00:00Eh, Liana?
00:06Bikin ribut apa lagi kamu?
00:08Andri, beraninya kamu dikiru sama cewek lain di depanku.
00:11Jangan harap bisa ketemu aku minggu ini.
00:14Situasinya makin berantakan.
00:19Hebat banget.
00:21Eh!
00:23Hey, Kak Andri!
00:25Hey, Sinta!
00:28Ini gak seperti yang kamu pikir.
00:30Tunggu.
00:32Kau kayak aku yang selingkuh.
00:35Kayaknya kamu gak butuh bantuanku.
00:37Temenin adik kesayanganmu saja.
00:38Dia cuma cewek yang besar bersama aku.
00:40Kami gak ada apa-apa.
00:41Dengar penjelasanku.
00:42Oke, jelasin saja.
00:44Kak Andri!
00:45Kak Andri!
00:46Aku udah lama tunggu kamu di rumahmu.
00:48Aku kangen kamu.
00:49Cepat cium aku.
00:50Hei!
00:51Begini penjelasanmu.
00:52IQ dia masih kayak bocah.
00:54Cepat cium aku.
00:55Kalau kamu cium, aku lapor polisi.
00:57Aku cuma suka kamu aja.
00:59Kamu ganteng, terus kaya lagi.
01:01Terus suka adopsi kucing liar.
01:03Keluarga kita juga kenalan lama.
01:05Pokoknya, kamu adalah cinta sejatiku.
01:08Seperti pepatah, ciuman pertama manis.
01:10Ciuman kedua lembut.
01:11Ciuman ketiga buat ketagihan.
01:12Kalau terus ku cium, kamu pasti bakal suka aku.
01:14Eh!
01:16Berhenti!
01:17Ciuman pertama aku aku simpan buat istriku nanti.
01:20Ciuman pertama?
01:21Kamu belum pernah ciuman.
01:23Wah, kejutan banget.
01:25Eh, coba pegang bahan bajuku.
01:27Pantas gak aku jadi istrimu?
01:29Aku udah punya istri.
01:32Pembohong.
01:33Tante Livia bilang kamu single kok.
01:37Istriku?
01:39Ayo sapa adik kita.
01:41Aku bukan istrimu.
01:42Aku udah bantu kamu.
01:44Jangan gak tau terima kasih.
01:45Andri!
01:46Siapa yang izinin kamu cari pacar?
02:01Jadi makin kacau saja.
02:04Andri, sudah aku bilang.
02:06Aku pasti dapetin kamu.
02:08Kalian berdua jangan dekat sama suamiku.
02:10Plan kalian cuma di-backing sama grup 7 saja kan?
02:13Memang apa hebatnya?
02:14Anggota grup 7.
02:15Kalau gak bisa menang, kabur saja.
02:18Aku baru ingat ada urusan penting.
02:20Aku jalan dulu.
02:21Tunggu.
02:27Aku dengar kamu pacarnya Andri.
02:29Kamu mau sama Andri cuma demi uang saja kan?
02:33Di sini ada 10 miliar.
02:35Putusin Andri.
02:37Kamu pasti gak pernah lihat uang sebanyak ini kan?
02:41Betul.
02:43Seumur hidup, aku belum pernah lihat uang receh gini.
02:46Apa kamu bilang?
02:48Keluargaku dari kakek boyutku sampai sekarang, gak pernah sekalipun gak punya uang.
02:53Cuma 10 miliar saja.
02:54Cukup.
02:55Jangan bertengkar.
02:56Aku kasih kalian 10 miliar.
02:58Ini tabunganku sendiri.
03:00Uang kesayanganku.
03:01Nona Feli, ambil saja uang ini dan pergilah.
03:0416 miliar.
03:05Sebelum aku berubah pikiran, jangan gak tahu malu ya.
03:0820 miliar.
03:10Pergi.
03:11Hah?
03:12Ini uangku kan?
03:13Dasar sialan.
03:15Berani nyamain aku.
03:15Apa katamu?
03:16Hei, kamu gak boleh maki orang begitu.
03:18Dari kecil, gak ada yang berani ngatain aku begini.
03:21Jangan belagu.
03:22Kamu cuma merasa uangnya kurang kan?
03:26Ayah, cepat suruh orang bawa 40 miliar buat aku.
03:28Uang sebanyak itu buat apa?
03:30Jangan banyak tanya, cepat kirim sekarang.
03:32Setelah dapat uangnya, sujud dan minta maaf padaku.
03:39Dalam 3 menit, suruh ayah siapin 100 miliar uang tunai.
03:44Sekarang juga.
03:463 menit, uang tunai 100 miliar.
03:49Siapa kamu sebenarnya?
03:52Siapa kamu sebenarnya?
03:54Siapa aku gak penting.
03:55Yang penting, sekarang aku mau dia tahu rasa.
04:00Kirim uangnya ke alamat yang aku kirim.
04:02Jangan, jangan.
04:04Kamu pikir aku gak punya uang?
04:05Menurutku gak perlu.
04:08Nona Feli, aku tahu kamu mau menghindar dari perjodohan dengan orang guson.
04:13Tapi gak usah gangguin aku.
04:14Kok kamu tahu?
04:15Aku...
04:16Pertunangan itu udah lama dibatalin.
04:19Benarkah?
04:21Kevin, kenapa kamu kemari?
04:23Andre, kamu curang.
04:24Kok kamu panggil dia kemari?
04:26Tunggu saja kamu.
04:28Hei, turunin aku.
04:31Makasih.
04:32Lain kali aku traktir.
04:33Jangan sungkan.
04:39Ayah?
04:40Sinta, ayah dengar dari bawahan ayah kamu mau 100 miliar.
04:43Apa ini uang mahar buat Andri?
04:45Mahar apaan?
04:46Ayah setuju kamu nikah sama Andri.
04:47Sekarang ayah bawa maharnya ke rumah Andri buat melamar.
04:51Kamu mau melamar ke rumah Andri?
04:53Ayah, dengar penjelasanku.
04:55Ini bukan seperti yang kamu pikirkan.
04:57Halo?
04:57Halo?
04:59Gawat.
05:00Kamu bilang ke orangtuaku kalau aku hamil.
05:03Karena sifat ibuku yang pemarah, dia bakal buat keributan di rumahmu.
05:06Itu...
05:07Mending kita ngaku saja.
05:08Gak bisa.
05:09Kalau ngaku, aku harus nikah sama bocah ini.
05:12Aku bukan bocah lagi.
05:13Aku udah dewasa.
05:16Ikut aku pulang.
05:17Hei, Kak Andri.
05:19Aku gak akan menyerah.
05:26Ih, kamu harus kasih aku penjelasan.
05:29Penjelasan apa?
05:32Aku harus kasih aku penjelasan.
05:35Jangan berkelahi.
05:36Eh, pasalah ini.
05:37Bisa aku jelasin.
05:38Nah, kalian udah pulang.
05:40Kalian gak berkelahi.
05:43Enggak kok.
05:44Enggak kok.
05:46Terus, Tante, tadi kamu bilang mau penjelasan apa?
05:50Oh, ibumu ngotot mau kasih aku gelang job ini.
05:53Hari ini aku datang melamar.
05:55Mana bisa terima ini?
05:57Aku, jadi aku minta penjelasan ke dia.
06:00Terus ayah bilang keluarga Safir kira kita.
06:04Aduh, ayahnya Andri ngotot kasih lukisan semahal ini buat ayah.
06:09Ayah, ayah gak enak terima.
06:11Jadi itulah.
06:12Jadi itulah kenapa gak berkelahi.
06:14Benar.
06:15Hah?
06:17Ah, ayo duduk.
06:21Mike, lihat mereka sangat cocok.
06:24Betul.
06:25Hmm, gimana sekarang?
06:29Hmm, om Tante, waktu itu kalian bukannya usir aku.
06:35Kok malah datang ke rumah aku?
06:37Hmm, aku lihat kalian berdua saling suka.
06:39Jadi, datang ke rumahmu buat bicara soal pernikahan.
06:44Ayah, ibu, apa kalian setuju?
06:45Tentu saja.
06:46Selama ini gak ada cewek yang kamu pacari.
06:49Kalau ada yang mau sama kamu, ibu udah berterima kasih.
06:52Lagian, Sinta juga cantik banget.
06:54Nanti kalau punya anak, pasti cantik dan ganteng.
06:58Katakan sesuatu.
07:02Siapa bilang kami mau nikah?
07:05Kamu yang bilang.
07:06Hah?
07:06Ah, bukan aku.
07:08Om, Tante, kalian salah paham.
07:10Sinta, cuma salah satu calonku saja menikah.
07:15Siapa yang mau nikah?
07:16Dasar bocah kurang ajar.
07:18Ica, ambil tokatku.
07:21Baik, Pak.
07:23Aku nikah.
07:24Aku mau menikah.
07:26Jangan pukul aku, ya.
07:28Baguslah kalau gitu.
07:32Tapi, sebelum menikah, aku punya tiga syarat.
07:38Sebelum menikah, aku punya tiga syarat.
07:41Tiga syarat?
07:42Apa syaratnya?
07:45Pertama, sebelum menikah, aku harus buat perjanjian pranikah.
07:49Karena uangku gak bisa dibagi ke orang luar gitu saja.
07:52Kedua, setelah nikah, Sinta harus berhenti bekerja.
07:56Aku gak mau istriku keluyuran di luar.
07:59Ketiga, dalam dua tahun pernikahan, kalau gak bisa punya anak, langsung cerai.
08:03Kalau Om Tante gak keberatan, silakan tanda tangan.
08:08Surat ini.
08:09Anda kurang ajal.
08:10Syaratmu ini.
08:11Hei, menurutku kamu betul.
08:14Karena kamu akan tinggal di rumah istri, jadi semua syaratmu aku setuju.
08:20Tinggal di rumah istri?
08:22Apa maksudnya?
08:24Ayah, ini udah kelewatan.
08:26Eh, kalian mau puteraku tinggal di rumah kalian?
08:29Iya, ayah, ibu.
08:30Keluarga Tyson mau menindas kita.
08:32Pernikahan ini gak bisa dilanjutin.
08:35Aduh, tinggal di rumah istri bagus juga.
08:37Kalau gitu, aku dan ayahmu bisa berduaan saja.
08:40Besan, menurutku jangan ditunda lagi.
08:43Hari ini kita suruh mereka urus surat nikah.
08:47Ibu.
08:49Aku putera satu-satunya klan Safir.
08:52Aku tinggal di rumah istri.
08:54Dasar kurang ajar.
08:56Apa kamu gak mau bertanggung jawab?
08:58Dasar brengsek.
08:59Sinta, jangan khawatir.
09:00Keluarga Safir pasti akan membelamu.
09:03Gak perlu.
09:04Tante, sebenarnya aku juga gak terlalu ingin menikah.
09:07Pengawal, bawa Andri ke kantor catatan sipil.
09:20Tuhan, jangan nyusahin aku.
09:25Hah?
09:33Felix, aku gak bawa kartu keluarga.
09:36Gak bisa urus ini.
09:37Betul.
09:37Tuhan, sekarang surat nikah.
09:40Cuma butuh KTP saja.
09:41Aku juga gak bawa KTP.
09:49Itu, aku juga gak bawa.
Comments