00:01Kabupaten Aceh Besar jadi salah satu lumbung pangan utama di Aceh.
00:05Tak hanya penopang kebutuhan beras, namun komoditas unggulan lainnya juga dikembangkan di Aceh Besar.
00:12Berbagai upaya dilakukan pemerintah, daerah bersama para petani untuk membangun sistem ketahanan pangan.
00:23Sekitar 22.000 hektare sawah menjadikan Aceh Besar sebagai salah satu penopang lumbung pangan di Aceh.
00:29Pemerintah daerah terus memperkuat pengembangan sawah, tanah, hujan, dan padi sebagai komoditas utama berbasis potensi lokal.
00:38Pada 2025 lalu, produksi beras di Kabupaten Aceh Besar mencatat surplus hingga 210.000 ton,
00:45yang turut menopang kebutuhan beras di Bandar Aceh dan Sabang.
00:49Selain padi, Aceh Besar juga mengembangkan jagung sebagai komoditas unggulan.
00:53Petani memanfaatkan lahan tidur untuk ketahanan pangan dan pakan ternak di dokum mitra strategis.
00:59Produksi jagung tahun 2025 di Kabupaten ini mencapai lebih 11.800 ton.
01:05Untuk kebutuhan masyarakat Aceh Besar, dari dua kali tanam padi,
01:11baik tanam rendengan maupun tanam gadu, itu insya Allah kita masih surplus.
01:17Artinya ketahanan pangan di beras, insya Allah untuk Aceh Besar kita masih surplus.
01:24Dan kita masih bisa mendukung untuk kebutuhan kota Bandar Aceh dan kota Sabang.
01:31Petani di Aceh Besar fokus meningkatkan produktivitas melalui optimalisasi lahan tanah hujan
01:37dengan panen dua kali setahun.
01:39Para petani mengapresiasi harga pokok penjualan atau HPP gabah Rp6.500 per kilogram.
01:45Dan berharap upaya ini terus didukung dengan alat dan mesin pertanian,
01:49setelah pembangunan irigasi untuk menjaga produksi tetap stabil.
01:53Pada tahun 2026, Aceh Besar juga mendapat usulan bantuan program cetak sawah baru seluas 250 hektare.
02:01Dengan ditetakannya harga gabah Rp6.500, petani sangat bersemangat sekarang.
02:07Mungkin kalau kemarin-kemarin itu waktu panen busa ini harga agak sedikit anjlok.
02:11Dengan ditetakannya harga dari pemerintah, petani sangat bersemangat sekali.
02:18Dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia,
02:21pemerintah kepotensi besar berkomitmen membangun sistem ketahanan pangan yang kuat,
02:25terintegrasi dan berkelanjutan berbasis potensi lokal,
02:28dan menjadi penopang ekonomi masyarakat khususnya para petani.
02:40Kabupaten Aceh Besar siap membangun ketahanan pangan terintegrasi
02:44berbasis potensi lokal.
02:46Lantas apa saja langkah dan strateginya,
02:49kita tanyakan langsung kepada PLT Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar,
02:53Muhammad Ali, yang telah bergabung secara daring.
02:56Selamat pagi, Pak.
02:58Pagi.
02:59Bagaimana, Pak, strategi pemerintah Aceh Besar
03:02dalam membangun sistem ketahanan pangan yang terintegrasi
03:06dan berkelanjutan berbasis potensi lokal?
03:11Baik, terima kasih.
03:12Pemerintah Aceh Besar melalui Binas Pertanian Aceh Besar
03:20tentu mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Bapak Presiden
03:27di mana kami mempunyai lahan baku seluas lebih kurang 22.000 hektare
03:36yang selama ini kami lakukan penanaman khusus padi dalam satu tahun dua kali musim tanam.
03:47itu yang pertama musim tanam rendengan atau tanam tahunan.
03:54Ini baru selesai panen dan sekarang juga masih ada yang lagi panen.
04:00Dan juga setelah panen ini, kami sekarang juga akan melakukan
04:08lahan kembali untuk penanaman kedua yang namanya tanaman musim gadu.
04:15Jadi dalam satu tahun kami melakukan tanam padi dua kali.
04:22Yang pertama rendengan, yang kedua gadu.
04:28Oke, jadi langkah konkret untuk kemudian meningkatkan produktivitas
04:34baik itu padi dan juga jagung di tengah kendala lahan tanda hujan.
04:39Apa yang kemudian dilakukan, Pak?
04:41Langkah konkret yang kami lakukan sekarang yang pertama
04:46melakukan sistem kompanisasi untuk menghadapi musim tanam di masa yang akan datang ini.
04:58Kebetulan mulai sekarang sudah mulai musim kemarau.
05:03Jadi tanam gadu, kami dari 22 ribu hektare, itu yang kita rekomendasikan 12 ribu hektare.
05:14Karena 12 ribu hektare ini bisa kita aliri dengan irigasi teknis
05:21yang sumber airnya dari dua bendungan, yaitu bendungan Kurung Aceh dan bendungan Kurungju.
05:29Sementara sisanya yang tak ada hujan, yang tidak mampu kita riri pada musim tanam gadu
05:37lebih kurang 10 ribu hektare, itu kita akan mencoba dengan sistem padi gogo
05:48yang tahan air, yang tahan kekeringan.
05:53Jadi dua bibit padi yang kita anjurkan kepada petani, yang satu padi gogo, yang tahan kekeringan,
06:04yang satu bibit padi biasa.
06:06Jadi demikian, selain itu juga kita akan melakukan sistem kompanisasi atau IRPOM,
06:16irigasi pompa, untuk menangani apabila terjadi kekeringan di musim kemarau.
06:27Oke, itu juga salah satu yang penting ya dalam pertanian begitu,
06:31soal sistem irigasi, kemudian alat pertanian.
06:35Apa yang kemudian dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah?
06:40Pemerintah daerah selama ini bekerjasama dengan Kementerian Pertanian,
06:46yaitu kita juga mendukung alsintan traktor untuk kelompok-kelompok tani,
06:54dan juga mendukung pemberian pompa air kepada kelompok-kelompok tani yang ada di kelompok-kelompok tani yang ada di kelompok
07:03-kelompok tani.
07:03Jadi selain kita menanam padi di lahan-lahan yang dianggap terjangkau oleh air irigasi pada musim kemarau ini,
07:16kita juga bekerjasama dengan kelompok-kelompok tani, kita juga akan melakukan tanam jagung.
07:25Tanam jagung di Aceh Besar, selain jagung juga kita bekerjasama dengan investor
07:31dari Australia, rencana kita akan menanam surgum juga, gandum,
07:37dan juga akan menanam cabai dan bawang merah.
07:43Demikian, Pak.
07:44Oke, kalau bicara soal pemanfaatan program, catak sawah baru 250 hektare,
07:51ini yang juga diupayakan begitu ya untuk meningkatkan produksi dan juga kesejahteraan petani,
07:57bagaimana pelaksanannya di daerah, Pak?
08:00Kita rencana tahun 2026,
08:05bekerjasama dengan Kementerian Pertanian,
08:09akan merencanakan catak sawah baru lebih kurang 250 hektare.
08:16sekarang lagi dilakukan survei di lapangan tentang kecocokan lahan yang ditawarkan oleh para petani.
08:29Mudah-mudahan kita rencana 250 hektare ini bisa terlaksana.
08:37demi untuk menambah kembali lahan-lahan yang selama ini terjadi alih fungsi,
08:47lahan dari lahan sawah menjadi lahan pembangunan rumah, pembangunan pertokohan,
08:56dan lain sebagainya, perkantoran.
08:57Jadi kita dari 25.000 hektare sekarang menjadi 22.000 hektare dengan adanya cetak sawah baru ini,
09:08mudah-mudahan ketahanan pepangan di Aceh Besar khususnya,
09:13untuk kita bisa mendukung kota Banda Aceh dan kota Sabang di masa akan datang,
09:20tetap bisa kita laksanakan.
09:23Bukan hanya di wilayah Anda saja,
09:26tapi ini juga tentu menjadi pengingat begitu ya bagi seluruh warga Aceh.
09:30Apakah ada himbauan khusus untuk warga Aceh?
09:34Karena mengingat ini kan juga untuk kemudian mendukung ketahanan pangan begitu Pak?
09:40Ya, kita mengharapkan khususnya kepada warga ada Aceh Besar dan kota Banda Aceh,
09:50agar tidak lagi alih fungsi lahan dari lahan pertanian untuk lahan pembangunan.
09:58Jadi kalau ada yang ingin membangun rumah atau membangun toko,
10:02agar mencari lahan-lahan selain lahan pertanian,
10:07apalagi pertanian yang LP2B, yang irigasi teknis,
10:14mudah-mudahan ketahanan pangan bisa kita pertahankan.
10:18Jadi sekali lagi, mudah-mudahan tidak ada lagi yang melakukan alih fungsi lahan di wilayah Aceh Besar.
10:27Kita juga mempunyai peraturan daerah atau kandun nomor 5 tahun 2013 tentang LP2B.
10:36Jadi mudah-mudahan ini bisa dimaklumi, bisa dipatuhi oleh khususnya warga Aceh Besar.
10:44Oke, kita harapkan tidak ada lagi alih fungsi lahan dan ketahanan pangan ini bisa kemudian terwujud.
10:50Terima kasih Bapak atas waktunya dan informasinya PLT Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar Muhammad Ali.
10:58Salam sehat Pak.
10:59Selamat menikmati.
Komentar