Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Gedung Putih menyebut perpanjangan ini diberikan untuk menunggu proposal atau tawaran dari Iran dalam perundingan mendatang.

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan Trump memberi ruang bagi para pemimpin Iran untuk menyusun proposal baru.

Leavitt juga mengklaim saat ini terdapat perpecahan internal di Iran, antara kelompok garis keras dan kelompok pragmatis. Amerika Serikat akan menunggu proposal utuh dari pihak Iran.

Selama masa penantian tersebut, gencatan senjata tetap dipertahankan, namun blokade laut dan operasi "Economic Fury" tetap dilanjutkan.

#donaldtrump #amerikaserikat #iran #israel

Baca Juga FIFA Jamin Iran Tetap Tampil di Piala Dunia 2026 Meski Konflik Memanas | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/olahraga/664880/fifa-jamin-iran-tetap-tampil-di-piala-dunia-2026-meski-konflik-memanas-sapa-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/664882/trump-perpanjang-gencatan-senjata-as-tunggu-proposal-baru-dari-iran-sapa-malam
Transkrip
00:15Komitmen itu terlihat saat militer Iran memparadakan rudal balistik kepada warga mereka di Teheran.
00:21Warga Iran yang tumpah ruah ke jalan meneriyakan yel-yel anti-Amerika dan slogan-slogan anti-Israel.
00:28Dalam pawah itu, sejumlah pasukan militer pun membawa senapan serbu bergaya Kalasnikov di atas rudal yang menyerupai rudal balistik Qadar.
00:38Jenis rudal Qadar punya kekuatan melepaskan bom tandan yang akan menyebabkan puluhan hingga ratusan bom kecil ke area yang sangat
00:47luas.
00:48Iran telah beberapa kali menggunakan rudal Qadar ini untuk menyerang Israel dan aset-aset Amerika Serikat di Timur Tengah.
00:55Saat bersamaan, situasi di Selat Hormuz juga membuat konflik di Timur Tengah kian pelik.
01:01Trump tetap memerintahkan marinir Amerika Serikat memblokade kapal dari dan menuju pelabuhan Iran meskipun gencatan senjata diperpanjang.
01:11Gedung Putih Amerika Serikat mengklaim Iran kehilangan 500 juta dolar atau setara 8,5 triliun rupiah.
01:19AS juga mengklaim Iran mengalami perpecahan internal akibat perang ini.
01:23He's maintaining and generously offering a bit of flexibility to a regime who has been completely tarnished because of Operation
01:31Epic Fury.
01:33There's obviously a lot of internal division.
01:35This is a battle between the pragmatists and the hardliners in Iran right now.
01:39And the president wants a unified response.
01:41And so as we await that response, there's a ceasefire with the military and kinetic strikes.
01:46But Operation Epic Fury continues and the effective and successful naval blockade continues as well.
01:54Of ships and vessels that are moving to and from Iranian ports, we are completely strangling their economy through this
02:03blockade.
02:04They're losing 500 million dollars a day.
02:07Dosen ilmu politik Universitas Udayana Evata Vilomeno Borromeo Duarte menilai Trump memperpanjang gencatan senjata untuk menghindari serangan Iran ke wilayah
02:16Teluk, lokasi sejumlah basis militer AS.
02:20Tapi lebih dari itu, ia menilai Trump sengaja mengulur waktu untuk mendekatkan Iran secara ekonomi melalui blokade di Selat Honmus
02:28di tengah produksi minyak Iran yang semakin menipis.
02:33Amerika tahu bahwa batas dalam produksi minyak Iran itu sampai tanggal 26 April.
02:38Ketika nanti tanggal 26 April, tidak banyak minyak yang airnya diproduksi secara masif, otomatis banyak yang dipetit karena banyak yang
02:46berair begitu ya.
02:47Nah ini kan tanda bahwa mereka ingin padanya salah satu kerusakan secara masif dalam operasi-operasi yang sudah dilakukan,
02:55baik dalam operasi ekonomi dan juga bagaimana Iran itu memproduksi minyak sampai saat ini.
03:00Dan mereka bisa saja memperpanjang atau menahan dan mereka tahu bahwa ini adalah salah satu algodh terbaik mereka yaitu kemainkan
03:06waktu.
03:07Pakar geopolitik dan keamanan Wibawanto Nubroho menganalisis dinamika perang AS dan Iran semakin tak pasti
03:14dan mengkhawatirkan saat Iran masih memblokade Serat Hormuz.
03:19Wibawanto melihat ketegangan di perairan Teluk Persia melebar ke wilayah Indo-Pasifik di mana posisi geografis Indonesia terletak di tengahnya.
03:28Karena ini sudah melebar ke Indo-Pasifik gitu, ini menjadi concern saya.
03:34Kalau sudah melebar ke Indo-Pasifik, Indonesia itu di tengah, kalau di dalam perspektif Indo-Pakom tuh, dari US-Indo
03:42-Pasifik Command ya.
03:44Itu ada kekuatan nuklir, semua kekuatan nuklir ada di situ, minus Israel aja, semua yang lain ada di situ.
03:50Dan dari 13 ribu arsenal nuklir itu kan mayoritas berarti ada di Indo-Pasifik.
03:55Nah ini menjadi concern nih.
03:56Dan choke point satu lagi dari 9 choke point utama di dunia setelah Bab El-Mandab, setelah Suez Bab El
04:03-Mandab dan juga Hormuz ya itu selat malakkan.
04:07Jadi kita harus aware sekali dari segala aspek nih Indonesia, harus berposition strateginya.
04:1320 April lalu, militer Amerika Serikat menahan kapal tanker MT Tiffany di perairan Samudera Hindia.
04:20AS mengklaim, operasi ini bagian dari penegakan sanksi maritim global terhadap jaringan yang diduga mendukung Iran.
04:27AS beralasan, kapal tersebut beroperasi di bawah sanksi internasional dengan kategori kapal tanpa kewarganegaraan.
04:34Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat mengklaim, bertanggung jawab mengawasi operasi di Samudera India dan Pasifik.
04:41Sementara Komando Pusat Amerika Serikat Senkom bertanggung jawab atas selat Hormuz.
04:4718 April lalu, kapal perang Amerika Serikat USS Miguel Kaye juga terdeteksi berada di perairan timur belawan Sumatera Utara, pelintasi
04:55selat Malaka.
04:56Menteri Luar Negeri Sugiono bilang, kapal AS lewat selat Malaka adalah hal biasa dalam tataran Freedom of Navigation Patrol atau
05:03PONOPS.
05:04Patrol ini melibatkan kapal perang atau pesawat militer yang melintasi perairan bersengketa untuk memastikan akses terbuka bagi perdagangan dan pergerakan
05:13militer global seringkali di Laut Cina Selatan.
05:17Kapal perang Amerika Serikat USS Miguel Kaye juga terdeteksi berada di perairan timur belawan Sumatera Utara, pelintasi selat Malaka.
06:02Ketua Komisi 1 DPR fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto bilang, tak perlu khawatir atas aktivitas kapal Amerika Serikat yang melintasi
06:10selat Malaka.
06:11Kata Utut, keberadaan kapal AS itu bukan dalam konteks berperang dengan Indonesia.
06:18Yang jelas mereka tentu tidak memerangi Indonesia, satu.
06:23Yang kedua, kita Alhamdulillah kita negara kita tidak dalam posisi bermusuhan dengan siapapun.
06:31Ini yang kita bersyukur.
06:33Dan yang ketiga, kalau memang melintasi tentu nanti mereka sejauh ini tetap harus meminta izin kalau melintasi wilayah.
06:43Jadi kalau kekhawatiran dia melakukan manuver atau pendudukan terhadap kita, tentu itu kekhawatiran berlebihan.
06:56Tetapi kalau Cina melihatnya dari sisi yang lain, yaitu duel of super power.
07:05Paling nggak ini proksinya masih war of mine.
07:11Tas pendapat dengan KMLU dan DPR, Guru Besar Hubungan Internasional St. Petersburg University Rusia, Kony Rahakundini,
07:18melihat ini jadi bagian dari strategi Amerika Serikat untuk menguasai urat nadi jalur maritim perdagangan dunia
07:24tak hanya di Selat Hormuz, tapi juga Selat Malaka.
07:28AS merancang strategi ini untuk membatasi pengaruh Tiongkok dalam perekonomian dunia.
07:33Dalam konteks strategis administrasi Trump, ini blokado Hormuz ini kan tidak sendiri berdiri sendiri.
07:39Dia itu adalah gabungan dari manifestasi maritime choke point dominasi Amerika Serikat dengan teori Mahan.
07:45Jadi dia ingin apa? Amerika itu sekarang ingin menguasai urat nadi tujuan dunia, urat nadi milik dunia.
07:51Kita lihatnya begini, jangan lepas cuma Iran.
07:53Kita lihat ya, ancaman Trump sejak 2025 terkait mengambil kendali terusan kanal.
07:58Lalu sekarang Hormuz diblokir ya kan? Atau ingin terus memblokado Hormuz.
08:03Nah yang ketiga bagaimana dengan Indonesia MDCP kemarin,
08:06walaupun memang betul kita punya urat, kita punya akrim, mereka boleh melewati kapal perang dan lain dan sebagainya.
08:11Tapi kita mesti paham, ini tuh ada strategi untuk integrasi dari misalnya strategi economic coercion,
08:17naval interdiction, dan alliance building untuk mengamangkan tiga choke point kunci yang saya sebut tadi.
08:22Apa nama, dan Malaka di Asia Tenggara.
08:25Jadi kalau kita lihat, strategi ini dirancang untuk menguasai jalur vital dunia
08:28karena persaingan ekonomi dunia, utamanya antara Cina dan Amerika Serikat.
08:33Sementara itu, Qatar yang menjadi salah satu sekutu AS di kawasan Teluk,
08:37mendukung perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran
08:40jika pembicaraan yang dimediasi Pakistan gagal menghasilkan kesepakatan antara kedua pihak.
08:46Qatar juga menyuruhkan penutupan Selat Hormuz berakhir
08:48dan menyebut terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dan memantau situasi secara cermat.
08:55Ini yang memudukkan terdiri oleh kawasan cermat hitam secara cermat di Pakistan.
09:00Ini dihadirkan dengan keпервых,-terdiri dibuat qui mencari kawasan.腹
09:04selaini kita memudukkan berkembang menghasilkan anti-hormuz yang ada dikari kawasan. Tidak
09:11apa-retah, kami memudukkan berkembang kemasan si Kota Tenggara, dan menyebutkan
09:16keuntukannya terdiri menyebutan selanjutnya.
09:18di wakfadawliya wadihah.
09:22Kita harus melakukan ini dengan ilan.
09:25Pasca AS mengumumkan gencatan secara sepihak,
09:28Perdana Menteri Pakistan, Sheba Sharif,
09:30bertemu dengan Duta Besar Iran Reza Amiri Mokadam di Islamabad.
09:34Pertemuan ini jadi upaya Pakistan menjaga peluang negosiasi Amerika Serikat Iran.
09:38Pakistan dan sejumlah negara yakni Turki dan Mesir
09:42masih berupaya membuka peluang negosiasi AS Iran Jilid II
09:45meski Iran tak kunjung mengirimkan delegasinya.
09:49Selain sejumlah negara itu,
09:50Guru Besar Hubungan Internasional St. Petersburg University, Rusia,
09:54Konir Hakundini menilai,
09:55Tiongkok dan Rusia juga terus memainkan perannya
09:58dalam upaya mediasi dan negosiasi dalam perang AS dan Iran.
10:02Jadi Beijing ini menurut saya dia diam-diam melakukan
10:05the facilitator behind the scenes gitu.
10:08Jadi itu sangat menarik.
10:10Dan jangan lupa Rusia ya,
10:11saya sampai mengambil catatan di sini biar saya nggak lupa.
10:14Rusia itu coba udah Rosatom,
10:16apa Direktur Alexei Likachev,
10:18mengatakan bahwa dia menyatakan kesiapan membantu relokasi uranium Iran.
10:22Dan ini artinya Rusia sudah lebih maju,
10:25satu langkah lebih maju ya,
10:27karena sudah jelas melihat isu uranium,
10:30pengalian uranium yang sudah bisa mencapai 90% di beberapa aspek,
10:33itu menjadi isu sangat rusial,
10:35sehingga menawarkan bagaimana kalau dipindahkan ke Rusia.
10:38Jadi bukan saja memainkan peran di Dewan Keamanan,
10:41tapi sudah ke arah lebih konkret misalnya pengamanan uranium dan pengalian nubrik.
10:47Akankah mediasi dan diplomasi dari sejumlah pihak
10:50akan mampu membuat Amerika Serikat dan Iran bersedia mengakhiri perang secara permanen?
10:56Atau salah satu pihak akan menarik pelatuk lebih dulu
10:59dan mengobarkan kembali pertolongan.
Komentar

Dianjurkan