Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BEKASI, KOMPAS.TV Salah satu karyawati KompasTV, Nur Ainia Eka Rahmadhyna (Ain) menjadi korban kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.

Nur Ainia dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa ini.

Jumlah korban meninggal dunia kecelakaan KRL Commuter Line dengan kereta Argo Bromo Anggrek sebanyak 15 orang. Sementara korban luka-luka mencapai 88 orang.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Perjalanan KA Surabaya - Jakarta Dibatalkan Hingga Calon Penumpang KA Kembalikan Tiket | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/665839/perjalanan-ka-surabaya-jakarta-dibatalkan-hingga-calon-penumpang-ka-kembalikan-tiket-sapa-malam

#kecelakaan #tabrakankereta #krl #kaargobromoanggrek #bekasi #kompastv



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/665841/kenang-sosok-nur-ainia-semasa-bekerja-karyawan-kompastv-meninggal-korban-kecelakaan-kereta
Transkrip
00:00Salah satu rumah duka dari karyawan Kompas TV ya, Nur Ainia Eka Rahmadina atau yang kerap disapa Ain, salah satu
00:11karyawan Kompas TV.
00:12Dan ini adalah situasi di rumah duka, saudara.
00:39Isolah yang dilihat adalah situasi di rumah duka dari karyawan Kompas TV yang menjadi korban setelahkan kereta api.
00:48Dan bisa dilihat Direktur Utama Kompas TV, Rosyana Silalahi, mencoba untuk kemudian menenangkan dan juga menyampaikan duka cita atas musibah
00:59yang menimpa keluarga dari Nur Ainia Eka Rahmadina.
01:11Tentu ini adalah sebuah ukuran bagi keluarga besar Kompas TV yang merasa kehilangan.
01:40Bumi saudara, Nur Ainia juga merupakan karyawan Kompas TV yang kerap kali membantu proses produksi termasuk juga penyiaran berita secara
01:57langsung pada program Berita Kompas Petang.
02:00Terakhir kami mendapatkan informasi bahwa pada hari kemarin.
02:12Ain juga turut membantu.
02:23Sayangnya program Berita Kompas Petang, saudara.
02:37Ini visual yang masih kami tunjukkan ke hadapan Anda, saudara.
02:41Awalnya rekan kami, Nur Ainia Eka Rahmadina, pada malam kemarin saat insiden terjadi di Stasiun Bekasi Timur, sempat tidak bisa
02:54dihubungi.
02:55Terutama dari pihak keluarga, mengingat tak biasanya ia belum memberikan kabar beberapa menit bahkan disebutkan oleh saudaranya.
03:03Pagi tadi kepada kami, lewat breaking news, biasanya 20 menit jelang ia tiba di Stasiun Tujuan untuk menuju ke rumah.
03:09Biasanya ia kembali menyampaikan kepada keluarga, ia akan sampai, ia akan tiba.
03:13Namun jarang terjadi saat itu, tidak ada kontak, tidak ada informasi apapun disampaikan.
03:19Mendiang Ain kepada keluarga, sampai akhirnya upaya pencarian dilakukan.
03:25Anda yang mengikuti media sosial kami, sempat melihat beberapa unggahan kami, bahkan tadi pagi pun,
03:32sempat kami sampaikan permohonan bantuan terutama untuk anda yang mungkin berada di sekitar Stasiun Bekasi Timur saat itu untuk mencari
03:43keberadaannya.
03:44Namun, kabar inilah yang kami dapatkan saat ini dan Direktur Utama Kompas TV, Rasyana Silalahi, menyampaikan hal itu kepada pihak
03:50keluarga Ain hari ini di kediaman.
04:03Kalau secara personal sebetulnya, mungkin Dipo punya pengalaman sendiri, tapi saya pribadi sebetulnya punya pengalaman yang tidak ada yang aneh
04:14-aneh, sebetulnya kalau pakai bahasa saya ya Dipo ya.
04:16Apalagi hari-hari bertemu dengan Ain, dalam berbagai kesempatan mungkin saya bercanda dengan teman-teman yang lain,
04:22entah itu di momen jeda iklan bahkan, di luar kondisi kita bersiap-siap untuk bersiaran,
04:27canda tawa itu selalu ada saja terjadi dan dia selalu menanggapi itu dengan senyum, dengan tawa,
04:32dan itu yang saya pribadi kenal tentang Ain dan rasanya ini akan jadi kesedihan mendalam, duka mendalam jelas bagi keluarga
04:42besar kami,
04:43Keluarga Besar Kompas TV, Ain yang mendukung seluruh siaran kami ini bisa mengudara sampai di depan Anda apapun itu bentuknya.
04:51Walaupun kabarnya sampai dengan saat ini kita harus terima bahwa Ain berpulang ke hariban sang pencipta di tengah insiden kecelakaan
04:59di stasiun Bekasi Timor, itu Dipo.
05:03Dan
05:08Apa yang tadi Anda sebutkan tadi, mohon maaf ya karena
05:12Dipahami, dipahami.
05:23Sulit memang untuk kemudian
05:27mendefinisikan apa yang kemudian terjadi saat ini, karena kalau kita lihat Tifal di
05:31media sosial juga
05:34ada foto CCTV.
05:41Dan sejujurnya itu adalah pakaian yang sering dipakai, sering dikenakan, dan saya kenal betul.
05:46Dan CCTV itu menunjukkan lokasi kita siaran.
05:49Iya, iya.
05:51Dan saya kenal betul kalau dengan cara berpakaian yang mendiang Ain,
05:56kalau datang ke kantor, datang ke studio, bersiap-siap untuk bekerja, memulai pekerjaannya di hari itu,
06:03dan saat CCTV itu menunjukkan identitas terakhir sebelum akhirnya hilang kontak terakhir kali kemarin itu,
06:10hanya doa yang saya coba hantarkan, semoga ada kabar baik, semoga ada kabar baik, semoga ada kabar baik.
06:15Walaupun pada akhirnya, ya.
06:19Takdir berkata lain, ya Dipo.
06:20Betul.
06:21Dan, ya, sama seperti yang tadi saya sebutkan, ya.
06:27Dan yang sulit untuk diterima adalah studio ini.
06:36Studio yang jadi tempat bekerja, ya.
06:42Tempat bekerja dari Ain dan kita semua, juru kamera juga.
06:49Mungkin satu sama lain tidak saling mengenal terlalu dalam.
06:54Tetapi ketika ada...
07:01Ketika ada satu rekan kita yang...
07:07hilang dan tewas atau meninggal dunia,
07:10tentu tidak ada kata-kata yang bisa mewakili kesedihan, ya.
07:13Dari kita semua sebagai Karyawan Kompas TV.
07:22Kalau Anda lihat visual di sebelah kanan layar Anda, Saudara,
07:26itu adalah kebiasaan dari Ain dan teman-teman studio, terutama yang perempuan.
07:30Kami punya ruang khusus, begitu ya, buat teman-teman studio.
07:35Biasanya untuk yang perempuan dan laki-laki dipisahkan ruangannya,
07:38dan itu ruang istirahat buat teman-teman perempuan di sana.
07:40Karena itu yang kebiasaannya selalu dilakukan Ain dan teman-teman.
07:45Bercangkrama satu sama lain, saling berbagi tawa dengan intensitas pekerjaan yang...
07:49Tentu tuntutannya jelas besar di industri ini,
07:52tapi dia tetap menjalankan itu dengan penuh sukacita, berbahagia, apapun.
07:57Itu sedikit banyak, ya tawa itu harus dibagikan.
07:59Walaupun tuntutan kerja itu ya jelas nyata di hadapan mata,
08:03memberitakan tanpa ada celah kesalahan sedikitpun.
08:06Dan itu yang coba ditunjukkan oleh Ain untuk bisa bekerja profesional dan tetap ramah pada siapapun.
08:12Itu yang rasanya akan jadi kenangan paling manis buat kita semua,
08:16terutama teman-teman yang berada di lingkungan Studio Kompas TV di Palmerah ini.
08:26Baik, kita akan melanjutkan program berita Kompas Petang,
08:30Saudara, terkait dengan proses ataupun peristiwa kecelakaan yang terjadi pada kemarin malam.
08:39Saya jadah kami akan membahas yang lebih dalam bersama dengan Mas Fahmi,
08:42tetaplah bersama di Kompas Petang.
08:49Innalillahi wa inna illaihi roji'un.
Komentar

Dianjurkan