- 5 jam yang lalu
Penghinaan, kebangkrutan, bahkan kematian untuk Citra dan keluarganya dimulai dari masa SMA.
Setelah ditolong oleh Citra, Salsa anak pembantu keluarga Farrel sangat tidak tahu diri, dia memanfaatkan koneksinya dan berpura-pura menjadi pewaris sejati.
Sementara itu, pewaris asli Citra dipermalukan saat dituduh berbuat curang, dan tak ada yang percaya bahwa Salsa telah menjebaknya.
Namun Citra terlahir kembali Kini dia kembali, Citra kembali ke masa SMA dan merubah takdirnya. Dia mulai berani melawan penindasan dan menguasai sekolah.
Setelah ditolong oleh Citra, Salsa anak pembantu keluarga Farrel sangat tidak tahu diri, dia memanfaatkan koneksinya dan berpura-pura menjadi pewaris sejati.
Sementara itu, pewaris asli Citra dipermalukan saat dituduh berbuat curang, dan tak ada yang percaya bahwa Salsa telah menjebaknya.
Namun Citra terlahir kembali Kini dia kembali, Citra kembali ke masa SMA dan merubah takdirnya. Dia mulai berani melawan penindasan dan menguasai sekolah.
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:09Terima kasih.
00:31Begini, Citra, nilaimu kali ini meningkat pesat. Aku pikir paman Farel pasti seneng banget. Aku gak tahan dan kasih tau
00:38paman Farel duluan.
00:41Eh, Citra, jangan salahkan Salsa. Dia itu kan guru privatmu. Kamu sudah melampaui gurumu. Dia cuma terlalu senang, makanya dikasih
00:50tau ayah.
00:52Di hati Salsa, dia pasti gak mau mengakui kalau aku melampauinya. Apalagi sampai senang karena nilai ku bagus.
01:00Pasti ada yang disembunyikan.
01:02Citra, semua kerja kerasmu akhirnya terbayar. Ayo bilang, kamu mau hadiah apa?
01:08Oh, aku tau.
01:13Ayah? Apa ayah sudah kasih hadiah buat Salsa?
01:25Eh, kemajuanmu sangat pesat. Salsa itu kan guru privatmu. Tentu saja aku harus kasih dia hadiah.
01:36Ayah? Ayah? Ayah linglung ya?
01:39Mungkin selama ini ayah terus di luar negeri, jadi gak tau. Aku sudah ganti guru privat.
01:45Hah? Sejak kapan kamu ganti guru privat?
01:48Iya.
01:48Taman Farel. Taman Farel, kau gak tau. Lima menit sebelum ujian, Citra bilang, dia gak mau aku jadi guru privatnya.
01:58Guru privatnya ganti jadi teman sekelas, dan nilainya malah di bawah aku.
02:03Apa itu benar?
02:07Aduh, Citra. Salsa itu murid terbaik di sekolahmu. Kamu ganti ke siapa? Cepat ganti balik.
02:13Ayah? Sudah kubilang ayah itu linglung. Sekarang aku peringkat satu provinsi. Sekarang ini yang paling pintar di sekolah adalah aku.
02:23Oh, benar juga.
02:26Kalau begitu bilang saja, kamu mau hadiah apa?
02:31Baiklah, kalau ayah beneran mau kasih hadiah ke aku.
02:34Semua kartu tambahan ayah hubungkan ke aku, ya?
02:40Kenapa Citra memilih itu? Kenapa dia minta kartu tambahan paman Farel?
02:46Ini...
02:47Ah, Citra. Bukannya kamu sudah punya kartu tanpa limit. Ngapain kamu minta kartu tambahan ayah?
02:55Kayaknya... Salsa sudah pulang lebih dulu dariku. Lalu dia ngaku kalau aku dapat peringkat satu provinsi berkat dirinya.
03:01Terus dia berhasil nipu ayah dan dapat kartu tambahan.
03:09Akhirnya aku tahu. Dulu aku sebodoh itu nurun dari siapa. Kenapa ayah sebodoh ini? Bahkan dia pun bisa ditipu sama
03:17Salsa.
03:19Kamu ini... Jangan melatap ayah seperti itu. Ayah jadi takut.
03:23Ya memang harus takut. Cepat kasih aku hape ayah.
03:27Oke, oke. Ini...
03:34Ayah. Kartu tambahanmu disambungkan ke orang gak jelas. Sudah aku hapus semua.
03:40Citra.
03:41Ada apa Salsa? Kamu perlu apa?
03:49Eh, jadi begini. Citra. Kamu bisa jadi juara provinsi. Itu juga karena bantuan Salsa.
03:57Jadi ayah kasih Salsa kartu tambahan. Setiap bulan ayah kasih dia limit satu miliar.
04:06Serah kapal.
04:09Satu miliar limit? Apa ini masuk akal? Jujur padaku. Apa dia selingkuhan ayah di luar sana?
04:22Ini... Bukan-bukan begitu. Dasar bocana akal. Jangan asal bicara.
04:26Kalau bukan makin gak patah sih kasih kartu. Harus segera dicabut.
04:29Kalau sampai tersebar di sekolah, reputasi Salsa bisa rusak. Iya kan?
04:35Citra.
04:37Kau juga tahu situasi keluarga kami.
04:39Ayahku kasar. Kakakku kecanduan judi.
04:43Gaji ibu pun habis dipakai.
04:45Kalau kau blokir kartuku, aku gak punya uang buat makan.
04:52Terus kenapa? Kamu gak bisa makan.
04:56Apa hubungannya sama aku?
04:59Nona besar akhirnya sadar.
05:02Citra.
05:03Kenapa kau bisa bilang begitu?
05:05Aku ini kan guru privatmu juga.
05:13Apa aku masih belum bayar kamu sebagai guru privat?
05:18Apa kamu masih lapar?
05:20Sudahlah dari aku saja sudah dapat 4 miliar kan?
05:23Kamu bilang gak punya uang buat makan.
05:25Lalu 4 miliar itu pergi kemana?
05:27Hilang ditiup angin.
05:39Salsa.
05:41Apa kamu kasih uang itu ke ayahmu yang penjudi itu?
05:46Ayahku yang baik, ayah memang jago membela dia.
05:55Ayah, buka mata ayah dan lihat.
05:57Salsa itu ular berbisa.
05:59Biarpun ayah baik padanya, dia pasti akan melukai ayah.
06:02Ayah, apaikan saja dia, bagian aku gak berhutang apapun ke dia.
06:10Citra, gimana bisa kau bilang begitu?
06:13Bukankah kita sahabat dekat?
06:19Gak bisa.
06:20Aku gak tahan lagi, aku hampir saja mengumpat.
06:23Sahabat apanya?
06:24Kamu kosong.
06:27Ini...
06:27Nona, kau gak punya sepan santun.
06:33Dasar orang tua keras kepala.
06:35Ini rumahku.
06:37Mana bisa mengaturku di sini?
06:42Apa anak pelayan?
06:45Layak jadi temanku.
06:47Citra, diam.
06:49Kenapa kamu sekarang jadi seperti ini?
06:51Ayah, aku beneran sangat marah.
06:53Kalau gak mau dimarahi, diam saja.
06:55Ini...
06:56Papa.
06:56Kurasa Nona Citra memang benar.
06:59Dia harus tahu posisinya sebagai pelayan.
07:01Itu bagian dari etika kerja paling dasar.
07:05Hmm?
07:07Kok bisa begini?
07:08Kenapa Citra bisa bersikap begini ke aku?
07:11Seolah-olah,
07:12di kehidupan sebelumnya,
07:14aku adalah musuh yang bunuh ayahnya.
07:21Citra,
07:22antara kita berdua apa mungkin ada salah paham?
07:24Di sekolah yang bilang kau anak pelayan itu bukan aku.
07:28Kalau kau keberatan,
07:30aku akan jelaskan ke teman-teman di sekolah soal ini.
07:35Jelaskan?
07:37Terus waktu
07:38Dona bilang aku anak pelayan,
07:42apakah kamu gak punya mulut?
07:43Atau jadi bisuk?
07:45Aku...
07:46Apa?
07:47Di sekolah tersebar kabar kalau kamu anak pelayan?
07:54Gak apa-apa ya?
07:56Apapun yang mereka katakan,
07:58aku bukan anak pelayan.
08:00Beberapa orang gak bisa memilih lahir dari keluarga mana.
08:04Tapi kalau mau berusaha,
08:05orang itu pasti bisa membangun masa depannya sendiri.
08:07Bukan malah.
08:09Terus-terusan jadi benalu.
08:11Betul gak?
08:13Kedengarannya memang mudah.
08:14Tapi kau lahir langsung jadi putri orang kaya.
08:17Apa kau paham rasanya lapar?
08:18Kedinginan pasti juga harus dipukuli.
08:21Aku ini jelas pintar.
08:23Kenapa semua ini gak bisa jadi milikku?
08:27Citra benar.
08:28Aku tinggal di rumahmu.
08:30Biar gampang bantu kau belajar.
08:33Tapi kalau sekarang nilainmu sudah naik,
08:35aku juga gak perlu tinggal lagi.
08:37Aku akan pergi.
08:40Eh, Salsa!
08:41Tunggu!
08:45Salsa!
08:47Kamu apa?
08:48Bu,
08:50Citra sekarang sudah mulai curiga padaku.
08:52Aku tinggal di sini gak ada gunanya lagi.
08:56Kau tetap tinggal di rumah keluarga Salman.
08:58Rencana kita
08:59harus dipercepat.
09:09Nah,
09:10makan yang banyak.
09:12Ayah,
09:13apa ayah merasa aku keterlaluan
09:16karena usir Salsa tadi?
09:25Ayah,
09:26kenapa ayah gak bisa mengerti?
09:27Kenapa Salsa ngajarin aku dua tahun,
09:29tapi nilaiku tetap terbawah?
09:31Begitu aku ganti guru privat,
09:32nilaiku meningkat drastis.
09:34Tapi kamu ganti guru privat,
09:35baru lima menit.
09:36Iya,
09:37guru baru itu baru jelasin sedikit,
09:38aku sudah paham.
09:39Yang Salsa ajarkan sama sekali gak bisa kupahami.
09:41Orang kayak gitu ngapain dipertahanin.
09:42Nona masuk akal.
09:46Ayah,
09:47kalau di perusahaan ayah ada pegawai seburuk itu,
09:50pasti sudah ayah pecat, kan?
09:52Kita ini pemilik modal.
09:54Mereka dibayar buat kerja.
09:56Buat apa bawa-bawa perasaan?
09:58Kenapa?
09:59Aku merasa
10:00kamu dengan Citra masuk akal.
10:02Nona,
10:03Bibi Irna.
10:03Biarkan saja.
10:05Dia masih berguna.
10:06Baik.
10:08Ayah,
10:09ayah lanjut makan.
10:10Aku sudah kenyang.
10:11Mau ke kamar buat belajar.
10:19Bagus.
10:20Kenapa aku rasa rumah ini
10:21sekarang dia yang kendalikan?
10:23Pak Farel,
10:24Anda urus perusahaan saja.
10:25Rumah ini serahkan saja pada Nona.
10:34Sini kamu,
10:35sini.
10:36Kamu kemana?
10:37Tunggu dulu.
10:4610 miliar sudah kutansur padamu.
10:48Makasih,
10:48Bu.
10:49Kau sudah bilang,
10:50nanti uang ini akan kuali kembali.
10:51Kau balikkan dua kali lipat.
10:54Aku tahu.
10:54Nanti setelah aku dapat semua milik Citra,
10:57kau juga akan kebagian.
10:59Bukankah kau suruh aku laporkan
11:00jadwal Pak Farel akhir-akhir ini?
11:03Tadinya hari ini Pak Farel mau dirumah
11:06dan bikin besta buat Citra.
11:08Dia bahkan undang semua teman sekelasnya.
11:11Apa?
11:12Tapi,
11:13Pak Farel mendadak harus dinas keluar kota.
11:15Pestanya sepertinya batal.
11:18Baguslah.
11:19Memang keberuntunganku.
11:22Adakan saja.
11:23bukan pesta untuk dia,
11:25tapi pesta untukku.
11:27Kau tinggal siapin saja.
11:28Sebulan sekolah,
11:29aku akan ajak seluruh teman sekelasku ke sana.
11:32Citra,
11:33kau yang memaksa ku lakukan ini.
11:43Kau nggak tahu betapa senangnya aku kemarin.
11:46Rasanya gimana?
11:47Aku serius.
11:48Kemarin aku naik lamu dirimu
11:50buat jalan keliling kota.
11:52Seru banget.
11:58Memang seru.
12:00Tapi jangan ngebut.
12:01Meski ada asuransi.
12:03Jangan khawatir,
12:03kau kasih tahu ya.
12:04Kemarin ada dua mobil lewat dari arah.
12:08Aku...
12:18Satria,
12:19kau gila ya?
12:20Kenapa kau tendang aku?
12:21Kamu terlalu berisik.
12:23Sudah ganggu aku belajar.
12:24Aku ganggu.
12:30Satria,
12:30si idola sekolah ganteng banget.
12:32Iya.
12:33Aku dengar,
12:34dia belum pernah punya pacar.
12:36Ganteng saja juga percuma.
12:38Katanya waktu hari pertama dia pindah sekolah,
12:40dia naik sepeda butut.
12:42Miskin banget.
12:44Sasa,
12:45aku bawakan sarapan untukmu.
12:49Makasih.
12:50Jangan lupa dimakan.
12:51Aku pergi dulu.
12:52Di masa lalu,
12:54Haris memang pilihan yang bagus.
12:56Tapi sekarang,
12:57aku akan punya semua yang dimiliki Citra
13:00dan jadi pewaris miliara.
13:01Mana mungkin Haris pantas untukmu?
13:04Aneh banget.
13:07Kenapa kamu menatapku begitu?
13:10Kamu juga bersikap aneh.
13:13Kamu,
13:14kamu beneran suka Lamborghini?
13:16Lamborghini dari ayahku.
13:19Sebenarnya enak buat nyetir.
13:33Kok aku merasa Satria bertingkah aneh?
13:37Salsa,
13:39kayaknya sopir muda datang.
13:45Nona Salsa.
13:47Paman Adit?
13:48Sampai datang ke sekolah segala.
13:50Astaga,
13:51jangan-jangan mau ribut sama aku.
13:53Pak Sandi malam ini di Vila
13:54mau adakan pesta perayaan untukmu.
13:56Dia suruh kau undang seluruh teman sekelas.
13:58Pak Sandi,
13:59Vila,
14:00dua kata ini kalau digabung sama nama Salsa,
14:03kok rasanya palsu banget ya?
14:06Serius?
14:06Salsa,
14:07aku juga gak tahu.
14:09Mungkin ayahku lagi inisiatif sendiri.
14:11Ayah?
14:12Ayah Salsa kan pemabuk dan suka mukul.
14:15Bisa-bisa aja adain pesta buat dia.
14:17Wah,
14:17kayak mimpi.
14:18Aku mengerti,
14:19Paman Adit.
14:20Kau pulang dulu saja.
14:21Baik,
14:21Nona.
14:26Salsa,
14:27ayahmu yang tajir itu
14:28kali ini siapin pesta apa untukmu?
14:30Ulang baun ya?
14:31Cuma rayain ujian yang sudah selesai.
14:32Bukan apa-apa.
14:34Wah,
14:35dunia orang kaya memang beda.
14:36Aku gak paham.
14:37Ujian selesai doang apa yang mau dirayain.
14:39Kukira ujian masuk perguruan tinggi.
14:41Aku juga berpikir begitu.
14:42Tapi ayahku selalu begitu.
14:43Salsa,
14:44keluarga mu sangat kaya.
14:45Kalau kami pergi ke pesta itu,
14:47gak harus pakai gaun formal kan?
14:49Gak usah.
14:50Meskipun keluarga ku kaya,
14:51kami sangat santai.
14:53Jadi kalau kalian datang,
14:54bisa pakai apa saja?
14:55Eh,
14:56mana bisa begitu?
14:58Salsa,
14:59luar gamu kaya raya.
15:00Kalau pakaian kami terlalu sederhana,
15:02bukannya itu malah bikin filamu kelihatan murahan.
15:04Gimana kalau
15:05kamu beliin kami sekelas
15:07masing-masing satu baju?
15:13Wah,
15:14ini bagus itu.
15:20Gak perlu kok.
15:21Di rumahku santai saja.
15:23Pakai apa saja boleh.
15:24Anggap ini kumpul-kumpul biasa
15:26antar teman sekelas.
15:27Salsa,
15:28Prima Dona Salsa.
15:29Pewujud impian kelas kita.
15:31Belikan satu baju
15:32buat kami semua ya.
15:33Aku mau banget pakai gaun formal.
15:35Deser perasit gak tau malu.
15:36Kalau mau pakai,
15:37ya beli sendiri.
15:39Bukannya aku gak mau beliin.
15:41Hanya saja,
15:42aku takut
15:43kalau ayahku marah.
15:44Salsa,
15:45keluargamu sangat kaya.
15:48Masa uang sakumu
15:49gak cukup
15:50buat beli baju
15:51untuk semua orang?
15:53Kalau memang gak bisa beliin,
15:54bilang aja.
15:55Eh,
15:55aku yang beliin aja.
15:56Serius?
15:57Prima Dona Citra.
15:58Makasih Citra.
16:00Eh,
16:01lihat itu.
16:02Citra memang paling murah hati.
16:04Iya kan?
16:05Iya.
16:07Iya.
16:12Kenapa aku merasa
16:13Satria
16:14kayak mengincar aku?
16:16Gak apa-apa.
16:17Tinggal lawan balik.
16:18Siapa bilang aku gak sanggup beli?
16:20Oke.
16:21Kalau gitu,
16:24belikan gaun mahal
16:25masing-masing
16:26satu buat kami.
16:27um,
16:30buku.
16:30Terima kasih.
Komentar