Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kasus penggelapan dana nasabah Gereja Paroki Aek Nabara sebesar Rp28 miliar oleh mantan Kepala Kas BNI Kantor Cabang Pembantu Aek Nabara, Andi Hakim, akhirnya terselesaikan.

Usai bertemu Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, dan Suster Natalia, Direktur Utama BNI, Putrama Wahyu Setyawan, menegaskan kasus ini menjadi pembelajaran bagi internal BNI untuk lebih mengenal pegawainya.

Polisi telah menangkap mantan Kepala Kas bank BUMN unit Aek Nabara, Andi Hakim Febriansyah, yang terlibat penggelapan dana gereja di Rantauprapat, Sumatera Utara. Pelaku ditangkap di Bandara Kualanamu, Medan, pada 30 Maret lalu.

Sebelumnya, pelaku sempat kabur ke Australia hingga akhirnya menyerahkan diri ke polisi. Polisi menyebut pelaku menggunakan uang jemaat senilai Rp28 miliar untuk berinvestasi di bidang sport center, kafe, dan mini zoo.

Baca Juga Kasus Viral, BNI Minta Maaf! Kembalikan Rp28 M Dana Umat Gereja Aek Nabara | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/664711/kasus-viral-bni-minta-maaf-kembalikan-rp28-m-dana-umat-gereja-aek-nabara-sapa-pagi

#bni #penggelapan #viral

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/664713/deret-fakta-kasus-penggelapan-dana-gereja-rp28-miliar-oleh-eks-pegawai-bni-sapa-pagi
Transkrip
00:03Buat yang dimumpulkan selama 45 tahun, oleh umat yang sangat sederhana, 28 hemi, Bapak Ibu.
00:15Tidak dikatakan apa saja. Ini namanya umat Aeknabara.
00:24Kasus penggelapan dana nasabah gereja paroki Aeknabara sebesar 28 miliar rupiah oleh mantan kepala kas BNI kantor cabang pembantu Aeknabara,
00:33Andi Hakim, akhirnya terselesaikan.
00:37Usai bertemu wakil ketua DPR, Sufmi Dasko Ahmad dan Suster Natalia, dirut BNI Putra Mawah Yustiawan menegaskan,
00:44kasus ini menjadi pembelajaran bagi kalangan internal BNI untuk lebih mengetahui dan mengenal pegawainya.
00:50Ini menjadi sebuah pembelajaran bagi kita semua bahwa sesuatu yang terang ini ternyata harus disertai dengan sebuah literasi keuangan,
01:05kemudian juga dari pihak perbankan tentunya adalah mengenai pemahaman atas penerapan Know Your Employee.
01:15Ini adalah sebuah pembelajaran bersama bagi kami.
01:21Pihak gereja paroki Aeknabara yang diwakili salah satunya oleh Suster Natalia Situmorang mengapresiasi kebijakan BNI untuk mengembalikan dana umat sebesar
01:3128 miliar rupiah.
01:32Ia menyebut umat gereja paroki Aeknabara akan bersuka cita menerima kembali hak mereka.
01:39Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan semua jajaran pemerintahan yang sudah memberikan atensi yang sangat besar kepada umat
01:52paroki Aeknabara.
01:55Berbaik karena umat juga akan bersuka cita untuk menerima hak mereka. Terima kasih.
02:01Dijadikannya kapan?
02:01Kapan haknya akan dikembalikan Pak Lirut?
02:04Segera, secepatnya, tunggu nanti beritanya, Bapak Lirut akan langsung menyampaikannya.
02:12Sebelumnya, polisi telah menangkap mantan kepala kas Bank BUMN Unit Aeknabara, Andi Hakim Febriansyah,
02:19yang terlibat penggelapan dana gereja di rantau Prapat, Sumatera Utara.
02:23Pelaku ditangkap di Bandara Kuala Namu Medan 30 Maret lalu.
02:28Sebelumnya, pelaku sempat kabur ke Australia hingga akhirnya menyerahkan diri ke polisi.
02:33Polisi bilang pelaku menggunakan uang jemaat senilai Rp28 miliar untuk berinvestasi di bidang sports center, cafe, dan mini zoo.
02:43Menipu para korban bahwa mengatakan bahwa deposito investment ini adalah produk dari BNI, padahal bukan.
02:51Tersangka baru mengakui sekitar Rp7 miliar yang digunakan.
02:56Kegunaannya yaitu salah satunya untuk investasi baik di bidang sports center, cafe, mini zoo, dan beberapa tempat yang dijadikan usaha
03:10oleh tersangka.
03:12Kasus penggelapan uang nasabah umat gereja paroki Aik Nabara terunggap saat pihak koperasi ingin mencairkan dana deposito investasi sebesar Rp10
03:21miliar untuk kebutuhan gereja,
03:24namun tak kunjung diberikan oleh pelaku Andi Hakim.
03:27Hingga akhirnya pihak bank memberikan penjelasan kepada pihak gereja paroki Aik Nabara.
03:32Jika pelaku Andi Hakim tak lagi bekerja di bank tersebut dan produk yang ditawarkan bukan produk resmi bank BNI.
Komentar

Dianjurkan