Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Umum Projo, Freddy Damanik, angkat bicara soal pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, terkait peran besar JK dalam karier politik Joko Widodo hingga menjadi Presiden RI.

Freddy mengatakan terpilihnya Joko Widodo sebagai Presiden RI bukan karena peran seseorang, melainkan hasil dari keinginan masyarakat Indonesia yang menghendaki Jokowi sebagai Presiden RI periode 20142019 dan 20192024.

Sabtu lalu, saat JK melangsungkan konferensi pers menjawab sejumlah isu yang belakangan menyeret namanya, termasuk terkait kasus ijazah Jokowi.

JK mengaku punya peran besar dalam karier politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo, dari Solo ke Jakarta hingga Jokowi menjadi Presiden RI.

Sebelumnya, Jokowi dan Jusuf Kalla merupakan pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada Pemilihan Presiden 2014 dan menjabat hingga 2019.

Soal klaim Jusuf Kalla berjasa dalam karier politik Jokowi, kita berbincang dengan juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, dan Wakil Ketua Umum Projo, Freddy Damanik.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Jawab Pernyataan JK dengan Senyuman, Jokowi: Saya Hanya Orang Kampung | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/664209/jawab-pernyataan-jk-dengan-senyuman-jokowi-saya-hanya-orang-kampung-kompas-malam

#jokowi #jusufkalla #jk #politik

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/664211/full-freddy-damanik-jubir-jusuf-kalla-soal-makna-klaim-jk-berjasa-di-karir-politik-jokowi
Transkrip
00:03Saya tahu semua itu terumul-terumul itu, Jokowi jadi presiden karena saya.
00:11Wakil Ketua Umum Projo, Freddy Damanik, angkat bicara soal pernyataan wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI, Yusuf Kala,
00:19soal peran besar JK dalam karir politik Jokowi hingga menjadi presiden RI.
00:24Freddy bilang, terpilihnya Jokowi Dodo sebagai presiden RI bukan karena peran seseorang,
00:29melainkan hasil dari keinginan masyarakat Indonesia yang mengendaki Jokowi sebagai presiden RI 2014-2019 dan 2019-2024.
00:39Bahwa kemenangan Jokowi Dodo sebagai presiden Republik Indonesia adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia.
00:50Demokrasi tidak dibangun di atas peran satu individu, melainkan kerja kolektif berbagai elemen bangsa.
00:58Sabtu lalu, saat JK melangsungkan konferensi pers menjawab sejumlah isu yang belakangan menarik namanya,
01:04termasuk terseret di kasus ijasa Jokowi,
01:07JK mengaku punya peran besar dalam karir politik presiden ke-7 RI, Jokowi Dodo,
01:13dari Solo ke Jakarta hingga Jokowi menjadi presiden.
01:17Apa kurangnya saya coba?
01:20Saya bawa ke Jakarta.
01:25Kasih tau semua itu termul-termul itu.
01:29Jokowi jadi presiden karena saya.
01:34Kan tanpa gue mendurut, mana bisa jadi presiden?
01:39Sebelumnya Jokowi dan Yusuf Kala adalah pasangan presiden dan wakil presiden terpilih di pemilihan presiden 2014
01:46dan menjabat hingga 2019.
01:50Tim Liputan, Kompas TV
01:59Soal klaim Yusuf Kala berjasa di karir politik Jokowi,
02:02kita berbincang dengan juru bicara Yusuf Kala,
02:04Hussein Abdullah dan Wakil Ketua Umum Projo, Fredi Damanik.
02:07Selamat petang Pak Hussein, selamat petang Bang Fredi.
02:10Selamat sore, selamat sore.
02:12Saya ke Pak Hussein dulu.
02:14Pak Hussein, jadi mungkin Anda bisa terjemahkan,
02:17apa maksud pernyataan Pak JK yang mengatakan berjasa di karir politik Jokowi?
02:25Ya baik, terima kasih.
02:28Jadi ini saya kira pertanyaan menarik ya.
02:31Pak JK tidak sedang menjelaskan jasanya, saya kira tidak.
02:36Yusuf sedang mengungkapkan suatu fakta
02:39di mana, bagaimana posisi beliau dan peranannya pada saat
02:46pencalonan Pak Jokowi ketika akan menjadi gubernur DKI.
02:52Kenapa ini dikeluarkan?
02:54Sebenarnya sudah lama Pak JK tidak mengungkapkan ini secara publik
02:58karena tentu menjaga banyak hal.
03:02Ya, karena ini sesuatu yang tidak perlu diumbar juga.
03:07Tetapi karena makin ke sini kelihatannya banyak,
03:11ada beberapa ya, loyalis-loyalis Pak Jokowi yang mengesankan
03:15Pak JK ini kok seperti orang tidak tahu berterima kasih,
03:19kemudian seperti tidak tahu berbalas budi,
03:22padahal sudah diangkat atau ditempatkan sebagai wakil presiden oleh Pak Jokowi.
03:28Oleh karena itu, beliau akhirnya merasa perlu menyampaikan fakta yang sebenarnya,
03:34bahwa yang tidak berterima kasih dan tidak berbalas budi,
03:41ya siapa?
03:42Karena sebenarnya secara historisnya,
03:45Yola yang pertama kali mengendorse ya Pak Jokowi menjadi calon gubernur DKI
03:53dengan menyodorkan nama beliau ke PDIP, tentunya ke Ibu Mega.
03:57Nah, ini yang dianggap oleh atau dinilai Pak JK sebagai pintu masuk,
04:04di mana dari awal karir politik ini, dari Solo terus ke Jakarta,
04:10kemudian Pak Jokowi diusung kemudian lalu terpilih menjadi presiden Republik Indonesia.
04:18Oke, Bang Freddy, pernyataan Pak JK, karena juga tidak terima,
04:23dituduh, tidak tahu, terima kasih.
04:25Jawaban relawan?
04:30Ya, kalau kami Projok tidak pernah, jujur tidak pernah mengatakan,
04:37tidak tahu, terima kasih konteksnya Pak JK ini ya.
04:41Jujur tidak pernah kami justru menganggap positif peran kontributif Pak JK
04:51di dalam katakanlah karir politik Pak Jokowi.
04:55Tapi yang perlu kami sampaikan adalah, saya nggak tahu apakah pada saat itu mungkin Pak JK sedang emosi atau bagaimana,
05:05tapi yang kami sangkal adalah, kalau bukan karena saya, Pak Jokowi tidak bisa jadi presiden.
05:10Poinnya sebetulnya hanya di situ saja.
05:12Jadi, tidak ada yang bisa mengklaim secara pribadi, tentu seseorang menjadi presiden termasuk Pak Jokowi itu adalah kendak rakyat.
05:24Itu adalah pilihan jutaan rakyat Indonesia dan faktor utama, faktor utama adalah rekam jejak dari calon itu sendiri.
05:36Ya, Pak Jokowi semua tahu, publik tahu bahwa beliau sangat dekat dengan rakyat, gaya kepemimpinannya yang sangat merakyat,
05:46elektibilitasnya yang tinggi.
05:48Ketika mau, katakanlah Pak Jokowi, Pak JK mengajak itu, dia itu posisinya 90 persen, sangat cintai rakyat Solo.
05:56Dan terima kasih, banyak tokoh-tokoh bangsa ini tentunya yang mengajak Pak Jokowi, yang berkontribusi dengan Pak Jokowi.
06:06Kami projore lawannya beliau, pendukungnya beliau tidak pernah menyangkal itu.
06:11Ya, sekali lagi yang kami tolak hanya seolah-olah Pak Jokowi itu bisa jadi presiden,
06:18mohon maaf klaim Pak JK hanya karena beliau.
06:22Itu yang kami sangka.
06:23Jadi, Pak Hussein, ini disampaikan sebagai klaim pribadi.
06:30Tidak ada kaitan yang terlalu besar antara Pak JK menjadikan seorang Jokowi dulu menjadi presiden, katanya.
06:40Ya, kalau ditafsirkan seperti itu juga tidak terlalu tepat ya.
06:45Memang Pak JK tidak mengklaim sendiri.
06:48Saya kira Pak JK tidak sedang mereduksi peranan pihak-pihak lain.
06:54Tetap mengakui itu pasti lah.
06:56Dan semua punya andil yang besar, ya termasuk Projo yang waktu itu,
07:01kalau saya tidak salah ingat, dibentuk tahun 2013.
07:05Lalu akhir tahun ya, kemudian bahu-membahu dengan partai,
07:11dan semua relawan yang lain ikut memenangkan Pak Jokowi dan Pak JK.
07:18Kita pun sama-sama memiliki, apa namanya, kesamaan tujuan pada waktu itu.
07:23Sehingga kita memenangkan kontestasi pada saat ini yang sangat ketat.
07:29Nah, peranan semua pihak pastilah, dan Pak JK tidak menampik itu.
07:34Tetapi, beliau menampilkan atau mengungkapkan suatu bagian yang menjadi porsinya,
07:40bahwa saya kira-kira perannya seperti ini.
07:44Jadi, tidak juga, tidak punya peranan sama sekali,
07:47dan tidak eloklah disebut-sebut terus,
07:51tidak berterima kasih, tidak balas mudi, dan seterusnya.
07:55Karena posisinya juga, waktu itu, Ibu Mega yang,
08:00jadi dia mencoba muka suatu fakta,
08:03bahwa beliau menampingi Pak Jokowi itu bukan karena permintaan Pak Jokowi,
08:07tetapi permintaan daripada Ibu Mega.
08:10Jadi, dia tidak punya beban politik apapun sebenarnya kepada Pak Jokowi,
08:16selain ikut setia membantu selama 5 tahun kepermimpinan Pak Jokowi.
08:23Dan hubungan beliau sangat baik, saya kira.
08:26Dan sampai saat ini, tidak ada,
08:29dia tidak memberikan tanggapan langsung akan masalah ini kepada Pak Jokowi sendiri, tidak.
08:36Cuma menyampaikan kepada loyalis Pak Jokowi,
08:40bahwa posisi saya atau peran saya itu,
08:44pada saat menjelang PIRTU, itu seperti ini.
08:47Supaya bisa dipahami oleh semua pihak, saya kira.
08:49Oke, jadi Pak Hussein, tapi saat Pak Jokowi menyampaikan pesan tersebut,
08:56Pak Jokowi tampak begitu emosional.
08:58Apa yang membuat beliau begitu emosi?
09:01Tertekan atau ada faktor yang lain?
09:05Saya kira emosi tidak juga ya,
09:08karena tiap-tiap orang kan beda karakter.
09:10Apalagi Pak Jokowi orang hugis.
09:12Tentu punya karakter sendiri dalam merespon setiap masalah yang kira-kira mengganggu
09:19apa yang menjadi kebiasaannya atau sikapnya selama ini.
09:27Sehingga kemudian dia menyampaikan dengan lebih tegas
09:36untuk meyakinkan bahwa begini yang sebenarnya.
09:40Jadi tidak emosional juga sebenarnya.
09:42Karena itu orang hugis ya seperti itu.
09:44Tidak orang juga biasa saja saya rasa.
09:46Oke, baik. Saya ke Bang Freddy.
09:48Bang Freddy, sebagai loyalis Pak Jokowi,
09:50apakah Anda tersinggung dengan pernyataan Pak JK kemarin?
09:55Ya, sekali lagi, kami hanya mengklarifikasi,
10:02menolak lah, katakan menolak bahwa khususnya kalimat yang mengatakan
10:07kalau tidak, karena saya Pak Jokowi tidak bisa jadi presiden.
10:11Titik poin kami hanya di situ, sebetulnya.
10:14Jadi, sepertinya saya sampaikan tadi, tidak pernah,
10:20katakanlah kami saya berbicara atas nama Projo.
10:23Bahkan Pak Jokowi tidak pernah mengatakan
10:26tidak ada kontribusi seorang Busuk Tala.
10:28Publik tahu, ya tokoh-tokoh juga tahu peran Pak JK.
10:33Ya, termasuk yang disampaikan tadi Bang Hussein.
10:36Ya, selain Pak JK, ada Pak Prabowo, ada Pak Hasim, Ibu Mega.
10:43Ketika membawa Pak Jokowi, katakanlah dari Solo ke DKI.
10:47Sekali lagi, poin kami hanya menolak itu saja.
10:51Jadi, yang klaim seolah-olah ya Pak Jokowi jadi presiden itu karena Pak JK.
10:58Itu saja, kami...
10:59Meskipun Pak JK menggarisbawahi bahwa Pak Jokowi bisa jadi presiden,
11:05karena Pak JK lah yang mengenalkan ataupun membawa Pak Jokowi ke Jakarta.
11:09Itu maksud peran Pak JK, katanya.
11:11Bagaimana, Anda tidak melihat memang ada peran Pak JK di sana?
11:15Sekali lagi, kami mengatakan tidak membantah peradanya peran Pak JK itu.
11:23Justru mengakui, ada kontribusi.
11:26Ya, banyak-banyak rekam jejak itu.
11:28Ya, Hasan Nasbi mengatakan dia waktu itu timnya Pak Jokowi juga,
11:34ya, mengatakan Pak Jokowi menelpon Pak JK, ya, bertukar pikiran,
11:42termasuk juga Pak Asim, Pak Prabowo, Ibu Mega.
11:45Nah, sekali lagi, kami hanya poin di situ saja.
11:48Apalagi digambarkan, digambarkan misalnya ketika konferensi pers itu,
11:54seolah-olah narasi di publik itu kan, Pak JK digambarkan dengan video atau foto yang seperti itu.
12:00Tapi, enggak masalah, Pak Jokowi sendiri sudah statement.
12:03Memang karakter Pak Jokowi begitu selalu rendah hati,
12:06dan sudah berulang kali memang oleh senior, oleh tokoh,
12:10misalnya katakanlah diposisikan rendah,
12:13Pak Jokowi tidak pernah ada masalah dengan itu.
12:15Tetapi kami selaku pendukungnya, ya, kami melihat,
12:19relawannya, loyalisnya banyak lagi,
12:22ya, anak-anak bangsa, partisipasi politik,
12:25masyarakat Indonesia yang berjuang untuk memenangkan beliau jadi presiden.
12:30Pak Usen, kalau yang ini dijawab singkat,
12:32sebenarnya pesannya disampaikan untuk Jokowi langsung,
12:35atau sebenarnya kepada pendukung Jokowi, yang ini singkat?
12:39Bagaimana?
12:40Jadi, pernyataan dari Pak JK,
12:43terkait dengan perannya terhadap Pak Jokowi sebagai presiden,
12:47ditujukan langsung ke Jokowi-nya,
12:49atau ke pendukung Jokowi?
12:51Itu disampaikan untuk, kepada loyalis-loyalis Jokowi,
12:55supaya memahami masalahnya, akar permasalahan, atau historisnya.
13:00Dan secara rendah hatikan, saya sudah baca juga,
13:03Pak Jokowi secara tidak langsung mengakui,
13:06dan dari jauh hari, dari tahun 2012 sebenarnya,
13:10Pak Jokowi sudah statement di berbagai media,
13:14waktu itu 5 Agustus 2012,
13:15sudah mengakui secara jujur, tulus, bahwa,
13:19ya benar Pak JK yang terutama kali,
13:21minta saya ikut pilgup DKI.
13:23Jadi sebenarnya tidak ada masalah.
13:24Jadi kalau terakhir,
13:26Pak Usen, maaf saya potong.
13:28Jadi terakhir, apa nanti langkah selanjutnya,
13:31karena di luar sudah rame,
13:32apakah nanti ada rencana Pak JK bertemu dengan Pak Jokowi?
13:36Ya mudah-mudahan, itu lebih bagus.
13:39Supaya ini kan kita semua,
13:41baik projo maupun siapapun komponen bangsa,
13:44itu pasti ingin melihat bangsa ini lebih bagus ke depan.
13:46Oke, baik.
13:47Bang Freddy, gimana?
13:48Mungkin saya mengajak Pak Freddy ketemu, ngobrol,
13:50bisa saja kan, biasa saja ini.
13:52Oke, baik.
13:52Kita selesaikan.
13:53Baik, terima kasih Pak Usen.
13:54Kalau dari Bang Freddy, singkat saja Bang,
13:56sudah ngobrol dengan Pak Jokowi,
13:57akankah bertemu dengan Pak JK?
14:00Ya, kami juga sangat senang tentunya
14:03kalau tokoh bangsa,
14:04sesama negarawan, pemimpin Republik ini,
14:07apalagi Pak Jokowi JK ya,
14:09yang berpartner bersama-sama di periode pertama,
14:12saya rasa itu sangat bagus untuk bangsa ini.
14:15Ya, baik.
14:17Terima kasih Bang Freddy,
14:18terima kasih Pak Hussen telah bergabung.
Komentar

Dianjurkan