Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kasus dokter gadungan kembali mencoreng dunia kecantikan tanah air. Seorang eks finalis Puteri Indonesia ditangkap polisi karena diduga membuka praktik ilegal tanpa izin resmi.

Akibat tindakan tersebut, seorang pasien dilaporkan mengalami infeksi hingga cacat permanen.

Lalu, seberapa berbahaya perawatan kecantikan jika dilakukan oleh pihak yang tidak berkompeten? Hal ini akan dibahas bersama dokter kecantikan Vivian Resiana.

#puteriindonesia #eksfinalis #kecantikan #malpraktik

Baca Juga Peringatan Hari Buruh, Prabowo: Selesaikan RUU Ketenagakerjaan | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/666441/peringatan-hari-buruh-prabowo-selesaikan-ruu-ketenagakerjaan-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/666445/full-waspada-perawatan-oleh-tenaga-tak-berkompeten-dokter-kecantikan-sebut-resikonya
Transkrip
00:00Kasus dokter gadungan kembali mencoreng dunia kecantikan tanah air.
00:04Seorang ex-finalis putri Indonesia ditangkap polisi karena diduga membuka praktik ilegal tanpa izin resmi.
00:11Akibatnya seorang pasien mengalami infeksi hingga cacat permanen.
00:15Lalu seberapa berbahaya perawatan kecantikan jika dilakukan oleh pihak yang tak berkompeten.
00:22Kita akan membahasnya bersama dokter kecantikan Vivian Resiana.
00:26Selamat siang Bu Vivian, Bu dokter terima kasih untuk waktu Anda di Kompas siang hari ini.
00:32Selamat siang.
00:34Bu dokter ini kan Jenny diduga menggunakan sertifikat pelatihan medis sebagai modal untuk dia membuka praktik dan hasilnya seperti ini.
00:46Berarti memang sertifikat saja jelas tidak cukup ya Bu ya?
00:49Iya dong jelas dong karena kan sebenarnya dalam berpraktik kita harus ada surat tanda registrasi dan surat izin praktik juga
01:00gitu.
01:01Jadi tidak hanya sertifikat, sertifikat itu hanya membantu saja gitu bahwa memang tersertifikasi.
01:08Baik, Ibu lalu bagaimana kalau misalnya katakanlah calon pasien bisa menilai,
01:14karena Jenny ini memajang sertifikat-sertifikat yang dia miliki di situ sehingga membuat pasien terpercaya.
01:20Tapi hasilnya seperti ini, lalu bagaimana agar calon konsumen bisa menyeleksi dengan baik
01:26mana yang benar-benar dokter kecantikan yang memiliki kapasitas medis dan mana yang gadungan?
01:33Nah, zaman sekarang informasi itu kan sudah gampang sekali ya didapat ya di media online.
01:40Jadi, hal pertama yang harus pasien itu tahu bahwa dokternya benar-benar dokter yang tersertifikasi
01:47itu bisa dicek di website Konsil Kedokteran Indonesia.
01:51Di situ kalau memang dokter benar-benar dokter, itu akan ada semua datanya di situ.
01:56Satu Indonesia, itu semua dokter ada di situ, yang pertama.
02:00Yang kedua, para pasien ini juga bisa mengecek status dari klinik yang akan didatangi,
02:08di mana di situs kemenkes, di situ juga ada semua rumah sakit dan semua klinik itu ada di situ datanya.
02:14Itu dua hal utama yang calon pasien itu harus tahu.
02:18Jangan hanya percaya dengan sertifikat-sertifikat aja.
02:22Karena yang namanya sertifikat yang dipajang itu bisa saja diambil dari online, di print, dipajang.
02:29Jadi, jangan langsung percaya.
02:32Gitu.
02:33Dicek dulu benar-benar dokter atau bukan.
02:36Baik, bu dokter.
02:37Tapi bagaimana memeriksa yang lebih, katakanlah lebih sederhana untuk melihat ini dokter atau bukan?
02:42Karena kalau tadi memeriksa mungkin pasien lebih percaya dari mulut ke mulut, ini ada dokter.
02:47Ternyata hasilnya berbahaya begitu, Bu.
02:52Sebenarnya hal yang lebih simple, buka aja, Google, cari namanya.
02:58Di situ sudah pasti, kalau memang dokter itu paling atas itu pasti ada namanya dokter siapa, dokter siapa.
03:03Kayak misalkan nama saya, dicari aja di Google, itu pasti paling atas ada langsung dokter Vivian Resiana.
03:08Nah, gitu. Itu paling gampang.
03:11Terus kalau misalkan yang agak susah sedikit tadi lewat website,
03:16lalu kalau mau yang agak lebih ribet lagi, sebenarnya dalam satu area itu kan ada namanya ID ya,
03:22Ikatan Dokter Indonesia.
03:23Itu nanti bisa dicek juga di ID.
03:26Apakah ada atau tidak di wilayah tersebut, dokter tersebut berpraktik gitu dengan SIP.
03:32Dan SIP ini biasanya harus dipajang di klinik-klinik atau tempat praktek.
03:37Ada nomernya, ada namanya, ada tempat dan tanggal lahir, itu semua datanya ada.
03:44Bahkan fotonya pun ada di SIP-nya itu.
03:47Dan harus ada di klinik atau tempat praktek dokternya.
03:51Itu.
03:52Baik, Bu Dokter.
03:53Kalau dari sisi medis ini seberapa berbahaya sih, Bu,
03:56tindakan perawatan kecantikan jika dilakukan oleh orang yang nggak punya kompetensi dan izin resmi?
04:02Sangat berbahaya, apalagi di area wajah.
04:06Area wajah kita ini isinya itu syaraf dan pembuluh darah kebanyakan.
04:11Ketika kita menyuntikan, misalkan filler ya, kebanyakan kan filler nih.
04:16Filler disuntikan di titik yang salah, dia bisa mengenai pembuluh darah dan mengenai syaraf.
04:22Ketika dia mengenai pembuluh darah dan syaraf, bisa saja syarafnya menjadi mati.
04:26Lalu, terjadilah nekrosis.
04:28Pembuluh darah pun sama.
04:30Ketika salah disuntikan, harusnya filler itu tidak masuk ke pembuluh darah.
04:34Tapi ketika masuk ke pembuluh darah, jadinya nekrosis itu apa?
04:38Nekrosis itu mati jaringan.
04:40Ketika jaringannya sudah mati, otomatis kita tidak bisa memperbaiki lagi.
04:44Nah, makanya, saya bilang klinik abal-abal, dokter abal-abal itu sangat berbahaya.
04:51Karena efeknya, itu paling ringan itu infeksi.
04:55Infeksi oke lah, masih bisa disembuhkan.
04:58Tapi kalau sudah sampai mati jaringan atau nekrosis, itu benar-benar bisa wajahnya, area wajahnya itu bisa mati.
05:05Ketika area wajahnya mati, otomatis kesehatan mentalnya sudah tidak sama lagi.
05:11Apalagi perempuan kan datang ke klinik kecantikan maunya jadi cantik.
05:14Tapi justru yang terjadi malah jadi cacat.
05:16Jadi, itulah lebih baik cari klinik yang sudah berpengalaman, yang sudah pasti.
05:24Cari klinik yang sudah pasti-pasti aja.
05:26Berikut dokternya juga harus sudah terdaftar benar-benar di Konsil Kedokteran Indonesia.
05:32Dan tersertifikasinya juga dengan benar ya.
05:36Baik, Bu Dokter kalau infeksi pada wajah seperti yang Anda sebutkan itu pas siap perawatan,
05:41ini disebabkan oleh apa dan bagaimana setelah ini untuk penanganan yang tepat?
05:47Karena korban kan akhirnya melapor ke polisi, tapi kita nggak tahu masa depannya nanti akan seperti apa.
05:54Nah ini penanganan yang tepat untuk korban ini seperti apa?
05:58Nah, infeksi, resiko infeksi pada penyuntikan itu pasti ada.
06:03Karena penyuntikan itu kan kita membuat luka.
06:06Luka itu gampang rentang sekali terkena bakteri.
06:09Ketika luka terkena bakteri, pasti terjadi infeksi.
06:12Nah, itu kalau misalkan hanya infeksi ringan, infeksi kecil,
06:16kita bisa oleskan misalkan antibiotik atau minum antibiotik, nanti akan sembuh.
06:20Tapi, kalau misalkan infeksi tersebut, ternyata dibarengi juga infeksi yang di dalam,
06:27yang seperti tadi saya bilang, itu bisa terjadi yang namanya sepsis.
06:32Sepsis ini infeksi sudah lumayan besar, jadi lumayan berbahaya.
06:38Jadi, kalau misalkan sudah terjadi sepsis, sudah terjadi nekrosis seperti tadi,
06:45harus dibawa ke rumah sakit, dibawa ke yang lebih profesional lagi,
06:50ke dokter spesialis bedah misalkan, supaya dibetulkan gitu.
06:54Baik, Bu dokter, banyak dokter-dokter gadungan di luar sana yang membuka praktik
06:59dan akhirnya meresiko, membuat resiko pada konsumen begitu.
07:06Nah, ini pengawasannya harusnya seperti apa, Bu?
07:09Karena banyak klinik-klinik yang kita nggak tahu sebenarnya lalu bagaimana
07:11untuk mengawasi ini, apa yang harus dilakukan?
07:15Nah, itu dia. Jadi, sebagai pasien, sebagai konsumen,
07:19kita juga harus pintar ya dengan semua akses yang sudah diberikan.
07:24Satu, ketika pasien, ketika kalian mau treatment atau mau perawatan
07:30di klinik kecantikan, pastikan bahan-bahannya itu sudah BEPOM,
07:35sudah berizin ya.
07:36Hak pasien kok untuk tahu, saya hari ini mau melakukan apa,
07:41treatment apa, perawatan apa,
07:43apakah yang, apa bahan yang disuntikan kepada wajah saya, kepada tubuh saya.
07:48Hak pasien juga untuk mengetahui,
07:50boleh nggak saya melihat box-nya?
07:53Boleh nggak saya melihat apa sih yang disuntikan?
07:55Boleh nggak saya, di depan saya membuka,
07:58melihat, membuka segelnya,
08:00melihat apa barang itu diambil dari
08:03wadahnya, ke sepet, ke segala, ke, ya itulah, ke sepet, dan segala macemnya.
08:10Itu hak pasien gitu, untuk mengetahui itu semua.
08:13Paling gampang, untuk mengetahui klinik itu abal-abal atau tidak,
08:18adalah tanya, apakah sudah BEPOM,
08:20dan minta untuk dibuka di depan pasiennya.
08:23Karena kalau klinik tersebut aman,
08:25sudah BEPOM, dan benar-benar memang sudah terpercaya,
08:28biasanya klinik tersebut tidak takut.
08:30Dokternya pun tidak takut untuk menjelaskan.
08:33Apa sih yang terkandung,
08:35apa sih yang akan disuntikan,
08:36apa sih yang akan ditreatmenkan kepada pasien gitu.
08:40Kalau misalkan klinik abal-abal,
08:42biasanya dokternya tidak mau,
08:45bukan dokter ya, mungkin oknumnya tidak mau.
08:47Untuk, ini apa sih dok,
08:49apa sih yang disuntikan kepada saya.
08:51Biasanya beliau tidak mau menjelaskan,
08:53tidak mau menunjukkan,
08:54apa sih yang ada,
08:56apa sih yang akan saya lakukan,
08:57apa sih yang akan saya suntikan ke wajah Anda.
09:00Begitu.
09:01Baik, dokter Vivian Resiana,
09:03terima kasih sudah berbagi pandangan di Kompas Siang.
09:06Selamat beraktifitas kembali, Bu Dokter.
09:08Ya, terima kasih.
09:09Selamat siang.
Komentar

Dianjurkan