Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kabupaten Aceh Besar menjadi salah satu lumbung pangan utama di Aceh. Tak hanya penopang kebutuhan beras, namun komoditas unggulan lainnya juga dikembangkan di Aceh Besar. Berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah bersama para petani untuk membangun sistem ketahanan pangan.

Sekitar 2 puluh 2 ribu hektare sawah menjadikan Aceh Besar sebagai salah satu penopang lumbung pangan di Aceh. Pemerintah daerah terus memperkuat pengembangan sawah tadah hujan dengan padi sebagai komoditas utama berbasis potensi lokal.

Pada 2025 lalu, produksi beras di Kabupaten Aceh Besar mencatat surplus hingga 2 ratus 10 ribu ton yang turut menopang kebutuhan beras di Banda Aceh dan Sabang.

Selain padi, Aceh Besar juga mengembangkan jagung sebagai komoditas unggulan. Petani memanfaatkan lahan tidur untuk ketahanan pangan dan pakan ternak, didukung mitra strategis. Produksi jagung 2025 di kabupaten ini mencapai lebih 11 ribu 8 ratus ton.

Petani di Aceh Besar fokus meningkatkan produktivitas melalui optimalisasi lahan tadah hujan dengan panen dua kali setahun. Para petani mengapresiasi harga pokok penjualan atau HPP gabah 6 ribu 5 ratus rupiah per kilogram dan berharap upaya ini terus didukung dengan alat dan mesin pertanian serta pembangunan irigasi untuk menjaga produksi tetap stabil.

Pada 2026, Aceh Besar juga mendapat usulan bantuan program cetak sawah baru seluas 250 hektare.

Dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berkomitmen membangun sistem ketahanan pangan yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan berbasis potensi lokal, serta menjadi penopang ekonomi masyarakat khususnya para petani.

#acehbesar #petani #pangan

Baca Juga 459 Ton Durian Beku Diekspor dari Palu ke Tiongkok | JURNAL NUSANTARA di https://www.kompas.tv/regional/664025/459-ton-durian-beku-diekspor-dari-palu-ke-tiongkok-jurnal-nusantara



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/664026/full-dorong-ekonomi-masyarakat-khususnya-petani-aceh-besar-bangun-ketahanan-pangan-terintegrasi
Transkrip
00:01Kabupaten Aceh Besar jadi salah satu lumbung pangan utama di Aceh.
00:05Tak hanya penopang kebutuhan beras, namun komoditas unggulan lainnya juga dikembangkan di Aceh Besar.
00:12Berbagai upaya dilakukan pemerintah, daerah bersama para petani untuk membangun sistem ketahanan pangan.
00:23Sekitar 22.000 hektare sawah menjadikan Aceh Besar sebagai salah satu penopang lumbung pangan di Aceh.
00:29Pemerintah daerah terus memperkuat pengembangan sawah, tanah, hujan, dan padi sebagai komoditas utama berbasis potensi lokal.
00:38Pada 2025 lalu, produksi beras di Kabupaten Aceh Besar mencatat surplus hingga 210.000 ton,
00:45yang turut menopang kebutuhan beras di Bandar Aceh dan Sabang.
00:49Selain padi, Aceh Besar juga mengembangkan jagung sebagai komoditas unggulan.
00:53Petani memanfaatkan lahan tidur untuk ketahanan pangan dan pakan ternak di dokum mitra strategis.
00:59Produksi jagung tahun 2025 di Kabupaten ini mencapai lebih 11.800 ton.
01:05Untuk kebutuhan masyarakat Aceh Besar, dari dua kali tanam padi,
01:11baik tanam rendengan maupun tanam gadu, itu insya Allah kita masih surplus.
01:17Artinya ketahanan pangan di beras, insya Allah untuk Aceh Besar kita masih surplus.
01:24Dan kita masih bisa mendukung untuk kebutuhan kota Bandar Aceh dan kota Sabang.
01:31Petani di Aceh Besar fokus meningkatkan produktivitas melalui optimalisasi lahan tanah hujan
01:37dengan panen dua kali setahun.
01:39Para petani mengapresiasi harga pokok penjualan atau HPP gabah Rp6.500 per kilogram.
01:45Dan berharap upaya ini terus didukung dengan alat dan mesin pertanian,
01:49setelah pembangunan irigasi untuk menjaga produksi tetap stabil.
01:53Pada tahun 2026, Aceh Besar juga mendapat usulan bantuan program cetak sawah baru seluas 250 hektare.
02:01Dengan ditetakannya harga gabah Rp6.500, petani sangat bersemangat sekarang.
02:07Mungkin kalau kemarin-kemarin itu waktu panen busa ini harga agak sedikit anjlok.
02:11Dengan ditetakannya harga dari pemerintah, petani sangat bersemangat sekali.
02:18Dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia,
02:21pemerintah kepotensi besar berkomitmen membangun sistem ketahanan pangan yang kuat,
02:25terintegrasi dan berkelanjutan berbasis potensi lokal,
02:28dan menjadi penopang ekonomi masyarakat khususnya para petani.
02:40Kabupaten Aceh Besar siap membangun ketahanan pangan terintegrasi
02:44berbasis potensi lokal.
02:46Lantas apa saja langkah dan strateginya,
02:49kita tanyakan langsung kepada PLT Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar,
02:53Muhammad Ali, yang telah bergabung secara daring.
02:56Selamat pagi, Pak.
02:58Pagi.
02:59Bagaimana, Pak, strategi pemerintah Aceh Besar
03:02dalam membangun sistem ketahanan pangan yang terintegrasi
03:06dan berkelanjutan berbasis potensi lokal?
03:11Baik, terima kasih.
03:12Pemerintah Aceh Besar melalui Binas Pertanian Aceh Besar
03:20tentu mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Bapak Presiden
03:27di mana kami mempunyai lahan baku seluas lebih kurang 22.000 hektare
03:36yang selama ini kami lakukan penanaman khusus padi dalam satu tahun dua kali musim tanam.
03:47itu yang pertama musim tanam rendengan atau tanam tahunan.
03:54Ini baru selesai panen dan sekarang juga masih ada yang lagi panen.
04:00Dan juga setelah panen ini, kami sekarang juga akan melakukan
04:08lahan kembali untuk penanaman kedua yang namanya tanaman musim gadu.
04:15Jadi dalam satu tahun kami melakukan tanam padi dua kali.
04:22Yang pertama rendengan, yang kedua gadu.
04:28Oke, jadi langkah konkret untuk kemudian meningkatkan produktivitas
04:34baik itu padi dan juga jagung di tengah kendala lahan tanda hujan.
04:39Apa yang kemudian dilakukan, Pak?
04:41Langkah konkret yang kami lakukan sekarang yang pertama
04:46melakukan sistem kompanisasi untuk menghadapi musim tanam di masa yang akan datang ini.
04:58Kebetulan mulai sekarang sudah mulai musim kemarau.
05:03Jadi tanam gadu, kami dari 22 ribu hektare, itu yang kita rekomendasikan 12 ribu hektare.
05:14Karena 12 ribu hektare ini bisa kita aliri dengan irigasi teknis
05:21yang sumber airnya dari dua bendungan, yaitu bendungan Kurung Aceh dan bendungan Kurungju.
05:29Sementara sisanya yang tak ada hujan, yang tidak mampu kita riri pada musim tanam gadu
05:37lebih kurang 10 ribu hektare, itu kita akan mencoba dengan sistem padi gogo
05:48yang tahan air, yang tahan kekeringan.
05:53Jadi dua bibit padi yang kita anjurkan kepada petani, yang satu padi gogo, yang tahan kekeringan,
06:04yang satu bibit padi biasa.
06:06Jadi demikian, selain itu juga kita akan melakukan sistem kompanisasi atau IRPOM,
06:16irigasi pompa, untuk menangani apabila terjadi kekeringan di musim kemarau.
06:27Oke, itu juga salah satu yang penting ya dalam pertanian begitu,
06:31soal sistem irigasi, kemudian alat pertanian.
06:35Apa yang kemudian dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah?
06:40Pemerintah daerah selama ini bekerjasama dengan Kementerian Pertanian,
06:46yaitu kita juga mendukung alsintan traktor untuk kelompok-kelompok tani,
06:54dan juga mendukung pemberian pompa air kepada kelompok-kelompok tani yang ada di kelompok-kelompok tani yang ada di kelompok
07:03-kelompok tani.
07:03Jadi selain kita menanam padi di lahan-lahan yang dianggap terjangkau oleh air irigasi pada musim kemarau ini,
07:16kita juga bekerjasama dengan kelompok-kelompok tani, kita juga akan melakukan tanam jagung.
07:25Tanam jagung di Aceh Besar, selain jagung juga kita bekerjasama dengan investor
07:31dari Australia, rencana kita akan menanam surgum juga, gandum,
07:37dan juga akan menanam cabai dan bawang merah.
07:43Demikian, Pak.
07:44Oke, kalau bicara soal pemanfaatan program, catak sawah baru 250 hektare,
07:51ini yang juga diupayakan begitu ya untuk meningkatkan produksi dan juga kesejahteraan petani,
07:57bagaimana pelaksanannya di daerah, Pak?
08:00Kita rencana tahun 2026,
08:05bekerjasama dengan Kementerian Pertanian,
08:09akan merencanakan catak sawah baru lebih kurang 250 hektare.
08:16sekarang lagi dilakukan survei di lapangan tentang kecocokan lahan yang ditawarkan oleh para petani.
08:29Mudah-mudahan kita rencana 250 hektare ini bisa terlaksana.
08:37demi untuk menambah kembali lahan-lahan yang selama ini terjadi alih fungsi,
08:47lahan dari lahan sawah menjadi lahan pembangunan rumah, pembangunan pertokohan,
08:56dan lain sebagainya, perkantoran.
08:57Jadi kita dari 25.000 hektare sekarang menjadi 22.000 hektare dengan adanya cetak sawah baru ini,
09:08mudah-mudahan ketahanan pepangan di Aceh Besar khususnya,
09:13untuk kita bisa mendukung kota Banda Aceh dan kota Sabang di masa akan datang,
09:20tetap bisa kita laksanakan.
09:23Bukan hanya di wilayah Anda saja,
09:26tapi ini juga tentu menjadi pengingat begitu ya bagi seluruh warga Aceh.
09:30Apakah ada himbauan khusus untuk warga Aceh?
09:34Karena mengingat ini kan juga untuk kemudian mendukung ketahanan pangan begitu Pak?
09:40Ya, kita mengharapkan khususnya kepada warga ada Aceh Besar dan kota Banda Aceh,
09:50agar tidak lagi alih fungsi lahan dari lahan pertanian untuk lahan pembangunan.
09:58Jadi kalau ada yang ingin membangun rumah atau membangun toko,
10:02agar mencari lahan-lahan selain lahan pertanian,
10:07apalagi pertanian yang LP2B, yang irigasi teknis,
10:14mudah-mudahan ketahanan pangan bisa kita pertahankan.
10:18Jadi sekali lagi, mudah-mudahan tidak ada lagi yang melakukan alih fungsi lahan di wilayah Aceh Besar.
10:27Kita juga mempunyai peraturan daerah atau kandun nomor 5 tahun 2013 tentang LP2B.
10:36Jadi mudah-mudahan ini bisa dimaklumi, bisa dipatuhi oleh khususnya warga Aceh Besar.
10:44Oke, kita harapkan tidak ada lagi alih fungsi lahan dan ketahanan pangan ini bisa kemudian terwujud.
10:50Terima kasih Bapak atas waktunya dan informasinya PLT Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar Muhammad Ali.
10:58Salam sehat Pak.
10:59Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan