Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SEMARANG, KOMPAS.TV- Kompetisi sepak bola usia dini Elite Pro Academy U-20 diwarnai kericuhan. Ada nama eks pemain Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 yang terseret.

Peristiwa itu terjadi dalam laga Dewa United dan Bhayangkara FC di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu kemarin. Pertandingan ini dimenangkan Dewa United U-20 dengan skor 2-1.

Selepas laga, terjadi kericuhan di lapangan. Pemain Bhayangkara FC melakukan tendangan kungfu ke arah pemain Dewa United. Tendangan dilakukan oleh Fadly Alberto, yang merupakan pemain Timnas U-20.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia angkat bicara terkait keributan yang terjadi pada laga kompetisi usia muda Elite Pro Academy antara Bhayangkara FC kontra Dewa United.

PSSI mengutuk keras aksi brutal yang dilakukan sejumlah pemain dalam laga yang digelar di Stadion Citarum Semarang, Minggu sore.

Terkait insiden ini, Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyebut kejadian ini tidak pantas dilakukan di ruang lingkup sepak bola. Karenanya, PSSI memerintahkan Komite Disiplin untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan hukuman berat bagi pelaku yang terlibat.

PSSI juga meminta Komite Wasit segera bergerak untuk memeriksa pengadil lapangan di laga tersebut.

Sanksi apa yang bisa dijatuhkan pada pemain yang melakukan tindakan kekerasan di lapangan? Kami akan membahasnya dengan analis sepak bola, Firzie Idris.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Tak Puas Keputusan Wasit, Turnamen Sapudi Cup Sumenep Berujung Ricuh! | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/664199/tak-puas-keputusan-wasit-turnamen-sapudi-cup-sumenep-berujung-ricuh-berut

#sepakbola #bhayangkarafc #dewaunited #timnasindonesia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/664213/analis-sepakbola-firzie-idris-soal-pemain-bhayangkara-fc-fadly-alberto-tendang-pemain-dewa-united
Transkrip
00:00Saudara pemain Tumnas U20 yang membela Bayangkar FC U20, Valdi Alberto melakukan tindakan yang tidak pantas dengan menendang pemain Dewa
00:10United U20 pada laga ke-32 Elite Pro Akademi U20 2025-2026 di Stadion Citarum Semarang, Jawa Tengah.
00:19Sangsi apa yang bisa dijatuhkan pada pemain yang melakukan tindakan kekerasan di lapangan?
00:24Kami membahasnya bersama dengan analis sepak bola, Bung Firzi Idris yang telah bergabung di Kompas Petang. Selamat petang, Bung Firzi.
00:33Ya, selamat petang.
00:34Bung Firzi tentu update juga ya soal insiden ini tentu ini bisa dikatakan mencoreng dunia sepak bola tanah air.
00:43Dari hemat Anda sendiri, apa sanksi yang layak diberikan sehingga ini betul-betul tidak mencoreng dunia sepak bola tanah air?
00:53Ya, kalau kita lihat memang kejadiannya sangat-sangat memilukan, sangat-sangat memalukan dan bagi saya sudah tidak penting siapa yang
01:01memenangi laga itu ya.
01:03Kalau sportifitas kalah di atas kemenangan gitu. Jadi yang lebih penting di sini apalagi di usia muda kan adalah sportifitas.
01:11Dan ini bukan kejadian yang baru ya, karena pada Januari kemarin kalau kita ingat di Liga 4 Jatim juga ketika
01:20itu terjadi ya tendangan Kung Fu, pemain Putra Jaya Pasuruan ya, Muhammad Hilmi Gimnasier melepas tendangan Kung Fu juga ke
01:29pemain Perseta.
01:30Dan ketika itu hukumannya adalah pencoretan ya, pemencatan dari tim ya.
01:35Di sini kan yang bikin kita kecewa juga terlebih adalah kita tahu, Fadli itu bukan seorang yang kita tidak kenal
01:42gitu.
01:43Dia adalah pemain inti ketika di timnas U17 kemarin, dia bermain juga di Piala Dunia U17 ya, selalu bermain.
01:50Dan kalau merujuk pada komi, balik lagi ke pertanyaan Mas Yasir, kalau merujuk kode disiplin PSSI di pasal 54 ya,
02:01terkait memancing kebencian dan kekerasan.
02:04Jadi memang Alberto ini berpeluang mendapat hukuman yang seterat beratnya ya.
02:09Hukuman itu bisa jadi sanksi scourcing dari sepak bola, aktivitas apapun, tidak kurang dari 12 bulan alias 1 tahun.
02:18Dan ini pernah terjadi di EPA juga ya, ketika pada 2021 pemain Bayangkara U18, Hugo Samir ketika itu dihukum komdispesi
02:281 tahun larangan bermain setelah dia menendang wasit.
02:32Jadi sudah ada presiden, ada hukuman panjang, hukuman lama bagi anak-anak muda ini yang bermain di EPA.
02:38Jadi menurut Anda hukuman sanksi untuk tidak bermain ya, 1 tahun ini bisa diberikan atau digancarkan kepada Valdi Alberto ini.
02:49Kalau dari Bung Firzi sendiri melihat keinsiden ini, menurut Anda apakah sanksi ini diberikan kepada pemain yang terlibat
02:57atau perlu ada pihak-pihak lain yang juga terlibat dalam insiden ini termasuk masjid yang juga dimintai keterangan sehingga membuat
03:06clear insiden ini?
03:08Ya benar, tadi dalam pernyataan lengkapnya Pak Yunus Nusi kan juga dikatakan ya, siapapun yang terlibat akan diambil tindakan
03:17dan tadi juga disampaikan juga bahwa kelalaian, ada potensi kelalaian perangkat pertandingan juga.
03:24Ini jadi atensi PSSI ke Komite Wasit Pimpinan Ogawa ya, itu juga bagian lanjutan dari pernyataan Pak Yunus tadi.
03:32Dan ini adalah suatu hal yang juga harus jadi perhatian karena kami juga mendapatkan komentar ya
03:40sebenarnya dari Evan Dimas, mantan pemain kita, mantan pemain timnas ya, yang mengatakan
03:45bagus sekali komentarnya menurut saya ya, karena dia bilang miris kalau ketika trofi dan kemenangan itu di atas sportivitas dan
03:54fair play.
03:55Jadi bagaimana jika sportivitas yang diolah itu hanya raganya, tapi bukan olah jiwanya.
04:02Jadi menurut saya ini komentar yang sangat bagus sekali.
04:04Jadi harus ditekankan pada usia segini, memang kalah menang itu sekunder lah.
04:10Yang penting mereka melalui saya mendimbing tinggi sportivitas.
04:13Kedan kejadian kemarin sangat memalukan dan sangat tidak bagi siapapun yang terlibat ya.
04:17Ada perangkat, pelatih kedua tim, semua staff pemain dan ini lagi-lagi kita bahas tadi
04:24kalau soal kejadian menimpa Hugo Samir, ini juga sudah pernah kejadian, ada presidennya di EPA.
04:29Betul, karena itu harus ada pembenahan.
04:31Karena PSAC sendiri sudah memerintahkan komite disiplinnya untuk mengusutuntas kasus ini.
04:36Kalau kita lihat ini anak muda, menggebu-gebu kemungkinan keinginan untuk menang,
04:40tentu ada dalam pertandingan.
04:41Jika kita lihat, jika kita kaitkan dengan fair play dalam pertandingan,
04:45Anda melihatnya seperti apa?
04:47Terlebih, kejadian ini bukan pertama kalinya terjadi di persepak bola tanah air.
04:52Ya benar, dan tadi juga kami menerima kiriman juga ya bukti video dari Bayangkara
04:59bahwa mungkin ada tindakan atau aksi presiden yang dilakukan sebelum kejadian ini.
05:04Karena kejadian ini kan sudah yang viral kan ketika tendangan kubur dilakukan
05:08dan itu para pemain kedua kubur sudah berisu di dalam lapangan.
05:13Tapi kan di sini bukan what aboutism ya, bukan bagaimana kejadian sebelumnya
05:20atau bagaimana kondisi sebelumnya.
05:22Tapi apa yang dilakukan untuk mencegah agar emosi para pemain itu tidak terpancing
05:27kalau ada keputusan-keputusan yang tidak berjalan bagi para pemain.
05:31Dan menariknya tadi kita juga hubungin kami, pihak kami juga menghubungi Coach Nova ya,
05:37pelatih di tim Nas U20 sekarang dan juga pelatih Alberto di tim Nas U17
05:41dan dia mengatakan bahwa dirinya sangat-sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Berto.
05:46Karena balik lagi, apapun alesannya, tindakan itu tuh nggak bisa dibenarkan Mas Yasir di sini.
05:51Dan dia mengatakan apalagi status Berto adalah pemain tim Nas U17
05:56yang seharusnya memberikan contoh kepada pemain lainnya.
05:59Bisa kita bayangkan berapa banyak pemain Indonesia yang punya kesempatan
06:02bermain di level pihala dunia gitu.
06:05Dan Alberto itu telah melakukan dan seharusnya dia bisa menjadi contoh.
06:09Dan di sini katanya Coach Nova sudah berkomunikasi langsung dengan Berto
06:13dan dia mengutarakan bahwa Berto sudah harus belajar dari situasi ini
06:17dan Coach Nova mengatakan bahwa kejadian tidak bisa ditolerir
06:20dan harus ada konsekuensi terhadap sang pemain.
06:23Harus ada konsekuensi, Alberto harus belajar dari peristiwa ini.
06:27Kalau kita lihat track record dari Alberto sendiri dalam persepak bolaan tanah air
06:33apalagi sudah masuk tim Nas itu seperti apa gambarannya?
06:37Ya, dia banyak tampil ya di tim Nas U17
06:40melakukan 18 penampilan, 7 gol bersama bayang para U20
06:46dia juga sudah menghasilkan 6 gol dan 1 asis dari 15 laga.
06:50pemain yang sebenarnya punya talent ya, punya bakat
06:54dan trayek karirnya sebelum ini menurut saya menanjak
06:58terutama ya bagi pemain-pemain tim Nas U17 yang bermain di pihala dunia
07:01pengalaman luar biasa lagi-lagi
07:03dimana mereka seharusnya bisa membawa pengalaman itu
07:06untuk membawa sepak bola Indonesia ke level lebih tinggi.
07:09Tapi sekarang pada kejadian ini menurut saya dia harus siap
07:12untuk menerima konsekuensi berat
07:14seperti yang disampaikan oleh Coach Nova tadi Mas Yasir.
07:19Dari insiden ini tentu diharapkan ada pembelajaran
07:23begitu tidak hanya kita sebagai penikmat sepak bola tanah air
07:26tapi khususnya terutamanya untuk pemain-pemain muda
07:30yang memang mereka berpotensi untuk mengharumkan nama Indonesia
07:33apa yang menurut Anda ingin disampaikan soal ini?
07:39Ya balik lagi mungkin tadi ke hal yang disampaikan oleh
07:43Evan Dimas juga ya kepada kami ya
07:46dia menekankan bagaimana
07:48ini merupakan sebuah tamparan betul
07:50bagi semua insan sepak bola Indonesia
07:52tapi dia menekankan bagaimana kita bekerjasama
07:55mencari solusi untuk para generasi muda ini
07:59yang diajarkan bukan hanya mental kompetitif
08:02tapi juga berjiwa kesatria ya
08:04mental bergerak bersama
08:06jadi bagaimana football family bisa
08:10tidak hanya menghukum pemain-pemain ini
08:12tapi juga mencegah agar kedepannya tidak terjadi lagi
08:15dan tidak mencoreng lagi para pemain muda ini
08:18terutama dalam fase formatif mereka ya
08:20fase pembentukan mereka sebagai pemain
08:22jangan sampai mereka terbebani mungkin dengan kewajiban
08:25tiap kali harus menang
08:26sehingga melupakan hal-hal sportifitas dan fair play
08:30itu sih yang harus ditekankan ke depan
08:32baik terima kasih analis sepak bola
08:34Bung Firzi Idris telah berbagi perspektifnya
08:36di Kompas Petang
Komentar

Dianjurkan