Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Militer Iran menyitas kapal tanker yang berafiliasi dengan Israel di tengah perpanjangan gencatan senjata, untuk menantang blokade AS atas Selat Hormuz dan pelabuhan Iran. Sementara AS klaim posisi Iran telah lemah.

Apakah gencatan senjata ini strategi untuk kembali mengumpulkan kekuatan masing-masing, kita bahas bersama Peneliti Asian Middle East Center, Pizaro Gozali dan Pakar Intelijen CIDE Anton Ali Abbas.

Baca Juga AS Tegaskan Blokade Iran Tetap Berlanjut, Gedung Putih Soroti Perpecahan Internal Teheran di https://www.kompas.tv/nasional/664874/as-tegaskan-blokade-iran-tetap-berlanjut-gedung-putih-soroti-perpecahan-internal-teheran

#iran #israel #amerika #selathormuz

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/664881/selat-hormuz-memanas-iran-balas-as-sita-kapal-israel-ini-analisis-peneliti-dan-pakar-intelijen
Transkrip
00:00Militer Iran menyita kapal tanker yang berafiliasi dengan Israel di tengah perpanjangan kenjataan senjata untuk menantang blokada Amerika Serikat di
00:08Selat Hormuz dan pelabuhan Iran.
00:10Sementara Amerika Serikat mengklaim posisi Iran telah melemah.
00:14Apakah kenjataan senjata ini strategi untuk kembali mengumpulkan kekuatan masing-masing?
00:18Kita bahas bersama dengan peneliti ASEAN Middle East Center, Pizarro Gozali Idrus dan juga Pakal Intelijen CIDE Anton Ali Abbas.
00:27Selamat sore Bapak-Bapak, semoga sehat-sehat selalu.
00:31Saya ke Pak Anton.
00:32Untuk saat ini kita mengatakan bahwa blokade ini dilakukan Amerika Serikat pada masa kejataan senjata berlangsung dan juga aksi balasan
00:40langsung dilakukan oleh pihak Iran dengan dua kapal tanker dan satu lagi kapal yang diinformasinya yang telah berhasil lolos di
00:47kawasan Selat Hormuz.
00:48Ini apakah upaya saling mencekik ekonomi antara kedua belah pihak di masa kejataan senjata?
00:57Satu, bahwa apa yang saya lihat, itu adalah sebenarnya proses normal ketika kita bicara tentang negosiasi.
01:05Karena masing-masing pihak mencoba untuk menjaga atau menjaga leverage dari posisi mereka dalam mencapai perundingan.
01:11Itu yang satu.
01:12Kedua, saya juga melihat bahwa sebenarnya Amerika ini cukup pusing untuk menghadapi Iran.
01:18Kenapa? Karena kalau misalnya kita lihat dalam konteks gencatan senjata hari ini, itu tanpa ada batas waktu.
01:25Artinya apa? Artinya memang deadline-nya kemudian sebenarnya setiap saat akan bisa berakhir.
01:30Kenapa? Karena kemudian Amerika tidak punya jurus lain untuk memaksa Iran untuk hadir.
01:35Itu yang nggak heran.
01:36Kalau misalnya kemudian ada meme yang disebarkan oleh Iran itu bahwa pihak Amerika Serikat menunggu-nunggu.
01:42Jadi sebenarnya pihak Iran merasa bahwa bola perundingan itu ada di pihak Amerika Serikat.
01:49Bahwa satu, Iran kan sudah mengatakan bahwa mereka akan hadir kalau misalnya proses blokade, kebijakan blokade ini diakhiri.
01:59Itu satu.
02:00Kedua, mereka merasa poin sepuluh.
02:03Jadi sepuluh poin itu sudah ditaruh di meja perundingan.
02:06Tinggal dibahas saja.
02:08Apalagi yang ingin dibahas.
02:09Jadi kalau kita ingin membicarakan sebuah negosiasi, maka yuk kita duduk negosiasi.
02:14Bukan mendikte.
02:15Iran ingin menunjukkan bahwa kalau bicara tentang negosiasi itu bicara tentang kestaraan.
02:21Dan kali ini tidak ada kestaraan.
02:23Dan itu yang kemudian Iran lakukan ketika mereka, apa namanya, dan Iran kan mengatakan, yang mampu untuk melakukan blokade adalah
02:29Iran, bukan Amerika Serikat.
02:30Amerika Serikat cuma menyortir.
02:32Sementara Iran ketika dia menjaga hormus, dia bisa menentukan siapa yang boleh lewat, siapa yang tidak lewat.
02:38Jadi sebenarnya, kemampuan untuk mengontrol, itu mengganggu, itu ada di pihak Iran, bukan ada di pihak Amerika Serikat.
02:44Dan Amerika Serikat harus paham itu.
02:45Jadi di sisi itu, mereka kebingungan sebenarnya.
02:49Bagaimana kemudian ingin memaksa pihak Iran untuk mau duduk.
02:54Jadi, walaupun juga, saya juga cukup digdegan melihat bahwa ini ketegangannya, itu sudah masuk ke dalam fase anomali.
03:02Kenapa saya bilang anomali?
03:03Karena kalau kita bisa lihat bahwa di dalam kawasan, ke dalam kondisi normal, Amerika itu cuma mau untuk menerjunkan satu
03:09kapal induk untuk menjaga dalam kondisi normal di sebuah kawasan.
03:12Tapi hari ini kita melihat ada tiga kapal induk.
03:16Ada Gerald Ford, ada Abraham Lincoln, ada George Bush.
03:19Dan itu adalah kondisi anomali.
03:21Jadi ketika saya melihat ini, bahwa Amerika walaupun dia bilang ingin menjadi negosiasi, tapi kenyataannya mereka justru melakukan mobilisasi dan
03:28kesiap-siagaan.
03:29Jadi jangan-jangan, dugaan saya adalah kemungkinan nanti operasi perang terbatas yang multi front, karena ada di Laut Merah, ada
03:37di Laut Mediterranean, ada di Laut Arab, itu jangan-jangan terjadi.
03:40Walaupun itu kesuksesan yang Amerika Serikat bisa dapat dalam waktu yang singkat, pertanyaannya kan nanti kemudian berapa lama ini akan
03:46bisa bertahan.
03:48Karena kalau dalam kondisi metris, itu yang menentukannya adalah berapa lama dia bertahannya, Mas.
03:52Baik, sebelum beralih ke soal reposisi terkait dengan kekuatan masing-masing kedua belah pihak, saya akan beralih ke Pak Gozali,
04:00Pak Gozali.
04:01Pak Gozali, untuk saat ini kita mengatakan bahwa blokade itu dilakukan, blokade Amerika Serikat dilakukan di perairan Asia, terutama di
04:09India, Malaysia, dan juga Sri Lanka, atau mendekati wilayah Republik Indonesia.
04:13Apakah Anda melihat bahwa titik kebingungan ini yang seperti disampaikan oleh Pak Anton, blokade Amerika Serikat ini justru meluas?
04:22Iya, kalau kita lihat sekarang memang salah satu target yang dilakukan Amerika Serikat ya, tidak sekedar untuk kemudian melakukan blokade
04:30kepada Irak,
04:31tetapi ini juga pesan kepada Tiongkok ya, ketika Amerika Serikat mencoba memperluas blokade dia kepada kawasan Pasifik dan lain sebagainya.
04:39Karena Amerika Serikat melihat bahwa dibalik tetap bernafasnya ekonomi Iran, ini ada dukungan dari Tiongkok atau minimal ada upaya peredangan
04:48yang terus dilakukan antara Iran dengan Tiongkok.
04:51Jadi, itu satu poin mas.
04:52Kedua, memang ini menurut saya tidak akan pernah menyelesaikan masalah.
04:55Kalau kita lihat ya, upaya Amerika Serikat melakukan blokade kepada Iran, ini mengingatkan kita dengan Amerika Serikat melakukan upaya blokade
05:02juga kepada Kuba.
05:02Mereka melakukan blokade kepada Kuba selama bertahun-tahun, mencoba mencekik ekonomi Kuba, juga mencekik ekonomi negara-negara yang punya berkaitan
05:11dengan Kuba.
05:11Tapi Kuba masih tetap bertahan karena dia punya Uni Soviet ya.
05:14Bahkan ketika Uni Soviet runtuh, sistem politik Kuba itu masih bertahan.
05:18Hingga kemudian presidennya Kuba atau pemimpinnya itu kemudian mencoba membuka pasar-pasar lain yang tidak terkena dari blokade Amerika Serikat.
05:27Jadi, kalau kita lihat Mas Juno sekarang, memang kita lihat ya bahwa pemerintahan Trump tampak agak kepanikan.
05:33Bahkan yang terbaru, kepala bagian Angkatan Lautnya, John Pelan, itu kemudian juga dipecat sekarang ya.
05:39Mengundurkan diri.
05:40Ini membuktikan tampaknya Amerika Serikat, dia tidak punya strategi yang sangat ajak ya.
05:44Sebelumnya, Josh Randy itu juga mundur, Angkatan Darat sekarang, Nafal juga mundur.
05:49Ini sebenarnya ada semacam kontradiktif di internal pemerintah Amerika Serikat atau militernya.
05:54Dimana mereka melakukan upaya yang coba rasional.
05:57Bahwa upaya menekan Iran, memenang Iran itu tidak benar-benar bisa melumpuhkan Iran.
06:02Apalagi kemudian sekarang dengan Amerika Serikat membuka blokade lagi wilayah-wilayah yang lain,
06:06itu malah menambah musuh baru kepada Amerika Serikat.
06:08Dan semakin membuat Amerika Serikat itu terisolasi seperti itu.
06:11Justru yang di sini kalau kita lihat, Iran akhirnya memanfaatkan situasi ini ya.
06:15Untuk kemudian dia menambah bergeningnya mereka, menolak upaya untuk lakukan bisnis senjata.
06:20Karena sampai sekarang kalau kita lihat Mas Juno yang butuh negosiasi kayaknya Amerika Serikat, bukan Iran gitu.
06:25Kalau kita lihat di internal pemerintahan Iran sekarang ya,
06:27upaya untuk Teheran kembali bernegosiasi di Islamabad itu ditolak banyak sekali oleh IRGC,
06:33oleh kemudian faksi-faksi militer.
06:34Karena mereka sudah berkali-kali kan mendapatkan tipuan dari Amerika Serikat.
06:37Bahkan yang terbarukan ketika sedang negosiasi kapal tanker Iran ya,
06:41MV Tosca itu kembali diserang, kembali dipajak gitu.
06:44Ini semakin mempertebal rasa ketidakpercayaan Iran terhadap Amerika Serikat
06:49dan semakin memperkuat ya vaksi militer di Amerika Serikat bahwa di internal Iran
06:53bahwa perlawanan ke Amerika Serikat tampak itu lebih menjadi solusi atau opsi ya
06:57ketimbang mereka mengikuti kesepakatan kejahat senjata di Islamabad.
07:01Kita melihat bahwa ada 4 kapal induk dan salah satunya USS Abraham Lincoln
07:06yang kapal induk besar Amerika Serikat itu sudah berada di dekat dengan kawasan Selat Hormuz.
07:11Lalu apakah ini ya Pak Anton, Amerika Serikat belum menentukan
07:16tenggat waktu terkait kejahatan senjata dan juga ini adalah sebuah strategi
07:20untuk memukul langsung Iran waktu-waktu.
07:23Namun jawabannya usah jadanya di Kompas Petang.
07:37Kembali di Kompas Petang kita akan kembali membahas terkait dengan situasi
07:41kejahatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran namun juga terjadi blokade
07:45dan juga saling sita kapal tanker dari kedua belah pihak kita akan membahas bersama
07:49dengan peneliti Asian Middle East Center Mas Pizar Gozali dan juga pakar intelijen CIDI
07:55Pak Anton Ali Abbas.
07:56Saya kembali ke Pak Anton tadi pertanyaan gantung saya adalah terkait dengan kejahatan senjata
08:00Presiden Donald Trump tidak memberikan batas tenggat waktu.
08:03Namun ada USS Abraham Lincoln atau kapal induk besar Amerika Serikat
08:08sekitar 4 kapal induk Amerika Serikat berada di kawasan Selat Hormuz.
08:12Apakah ini tanda bahwa Amerika Serikat sedang berreposisi kekuatan mereka
08:16dan sewaktu-waktu akan menyerang Iran?
08:19Pertama dengan tidak membuat deadline adalah sebuah strategi sebenarnya.
08:25Karena kalau kita bisa bicara tentang gencatan senjata kan semestinya ada durasi
08:29tapi ini kan tidak ada durasi.
08:31Jadi ini tanpa ada batas waktu.
08:32Artinya apa? Artinya memang bisa saja kapanpun itu kemudian jatuh.
08:36Apalagi ketika kita bicara tentang gencatan senjata.
08:38Gencatan senjata kali ini itu juga kan bukan dari kesepakatan dua belah pihak.
08:42Beda misalnya kalau kita bandingkan antara Israel dengan Lebanon.
08:46Mereka sepakat, sama-sama sepakat untuk gencatan senjata.
08:49Nah kali ini kan unilateral yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
08:51Apakah kemudian Iran itu sepakat untuk ada gencatan senjata?
08:54Kan kata Iran enggak.
08:56Itulah kenapa kemudian mereka melakukan serangan gitu.
08:58Mereka melakukan gantuan di serupsi maritim di wilayah Selat Hormuz.
09:00Jadi bagi saya itu satu.
09:01Kedua memang yang harus dilihat adalah bahwa Amerika sejauh ini
09:05itu masih mencoba untuk melakukan mobilisasi kekuatan di daerah kawasan itu.
09:09Apakah kemudian dulu ada opsi ground strike itu akan dilakukan?
09:14Atau kalau sekarang adalah multi front gitu ya.
09:17Multi front special operation itu akan dilakukan.
09:20Nah ini kan kita masih belum tahu.
09:21Tapi pastinya adalah ada penebalan pasukan, ada penebalan kekuatan di kawasan.
09:26Jadi ada USS Tripoli yang jelas mengangkut marinir.
09:29Lalu juga misalnya ada tiga dari Gerald Ford, Abraham Lincoln, George Bush.
09:34Itu tiga-tiganya punya kemampuan untuk menunjukkan bahwa Amerika punya air superiority.
09:39Jadi kalau untuk kemampuan bagaimana perang udara, bagaimana misalnya operasi khusus dilakukan gitu.
09:44Dengan multi front, mereka mampu untuk melakukan, mencapai kemenangan singkat.
09:50Tapi tadi saya bilang kemenangan singkat.
09:52Karena problemnya adalah ketika kita bicara asimetris, Iran itu punya empat keunggulan.
09:56Pertama dia punya proksi.
09:58Kedua dia mampu untuk melakukan maritime disruption.
10:01Lalu dia tiga punya kemampuan sibernya.
10:04Itu yang hari ini kita bisa lihat bagaimana FBI gitu ya.
10:07Itu mulai diganggu gitu.
10:09Lalu juga terakhirlah economic pressure.
10:11Karena bagaimanapun juga, apalagi ancaman hari ini.
10:14Itu yang dilakukan adalah dia ingin menghancurkan misalnya kabel bawah dasar laut gitu.
10:18Itu kan jelas-jelas.
10:19Kalau misalnya itu terjadi, disrupsinya akan jauh lebih besar.
10:22Tekanan pada siapa? Tentu saya tekannya besar pada Amerika.
10:24Jadi bagi saya memang kemudian yang dilakukan oleh Amerika adalah memang siap-siap.
10:30Problemnya adalah itu kan itu harus berhitung.
10:32Kenapa kalau itu serangan dilakukan, itu udah nggak bisa lagi mundur.
10:35Nggak bisa lagi mudah untuk muter balik.
10:37Jadi penyelesaian hari ini ketika dia dimulai dengan serangan militer,
10:42maka itu mengakhirinya itu jauh lebih sulit.
10:44Bahwa Iran hari ini juga, walaupun klaim mereka pernah menghancurkan 80%, 90%,
10:50kenyataannya sampai hari ini Iran masih mampu untuk melakukan gangguan,
10:53masih mampu untuk melakukan pembalasan.
10:55Ini yang kemudian mereka takuti apa lagi?
10:57Misalnya, toh juga George Bush itu tidak berani untuk lewat Laut Merah.
11:01Dia harus memutar lewat bawah Afrika.
11:03Itu kan kenyataan apa?
11:04Mereka juga takut akan digangguan Mahuti di selat Bab El-Mandab.
11:08Jadi bagi saya, proksinya Iran itu memang juga dihitung oleh pihak Amerika Serikat.
11:14Apalagi Amerika Serikat perang hari ini itu kan nggak pakai sekutu.
11:17Kalau sebelum-sebelumnya ada sekutu, nah hari ini tuh sekutu nggak ada.
11:20Uni Eropa cuma mampu untuk menambah sanksi ekonomi.
11:23Tidak ada mau untuk misalnya menunjukkan pasukan militer.
11:26Mereka ingin terlibat dalam pengiriman pasukan militer kalau perdamaian sudah tercipta.
11:32Mereka hanya ingin memastikan bahwa selat Hormuz ini pelayarannya aman dan damai.
11:37Titik.
11:38Tidak ada mereka ingin kepikiran untuk melakukan operasi militer saat ini.
11:42Ini yang jadi kebingungan dari Amerika Serikat.
11:44Itu lah yang kemudian bagi saya kemudian perpecahan.
11:47Ini kan yang lagi dihembuskan bahwa ada fracture di dalam Iran.
11:50Saya jadi pertanyaannya, jangan-jangan ini yang fracture-nya.
11:53Itu udah di Amerika Serikat, seperti tadi yang disampaikan oleh Mas Pizarro.
11:57Ada apa namanya, Army Security sekarang, Navy.
12:01Nah ini yang kemudian, sebenarnya yang lagi nggak utuh ini ada di siapa.
12:05Jadi pihak Amerika Serikat lah yang memang menunggu-nunggu.
12:08Bagi Trump, kejayaan dia, kesuksesan dia adalah ketika perdamaian itu diciptakan
12:13dan dia tanda tangan ini jelas adalah kemenangan politik bagi dia.
12:17Walaupun ada pihak yang menganggap bahwa itu adalah apa namanya kerugian.
12:20Tapi bagi Trump, ya ini adalah kejayaan karena Iran itu disebut musuh dari tahun 2002.
12:25Dan hanya Trump kemudian yang bisa memaksa Iran untuk tanda tangan kesepakatan politik.
12:30Problemnya kan Iran nggak mau tunduk.
12:31Itu kan lain soal gitu.
12:33Jadi dengan ancaman sebegitu rupa, dengan kekuatan militer segitu rupa
12:37yang di atas kertas jauh melebihi Iran.
12:40Tapi kenyataannya Iran hari ini masih akan tetap melakukan perlawanan.
12:43Dan mereka pusing, ini mau kayak apa?
12:46Perlawanan seperti apa, apakah kemudian data intelijen yang hari ini mereka pegang
12:51itu memang benar adanya atau tidak?
12:53Kenapa?
12:54Karena validasi data intelijen yang mereka gunakan hanya bisa dilakukan ketika mereka melakukan serangan darat
12:59kemudian baru tahu bahwa apakah memang militer Iran itu memang sudah takluk atau tidak.
13:03Gitu, Mas.
13:04Oke.
13:05Untuk saat ini memang tercatat bahwa kerugian ataupun estimasi biaya perang yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat
13:11sekitar 34,5 triliun perharinya.
13:13Namun juga Amerika Serikat mengklaim bahwa Iran saat ini dalam posisi lemah
13:17dan meminta perpanjangan kejahatan senjata.
13:19Namun itu melalui informasi dari pihak Pakistan.
13:23Untuk Pak Fizaru, Anda melihat seperti apa kejahatan senjata ini?
13:27Apakah ini sebuah strategi?
13:29Dan apakah juga nantinya Iran bisa dipaksa masuk ke meja perundingan
13:34dengan melibatkan salah satu proksi dari Iran?
13:38Iya, Mas Juno ada pernyataan menarik dari Ketua Parlemen Iran ya
13:41Mohd Bagir Galibah yang dia mengatakan upaya delay gejah tersenjata sepihak
13:46yang disampaikan oleh Donald Trump itu hanyalah baintan yang dilakukan oleh Amerika Serikat
13:50untuk kemudian mereka punya cara untuk melakukan serangan kembali.
13:54Maka nanti Galibah mengatakan bahwa ketika eskalasi ini kemudian meningkat
13:57dan kemudian negosiasi ini buntu, Galibah mengatakan bahwa Iran punya kartu.
14:01Nah, saya mendefinisikan kartu baru yang didefini Iran ini ialah
14:03pertama ialah mereka memiliki pertama berbagai proksi-proksi yang ada di berbagai wilayah.
14:09Misalkan saja ya ketika Hoti sudah mengatakan, tadi sudah disebut oleh Pak Anton
14:12bahwa ketika naval blockade itu masih terus dilakukan oleh Amerika Serikat
14:15bahwa Hoti ini akan bergerak.
14:17Sampai sekarang Hoti ini kan masih mencoba menahan diri sebenarnya Mas Juno ya
14:20dari keterlibatan dalam perang ini.
14:22Tetapi kalau kemudian ini terjadi berlangsung lama
14:24bukan tidak mungkin selat babul mandib
14:26itu kemudian akan betul-betul ditutup oleh Yemen.
14:31Kemudian yang kedua, ini yang menarik juga di Libanon ya.
14:33Walaupun terjadi kesepakatan gitar senjata antara pemerintah Libanon dengan Israel ya
14:38kita mengetahui bahwa Hezbollah adalah pihak yang dikecualikan dalam hal ini.
14:41Dan kita sudah melihat Sekjen Hezbollah mengatakan bahwa mereka siap meningkatkan eskalasi
14:45ketika kemudian upaya negosiasi gitar senjata ataupun gitar senjata itu sendiri
14:50itu dilanggar oleh Amerika Serikat seperti itu.
14:52Jadi kalau saya lihat memang sekarang ada yang berbeda ya
14:55di eranya Ali Khamene dengan Mustafa Khamene ini Mas Juno.
14:59Kalau Ali Khamene ini memang kepemimpinan Iran itu sangat terstruktur.
15:01Memang sangat menunggu ketuk palu dari Ali Khamene untuk kemudian melakukan negosiasi-negosiasi.
15:06Tetapi beda dengan Mustafa.
15:08Mustafa ini sifat kepemimpinan itu terdesentralisasi.
15:11ERJ sih itu seperti sudah mengetahui atau sudah mendapatkan mandat.
15:15Kalau kemudian terjadi deadlock atau darurat, dia bisa bergerak sendiri seperti itu.
15:18Kemudian juga nanti juga ada faksi-faksi diplomatiknya.
15:21Itu juga sekarang misalkan dia juga udah bisa mengkali-kali-kali sendiri
15:24kira-kira apa yang perlu mereka lakukan.
15:25Makanya kan sampai sekarang, Iran itu tidak mau kemudian masuk ke dalam negosiasi.
15:29Karena Iran itu pengen, ini komprehensif agreement.
15:32Bukan parsial agreement gitu.
15:33Iran itu udah merasa trauma karena selama ini ada kesepakatan dilanggar.
15:37Kesepakatan dilanggar.
15:38Dia tidak mau terjebak dalam diplomasi perang damai-perang damai seperti itu
15:42yang sekarang dilakukan oleh Donald Trump.
15:44Apalagi kita mengetahui ya Ali Abbas Araksi, kemudian nanti Galibaf.
15:49Dia tidak mau mengikuti skenario Trump ya bahwa gencatan negosiasi kita selesai ini
15:56itu kemudian berupaya dibarter dengan penyerahan uranium yang diberikan kepada Amerika Serikat gitu.
16:03Kalau kita lihat sekarang Mas Juno ya, tim negosiasi dari Iran itu yang sekarang ikuti Islamabad
16:07itu rata-rata tim anggota parlemen yang itu kemudian merancang undang-undang tahun 2020
16:11di mana Iran itu keluar dari kesepakatan nuklir setelah Donald Trump itu menarik diri gitu.
16:16Jadi sekarang itu di internal pemerintah Iran memang ada semacam rasa sikap ataupun aspirasi
16:23yang mereka tidak mau mengikuti kesepakatan apapun yang merugikan kredibilitas Iran
16:27menurunkan kredibilitas Iran ketika melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat gitu.
16:30Inilah orang-orang yang kemudian datang ke Islamabad.
16:32Makanya tipiknya agak keras gitu ya.
16:34Karena mereka sudah punya undang-undang gitu ya.
16:36Ketika dia mau melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat
16:38yang kemudian itu bisa mencuri kedaulatannya, dia harus merubah undang-undangnya seperti itu.
16:42Dan jadi menurut saya Iran dalam kapasitas yang menurut saya kalau memang terjadi perang
16:46mereka siap untuk melakukannya.
16:47Oke, terakhir ke Pak Anton.
16:48Pak Anton kita mengatakan bahwa situasi saat ini saling sitak kapal tanker, kapal minyak,
16:52dan lain sebagainya terjadi di perairan.
16:54Terutama satu di perairan South Hormuz dan juga terakhir di perairan Asia.
16:59Untuk saat ini apa saja dampak yang cukup bisa Anda prediksi
17:02dan apakah juga nanti adanya singgungan dari pihak-pihak selain dari Iran
17:06seperti Cina ataupun pihak lainnya?
17:11Jelas kalau misalnya hubungan dengan Cina kan mereka punya jalur darat dan jalur laut gitu.
17:16Tapi kalau misalnya apakah ally-nya Iran itu sangat senang dengan konflik ini berkepanjangan?
17:21Jawabannya tidak gitu ya.
17:23Kenapa?
17:23Karena bagaimanapun juga tentu uncertainty yang dihasilkan ini
17:28itu justru nanti akan menciptakan ketidakpastian secara global
17:33dan itu tentu saja dihindari oleh Cina dan dalam hal ini juga Rusia gitu.
17:39Jadi bagi saya jelas kalau dari pihak Iran itu adalah bagaimana kemudian uncertainty ini
17:45berubah menjadi pressure bagi Amerika Serikat.
17:48Itu yang ingin diolah oleh Iran gitu.
17:50Jadi Iran merasa bahwa tekanan yang hari ini terjadi itu tidak kepada mereka.
17:55Kenapa?
17:55Karena mereka sudah hidup di bawah tekanan.
17:57Bagaimana sanksi itu sudah dilakukan lebih dari 40 tahun dan mereka bisa bertahan hidup.
18:00Jadi ini kan sekarang kalkulasinya kenapa kemudian ada blokade yang dilakukan di samudera India
18:07kan adalah bagaimana untuk memastikan produksi minyaknya Iran ini kelebihan
18:10sehingga Iran kemudian bisa shut down gitu ya.
18:13Dan problemnya kan sekarang-sekarang masih ada yang disebutkan loh
18:16masih ada kapal tanker ghost fleetnya Iran masih ada yang tetap lolos gitu.
18:20Itu satu.
18:21Kedua bagaimana kemudian memastikan gitu ya ketika tekanan global ini menguat
18:26Amerika sama sekali tidak dampak gitu.
18:28Kenapa?
18:28Karena semakin lama blokade ini dilakukan justru yang terdampak paling pertama adalah
18:32harga minyak lokal di Amerika Serikat gitu.
18:35Jadi di satu itu saya bilang selalu ketika kita bicara tentang blokade Amerika Serikat
18:39yang menjadi korban pertama adalah potensi pemilik Trump gitu.
18:44Jadi ini yang kemudian menjadi menarik.
18:46Tekannya ada di mana?
18:47Tekannya ada di Trump.
18:48Itulah kenapa kemudian kalau Iran bilang bahwa bola sekarang itu ada di kalian.
18:52Kalianlah yang menentukan kalian mau ingin berunding dengan kami atau tidak.
18:55Kami sudah kasih proposalnya, kami sudah kasih persaratannya, kami akan datang jika semuanya dipenuhin.
19:02Kalau kita ingin berdiskusi, mari kita berdiskusi bukan diktasi gitu.
19:07Jadi ini yang mereka ingin dari itu satu.
19:08Kedua mereka cuma bilang kalau kita mau negosiasi, negosiasi yang jelas.
19:12Kita negosiasi di dunia nyata atau di dunia maya.
19:15Kenapa? Karena Trump kemudian membuat dua front.
19:18Jadi di satu sisi dia mengirim pemimpin yang dipimpin oleh WAPRES funds.
19:21Tapi di sisi lain dia juga buat status.
19:23Jadi kadang-kadang dia menyebut bahwa sudah agreed, agreed, agreed.
19:26Padahal kenyataannya di lapangan belum ada.
19:28Jadi Iran bingung ini sebenarnya mana yang mau dipegang.
19:31Negosiasi di media sosial atau negosiasi yang secara tidak langsung difasilitasi oleh Pakistan, Mas.
19:36Baik, kita membutuhkan sebuah komitmen di mana pemimpin negara di daya yaitu Amerika Sikat
19:41untuk serius untuk berbicara terkait dengan kejahatan sejata,
19:44juga negosiasi terkait dengan perdamaian dan untuk mengakhiri perang.
19:47Terutama antara Israel, kemudian dengan Libanon dan juga dengan Hisbullahnya.
19:53Kemudian Amerika Sikat dengan Iran agar dampak geopolitik dunia tidak semakin meluas dan memanas.
19:58Terima kasih sekali lagi Mas Anton Ali Abbas, peneliti keamanan dan juga dari CIDE
20:05dan juga Mas Pizarro Gozali Idrus, peneliti ASEAN Middle East Center
20:08telah berbagi perspektif bersama kami di Kompas Petang.
20:11Sehat-sehat selalu Bapak-Bapak.
Komentar

Dianjurkan