Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Jelang berakhirnya masa dua minggu gencatan senjata, hubungan antara Amerika Serikat dan Iran justru semakin memanas.

Untuk membahas situasi ini, simak diskusi selengkapnya bersama pakar geopolitik dan keamanan nasional, Wibawanto Nugroho.

Diketahui, ketegangan kedua negara dipicu oleh krisis kepercayaan yang belum terselesaikan, sehingga proses perundingan pun sulit mencapai titik temu.

#pakar #iran #israel #amerikaserikat

Baca Juga Komitmen Roy Ingin Buktikan Kepalsuan Ijazah Jokowi 99 Persen: Ini Clear Ya! di https://www.kompas.tv/nasional/664471/komitmen-roy-ingin-buktikan-kepalsuan-ijazah-jokowi-99-persen-ini-clear-ya



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/664472/full-jelang-akhir-gencatan-senjata-pakar-nilai-hubungan-as-iran-kian-memanas-kompas-malam
Transkrip
00:00Saudara jelang berakhirnya masa dua pekan, genjatan senjata malah hubungan antara Amerika Serikat dan Iran memanas.
00:08Kita akan berdiskusi bersama dengan Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional Wibawanto Nugroho.
00:13Selamat malam Pak Wibawanto, apa kabar?
00:17Selamat malam Pak Wibawanto.
00:19Kabar baik, semoga untuk Anda selalu dan juga keluarga.
00:22Pak Wibawanto, persiapan logistik tanggal 18-19 April 2026 ini masih terpantau di Islamabad Pakistan.
00:29Dan Trump beberapa waktu lalu sempat bilang kalau negosiasi kedua akan berlangsung hari Senin atau tanggal 20 April, kurang lebih
00:36di dalam waktu setempat.
00:37Kemungkinan menurut Anda, akankah Iran hadir dalam negosiasi kedua ini?
00:43Ya, ini kemungkinan hadir 50, kemungkinan tidak hadir 50%.
00:48Karena ini isunya bukan hanya mengenai energi, tetapi isunya sudah menjadi center of gravity dari ekonomi global, yaitu Hormuz.
00:59Itu poinnya itu.
01:00Nah yang pertama, ini kita harus lihat bahwa kondisinya ini berada saat ini di antara perang terbuka dengan kemungkinan damai
01:09yang dipaksakan.
01:10Karena Amerika ini masih bersih keras menggunakan korsif diformasi dengan penggunaan kekuatan militer untuk memberikan tekanan strategis.
01:20Sementara Iran itu tidak akan pernah melepas Hormuz sampai titik darah penghabisan.
01:26Itu poinnya itu.
01:27Jadi kesepakatan final, tanda kutip itu, semuanya itu masih di dalam zona abu-abu.
01:33Antara yang namanya deal dengan yang namanya korsif diplomasi.
01:38Kita bisa lihat, tanggal 22 Februari adalah batas akhir ceasefire.
01:41Yang kedua, blokade laut di Amerika itu tidak dikurangi sama sekali walaupun itu dilakukan di international water.
01:49Karena tujuannya untuk memberikan tekanan psikologis kepada Iran yang akhirnya itu pasti mengganggu global commerce yang melibatkan aktor negara dan
01:57non-negara dari berbagai macam negara.
02:00Yang ketiga, Iran itu dalam posisi melihat Amerika itu melanggar segala macam peraturan baik itu moral, etika, dan hukum menurut
02:11persekutif Iran dengan adanya blokade ini.
02:13Jadi ini yang saya katakan bahwa slat formus ini secara geopolitik itu terkutup.
02:19Selalu tetap terkutup, hanya terbuka secara teknis gitu.
02:23Karena pasukan Amerika di situ masih ada dan siap untuk menggunakan kekuatan yang letal.
02:28Yang berikutnya adalah, asumsi Pentagon itu sampai saat ini adalah 80-90 persen kekuatan militer Iran sudah hancur, digrip gitu.
02:39Dan dengan dilakukannya blokade ini, berarti ini mengganggu 90 persen darah ekonominya Iran.
02:46Itu poinnya tuh.
02:48Nah sementara, Iran sendiri belum bisa bergeser dari yang namanya prinsip-prinsip fundamental.
02:53Termasuk adalah orientasi geopolitik Iran yang harus dihari, termasuk juga untuk membangun kekuatan nuklir, termasuk juga untuk meminta pergantian kepada
03:04Presiden Trump akan terhadap serangan militer yang terjadi selama ini.
03:08Dan termasuk juga minta pencabutan dari sanksi.
03:11Jadi ini jangan dilihat sebagai post-war settlement, tapi harus dilihat sebagai cause atau istirahat sementara untuk naik ke eskalasi
03:20selanjutnya.
03:21Oke, berarti maksud Anda perang ini akan berlanjut?
03:25Karena kita juga harus tahu bahwa untuk gencatan senjata periodenya dua pekan itu akan berakhir tanggal 22 April.
03:31Iya, iya. Ini masih akan berlanjut makanya.
03:34Ini dari perspektif militer, artinya Pentagon, yang berada di bawah komando Presiden Trump, itu tugas sekarang posisinya adalah mengikuti order
03:45Presiden Trump yang masuk dalam kompok hardliner.
03:47Yaitu apa? Meminta Iran untuk menyerah.
03:52Menyerah, gitu loh.
03:53Nah, jadi ini bukan hanya bagaimana Iran sama Amerika itu mencapai deal, tetapi Iran harus menyerah dulu, baru mengikuti deal
04:01yang ditawarkan oleh Amerika, itu posisinya.
04:03Sementara di Washington, ini terkecah posisinya.
04:06Ada posisi lain yang mengatakan bahwa saatnya kita sekarang harus segera meraih deal dan upayakan gencatan senjata permanen, ya.
04:15Tetapi itu masih ditolak oleh hubungannya Trump.
04:17Itu poinnya tuh.
04:18Nah, dari sisi lain, dari sisi strategis, kita melihat bahwa ini bukan hanya mengenai almost, tetapi ini mengenai perebutan struktur
04:28regional security complex di Timur Tengah.
04:32Di mana Iran masih meminta eksistensi geopolitik mereka diakui.
04:37Contoh, mereka diizinkan membangun nuklir.
04:39Kedua, jangan ganggu proksi-proksi mereka yang ada di kawasan dari Hezbollah, Hamas, Houthi, dan milisi-milisi yang ada di
04:46Syria dan di Iran.
04:47Yang ini pasti ditentang oleh Amerika, gitu loh.
04:50Nah, jadi harus dilihat ini sebagai Syria dan game, masih.
04:53Dan harus digarisbawahi bahwa upaya militer itu, kemenangan militer itu, tidak selalu diikuti oleh tercapainya tujuan politik atau perdamaian yang
05:04diharapkan.
05:05Atau perubahan strategis yang diharapkan.
05:07Nah, di sini menjadi tarik menarik.
05:08Apalagi di sini ada pertarungan antara kekuatan militer Amerika yang sudah pasti bisa dibilang menang,
05:15melawan kekuatan Iran menjadikan Hormuz sebagai geopolitical chokehold, gitu.
05:22Artinya apa?
05:23Artinya hanya Iran yang bisa membuka surat Hormuz.
05:26Kalau tidak bisa, mau apa?
05:28Mau serangan nuklir?
05:29Mau serangan invasi?
05:30Ya silahkan, gitu.
05:31Nah, sekarang yang menjadi serangan dari Iran adalah center of gravity-nya Amerika sendiri.
05:36Semakin lama yang dilakukan, semakin suffer ekonomi global karena fluktuasi yang terjadi,
05:43karena fluktuasi harga yang di dalam sektor energi dan juga akhirnya ke supply chain global,
05:51yang akhirnya bisa backfire ke Amerika, gitu.
05:53Sementara domestik politik di Amerika juga sudah nggak menyukung ini, mayoritas.
05:57Oke. Kedua negara tahu konsekuensi masing-masing terkait dengan perebutan selat Hormuz,
06:04maksud kami adalah selat Hormuz yang harus diakui itu adalah statusnya punya Iran,
06:10dan kemudian Amerika yang harus diakui kemenangannya.
06:13Nah, dengan konsekuensi yang diketahui oleh kedua negara ini,
06:16serangan ini akan makin brutal atau masing-masing negara akan menahan diri?
06:19Karena mereka tahu konsekuensinya masing-masing.
06:22Ya, jadi di dalam peran itu, irasionalitinya itu disebut bounded rationality.
06:28Itu Mbak harus tahu.
06:29Jadi, rasionalitinya itu adalah rasionality yang relatif.
06:33Makanya kita bisa buat tiga skenario saat ini.
06:37Skenario pertama itu yang paling moderat.
06:39Iran akhirnya membuka selat Hormuz, permanen.
06:42Tetapi, Amerika harus memberikan kompensasi.
06:45Kompensasinya apa?
06:46Misalnya, diizinkan untuk membangun nuklir seperlunya.
06:50Yang berikutnya, sanksinya beberapa dibatalkan gitu.
06:55Dan diberikan apa yang menjadi permintaan Iran.
06:58Tetapi ini, chance-nya nggak besar gitu.
07:02Karena yang paling besar chance-nya, jujur aja,
07:04itu adalah tidak ada deal fundamental apapun yang akan dicapai.
07:08Karena biar bagaimanapun,
07:09kita juga tidak bisa naif bahwa China dan Rusia itu masih membackup Iran.
07:14Ya, walaupun tidak berkonfotasi dengan Amerika.
07:17Dan kalau ini yang terjadi, berarti akan ada ceasefire tambahan.
07:22Ya, tapi akan diikuti oleh special operation and long-distance conflict.
07:26Seperti apa yang terjadi selama petunjuk tahun terakhir.
07:29Dan kemungkinan ketiga adalah terjadi re-escalation.
07:32Re-escalation ini akan menimbulkan konflik berkepanjangan.
07:37Dan bisa melibatkan dengan adanya chain reaction,
07:40kekuatan regional lainnya,
07:42dan akan melebar kemana-mana.
07:43Dan itu yang terjadi.
07:45Jadi, untuk Indonesia apa harus dilakukan kalau itu?
07:48Kalau itu terjadi.
07:50Nah, yang dilakukan adalah,
07:51untuk energi, kita harus memperhitungkan beban di APBN.
07:55Itu pasti.
07:56Yang kedua,
07:57ya untuk perdagangan,
07:58ini mengganggu global supply chain, global commerce.
08:01Jadi, Indonesia harus melakukan diplomasi,
08:03supaya semua aktor yang tadi Mbak bilang itu,
08:06kembali kepada pentaatan kepada unklos,
08:10desalasi, keamanan.
08:11Dan kita harus siap dengan berbagai macam skenario.
08:14Kalau terjadi perang dunia,
08:15terjadi krisis global,
08:16apa yang akan dilakukan?
08:17Kita masih ada waktu dua hari untuk menantikan
08:20akhir dari genjatan senjata ini,
08:22dan bagaimana 50-50 persen kemungkinan
08:24Iran dapat mengikuti kemudian keinginan Amerika
08:28untuk melakukan dialog periode kedua ini.
08:30Terima kasih sudah berbagi insight Anda
08:32di Kompas Malam Kompas TV,
08:34Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional,
08:36Pak Wibawanto Nugroho.
08:37Salam sehat selalu, Pak Wibawanto.
08:38Terima kasih.
08:39Terima kasih, Pak.
Komentar

Dianjurkan