00:00Saya ingin tanyakan ke Pak Waslan.
00:01Pak Waslan, ketika tadi sudah jelas bahwa pembangunan tol laut itu menutup akses nelayan.
00:08Tapi untuk reklamasi ini, kerugian apa yang paling dirasakan nelayan?
00:12Ya, jelas merugian untuk pencarian nelayan kecil ini tidak bisa untuk menangkap ikan.
00:16Tidak bisa untuk menangkap ikan?
00:18Artinya daerah ini, Pak Waslan, dulunya masih daerah tangkapan?
00:21Waktu sebelum ada reklamasi ini, ibaratnya nelayan bisa untuk mencarikan ikan di lokasi daerah ini.
00:27Masih bisa di sini?
00:27Iya, masih bisa di sini.
00:28Udang-udang besar, udang-udang kecil, kepiting, itu kita masih bisa mengguguh tanpa ada jaring dan alat tangkap lain.
00:34Cuma sekedar tangan saja.
00:36Masih bisa nyari buat kita makan atau tengah ini?
00:38Sekarang, biaknya daerah kemarasan ini, nelayan nggak bisa untuk mencari nafkah di daerah tangan begini.
00:43Itu yang tadi Pak Waslan bilang di awal bahwa daerah tangkapan itu menjadi jauh ke tengah?
00:50Iya.
00:51Kenapa?
00:51Karena di daerah tangan ini, lokasinya nggak ada ikan.
00:54Sudah kena reklamasi begini.
00:55Kalau pembangunan tiang panjang untuk tolaun itu baru beberapa bulan, untuk reklamasi ini?
01:04Sebenarnya kita nggak tahu ya, dari tahu itu setelah udah panjang ke sini, teman-teman nelayan itu baru bilang, karena
01:11belum berdampak.
01:12Karena kalaupun tolaun di sana itu dibangun, masih ada sisi sebelah kiri yang aturan pikiran nelayan masih bisa buat jalan
01:22nih.
01:22Artinya yang di sini?
01:23Yang diuruk ini nih, pikiran lain, oh yaudah nggak apa-apa, jalan kita ke sana kecil, tapi ke sini kita
01:27lebih besar.
01:28Oke, tapi makin ke sini makin ditutup, nah itu ya jadi pemasahan nelayan.
01:33Artinya kalau pembangunan tiang panjang itu baru beberapa bulan, artinya beberapa bulan yang lalu reklamasi tidak sampai sejauh ini?
01:41Butuh waktu 10 hari dari tempat yang di ujung sana, ke sini itu sekitar estimasi 100 sampai 200 meter.
01:50Sanya 10 hari?
01:52Dari KCN-nya sendiri, ngerasanya kita udah sosialisasi, kita udah sampaikan sama teman-teman nelayan yang ada di Marunda, di
02:00Kalibaru, di Cerinci.
02:02Karena dia ngambil beberapa paguyuban yang emang mungkin berfungsi dalam hal apa gitu, sampai dia bisa dipanggil gitu kan, tapi
02:11nggak menyeluruh.
02:13Kalaupun KCN sosialisasi mungkin RW saya tuh tahu, RW 04.
02:17Dan sebelum saya bikin aksi itu saya tanya, Pak, KCN ada sosialisasi nggak?
02:22Tidak ada sosialisasi nggak?
02:22Kalian?
02:23Nggak ada.
02:24Tidak ada sosialisasi?
02:25Tidak ada.
02:25Terus bang, saya tanya lagi, Pak, Bapak tahu nggak ada pengurugan atau ada reklamasi?
02:32Tidak tahu.
02:34Ada satu tanggul beton.
02:36Betul.
02:37Yang pada akhir tahun lalu juga sempat menjadi viral di media sosial dan menjadi perbincaan publik saat itu.
02:42Boleh kita ke sana?
02:43Boleh.
02:43Kita akan coba lihat ya.
02:45Karena ini masih ada korelasinya, masih dalam satu area pembangunan.
02:48Betul.
02:49Oke.
03:02Saya akan tunjukkan saudara ini adalah tanggul beton ya.
03:04Betul.
03:05Yang pada September 2025 lalu viral di media sosial karena berdampak secara langsung.
03:11Betul.
03:12Kepada para nelayan.
03:13Artinya benang merahnya adalah PTKCN yang membangun tanggul beton ini termasuk juga reklamasi untuk membangun pelabuhan dermaga Pirtiga Marunda.
03:26Yang kita lihat, contohnya sudah ada di sana, kapal tongkangnya.
03:30Itu kapal tongkang ya?
03:31Itu kapal tongkang.
03:34Dan bahwa ketika tanggul ini viral, sudah ada pertemuan dari PTKCN termasuk juga Pemprov DKI Jakarta.
03:39Betul.
03:40Untuk memastikan bahwa tidak ada kerugian termasuk juga soal akses bagi para nelayan.
03:46Apakah ketika pertemuan tersebut, setelah itu sudah ada perbaikan nasib dari para nelayan?
03:50Kita ketemu aja enggak.
03:52Tidak pernah bertemu sama sekali?
03:54Sama sekali.
03:55Dibilang hanya segelintir orang yang memanfaatkan keadaan ini untuk ketemu sama pihak KCN.
04:02Ada yang mengatasnamakan 600 nelayan celincing mengiarkan pembangunan pelabuhan tampat labu KCN.
04:10Tapi kita enggak.
04:14Bukan enggak mau.
04:15Minimal kita dikasih sosialisasi ini loh yang mau kita buat.
04:19Kita bareng-bareng lah, ibaratnya.
04:20Laut ini.
04:22Saya ingin tanyakan ke Pak Waslan.
04:24Pak, tanggul beton ini sudah ada dari tahun lalu dan viral September 2025.
04:30Ini juga memberikan kerugian kepada Bapak?
04:33Jelas merugikan.
04:35Soalnya tanggul beton ini kan terlalu dampaknya kepada nelayan.
04:38Untuk akses mata pencarian setiap hari-harinya gitu.
04:42Dulu nelayan kali baru, pelincing.
04:44Walaupun merundang ini lokasi untuk mata pencarian kita masyarakat nelayan.
04:50Ini juga artinya sama dengan titik reklama sih tadi bahwa ini area tanggap nelayan sebelumnya.
04:57Untuk daerah tanggapan Pak Waslan masih jauh dari sini, Pak?
05:00Ya, kalau sekarang kita harus nyarikannya ke Pulau Edam.
05:04Karena di daerahnya udah enggak ada ikan sama sekali.
05:06Berapa jaraknya berapa dari pesisir mungkin?
05:09Dari pesisir kalau kita ngitung waktu ya, makanya jam.
05:12Itu tiga jam kita perjalanin.
05:14Tiga jam?
05:15Tiga jam.
05:16Kalau sebelumnya kita paling satu jam lah.
05:18Paling jauh-jauhnya satu jam atau setengah jam kita keluar dari tempat itu.
05:23Kita udah bisa untuk menaik berjaring gitu.
05:37Bahwa setelah tanggal 14 April 2026, Bang Edi dan Pak Waslan, nelayan sudah melakukan aksi demonstrasi di tengah laut.
05:44Sampai saat ini apakah sudah ada komunikasi mungkin yang terjalin?
05:47Entah itu kepada pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau mungkin pihak pengembang?
05:53Mungkin teman-teman dari kelompok kita yang demo kemarin sebenarnya sudah menyurat.
05:59Sudah disampaikan apa yang dimau kita mungkin sudah disampaikan sama mereka.
06:04Tapi belum ada balasan sih ke sini.
06:06Belum ada balasan sama saya?
06:07Belum ada balasan sama saya.
06:08Mungkin Pak Waslan ada yang ingin disampaikan Pak melihat begitu sempitnya akses bagi para nelayan saat ini untuk melaut.
06:15Ditambah lagi juga dengan daerah tangkapan yang semakin jauh.
06:18Apa yang ingin Bapak sampaikan Pak?
06:20Ya kalau saya sebagai nelayan, harapan nelayan ini ibaratnya ya tolong akses keluar masuk perahu itu jangan sampai dia persempit
06:28kalau bisa.
06:30Kami sebagai nelayan ini minta kebijakan dari perusahaan, tolonglah diperhatikan kepada orang-orang nelayan ini.
06:37Ini belum waktu musimnya barat.
06:39Kalau musimnya barat itu tarwanya korban nyawa untuk keluar masuknya nelayan itu.
06:45Soalnya itu posisinya sudah susah sekali.
06:47Sebelumnya ada tanggul itu juga nelayan sudah kesulitan untuk keluar masuknya.
06:57NTK CN pun mengatakan pihaknya telah mengantongi seluruh perizinan yang diperlukan sehingga tidak menghalangi jalur aktivitas nelayan.
07:04Pihaknya juga mengaku telah melakukan sosialisasi awal tahap pembangunan,
07:08Tepatnya pada dua tahun lalu di bulan Januari dan April 2024.
07:16Jika berkaca pada aksi protes para nelayan,
07:20maka bisa dikatakan bahwa saat ini nasib nelayan kita masih dianaktirikan oleh pemerintah?
07:26Kalau bilang dia anak terikat,
Komentar