Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya terkait usulan pemindahan gerbong khusus wanita KRL ke tengah rangkaian. Permintaan maaf itu disampaikan setelah pernyataannya menuai sorotan publik pasca insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Arifah mengakui pernyataannya kurang tepat dan menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat, khususnya bagi para korban dan keluarga korban. Ia menegaskan tidak ada maksud untuk membedakan tingkat keselamatan antara perempuan dan laki-laki, karena keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas utama.

#menteripppa #gerbongwanita #KRL #kecelakaanKRL #stasiunbekasitimur #bekasi
Transkrip
00:00Terkait pernyataan saya, pasca insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat.
00:12Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti
00:24atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut.
00:27Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya.
00:33Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini, yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh
00:46keluarga yang terdampak.
00:48Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki.
00:59Saat ini, prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka
01:10-luka.
01:10Sesuai arahan Bapak Presiden, seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat, adil dan menyeluruh.
01:19Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan