00:00Kasus dokter gadungan kembali mencoreng dunia kecantikan tanah air.
00:04Seorang ex-finalis putri Indonesia ditangkap polisi karena diduga membuka praktik ilegal tanpa izin resmi.
00:11Akibatnya seorang pasien mengalami infeksi hingga cacat permanen.
00:15Lalu seberapa berbahaya perawatan kecantikan jika dilakukan oleh pihak yang tak berkompeten.
00:22Kita akan membahasnya bersama dokter kecantikan Vivian Resiana.
00:26Selamat siang Bu Vivian, Bu dokter terima kasih untuk waktu Anda di Kompas siang hari ini.
00:32Selamat siang.
00:34Bu dokter ini kan Jenny diduga menggunakan sertifikat pelatihan medis sebagai modal untuk dia membuka praktik dan hasilnya seperti ini.
00:46Berarti memang sertifikat saja jelas tidak cukup ya Bu ya?
00:49Iya dong jelas dong karena kan sebenarnya dalam berpraktik kita harus ada surat tanda registrasi dan surat izin praktik juga
01:00gitu.
01:01Jadi tidak hanya sertifikat, sertifikat itu hanya membantu saja gitu bahwa memang tersertifikasi.
01:08Baik, Ibu lalu bagaimana kalau misalnya katakanlah calon pasien bisa menilai,
01:14karena Jenny ini memajang sertifikat-sertifikat yang dia miliki di situ sehingga membuat pasien terpercaya.
01:20Tapi hasilnya seperti ini, lalu bagaimana agar calon konsumen bisa menyeleksi dengan baik
01:26mana yang benar-benar dokter kecantikan yang memiliki kapasitas medis dan mana yang gadungan?
01:33Nah, zaman sekarang informasi itu kan sudah gampang sekali ya didapat ya di media online.
01:40Jadi, hal pertama yang harus pasien itu tahu bahwa dokternya benar-benar dokter yang tersertifikasi
01:47itu bisa dicek di website Konsil Kedokteran Indonesia.
01:51Di situ kalau memang dokter benar-benar dokter, itu akan ada semua datanya di situ.
01:56Satu Indonesia, itu semua dokter ada di situ, yang pertama.
02:00Yang kedua, para pasien ini juga bisa mengecek status dari klinik yang akan didatangi,
02:08di mana di situs kemenkes, di situ juga ada semua rumah sakit dan semua klinik itu ada di situ datanya.
02:14Itu dua hal utama yang calon pasien itu harus tahu.
02:18Jangan hanya percaya dengan sertifikat-sertifikat aja.
02:22Karena yang namanya sertifikat yang dipajang itu bisa saja diambil dari online, di print, dipajang.
02:29Jadi, jangan langsung percaya.
02:32Gitu.
02:33Dicek dulu benar-benar dokter atau bukan.
02:36Baik, bu dokter.
02:37Tapi bagaimana memeriksa yang lebih, katakanlah lebih sederhana untuk melihat ini dokter atau bukan?
02:42Karena kalau tadi memeriksa mungkin pasien lebih percaya dari mulut ke mulut, ini ada dokter.
02:47Ternyata hasilnya berbahaya begitu, Bu.
02:52Sebenarnya hal yang lebih simple, buka aja, Google, cari namanya.
02:58Di situ sudah pasti, kalau memang dokter itu paling atas itu pasti ada namanya dokter siapa, dokter siapa.
03:03Kayak misalkan nama saya, dicari aja di Google, itu pasti paling atas ada langsung dokter Vivian Resiana.
03:08Nah, gitu. Itu paling gampang.
03:11Terus kalau misalkan yang agak susah sedikit tadi lewat website,
03:16lalu kalau mau yang agak lebih ribet lagi, sebenarnya dalam satu area itu kan ada namanya ID ya,
03:22Ikatan Dokter Indonesia.
03:23Itu nanti bisa dicek juga di ID.
03:26Apakah ada atau tidak di wilayah tersebut, dokter tersebut berpraktik gitu dengan SIP.
03:32Dan SIP ini biasanya harus dipajang di klinik-klinik atau tempat praktek.
03:37Ada nomernya, ada namanya, ada tempat dan tanggal lahir, itu semua datanya ada.
03:44Bahkan fotonya pun ada di SIP-nya itu.
03:47Dan harus ada di klinik atau tempat praktek dokternya.
03:51Itu.
03:52Baik, Bu Dokter.
03:53Kalau dari sisi medis ini seberapa berbahaya sih, Bu,
03:56tindakan perawatan kecantikan jika dilakukan oleh orang yang nggak punya kompetensi dan izin resmi?
04:02Sangat berbahaya, apalagi di area wajah.
04:06Area wajah kita ini isinya itu syaraf dan pembuluh darah kebanyakan.
04:11Ketika kita menyuntikan, misalkan filler ya, kebanyakan kan filler nih.
04:16Filler disuntikan di titik yang salah, dia bisa mengenai pembuluh darah dan mengenai syaraf.
04:22Ketika dia mengenai pembuluh darah dan syaraf, bisa saja syarafnya menjadi mati.
04:26Lalu, terjadilah nekrosis.
04:28Pembuluh darah pun sama.
04:30Ketika salah disuntikan, harusnya filler itu tidak masuk ke pembuluh darah.
04:34Tapi ketika masuk ke pembuluh darah, jadinya nekrosis itu apa?
04:38Nekrosis itu mati jaringan.
04:40Ketika jaringannya sudah mati, otomatis kita tidak bisa memperbaiki lagi.
04:44Nah, makanya, saya bilang klinik abal-abal, dokter abal-abal itu sangat berbahaya.
04:51Karena efeknya, itu paling ringan itu infeksi.
04:55Infeksi oke lah, masih bisa disembuhkan.
04:58Tapi kalau sudah sampai mati jaringan atau nekrosis, itu benar-benar bisa wajahnya, area wajahnya itu bisa mati.
05:05Ketika area wajahnya mati, otomatis kesehatan mentalnya sudah tidak sama lagi.
05:11Apalagi perempuan kan datang ke klinik kecantikan maunya jadi cantik.
05:14Tapi justru yang terjadi malah jadi cacat.
05:16Jadi, itulah lebih baik cari klinik yang sudah berpengalaman, yang sudah pasti.
05:24Cari klinik yang sudah pasti-pasti aja.
05:26Berikut dokternya juga harus sudah terdaftar benar-benar di Konsil Kedokteran Indonesia.
05:32Dan tersertifikasinya juga dengan benar ya.
05:36Baik, Bu Dokter kalau infeksi pada wajah seperti yang Anda sebutkan itu pas siap perawatan,
05:41ini disebabkan oleh apa dan bagaimana setelah ini untuk penanganan yang tepat?
05:47Karena korban kan akhirnya melapor ke polisi, tapi kita nggak tahu masa depannya nanti akan seperti apa.
05:54Nah ini penanganan yang tepat untuk korban ini seperti apa?
05:58Nah, infeksi, resiko infeksi pada penyuntikan itu pasti ada.
06:03Karena penyuntikan itu kan kita membuat luka.
06:06Luka itu gampang rentang sekali terkena bakteri.
06:09Ketika luka terkena bakteri, pasti terjadi infeksi.
06:12Nah, itu kalau misalkan hanya infeksi ringan, infeksi kecil,
06:16kita bisa oleskan misalkan antibiotik atau minum antibiotik, nanti akan sembuh.
06:20Tapi, kalau misalkan infeksi tersebut, ternyata dibarengi juga infeksi yang di dalam,
06:27yang seperti tadi saya bilang, itu bisa terjadi yang namanya sepsis.
06:32Sepsis ini infeksi sudah lumayan besar, jadi lumayan berbahaya.
06:38Jadi, kalau misalkan sudah terjadi sepsis, sudah terjadi nekrosis seperti tadi,
06:45harus dibawa ke rumah sakit, dibawa ke yang lebih profesional lagi,
06:50ke dokter spesialis bedah misalkan, supaya dibetulkan gitu.
06:54Baik, Bu dokter, banyak dokter-dokter gadungan di luar sana yang membuka praktik
06:59dan akhirnya meresiko, membuat resiko pada konsumen begitu.
07:06Nah, ini pengawasannya harusnya seperti apa, Bu?
07:09Karena banyak klinik-klinik yang kita nggak tahu sebenarnya lalu bagaimana
07:11untuk mengawasi ini, apa yang harus dilakukan?
07:15Nah, itu dia. Jadi, sebagai pasien, sebagai konsumen,
07:19kita juga harus pintar ya dengan semua akses yang sudah diberikan.
07:24Satu, ketika pasien, ketika kalian mau treatment atau mau perawatan
07:30di klinik kecantikan, pastikan bahan-bahannya itu sudah BEPOM,
07:35sudah berizin ya.
07:36Hak pasien kok untuk tahu, saya hari ini mau melakukan apa,
07:41treatment apa, perawatan apa,
07:43apakah yang, apa bahan yang disuntikan kepada wajah saya, kepada tubuh saya.
07:48Hak pasien juga untuk mengetahui,
07:50boleh nggak saya melihat box-nya?
07:53Boleh nggak saya melihat apa sih yang disuntikan?
07:55Boleh nggak saya, di depan saya membuka,
07:58melihat, membuka segelnya,
08:00melihat apa barang itu diambil dari
08:03wadahnya, ke sepet, ke segala, ke, ya itulah, ke sepet, dan segala macemnya.
08:10Itu hak pasien gitu, untuk mengetahui itu semua.
08:13Paling gampang, untuk mengetahui klinik itu abal-abal atau tidak,
08:18adalah tanya, apakah sudah BEPOM,
08:20dan minta untuk dibuka di depan pasiennya.
08:23Karena kalau klinik tersebut aman,
08:25sudah BEPOM, dan benar-benar memang sudah terpercaya,
08:28biasanya klinik tersebut tidak takut.
08:30Dokternya pun tidak takut untuk menjelaskan.
08:33Apa sih yang terkandung,
08:35apa sih yang akan disuntikan,
08:36apa sih yang akan ditreatmenkan kepada pasien gitu.
08:40Kalau misalkan klinik abal-abal,
08:42biasanya dokternya tidak mau,
08:45bukan dokter ya, mungkin oknumnya tidak mau.
08:47Untuk, ini apa sih dok,
08:49apa sih yang disuntikan kepada saya.
08:51Biasanya beliau tidak mau menjelaskan,
08:53tidak mau menunjukkan,
08:54apa sih yang ada,
08:56apa sih yang akan saya lakukan,
08:57apa sih yang akan saya suntikan ke wajah Anda.
09:00Begitu.
09:01Baik, dokter Vivian Resiana,
09:03terima kasih sudah berbagi pandangan di Kompas Siang.
09:06Selamat beraktifitas kembali, Bu Dokter.
09:08Ya, terima kasih.
09:09Selamat siang.
Komentar