income
20:53dari buruh
20:53juga akan meningkat.
20:55Nah, tapi yang juga
20:56tentunya yang paling penting
20:57adalah
20:58pekerja itu
20:59ketika sejahtera
21:00dia adalah fundasi
21:01untuk perekonomian
21:03yang lebih kuat.
21:04Ya, sehingga
21:05kesejahteraan pekerja
21:05adalah soko guru
21:07dari ekonomi Indonesia.
21:09Nah, itu yang terus
21:10dijaga oleh pemerintah
21:11supaya semuanya
21:12mendapatkan manfaat
21:14tidak hanya ekonomi tumbuh
21:15tapi rakyatnya juga
21:17sejahtera.
21:18Begitu, Kang Ken.
21:19Baik, artinya
21:20bagaimana ekonomi tumbuh
21:21ini juga
21:22memang berjalan
21:23seiringan
21:24dengan kesejahteraan pekerja
21:25dan juga disediakan oleh
21:27Mas Fitra tadi
21:27bahwa memang ada
21:28beberapa poin penting
21:30yang dijanjikan
21:32oleh pemerintah
21:32tentunya ini akan dilakukan
21:34secara bertahap ya Mas Fitra
21:35ya tidak langsung sekaligus
21:37begitu saja
21:37karena memang butuh waktu
21:39butuh karena ada prosedur juga
21:41sehingga nantinya
21:42para pekerja ini
21:43bisa merasakan
21:44manfaatnya
21:45secara berkepanjangan.
21:47Terima kasih
21:48duana sumber kami
21:49yang telah bergabung
21:50di Breaking News Kompas TV
21:51Fitra Faisal Hastiyadi
21:52tenaga ahli utama
21:53Badan Komunikasi Republik Indonesia
21:54dan juga Henny Siregar
21:56Ketua DPW Wilayah 4
21:57Serikat Pekerja Puas Indonesia
21:59terima kasih
22:01Bapak Ibu
22:02sehat selalu
22:02terima kasih.
22:03Terima kasih.
22:04Terima kasih.
22:04Terima kasih.
Komentar