- 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum menemukan ujung.
Terbaru, kuasa hukum Roy Suryo Cs, Refly Harun, menemui jaksa peneliti Kejati DKI Jakarta dan mengaku ingin kasus Roy Suryo Cs dihentikan.
Untuk membahas hal tersebut, simak wawancara jurnalis digital KompasTV, Shinta Millenia, bersama Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan.
Baca Juga Kronologi Beda Polda Metro & Roy Suryo Cs soal Berkas Kasus Ijazah Jokowi, di Kejati DKI Jakarta? di https://www.kompas.tv/nasional/665138/kronologi-beda-polda-metro-roy-suryo-cs-soal-berkas-kasus-ijazah-jokowi-di-kejati-dki-jakarta
#jokowi #ijazahjokowi #roysuryo #andiazwan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/665750/full-roy-suryo-cs-mau-kasus-ijazah-jokowi-dihentikan-andi-azwan-buka-bukaan-temuan-gadhaj-adam
Terbaru, kuasa hukum Roy Suryo Cs, Refly Harun, menemui jaksa peneliti Kejati DKI Jakarta dan mengaku ingin kasus Roy Suryo Cs dihentikan.
Untuk membahas hal tersebut, simak wawancara jurnalis digital KompasTV, Shinta Millenia, bersama Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan.
Baca Juga Kronologi Beda Polda Metro & Roy Suryo Cs soal Berkas Kasus Ijazah Jokowi, di Kejati DKI Jakarta? di https://www.kompas.tv/nasional/665138/kronologi-beda-polda-metro-roy-suryo-cs-soal-berkas-kasus-ijazah-jokowi-di-kejati-dki-jakarta
#jokowi #ijazahjokowi #roysuryo #andiazwan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/665750/full-roy-suryo-cs-mau-kasus-ijazah-jokowi-dihentikan-andi-azwan-buka-bukaan-temuan-gadhaj-adam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Kalau begitu, Mas Roy, Dr. Tifa ingin kasus ini dihentikan.
00:04Iya, jawabannya.
00:06Tetapi jangan salah, kami tidak meminta maaf, kami tidak meminta restoratif justice.
00:12Sakuku ireng pun ya, dari sakuku kecil hitam itu gak ada sama sekali kita minta RG.
00:17RG itu tidak menang ya? RG itu kalah.
00:20Kalau ada digatakan itu strategi Pak Jokowi, percayalah sama sekali tidak terbayangkan oleh kami pun akan terjadi RG.
00:27Ternyata tapi Pak Jokowi berbesar hati untuk memberikan itu.
00:30Sahabat Kompas TV, kasus ijasa Presiden ke-7 RI Jokowi Dodo belum menemukan ujung.
00:37Terbaru, Kuasa Hukum Roy Surya CS, Refli Harun, menemui Jaksa Peneliti Kejati DKI Jakarta dan mengaku ingin kasus Roy Surya
00:46CS ini dihentikan.
00:48Untuk membahas hal tersebut, saya sudah bersama Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Aswan.
00:54Bang Andi, selamat siang.
00:55Baik, Alhamdulillah, sehat-sehat. Selamat siang juga Mbak.
00:59Kemarin terkait langkah kubur Roy Surya ini yang mendatangi Jaksa Peneliti di Kejati DKI Jakarta ini,
01:06bagaimana Bang Andi ini menanggapi hal ini dan melihat langkah dari kubur Roy Surya ini, Bang Andi?
01:13Ya, kalau kita lihat apa yang dilakukan mereka kan semua institusi, aparat penegak hukum dan sebagainya,
01:21pasti dia akan datang, kan? Dari Komnas HAM, ya.
01:25Kemudian apa, ya mungkin yang tidak dia datang ke KPK saja kalau saya ambil.
01:30Semuanya dia masukin, termasuk juga dengan Kejaksa.
01:33Dan selama ini kan kita ketahui bahwa mereka kan tidak percaya dengan namanya aparat penegak hukum.
01:38Tapi ketika mereka mendengar bahwasannya, sebentar lagi mau P21, katakanlah, mereka berdegas untuk menemui Jaksa.
01:50Menurut saya, sebetulnya tidak etis untuk menemui Jaksa, ya, bersama prinsipal, kayak gitu ya, bersama para tersangka.
02:00Menurut saya tidak etis untuk itu.
02:02Ya, saya paham. Mereka mencari celah bagaimana untuk bisa membebaskan kliennya, ya, by all means.
02:09Istilahnya kan begitu.
02:11Tapi yang lucunya, mereka itu tidak mau menggunakan dua instrumen hukum yang bisa membebaskan mereka.
02:19Ya, satu adalah RJ, ya, restoratif justice, yang telah dilakukan oleh tiga mantan tersangka, ya.
02:27Ya, ada Ego Sejana, DHL, dan juga yang terakhir adalah Rismonasi Olang Sianifat, ya.
02:33Sedangkan mereka tidak ingin menggunakan itu.
02:35Dan tidak ada kata maaf dan sebagainya, malah semakin kencang untuk melakukan yang namanya fitnah-fitnah tersebut, ya.
02:43Tadi lain pihak, dia pengen keluar dari lingkaran yang namanya tersangka itu, ya.
02:49Ya, padahal, ya, lucu, ada dua instrumen itu, RJ, dan satu lagi, ya, itu adalah pra-peradilan.
02:57Dari pertama, walaupun kita selalu challenge mereka, lakukan pra-peradilan, ya.
03:04Tapi dengan kata-kata, ya, dia katakan, ya, kita umpetin dulu lah kata-kata pra-peradilan itu, nanti baru kita
03:11keluarkan.
03:11Ya, buat saya itu bullshit semua buat mereka, itu, ya.
03:14Pada dasarnya mereka ini ada rasa ketakutan, ya.
03:20Dicari celah-celah terus bagaimana bisa membujuk, ya, tanda kutip, ya.
03:24Kota-kut membujuk jaksa, ya, untuk tidak meneruskan bahwa ini cacah hukum dan sebagainya.
03:31Menurut dari galun mereka, ya.
03:34Padahal kalau kita ketahui satu tahun kita bergulut dengan mereka,
03:38mereka tidak mempunyai yang namanya barang bukti yang akan memperkuat semua argumen-argumen mereka.
03:44Selama ini.
03:45Karena yang dilakukan mereka adalah scan injasa dari jansani,
03:51bukan injasa analog yang asli yang sekarang ada di tangan Perdana Mencuri Jaya sebagai barang bukti, ya.
03:59Nah, ini tidak mereka tidak mempunyai itu.
04:01Yang di lain pihak, mereka ingin menggunakan yang namanya Jokos White Paper itu sebagai
04:06barang bukti bantan mereka bahwa mereka melakukan sebagai ilmuwan, gitu loh.
04:11Makanya kata-kata kriminalisasi itu muncul di situ, gitu loh.
04:15Ini yang bermasalah buat kita, ya.
04:18Artinya di sini adalah mereka ini bagaimana bersilat leda, bagaimana memberikan suatu yang namanya,
04:29apa yang kita bilang, ya.
04:33Ya, kata-kata manis, lah.
04:35Mungkin mereka berharap namanya deponering seperti itu, ya, dari kejaksa.
04:39Tapi saya yakin jaksa itu akan objektif untuk melihat itu.
04:45Karena begitu banyak yang namanya barang bukti, ya.
04:48Ada saksi-saksinya juga, kemudian ada yang sebelum menerima, yang katakanlah yang namanya SP3.
04:58Rismon kan menjadi saksi, Pak Kota, kan begitu.
05:01Ya, yang tahu betul dengan dapur-dapur mereka, rencana-rencana mereka, ya.
05:06Dan ikon, ya, mungkin juga quote-unquote bohirnya yang selama ini mendukung mereka seperti itu.
05:12Tapi yang jelas di sini, apa yang dilakukan mereka buat saya, ya, itu adalah seperti permen untuk diberikan kepada anak
05:21-anak kecil, gitu, loh.
05:22Ini loh, nanti kamu akan mendapatkan ini seperti ini, gitu.
05:25Begitu, Mbak.
05:26Tapi sebenarnya kita sudah tahu juga, dan dari kubu Roy Surya ini kan juga berkali-kali menolak untuk meminta maaf.
05:34Tapi dari kubu Roy Surya ini kan juga ingin kasus ini dihentikan, kasus ijazah Joko ini dihentikan,
05:40namun di sisi lain juga Roy Surya ini juga nggak mau minta maaf, gitu.
05:45Berkali-kali bilang bahwa nggak mau minta maaf.
05:48Kalau Bang Andi ini sebenarnya dari sikap Roy Surya ini bagaimana, Bang Andi?
05:53Ya, buat kami tidak perlu dia minta maaf.
05:56Lanjut aja pengadilan.
05:57Nggak perlu dimaafkan.
05:59Karena tingkat ini sudah melebih dari katakanlah kewarasan publik.
06:03Kewarasan seorang manusia, apa yang dia lontarkan, dan sebagainya.
06:07Ya, karena dilandasi dan kebencian itu.
06:09Jadi menutupi hati nuraninya yang bersih, itu jadi tertutupi dengan kotoran-kotoran yang namanya kebencian itu.
06:18Buat kami, lebih baik kita taruh.
06:20Itu adalah di pengadilan.
06:21Dan berkali-kali juga Pak Jokowi mengatakan, tidak takut untuk ini.
06:26Taruh kita di pengadilan.
06:27Karena juga Pak Jokowi ini membutuhkan namanya ruang publik, yaitu pengadilan,
06:32untuk membuktikan apa semua yang dikatakan mereka itu adalah keburangan.
06:37Apa yang dilakukan mereka itu adalah fitnah.
06:40Ya.
06:41Dan coba, yang terakhir apa yang dikatakan?
06:44God Hats, God Hats Mada, God Hats Adam itu.
06:48Padahal itu adalah security index.
06:51Untuk melindungi yang namanya watermark ijasa itu.
06:55Tapi dia mengundang yang namanya si bocil itu topi merah.
06:58Ya.
06:59Dia akan disomasi.
07:00Topi merah itu.
07:02Yang kalau gak salah namanya si kiman.
07:04Itu akan disomasi oleh Bang Jomada Girsang.
07:07Sebagai kuasa hukum dari Risma Nasional Sinai Cor itu.
07:10Dan dia harus menjawab somasinya.
07:13Jadi, ini diperkeruh dengan perkataan-perkataan Tomi Maret yang tidak berdasar.
07:20Mestinya, dia itu mengecek dengan ijasa-ijasa yang lain.
07:24Apa gak ada kata-kata God Hats Mada, God Hats Adam itu di situ?
07:27Ternyata semuanya ada God Hats Adam itu.
07:30Ya.
07:31Di sinilah kebohongan dan kebohongan terus yang dilakukan
07:33untuk mengalihkan narasi-narasi hitam itu
07:38untuk mendownglat Pak Jokowi.
07:41Untuk kasus-kasus itu.
07:43Nah, inilah yang kita lihat bahwasannya tidak perlu dia itu diberikan RJ.
07:49Ya.
07:50Karena memang
07:52dia ini sudah merupakan
07:56katakanlah setahun ini
07:57mendownglat Pak Jokowi dan keluarganya itu begitu luar biasa
08:01karena berasaskan kebencian yang sangat luar biasa juga.
08:05Begitu, Pak.
08:08Terkait restoratif justice yang sudah disebutkan Bang Andi tadi juga
08:15restoratif justice ini kan diberikan kepada Rismonisya Nipar
08:19kemudian juga ada Egi Sujana hingga terbitnya SP3
08:23begitu di Polda Metro Jaya yang disorot oleh kubur Roy Suryol
08:26saat dikejati DKI kemarin.
08:28Bang Andi.
08:29Kemudian kalau Bang Andi ini melihatnya bagaimana?
08:33Apalagi kan sebelumnya juga sempat mendampingi Rismon ya di Polda Metro Jaya.
08:39Ya, kalau kita lihat ya.
08:40Kita harus bedakan case-nya
08:43Egi Sujana dengan DHL
08:45ini ya untuk kelas ter-1 dengan Rismon Asuransi Nipar.
08:49Kalau dia katakan diglorifikasikan oleh pihak mereka itu
08:53lawasannya Rismon tidak akan mendapatkan SP3
08:56tidak mendapatkan RJ itu
08:58ternyata kan dibuktikan gitu.
09:00Ini menandakan bahwa sosok seorang Pak Jokowi Dodo
09:04Insinyur Haji Jokowi Dodo sebagai
09:06Presiden yang ketujuh Republik Indonesia selama 10 tahun
09:10memimpin negara ini
09:12menunjukkan kenegarawan beliau
09:14menunjukkan belas asyik beliau
09:15menunjukkan bahwa beliau itu adalah seorang pemaaf gitu.
09:19Walaupun beliau itu dihujat habis-habisan
09:22walaupun di fitnah habis-habisan
09:23di dongrat habis-habisan
09:24sehingga ingin menghilangkan yang namanya legacy
09:27yang beliau lakukan selama ini
09:30ini terjawab sudah.
09:32Artinya kebenaran itu telah menunjukkan jalannya.
09:36Artinya apa lagi di sini?
09:39Bahwasannya
09:41Rismon Asuransi Nipar itu
09:43tidak mempunyai pretensi mengenai
09:45apakah dia berafiliasi dengan partai politik dan sebagainya.
09:48Terlepas
09:49Terlepas dari permasalahan secara kriminal
09:53untuk masalah ijasa yang dia mempunyai itu.
09:57Itu kita hilangkan itu.
09:58Tapi kita apresiasi kebenaran itu adalah
10:01berani mengungkapkan kebenaran itu.
10:04Walaupun itu akan menghancurkan reputasi dia
10:06walaupun itu akan mendonggrat dia
10:10akan dicemoh oleh seluruh republik ini
10:12tapi demi kebenaran
10:13demi hati nuraninya dia
10:15maka dia mengajukan restoratif jasin
10:18dan membenarkan
10:19apa yang dikatakan selama ini
10:21adalah pembohonan yang dia lakukan.
10:24Dan ini membuktikan
10:26bahwa ijasa Pak Jokowi itu adalah
10:28asli berdasarkan
10:30bukan kacamata dari mata telanjang
10:32tidak berdasarkan dari mana
10:34algoritma yang dia lakukan.
10:36Dan saya sendiri juga
10:37melakukan algoritma
10:39yang dibuktikan
10:41dan ada kata-kata
10:42God Hatsh Adam itu
10:43dengan empat
10:45empat ijasa teman-teman Pak Jokowi
10:47dan satu ijasa tahun 1986
10:49semuanya ada.
10:52Jadi itu adalah security index
10:54bukan sesuatu yang di-edit
10:55atau di-rekayasa
10:56oleh Saudara Arismon.
10:58Dan inilah membuktikan
11:00bahwasannya
11:01apa yang dilakukan Roy Suryo
11:03itu adalah manipulasi data
11:05dan selalu menjudge
11:06sebelum membuktikan
11:08atau meng-compare
11:10dengan ijasa-ijasa
11:11yang lainnya
11:12yang sama
11:13lulusnya dengan Pak Jokowi.
11:15Begitu, Pak.
11:17Kemudian terkait ini
11:18apakah Beng Andi ini
11:20ada info atau bocoran
11:22info terbaru mungkin ya
11:24dari Kubur Roy Suryo ini
11:25yang ingin
11:26RJ juga
11:27dari Pak Jokowi?
11:29Tidak ada untuk RJ
11:31buat mereka.
11:34Saya katakan gitu
11:35kemarin kan Tifa juga
11:36ya kita paham lah.
11:39Dan dia mengatakan
11:40malah dia memfitnah saya
11:41tentang WA Palsi.
11:43Dan saya tidak ada
11:44apa berkomunikasi
11:47dengan saudara Tifa itu.
11:48Tidak ada
11:49dalam perdebat pun
11:51perdebatan pun
11:52di stasiun TV
11:53saya tidak pernah
11:54ada saling menyapa
11:56dan sebagainya.
11:57Tidak ada untuk itu.
11:58Tapi kalau
11:58memang secara konstitusi
12:01siapapun itu
12:02kalau dia belum
12:03menjadi
12:03katakan
12:04residivis
12:05ya
12:06artinya
12:07dia masih punya
12:08kesempatan untuk itu.
12:09Ya.
12:10Secara
12:11UHAP dan
12:12KHUAP yang baru itu.
12:13Itu hak konstitusi mereka.
12:15bukan hanya Tifa
12:16ada tiga yang lain di sini.
12:18Tapi buat kami
12:18ya
12:19selama ini
12:20apa yang telah dilakukan
12:21begitu
12:22baru Pak Jokowi
12:23begitu sabar
12:24Pak Jokowi
12:25ternyata
12:26ya
12:27mereka malam
12:28membuat plot twist
12:30untuk itu.
12:30Ya buat kami
12:31mohon maaf
12:33kalau bicara
12:33kesabaran
12:34seluruh Rerewan
12:35sudah hilang
12:35kesabaran untuk itu.
12:36Karena kita ingin
12:38melihat
12:38bahwasannya
12:39kita sudah akan
12:40memasuki
12:40yang namanya
12:41etapa terakhir
12:42yaitu nanti
12:44di pengadilan
12:44kita buktikan
12:45di pengadilan itu.
12:46Tidak ada lagi
12:47narasi-narasi yang digiring
12:49oleh mereka
12:50untuk mempengaruhi
12:51publik
12:52diakarung
12:52tidak saling
12:54berantem di bawah itu.
12:56Ini kita lihat
12:57nanti di pengadilan
12:58seperti apa.
12:59Begitu.
13:00Kemudian terkait
13:01ini Bang Andi
13:02perbedaan
13:03keterangan
13:04antara
13:04Polda Metro Jaya
13:06dan juga
13:06Kubu Roy Suryo CS
13:08ini
13:08sudah
13:09soal sudah
13:10atau belum
13:10dikirimnya berkas perkara
13:12ke Kejati
13:13DKI Jakarta
13:14ini Bang Andi
13:14melihatnya
13:16seperti apa?
13:17Saya
13:17percaya
13:18kepada
13:19Polda Metro Jaya
13:21dalam hal ini
13:22Pak Kompes
13:22Iman
13:23Manudin
13:23sebagai
13:24dirkrimung
13:25yang telah
13:26memberikan
13:27informasi
13:27kepada publik
13:28secara
13:29terang-benderang
13:30melalui
13:31press conference
13:31mengenai
13:35restoratif
13:36jasis
13:36dan SP3
13:37dan sekaligus
13:39juga
13:39itu memberikan
13:41informasi
13:41bahwasannya
13:42dokumen itu
13:44sudah diserahkan
13:45kepada
13:46Kejaksaan
13:46Sekali lagi
13:48saya katakan
13:49ketika mereka
13:49datang ke Kejaksaan
13:51menanyakan
13:52hal itu
13:53silakan saja
13:55kalau itu diterima
13:56kalau itu menurut Kejaksaan
13:57kalau Kejaksaan
13:58mengatakan
13:59kejaksa
14:00peneliti
14:01mengatakan
14:02belum menerima
14:02itu
14:03silakan saja
14:04apakah itu adalah
14:06trik dari Kejaksaan
14:07biar mereka tidak
14:08mensampuri
14:09atau
14:09intervensi
14:10dan sebagainya
14:11itu
14:11di luar
14:12dari
14:13kapasitas kita
14:14bisa saja
14:15itu
14:15yang ada diinfokan
14:17tapi menginfokan
14:17kepada publik
14:18itu
14:19kebalikannya
14:20diterima
14:21tapi dikatakan
14:22tidak diterima
14:23tapi kalau saya
14:24sangat percaya
14:25kepada
14:26Polda Metro Jaya
14:27yang telah
14:28menginfokan
14:28kepada publik
14:29secara
14:29terang-benderang
14:30bahwasannya
14:31sudah ada
14:32diserahkan
14:32kepada
14:33Kejaksaan
14:34untuk diteliti
14:35dan dilanjutkan
14:37untuk
14:37P21-nya
14:39dan memang kami
14:40berharap
14:41bahwasannya
14:42P21-nya itu
14:42akan segera
14:44diumumkan
14:46sehingga
14:46proses
14:47etapa trade
14:48itu
14:48yang namanya
14:49pengadilan
14:49akan berlanjut
14:51dan saya berharap
14:52bahwasannya
14:53mereka ini
14:54akan ditahan
14:55dalam P21-nya itu
14:58begitu
14:59oke berarti
15:01begitu ya
15:03Bang Andi
15:03kemudian
15:04beberapa
15:06waktu lalu
15:06Bang Andi
15:07pasti Bang Andi
15:07juga mengetahui
15:08mengenai
15:09Wakil Presiden
15:11ke-10
15:12dan ke-12
15:13RI
15:13Yusuf Kalai
15:14yang mengungkapkan
15:15isi percakapan
15:16dari
15:16Kubu Rizmond
15:17Sianipar
15:18yang ingin
15:18bertemu
15:19kalau Bang Andi
15:21ini
15:21bagaimana
15:22pandangan Anda
15:23ya
15:24di salah satu
15:26stasiun TV
15:26pertanyaan ini
15:27pun muncul
15:28ya
15:28ketika
15:29Pak JK
15:30dalam
15:30PES
15:31konferensinya
15:31itu
15:32mengeluarkan
15:34permintaan
15:35bertemu
15:35dengan
15:36Pak JK
15:36itu dibuat
15:38oleh
15:38Saudara
15:39Arif Iksan
15:40sebagai
15:42sekretaris
15:43tim manajemen
15:44buku
15:45Pak Gibran
15:46Endgame
15:46itu yang ditulis
15:47oleh
15:48Pak Saudara
15:49Rizmond itu
15:49dan memang
15:50saya juga
15:51tanya
15:52apakah
15:53kau yang
15:53membuat
15:53ini
15:54tanggal 4
15:57Maret
15:57itu
15:57apakah
15:59Anda yang
15:59membuat
15:59ini
15:59tidak
16:00dan saya
16:01tanya ke Iksan
16:01juga
16:02saya yang
16:03membuat
16:03saya yang
16:04berinisiatif
16:04untuk itu
16:05maksud
16:05dan tujuannya
16:06apa
16:07maksud
16:08dan tujuannya
16:08dia itu
16:09adalah
16:09untuk menjual
16:10buku
16:10kepada JK
16:11tapi
16:12Rizmond
16:12tidak tahu
16:12itu ya
16:13menurut
16:14Rizmond
16:14dia tidak tahu
16:15untuk itu
16:15jadi saya
16:16clearkan
16:16untuk itu
16:17bahwasannya
16:18itu adalah
16:20diinisiasi
16:21oleh sekretaris
16:22dari
16:23tim manajemen
16:25buku itu
16:26ya
16:27disitu kan
16:28ditulis juga
16:29ada namanya
16:29Michael Sinagas
16:30sebagai koordinator
16:31apa itu
16:32ya
16:32tapi Rizmond
16:33tidak mengetahui
16:34untuk itu
16:34itu yang dikatakan
16:35tujuan utamanya
16:37apa
16:37adalah
16:37untuk menjual
16:38buku
16:39kepada JK
16:39oke baik
16:40terakhir
16:41Bang Andi
16:42melihat
16:44peliknya
16:44kasus
16:45ijazah
16:46Jokowi
16:46ini
16:47yang tidak kunjung
16:48selesai
16:48kira-kira
16:49sebenarnya
16:51jika
16:51dilihat
16:52dengan
16:54mata sederhana
16:55ya
16:55kira-kira
16:56kasus ini
16:57bisa selesai
16:58atau tidak
16:59selain
17:00di pengadilan
17:01apakah
17:01nanti
17:02mungkinnya
17:02jika
17:03memungkinkan
17:04pihak
17:05Roy Surya
17:06ini
17:06akhirnya
17:07meminta maaf
17:08kepada Pak Jokowi
17:09dan
17:09apakah
17:10mungkin juga
17:11Pak Jokowi
17:11akhirnya
17:12memaafkan
17:13dari kubur
17:14Roy Surya
17:14ini
17:15dan
17:15akhirnya
17:15masalah
17:17selesai
17:17ya
17:19begini
17:20memang
17:22hak konstitusi
17:23selama itu
17:24KUHP dan
17:25KUHP itu
17:26mendukung
17:26yang baru itu
17:27mengenai restoratif
17:28justice
17:28masalah
17:29maaf dan
17:30memaafkan
17:30berarti ada
17:31dua
17:32orang
17:33yang saling
17:33maaf dan
17:34memaafkan
17:34kalau satu
17:35orang
17:36mengatakan
17:36tidak memberikan
17:37maaf itu
17:37artinya
17:38tidak terjadi
17:39maaf dan
17:39memaafkan
17:40itu
17:40sebagai
17:41syarat utama
17:42untuk
17:43restoratif
17:44justice
17:44kalau pada
17:46endingnya
17:47nanti
17:48katakanlah
17:48dari pihak
17:50Roy Surya
17:50itu
17:51meminta maaf
17:52buat saya
17:52saya katakan
17:53Roy Surya
17:54pernah menjadi
17:55narapidana
17:56artinya
17:58apakah dia
17:58termasuk
17:59di dalamnya
18:00akan menerima
18:01restoratif justice
18:02tentu tidak
18:03menurut saya
18:04kenapa
18:04karena pernah
18:05mengalami
18:06yang namanya
18:07sebagai
18:08terpidana
18:10bukan syarat
18:11untuk bisa
18:12mendapatkan
18:12itu
18:13poin satu
18:14yang poin kedua
18:15dalam hal ini
18:18ketika mereka
18:19mengatakan
18:19minta maaf
18:20itu
18:20kita semua
18:21menyerahkan
18:22kepada Pak Jokowi
18:23apakah dia
18:24perlu dimahalkan
18:25ataukah
18:27dia ini
18:29terus lanjut
18:30sampai selesai
18:31ada munculnya
18:32konis
18:32buat mereka itu
18:34kalau ditanya
18:35secara pribadi
18:36atau ditanya
18:37sebagai seorang
18:38relawan
18:38pasti semua
18:39relawan mengatakan
18:40tidak ada
18:41RJ lagi
18:42itu sudah pasti
18:43tapi kalau
18:44kita melihat
18:45sikap
18:46kenegarawanan
18:47sikap
18:51memaafkan
18:52Pak Jokowi
18:52kita kembalikan
18:54kepada beliau
18:56tidak ada
18:57pemaksaan
18:58dari kami
18:58semuanya
18:59kita adalah
18:59tegak lurus
19:00apa yang dilakukan
19:01oleh beliau itu
19:02kita samin
19:03untuk itu
19:04tapi saya
19:05berharap
19:06bahwasanya
19:06itu tidak
19:07mereka lakukan
19:08karena selama ini
19:11mereka kan
19:12selalu menantang
19:13kita
19:14selalu menantang
19:15untuk membuktikan
19:16apa yang dikatakan
19:17itu
19:17adalah
19:20ya suatu jebakan
19:21jebakan juga
19:22yang mereka lakukan
19:23makanya
19:24kita selalu
19:25challenge
19:25kita butuh
19:26yang namanya
19:28ruang publik itu
19:29untuk membuktikan
19:30bahwa ijazah itu
19:31adalah asli
19:33yang dituduh
19:34palsu
19:35oleh
19:35Roti Tawar
19:37Roti Fatawaras
19:44seperti itu
19:45Mbak
19:46baik
19:47oke
19:47Bang Andi
19:48terima kasih banyak
19:49atas
19:50perbincangan
19:51pada siang ini
19:52kita akan
19:53kawal terus
19:53kasus ijazah
19:54Jokowi ini
19:55hingga tuntas
19:56terima kasih
19:57terima kasih Mbak
19:58terima kasih
19:58terima kasih
Komentar