00:00Saudara jelang berakhirnya masa dua pekan, genjatan senjata malah hubungan antara Amerika Serikat dan Iran memanas.
00:08Kita akan berdiskusi bersama dengan Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional Wibawanto Nugroho.
00:13Selamat malam Pak Wibawanto, apa kabar?
00:17Selamat malam Pak Wibawanto.
00:19Kabar baik, semoga untuk Anda selalu dan juga keluarga.
00:22Pak Wibawanto, persiapan logistik tanggal 18-19 April 2026 ini masih terpantau di Islamabad Pakistan.
00:29Dan Trump beberapa waktu lalu sempat bilang kalau negosiasi kedua akan berlangsung hari Senin atau tanggal 20 April, kurang lebih
00:36di dalam waktu setempat.
00:37Kemungkinan menurut Anda, akankah Iran hadir dalam negosiasi kedua ini?
00:43Ya, ini kemungkinan hadir 50, kemungkinan tidak hadir 50%.
00:48Karena ini isunya bukan hanya mengenai energi, tetapi isunya sudah menjadi center of gravity dari ekonomi global, yaitu Hormuz.
00:59Itu poinnya itu.
01:00Nah yang pertama, ini kita harus lihat bahwa kondisinya ini berada saat ini di antara perang terbuka dengan kemungkinan damai
01:09yang dipaksakan.
01:10Karena Amerika ini masih bersih keras menggunakan korsif diformasi dengan penggunaan kekuatan militer untuk memberikan tekanan strategis.
01:20Sementara Iran itu tidak akan pernah melepas Hormuz sampai titik darah penghabisan.
01:26Itu poinnya itu.
01:27Jadi kesepakatan final, tanda kutip itu, semuanya itu masih di dalam zona abu-abu.
01:33Antara yang namanya deal dengan yang namanya korsif diplomasi.
01:38Kita bisa lihat, tanggal 22 Februari adalah batas akhir ceasefire.
01:41Yang kedua, blokade laut di Amerika itu tidak dikurangi sama sekali walaupun itu dilakukan di international water.
01:49Karena tujuannya untuk memberikan tekanan psikologis kepada Iran yang akhirnya itu pasti mengganggu global commerce yang melibatkan aktor negara dan
01:57non-negara dari berbagai macam negara.
02:00Yang ketiga, Iran itu dalam posisi melihat Amerika itu melanggar segala macam peraturan baik itu moral, etika, dan hukum menurut
02:11persekutif Iran dengan adanya blokade ini.
02:13Jadi ini yang saya katakan bahwa slat formus ini secara geopolitik itu terkutup.
02:19Selalu tetap terkutup, hanya terbuka secara teknis gitu.
02:23Karena pasukan Amerika di situ masih ada dan siap untuk menggunakan kekuatan yang letal.
02:28Yang berikutnya adalah, asumsi Pentagon itu sampai saat ini adalah 80-90 persen kekuatan militer Iran sudah hancur, digrip gitu.
02:39Dan dengan dilakukannya blokade ini, berarti ini mengganggu 90 persen darah ekonominya Iran.
02:46Itu poinnya tuh.
02:48Nah sementara, Iran sendiri belum bisa bergeser dari yang namanya prinsip-prinsip fundamental.
02:53Termasuk adalah orientasi geopolitik Iran yang harus dihari, termasuk juga untuk membangun kekuatan nuklir, termasuk juga untuk meminta pergantian kepada
03:04Presiden Trump akan terhadap serangan militer yang terjadi selama ini.
03:08Dan termasuk juga minta pencabutan dari sanksi.
03:11Jadi ini jangan dilihat sebagai post-war settlement, tapi harus dilihat sebagai cause atau istirahat sementara untuk naik ke eskalasi
03:20selanjutnya.
03:21Oke, berarti maksud Anda perang ini akan berlanjut?
03:25Karena kita juga harus tahu bahwa untuk gencatan senjata periodenya dua pekan itu akan berakhir tanggal 22 April.
03:31Iya, iya. Ini masih akan berlanjut makanya.
03:34Ini dari perspektif militer, artinya Pentagon, yang berada di bawah komando Presiden Trump, itu tugas sekarang posisinya adalah mengikuti order
03:45Presiden Trump yang masuk dalam kompok hardliner.
03:47Yaitu apa? Meminta Iran untuk menyerah.
03:52Menyerah, gitu loh.
03:53Nah, jadi ini bukan hanya bagaimana Iran sama Amerika itu mencapai deal, tetapi Iran harus menyerah dulu, baru mengikuti deal
04:01yang ditawarkan oleh Amerika, itu posisinya.
04:03Sementara di Washington, ini terkecah posisinya.
04:06Ada posisi lain yang mengatakan bahwa saatnya kita sekarang harus segera meraih deal dan upayakan gencatan senjata permanen, ya.
04:15Tetapi itu masih ditolak oleh hubungannya Trump.
04:17Itu poinnya tuh.
04:18Nah, dari sisi lain, dari sisi strategis, kita melihat bahwa ini bukan hanya mengenai almost, tetapi ini mengenai perebutan struktur
04:28regional security complex di Timur Tengah.
04:32Di mana Iran masih meminta eksistensi geopolitik mereka diakui.
04:37Contoh, mereka diizinkan membangun nuklir.
04:39Kedua, jangan ganggu proksi-proksi mereka yang ada di kawasan dari Hezbollah, Hamas, Houthi, dan milisi-milisi yang ada di
04:46Syria dan di Iran.
04:47Yang ini pasti ditentang oleh Amerika, gitu loh.
04:50Nah, jadi harus dilihat ini sebagai Syria dan game, masih.
04:53Dan harus digarisbawahi bahwa upaya militer itu, kemenangan militer itu, tidak selalu diikuti oleh tercapainya tujuan politik atau perdamaian yang
05:04diharapkan.
05:05Atau perubahan strategis yang diharapkan.
05:07Nah, di sini menjadi tarik menarik.
05:08Apalagi di sini ada pertarungan antara kekuatan militer Amerika yang sudah pasti bisa dibilang menang,
05:15melawan kekuatan Iran menjadikan Hormuz sebagai geopolitical chokehold, gitu.
05:22Artinya apa?
05:23Artinya hanya Iran yang bisa membuka surat Hormuz.
05:26Kalau tidak bisa, mau apa?
05:28Mau serangan nuklir?
05:29Mau serangan invasi?
05:30Ya silahkan, gitu.
05:31Nah, sekarang yang menjadi serangan dari Iran adalah center of gravity-nya Amerika sendiri.
05:36Semakin lama yang dilakukan, semakin suffer ekonomi global karena fluktuasi yang terjadi,
05:43karena fluktuasi harga yang di dalam sektor energi dan juga akhirnya ke supply chain global,
05:51yang akhirnya bisa backfire ke Amerika, gitu.
05:53Sementara domestik politik di Amerika juga sudah nggak menyukung ini, mayoritas.
05:57Oke. Kedua negara tahu konsekuensi masing-masing terkait dengan perebutan selat Hormuz,
06:04maksud kami adalah selat Hormuz yang harus diakui itu adalah statusnya punya Iran,
06:10dan kemudian Amerika yang harus diakui kemenangannya.
06:13Nah, dengan konsekuensi yang diketahui oleh kedua negara ini,
06:16serangan ini akan makin brutal atau masing-masing negara akan menahan diri?
06:19Karena mereka tahu konsekuensinya masing-masing.
06:22Ya, jadi di dalam peran itu, irasionalitinya itu disebut bounded rationality.
06:28Itu Mbak harus tahu.
06:29Jadi, rasionalitinya itu adalah rasionality yang relatif.
06:33Makanya kita bisa buat tiga skenario saat ini.
06:37Skenario pertama itu yang paling moderat.
06:39Iran akhirnya membuka selat Hormuz, permanen.
06:42Tetapi, Amerika harus memberikan kompensasi.
06:45Kompensasinya apa?
06:46Misalnya, diizinkan untuk membangun nuklir seperlunya.
06:50Yang berikutnya, sanksinya beberapa dibatalkan gitu.
06:55Dan diberikan apa yang menjadi permintaan Iran.
06:58Tetapi ini, chance-nya nggak besar gitu.
07:02Karena yang paling besar chance-nya, jujur aja,
07:04itu adalah tidak ada deal fundamental apapun yang akan dicapai.
07:08Karena biar bagaimanapun,
07:09kita juga tidak bisa naif bahwa China dan Rusia itu masih membackup Iran.
07:14Ya, walaupun tidak berkonfotasi dengan Amerika.
07:17Dan kalau ini yang terjadi, berarti akan ada ceasefire tambahan.
07:22Ya, tapi akan diikuti oleh special operation and long-distance conflict.
07:26Seperti apa yang terjadi selama petunjuk tahun terakhir.
07:29Dan kemungkinan ketiga adalah terjadi re-escalation.
07:32Re-escalation ini akan menimbulkan konflik berkepanjangan.
07:37Dan bisa melibatkan dengan adanya chain reaction,
07:40kekuatan regional lainnya,
07:42dan akan melebar kemana-mana.
07:43Dan itu yang terjadi.
07:45Jadi, untuk Indonesia apa harus dilakukan kalau itu?
07:48Kalau itu terjadi.
07:50Nah, yang dilakukan adalah,
07:51untuk energi, kita harus memperhitungkan beban di APBN.
07:55Itu pasti.
07:56Yang kedua,
07:57ya untuk perdagangan,
07:58ini mengganggu global supply chain, global commerce.
08:01Jadi, Indonesia harus melakukan diplomasi,
08:03supaya semua aktor yang tadi Mbak bilang itu,
08:06kembali kepada pentaatan kepada unklos,
08:10desalasi, keamanan.
08:11Dan kita harus siap dengan berbagai macam skenario.
08:14Kalau terjadi perang dunia,
08:15terjadi krisis global,
08:16apa yang akan dilakukan?
08:17Kita masih ada waktu dua hari untuk menantikan
08:20akhir dari genjatan senjata ini,
08:22dan bagaimana 50-50 persen kemungkinan
08:24Iran dapat mengikuti kemudian keinginan Amerika
08:28untuk melakukan dialog periode kedua ini.
08:30Terima kasih sudah berbagi insight Anda
08:32di Kompas Malam Kompas TV,
08:34Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional,
08:36Pak Wibawanto Nugroho.
08:37Salam sehat selalu, Pak Wibawanto.
08:38Terima kasih.
08:39Terima kasih, Pak.
Komentar