Skip to playerSkip to main content
  • 3 hours ago
Hidupnya berubah drastis ketika ia dijodohkan dengan putri dari keluarga mafia yang berkuasa. Dikenal dingin dan berbahaya, wanita itu menyimpan sisi lain yang tak pernah terlihat oleh siapa pun.

Di tengah ancaman, rahasia, dan dunia gelap yang mengintai, hubungan mereka perlahan berkembang menjadi sesuatu yang tak terduga. Antara rasa takut dan cinta, mereka harus menghadapi takdir yang penuh risiko.

Akankah hubungan ini bertahan, atau justru hancur oleh dunia yang kejam?
Transcript
00:00Eh, Liana?
00:06Bikin ribut apa lagi kamu?
00:08Andri, beraninya kamu dikiru sama cewek lain di depanku.
00:11Jangan harap bisa ketemu aku minggu ini.
00:14Situasinya makin berantakan.
00:19Hebat banget.
00:21Eh!
00:23Hey, Kak Andri!
00:25Hey, Sinta!
00:28Ini gak seperti yang kamu pikir.
00:30Tunggu.
00:32Kau kayak aku yang selingkuh.
00:35Kayaknya kamu gak butuh bantuanku.
00:37Temenin adik kesayanganmu saja.
00:38Dia cuma cewek yang besar bersama aku.
00:40Kami gak ada apa-apa.
00:41Dengar penjelasanku.
00:42Oke, jelasin saja.
00:44Kak Andri!
00:45Kak Andri!
00:46Aku udah lama tunggu kamu di rumahmu.
00:48Aku kangen kamu.
00:49Cepat cium aku.
00:50Hei!
00:51Begini penjelasanmu.
00:52IQ dia masih kayak bocah.
00:54Cepat cium aku.
00:55Kalau kamu cium, aku lapor polisi.
00:57Aku cuma suka kamu aja.
00:59Kamu ganteng, terus kaya lagi.
01:01Terus suka adopsi kucing liar.
01:03Keluarga kita juga kenalan lama.
01:05Pokoknya, kamu adalah cinta sejatiku.
01:08Seperti pepatah, ciuman pertama manis.
01:10Ciuman kedua lembut.
01:11Ciuman ketiga buat ketagihan.
01:12Kalau terus ku cium, kamu pasti bakal suka aku.
01:14Eh!
01:16Berhenti!
01:17Ciuman pertama aku aku simpan buat istriku nanti.
01:20Ciuman pertama?
01:21Kamu belum pernah ciuman.
01:23Wah, kejutan banget.
01:25Eh, coba pegang bahan bajuku.
01:27Pantas gak aku jadi istrimu?
01:29Aku udah punya istri.
01:32Pembohong.
01:33Tante Livia bilang kamu single kok.
01:37Istriku?
01:39Ayo sapa adik kita.
01:41Aku bukan istrimu.
01:42Aku udah bantu kamu.
01:44Jangan gak tau terima kasih.
01:45Andri!
01:46Siapa yang izinin kamu cari pacar?
02:01Jadi makin kacau saja.
02:04Andri, sudah aku bilang.
02:06Aku pasti dapetin kamu.
02:08Kalian berdua jangan dekat sama suamiku.
02:10Plan kalian cuma di-backing sama grup 7 saja kan?
02:13Memang apa hebatnya?
02:14Anggota grup 7.
02:15Kalau gak bisa menang, kabur saja.
02:18Aku baru ingat ada urusan penting.
02:20Aku jalan dulu.
02:21Tunggu.
02:27Aku dengar kamu pacarnya Andri.
02:29Kamu mau sama Andri cuma demi uang saja kan?
02:33Di sini ada 10 miliar.
02:35Putusin Andri.
02:37Kamu pasti gak pernah lihat uang sebanyak ini kan?
02:41Betul.
02:43Seumur hidup, aku belum pernah lihat uang receh gini.
02:46Apa kamu bilang?
02:48Keluargaku dari kakek boyutku sampai sekarang, gak pernah sekalipun gak punya uang.
02:53Cuma 10 miliar saja.
02:54Cukup.
02:55Jangan bertengkar.
02:56Aku kasih kalian 10 miliar.
02:58Ini tabunganku sendiri.
03:00Uang kesayanganku.
03:01Nona Feli, ambil saja uang ini dan pergilah.
03:0416 miliar.
03:05Sebelum aku berubah pikiran, jangan gak tahu malu ya.
03:0820 miliar.
03:10Pergi.
03:11Hah?
03:12Ini uangku kan?
03:13Dasar sialan.
03:15Berani nyamain aku.
03:15Apa katamu?
03:16Hei, kamu gak boleh maki orang begitu.
03:18Dari kecil, gak ada yang berani ngatain aku begini.
03:21Jangan belagu.
03:22Kamu cuma merasa uangnya kurang kan?
03:26Ayah, cepat suruh orang bawa 40 miliar buat aku.
03:28Uang sebanyak itu buat apa?
03:30Jangan banyak tanya, cepat kirim sekarang.
03:32Setelah dapat uangnya, sujud dan minta maaf padaku.
03:39Dalam 3 menit, suruh ayah siapin 100 miliar uang tunai.
03:44Sekarang juga.
03:463 menit, uang tunai 100 miliar.
03:49Siapa kamu sebenarnya?
03:52Siapa kamu sebenarnya?
03:54Siapa aku gak penting.
03:55Yang penting, sekarang aku mau dia tahu rasa.
04:00Kirim uangnya ke alamat yang aku kirim.
04:02Jangan, jangan.
04:04Kamu pikir aku gak punya uang?
04:05Menurutku gak perlu.
04:08Nona Feli, aku tahu kamu mau menghindar dari perjodohan dengan orang guson.
04:13Tapi gak usah gangguin aku.
04:14Kok kamu tahu?
04:15Aku...
04:16Pertunangan itu udah lama dibatalin.
04:19Benarkah?
04:21Kevin, kenapa kamu kemari?
04:23Andre, kamu curang.
04:24Kok kamu panggil dia kemari?
04:26Tunggu saja kamu.
04:28Hei, turunin aku.
04:31Makasih.
04:32Lain kali aku traktir.
04:33Jangan sungkan.
04:39Ayah?
04:40Sinta, ayah dengar dari bawahan ayah kamu mau 100 miliar.
04:43Apa ini uang mahar buat Andri?
04:45Mahar apaan?
04:46Ayah setuju kamu nikah sama Andri.
04:47Sekarang ayah bawa maharnya ke rumah Andri buat melamar.
04:51Kamu mau melamar ke rumah Andri?
04:53Ayah, dengar penjelasanku.
04:55Ini bukan seperti yang kamu pikirkan.
04:57Halo?
04:57Halo?
04:59Gawat.
05:00Kamu bilang ke orangtuaku kalau aku hamil.
05:03Karena sifat ibuku yang pemarah, dia bakal buat keributan di rumahmu.
05:06Itu...
05:07Mending kita ngaku saja.
05:08Gak bisa.
05:09Kalau ngaku, aku harus nikah sama bocah ini.
05:12Aku bukan bocah lagi.
05:13Aku udah dewasa.
05:16Ikut aku pulang.
05:17Hei, Kak Andri.
05:19Aku gak akan menyerah.
05:26Ih, kamu harus kasih aku penjelasan.
05:29Penjelasan apa?
05:32Aku harus kasih aku penjelasan.
05:35Jangan berkelahi.
05:36Eh, pasalah ini.
05:37Bisa aku jelasin.
05:38Nah, kalian udah pulang.
05:40Kalian gak berkelahi.
05:43Enggak kok.
05:44Enggak kok.
05:46Terus, Tante, tadi kamu bilang mau penjelasan apa?
05:50Oh, ibumu ngotot mau kasih aku gelang job ini.
05:53Hari ini aku datang melamar.
05:55Mana bisa terima ini?
05:57Aku, jadi aku minta penjelasan ke dia.
06:00Terus ayah bilang keluarga Safir kira kita.
06:04Aduh, ayahnya Andri ngotot kasih lukisan semahal ini buat ayah.
06:09Ayah, ayah gak enak terima.
06:11Jadi itulah.
06:12Jadi itulah kenapa gak berkelahi.
06:14Benar.
06:15Hah?
06:17Ah, ayo duduk.
06:21Mike, lihat mereka sangat cocok.
06:24Betul.
06:25Hmm, gimana sekarang?
06:29Hmm, om Tante, waktu itu kalian bukannya usir aku.
06:35Kok malah datang ke rumah aku?
06:37Hmm, aku lihat kalian berdua saling suka.
06:39Jadi, datang ke rumahmu buat bicara soal pernikahan.
06:44Ayah, ibu, apa kalian setuju?
06:45Tentu saja.
06:46Selama ini gak ada cewek yang kamu pacari.
06:49Kalau ada yang mau sama kamu, ibu udah berterima kasih.
06:52Lagian, Sinta juga cantik banget.
06:54Nanti kalau punya anak, pasti cantik dan ganteng.
06:58Katakan sesuatu.
07:02Siapa bilang kami mau nikah?
07:05Kamu yang bilang.
07:06Hah?
07:06Ah, bukan aku.
07:08Om, Tante, kalian salah paham.
07:10Sinta, cuma salah satu calonku saja menikah.
07:15Siapa yang mau nikah?
07:16Dasar bocah kurang ajar.
07:18Ica, ambil tokatku.
07:21Baik, Pak.
07:23Aku nikah.
07:24Aku mau menikah.
07:26Jangan pukul aku, ya.
07:28Baguslah kalau gitu.
07:32Tapi, sebelum menikah, aku punya tiga syarat.
07:38Sebelum menikah, aku punya tiga syarat.
07:41Tiga syarat?
07:42Apa syaratnya?
07:45Pertama, sebelum menikah, aku harus buat perjanjian pranikah.
07:49Karena uangku gak bisa dibagi ke orang luar gitu saja.
07:52Kedua, setelah nikah, Sinta harus berhenti bekerja.
07:56Aku gak mau istriku keluyuran di luar.
07:59Ketiga, dalam dua tahun pernikahan, kalau gak bisa punya anak, langsung cerai.
08:03Kalau Om Tante gak keberatan, silakan tanda tangan.
08:08Surat ini.
08:09Anda kurang ajal.
08:10Syaratmu ini.
08:11Hei, menurutku kamu betul.
08:14Karena kamu akan tinggal di rumah istri, jadi semua syaratmu aku setuju.
08:20Tinggal di rumah istri?
08:22Apa maksudnya?
08:24Ayah, ini udah kelewatan.
08:26Eh, kalian mau puteraku tinggal di rumah kalian?
08:29Iya, ayah, ibu.
08:30Keluarga Tyson mau menindas kita.
08:32Pernikahan ini gak bisa dilanjutin.
08:35Aduh, tinggal di rumah istri bagus juga.
08:37Kalau gitu, aku dan ayahmu bisa berduaan saja.
08:40Besan, menurutku jangan ditunda lagi.
08:43Hari ini kita suruh mereka urus surat nikah.
08:47Ibu.
08:49Aku putera satu-satunya klan Safir.
08:52Aku tinggal di rumah istri.
08:54Dasar kurang ajar.
08:56Apa kamu gak mau bertanggung jawab?
08:58Dasar brengsek.
08:59Sinta, jangan khawatir.
09:00Keluarga Safir pasti akan membelamu.
09:03Gak perlu.
09:04Tante, sebenarnya aku juga gak terlalu ingin menikah.
09:07Pengawal, bawa Andri ke kantor catatan sipil.
09:20Tuhan, jangan nyusahin aku.
09:25Hah?
09:33Felix, aku gak bawa kartu keluarga.
09:36Gak bisa urus ini.
09:37Betul.
09:37Tuhan, sekarang surat nikah.
09:40Cuma butuh KTP saja.
09:41Aku juga gak bawa KTP.
09:49Itu, aku juga gak bawa.
Comments

Recommended