Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Rusko Almia adalah dewa sejati dari alam surgawi yang diturunkan ke dunia fana karena sifat menyimpang. Ia terlahir kembali sebagai kepala Keluarga Almia, salah satu dari empat keluarga bela diri kuno. Istrinya, Valen Parda, jenius bertubuh Suci Ganda, selama lima tahun menanggung beban keluarga sendirian karena Rusko lama lemah dan dihina. Kini jiwa baru Rusko bangkit untuk memulihkan kejayaan Almia.
#ModernDrama
#BalasDendam
#KekuatanKhusus
#PertukaranJiwa
#Reinkarnasi
#Fantasi
#paranormal
#Indonesia
Transkrip
00:00Kak Valen, Kak Rusko menang.
00:02Kak Rusko bisa kalah kampen dengan satu serangan.
00:04Baguslah, warga alaminya bisa selamat.
00:07Gimana sayang? Amarahmu sudah redak.
00:15Rusko, kau mau dihabisi ya?
00:20Ha!
00:22Hentikan.
00:26Pergi! Aku mau balas dendam otokan aku.
00:29Guntur, Baim cuma pingsan.
00:32Rusko gak melanggar aturan.
00:34Kau malah bilang mau balas dendam dan mau menyerang di sini.
00:38Kau gak menghargai ku ya?
00:40Pukulan Rusko jelas-jelas.
00:42Merupakan serangan dadah, Kak.
00:43Iya, benar.
00:44Pecundang itu memang menyerang secara mendadak.
00:46Kalau enggak sebagai tingkat transformasi tahap mendengar,
00:49dia mana mungkin bisa kalahkan anakku yang di tahap awal tingkat danja.
00:52Guntur, semua orang sudah lihat hal yang terjadi barusan.
00:56Jelas-jelas Baim sendiri yang sudah lengah dan serobot.
01:00Gak bisa dianggap serangan dadahkan.
01:03Pak Andi, terima kasih sudah membelaku.
01:06Tapi aku adalah orang yang jujur dan berintegritas.
01:09Aku gak suka divitnah.
01:11Kalau keluarga Frosto merasa, aku berhasil karena serangan dadahkan.
01:14Dan mau bertanding denganku, aku bakal berikan kesempatan itu.
01:20Boca sialan!
01:22Andi, kau dengarkan?
01:24Dia sendiri yang cari gara-gara.
01:26Jangan halangi aku lagi.
01:27Kalau ada yang menghalangi, jangan salahkan kalau aku serang juga.
01:31Rusko, walaupun sekarang kau sudah di tahap awal tingkat danja,
01:35tapi pengalamanmu masih kurang dibandingkan dengan pria tua itu.
01:38Kau terlalu berubah.
01:40Tenang saja, aku yakin.
01:42Apanya yang yakin?
01:44Dengarkan aku kau.
01:45Rusko, kau yakin mau lanjutkan pertandingan dengan Kuntur?
01:51Yakin?
02:02Pertandingan dimulai.
02:04Serahkan nyawamu!
02:06Ha! Ha!
02:19Ah!
02:38Nah, ayahmu sudah koma.
02:41Kali ini, kau gak bakal bilang kau menyerangnya diam-diam, kan?
02:47Kau bukan tingkatan informasi tak pendengar.
02:49Pasti bukan.
02:50Kau, apa tingkatan musad ini?
02:52Sekarang, Kak Rusko ada di tahap awal tingkat danja.
02:56Rusko, mana mungkin ada di tahap awal tingkat danja?
02:59Sebelumnya bercemarah gak berguna.
03:01Benar-benar.
03:04Rusko, kau benar-benar ada di tahap awal tingkat danja?
03:08Gimana ya?
03:09Kurang lebih begitu.
03:10Kalau begitu, aku malah jadi makin bingung.
03:14Walaupun Nyonya Valen,
03:15kasih kultivasinya padamu dengan teknik transmisi aslah,
03:18seharusnya sampai tingkat transformasi tahap menangah saja.
03:21Kenapa kau bisa punya kultivasi tahap awal tingkat danja?
03:23Pak Andi,
03:25kami berdua pakai...
03:29pakai teknik kultivasi keluarga almiah yang dilakukan bersama dua orang.
03:33Jadi, bukan Kima Rusko yang mencapai tingkat danja.
03:36Aku pun menembus ke tahap awal tingkat danja.
03:38Teknik apa itu? Kenapa hebat sekali?
03:40Mengejutkan sekali.
03:41Keluarga almiah bakal bangkit lagi.
03:42Ternyata keluarga almiah punya teknik kultivasi sehebat itu.
03:45Itu adalah teknik rahasia keluarga almiah.
03:47Sebelumnya, aku juga gak tahu.
03:50Makanya...
03:50Cukup!
03:52Aku gak mau dengar lagi.
04:00Kawan!
04:00Akhirnya gak bisa diem ya?
04:03Kawan!
04:03Rusko,
04:04Rusko, kenapa kau panggil Hasan seperti itu?
04:15Andi,
04:16inilah alasannya.
04:18Kultivator abadi,
04:19kau adalah kultivator abadi.
04:23Kultivator abadi?
04:24Kau adalah kultivator abadi.
04:28Kultivator abadi?
04:31Enggak.
04:32Hasan, kau jauh lebih muda dariku.
04:35Aku melihatmu tumbuh dewasa.
04:37Kenapa bisa jadi kultivator abadi?
04:39Tubuhnya dirasuki.
04:41Dirasuki?
04:42Hasan yang asli,
04:44kayaknya sudah mati 10 tahun lalu.
04:46Dia pasti kultivator sesat.
04:49Yang kau katakan itu memang benar.
04:51Tapi,
04:52kau juga merasuki tubuh ini, kan?
04:54Kau juga...
04:56Sayang, kau salah paham.
04:57Aku gak dirasuki.
04:58Pantah saja sikapnya tiba-tiba berubah.
05:00Ternyata kau sudah
05:01bunuh Rusko
05:02dan merebut tubuhnya.
05:04Apep, bukan begitu sayang.
05:05Aku bukan kultivator sesat.
05:07Aku makhluk abadi yang mencapai pencerahan.
05:08Makhluk abadi yang mencapai pencerahan?
05:10Aku sudah menyingkap masalah luku.
05:12Sekarang sudah capai pencerahan.
05:13Walau bakal ada sedikit perubahan pada sikapmu,
05:15aku tetap diriku sendiri.
05:17Masih Rusko.
05:18Memeteh?
05:19Tentu saja.
05:20Pelepasan adalah meninggalkan tubuh diri sendiri.
05:22Lalu menempati tubuh milik orang lain.
05:24Aku bukan begitu.
05:25Sudahlah.
05:27Pencerahan
05:27atau pelepasan
05:30di mataku gak ada bedanya.
05:33Intinya,
05:35semua orang yang ada di sini
05:37harus jadi makanan
05:39untuk artefak jiwa milikku.
05:42Hehehe.
05:51Kakek,
05:51kita harus gimana?
05:53Apa kita bakal mati di sini?
05:54Enggak.
05:55Pegunungan Komi punya aturan ketat untuk kultivator.
05:57Gak boleh lukai manusia biasa sama sekali,
05:59terutama pada kultivator seperti kita.
06:01Kalau enggak,
06:01pasti bakal dihukum Pegunungan Komi.
06:03Hehehe.
06:05Andi,
06:05kayaknya kau sudah sia-siakan hidupmu
06:08selama puluhan tahun.
06:09Kalau bukan karena jadi buronan dari dulu,
06:13aku mana mungkin mau sembunyi
06:14di keluarga kelama yang kecil ini
06:16selama belasan tahun.
06:18Pak,
06:19apa kau bisa bantu aku selamatkan
06:20akhir dan adikku lagi?
06:21Galvin,
06:23keluarga Prosto mau kerjasama
06:24dengan kultivator sesat kau.
06:33Anak bodoh.
06:35Dia benar-benar kira
06:36aku mau lakukan kegiatan amal ya?
06:38Ternyata kau yang sembuhkan luka baim sebelumnya.
06:40Pantas saja dia bisa sembuh secepat itu.
06:42Kalau bukan untuk memancing sesama kultivator abadi,
06:45aku mana mungkin ambil resiko sebesar itu
06:47dan sembuhkan dia.
06:49Untung saja perjuanganku enggak sia-sia.
06:52Karena ada kau di sini,
06:54aku bisa menembus tahap energi emas.
06:57Setelah itu,
06:58situasinya bisa aku balikan.
07:00Aku bakal kembali ke Pegunungan Komi
07:03untuk balas dendam.
07:05Hehehe.
07:05Prosto,
07:06kau bilang diri memaluk abadi
07:07yang mencapai pencerahan.
07:09Berarti kau kultivator abadi ya?
07:11Benar.
07:12Rusko.
07:12Eh bukan.
07:13Pak Rusko.
07:14Apa tingkat kultivasi yang Anda punya sekarang?
07:16Benar, Kak Rusko.
07:17Cuma kau yang bisa selamatkan kami.
07:21Kultivasiku.
07:22Aku saja yang bilang ke kalian.
07:25Kultivasinya adalah
07:26pembentukan fondasi tahap awal.
07:29Sedangkan aku di puncak.
07:31Aku benar enggak, Rusko?
07:34Benar.
07:35Dua-duanya di pembentukan fondasi.
07:37Harusnya ada kesempatan, kan?
07:38Nah,
07:39kau kira
07:40tingkatan untuk kultivator abadi
07:42sama persis dengan tingkatan kalian.
07:45Tahap awal dan puncak.
07:46Mana bisa dibandingkan?
07:48Jujur saja,
07:50perbedaan pembentukan fondasi
07:51tahap awal dan puncak
07:53sama seperti kakekmu
07:54yang merupakan orang terkuat
07:56Provinsi Oksa
07:57dibandingkan dengan...
07:59Oh, iya.
08:01Dibandingkan dengan...
08:03...gadis itu.
08:04Mengerti tidak?
08:05Gawat.
08:06Kita pasti bakal dihabisi.
08:08Kawan.
08:10Kau mau menyerah saja.
08:12Aku gak percaya.
08:14Gadis sialat.
08:15Kau gak percaya apa?
08:17Aku gak percaya kau bisa kalahkan ke Rusko.
08:20Maaf, maaf.
08:21Dia sembarangan bicara.
08:22Enggak.
08:23Lepaskan dia.
08:24Biarkan dia bicara.
08:26Dasar bajingan.
08:28Aku bakal...
08:30Kenapa kau gak percaya?
08:33Karena aku merasa kak Rusko
08:34gak takut denganmu sama sekali.
08:36Kau memang sangat memahami kakakmu.
08:40Sampai sekarang kau masih bisa tertawa.
08:43Kau benar-benar gak tahu.
08:45Teknik kejam yang biasanya kegunakan.
08:48Kau salah.
08:49Gak ada yang lebih paham tentang kultifator seset daripada aku.
08:51Kau sudah menahan diri selama belasan tahun.
08:53Pasti mau melampiaskan dan rasakan.
08:56Sensasi membunuh orang.
08:57Tapi seharusnya kau gak jadikan aku sebagai mangsamu.
09:03Kau dan gadis itu sama-sama polos.
09:07Baiklah.
09:08Aku bakal undang kau ke artefak jiwa
09:11untuk bersihkan pikiranmu.
09:24Rusko!
09:27Sayang tenang saja.
09:28Kalian mundur dulu.
09:29Ibuan jiwa dipanggil.
09:30Pintu alam baka dibuka.
09:32Semua jiwa dituntun artefak.
09:34Ngomong kosong terus.
09:36Kemarilah!
09:45Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu.
09:47Mana mungkin begitu?
09:48Kawan, kau memang benar.
09:50Di setiap tingkatan memang ada kesenjangan besar.
09:52Tapi bukan kesenjanganku darimu,
09:55tapi kesenjanganmu dariku.
09:58Apa-apaan?
10:00Artefak jiwa itu sudah kurawat sangat lama.
10:03Kau kira dirimu bisa rebut sebuna itu?
10:05Sebaiknya kau segera kembalikan padaku sekarang juga.
10:08Kalau enggak, aku bakal siksa kau sampai mati.
10:12Mau perintahkan aku?
10:14Aku ambil sendiri.
10:15Kenapa harus kembalikan padamu?
10:16Kalau mau ambil, datang ke sini saja.
10:19Sialan!
10:20Mati saja kau!
10:26Hei, kalian lihat kan?
10:28Dia sendiri yang menabrak sini.
10:30Jangan salahkan aku ya.
10:35Terima kasih sudah selamatkan nyawa kami, Dewa Abadi.
10:38Hei, kenapa harus berterima kasih?
10:40Enggak usah berlebihan.
10:41Berdiri saja.
10:45Pak Andi, apa sekarang masih harus lanjutkan kompetisi?
10:49Kami enggak layak untuk itu.
10:51Berarti keluarga Almiah.
10:52Mulai hari ini, enggak.
10:54Mulai sekarang.
10:54Keluarga Almiah adalah keluarga terkuat dari empat keluarga terkemuka di Provinsi Oksa.
10:59Sayang, apa kau suka dengan hasil ini?
11:01Perjuangan kita saat latihan selama tiga hari.
11:04Enggak sia-sia, kan?
11:06Pak Andi, tolong betul selesaikan semua kekacauan di sini.
11:09Tiga hari kemudian, Valen bakal berkunjung.
11:11Kita bisa diskusikan langkah selanjutnya.
11:12Enggak perlu.
11:13Tiga hari kemudian, aku pasti datang tempat waktu
11:16untuk beri salam kepada keluarga Almiah dan Nyonya Valen.
11:19Kalau begitu, baiklah.
11:22Nanti ajak nonahan, eh?
11:24Ah, dan Isman juga.
11:25Kita bisa makan dan ngobrol bersama.
11:27Kak Rusko, kau adalah kakak kadungku.
11:29Ayo pulang dulu.
11:30Dewa Rusko.
11:33Ayo pulang.
11:34Hore, ayo pulang.
11:43Cahaya reinkarnasi?
11:48Ada apa?
11:51Apa ada instruksi lainnya?
11:57Pusat, bocah itu hidup lagi.
11:59Berhasil.
12:01Aku berhasil berainkarnasi.
12:05Kenapa auranya terasa gak asing?
12:09Rusko.
12:10Bajingan sialan.
12:12Ternyata dirimu ya?
12:13Bukan.
12:14Aku bukan gurumu.
12:15Bajingan sialan.
12:16Ternyata kau bisa berakhir seperti ini.
12:18Ribuan jiwa dipanggil.
12:19Arwah lama.
12:21Ditarik kembali.
12:22Hancurkan segalanya dengan darahnya.
12:23Bangkit!
12:25Artifat Iblis.
12:27Tunggu dulu.
12:29Lihat baik-baik.
12:31Teknikah selah hitamku.
12:32Sudah sempurna.
12:34Walau-walau peninternasi.
12:35Aku sudah ditampung butuhkan fondasi.
12:38Apa kau mau?
12:39Bentar untunganku sampai mati.
12:41Oh, begitu ya?
12:45Menurutku yang baik.
12:47Aku tahu kau adalah orang yang bijak.
12:49Tentu saja.
12:50Makanya, aku mau bunuh kau sekarang.
12:53Sialan.
12:53Kau berani.
12:54Bajingan sialan.
12:55Kalau mau bicara,
12:56mendingan langsung bilang ke artefak jiwa.
12:57Jiwa yang terperangkap di semesta.
12:59Dendam yang berkebar di alam bakar.
13:00Bunuh!
13:02Sub indo by broth3rmax
Komentar

Dianjurkan