Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Sejumlah ruang kerja di Kantor Pemerintah Kabupaten Tulungagung disegel KPK Senin (13/4/2026) siang, pasca Bupati Gatut Sunu Wibowo terjerat operasi tangkap tangan.

Meski demikian, aktivitas ASN dan pelayanan tetap berjalan seperti biasa.

Pasca Bupati Tulungagung terjerat OTT KPK pada Jumat (10/4/2026) lalu, aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Tulungagung menggelar apel pagi.

Apel dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Tulungagung Suroto, yang sebelumnya diperiksa penyidik KPK di Mapolres Tulungagung, pada Jumat (10/4/2026) malam hingga Sabtu (11/4/2026) dinihari lalu.

Sejumlah ruang kerja di Kantor Pemkab Tulungagung, disegel KPK termasuk ruang Kepala Dinas PUPR.

Meski demikian, seluruh ASN di Pemkab Tulungagung masih beraktivitas seperti biasa. Pelayanan juga tetap berjalan.

Sementara kawasan Pendopo Kabupaten Tulungagung tempat Bupati Gatut Sunu Wibowo terjerat KPK, saat ini ditutup dan dijaga ketat Satpol PP.

Perkembangan informasi penanganan kasus yang menjerat Bupati Tulungagung, akan disampaikan Jurnalis KompasTV, Jihan Jufry dan Juru Kamera Janivan dari Gedung KPK Jakarta.

Baca Juga KPK Bongkar Modus Bupati Tulungagung: Ancam ASN dengan Surat Mundur, Minta Setoran Rp5 M dari OPD di https://www.kompas.tv/nasional/662498/kpk-bongkar-modus-bupati-tulungagung-ancam-asn-dengan-surat-mundur-minta-setoran-rp5-m-dari-opd

#bupatitulungagung #ottkpk #kpk

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/662599/bupati-tulungagung-dan-ajudannya-jadi-tersangka-pemerasan-ada-peluang-tersangka-baru
Transkrip
00:00Beralih ke informasi lain saudara, KPK menetapkan Gatut Sunu Wibowo Bupati Tulung Agung sebagai tersangka
00:06kesudukan korupsi dengan modus memeras organisasi perangkat desa atau OPD
00:12dan pejabat di daerah menggunakan surat pernyataan mundur ASN.
00:24Dengan menggunakan rompi orange, Bupati Tulung Agung Gatut Sunu Wibowo
00:28bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal, digiring keluar gedung KPK menuju rumah tahanan pada minggu dini hari.
00:34KPK menetapkan Bupati Tulung Agung Gatut Sunu sebagai tersangka dugaan pemerasan.
00:39KPK menilai modus kejahatan tersangka tergolong baru, yaitu sang Bupati
00:44mengancam para pejabat dengan surat pengunduran diri jika tak menyetor sejumlah uang yang diminta.
00:51Temuan KPK, 16 kepala organisasi perangkat daerah diminta menyetor uang 5 miliar rupiah pada Gatut.
01:00Beberapa saat setelah dilantik, dipanggil satu-satu, sudah tersedia di situ surat pernyataan.
01:11Surat pernyataan isinya itu yang menyatakan akan mundur dari jabatan
01:16dan juga mundur dari ASN jika tidak mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.
01:22Suruh tanda tangan langsung di situ gitu ya, sudah ada metrainya seperti itu.
01:25Total permintaan GWS kepada para OPD yang sekurang-kurangnya sebesar 5 miliar,
01:33realisasi uang yang telah diterima oleh GWS kurang lebih 2,7 miliar.
01:40Dari pemeriksaan KPK, uang hasil pemerasan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi,
01:45seperti membeli sepatu bermerek, jamuan makan, dan pembagian THR kepada sejumlah pihak di lingkungan pemerintah daerah.
01:52Total jatah yang diminta tersaingkan mencapai 5 miliar rupiah dengan besaran bervariasi
01:58antara 15 juta hingga 2,8 miliar rupiah per instansi,
02:04dengan total yang telah terrealisasi sebesar 2,7 miliar rupiah.
02:10Tim Liputan, Kompas TV
02:19Sejumlah ruang kerja di kantor pemerintahan Kabupaten Tulung Agung di segel KPK Senin Siang.
02:24Pasca Bupati Gatut Suno Wibowo terjerat operasi tangkap tangan.
02:28Meski demikian, aktivitas ASN dan pelayanan tetap berjalan seperti biasa.
02:35Pasca Bupati Tulung Agung terjerat OTT KPK pada Jumat lalu,
02:40ASN di lingkungan Pemkap Tulung Agung menggelar apel pagi.
02:43Apel dipimpin langsung oleh pejabat sekretaris daerah Tulung Agung, Suroto,
02:48yang sebelumnya diperiksa penyidik KPK di Mapores Tulung Agung pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari.
02:55Sejumlah ruang kerja kantor Pemkap Tulung Agung di segel KPK, termasuk ruang kepala dinas PUPR.
03:02Meski demikian, seluruh ASN di Pemkap Tulung Agung masih beraktifitas seperti biasa.
03:08Pelayanan juga tetap berjalan.
03:14Keputusan dari pusat, tapi kalau tidak ada, nanti kita tidak lagi.
03:19Masih ada pangan yang disedul untuk kerja ASN di mana Pak?
03:24BFN atau BFN?
03:25Untuk yang disedul sementara belum bisa digunakan.
03:27Bisa menggunakan tepatnya.
03:30Tetapi, kinerja, bekerja, tetap seperti biasa.
03:33Pelayanan tidak boleh terdiri.
03:35Pas berseorang yang kemarin ke Jakarta, bukan menedir ya Pak?
03:39Mungkin mereka masih dalam perjalanan.
03:45Informasi terkini terkait pengenanganan kasus yang menjerat Bupati Tulung Agung
03:49akan disampaikan Jurnalus Kompas TV, Jihan Jufri dan Juru Kamera Jan Ivan dari gedung KPK Jakarta.
03:55Jihan, untuk saat ini KPK telah menetapkan Bupati Tulung Agung, Gatot Sunu Wibowo dan ajudannya Dwi Toga Ambal sebagai tersangka
04:04pemerasan lalu.
04:05Apa saja kemungkinan, apakah juga ada kemungkinan tersangka lainnya dalam kasus di pemerasan Pemkap Tulung Agung ini?
04:17Ya, Juno dan juga Saudara, karena penyidikan ini masih berlangsung,
04:21pastinya memang masih akan ada peluang untuk penetapan tersangka baru.
04:27Yakni, mengingat tanggal 10 lalu atau di 10 April ini dilakukan OTT oleh KPK
04:35dan memang OTT tersebut ini dilakukan dan menjaring sekitar 16 orang.
04:40Yang mana 16 orang tersebut, dari 16 orang tersebut ini ditemukan atau ditetapkan 2 orang sebagai tersangka.
04:48Yakni, dari Bupati Tulung Agung itu sendiri, Gatot Sunu Wibowo dan juga ajudannya Dwi Yoga Ambal.
04:56Nah, memang masih ada belasan orang lainnya yang belum ditetapkan statusnya.
05:01Dan memang masih menunggu karena pemeriksaan saksi dan pemeriksaan-pemeriksaan terhadap belasan orang lainnya
05:06ini pastinya sudah dirancang oleh pihak KPK untuk dilaksanakan.
05:11Begitu ya, dan dari belasan orang tersebut ini masih ada satu orang yang merupakan kerabat
05:18ataupun adik dari Bupati, yakni Jatmiko Saputro yang merupakan anggota DPRD.
05:25Kasusnya memang masih sama terkait pemerasan yang dilakukan oleh Bupati di wilayah Pemkap Tulung Agung.
05:33Dan dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, ini sudah ditunjukkan begitu ya kepada awak media,
05:40barang bukti yang memang berhasil disita oleh pihak KPK, yakni ada uang sejumlah 335 juta
05:50dan juga ada sejumlah barang mewah yang mana ini informasinya adalah berupa beberapa pasang sepatu
05:59yang nilainya ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
06:03Nah, kemudian ini sudah dikonfirmasi langsung oleh PLT Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu
06:10melalui konferensi pers tersebut begitu ya.
06:12Dan kemudian kalau kita berbicara terkait detail kasusnya ataupun modus yang dilakukan,
06:18ini dari Bupati, ini menyuruh ajudannya untuk menjadi pintu masuk.
06:26Atau ajudan tersebut ini berperan untuk menagih kepada OPD ataupun organisasi perangkat daerah
06:33sejumlah uang untuk dilakukan store rutin.
06:37Dan store-runnya ini tarifnya rentangnya ini mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah
06:44tergantung dari proyek yang sedang dilakukan.
06:46Dan informasinya ada juga dugaan ancaman begitu ya kepada OPD-OPD tersebut
06:52apabila tidak melakukan store-run ini diminta untuk menandatangani surat
06:59lalu juga dipaksa untuk menandatangani apabila tidak ini akan dilakukan mutasi jabatan.
07:08Dan total dana yang terkumpul ini informasinya capaiannya mencapai 2,7 miliar rupiah
07:13dan saat ini memang dari KPK masih melakukan pendalaman terhadap belasan orang yang terjaring lainnya
07:21dan yang sedang diusut salah satunya adalah apakah uang tersebut digunakan untuk biaya utang pilkada lalu atau tidak.
07:30Ini memang masih didalami oleh KPK dan memang masih kami tanyakan ke pihak yang bersangkutan
07:35atau dalam hal ini adalah juru bicara KPK.
07:39Sorotan akan menjadi dugaan modus baru dalam pemerasan terhadap 16 pejabat daerah
07:44terutama di Pemkap Tulung Agung.
07:46Kita nantikan bagaimana pengustuhan tuntas oleh pihak KPK terkait dengan korupsi di Pemkap Tulung Agung.
07:51Terima kasih Jihan Jufri dan juga juru kamera Jan Ivan dari Gedung KPK Jakarta.
Komentar

Dianjurkan