Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
DEMAK, KOMPAS.TV - Partijah atau Mak Ijah, wanita berusia 56 tahun bersama keluarganya memilih tetap tinggal di rumah yang dikelilingi lautan.

Padahal sebelumnya, dusun ini dihuni sekitar 200 KK, namun semua warga telah mengungsi dan kini tinggal Mak Ijah dan keluarganya saja.

Bersama dengan keluarga kecilnya, wanita yang juga mendapat julukan "Kartini Laut Sayung" ini terus menanam magrove secara mandiri.

Kegigihan Mak Ijah ini mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang kemudian menghadiahinya rumah apung.

Dengan rumah apung ini, Mak Ijah makin bersemangat melakukan pembibitan dan penanaman magrove di pantai sekitar tempat tinggalnya.

Ketelatenannya kini membuahkan hasil. Kawasan di sekitar rumahnya kini ditumbuhi magrove yang berfungsi menahan abrasi sekaligus habitat ikan, kepiting, udang dan burung.

Menurut Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, bantuan rumah apung salah satu solusi adaptif menjawab persoalan lingkungan pesisir, khususnya di Desa Timbulsloko dan Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak yang selama ini terendam air laut.

Bantuan rumah apung bagi nelayan di Sayung yang terkena abrasi ini, dilakukan sesuai semangat Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah yang jadi komitmen Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin.

Hingga akhir 2025, sudah ada 15 rumah apung yang dibangun dengan melibatkan Pemkab Demak dan CSR Bank Jateng.

Rencananya tahun 2026 akan dibangun kembali 20 rumah apung untuk warga Sayung.

Baca Juga Sempat Putus Sekolah, Siswa SMP di Sumedang Kembali Bersekolah dengan Bantuan Pemkab di https://www.kompas.tv/regional/665410/sempat-putus-sekolah-siswa-smp-di-sumedang-kembali-bersekolah-dengan-bantuan-pemkab

#rumahapung #jateng #abrasi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/665782/pemprov-jateng-beri-bantuan-rumah-apung-pada-pejuang-abrasi-di-demak-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara Pemprov, Jawa Tengah memberikan bantuan rumah apung kepada salah satu warga Dusun Rejo Sari Serik Desa Bendono,
00:07Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai pejuang melawan abrasi.
00:13Dengan adanya rumah apung, diharapkan bisa melawan abrasi dengan melakukan pembibitan dan penanaman mangrove di pantai sekitar tempat tinggalnya.
00:25Partijah atau Maijah, wanita berusia 56 tahun bersama keluarganya memilih tetap tinggal di rumah yang dikelilingi lautan.
00:35Padahal sebelumnya, dusun ini dihuni sekitar 200 kepala keluarga.
00:40Namun semua warga telah mengungsi dan kini tinggal Maijah dan keluarganya saja.
00:48Bersama dengan keluarga kecilnya, wanita yang juga mendapat julukan Kartini Laut Sayung, terus menanam mangrove secara mandiri.
00:58Kegigihan Maijah ini mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, yang kemudian menghadiahinya rumah apung.
01:07Dengan rumah apung ini, Maijah makin bersemangat melakukan pembibitan dan penanaman mangrove di pantai sekitar tempat tinggalnya.
01:17Ketelatenannya kini membuahkan hasil.
01:19Kawasan di sekitar rumahnya kini ditumbuhi mangrove yang berfungsi menahan abrasi sekaligus habitat ikan, kepiting, udang, dan juga burung.
01:28Tahun 2000 aku sukai nanam bibitan lah, sitik-sitik, tak tandur sebelah sebelah rumah di Alkambil kok berkembang.
01:37Nah terusnya berkembang, kuri, kotosan dikepati, sopok atur lah, kiri, terus ya tak tanem-tanem lah, sopok berkembang, terus terus
01:47kok berkurangan,
01:48terus n dob, terus berkembang bimbit diri, melindungi corong yang dibibit itu.
01:55Panjang buka kan, poncok-koncok, ya corong yang tinduk berkembang kiri, manfaatnya gak gak.
02:03Soalnya kalau kita berkembang bimbit, udang, ya yang jikuit, ya poncok-koncok, mau mau.
02:10Terus aku kiri, kiri, kiri, kiri, berkembang, terus nyalakan dua orang yang punya manfaatnya gak gak.
02:17Menurut Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah
02:21Budio Darmawan, bantuan rumah apung salah satu solusi adaptif menjawab persoalan lingkungan pesisir
02:28khususnya di Desa Timbul, Suloko dan Desa Bedono, Kecamatan Sayung Demak
02:34yang selama ini terendam air laut
02:37Di awal pembangunan rumah apung ini kita sebenarnya sudah banyak berupaya
02:43memberikan bantuan kepada masyarakat dengan rumah panggung
02:47yaitu pertama menaikan level rumah
02:53kemudian ada juga bantuan tentang rumah panggung
02:58tapi melihat perkembangan rob yang semakin tinggi
03:03kami rasa rumah apung inilah yang cocok
03:07dan ini kelihatan diterima oleh masyarakat
03:10dan masyarakat benar-benar merasakan bahwa ini yang cocok
03:14karena nanti dia akan mengikuti leveling air dari rob tersebut
03:23Bantuan rumah apung bagi nelayan di Sayung yang terkena abrasi ini
03:26dilakukan sesuai semangat Ngopeni melakoni Jawa Tengah
03:30yang jadi komitmen Gubernur Ahmad Lutfi dan Wakil Gubernur Tashiasin
03:35hingga akhir 2025 sudah ada 15 rumah apung yang dibangun
03:40dengan melibatkan Pemkap Demak dan CSR Bang Jaten
03:45rencananya tahun 2026 akan dibangun kembali 20 rumah apung untuk warga Sayung
03:52Tim Liputan, Kompas TV, Demak Jawa Tengah
Komentar

Dianjurkan