Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BEKASI, KOMPAS.TV Basarnas mengumumkan proses evakuasi korban tabrakan Kereta Argo Bromo Anggrek & KRL di Bekasi Timur telah selesai pada Selasa (28/4/2026).

"Basarnas dibantu TNI, Polri, dan seluruh potensi telah menyelesaikan operasi SAR dengan penanganan khusus kurang dari 12 jam," ujar Kabasarnas Marsdya M. Syafii.

Diketahui, korban meninggal dunia sebanyak 14 orang dan korban luka-luka sebanyak 84 orang dalam kejadian tersebut.

Baca Juga AHY Perkirakan Operasional Kereta di Stasiun Bekasi Timur Normal Kembali pada Sore atau Malam Ini di https://www.kompas.tv/nasional/665748/ahy-perkirakan-operasional-kereta-di-stasiun-bekasi-timur-normal-kembali-pada-sore-atau-malam-ini

#breakingnews #kecelakaan #keretaapi #bekasi #krl


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/665751/terbaru-evakuasi-korban-tabrakan-kereta-argo-bromo-anggrek-krl-selesai-14-orang-meninggal
Transkrip
00:00Terima kasih Bapak Menteri.
00:05Teman-teman media yang saya hormati,
00:12Alhamdulillah saya dari Basarnas dibantu DNI, Polri dan seluruh potensi
00:19kita telah menyelesaikan operasi SAR dengan penanganan khusus kurang dari 12 jam.
00:30Terhitung tadi malam kita sama-sama berduka pada pukul 08.57
00:39terjadi musibah, adanya kecelakaan yang terjadi antara kereta,
00:51dua kereta yaitu kereta komputer dengan argo anggrek.
01:00Dan Alhamdulillah dari seluruh korban tentunya dengan penanganan khusus
01:09ada beberapa korban yang memang harus kita lakukan tindakan secara terukur
01:15karena memang membutuhkan penanganan khusus sehingga mungkin ada sempat dipertanyakan
01:24kenapa kereta atau lokomotif tidak langsung ditarik bersamaan dengan gerbong.
01:30Saya sampaikan bahwa pada saat itu memang ada lima korban yang masih dalam kondisi terjepit
01:38dan harus kita laksanakan kegiatan ekstrikrasi atau ekstrikrasi
01:44sehingga korban itu bisa kita selamatkan dalam kondisi tidak sampai menimbulkan dampak yang lebih berat lagi.
01:54Jadi itu sekali lagi terima kasih atas rekan-rekan media yang telah mengikuti secara langsung
02:01proses evakuasi dan Alhamdulillah atas kerjasama dari seluruh unsur
02:07bahwa operasi SAR bisa kita laksanakan sesuai dengan yang kita harapkan.
02:13Dan tadi pagi dengan pukul 08.00 sudah selesai, seluruh tim SAR kita nyatakan, kita kembalikan ke home base masing
02:27-masing.
02:28Mungkin demikian yang bisa saya tambahkan. Terima kasih.
02:31Artinya sudah tidak ada korban lagi di hokok?
02:33Saya sampaikan bahwa saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan.
02:39Namun dalam proses pembersihan bankai kereta, andai saja diketemukan sekecil apapun body part dari tubuh
02:49tentunya kita akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur.
02:52Dan itu memang harus kita lakukan.
02:54Maksud ini kan gerbong perempuan ini, apakah korbannya rata-rata perempuan atau bagaimana?
02:59100 persen yang kita evakuasi perempuan.
03:03Pak ingin bertanya, Pak Butan, rekan-rata perempuan dari salah satu korban.
03:06Tadi Pak Bihak, Tia Selamat, ini ada dua, tadi di atas dari sini.
03:11Kemudian, Pak, apakah ada identitas korban yang rekan-rekan ini berhijab?
03:16Ya, buat tanya, Pak Butan, rekan-rata perempuan dari salah satu korban ini.
03:21Masih, jadi korban, seluruh korban yang kita evakuasi,
03:25baik itu secara langsung maupun dengan ekstrikasi,
03:29semuanya kita serahkan ke tim medis yang langsung dirujuk ke rumah sakit yang sudah ditentukan.
03:36Pak, berarti 14 korban yang sudah terkintrikasi atau masih dalam prosedur?
03:42Tentunya bukan saya yang memiliki kewenangan untuk bisa mendeklir terkait dengan identitas korban
03:49dari hasil operasi SAR yang kita laksanakan.
03:52Ada anak-anak nggak, Pak? Ada anak-anak nggak jadi korban?
03:56Saya melihatnya tidak ada. Semuanya sudah masuk kategori dewasa.
04:04Kenalannya apa saja, Pak?
04:06Ya, saya sampaikan bahwa tentunya kejadian ini merupakan kejadian yang luar biasa.
04:15Karena memang kita tahu bahwa kereta api merupakan material yang sama-sama kita tahu pada saat dua kereta berbenturan.
04:26Dari situ kita sama-sama melihat bahwa lokomotif bisa sampai masuk ke satu gerbong komuter.
04:33Dari situlah sebenarnya adanya korban baik itu yang kita evakuasi dalam kondisi meninggal.
04:40Hampir semuanya karena terjepit.
04:44Begitu juga korban, lima korban yang kita evakuasi dalam kondisi selamat juga dalam kondisi terjepit material.
04:52Itu sebenarnya klusi lita yang kita hadapi.
04:54Namun, terkait dengan peralatan yang kita miliki, tentunya bahwa kita mulai dari peralatan yang manual, peralatan yang menggunakan listrik,
05:03bahkan dengan sistem hidrolik yang kita gunakan semuanya merupakan standar peralatan yang kita gunakan
05:10dan kita bisa laksanakan kegiatan atau operasi SAR ini dengan lancar.
05:15Itu yang bisa saya sampaikan.
05:20Oh iya tentunya kami akan sebagai bagian dari evaluasi kami untuk double-double track gitu ya,
05:28termasuk juga mengenai elektrifikasi, itu sudah merupakan bagian daripada evaluasi kami terhadap layanan kereta api khususnya yang KRL.
05:42Ya setiap terjadinya kecelakaan itu pasti akan kami lakukan evaluasi,
05:50sehingga harapannya bahwa kita belajar dari apa yang terjadi dan kita memperbaiki ke depannya.
05:55Tapi sudah menikmati ke depan di lintasan TEL, itu tadi ada evaluasi ke depan dari KRL.
06:03Tadi Bapak Presiden kebetulan pada saat melakukan kunjungan di Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi
06:10yang menengok beberapa korban kecelakaan ini
06:15juga menyampaikan concern beliau terhadap palang lintasan sebidang ini
06:21dan insya Allah mungkin kedepannya kita akan segera merealisasikan
06:26pemasangan palang pintu untuk lintasan sebidang.
06:34Saya rasa saya tidak ingin lebih awal menyerangkan ini karena ada KNKT yang akan melakukan investigasi.
06:42Apa target untuk mengetahui kapan? Apa penyebabnya itu Pak?
06:47Itu kami serahkan kepada KNKT. Kami tidak ingin mendesak atau membunuh-bunuh KNKT
06:52karena memang mereka tentunya punya metodologi maupun cara bagaimana melakukan investigasi terhadap kecelakaan kereta api.
07:00Tapi Pak Pak, mengapa KRL dan juga gerbong Argo Bromo ini dalam satu jalur Pak?
07:07Ini kan seharusnya dua sistem yang berbeda. Mungkin bisa dijelaskan Pak.
07:10Apakah memang wajib Pak di satu jalur?
07:16Nanti kita lihat hasil investigasi KNKT ya. Sabar.
07:23Sampai kapan ini?
07:31Kita tentukan ya. Kita evaluasi dulu sedikit.
07:34Kan jalur hilirnya sudah kita bebaskan. Sekarang kita bekerja untuk jalur dulu.
07:40Bebasin jalur ini kan tidak hanya tidak ada halangan diatasnya.
07:44Kita juga harus pastikan kondisi dari railnya.
07:47Kondisi juga dari LAA-nya diatas. Kemudian kondisi juga dari pensinyalannya.
07:52Jangan-jangan terimpat oleh tumburan tadi malam.
07:56Jadi segera nanti kita evaluasi jika semua komponen itu jalan, segera kita buka.
08:06Masih ada gangguan karena kita masih pakai jalur hilir untuk ganti-gantian.
08:13Karena kan kita tahu juga bahwa dari Bekasi, Bekasi Timur ini hanya double track.
08:18Belum double-double track.
08:2425 kereta.
08:28Seperti yang saya sampaikan tadi, kita evaluasi.
08:30Kita cek satu persatu komponennya.
08:32Kita cek satu persatu sistemnya.
08:36Segera jika semua sudah comply dengan aturan, dengan UIC standar, kita akan jalan.
08:41Apakah ada investigasi sementara Pak?
08:44Tidak ada. Jadi kami, PT KAI, kemudian Kementerian Perhubungan juga menyerahkan ini ke KNKT untuk melakukan investigasi lebih dalam.
08:58Kita tidak ingin menduga-duga.
09:01Karena ini adalah kecelakaan dan juga penanganannya juga harus sesuai dengan tersebut.
09:07Jadi kita menyerahkan semua kepada KNKT.
09:10Kita tidak ingin menduga-duga.
09:12Hasil apapun nanti harus keluar dari KNKT.
09:14Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan