Sekilas tentang #dracin "Sang Pewaris Tersembunyi"
Demi menepati janji kecil, Yanto Linaga bekerja enam bulan di Grup Senia, diam-diam membantu tunangannya, Wina, hingga makin berpengaruh. Namun Wina meremehkannya, membuat Yanto mundur dan memutuskan pertunangan. Setelah dia pergi, terungkap bahwa Yanto adalah pewaris tunggal Grup Linaga. Grup Senia goyah, Wina menyesal, tapi Yanto tak kembali.
#dramabox #shortfilm #dramapendek #kisahharu #romantis #ceostory #ceo #kisahnyata #sinetronterbaru #youtubeshorts #trendingdrama #balasdendam #sinetronterbaru
Demi menepati janji kecil, Yanto Linaga bekerja enam bulan di Grup Senia, diam-diam membantu tunangannya, Wina, hingga makin berpengaruh. Namun Wina meremehkannya, membuat Yanto mundur dan memutuskan pertunangan. Setelah dia pergi, terungkap bahwa Yanto adalah pewaris tunggal Grup Linaga. Grup Senia goyah, Wina menyesal, tapi Yanto tak kembali.
#dramabox #shortfilm #dramapendek #kisahharu #romantis #ceostory #ceo #kisahnyata #sinetronterbaru #youtubeshorts #trendingdrama #balasdendam #sinetronterbaru
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00Bu Wina, Pak Marco, dengar-dengar proyek Crescent Bay sudah pasti jatuh ke tanggrip Senio. Selamat ya.
00:08Bu Wina itu memang berbakat. Sekarang ditambah Pak Marco, makin seperti macar tubuh sayap.
00:13Nanti kalau kalian dapat untung, kalian jangan pernah lupa kami ya.
00:17Pas nih, pas nih.
00:19Terima kasih semuanya.
00:24Lihat nggak, Yanto? Sekarang semua orang sudah tahu.
00:27Proyek Crescent Bay sudah jadi milik grup Senio.
00:31Saranku lebih baik kamu pergi, biar nggak dipermalukan lagi.
00:35Grup Linaga punya modal kuat. Teknologi kami juga paling atas, jauh di atas grup Senio.
00:39Aku sangat penasaran kenapa Felix bisa menyetujuinya.
00:43Tentu saja karena Pak Marco sangat berbakat.
00:50Aku akan telpon dulu.
00:54Yanto, sudah zaman apa sekarang?
00:56Masih berharap menang pakai modal dan teknologi.
01:00Kuno sekali.
01:02Kalau nggak?
01:05Kamu ini beneran bodoh atau pura-pura?
01:08Tentu pakai cara ini.
01:11Aku di belakang layar kasih 10 biliar ke Pak Felix.
01:15Kamu punya apa buat lawan aku?
01:19Kamu swap Felix.
01:22Nggak mungkin.
01:24Nyali dari mana dia?
01:25Berani-beraninya terima swapan.
01:29Nyali dari mana dia?
01:30Berani-beraninya terima swap.
01:36Aturan main di kalangan atas.
01:38Kamu seorang wanita matre mana mengerti?
01:41Tahu nggak kenapa aku selalu bisa dapatkan proyek grup Sunarto?
01:44Karena tiap kali aku kasih uang ke Pak Felix.
01:47Mengerti?
01:48Dasar bodoh.
01:50Moda.
01:51Teknologi.
01:51Nggak ada gunanya sama sekali.
01:55Felix Tanjaya.
01:57Dia benar-benar berani.
01:59Tamat dia.
02:03Pak Felix beneran akan tamat.
02:06Kamu siapa?
02:07Berani ngomong begitu.
02:09Kamu kira kamu siapa?
02:11CEO grup Sunarto.
02:12Siapa yang kasih kamu keberanian?
02:14Peraturan anti korupsi grup Sunarto.
02:16Peraturan anti korupsi grup Sunarto?
02:19Apa hubungan peraturan anti korupsi grup Sunarto?
02:21Denganmu.
02:22Kenapa?
02:24Kamu mau laporkan Pak Felix begitu?
02:27Nggak ada buktinya.
02:29Siapa yang akan percaya obongan wanita matre?
02:32Yanto.
02:33Wanita yang kamu bawa ini beneran bodoh.
02:36Bicaranya melantur.
02:43Waduh.
02:45Hei sobat.
02:46Lama nggak ketemu.
02:49Pak Felix data.
02:50Kalian masih mau melaporkan dia.
02:53Kalian tamat.
02:55Pak Felix!
02:56Hei, Pak Marco.
03:00Pak Felix.
03:01Di sini ada wanita.
03:02Katanya mau melaporkan kamu.
03:04Cepat ke sana.
03:05Kasih dia pelajaran.
03:06Apa?
03:07Laporkan aku?
03:08Memang dia tidak tahu siapa aku.
03:09Berani sekali dia.
03:10Ah, sini.
03:11Ini orangnya.
03:13Siapa?
03:14Ayo.
03:17Pak Felix.
03:18Dia tadi bilang aturan anti korupsi grup Sunarto.
03:20Katanya mau melaporkanmu.
03:22Lucu sekali kan?
03:23Apa?
03:24Kamu?
03:27Kenapa kamu ketawa?
03:29Aku...
03:29Marco.
03:30Kamu gila ya?
03:31Hah?
03:32Berani sekali ngomong sebarangan.
03:34Aduh, Pak Felix.
03:36Kenapa Anda panik?
03:37Dia cuma wanita matre yang menumpang hidup.
03:40Walaupun dia lapor ke grup Sunarto,
03:41siapa juga yang percaya?
03:43Anda santai saja.
03:44Tutup mulut kamu!
03:45Kapan aku pernah terima uang dari kamu?
03:48Hah?
03:48Kalau kamu ngomong ngawur lagi,
03:50aku habisi kamu.
03:51Pak Felix.
03:53Anda.
03:53Apa maksudnya ini?
03:54Butina.
03:55Marco ini orang yang gila.
03:58Ngomongnya ngawur semua.
03:59Tolong jangan percaya dia.
04:00Aku nggak terima sebesar pun dari dia.
04:03Apa?
04:05Dia itu...
04:06CEO grup Sunarto?
04:08Tinan Sunarto?
04:10Mana mungkin?
04:11Mana mungkin dia Butina?
04:16Halo, Pak Felix.
04:18Aku Wina Senio.
04:19Terima kasih Anda setuju
04:21memberikan proyek itu ke grup Senio.
04:22Grup Senio janji
04:23nggak akan mengecewakan.
04:24Tutup mulut kamu!
04:26Kapan aku pernah setuju
04:27kasih proyek itu ke kamu?
04:28Hah?
04:30Butina,
04:31grup Senio ini
04:32otaknya rusak semua.
04:33Ngomong sembarangan.
04:34Tolong jangan percaya omongan mereka.
04:36Butina?
04:38Dia...
04:39Dia adalah Butina.
04:44Proyek Crescent Bay ini
04:45grup Senio sudah tereliminasi.
04:47Kalian boleh pergi.
04:49Butina,
04:50jangan marah.
04:51Pak Marco,
04:52cuma nggak tahu siapa Anda.
04:54Jadi dia salah paham.
04:56Pikir Anda punya hubungan gelap
04:57dengan Yanto.
04:58Aku seru dia minta maaf ya.
05:00Dia orangnya belak-belakan,
05:01tapi kemampuannya sangat bagus.
05:03Serahkan proyek ke kami,
05:05tapi pastikan Anda puas.
05:06Kemampuan bagus?
05:08Kamu yakin?
05:09Tentu saja.
05:10Kalau enggak,
05:11Pak Felix dulu
05:12mana mungkin
05:13kasih dia banyak proyek.
05:15Sebentar lagi kamu akan tahu alasannya.
05:20Pak Marco,
05:21apa maksud Butina barusan?
05:23Wina nggak boleh tahu
05:24kalau semua proyekku dulu
05:26didapatkan pakai suap.
05:28Oh,
05:29dia pasti dendam denganku
05:30karena menyirah dia wanita matri.
05:31Dia membalas dendam,
05:32mempermalukan grup Senio.
05:34Bu Wina,
05:35ayo pergi saja.
05:36Kalau kita nggak dapat proyek Crescent Bay,
05:38grup Senio akan habis.
05:40Walaupun Butina mau balas dendam,
05:42kita tetap harus minta maaf
05:43dapat proyek itu.
05:45Mana bisa kita pergi begitu saja?
05:47Aku pasti akan cari proyek lain buat Anda.
05:50Tolonglah,
05:51kita pergi saja.
05:52Ayo.
05:53Ada apa dengan kamu hari ini?
05:55Aneh sekali.
05:57Kamu sembunyikan sesuatu dari aku ya?
05:59Aku...
05:59Aturan main di kalangan atas.
06:02Wanita matri seperti kamu,
06:03mana mengerti?
06:04Tahu kenapa aku selalu bisa dapatkan
06:06proyek grup Sunarto?
06:08Karena...
06:09Tiap kali aku kasih uang ke Pak Felix.
06:12Mengerti?
06:12Dasar buruk.
06:14Modal.
06:15Teknologi.
06:16Nggak ada gunanya sama sekali.
06:17Hahaha.
06:18Apa?
06:19Wanita ini ternyata merekam.
06:22Dia berani sekali.
06:23Berani-beraninya terima suang.
06:34Siapa itu?
06:35Menyogok Felix buat dapat proyek.
06:37Itu asisten CEO Group Senior Marco.
06:39Kamu nggak kenal dia?
06:40Patas aja.
06:42Setengah tahun ini,
06:43proyek proyek grup Sunarto
06:44semua jatuh ke tangan grup Senior.
06:46Ternyata gara-gara kasih suap ya?
06:49Itu nggak benar.
06:50Jangan percaya.
06:52Cepat matikan.
06:53Cepat matikan.
06:54Hentikan dia.
06:57Hei Marco.
06:59Berani-beraninya lakukan hal kotor di belakangku.
07:01Apa ini yang kamu sebut?
07:03Bakat dan kemampuan.
07:04Buena, aku bisa jelaskan.
07:06Aku...
07:06Felix Tanjaya.
07:08Beraninya dia bilang begitu.
07:09Dia tamat.
07:12Pak Felix pasti tamat.
07:15Siapa yang kasih kamu nyali berani ngomong begitu, ha?
07:18Kamu pikir kamu siapa?
07:19CEO Group Sunarto.
07:20Siapa yang kasih kamu keberanian?
07:22Peraturan Anti Korupsi Group Sunarto.
07:24Peraturan Anti Korupsi Group Sunarto?
07:28Hubungannya sama kamu apa?
07:31Kenapa?
07:32Kamu mau melaporkan ke Pak Felix?
07:34Kamu nggak punya bukti.
07:37Siapa yang akan percaya omongan wanita matri?
07:39Yanto, wanita yang kamu pilih, otaknya kosong sekali.
07:44Ngomongnya semua ngacong.
07:47Butina, jangan putar lagi.
07:48Aku mohon.
07:49Jangan putar lagi.
07:55Menyuap saja sudah parah.
07:57Masih berani sebut Butina wanita matri.
07:59Benar-benar buta mata.
08:00Masalahnya dia bilang,
08:01suapa velik di depan Butina sendiri.
08:03Bodoh sekali dia.
08:04Ternyata Wina juga bodoh sekali.
08:06Bisa ketorang seperti itu jadi asisten.
08:09Dengar, Marco.
08:10Kamu sudah buat aku kecewa.
08:12Aku cuma terlalu peduli sama Anda.
08:14Terlalu peduli sama Grup Senior.
08:16Makanya aku...
08:16Semua orang,
08:17kalian sudah lihat sendiri.
08:19Aku resmi mengumumkan...
08:20Felix Tanjaya di pecah.
08:27Proyek Crescent Bay.
08:29Grup Senior resmi tersingkir.
08:31Semua kerjasama sebelumnya dengan Grup Senior,
08:33seluruhnya dihentikan.
08:34Akan dilelang ulang.
08:39Butina, Anda tak bisa begitu.
08:42Proyek-proyek itu menyakut strategi Grup Senior 3 tahun ke depan
08:45dan juga ribuan karyawan.
08:47Anda...
08:50Salah siapa?
08:52Salah kamu yang buta menilai orang.
08:54Malah rekrut sampah seperti itu.
08:58Butina!
08:59Dia sebenarnya punya kemampuan.
09:02Kamu!
09:03Harus dapat ampunan dari Butina.
09:05Ambil perayak itu.
09:06Kalau tidak, Grup Senior tamat.
09:09Buina, tolong kasih aku kesempatan.
09:11Aku...
09:11Butina!
09:13Buina!
09:18Tuan Muda Yanto,
09:19aku sudah bantu balas sakit hatimu.
09:22Traktir aku makan,
09:23nggak berlebihan, kan?
09:24Enggak.
09:25Tempatnya terserah.
09:26Aku yang bayar.
09:26Tuan Muda Yanto memang murah hati.
09:29Ayo, kita makan.
09:30Ayo!
09:32Butina!
09:35Butina,
09:36Pak Marco memang salah karena suap.
09:38Aku minta maaf atas nama dia.
09:40Tolong beri Grup Senior satu kesempatan lagi.
09:43Aku jamin,
09:43semua proyek akan kami selesaikan dengan standar tertinggi.
09:46Kami pasti kasih hasil yang sempurna.
09:48Kamu mau jamin pakai apa?
09:50Pakai asisten.
09:52Bodoh kamu itu, ya?
09:55Butina,
09:56Pak Marco,
09:57meski salah,
09:58tapi kemampuannya sebenarnya sangat bagus.
10:00Setengah tahun ini,
10:02semua proyek Grup Senior,
10:03dia tangani dengan rapi dan teratur.
10:05Nggak ada sedikit pun celah.
10:06asal Anda nggak cabut proyeknya.
10:07aku pastikan dia akan buat Anda kaget.
10:10tapi dan teratur, ya?
10:12Ternyata,
10:13bukan cuma dia yang bodoh.
10:14Tapi kamu juga.
10:16Butina,
10:18kata-kata Anda itu sudah keterlaluan.
10:20Aku tahu,
10:21hubungan Anda sama Yanto istimewa.
10:23kamu mau bantu dia balas dendam.
10:26Tapi,
10:27tapi nggak harus injak orang, kan?
10:28Kamu pikir semuanya ini karena
10:31Marco menerima suap, ya?
10:33Memangnya bukan.
10:34Tentu saja bukan.
10:35Selama ini,
10:36setiap Grup Senior minta apapun aku kasih.
10:38Itu murni karena Yanto.
10:39Dan itu bukan pula karena Marco.
10:41Karena dia itu cuma kurir yang ambil kontak.
10:44Ini?
10:44Selama Yanto ada,
10:46mau Marco suap atau enggak,
10:48proyek tetap jadi milik Grup Senior.
10:49Tapi sekarang,
10:50Yanto sudah pergi.
10:51Grup Senior sudah nggak punya keistimewaan.
10:53Makanya aku pakai alasan Marco suap
10:55untuk tarik semua proyek.
10:58Kau paham?
11:03Soal proyek Grup Senior yang tanpa cacat,
11:05itu karena setiap vendor atas bawah yang kerjasama,
11:08semuanya sudah diberitahu Yanto.
11:10Makanya mereka kerjasama 100%.
11:12Buat Grup Senior mulus tanpa hambatan,
11:14sampai bisa terus naik daun.
11:15Itu nggak ada hubungannya sedikit pun dengan Marco yang bodoh itu.
11:18Nggak mungkin.
11:19Aku nggak percaya.
11:22Oh ya?
11:23Kalau begitu, lihat baik-baik.
11:25Setelah Yanto pergi,
11:27lihat apakah sistem hebatmu itu
11:28masih bisa kerja rapi dan bagusnya.
11:33Ayo.
11:34Yanto, apa dia bilang?
11:47Kamu memang benar.
11:49Hubunganku dengan Yanto memang nggak biasa.
11:52Makanya aku kasihan sama dia.
11:53Dia sampai buang tenaga buat bantu perempuan seperti kamu,
11:56yang buta mata dan buta hati.
12:04Apa aku salah selama ini?
12:10Buwina,
12:11jangan dengar omong kosong dia.
12:12Grup Senior maju sampai sekarang.
12:13Itu semua hasil kerja kerasku.
12:15Tina Sunarto cuma mau bela Yanto.
12:17Makanya dia sengaja menjelekanku.
12:19Anda harus percaya sama aku.
12:21Lepaskan aku.
12:22Gara-gara kamu,
12:24proyek Crescent Bay hilang.
12:26Proyek grup Sunarto juga hilang.
12:27Seluruh grup Senior di ujung tanduk.
12:29Bagaimana aku bisa percaya kamu?
12:33Buwina, dengar penjelasanku.
12:34Walaupun kehilangan grup Sunarto,
12:36kita masih punya kerjasama lain, kan?
12:37Bos-bos perusahaan lain.
12:38Semuanya suka sama aku.
12:40Aku harus hubungi mereka,
12:41buat cari proyek untuk Anda.
12:43Tunggu sebentar.
12:46Halo, Pak Eko.
12:48Ini aku, Marco.
12:49Aku dengar proyek Plaza Jinsu lagi buka tender.
12:52Kira-kira grup Senior bisa ikut.
12:53Apa-apaan?
12:54Grup Senior juga mau proyek Plaza Jinsu?
12:57Pak Eko,
12:58apa maksud Anda?
12:59Kemarin Anda bilang,
13:01grup Senior itu hebat.
13:02Ada peluang kerjasama.
13:04Anda,
13:04itu karena Pak Yanto ada di sana.
13:06Aku cuma kasih muka ke dia.
13:08Kamu pikir kamu punya kemampuan.
13:10Kerjasama denganku,
13:11grup Senior pantas.
13:12Kalian cuma sekumpulan orang buta.
13:14Pak Eko,
13:15Pak Eko.
13:17Ternyata karena Yanto.
13:19Nggak mungkin.
13:21Aku nggak percaya.
13:24Bu Rika,
13:26ini aku, Marco.
13:27Aku...
13:27Ternyata kamu masih berani telpon aku.
13:30Dulu aku kasih proyek ke grup Senior,
13:32karena Pak Yanto.
13:33Kenapa tiba-tiba jadi kamu yang negosiasi kerjasama?
13:35Siapa yang kasih kamu nyali?
13:37Dasar nggak tahu diri.
13:38Bu Rika.
13:41Sialan.
13:42Aku nggak percaya ini.
13:44Semua karena Yanto.
13:47Pak Leon.
13:48Pak Leon.
13:48Ini,
13:49ini aku, Marco.
13:50Kamu apa?
13:51Pantas telpon aku.
13:52Kamu mengerti etika nggak?
13:53Pak Yanto itu sabar.
13:55Makanya biarkan kamu jadi pelakor
13:56dan remut tunangannya.
13:58Aku jijik lihat pria perutak kerupatan nggak?
14:00Wih!
14:01Pak Leon.
14:04Kenapa bisa begini?
14:06Kenapa bisa begini?
14:11Halo?
14:12Bu Wina.
14:13Gawat.
14:13Semua rekan.
14:14Barusan kirim pesak.
14:15Mereka mau hentikan kerjasama.
14:17Katakan, apa yang terjadi?
14:18Mereka bilang dulu mereka kerjasama karena Pak Yanto.
14:21Sekarang karena Pak Yanto dipecat.
14:22Mereka jadi nggak berani kasih proyek ke kita lagi.
14:26Yanto.
14:27Lagi-lagi Yanto.
14:30Ternyata benar.
14:31Semua proyek itu datang cuma karena Yanto.
14:37Dasar kamu, Yanto.
14:41Bu Wina.
14:42Bu Wina.
14:43Mereka ngomong begitu pasti.
14:45Dikasih sesuatu sama Yanto.
14:47Kasih aku waktu.
14:48Aku pasti bisa remut proyek itu lagi.
14:50Aku...
14:50Pergi dari sini!
14:54Penipu.
14:55Dengar, Marco.
14:56Kamu itu penipu.
14:58Para direktur cuma bilang biar kamu ambil kontraknya.
15:01Tapi kamu bohong bilang kamu yang negosiasi.
15:04Ah, Bu Wina.
15:05Aku udah benar nggak tahu mereka...
15:06Keluar!
15:09Cepat kamu pergi!
15:13Bu Wina.
15:23Sialan.
15:26Nggak bisa.
15:28Bentar lagi aku bisa dapatkan Wina.
15:30Naik ke kelas sosial atas.
15:31Aku nggak boleh menyerah begitu aja.
15:36Wina.
15:38Kamu merasa diri kamu pintar.
15:40Padahal aslinya cuma sampah.
15:44Tanpa Yanto.
15:46Kamu bukan siapa-siapa.
15:48Kakek sudah ingatkan kamu.
15:52Ayah juga sudah memperingatkanmu.
15:55Tapi kamu tetap saja keras kepala.
15:59Pengorbanan Yanto.
16:00Kamu tutup mata.
16:03Tapi Marco, si penipu itu,
16:05kamu percaya sepenuhnya.
16:19Sekarang lihat akibatnya.
16:21Proyek hilang.
16:23Perusahaan bangkrut.
16:26Bodoh.
16:27Kamu cuma orang bodoh yang merasa paling hebat.
16:41Yanto.
16:43Aku salah.
16:54Bu Wina.
16:55Aku tahu aku salah.
16:57Yanto.
16:57Sial.
16:59Lagi-lagi Yanto.
17:00Aku tahu.
17:02Aku salah.
17:05Kembalilah.
17:06Kembalilah, ya.
17:09Baik.
17:12Aku.
17:13Aku kembali.
17:15Ada aku di sini.
17:16Kamu nggak usah takut apapun.
17:25Pantas saja si wanita Grup Senio.
17:27Rasanya aja lebih mantap dari wanita murahan lainnya.
17:30Kalau aku bisa dapatkan dia,
17:31Grup Senio akan jadi milikku.
17:38Marco.
17:40Dasar bajingan.
17:43Bu Wina, dengarkan aku dulu.
17:45Aku benar-benar suka sama kamu.
17:48Dasar bejah jauhi aku.
17:50Wina.
17:50Semuanya aku bilang itu beneran.
17:52Aku sungguh suka sama kamu.
17:53Lepaskan Marco.
17:56Tolong.
17:57Aku janji.
17:58Aku pesaikan baik sama kamu.
18:00Jangan.
18:03Aku mohon lepaskan aku.
18:05Wina.
18:06Mohon terimalah aku.
18:13Tolong.
18:15Cari mati.
18:21Lepas.
18:22Aku tadi mau baik-baik sama kamu.
18:24Tapi kamu nggak tahu diri.
18:26Siapa suruh kamu teriak?
18:28Hari ini kamu mau tahu nggak?
18:30Aku tetap akan dapatkan kamu.
18:32Tolong.
18:33Tolong.
18:41Pergi kamu.
18:42Yanto, tolong aku.
18:46Seret dia keluar.
18:49Lepaskan aku.
18:51Yanto, kamu sudah berkali-kali berusak rencanaku.
18:54Awas kamu.
18:58Yanto, syukurlah kamu datang.
19:00Kalau tidak, aku sudah.
19:04Tui, kita nggak sedekat itu.
19:06Terima kasih.
19:09Terima kasih.
Komentar