Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Israel seakan tak ada hentinya melumpuhkan dan menghancurkan lokasi serta aset militer milik Hizbullah di Lebanon Selatan.

Yang terbaru, dua terowongan besar milik Hizbullah dihancurkan Israel. Apakah agresi besar-besaran Israel ini pertanda Hizbullah sudah tak berdaya? Sudah ada dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Agung Nurwijoyo.



#hizbullah #israel #serangan

Baca Juga Kecelakaan Truk Tabrak Separator di Turunan Slipi Petamburan | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/666290/kecelakaan-truk-tabrak-separator-di-turunan-slipi-petamburan-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/666296/israel-tak-henti-bombardir-hizbullah-dosen-hi-bahas-soal-potensi-kekuatan-hizbullah-balas-serangan
Transkrip
00:00Satu terowongan berisi sekitar 10 kamar tidur.
00:09Israel seakan tidak ada hentinya melumpuhkan dan menghancurkan lokasi
00:12serta aset militer milik Hisbullah di Lebanon Selatan.
00:15Yang terbaru, dua terowongan besar milik Hisbullah dihancurkan Israel.
00:19Apakah agresi besar-besaran Israel ini pertanda?
00:23Hisbullah sudah tidak berdaya.
00:25Sudah bergabung dengan kami, dosen hubungan internasional,
00:27Universitas Indonesia, Mas Agung Nur Wijoyo.
00:31Selamat sore, Mas Agung. Semoga sehat selalu.
00:34Selamat sore, Mas Juno. Semoga sehat selalu juga.
00:37Mas Agung, kita mengerti bahwa proses gejatan-gejatan sebenarnya sudah disepakati
00:41untuk diurup panjang selama 3 pekan atau 3 minggu oleh Israel, Lebanon, maupun Hisbullah.
00:46Namun, kedua belah pihak diklaim saling menyerang.
00:49Terutama Israel mengatakan bahwa Hisbullah menyerang wilayah selatan ataupun utara dari Israel
00:54dan juga saat ini gempuran di 20 titik, terutama titik strategis milik Hisbullah, itu terus dilakukan.
01:00Lalu apakah ini artinya bahwa Hisbullah telah lumpuh?
01:04Ya, dalam hal ini sebenarnya yang perlu dilihat adalah bahwa memang kita tidak bisa mungkir ini perang sifatnya asimetris ya,
01:10Mas.
01:11Bahwa ini perang yang kemudian, apa yang kemudian dilakukan Israel, ini berada dalam dua kondisi penting.
01:17Yang pertama adalah bahwa ini masih dilakukan di masa-masa gejatan senjata.
01:22Dan masa gejatan senjata ini yang harusnya sebenarnya adalah posisi, kondisi yang harusnya dihormati oleh kedua belah pihak,
01:28baik Israel maupun Hisbullah seperti itu.
01:32Nah, yang kedua tentu kemudian, apa namanya, serangan yang kemudian terjadi ini, ini kalau melihat kepada data dari PBB ya,
01:41yang kemudian mencatat bahwa sudah lebih dari seribu orang tewas sebenarnya sejak awal Maret 2026 ya,
01:48bahkan lebih dari 1 juta orang kemudian harus pergi mengungsi.
01:52Nah, dengan kondisi sekarang memang kita tidak bisa memungkiri bahwa dengan serangan yang kemudian dilakukan,
01:57mungkin kekuatan Hisbullah sudah jauh berkurang, tapi Hisbullah tetap masih ada seperti itu.
02:03Nah, ini memang realitas yang kemudian kita melihat dalam beberapa waktu terakhir ini.
02:08Ya, untuk saat ini sebenarnya poin kesepakatannya apakah juga cukup rapuh?
02:12Karena pada intinya Hisbullah juga meminta bahwa militer Israel yakni IDF itu mundur,
02:18terutama di wilayah Lebanon Selatan.
02:20Hingga titik saat ini hanya disepakati 10 km dan ini menjadi titik yang kemudian rapuh untuk disepakati.
02:27Apakah ini juga menjadi persoalan di mana Israel merasa tidak aman dengan adanya serangan dan juga milisi dari Hisbullah?
02:33Dan juga sebaliknya Hisbullah saat ini diklaim menyerang wilayah Israel?
02:39Problem besarnya sebenarnya adalah dari posisi Israel yang sebenarnya saya lihat tidak benar-benar menjadi pihak yang mematuhi apa yang
02:47sudah disepakati.
02:48Apa yang kemudian dilakukan, tindakan masif yang kemudian dilanjutkan.
02:54Bahkan kalau kita lihat tadi dalam pemberitaannya sudah ada gitu ya.
02:59Apa yang kemudian dilakukan Israel ini kan justru memang mengancam keamanan.
03:03Seolah-olah kita akan melihat Israel ini sebagai aktor yang tidak bisa tinggal diam ketika pihak lain sudah menjepakati perdamaian.
03:12Dan itu ya ketika kita hari ini masih tarik urusan masalah Iran dengan Amerika Serikat.
03:18Tapi yang namanya Israel ini sebagai pihak yang terus membuat kawasan Timur Tengah ini menjadi kawasan yang tidak aman.
03:26Bahkan memunculkan banyak gejolat yang memberikan ancaman yang begitu besar untuk kawasan.
03:31Seperti itu. Itu yang kemudian memang menjadi satu hal penting.
03:35Apalagi kita melihat keberadaan Israel ini.
03:39Israel senantiasa melihat Hezbollah itu sebagai aktor yang sebagai ancaman ya.
03:44Makanya kemudian polanya yang menarik adalah ketika serangan dilakukan terhadap Hezbollah ini.
03:50Pola serangannya, pola operasinya ini mirip seperti yang dilakukan Israel terhadap Gaza.
03:55Bahkan ini menjadi satu bentuk kekhawatiran sebenarnya ya apakah kemudian Libanon akan dijadikan Gaza kedua ya dalam konteks Libanon Selatan.
04:03Ya ini tentu menjadi khawatiran bersama dan kita juga melihat bahwa pada dasarnya Netanyahu juga sempat mengungkapkan
04:09dalam dua hari terakhir ini Netanyahu akan menaikkan eskalasi militernya terutama ke wilayah Libanon.
04:14Bahkan Presiden Yosef Aoun, Presiden Libanon juga menyatakan mengecam tindakan dari Israel.
04:19Apakah ini juga artinya Israel itu tidak hanya membidik Hezbollah namun juga wilayah Libanon Selatan?
04:25Ya kalau kemudian kita lihat dari pola serangannya ya mas ya, dia cukup konsisten mengkopi pasta apa yang terjadi di
04:32Gaza.
04:32Yang pertama kemudian kita lihat misalkan poin target militer ya di area-area sipil.
04:37Kayak apa namanya senantiasa dilakukan oleh Israel itu memberikan klaim bahwa kita memang menargetkan Hezbollah
04:43tapi sebenarnya adalah dilakukan Hezbollah ini militan yang bersembunyi di area-area sipil gitu ya.
04:49Jadi yang kedua pun yang kemudian kita lakukan yang kita lihat secara kasat mata sekarang jelas-jelas adalah
04:54bagaimana kemudian serangan ini intensinya adalah memperluas wilayah buffer zone-nya Israel gitu.
05:01Nah dan ini memang kan menjadi kekhawatiran bahwa dan seharusnya itu wilayah berdaulat.
05:07Itu wilayah yang tidak boleh kemudian diakuisisi oleh pihak lain gitu ya.
05:11Semua punya wilayahnya masing-masing dan ini jelas kemudian ada pelanggaran yang begitu besar
05:16yang dilakukan oleh Israel terhadap negara yang lain ya.
05:20Bahkan kan kecaman saja sebenarnya tidak cukup.
05:23Bahkan harus ada semacam bentuk hukuman yang kemudian diberikan dunia internasional terhadap Israel.
05:29Karena memang ini memberikan satu bentuk ancaman yang begitu besar.
05:33Berarti kan potensinya adalah yang Israel bisa lakukan terhadap Libanon.
05:37Dia mungkin juga kemudian bisa lakukan terhadap negara-negara yang berbatasan darat dengan Israel secara langsung.
05:44Seperti itu. Itu menjadi kekhawatiran.
05:46Oke. Untuk saat ini sebenarnya ada potensi seperti apa pihak luar atau pihak eksternal yang kemudian mendorong
05:53bahwa sisi yang menjaga kedaulatan dan juga sisi bagi milisi juga untuk tidak saling serang
05:58terutama di masa perundingan ataupun gejatan-gejatan yang tengah dilakukan.
06:03Yang pertama tentu peran pengingatan keras dari institusi seperti hanya PBB itu tetap dibutuhkan ya mas ya.
06:12Sebagai bentuk pengingatan, sebagai bentuk reminder bahwa dunia internasional ini punya aturan main yang jelas.
06:19Itu yang menjadi satu hal penting untuk kemudian diperhatikan pertama seperti itu.
06:24Dan tentu catatan itu akan memperpanjang catatan dosa-dosa Israel yang sudah dilakukan selama ini.
06:30Yang kedua tentu yang menjadi satu catatan penting adalah bahwa misalkan dalam hal ini mendorong Amerika Serikat misalkan
06:38karena bagaimanapun juga dalam konteks gejatan senjata yang kemarin disepakati Amerika Serikat juga punya peranan
06:44dan dalam konteks terciptanya kesepakatan gejatan senjata tersebut.
06:49Artinya sebenarnya adalah bahwa kita melihat fenomena sekarang,
06:54ya Israel sebagai pihak yang banyak sebenarnya dominan untuk melakukan kesalahan yang terjadi pada saat sekarang.
07:01Seperti itu. Itu yang memang harus benar-benar diperhatikan.
07:05Untuk saat ini sebenarnya karakter milisi Hisbullah itu seperti apa ya Mas Agung?
07:09Karena kita mengatakan bahwa sejumlah titik telah diserang
07:12dan kemudian apakah juga upaya mereka ini juga tentu tidak tinggal diam?
07:16Lalu seperti apa upaya maupun aset yang dimiliki oleh Hisbullah?
07:20Saya rasa kemudian untuk mereka melakukan perang yang sifatnya lebih defensif itu cukup.
07:28Walaupun kita boleh bilang, saya boleh jujur bahwa ada penurunan memang yang cukup signifikan ya.
07:33Apalagi kemudian proksinya Hisbullah yaitu adalah Iran juga cukup sedang menghadapi front serangan di titik yang lain seperti itu.
07:43Karena perang dengan menghadapi Israel dan Amerika Serikat tentu bukan perkara yang mudah dan bukan perkara yang murah seperti itu.
07:51Nah dalam hal ini tentu kalau kemudian dalam konteksnya kekuatan Lebanon,
07:56kalau kita bandingkan dengan kekuatan Hisbullah dalam beberapa waktu belakang memang ada penurunan.
08:01Sehingga memang kan aksi retaliasi yang diberikan oleh kelompok Hisbullah itu tidak semasif yang kemudian dia bisa lakukan dalam beberapa
08:08waktu belakang seperti itu.
08:11Makanya kemudian, tapi dalam hal ini bukan berarti Hisbullah sudah hilang ya sebenarnya.
08:16Dia tetap menjadi satu entitas yang tetap hidup gitu ya, tetap ada, tetap memberikan, bisa memberikan perlawanan yang sifatnya lebih
08:24terbatas.
08:25Sebenarnya itu yang kemudian realitas yang ada.
08:29Nah kemudian kan memang kan kita lihat kalau kemudian target-target serangan Israel yang kemudian dilakukan juga terhadap objek-objek
08:36militer milik Hisbullah itu sendiri.
08:38Oke, terakhir Pak Mas Agung, untuk saat ini kita mengatakan bahwa di Kongres Amerika Serikat juga ini berkaca terhadap perjanjian
08:46genjata-genjata antara Amerika Serikat dengan Iran
08:49bahwa memasuki 60 hari Kongres AS akan memutuskan apakah perang akan berlanjut.
08:54Nah ini seperti apa? Petanya terutama di kawasan Timur Tengah dan juga potensi apakah Amerika Serikat akan tetap melanjutkan peperangan
09:03terutama terhadap?
09:04Ya, dalam hal ini memang kan ada ini ya, war resolution dalam konteks Amerika Serikat ya.
09:10Sekarang sudah 60 hari plus 1 sebenarnya.
09:13Dan memang deadline-nya, kalau saya kemarin ada pernyataan juga sebenarnya deadline-nya ada di tanggal 1 Mei besok.
09:19Seperti itu.
09:19Nah, dalam hal ini saya lebih melihat sebenarnya potensi perang besarnya, kemungkinan paling besarnya adalah no war, no peace.
09:26Jadi, apa namanya, karena saya coba melihat bahwa ada keinginan Amerika Serikat sebenarnya untuk tidak melakukan perang secara total, tidak
09:36full scale of war.
09:38Dalam konteks memberikan semacam ya tetap aksi ekskalasi secara terbatas, tentu itu akan senantiasa dilakukan oleh Amerika Serikat sebenarnya dalam
09:46konteks terhadap Iran.
09:48Tapi, karena memang kita tidak bisa mengkirim sebenarnya dampak dari perang yang berlangsung 60 hari ini, sehingga 28 Februari,
09:56khusus dalam konteksnya Amerika Serikat dengan Iran, dua-duanya sebenarnya juga punya terkena dampaknya juga.
10:02Amerika Serikat secara politik, secara politik domestik, secara ekonomi, secara legitimasi internasional, itu terkena dampaknya.
10:11Iran pun di sisi yang lain sebenarnya juga terkena dampaknya juga dari perang.
10:16Cuma memang dalam perang ini, mereka juga ada variabel lain.
10:21Variabel ketiga adalah Israel. Israel ini kan kecil dulu sebagai aktor yang boleh kita bilang uncontrolled variable.
10:26Dia tidak bisa serta-merta kemudian dikontrol oleh Amerika Serikat saja.
10:30Dia senantiasa membuat front baru.
10:33Orang-orang kemudian kita lebih fokus terhadap Iran dengan Amerika Serikat,
10:37tapi yang namanya Israel ini punya front baru yang namanya adalah di Libanon.
10:42Dalam hal ini artinya kan memang Amerika Serikat hadir di kawasan untuk mengamankan Israel,
10:49tapi Israel ini juga berusaha untuk mengamankan dirinya sendiri.
10:52Termasuk juga dalam hal ini tentu kita tidak bisa mengungkiri hajatan-hajatan politik
10:58yang kemudian akan dilakukan oleh Netanyahu di bulan Oktober,
11:02dan Trump juga akan melakukan pemimpin selama di bulan November.
11:04Betul, artinya sebenarnya saya ingin melihat bahwa peluang-peluang perang ini,
11:10aktor-aktor besar ini menggunakan khususnya Israel ya.
11:12Dia menggunakan venue perang ini sebagai satu bentuk legitimasi bahwa dia sebagai pihak yang melindungi domestiknya Israel.
11:22Jadi ada orientasi politik sebenarnya yang kemudian ingin tetap dilakukan oleh Israel dalam hal ini seperti itu.
11:29Ini tentu saling berkesenambungan dan juga cukup kompleks.
11:32Kita juga mengharapkan pihak terutama PBB juga dapat mengambil sikap yang tegas
11:37untuk menghentikan peperangan terutama di kawasan Timur Tengah
11:40agar dampak geopolitik dan juga ekonomi tidak semakin meluas dan berdampak secara global termasuk Indonesia.
11:47Terima kasih sekali lagi Mas Agung Nurwijoyo, dosen hubungan internasional,
11:51visi UI telah berbagi bersama kami di Kompas Petang.
11:55Sehat-sehat selalu Mas.
11:56Ya, terima kasih.
Komentar

Dianjurkan