00:00Terima kasih Bapak Menteri.
00:05Teman-teman media yang saya hormati,
00:12Alhamdulillah saya dari Basarnas dibantu DNI, Polri dan seluruh potensi
00:19kita telah menyelesaikan operasi SAR dengan penanganan khusus kurang dari 12 jam.
00:30Terhitung tadi malam kita sama-sama berduka pada pukul 08.57
00:39terjadi musibah, adanya kecelakaan yang terjadi antara kereta,
00:51dua kereta yaitu kereta komputer dengan argo anggrek.
01:00Dan Alhamdulillah dari seluruh korban tentunya dengan penanganan khusus
01:09ada beberapa korban yang memang harus kita lakukan tindakan secara terukur
01:15karena memang membutuhkan penanganan khusus sehingga mungkin ada sempat dipertanyakan
01:24kenapa kereta atau lokomotif tidak langsung ditarik bersamaan dengan gerbong.
01:30Saya sampaikan bahwa pada saat itu memang ada lima korban yang masih dalam kondisi terjepit
01:38dan harus kita laksanakan kegiatan ekstrikrasi atau ekstrikrasi
01:44sehingga korban itu bisa kita selamatkan dalam kondisi tidak sampai menimbulkan dampak yang lebih berat lagi.
01:54Jadi itu sekali lagi terima kasih atas rekan-rekan media yang telah mengikuti secara langsung
02:01proses evakuasi dan Alhamdulillah atas kerjasama dari seluruh unsur
02:07bahwa operasi SAR bisa kita laksanakan sesuai dengan yang kita harapkan.
02:13Dan tadi pagi dengan pukul 08.00 sudah selesai, seluruh tim SAR kita nyatakan, kita kembalikan ke home base masing
02:27-masing.
02:28Mungkin demikian yang bisa saya tambahkan. Terima kasih.
02:31Artinya sudah tidak ada korban lagi di hokok?
02:33Saya sampaikan bahwa saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan.
02:39Namun dalam proses pembersihan bankai kereta, andai saja diketemukan sekecil apapun body part dari tubuh
02:49tentunya kita akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur.
02:52Dan itu memang harus kita lakukan.
02:54Maksud ini kan gerbong perempuan ini, apakah korbannya rata-rata perempuan atau bagaimana?
02:59100 persen yang kita evakuasi perempuan.
03:03Pak ingin bertanya, Pak Butan, rekan-rata perempuan dari salah satu korban.
03:06Tadi Pak Bihak, Tia Selamat, ini ada dua, tadi di atas dari sini.
03:11Kemudian, Pak, apakah ada identitas korban yang rekan-rekan ini berhijab?
03:16Ya, buat tanya, Pak Butan, rekan-rata perempuan dari salah satu korban ini.
03:21Masih, jadi korban, seluruh korban yang kita evakuasi,
03:25baik itu secara langsung maupun dengan ekstrikasi,
03:29semuanya kita serahkan ke tim medis yang langsung dirujuk ke rumah sakit yang sudah ditentukan.
03:36Pak, berarti 14 korban yang sudah terkintrikasi atau masih dalam prosedur?
03:42Tentunya bukan saya yang memiliki kewenangan untuk bisa mendeklir terkait dengan identitas korban
03:49dari hasil operasi SAR yang kita laksanakan.
03:52Ada anak-anak nggak, Pak? Ada anak-anak nggak jadi korban?
03:56Saya melihatnya tidak ada. Semuanya sudah masuk kategori dewasa.
04:04Kenalannya apa saja, Pak?
04:06Ya, saya sampaikan bahwa tentunya kejadian ini merupakan kejadian yang luar biasa.
04:15Karena memang kita tahu bahwa kereta api merupakan material yang sama-sama kita tahu pada saat dua kereta berbenturan.
04:26Dari situ kita sama-sama melihat bahwa lokomotif bisa sampai masuk ke satu gerbong komuter.
04:33Dari situlah sebenarnya adanya korban baik itu yang kita evakuasi dalam kondisi meninggal.
04:40Hampir semuanya karena terjepit.
04:44Begitu juga korban, lima korban yang kita evakuasi dalam kondisi selamat juga dalam kondisi terjepit material.
04:52Itu sebenarnya klusi lita yang kita hadapi.
04:54Namun, terkait dengan peralatan yang kita miliki, tentunya bahwa kita mulai dari peralatan yang manual, peralatan yang menggunakan listrik,
05:03bahkan dengan sistem hidrolik yang kita gunakan semuanya merupakan standar peralatan yang kita gunakan
05:10dan kita bisa laksanakan kegiatan atau operasi SAR ini dengan lancar.
05:15Itu yang bisa saya sampaikan.
05:20Oh iya tentunya kami akan sebagai bagian dari evaluasi kami untuk double-double track gitu ya,
05:28termasuk juga mengenai elektrifikasi, itu sudah merupakan bagian daripada evaluasi kami terhadap layanan kereta api khususnya yang KRL.
05:42Ya setiap terjadinya kecelakaan itu pasti akan kami lakukan evaluasi,
05:50sehingga harapannya bahwa kita belajar dari apa yang terjadi dan kita memperbaiki ke depannya.
05:55Tapi sudah menikmati ke depan di lintasan TEL, itu tadi ada evaluasi ke depan dari KRL.
06:03Tadi Bapak Presiden kebetulan pada saat melakukan kunjungan di Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi
06:10yang menengok beberapa korban kecelakaan ini
06:15juga menyampaikan concern beliau terhadap palang lintasan sebidang ini
06:21dan insya Allah mungkin kedepannya kita akan segera merealisasikan
06:26pemasangan palang pintu untuk lintasan sebidang.
06:34Saya rasa saya tidak ingin lebih awal menyerangkan ini karena ada KNKT yang akan melakukan investigasi.
06:42Apa target untuk mengetahui kapan? Apa penyebabnya itu Pak?
06:47Itu kami serahkan kepada KNKT. Kami tidak ingin mendesak atau membunuh-bunuh KNKT
06:52karena memang mereka tentunya punya metodologi maupun cara bagaimana melakukan investigasi terhadap kecelakaan kereta api.
07:00Tapi Pak Pak, mengapa KRL dan juga gerbong Argo Bromo ini dalam satu jalur Pak?
07:07Ini kan seharusnya dua sistem yang berbeda. Mungkin bisa dijelaskan Pak.
07:10Apakah memang wajib Pak di satu jalur?
07:16Nanti kita lihat hasil investigasi KNKT ya. Sabar.
07:23Sampai kapan ini?
07:31Kita tentukan ya. Kita evaluasi dulu sedikit.
07:34Kan jalur hilirnya sudah kita bebaskan. Sekarang kita bekerja untuk jalur dulu.
07:40Bebasin jalur ini kan tidak hanya tidak ada halangan diatasnya.
07:44Kita juga harus pastikan kondisi dari railnya.
07:47Kondisi juga dari LAA-nya diatas. Kemudian kondisi juga dari pensinyalannya.
07:52Jangan-jangan terimpat oleh tumburan tadi malam.
07:56Jadi segera nanti kita evaluasi jika semua komponen itu jalan, segera kita buka.
08:06Masih ada gangguan karena kita masih pakai jalur hilir untuk ganti-gantian.
08:13Karena kan kita tahu juga bahwa dari Bekasi, Bekasi Timur ini hanya double track.
08:18Belum double-double track.
08:2425 kereta.
08:28Seperti yang saya sampaikan tadi, kita evaluasi.
08:30Kita cek satu persatu komponennya.
08:32Kita cek satu persatu sistemnya.
08:36Segera jika semua sudah comply dengan aturan, dengan UIC standar, kita akan jalan.
08:41Apakah ada investigasi sementara Pak?
08:44Tidak ada. Jadi kami, PT KAI, kemudian Kementerian Perhubungan juga menyerahkan ini ke KNKT untuk melakukan investigasi lebih dalam.
08:58Kita tidak ingin menduga-duga.
09:01Karena ini adalah kecelakaan dan juga penanganannya juga harus sesuai dengan tersebut.
09:07Jadi kita menyerahkan semua kepada KNKT.
09:10Kita tidak ingin menduga-duga.
09:12Hasil apapun nanti harus keluar dari KNKT.
09:14Terima kasih.
Komentar