Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kasus penggelapan dana sebesar Rp 28 miliar milik jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, mengejutkan banyak pihak.

Suster Natalia Situmorang selaku Bendaraha Paroki Aek Nabara bercerita sembari menitikan air mata, bagaimana dirinya berusaha melayani umat namun jadi korban penipuan eks Kepala Unit BNI Aek Nabara.

Hasilnya Natalia pilih meminjam uang untuk mencari talangan uang jemaat tersebut.

Pelaku penggelapan adalah Andi Hakim Febriansyah, yang waktu itu menjabat sebagai Kepala Kantor Kas BNI Aek Nabara.

Sementara itu pada 18 Maret 2026, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, senilai Rp28 miliar.

Tapi sayangnya, setelah penetapan tersangka ini uang jemaat yang digelapkan belum kembali 100 persen. Hasilnya para pengurus gereja harus mencari talangan.

#SusterNatalia #GerejaKatolikParokiAekNabara #Penipuan #PenggelapanUang #EksPegawaiBUMN
Transkrip
00:00Saya suster yang mengabdikan diri ke gereja, tidak menikah, tidak memiliki harta pribadi, tetapi saya harus mempertanggung jawabkan uang umat.
00:12Kita kan Desember 2025, kita mengajukan pencairan.
00:19Oke, ini ada mengajukan pencairan nih ceritanya.
00:22Mengajukan pencairan deposito investment ini.
00:25Oke.
00:25Sebanyak 10 miliar.
00:27Kita ajukan.
00:28Tujuannya waktu itu pencairan mau dipakai buat apa?
00:31Mau dipakai untuk mengembangkan juga penjaman ke pinjaman kepada anggota.
00:37Kita mau memberikan pinjaman.
00:38Untuk sewi ini ya?
00:39Iya betul.
00:40Lalu kita sudah janjikan untuk pencairan pertama 2M.
00:45Karena sesuai dengan tanggal jatuh temponya deposito investment ini.
00:502M, kita minta jatuh tempo di Januari.
00:54Januari 2026?
00:5526.
00:56Kita minta nanti cairkan 2M.
00:58Tapi dalam kenyataan sampai Februari uang ini nggak cair.
01:02Bingung?
01:03Nggak tahu bingungnya gimana, kita pun udah bingung bang.
01:06Ini ditaruhnya di Bank BNI ya?
01:08Bank BNI di daerah itu ya?
01:11Bank BNI ini, Bank BNI ini, Bank ini di wilayah kami itu sudah kantor kasnya.
01:16Nah, Bank BNI kantor cabangnya dirantap rapat kira-kira 40 menit dari tempat kita.
01:2425 kilometer begitu lah ke tempat itu.
01:28Oke.
01:29Nah, lalu ketika kita minta ini dicairkan.
01:33Tidak turun-turun sampai Februari.
01:35Tidak turun-turun sampai Februari.
01:36Nah, maka tanggal 5 Februari kita panggil.
01:39Karena yang melayani kita selama ini langsung kepala kasnya.
01:44Oke.
01:44Dan kita meminta pencairan ini juga kepada kepala kasnya.
01:49Makanya tidak masuk di akal, kalau uangnya sudah oke tidak turun.
01:54Betul.
01:54Maka panggil ketemu.
01:56Iya, kami panggil ketemu tanggal 5.
01:58Lalu kami ingatkan lagi.
02:00Pak, tolong ini loh, sudah mendesak.
02:03Iya.
02:03Mau dipakai.
02:04Besok ya, paling lambat.
02:05Saya katakan aja, supaya tanggal 6 dicairkan.
02:09Baik, suster, nanti diinformasikan kepada tim final.
02:12Dia tidak kasih tahu kalau ada masalah apa, kenapa bisa mundur, itu dia tidak kasih tahu.
02:17Tidak ada.
02:18Oke, berarti dia cukup bilang iya, nanti dia informasikan.
02:21Pada pimpinan.
02:22Begitu.
02:22Oke, kemudian.
Komentar

Dianjurkan