Ke Dunia Fana, Istriku Istimewa - Part 2 (Sulih Suara)
Rusko Almia adalah dewa sejati dari alam surgawi yang diturunkan ke dunia fana karena sifat menyimpang. Ia terlahir kembali sebagai kepala Keluarga Almia, salah satu dari empat keluarga bela diri kuno. Istrinya, Valen Parda, jenius bertubuh Suci Ganda, selama lima tahun menanggung beban keluarga sendirian karena Rusko lama lemah dan dihina. Kini jiwa baru Rusko bangkit untuk memulihkan kejayaan Almia.
#ModernDrama
#BalasDendam
#KekuatanKhusus
#PertukaranJiwa
#Reinkarnasi
#Fantasi
#paranormal
#Indonesia
Rusko Almia adalah dewa sejati dari alam surgawi yang diturunkan ke dunia fana karena sifat menyimpang. Ia terlahir kembali sebagai kepala Keluarga Almia, salah satu dari empat keluarga bela diri kuno. Istrinya, Valen Parda, jenius bertubuh Suci Ganda, selama lima tahun menanggung beban keluarga sendirian karena Rusko lama lemah dan dihina. Kini jiwa baru Rusko bangkit untuk memulihkan kejayaan Almia.
#ModernDrama
#BalasDendam
#KekuatanKhusus
#PertukaranJiwa
#Reinkarnasi
#Fantasi
#paranormal
#Indonesia
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00Kau bilang apa?
00:01Kenapa?
00:02Pak Isman gak berani?
00:05Gak berani?
00:07Kenapa harus takut?
00:08Oke, tapi aku gak peduli dengan fastilekmu itu.
00:12Kalau kau kalah, kau juga harus tampar diri sendiri.
00:15Dan panggil aku Kak Isman.
00:19Sepakat.
00:20Apa-apa, Asih?
00:21Kak Hana, kau gak usah urusin hal ini.
00:23Ini urusanku sendiri.
00:25Master Lewis, cepat diperiksa.
00:38Gimana? Itu barang asli atau pasu?
00:41Lukisan cuaca barat dari kerajaan kuno ini adalah barang antik asli.
00:45Barang asli?
00:48Louis, kau yakin?
00:50Aku gak bakal berani berbohong di hadapan Nona, Hana, dan Pak Isman.
00:56Yang selanjutnya, aku gak percaya.
01:00Ini cincin jempol giyok dari kerajaan lama, barang antik asli.
01:03Bejana perunggu kuping gana dari kerajaan kuno, ini barang antik asli juga.
01:07Apa?
01:09Yang terakhir.
01:16Kenapa kau melihatku?
01:18Itu asli atau bukan?
01:19Pak Isman, alat pencuci kuas berbentuk angsa ini adalah...
01:24adalah...
01:25barang antik asli juga.
01:26Apa?
01:31Pak Isman, silahkan mulai pertunjukanmu.
01:37Kenapa?
01:38Mau ingkar janji?
01:40Oke, sudahlah.
01:41Aku sudah tahu.
01:48Kahana, jalan halengi aku.
01:50Aku harus tepati janji.
01:51Aku memang sudah kalah.
01:53Isman, ingat baik-baik kau dari keluarga Galina.
02:00Apa maksudmu, Nona Hana?
02:02Cuma kalian yang terhormat ya.
02:04Aku sebagai kepala keluarga Almiya.
02:06Pantas diperlakukan dengan lancang oleh putra keluarga Galina.
02:11Pak Rusko salah paham.
02:13Isman gak mengerti tata kerama.
02:15Aku mewakilnya untuk minta maaf.
02:17Sebagai permintaan maafku,
02:19aku cuma mau fast Amadi saja.
02:21Pak Rusko boleh bawa pergi bahan obat yang diperlukan,
02:24bersama dengan semua barang antik ini.
02:26Masalahnya pun selesai sampai di sini.
02:28Gimana?
02:31Keluarga Galina memang sangat kaya raya ya.
02:33Kalau begitu,
02:35aku juga mau ngalah.
02:37Aku cuma mau bahan obat.
02:39Dan bejana perunggu kecil itu.
02:41Pak Isman gak perlu tampar dirinya sendiri.
02:44Tapi,
02:45kau harus panggil aku Kak Rusko.
02:46Kau!
02:50Ya sudah,
02:51memangnya kenapa?
02:53Kak Rusko!
02:55Sudah kan?
02:58Ternyata memang pria sejati.
03:00Kau sudah tepati janjimu.
03:01Mengagumkan sekali.
03:02Mengagumkan sekali.
03:03Tentu saja aku.
03:04Hmm?
03:06Aku memang begitu.
03:10Bagus.
03:11Bagus!
03:12Bocah sialan.
03:13Jangan berlagu ya.
03:14Kali ini aku kalah.
03:16Tapi kedepannya,
03:17aku pasti menang.
03:19Aya.
03:19Tenang saja.
03:20Kak Rusko siapa namanya, Mo?
03:23Pak Rusko,
03:24Keluarga Kalina gak pernah ambil untung dari orang lain.
03:27Di sini ada 20 miliar.
03:28Sandinya enam nomor terakhir di belakang.
03:30Anggap saja aku beli beberapa barang antik ini.
03:32Untuk bahan obatnya.
03:33Aku bakal utuh seorang untuk kirim bahan obatnya ke rumahmu
03:36dalam tiga hari.
03:37Eh, pas sekali.
03:39Aku suka ambil keuntungan dari orang lain.
03:42Pak Rusko,
03:43ini bejana perungguan ya.
03:46Donahana,
03:47aku pergi dulu ya.
03:48Isman,
03:49Kak Rusko pergi dulu ya.
03:52Bocah sialan itu malah makin belagung.
03:55Menyebalkan sekali.
03:56Harusnya dipikirkan dulu sebelum bertindak.
03:58Sekarang harus aku yang orang yang dikenal sebagai pekencut,
04:00sebagai abangmu.
04:01Sudah puas?
04:03Kak Hana,
04:04eh kalau kau gak bilang,
04:05aku hampir saja lupa.
04:07Aku pernah ketemu dengan bocah sialan itu beberapa kali.
04:09Dia bahkan gak berani menetapku saat kita bertemu.
04:12Kenapa hari ini kayaknya sudah berubah?
04:17Oh iya.
04:18Tadi kau kenapa?
04:20Kenapa tiba-tiba kakimu terluka?
04:21Aku...
04:22Aku kesal karena bocah sialan itu mau naikkan harga.
04:26Makanya aku mau tendang kursinya untuk kiseng dengannya.
04:29Tapi entah kenapa kursi itu kayak dibuat dari baja.
04:31Begitu ku tendang,
04:33rasanya kayak tendang logam berat.
04:34Rasanya sakit sekali.
04:36Kursinya kayak dibuat dari baja.
04:40Pak Isman,
04:41jangan bercanda.
04:42Ini adalah kursi kayu biasa yang ada di sini.
04:45Anda adalah ahli bela diri di tingkat transformasi tahap menengah.
04:48Kursi ini mana mungkin terasa seperti baja saat ditendang.
04:58Aku...
05:06Kahana, gimana?
05:08Kau juga gak bisa mendorongnya.
05:18Kahana,
05:20kau baik-baik saja.
05:23Kenapa?
05:24Energi spiritual.
05:25Itu energi spiritual.
05:27Energi spiritual?
05:28Energi spiritual.
05:31Bunga Sima rasanya netral dan pahit.
05:35Untuk gejala pusing,
05:37radang,
05:37dan nyeri
05:38pada mata,
05:40air mata yang mengalir terus,
05:42kulit.
05:43Kak Rusko?
05:46Kak Rusko,
05:48permen itu untuk aku ya?
05:50Kau belajar dengan baik gak?
05:52Ada.
05:53Berarti ini untukmu.
05:54Terima kasih, Kak Rusko.
05:56Rusko,
05:57sudah aku bilang anak ini cuma boleh makan permen seminggu sekali.
06:00Baru berapa hari kenapa sudah dibelikan.
06:03Ibu,
06:03buah arum bagus untuk perlancar peredaran darah dan keluarkan cacing pita.
06:07Paling cocok dimakan oleh anak kecil seperti ku.
06:10Gadis nakal,
06:11malah mengajar ibumu ya.
06:12Cepat belajar,
06:13setelah itu baru makan.
06:14Baik.
06:17Oh iya, Bibi Grace.
06:20Ambillah,
06:20uangnya aku kembalikan.
06:22Kembalikan,
06:23baru sebentar.
06:27Kembalikan,
06:28baru sebentar.
06:30Lagi pula kita adalah keluarga.
06:32Uang ini gak perlu kau kembalikan.
06:33Ayah.
06:34Aduh,
06:35ambil saja.
06:36He,
06:37selama ini aku sudah pinjam banyak uang darimu.
06:39Kau sudah menjaga aku juga.
06:40Ambil saja uang itu.
06:41Belikan makanan enak untuk Anissa.
06:43Lalu beli baju baru dan alat rias untuk dirimu sendiri supaya bisa berdandan.
06:47Aku sudah tua.
06:49Berdandan untuk apa?
06:50Apanya yang tua?
06:52Lihat wajah dan tubuhmu.
06:53Gak bakal ada yang ragu walau kau bilang dirimu 18 tahun.
06:56Bocah sialan.
06:57Kau bilang apa?
06:58Jangan-jangan kau minta ini dari Valen ya.
07:01Jangan.
07:02Sekarang kondisi di rumah lagi susah.
07:04Aku gak bisa terima.
07:05Aduh,
07:05aku sendiri yang hasilkan uang ini.
07:07Bibi Grace,
07:08percayalah padaku.
07:09Gak lama lagi,
07:10keluarga kita bakal jadi kaya.
07:11Selain itu,
07:13kita bisa kembali kejayaan yang sebelumnya.
07:16Rusko,
07:16jangan lakukan hal yang berbahaya ya.
07:18Kalau ada masalah,
07:19kau harus bilang padaku.
07:20Kalau kau gak berani bilang ke Valen,
07:22aku bisa bantu kau diskusi dengannya.
07:24Bibi Grace,
07:25apa aku begitu gak berguna di hatimu?
07:28Bukan-bukan.
07:29Bukan begitu maksudku.
07:31Aku bercanda.
07:33Oh iya,
07:34Bibi Grace,
07:35belakangan ini aku bakal lebih sibuk.
07:37Gak bisa sering datang ke sini.
07:38Tolong bantu jaga klinik ini.
07:40Kalau merasa lelah,
07:41pekerjakan seorang staff saja.
07:43Gak lelah,
07:45kau pasti sudah tahu juga
07:46jarang ada orang yang bakal datang ke klinik ini.
07:48Kalau kau sibuk,
07:49pergi saja.
07:50Jangan khawatirkan klinik ini.
07:52Baiklah.
07:59Bibi Grace,
08:00ambil pedang kayu kecil ini.
08:01Kalau ada yang berulang di sini lagi,
08:03tebas orangnya dengan pedang itu.
08:08Bukannya ini pedang kayu
08:09yang sering ditemukan di jalan barang antik
08:11digunakan untuk apa?
08:12Yang ini beda.
08:13Aku.
08:16Valen dapatkan ini
08:17dari seorang pedeta tua.
08:19Di dalamnya,
08:20ada teknik petir sejati.
08:21Kalau baca mantra-nya,
08:22bisa menyambar tiga kali.
08:23Gunakan sebaik mungkin ya.
08:25Dari Valen ya,
08:26ini pasti barang bagus.
08:27Tenang saja,
08:28pasti kugunakan dengan baik.
08:30Ternyata,
08:31sebagai kepala keluarga Almia,
08:32aku nggak ada apa-apanya
08:33dibandingkan dengan istriku.
08:36Nggak perlu segugup itu,
08:38Bibi Grace.
08:38Cuma untuk berjaga-jaga.
08:40Aku yakin,
08:41setelah malam ini,
08:42harusnya nggak ada
08:43yang berulang di sini lagi.
09:07Dian.
09:08Eh?
09:08Kak Dusko,
09:09kusah pulang ya?
09:10Dian,
09:12kakamu kenapa?
09:13Kayaknya dia kesal sekali.
09:15Jangan-jangan,
09:16dia ditindas oleh pria tua bernama Andi.
09:17Oh, bukan, bukan.
09:18Bukan Pak Andi.
09:19Jadi siapa?
09:20Siapa lagi?
09:20Tentu saja Pak Cundang,
09:21bernama Baim itu.
09:23Lagi-lagi Baim.
09:39Sayang,
09:39ada apa dengarmu?
09:40Kenapa kesal sekali?
09:42Aku beri kau waktu dua jam.
09:44Setelah itu,
09:45temui aku di kamar.
09:46Eh, sayang!
09:48Kau belum bilang
09:49untuk apa temui kau di kamar?
09:51Bukannya kau bilang
09:52mau lakukan kultifasi ganda denganku.
09:56Sayang,
09:57untuk masalah itu,
09:59sebenarnya...
09:59Rusko,
10:00jangan sampai aku meremehkanmu.
10:04Eh, bukan kau...
10:07Eh...
10:07Kak Rusko!
10:08Kak Valen lakukan itu
10:09demi kebaikanmu dan keluarga ini.
10:11Gimana kalau kau beranikan dirimu saja?
10:14Eh...
10:15Sebenarnya untuk hal itu,
10:17aku lumayan hebat.
10:18Tapi waktunya masih belum tepat.
10:21Kakakku sudah sepuluh aktif itu padamu.
10:24Memangnya pria sepertimu mau tunggu sampai kapan?
10:27Aku...
10:28Aduh...
10:29Sudahlah.
10:30Genis kecil sepertimu gak bakal ngerti.
10:33Kak Rusko!
10:41Oh iya, Dian.
10:42Apa kau punya data tentang Mbak Im?
10:44Tentang Mbak Im?
10:47Misalnya foto atau tanggal lahirnya.
10:50Mbak Im adalah orang yang lumayan berpengaruh di Provinsi Oaksa.
10:54Ada banyak sekali gelarnya.
10:56Kau bisa cari infonya di internet dengan mudah.
10:59Oh...
11:01Teknologi memang mengubah hidup.
11:03Oke, aku mengerti.
11:06Kak Rusko, kenapa kau mau cari info tentang dia?
11:09Mau bantu kakakmu belas dendam?
11:10Kak Rusko, jangan kegap, ha?
11:12Ah!
11:12Aish!
11:13Aish!
11:31Terima kasih telah menonton
11:44Terima kasih telah menonton
12:13Terima kasih telah menonton
12:19Aku ke kamarmu sekarang ya
12:20Jangan-jangan
12:22Ada apa Kak Valen?
12:24Aku mau tanya
12:26Menurutmu Rusko
12:28Suka wanita pakai baju tidur seperti apa ya?
12:34Aku mau tanya
12:37Menurutmu Rusko
12:38Suka wanita pakai baju tidur seperti apa ya?
12:47Kak Valen
12:48Mana mungkin aku tahu hal seperti itu
12:50Kak
12:52Eh Dian jangan salah paham
12:53Bukan begitu maksudku
12:55Sudahlah aku jujur saja
12:57Aku nggak punya baju tidur yang disukai pria
12:59Boleh pinjamkan punyamu nggak?
13:02Kak Valen nanti kau
13:04Dan Kak Rusko bakal
13:07Aduh
13:07Untuk hal seperti itu
13:09Mana boleh pakai baju tidurku
13:10Lagi pula aku juga nggak punya baju tidur seperti itu
13:14Benar juga
13:17Begini saja
13:18Sekarang kau keluar dan belikan beberapa baju untukku
13:21Oh
13:21Aku yang beli
13:24Oke
13:25Kau mau model baju seperti apa?
13:28Yang
13:30Semuanya saja
13:48Suka
13:50Sunan petir sejati, buka port masik
13:53Buka
14:03Kayaknya kultivasi
14:05Di pemurnian energi tahap 3
14:07Masih kurang untuk kerahkan
14:09Teknik petir sejati
14:10Versi yang lebih sederhana pun
14:13Hampir menguras semuanya
14:23Baim kan
14:24Walau kita belum pernah ketemu
14:28Hadiah pertemuannya tetap
14:30Harus kuberikan lebih awal
14:32Nikmatilah
14:37Pergilah
14:44Sudah waktunya
14:48Kenapa istiriku lebih buru-buru daripada aku
14:51Tapi sekarang bukan waktu yang pas
14:53Buat kultivasi ganda
14:54Kalau dilakukan lebih awal
14:58Gak bisa
14:59Sebagai seorang pria yang sudah hidup puluhan ribu tahun
15:01Kalau gak bisa kendalikan diri dengan baik
15:03Nanti aku bakal jadi lelucon
15:10Buset
15:11Mendingan dianggap lelucon daripada pecundang
15:13Serbu
15:26Oksaya
15:43Oksaya
15:44Sayang, kau minum alkohol ya?
15:57Bagus nggak?
16:00Bagus?
16:19Kenapa tatapannya seperti binatang buas?
16:23Apa dia masih Rusko yang pengecut itu?
16:26Rusko, hari ini kau...
16:50Bapak Im
16:57Apa itu?
17:06Cepat-cepat, halangi dia!
17:10Ho!
17:13Ayah, abang!
17:14Cepat ke sini!
17:18Baim!
17:19Baim!
17:20Ada apa?
17:22Ayah, pedang itu mau membunuhku!
17:24Itu?
17:25Benda apa itu?
17:28Cepat, halangi dia!
17:29Cepat serang!
17:30Tunggu apa lagi?
17:32Yang bisa hancurkan pedangnya,
17:34bakal kukasih 200 miliar!
17:35Cepat serang!
17:39Baim, pedang itu datang dari mana?
17:43Kenapa ke sini, kenapa mau membunuhmu?
17:45Aku juga nggak tahu!
17:46Ini!
17:47Jangan-jangan itu Imu Ilahi!
17:49Ayah, apa maksudmu?
17:51Aku juga nggak tahu!
17:52Imu Ilahi, penggulungan kami!
17:54Imu Ilahi?
18:10Urusku, ambillah aku!
18:17Urusku, ambillah aku!
18:21Nggak, nggak boleh!
18:23Energi spiritual di dunia varasat langkah!
18:25Kalau kultifasi gandanya di CSI akan begitu saja!
18:28Kultifasiku mungkin nggak bisa berkembang!
18:29Tapi kalau aku berhenti di situasi seperti ini,
18:32aku nggak bakal bisa pertahankan harga diriku di rumah ini sama sekali!
18:36Urusku, kenapa kau berhenti?
18:39Apa kau mau berhenti seperti sebelumnya?
18:42Aku, eh, eh, mana mungkin!
18:44Kau tutup mata dulu!
18:54Tenangkan pikiran dan batin!
19:04Ya ampun!
19:07Semuanya hampir sia-sia!
19:11Ternyata, wanita cuma bakal memperlambat waktu kultifasiku!
19:16Malam yang indah ini adalah waktu untuk berkultifasi!
19:34Terima kasih telah menonton!
19:49Pegunungan kau, miapaan?
19:51Kak Galvin, ambil pedangku!
19:54Oke, oke!
19:57Mau bunuh aku?
19:59Mari lihat kau sanggup atau nggak!
20:02Ya!
Komentar