Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia bersama Ketua Komunitas Nelayan Cilincing, Edi Kurniawan dan salah satu nelayan di Cilincing, Wasran.

Aksi protes nelayan di perairan Cilincing, Jakarta Utara, menyoroti dampak pembangunan tol laut dan reklamasi yang dinilai mengganggu aktivitas melaut.

Aksi demonstrasi pada 14 April 2026 itu diikuti puluhan perahu nelayan.

Ketua Komunitas Nelayan Cilincing, Edy, menyebut jumlah peserta mencapai ratusan orang.

Di lokasi, nelayan menunjukkan akses keluar masuk perahu yang kini berada di antara proyek pemancangan tiang dan area reklamasi.

Menurut nelayan, lebar jalur yang tersisa hanya sekitar 20 meter dan dinilai berbahaya ketika ombak besar datang.

Edi menuturkan minim sosialisasi proyek pembangunan tol laut dan reklamasi dermaga. Sementara Wasran mengatakan akses keluar masuk sempit dapat membahayakan nelayan.

Di sisi lain, Pimpinan Proyek Kalibaru dan NPEA (PT Pelindo), Arwin menyebut pembangunan tol laut memperhatikan keselamatan dan aktivitas nelayan.

PT Pelindo terbuka untuk berdialog dengan masyarakat dan nelayan Cilincing.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini:

https://youtu.be/NXSpG-2dP8U

#nelayan #demo #tollaut

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/665706/nelayan-cilincing-keluhkan-jalur-sempit-pelindo-sebut-utamakan-keselamatan-dipo-investigasi
Transkrip
00:03Intro
00:08Berapa orang Bang Indi dan Pak Waslan yang kala itu melakukan aksi demonstrasi 14 April 2026?
00:13Estimasi itu ada 15-20 perahu, tapi dalam satu perahu itu ada berbagai nelayan.
00:19Estimasi itu 80-100 orang kemarin.
00:2280-100 orang?
00:23Betul.
00:23Oke, ini akses masuk ya?
00:25Iya.
00:25Boleh kita lihat ya?
00:26Silahkan.
00:26Oke, kita akan langsung menuju ke perahu,
00:28agar bisa langsung melihat seperti apa tiang-tiang panjang tol laut yang ada di kawasan Nguara Cilincing ini, Sudara.
00:44Saya lihat ini air laut ya?
00:46Iya.
00:46Bahkan berwarna hitam.
00:48Apa yang terjadi?
00:49Limbah.
00:49Limbah?
00:50Limbah.
00:51Nah, kenapa nelayan lebih jauh sekarang nyarinya?
00:53Karena ya mungkin limbah dari mana kita nggak tahu nih.
00:55Dulu sebelum banyak perusahaan itu, kita masih bisa ada ikan di sini.
01:00Di sini masih bisa ada ikan?
01:01Masih, masih ada yang nggak nyari ikan.
01:02Ubur-ubur masih banyak di depan ujung sana, itu ubur-ubur.
01:05Masih bisa mancing di ujung laut sana juga masih bisa banyak ikannya.
01:14Kita akan coba lebih mendekatnya untuk melihat seperti apa proyek dari pembangunan tol laut dan juga reklamasi pelabuhan dermaga PR3
01:23Marunda.
01:24Mengapa pada akhirnya para nelayan memutuskan untuk melakukan aksi di tengah laut?
01:31Karena sosialisasi buat kita nggak ada, tahu-tahu udah jadi.
01:34Dari keresahan teman-teman nelayan, dari teman-teman nelayan yang ada di kampung nelayan 1, kampung nelayan 2, di sebelah
01:41sana, itu kesusahannya sama.
01:43Akses jalan yang nanti bakal kita lewatin ini.
01:46Dan itu tiang panjang ya?
01:48Bang, ini di bawah sana.
01:49Betul.
01:50Oke.
01:50Dan ini yang disebut oleh para nelayan mempersepit akses pada saat melaut.
01:56Keluar masuk ya, Pak Waslan.
02:09Saya akan tunjukkan sekali lagi, saudara.
02:11Ini adalah proyek reklamasi pembangunan dermaga PR3 Barunda.
02:15Sementara di sampingnya persis adalah tiang panjang dari tol laut yang sudah terpasang ya di area laut ini.
02:28Oke.
02:29Dan ini kurang lebih berapa meter, Pak?
02:32Jarak dari pesisir ke tiang ini?
02:34Dari sini kemari, Pak.
02:36Ini sekitar berapa?
02:37Itu ada dari sekitar 20.
02:4120 sampai 30 meteran.
02:4320 sampai 30 meter?
02:44Dari tembok sini ketemu?
02:46Ujung.
02:47Ujung tiang panjang itu ya?
02:49Dan jarak kurang lebih 20 meter itu tidak cukup untuk jalur keluar masuk?
02:54Karena di sini kan ombaknya terlalu gede.
02:56Kalau musim barat ini kan ombak itu benturan gitu.
02:59Oke.
03:00Jadi posisinya perahu kan kalau menyedari ombak di sini kan ngantemnya ke sana.
03:03Ngantem ke sana, Pak?
03:04Karena misalnya ada dam.
03:06Sebenarnya kan perahu bentur dam itu.
03:08Itu ada tulisan jalur perahu ya?
03:11Iya.
03:11Artinya hanya satu-satunya akses melalui jalan ini.
03:15Yang hanya memiliki lebar kurang lebih 20 meter.
03:18Dan itu ada sepanduk yang dipasang, Bang Edi, bertuliskan warga pesisir tak akan terusir.
03:25Apa maknanya?
03:26Sebelum jauh teman-teman yang bangun tol ini dan reklamasi itu, kita udah di sini.
03:33Jadi kita nggak pengen pindah.
03:35Kita nggak pengen pergi dari tempat kita.
03:38Karena yang dititipin sama orang tua kita jaga tempat kita, jaga laut kita.
03:43Ada juga tulisan-tulisan ada pekerjaan pemancangan dan juga ada instruksi untuk kemudian mengurangi kecepatan perahu ketika melintas.
03:52Ini sudah ada dari bulan?
03:55Sebelumnya kuasa pemancangan.
03:57Sebelum kuasa?
03:58Ya kalau mau pemancangan ini adanya di posisi pengarugan itu aja lurus.
04:04Mending nggak terlalu kemari gitu.
04:06Dan sekali lagi, saya ingin tekankan.
04:09Karena claim dari pihak PT PP ataupun PT Pelindung sudah melakukan sosialisasi kepada para nelayan.
04:15Ini dibantau oleh Pak Edi dan juga Pak Wasna.
04:18Pemberitahuan pertama aja, tanggal 8 Agustus di tahun kemarin, 2025.
04:23Kesini kita nggak ada sosialisasi lagi.
04:25Artinya hanya satu kali?
04:26Satu kali.
04:26Bukan sosialisasi dong itu.
04:28Pemberitahuan kalau itu.
04:29Hanya pemberitahuan?
04:29Hanya pemberitahuan.
04:30Tidak dijelaskan bagaimana kemudian mekanisme pembuatannya termasuk jalur-jalurnya.
04:34Dan saya akan tunjukkan ya, itu memang kalau kita melihat dari tengah laut,
04:37terlihat jelas bahwa nampaknya rentang jarak 20 meter itu memang tidak besar ya.
04:42Apalagi ketika ada ombak yang berada di daerah pesisir ini.
04:47Kita alam nggak ada yang tahu.
04:48Hujan, badai, angin itu.
04:50Ya itu yang dibilang tadi sama Pak Wasna.
04:52Kalau misalkan ini ngebentur kan ada NC-NCD itu kan,
04:55di bawahnya ada water bridge.
04:56Nah, itu yang jadi masalah buat kita.
04:58Kalau misalkan kita kapal bisa kena sampah kan berhenti tuh.
05:01Di tengah jalan situ dia minggir, minggir, minggir.
05:07Saya akan coba ajak Bang Edi dan Pak Wasna untuk lebih mendekat.
05:11Karena kalau kita lihat ini, sekali lagi,
05:14ada tiang pancang yang memang tidak terlalu tinggi,
05:16kurang lebih mungkin hanya 2 atau 3 meter ya.
05:19Tetapi ada yang menjulang tinggi.
05:21Dan bisa dilihat ya dengan jelas bahwa sedang ada proses pengerjaan.
05:26Udah ukuran segitu mas tingginya.
05:28Dan itu bisa dilihat ya, proses dari pemancangan tiang pancang dari tol laut
05:32yang saat ini terus berjalan meskipun sudah ada protes ya,
05:37yang dilayangkan oleh para nelayan.
05:46Saya akan coba datangin ya, Saudara.
05:50Pihak PT. PP ataupun PT. Pelindung yang sedang melakukan pembangunan tol laut,
05:54saya akan tanyakan sejumlah hal yang kemudian menjadi kegelisahan dari para nelayan.
06:00Pak, dari Kompas TV, Pak.
06:04Pak.
06:09Izin, Pak.
06:10Dari Kompas TV, boleh ngobrol sebentar, Pak.
06:18Kita akan coba tunggu ya, karena tadi ada 2 orang yang nampaknya mencoba kebagian dalam untuk berkoordinasi,
06:25tapi saya tidak tahu apakah saya diizinkan untuk berkomunikasi atau bahkan mungkin untuk turun ya.
06:32Saya sudah menunggu kurang lebih 5 menit sudah, tapi nampaknya belum ada pihak yang kembali lagi untuk memberikan konfirmasi kepada
06:39kami,
06:40tapi saya akan coba datangin lagi ya.
06:43Ada suatu orang yang sedang duduk di pinggir dari tempat pembangunan proyek ya.
06:51Pak, Pak, Pak Izin, Pak.
06:55Dari Kompas TV, Pak. Boleh ngobrol sebentar, Pak.
06:59Bahwa seluruh kegiatan NPI dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku
07:06dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kelancaran aktivitas nelayan, dan keberlanjutan lingkungan.
07:14Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan terbuka untuk berdialog dengan masyarakat,
07:22termasuk nelayan sebagai bagian dari penyempurnaan ke depannya.
07:27Pelindung menghormati setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat,
07:31termasuk saudara-saudara kita nelayan di wilayah Ciling-Ciling.
07:38Artinya daerah ini, Pak Wasman, dulunya masih daerah tangkapan?
07:41Wah, sebenarnya daerah kelemah sini, ibaratnya nelayan bisa untuk mencari ikan di lokasi daerah kan ini.
07:47Masih bisa di sini?
07:47Iya, masih bisa di sini.
07:48Terima kasih sudah menonton!
Komentar

Dianjurkan