00:03Saya tahu semua itu terumul-terumul itu, Jokowi jadi presiden karena saya.
00:11Wakil Ketua Umum Projo, Freddy Damanik, angkat bicara soal pernyataan wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI, Yusuf Kala,
00:19soal peran besar JK dalam karir politik Jokowi hingga menjadi presiden RI.
00:24Freddy bilang, terpilihnya Jokowi Dodo sebagai presiden RI bukan karena peran seseorang,
00:29melainkan hasil dari keinginan masyarakat Indonesia yang mengendaki Jokowi sebagai presiden RI 2014-2019 dan 2019-2024.
00:39Bahwa kemenangan Jokowi Dodo sebagai presiden Republik Indonesia adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia.
00:50Demokrasi tidak dibangun di atas peran satu individu, melainkan kerja kolektif berbagai elemen bangsa.
00:58Sabtu lalu, saat JK melangsungkan konferensi pers menjawab sejumlah isu yang belakangan menarik namanya,
01:04termasuk terseret di kasus ijasa Jokowi,
01:07JK mengaku punya peran besar dalam karir politik presiden ke-7 RI, Jokowi Dodo,
01:13dari Solo ke Jakarta hingga Jokowi menjadi presiden.
01:17Apa kurangnya saya coba?
01:20Saya bawa ke Jakarta.
01:25Kasih tau semua itu termul-termul itu.
01:29Jokowi jadi presiden karena saya.
01:34Kan tanpa gue mendurut, mana bisa jadi presiden?
01:39Sebelumnya Jokowi dan Yusuf Kala adalah pasangan presiden dan wakil presiden terpilih di pemilihan presiden 2014
01:46dan menjabat hingga 2019.
01:50Tim Liputan, Kompas TV
01:59Soal klaim Yusuf Kala berjasa di karir politik Jokowi,
02:02kita berbincang dengan juru bicara Yusuf Kala,
02:04Hussein Abdullah dan Wakil Ketua Umum Projo, Fredi Damanik.
02:07Selamat petang Pak Hussein, selamat petang Bang Fredi.
02:10Selamat sore, selamat sore.
02:12Saya ke Pak Hussein dulu.
02:14Pak Hussein, jadi mungkin Anda bisa terjemahkan,
02:17apa maksud pernyataan Pak JK yang mengatakan berjasa di karir politik Jokowi?
02:25Ya baik, terima kasih.
02:28Jadi ini saya kira pertanyaan menarik ya.
02:31Pak JK tidak sedang menjelaskan jasanya, saya kira tidak.
02:36Yusuf sedang mengungkapkan suatu fakta
02:39di mana, bagaimana posisi beliau dan peranannya pada saat
02:46pencalonan Pak Jokowi ketika akan menjadi gubernur DKI.
02:52Kenapa ini dikeluarkan?
02:54Sebenarnya sudah lama Pak JK tidak mengungkapkan ini secara publik
02:58karena tentu menjaga banyak hal.
03:02Ya, karena ini sesuatu yang tidak perlu diumbar juga.
03:07Tetapi karena makin ke sini kelihatannya banyak,
03:11ada beberapa ya, loyalis-loyalis Pak Jokowi yang mengesankan
03:15Pak JK ini kok seperti orang tidak tahu berterima kasih,
03:19kemudian seperti tidak tahu berbalas budi,
03:22padahal sudah diangkat atau ditempatkan sebagai wakil presiden oleh Pak Jokowi.
03:28Oleh karena itu, beliau akhirnya merasa perlu menyampaikan fakta yang sebenarnya,
03:34bahwa yang tidak berterima kasih dan tidak berbalas budi,
03:41ya siapa?
03:42Karena sebenarnya secara historisnya,
03:45Yola yang pertama kali mengendorse ya Pak Jokowi menjadi calon gubernur DKI
03:53dengan menyodorkan nama beliau ke PDIP, tentunya ke Ibu Mega.
03:57Nah, ini yang dianggap oleh atau dinilai Pak JK sebagai pintu masuk,
04:04di mana dari awal karir politik ini, dari Solo terus ke Jakarta,
04:10kemudian Pak Jokowi diusung kemudian lalu terpilih menjadi presiden Republik Indonesia.
04:18Oke, Bang Freddy, pernyataan Pak JK, karena juga tidak terima,
04:23dituduh, tidak tahu, terima kasih.
04:25Jawaban relawan?
04:30Ya, kalau kami Projok tidak pernah, jujur tidak pernah mengatakan,
04:37tidak tahu, terima kasih konteksnya Pak JK ini ya.
04:41Jujur tidak pernah kami justru menganggap positif peran kontributif Pak JK
04:51di dalam katakanlah karir politik Pak Jokowi.
04:55Tapi yang perlu kami sampaikan adalah, saya nggak tahu apakah pada saat itu mungkin Pak JK sedang emosi atau bagaimana,
05:05tapi yang kami sangkal adalah, kalau bukan karena saya, Pak Jokowi tidak bisa jadi presiden.
05:10Poinnya sebetulnya hanya di situ saja.
05:12Jadi, tidak ada yang bisa mengklaim secara pribadi, tentu seseorang menjadi presiden termasuk Pak Jokowi itu adalah kendak rakyat.
05:24Itu adalah pilihan jutaan rakyat Indonesia dan faktor utama, faktor utama adalah rekam jejak dari calon itu sendiri.
05:36Ya, Pak Jokowi semua tahu, publik tahu bahwa beliau sangat dekat dengan rakyat, gaya kepemimpinannya yang sangat merakyat,
05:46elektibilitasnya yang tinggi.
05:48Ketika mau, katakanlah Pak Jokowi, Pak JK mengajak itu, dia itu posisinya 90 persen, sangat cintai rakyat Solo.
05:56Dan terima kasih, banyak tokoh-tokoh bangsa ini tentunya yang mengajak Pak Jokowi, yang berkontribusi dengan Pak Jokowi.
06:06Kami projore lawannya beliau, pendukungnya beliau tidak pernah menyangkal itu.
06:11Ya, sekali lagi yang kami tolak hanya seolah-olah Pak Jokowi itu bisa jadi presiden,
06:18mohon maaf klaim Pak JK hanya karena beliau.
06:22Itu yang kami sangka.
06:23Jadi, Pak Hussein, ini disampaikan sebagai klaim pribadi.
06:30Tidak ada kaitan yang terlalu besar antara Pak JK menjadikan seorang Jokowi dulu menjadi presiden, katanya.
06:40Ya, kalau ditafsirkan seperti itu juga tidak terlalu tepat ya.
06:45Memang Pak JK tidak mengklaim sendiri.
06:48Saya kira Pak JK tidak sedang mereduksi peranan pihak-pihak lain.
06:54Tetap mengakui itu pasti lah.
06:56Dan semua punya andil yang besar, ya termasuk Projo yang waktu itu,
07:01kalau saya tidak salah ingat, dibentuk tahun 2013.
07:05Lalu akhir tahun ya, kemudian bahu-membahu dengan partai,
07:11dan semua relawan yang lain ikut memenangkan Pak Jokowi dan Pak JK.
07:18Kita pun sama-sama memiliki, apa namanya, kesamaan tujuan pada waktu itu.
07:23Sehingga kita memenangkan kontestasi pada saat ini yang sangat ketat.
07:29Nah, peranan semua pihak pastilah, dan Pak JK tidak menampik itu.
07:34Tetapi, beliau menampilkan atau mengungkapkan suatu bagian yang menjadi porsinya,
07:40bahwa saya kira-kira perannya seperti ini.
07:44Jadi, tidak juga, tidak punya peranan sama sekali,
07:47dan tidak eloklah disebut-sebut terus,
07:51tidak berterima kasih, tidak balas mudi, dan seterusnya.
07:55Karena posisinya juga, waktu itu, Ibu Mega yang,
08:00jadi dia mencoba muka suatu fakta,
08:03bahwa beliau menampingi Pak Jokowi itu bukan karena permintaan Pak Jokowi,
08:07tetapi permintaan daripada Ibu Mega.
08:10Jadi, dia tidak punya beban politik apapun sebenarnya kepada Pak Jokowi,
08:16selain ikut setia membantu selama 5 tahun kepermimpinan Pak Jokowi.
08:23Dan hubungan beliau sangat baik, saya kira.
08:26Dan sampai saat ini, tidak ada,
08:29dia tidak memberikan tanggapan langsung akan masalah ini kepada Pak Jokowi sendiri, tidak.
08:36Cuma menyampaikan kepada loyalis Pak Jokowi,
08:40bahwa posisi saya atau peran saya itu,
08:44pada saat menjelang PIRTU, itu seperti ini.
08:47Supaya bisa dipahami oleh semua pihak, saya kira.
08:49Oke, jadi Pak Hussein, tapi saat Pak Jokowi menyampaikan pesan tersebut,
08:56Pak Jokowi tampak begitu emosional.
08:58Apa yang membuat beliau begitu emosi?
09:01Tertekan atau ada faktor yang lain?
09:05Saya kira emosi tidak juga ya,
09:08karena tiap-tiap orang kan beda karakter.
09:10Apalagi Pak Jokowi orang hugis.
09:12Tentu punya karakter sendiri dalam merespon setiap masalah yang kira-kira mengganggu
09:19apa yang menjadi kebiasaannya atau sikapnya selama ini.
09:27Sehingga kemudian dia menyampaikan dengan lebih tegas
09:36untuk meyakinkan bahwa begini yang sebenarnya.
09:40Jadi tidak emosional juga sebenarnya.
09:42Karena itu orang hugis ya seperti itu.
09:44Tidak orang juga biasa saja saya rasa.
09:46Oke, baik. Saya ke Bang Freddy.
09:48Bang Freddy, sebagai loyalis Pak Jokowi,
09:50apakah Anda tersinggung dengan pernyataan Pak JK kemarin?
09:55Ya, sekali lagi, kami hanya mengklarifikasi,
10:02menolak lah, katakan menolak bahwa khususnya kalimat yang mengatakan
10:07kalau tidak, karena saya Pak Jokowi tidak bisa jadi presiden.
10:11Titik poin kami hanya di situ, sebetulnya.
10:14Jadi, sepertinya saya sampaikan tadi, tidak pernah,
10:20katakanlah kami saya berbicara atas nama Projo.
10:23Bahkan Pak Jokowi tidak pernah mengatakan
10:26tidak ada kontribusi seorang Busuk Tala.
10:28Publik tahu, ya tokoh-tokoh juga tahu peran Pak JK.
10:33Ya, termasuk yang disampaikan tadi Bang Hussein.
10:36Ya, selain Pak JK, ada Pak Prabowo, ada Pak Hasim, Ibu Mega.
10:43Ketika membawa Pak Jokowi, katakanlah dari Solo ke DKI.
10:47Sekali lagi, poin kami hanya menolak itu saja.
10:51Jadi, yang klaim seolah-olah ya Pak Jokowi jadi presiden itu karena Pak JK.
10:58Itu saja, kami...
10:59Meskipun Pak JK menggarisbawahi bahwa Pak Jokowi bisa jadi presiden,
11:05karena Pak JK lah yang mengenalkan ataupun membawa Pak Jokowi ke Jakarta.
11:09Itu maksud peran Pak JK, katanya.
11:11Bagaimana, Anda tidak melihat memang ada peran Pak JK di sana?
11:15Sekali lagi, kami mengatakan tidak membantah peradanya peran Pak JK itu.
11:23Justru mengakui, ada kontribusi.
11:26Ya, banyak-banyak rekam jejak itu.
11:28Ya, Hasan Nasbi mengatakan dia waktu itu timnya Pak Jokowi juga,
11:34ya, mengatakan Pak Jokowi menelpon Pak JK, ya, bertukar pikiran,
11:42termasuk juga Pak Asim, Pak Prabowo, Ibu Mega.
11:45Nah, sekali lagi, kami hanya poin di situ saja.
11:48Apalagi digambarkan, digambarkan misalnya ketika konferensi pers itu,
11:54seolah-olah narasi di publik itu kan, Pak JK digambarkan dengan video atau foto yang seperti itu.
12:00Tapi, enggak masalah, Pak Jokowi sendiri sudah statement.
12:03Memang karakter Pak Jokowi begitu selalu rendah hati,
12:06dan sudah berulang kali memang oleh senior, oleh tokoh,
12:10misalnya katakanlah diposisikan rendah,
12:13Pak Jokowi tidak pernah ada masalah dengan itu.
12:15Tetapi kami selaku pendukungnya, ya, kami melihat,
12:19relawannya, loyalisnya banyak lagi,
12:22ya, anak-anak bangsa, partisipasi politik,
12:25masyarakat Indonesia yang berjuang untuk memenangkan beliau jadi presiden.
12:30Pak Usen, kalau yang ini dijawab singkat,
12:32sebenarnya pesannya disampaikan untuk Jokowi langsung,
12:35atau sebenarnya kepada pendukung Jokowi, yang ini singkat?
12:39Bagaimana?
12:40Jadi, pernyataan dari Pak JK,
12:43terkait dengan perannya terhadap Pak Jokowi sebagai presiden,
12:47ditujukan langsung ke Jokowi-nya,
12:49atau ke pendukung Jokowi?
12:51Itu disampaikan untuk, kepada loyalis-loyalis Jokowi,
12:55supaya memahami masalahnya, akar permasalahan, atau historisnya.
13:00Dan secara rendah hatikan, saya sudah baca juga,
13:03Pak Jokowi secara tidak langsung mengakui,
13:06dan dari jauh hari, dari tahun 2012 sebenarnya,
13:10Pak Jokowi sudah statement di berbagai media,
13:14waktu itu 5 Agustus 2012,
13:15sudah mengakui secara jujur, tulus, bahwa,
13:19ya benar Pak JK yang terutama kali,
13:21minta saya ikut pilgup DKI.
13:23Jadi sebenarnya tidak ada masalah.
13:24Jadi kalau terakhir,
13:26Pak Usen, maaf saya potong.
13:28Jadi terakhir, apa nanti langkah selanjutnya,
13:31karena di luar sudah rame,
13:32apakah nanti ada rencana Pak JK bertemu dengan Pak Jokowi?
13:36Ya mudah-mudahan, itu lebih bagus.
13:39Supaya ini kan kita semua,
13:41baik projo maupun siapapun komponen bangsa,
13:44itu pasti ingin melihat bangsa ini lebih bagus ke depan.
13:46Oke, baik.
13:47Bang Freddy, gimana?
13:48Mungkin saya mengajak Pak Freddy ketemu, ngobrol,
13:50bisa saja kan, biasa saja ini.
13:52Oke, baik.
13:52Kita selesaikan.
13:53Baik, terima kasih Pak Usen.
13:54Kalau dari Bang Freddy, singkat saja Bang,
13:56sudah ngobrol dengan Pak Jokowi,
13:57akankah bertemu dengan Pak JK?
14:00Ya, kami juga sangat senang tentunya
14:03kalau tokoh bangsa,
14:04sesama negarawan, pemimpin Republik ini,
14:07apalagi Pak Jokowi JK ya,
14:09yang berpartner bersama-sama di periode pertama,
14:12saya rasa itu sangat bagus untuk bangsa ini.
14:15Ya, baik.
14:17Terima kasih Bang Freddy,
14:18terima kasih Pak Hussen telah bergabung.
Komentar