Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
Di pemakaman Tuan Yudi di Kota Yango, seorang wanita bercadar tiba-tiba muncul dan menuntut janji kuno: meminta keturunan terbaik Keluarga Yopie sebagai pelayannya. Nyonya Mira, yang mengira wanita itu selingkuhan Tuan Yudi, marah dan menarik cadarnya. Saat wajahnya terungkap, Nyonya Mira terkejut. Misteri asal-usul wanita itu mengungkap rahasia kelam dan perseteruan kedua keluarga yang telah berlangsung selama seabad.
Transkrip
00:00Master Leon, jadi anda harus bantuin keluarga Sandi, ya?
00:04Bantu kalian?
00:05Aku kesini bukan buat bantu kalian.
00:07Kemarin ketua datangnya aku, kipas sisik naga jatuh ke keluarga Sandi.
00:11Ketua, ini apa?
00:12Ini lilin pemakan hati.
00:14Begitu sumbu dinyalakan, orang yang pernah nyentuh kipas sisik naga,
00:18gak akan bisa lihat matahari esok.
00:20Pergilah.
00:22Baik.
00:23Janji 100 tahun sudah tiba, pantas aku gak bisa nemuin dia.
00:26Ya, ternyata ada yang gak tahu diri, ikut campur.
00:30Berani incar hadiahku padanya, benar-benar cari mati.
00:34Ketua minta aku ambil kipas sisik naga.
00:36Sekalian antar kalian yang gak tahu diri ini, menuju aja.
00:41Tuan Rifan tenang saja.
00:43Serahkan semuanya padaku.
00:47Ini apa?
00:48Lilin pembebasan hati.
00:49Kamu nyalakan sumbu ini, maka keluarga Sandi akan bisa kembali normal.
00:57Baik.
00:57Ayah, ibu, aku sudah undang master yang bisa selamatkan keluarga Sandi.
01:24Kok waktu lihat dia, mendadak aku merasa gelisah dan dingin.
01:28Perasaan ini jauh lebih kuat daripada waktu aku ketemu ketua.
01:34Halusinasi.
01:35Ini pasti halusinasi.
01:37Mana mungkin dia lebih hebat dari ketua.
01:39Ayah, jangan lihat Nona seorang masih muda, tapi dia beneran mampu.
01:43Kalau dia turun tangan, keluarga Sandi pasti akan membaik.
01:47Maaf membuat Nona datang sia-sia.
01:49Masalah keluarga Sandi sudah diselesaikan, Master Leon.
01:52Leon, kamu juga kok langsung undang orang tanpa bilang dulu.
01:57Yang kamu bilang selesai itu?
01:59Lilin pemakan hati di tanganmu itu.
02:02Kok dia bisa tahu Lilin pemakan hati?
02:07Lilin pemakan hati apa, Tuan Rifan?
02:10Orang bilang satu urusan gak butuh dua penanganan.
02:13Kamu ini gak percaya aku?
02:17Atau remehin aku?
02:19Aduh, Master Leon, Anda jangan marah.
02:23Ngapain kamu bawa cewek yang gak berguna bikin masalah?
02:27Cepat suruh dia pergi!
02:29Kurang ajar!
02:33Satu lagi tua bangka bodoh.
02:35Eh, kalau bukan karena kipas sisi kenaga di sini,
02:38dengan kemampuan kalian seumur hidup ini,
02:42bahkan gak bisa melihat wajah Nona.
02:45Datang lagi satu orang bodoh yang incar kipas sisi kenaga.
02:48Barang yang dihadiahkan ketua,
02:50memangnya pantas disentuh orang rendahan kayak kalian.
02:54Ternyata, kalian juga datang demi kipas sisi kenaga.
02:57Hah, kebetulan banget.
02:59Kipas sisi kenaga sudah kukasih pada Master Leon.
03:03Masalah keluarga Sandi sudah diatasi oleh Master Leon.
03:07Jadi, gak usah ngerepotin kalian lagi.
03:09Silahkan kembali.
03:13Dia bukan mau nyelamatin keluarga Sandi.
03:16Nona Sora, apa maksudmu?
03:21Begitu lilin pemakan hati dinyalakan,
03:23orang yang pernah sentuh kipas sisi kenaga,
03:25gak akan hidup sampai besok.
03:32Jangan asal sumpah di sini.
03:35Seorang gadis kecil, kok bisa punya orang yang sekuat itu?
03:38Ini semua omong kosong.
03:40Sama sekali gak ada hal begitu.
03:43Tuan Rifan,
03:45lilin pembebasan hati ini,
03:46pusaka turun-temurun geluhurku.
03:48Cuma ini yang bisa bantu keluargamu dari petaka.
03:54Justru dia,
03:55kelihatannya cuma berumur 20 tahun lebih.
03:59Takutnya,
04:01bahkan studi saja belum tamat.
04:03Orang kayak gini,
04:04seberapa layak buat dipercaya.
04:11Kamu,
04:12apa yang kamu lakukan padaku?
04:19Persiapan buat ambil kipas memang cukup matang.
04:23Tapi kipas sisi kenaga ini,
04:25bukan barang yang bisa kamu sentuh.
04:28Urusan keluarga Sandi aku gak niat ikut campur.
04:31Tapi barangku,
04:33gak bisa kamu bawa pergi.
04:34Kipas sisi kenaga ini,
04:36mau kamu serahkan sendiri,
04:38atau aku yang ambil?
04:40Aku cuma takut,
04:41kalau aku serahkan pun,
04:43kamu gak mampu ambil.
04:45Apalagi,
04:46kipas sisi kenaga ini,
04:48adalah hadiah dari Tuan Rifan
04:49buat penyelamat nyawanya.
04:52Tuan Rifan,
04:53benarkah begitu?
04:56Benar.
04:57Ayah,
04:57cepat kasih kipas itu pada Nana Sora.
04:59Dia beneran bukan orang sembarangan.
05:00Tuan Yudi sakit selama 10 tahun,
05:02padahal sudah meninggal,
05:03tapi dihidupkan kembali oleh Nana Sora.
05:05Apa?
05:06Orang mati hidup kembali?
05:07Omong kosong begini kamu percaya?
05:11Ayah,
05:12sekalipun gak percaya aku,
05:13setidaknya percaya Tuan Jordi kan?
05:15Hmm,
05:16Tuan Rifan,
05:17jangan salahkan aku gak ingatkan.
05:19Sekarang,
05:19kamu serahkan kipasnya dengan kedua tangan,
05:21lalu berlut mohon Nana selamatkan kalian.
05:24Maka kalian,
05:26masih punya dua kesempatan hidup.
05:31Kalau enggak,
05:32keluarga Sani tunggu saja.
05:35Kamu itu,
05:36Tuan Muda keluarga Yopi?
05:43Seorang budak yang melayani seorang wanita,
05:45berani ngaku jadi Tuan Muda keluarga Yopi?
05:48Ayah,
05:49dia beneran Jordi Yopi,
05:51percayalah.
05:53Kamu benar-benar bodoh sampai gak tertolong.
05:57Cuma budak yang melayani seorang wanita,
06:00mana mungkin dia Tuan Muda keluarga Yopi?
06:07Aduh,
06:09Master Leon,
06:10Anda sudah selamatkan keluarga Sandy.
06:12Kipas esik naga sudah kukasih,
06:14maka ini milik Anda.
06:17Keluarga Sandy berakhir begini?
06:19Gak salah juga.
06:24Tuan Rifan yang bilang sendiri,
06:26kalau kipas ini jadi milikku,
06:29Nona,
06:29aku sarankan kamu urungkan niatmu itu.
06:32Gimanapun,
06:33kipas esik naga kenali tuannya.
06:34Nanti,
06:35akibatnya gak bisa kamu tanggung.
06:38Kamu salah.
06:39Aku bukan mau diskusi denganmu.
06:43Kembali.
06:52Kenapa bisa begini?
06:53Barang ketua kenapa nurut sama wanita ini?
06:57Dia,
06:58dia pegang itu,
06:59kayak gak ada apa-apa.
07:01Aku itu karena pakai sarung tangan ketua,
07:03makanya bisa pegang kipas esik naga.
07:05Kok dia juga bisa?
07:07Siapa dia sebenarnya?
07:11Biar aku kasih tahu,
07:12Nona kami adalah pemilik kipas esik naga.
07:15Gak tahu malu.
07:16Jelas-jelas ketua aku yang memiliki kipas esik naga.
07:19Tapi aura yang dia pancarkan,
07:21terlalu mengerikan.
07:23Kau bisa dilawan langsung.
07:24Aku mundur dulu.
07:25Begitu rupanya,
07:27kipas esik naga sudah memilihmu.
07:28Maka aku tidak akan paksakan.
07:35Tunggu saja.
07:37Sekarang aku akan melaporkan ketua,
07:39berani incer kipas itu.
07:40Ketua pasti akan mencabik-cabikmu.
07:43Aku pamit.
07:46Hei,
07:47Master Leon!
07:50Sayang,
07:52dia bisa nyentuh kipas esik naga.
07:54Apalagi,
07:55dia kelihatan lebih hebat dari Master Leon.
07:58Apa mungkin kita salah pilih orang?
08:00Enggak.
08:01Enggak akan.
08:02Ayah.
08:03Ayah masih mau keras kepala.
08:06Setengah tahun lalu aku sudah bilang,
08:07jangan sentuh barang yang gak jelas.
08:09Ayah malah tetap beli kipas itu.
08:11Sekarang aku bilang,
08:13kalau Nona Sora yang bisa nyelamatin keluarga kita,
08:16ayah malah mau dengarin Master Leon itu.
08:17Ayah!
08:19Sekarang ayah minta maaf sama Nona Sora.
08:21Mohon diselamatkan sama Nona.
08:22Semua masih sempat.
08:24Nona Sora,
08:25Keluarga Sandi bersedia kembalikan kipas ini.
08:28Mohon Anda memaafkan dan bermurah hati.
08:29Selamatkanlah keluarga Sandi.
08:32Nona Sora.
08:39Seorang gadis muda saja,
08:40masih mau memperendahkan diri.
08:44Masalah keluarga Sandi,
08:45bukan urusanku.
08:50Nona Sora,
08:52ayahku cuma salah menilai orang.
08:53Barusan ucapannya yang menyinggung Anda,
08:55aku mewakilin minta maaf.
08:57Mohon Anda bermurah hati.
08:58Bantulah keluarga Sandi.
09:01Bangun!
09:04Ini lilin pembebasan hati
09:06yang dikasih Master Leon.
09:07Begitu lilin ini dinyalakan,
09:09semua petaka bisa diatasi.
09:10Kita gak usah mohon padanya.
09:12Ayah!
09:12Nona Sora sudah bilang,
09:14lilin ini gak bisa selamatkan keluarga Sandi.
09:16Justru akan memperburuk keadaan kita sekarang.
09:19Kenapa, ayah?
09:19Itu cuma omongannya buat tinggikan diri.
09:22Aku gak percaya,
09:23Master Leon bisa kalah
09:24hanya dengan gadis umur 20 tahun lebih.
09:29Orang yang hampir mati,
09:31ucapannya gak usah diperdebat.
09:33Ayo pergi.
09:35Nona Sora!
09:37Kamu hebat!
09:39Kami sanggup dekati kamu,
09:41tapi gak usah sampai kutuk kami hampir mati, kan?
09:45Sayang,
09:46kita nyalakan lilinnya sekarang.
09:47Biar dia tahu,
09:49jadi orang yang terlalu anggap dirinya hebat.
09:52Baik.
09:56Ayah!
10:06Dia gila ya?
10:07Malah cari mati sendiri.
10:09Ayah!
10:10Kalau yang dibilang Nona Sora itu benaran,
10:12keluarga Sandy beneran gak bisa diselamatkan lagi.
10:15Kamu tahu apa?
10:17Begitu lilin dinyalakan,
10:18keluarga Sandy akan kembali ke nasib setengah tahun lalu.
10:20Pastor Leon,
10:21gak akan menipuku.
10:39Nona Sora,
10:41kamu sudah lihat kan?
10:43Lilinnya sudah kami nyalakan.
10:46Keluarga Sandy sudah dibantu,
10:48Master Leon.
10:49Gak butuh kamu sok wibawa lagi.
10:51benar-benar bodoh.
11:01Ini,
11:02kok langitnya mendadak gelap?
11:04Aku ingat,
11:05waktu ibu kelepaskan sadar Nona,
11:06situasinya juga begini.
11:08Jangan-jangan,
11:09keluarga Sandy beneran gak bisa hitung sampai besok.
11:11Ih,
11:13ayo pergi,
11:13ayo cepat.
11:17Enggak apa-apa,
11:19cuma perubahan cuaca.
11:25Itu papan roh lelur,
11:27keluarga Sandy.
11:27Kau mendadak hancur.
Komentar

Dianjurkan