00:00Salah satu rumah duka dari karyawan Kompas TV ya, Nur Ainia Eka Rahmadina atau yang kerap disapa Ain, salah satu
00:11karyawan Kompas TV.
00:12Dan ini adalah situasi di rumah duka, saudara.
00:39Isolah yang dilihat adalah situasi di rumah duka dari karyawan Kompas TV yang menjadi korban setelahkan kereta api.
00:48Dan bisa dilihat Direktur Utama Kompas TV, Rosyana Silalahi, mencoba untuk kemudian menenangkan dan juga menyampaikan duka cita atas musibah
00:59yang menimpa keluarga dari Nur Ainia Eka Rahmadina.
01:11Tentu ini adalah sebuah ukuran bagi keluarga besar Kompas TV yang merasa kehilangan.
01:40Bumi saudara, Nur Ainia juga merupakan karyawan Kompas TV yang kerap kali membantu proses produksi termasuk juga penyiaran berita secara
01:57langsung pada program Berita Kompas Petang.
02:00Terakhir kami mendapatkan informasi bahwa pada hari kemarin.
02:12Ain juga turut membantu.
02:23Sayangnya program Berita Kompas Petang, saudara.
02:37Ini visual yang masih kami tunjukkan ke hadapan Anda, saudara.
02:41Awalnya rekan kami, Nur Ainia Eka Rahmadina, pada malam kemarin saat insiden terjadi di Stasiun Bekasi Timur, sempat tidak bisa
02:54dihubungi.
02:55Terutama dari pihak keluarga, mengingat tak biasanya ia belum memberikan kabar beberapa menit bahkan disebutkan oleh saudaranya.
03:03Pagi tadi kepada kami, lewat breaking news, biasanya 20 menit jelang ia tiba di Stasiun Tujuan untuk menuju ke rumah.
03:09Biasanya ia kembali menyampaikan kepada keluarga, ia akan sampai, ia akan tiba.
03:13Namun jarang terjadi saat itu, tidak ada kontak, tidak ada informasi apapun disampaikan.
03:19Mendiang Ain kepada keluarga, sampai akhirnya upaya pencarian dilakukan.
03:25Anda yang mengikuti media sosial kami, sempat melihat beberapa unggahan kami, bahkan tadi pagi pun,
03:32sempat kami sampaikan permohonan bantuan terutama untuk anda yang mungkin berada di sekitar Stasiun Bekasi Timur saat itu untuk mencari
03:43keberadaannya.
03:44Namun, kabar inilah yang kami dapatkan saat ini dan Direktur Utama Kompas TV, Rasyana Silalahi, menyampaikan hal itu kepada pihak
03:50keluarga Ain hari ini di kediaman.
04:03Kalau secara personal sebetulnya, mungkin Dipo punya pengalaman sendiri, tapi saya pribadi sebetulnya punya pengalaman yang tidak ada yang aneh
04:14-aneh, sebetulnya kalau pakai bahasa saya ya Dipo ya.
04:16Apalagi hari-hari bertemu dengan Ain, dalam berbagai kesempatan mungkin saya bercanda dengan teman-teman yang lain,
04:22entah itu di momen jeda iklan bahkan, di luar kondisi kita bersiap-siap untuk bersiaran,
04:27canda tawa itu selalu ada saja terjadi dan dia selalu menanggapi itu dengan senyum, dengan tawa,
04:32dan itu yang saya pribadi kenal tentang Ain dan rasanya ini akan jadi kesedihan mendalam, duka mendalam jelas bagi keluarga
04:42besar kami,
04:43Keluarga Besar Kompas TV, Ain yang mendukung seluruh siaran kami ini bisa mengudara sampai di depan Anda apapun itu bentuknya.
04:51Walaupun kabarnya sampai dengan saat ini kita harus terima bahwa Ain berpulang ke hariban sang pencipta di tengah insiden kecelakaan
04:59di stasiun Bekasi Timor, itu Dipo.
05:03Dan
05:08Apa yang tadi Anda sebutkan tadi, mohon maaf ya karena
05:12Dipahami, dipahami.
05:23Sulit memang untuk kemudian
05:27mendefinisikan apa yang kemudian terjadi saat ini, karena kalau kita lihat Tifal di
05:31media sosial juga
05:34ada foto CCTV.
05:41Dan sejujurnya itu adalah pakaian yang sering dipakai, sering dikenakan, dan saya kenal betul.
05:46Dan CCTV itu menunjukkan lokasi kita siaran.
05:49Iya, iya.
05:51Dan saya kenal betul kalau dengan cara berpakaian yang mendiang Ain,
05:56kalau datang ke kantor, datang ke studio, bersiap-siap untuk bekerja, memulai pekerjaannya di hari itu,
06:03dan saat CCTV itu menunjukkan identitas terakhir sebelum akhirnya hilang kontak terakhir kali kemarin itu,
06:10hanya doa yang saya coba hantarkan, semoga ada kabar baik, semoga ada kabar baik, semoga ada kabar baik.
06:15Walaupun pada akhirnya, ya.
06:19Takdir berkata lain, ya Dipo.
06:20Betul.
06:21Dan, ya, sama seperti yang tadi saya sebutkan, ya.
06:27Dan yang sulit untuk diterima adalah studio ini.
06:36Studio yang jadi tempat bekerja, ya.
06:42Tempat bekerja dari Ain dan kita semua, juru kamera juga.
06:49Mungkin satu sama lain tidak saling mengenal terlalu dalam.
06:54Tetapi ketika ada...
07:01Ketika ada satu rekan kita yang...
07:07hilang dan tewas atau meninggal dunia,
07:10tentu tidak ada kata-kata yang bisa mewakili kesedihan, ya.
07:13Dari kita semua sebagai Karyawan Kompas TV.
07:22Kalau Anda lihat visual di sebelah kanan layar Anda, Saudara,
07:26itu adalah kebiasaan dari Ain dan teman-teman studio, terutama yang perempuan.
07:30Kami punya ruang khusus, begitu ya, buat teman-teman studio.
07:35Biasanya untuk yang perempuan dan laki-laki dipisahkan ruangannya,
07:38dan itu ruang istirahat buat teman-teman perempuan di sana.
07:40Karena itu yang kebiasaannya selalu dilakukan Ain dan teman-teman.
07:45Bercangkrama satu sama lain, saling berbagi tawa dengan intensitas pekerjaan yang...
07:49Tentu tuntutannya jelas besar di industri ini,
07:52tapi dia tetap menjalankan itu dengan penuh sukacita, berbahagia, apapun.
07:57Itu sedikit banyak, ya tawa itu harus dibagikan.
07:59Walaupun tuntutan kerja itu ya jelas nyata di hadapan mata,
08:03memberitakan tanpa ada celah kesalahan sedikitpun.
08:06Dan itu yang coba ditunjukkan oleh Ain untuk bisa bekerja profesional dan tetap ramah pada siapapun.
08:12Itu yang rasanya akan jadi kenangan paling manis buat kita semua,
08:16terutama teman-teman yang berada di lingkungan Studio Kompas TV di Palmerah ini.
08:26Baik, kita akan melanjutkan program berita Kompas Petang,
08:30Saudara, terkait dengan proses ataupun peristiwa kecelakaan yang terjadi pada kemarin malam.
08:39Saya jadah kami akan membahas yang lebih dalam bersama dengan Mas Fahmi,
08:42tetaplah bersama di Kompas Petang.
08:49Innalillahi wa inna illaihi roji'un.
Komentar