00:15Komitmen itu terlihat saat militer Iran memparadakan rudal balistik kepada warga mereka di Teheran.
00:21Warga Iran yang tumpah ruah ke jalan meneriyakan yel-yel anti-Amerika dan slogan-slogan anti-Israel.
00:28Dalam pawah itu, sejumlah pasukan militer pun membawa senapan serbu bergaya Kalasnikov di atas rudal yang menyerupai rudal balistik Qadar.
00:38Jenis rudal Qadar punya kekuatan melepaskan bom tandan yang akan menyebabkan puluhan hingga ratusan bom kecil ke area yang sangat
00:47luas.
00:48Iran telah beberapa kali menggunakan rudal Qadar ini untuk menyerang Israel dan aset-aset Amerika Serikat di Timur Tengah.
00:55Saat bersamaan, situasi di Selat Hormuz juga membuat konflik di Timur Tengah kian pelik.
01:01Trump tetap memerintahkan marinir Amerika Serikat memblokade kapal dari dan menuju pelabuhan Iran meskipun gencatan senjata diperpanjang.
01:11Gedung Putih Amerika Serikat mengklaim Iran kehilangan 500 juta dolar atau setara 8,5 triliun rupiah.
01:19AS juga mengklaim Iran mengalami perpecahan internal akibat perang ini.
01:23He's maintaining and generously offering a bit of flexibility to a regime who has been completely tarnished because of Operation
01:31Epic Fury.
01:33There's obviously a lot of internal division.
01:35This is a battle between the pragmatists and the hardliners in Iran right now.
01:39And the president wants a unified response.
01:41And so as we await that response, there's a ceasefire with the military and kinetic strikes.
01:46But Operation Epic Fury continues and the effective and successful naval blockade continues as well.
01:54Of ships and vessels that are moving to and from Iranian ports, we are completely strangling their economy through this
02:03blockade.
02:04They're losing 500 million dollars a day.
02:07Dosen ilmu politik Universitas Udayana Evata Vilomeno Borromeo Duarte menilai Trump memperpanjang gencatan senjata untuk menghindari serangan Iran ke wilayah
02:16Teluk, lokasi sejumlah basis militer AS.
02:20Tapi lebih dari itu, ia menilai Trump sengaja mengulur waktu untuk mendekatkan Iran secara ekonomi melalui blokade di Selat Honmus
02:28di tengah produksi minyak Iran yang semakin menipis.
02:33Amerika tahu bahwa batas dalam produksi minyak Iran itu sampai tanggal 26 April.
02:38Ketika nanti tanggal 26 April, tidak banyak minyak yang airnya diproduksi secara masif, otomatis banyak yang dipetit karena banyak yang
02:46berair begitu ya.
02:47Nah ini kan tanda bahwa mereka ingin padanya salah satu kerusakan secara masif dalam operasi-operasi yang sudah dilakukan,
02:55baik dalam operasi ekonomi dan juga bagaimana Iran itu memproduksi minyak sampai saat ini.
03:00Dan mereka bisa saja memperpanjang atau menahan dan mereka tahu bahwa ini adalah salah satu algodh terbaik mereka yaitu kemainkan
03:06waktu.
03:07Pakar geopolitik dan keamanan Wibawanto Nubroho menganalisis dinamika perang AS dan Iran semakin tak pasti
03:14dan mengkhawatirkan saat Iran masih memblokade Serat Hormuz.
03:19Wibawanto melihat ketegangan di perairan Teluk Persia melebar ke wilayah Indo-Pasifik di mana posisi geografis Indonesia terletak di tengahnya.
03:28Karena ini sudah melebar ke Indo-Pasifik gitu, ini menjadi concern saya.
03:34Kalau sudah melebar ke Indo-Pasifik, Indonesia itu di tengah, kalau di dalam perspektif Indo-Pakom tuh, dari US-Indo
03:42-Pasifik Command ya.
03:44Itu ada kekuatan nuklir, semua kekuatan nuklir ada di situ, minus Israel aja, semua yang lain ada di situ.
03:50Dan dari 13 ribu arsenal nuklir itu kan mayoritas berarti ada di Indo-Pasifik.
03:55Nah ini menjadi concern nih.
03:56Dan choke point satu lagi dari 9 choke point utama di dunia setelah Bab El-Mandab, setelah Suez Bab El
04:03-Mandab dan juga Hormuz ya itu selat malakkan.
04:07Jadi kita harus aware sekali dari segala aspek nih Indonesia, harus berposition strateginya.
04:1320 April lalu, militer Amerika Serikat menahan kapal tanker MT Tiffany di perairan Samudera Hindia.
04:20AS mengklaim, operasi ini bagian dari penegakan sanksi maritim global terhadap jaringan yang diduga mendukung Iran.
04:27AS beralasan, kapal tersebut beroperasi di bawah sanksi internasional dengan kategori kapal tanpa kewarganegaraan.
04:34Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat mengklaim, bertanggung jawab mengawasi operasi di Samudera India dan Pasifik.
04:41Sementara Komando Pusat Amerika Serikat Senkom bertanggung jawab atas selat Hormuz.
04:4718 April lalu, kapal perang Amerika Serikat USS Miguel Kaye juga terdeteksi berada di perairan timur belawan Sumatera Utara, pelintasi
04:55selat Malaka.
04:56Menteri Luar Negeri Sugiono bilang, kapal AS lewat selat Malaka adalah hal biasa dalam tataran Freedom of Navigation Patrol atau
05:03PONOPS.
05:04Patrol ini melibatkan kapal perang atau pesawat militer yang melintasi perairan bersengketa untuk memastikan akses terbuka bagi perdagangan dan pergerakan
05:13militer global seringkali di Laut Cina Selatan.
05:17Kapal perang Amerika Serikat USS Miguel Kaye juga terdeteksi berada di perairan timur belawan Sumatera Utara, pelintasi selat Malaka.
06:02Ketua Komisi 1 DPR fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto bilang, tak perlu khawatir atas aktivitas kapal Amerika Serikat yang melintasi
06:10selat Malaka.
06:11Kata Utut, keberadaan kapal AS itu bukan dalam konteks berperang dengan Indonesia.
06:18Yang jelas mereka tentu tidak memerangi Indonesia, satu.
06:23Yang kedua, kita Alhamdulillah kita negara kita tidak dalam posisi bermusuhan dengan siapapun.
06:31Ini yang kita bersyukur.
06:33Dan yang ketiga, kalau memang melintasi tentu nanti mereka sejauh ini tetap harus meminta izin kalau melintasi wilayah.
06:43Jadi kalau kekhawatiran dia melakukan manuver atau pendudukan terhadap kita, tentu itu kekhawatiran berlebihan.
06:56Tetapi kalau Cina melihatnya dari sisi yang lain, yaitu duel of super power.
07:05Paling nggak ini proksinya masih war of mine.
07:11Tas pendapat dengan KMLU dan DPR, Guru Besar Hubungan Internasional St. Petersburg University Rusia, Kony Rahakundini,
07:18melihat ini jadi bagian dari strategi Amerika Serikat untuk menguasai urat nadi jalur maritim perdagangan dunia
07:24tak hanya di Selat Hormuz, tapi juga Selat Malaka.
07:28AS merancang strategi ini untuk membatasi pengaruh Tiongkok dalam perekonomian dunia.
07:33Dalam konteks strategis administrasi Trump, ini blokado Hormuz ini kan tidak sendiri berdiri sendiri.
07:39Dia itu adalah gabungan dari manifestasi maritime choke point dominasi Amerika Serikat dengan teori Mahan.
07:45Jadi dia ingin apa? Amerika itu sekarang ingin menguasai urat nadi tujuan dunia, urat nadi milik dunia.
07:51Kita lihatnya begini, jangan lepas cuma Iran.
07:53Kita lihat ya, ancaman Trump sejak 2025 terkait mengambil kendali terusan kanal.
07:58Lalu sekarang Hormuz diblokir ya kan? Atau ingin terus memblokado Hormuz.
08:03Nah yang ketiga bagaimana dengan Indonesia MDCP kemarin,
08:06walaupun memang betul kita punya urat, kita punya akrim, mereka boleh melewati kapal perang dan lain dan sebagainya.
08:11Tapi kita mesti paham, ini tuh ada strategi untuk integrasi dari misalnya strategi economic coercion,
08:17naval interdiction, dan alliance building untuk mengamangkan tiga choke point kunci yang saya sebut tadi.
08:22Apa nama, dan Malaka di Asia Tenggara.
08:25Jadi kalau kita lihat, strategi ini dirancang untuk menguasai jalur vital dunia
08:28karena persaingan ekonomi dunia, utamanya antara Cina dan Amerika Serikat.
08:33Sementara itu, Qatar yang menjadi salah satu sekutu AS di kawasan Teluk,
08:37mendukung perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran
08:40jika pembicaraan yang dimediasi Pakistan gagal menghasilkan kesepakatan antara kedua pihak.
08:46Qatar juga menyuruhkan penutupan Selat Hormuz berakhir
08:48dan menyebut terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dan memantau situasi secara cermat.
08:55Ini yang memudukkan terdiri oleh kawasan cermat hitam secara cermat di Pakistan.
09:00Ini dihadirkan dengan keпервых,-terdiri dibuat qui mencari kawasan.腹
09:04selaini kita memudukkan berkembang menghasilkan anti-hormuz yang ada dikari kawasan. Tidak
09:11apa-retah, kami memudukkan berkembang kemasan si Kota Tenggara, dan menyebutkan
09:16keuntukannya terdiri menyebutan selanjutnya.
09:18di wakfadawliya wadihah.
09:22Kita harus melakukan ini dengan ilan.
09:25Pasca AS mengumumkan gencatan secara sepihak,
09:28Perdana Menteri Pakistan, Sheba Sharif,
09:30bertemu dengan Duta Besar Iran Reza Amiri Mokadam di Islamabad.
09:34Pertemuan ini jadi upaya Pakistan menjaga peluang negosiasi Amerika Serikat Iran.
09:38Pakistan dan sejumlah negara yakni Turki dan Mesir
09:42masih berupaya membuka peluang negosiasi AS Iran Jilid II
09:45meski Iran tak kunjung mengirimkan delegasinya.
09:49Selain sejumlah negara itu,
09:50Guru Besar Hubungan Internasional St. Petersburg University, Rusia,
09:54Konir Hakundini menilai,
09:55Tiongkok dan Rusia juga terus memainkan perannya
09:58dalam upaya mediasi dan negosiasi dalam perang AS dan Iran.
10:02Jadi Beijing ini menurut saya dia diam-diam melakukan
10:05the facilitator behind the scenes gitu.
10:08Jadi itu sangat menarik.
10:10Dan jangan lupa Rusia ya,
10:11saya sampai mengambil catatan di sini biar saya nggak lupa.
10:14Rusia itu coba udah Rosatom,
10:16apa Direktur Alexei Likachev,
10:18mengatakan bahwa dia menyatakan kesiapan membantu relokasi uranium Iran.
10:22Dan ini artinya Rusia sudah lebih maju,
10:25satu langkah lebih maju ya,
10:27karena sudah jelas melihat isu uranium,
10:30pengalian uranium yang sudah bisa mencapai 90% di beberapa aspek,
10:33itu menjadi isu sangat rusial,
10:35sehingga menawarkan bagaimana kalau dipindahkan ke Rusia.
10:38Jadi bukan saja memainkan peran di Dewan Keamanan,
10:41tapi sudah ke arah lebih konkret misalnya pengamanan uranium dan pengalian nubrik.
10:47Akankah mediasi dan diplomasi dari sejumlah pihak
10:50akan mampu membuat Amerika Serikat dan Iran bersedia mengakhiri perang secara permanen?
10:56Atau salah satu pihak akan menarik pelatuk lebih dulu
10:59dan mengobarkan kembali pertolongan.
Komentar